Minggu, 22 November 2020

WALAU TERSAKITI TETAP MENCINTAI, ITULAH KEHEBATAN WANITA

 


OLeH  : Ummi Yulianti

 ๐Ÿ’˜M a T e R i๐Ÿ’˜

ุจِุณْู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ِ ุงู„ู„ّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…ู† ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ُ

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡

: ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ 

ู†َุญْู…َุฏُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุนِูŠْู†ُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُู‡ْ ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆْุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู†َุง ูˆَู…ِู†ْ ุณَูŠِّุฆَุงุชِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู†َุง، ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ู„ู‡ُ ูَู„ุงَ ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْ ูَู„ุงَ ู‡َุงุฏِูŠَ ู„َู‡ُ. ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَ ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ...

ุงู… ุจุนุฏ

Segalanya milik Alloh ๏ทป apa yang ada di langit dan bumi, kenikmatan dan kesusahan asalnya dari Alloh ๏ทป sudah selayaknya kita panjatkan puji dan syukur hanya kepada Alloh ๏ทป. 

Agama Islam adalah agama yang mengangkat dan membebaskan manusia dari zaman jahiliah, zaman kegelapan menuju ke zaman yang terang benderang, sudah selayaknyalah kita sebagai umatnya senantiasa menghaturkan sholawat dan salam hanya kepada Nabi Muhammad ๏ทบ. 

๐ŸŒธWALAU TERSAKITI TETAP MENCINTAI, ITULAH KEHEBATAN WANITA

Kita tidak pernah menduga ujian pernikahan seperti apa yang ada di depan kita. Kadang, kita disodorkan dengan pilihan pahit tentang bagaimana cara memaafkan suami setelah disakiti ataukah justru berpisah karena sudah tidak tahan lagi.

Rasa sakit hati atas apa yang suami perbuat bisa disebabkan banyak hal. Perselingkuhan, pengabaian, kekerasan dalam rumah tangga, kata-kata yang tidak dapat diterima, persoalan dengan keluarga suami, dan lain sebagainya.

Anak dan konsekuensi panjang setelahnya sering membuat seorang istri bertahan. Apalagi jika suami sudah berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi.

Konon, setelah datangnya penyesalan dari yang berbuat kesalahan, kita harus Forgive And Forget atau memaafkan dan melupakan. Namun itu bukanlah hal yang mudah.

Ada beberapa tips yang bisa digunakan agar dapat memaafkan suami setelah disakiti: Dengan catatan, hal ini hanya bisa diterapkan kepada suami yang sudah berkomitmen agar jadi pribadi yang lebih baik dari yang sebelumnya.

★ 1. Sepakati Waktu Kapan Harus Membicarakannya Baik-baik

Bisa jadi, pengkhianatan pasangan beserta dengan perbuatannya yang membuat trauma. Rasa sakitnya menghantui setiap saat. Menyadari bahwa dia sudah menyesal dengan perbuatannya tidak lantas membuat ketakutan  reda.

Kita perlu membicarakannya. Namun, sebaiknya tidak perlu menyemburkan semua rasa frustasi pada suami secara sembarangan. Kalau perlu, buat waktu khusus dengannya agar ada kesepakatan bahwa upaya tersebut untuk membantu pulihkan hati yang terluka. Bukan untuk menyudutkan suami.

★ 2. Gunakan Prinsip Menunda Reaksi

Orang bijak adalah orang yang bisa menunda reaksinya dengan pertimbangan-pertimbangan di dalam pikirannya. Sebaliknya, orang reaktif membuat emosinya terhambur begitu saja tanpa terkendali.

Setiap kali kenangan buruk itu muncul, mungkin ingin berteriak, menangis, putus asa, atau justru menyakiti anak maupun pasangan. Ada baiknya mulai mengatur nafas dengan cara menarik nafas panjang hingga hitungan 1… 2… 3… kemudian baru menghembuskannya dengan hitungan yang sama.

Awalnya, mempraktikkan ini membuat dada  semakin sesak. Namun, jika membiasakannya dan berkata pada diri sendiri untuk tenang, maka emosi yang akan meledak itu makin lama akan makin luluh berbuah kesabaran.

★ 3. Mementingkan Keutuhan Rumah Tangga Lebih Dari Segalanya

Ingatlah mengapa dulu jatuh cinta padanya dan mengapa memilihnya sebagai suami. Jika alasan itu kurang kuat, bisa mulai mempertimbangkan apa saja kemajuan dalam hidup yang patut syukuri.

Kenanglah masa indah dan ajak suami untuk menyempatkan diri bulan madu kedua. Tidak perlu memintanya harus ke luar negeri atau wisata ke tempat mahal. Makan malam romantis dan menginap di hotel terdekat saja bisa jadi mengembalikan rasa cinta dan rasa percaya  lagi padanya.

★ 4. Memaafkan Suami Untuk Diri Sendiri

Banyak orang salah menduga bahwa perkara memaafkan adalah soal memaafkan pasangan. Padahal, mamaafkan adalah soal berdamai dengan diri sendiri lebih dari orang lain.

Jika  memaafkan suami demi dirinya, maka kemungkinan akan mudah goyah jika ada badai lagi di dalam rumah tangga. Tetapi, bila kita menganut prinsip memaafkan suami untuk ketenangan diri sendiri, maka apapun yang terjadi nanti, kondisi kejiwaan kita akan tetap stabil.

★ 5. Menerima Bahwa Seseorang Tidak Akan Berubah

Ini adalah pertahanan terakhir dalam menjaga hati. Jika suami kurang perhatian, tidak peka, sampai melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Jika memang ia tidak bisa berubah, maka pilihan ada di tangan kita, bertahan dengan rasa sakit hati atau berhenti dari hubungan ini.

Konsekuensi kadang berujung pahit. Meneruskan hubungan atau justru memutuskan hubungan dari orang yang sulit mengubah sifatnya pasti berat. Namun, ingat poin empat di atas bahwa kita harus mengutamakan kedamaian diri sendiri.

Semoga kita menemukan jalan terbaik dari hubungan pernikahan yang sedang dijalani.

Wallahu a'lam

๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท

         ๐Ÿ’˜TaNYa JaWaB๐Ÿ’˜

0️⃣1️⃣ Nurhasanah ~ Kuningan

Apa saja kesalahan suami yang masih bisa kita tolerir? 

Afwan, ana belum berkeluarga jadi mengambang tentang materi ini.

Syukron

๐Ÿ’ŽJawab:

Tergantung dari bagaimana kita memandang permasalahan itu sendiri. 

Ada istri yang bisa memaafkan kesalahan yang menurut orang masalah besar, misalnya perselingkuhan. Tapi ada juga yang bisa bercerai karena masalah yang seharusnya bisa diatasi bersama, misalnya perekonomian, suami di PHK tempatnya bekerja, di PHK pula sama istrinya.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Atin ~ Pekalongan

Assalamualaikum Ummi,

Ini kasus teman.

Suaminya berkali-kali selingkuh. Walau tidak sampai kebablasan sampai hubungan badan.

Tetapi seolah tiada henti berganti-ganti di usia pernikahan 15 tahun lebih. Ingin pisah karena jenuh terus menerus sakit hati. Tapi kasihan 3 anaknya.

Secara ekonomi tidak berlebihan hanya PNS biasa.

Bagaimana menguatkan hati jika begitu?

๐Ÿ’ŽJawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Menguatkan hati, pertama meminta kekuatan pada Alloh ๏ทป, perbaiki hubungan dengan Alloh ๏ทป, kemudian di coba tips di atas. 

Karena hidup adalah pilihan, bertahan atau melepaskan, pada keduanya ada resiko yang harus dihadapi. 

Sehingga kembalikan semua pada Alloh ๏ทป, sebaik-baik sandaran. 

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Mala Hasan ~ Lampung

Assalamualaykum Ummi, 

Jika kasusnya menikah awalnya bukanlah karena cinta tapi karena terpaksa hingga ada anak, tapi suami jarang memperlakukan istri dengan baik, tapi istri lebih memikirkan anak yang beranjak dewasa.

Harusnya bagaimana sikap istri menghadapi keadaan yang demikian? 

Salahkah jika dia ingin merasa bahagia? 

Jazaakillahu khoiran, Ummi. 

๐Ÿ’ŽJawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Tidaklah salah seseorang ingin bahagia. Bahagia bisa ditumbuhkan. Bahagia akan tumbuh ketika kita bersyukur dengan anugrah yang Alloh ๏ทป berikan. 

Menerima suratan takdir darimanapun jalannya. Meyakini bahwa yang Alloh ๏ทป berikan adalah yang terbaik. Termasuk dengan suami, meski awalnya terpaksa, yakinlah dialah yang terbaik menurut Alloh ๏ทป. Kalaupun cinta belum tumbuh, mintalah pada Alloh ๏ทป untuk tumbuhkan. Fokus pada kebaikan suami. Sehingga lupa dengan kekurangannya. 

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Tia ~ Bandung

Assalamualaikum, 

Ustadzah, bagaimana dengan kasus suami istri baik-baik saja tapi orang tua si suami suka ngomongin si istri ke orang-orang, menjelek-jelekan. Dan kalau tidak ada suaminya suka marah-marah ditambah suka bentak-bentak cucunya dengan bahasa yang tidak baik buat anak kecil.

Tapi kalau ada suaminya suka pura-pura manis baik pendiam. Istrinya coba bersabar terus tapi semakin lama istrinya mulai stres suka marah ke anak sebagai pelampiasan. Suaminya diajak pindah rumah tidak mau dengan alasan anak satu-satunya, tidak ada lagi yang mengurus ibunya itu. 

Terus si istri harus bagaimana, Ustadzah? 

Mohon jawabannya. 

๐Ÿ’ŽJawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Ujian rumah tangga bisa darimana saja. Termasuk hubungan dengan mertua. Coba dihindari hal-hal yang tidak disukai mertua. Dan lakukan hal-hal yang disukai mertua. Dapatkan hatinya, bagaimanapun mertua adalah orang tua kita. Berikan hadiah kecil dan perhatian yang tulus. Semoga Alloh ๏ทป melembutkan hati beliau. 

๐ŸŒทSepertinya sudah ustadzah, tapi memang si istri selalu salah dimata ibunya suami suka nyuruh suaminya pulangin istrinya ke orang tuanya. 

๐Ÿ’ŽTidak ada kata selain bersabar, terlebih kalau mertua sudah sepuh, kesabaran harus berlipat-lipat, kesabaran yang tidak berbatas. InsyaaAllah keberkahan menyertai mba Tia dan keluarga. 

Wallahu a'lam

๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท

 ๐Ÿ’˜CLoSSiNG STaTeMeNT๐Ÿ’˜

Islam memerintahkan kepada suami-istri untuk bergaul dengan cara yang ma'ruf serta mendorong sabar dalam kebencian. 

Firman Alloh ๏ทป: 

"Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Alloh ๏ทป menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS. An-Nisa 19)

Wallahu a'lam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar