Kamis, 29 September 2022

MENGKHIANATI DOA SENDIRI, Part 2

 


OLeH: Ustadzah Chichi Mulyaningsih

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌸 MENGKHIANATI DOA SENDIRI ~ Part 2

Sekali lagi kita akan membicarakan tentang doa.

Semoga bisa diambil ibrahnya, supaya kita jadi manusia yang anti galau, supaya kita tidak mudah frustasi akan semua harapan kita.

Maka selelah apapun aktivitas kita, tetaplah semangat mengkaji ilmu Alloh ﷻ akan ada banyak keberkahan hidup kita aamiin.

Di part pertama kenapa kita seringkali mengkhianati doa sendiri. Karena memang bisa jadi tidak membersamai antara doa dan ikhtiar kita.

Karena sebaik-baik harapan tentunya ikhtiar manusiawi kita, harus kita lakukan dengan semangat ya.

✓ 6) Minta Ketenangan Tapi Berbuat Dosa

Ketenangan jiwa merupakan sesuatu yang amat diperlukan dalam hidup ini. Dengan ketenangan itu, hidup akan dijalani dengan baik sehingga memberi ketenangan bagi orang lain. Karena itu, ketenangan dan kedamaian dalam hidup sering kita minta dalam doa sehari-hari. Namun, yang amat disayangkan adalah adanya orang yang berdoa seperti itu tapi dikhianati sendiri doanya, dengan melakukan perbuatan yang bernilai dosa.

Dosa merupakan penilaian terhadap perbuatan yang melanggar akidah, syariat dan akhlak Islam, baik dalam kaitan dengan hubungan kepada Alloh ﷻ maupun kepada sesama makhluk-Nya, yakni manusia, binatang dan lingkungan hidup.

Diantara akibat yang diperoleh manusia dari dosa yang dilakukannya adalah kegelisahan jiwa, apalagi bila ia khawatir bila dosa itu diketahui orang lain yang membuatnya semakin tersudut dan amat memalukan, bahkan hal yang bisa membuatnya melakukan tindakan-tindakan yang mendatangkan dosa berikutnya, bahkan dengan tingkatan dosa yang lebih besar seperti membunuh orang yang mengetahui dosa kita, hal itu dilakukan agar ia memberitahu orang lain atas dosa yang kita lakukan, Rasulullah ﷺ bersabda :

"Dosa adalah sesuatu yang menggelisahkan dalam hatimu, sedangkan kamu tidak setuju kalau hal itu diketahui orang lain." (HR. Ahmad)

Sebagai manusia biasa, mungkin saja orang melakukan perbuatan yang bernilai dosa, maka agar kegelisahan tidak menyelimuti jiwa akibat dosa yang kita lakukan, jalan terbaik adalah segera bertaubat kepada Alloh ﷻ, memohon maaf kepada manusia yang terkait dengan dosa dan siap menjalani hukuman bila kesalahan itu memang ada jenis hukumannya, inilah yang disebut dengan taubat nasuha sebagaimana firman Alloh ﷻ:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Alloh ﷻ dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Alloh ﷻ tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar dihadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Attahrim: 8)

Kita ingin ya hidup kita, tenang ya kan. Inginnya tidak ada masalah sama sekali, ataupun jika ada masalah Alloh ﷻ mudahkan jalan keluarnya. Mau seperti begitu. Iya, pasti semua jawabnya mau.
Jadi kenapa hidup kita tidak tenang? 

Karena barangkali kita hobi berbuat maksiat.

Barang kali juga kita terbiasa berbuat dosa.

Barangkali juga kita tidak sabar dalam mencari sesuatu yang diridhai Alloh ﷻ.
Maka salah satu kunci, ketenangan kita beramal Sholih lah dengan Istiqomah hingga tidak ada sela atau tidak ada waktu kita berbuat maksiat.
Iya maksiat, dosa membuat hidup kita tidak tenang.

Tapi maksiat dan dosa membuat kita jauh dari pertolongan Alloh ﷻ, jauh dari hidayah Alloh ﷻ.
Buru-buru bestie kita taubatan nasuha, kita kembali ke jalan Alloh ﷻ. Karena dosa akan membuat hati kita hitam. Hingga kita tidak punya Furqon atau kita tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk.
Makanya sering ya kita lihat orang yang jauh dari Alloh ﷻ, maka mudahnya kita menyepelekan perbuatan dosa.
Mana akhlak kita sama Alloh ﷻ, jika kita hobi berbuat dosa. Kita taubat ya, perbanyak sholat wajib dan Sunnah.
Akan membersihkan dosa-dosa kita.

Tilawah Al-Qur'an akan membersihkan juga hati kita dan membuat hati kita tenang. Semoga Alloh ﷻ mudahkan kita punya hati yang bersih, hati yang tenang ini akan memudahkan Alloh ﷻ menurunkan pintu pertolongan. Aamiin.

✓ 7) Minta Selamat Tapi Tidak Hati-hati

Ketika seseorang mau bepergian, harapannya adalah memperoleh keselamatan sampai tujuan dan bisa kembali lagi. Bahkan tidak hanya dia sendiri yang berdoa, iapun minta didoakan oleh orang lain. Namun yang amat disayangkan adalah doa minta selamat tidak diiringi dengan sikap dan tindakan kehati-hatian yang mencerminkan kedisiplinan. Akibatnya terjadi kecelakaan berlalu lintas, kecelakaan yang tidak hanya melukai dan merusak kendaraan, tapi juga menyebabkan kematian diri dan keluarganya serta orang lain.

Disamping itu, keselamatan yang terpenting adalah dalam hidup di dunia dengan selalu menjalani hidup sebagaimana yang dikehendaki Alloh ﷻ dan Rasul-Nya sehingga dapat mencapai keselamatan diakhirat dengan masuk surga. Namun yang amat disayangkan adalah banyak orang yang menginginkan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat, tapi penyimpangan dari akidah dan syariat yang dilakukannya. Karena itu, Alloh ﷻ amat menekankan kepada kita untuk selalu berada pada jalan Alloh ﷻ sebagaimana firman-nya:

وَاَنَّ هٰذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ ۚوَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗذٰلِكُمْ وَصّٰىكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

"Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa." (QS. Al An'am : 153)

Untuk selalu berada pada syariat yang telah digariskan, setiap kita harus komitmen untuk mengikutinya dan tidak terpengaruh sedikitpun oleh hawa nafsu manusia, apalagi mereka tidak memahami syariat Islam Alloh ﷻ berfirman :

ثُمَّ جَعَلْنٰكَ عَلٰى شَرِيْعَةٍ مِّنَ الْاَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ

"Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syariat (peraturan) dari agama itu, maka ikutilah (syariat itu) dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui." (QS. Al Jatsiah : 18)

Seringkali kita minta selamat dunia akhirat, tapi pada kenyataannya kita sulit sekali berhati-hati terutama berhati-hati pada lisan kita. Seringkali kita tergelincir dengan perkataan yang berlebihan atau lebay.

Seringkali kita ngomong tanpa dalil ataupun data yang minim alias kita asbun.

Atau naudzubillahi mindzalik, kita puas sekali ya. Kalau sudah nyakitin hati saudara atau Teman kita. Atau kita seringkali berprasangka buruk sama saudara kita atau sama keadaan, akhirnya kita berprasangka buruk ke Alloh ﷻ, sedih ya.
Lisan kita tuh empuk sekali, lembek sekali sampai tidak berasa ya kalau sudah menyakiti saudara kita. Padahal kata Alloh ﷻ ada Aku disetiap hamba-Ku yang tersakiti. Jadi mintalah lisan yang lurus ke Alloh ﷻ, sebagai tanda kita berhati hati akan akhirat kita, setuju ya. Yang tidak perlu diomongin tidak usah diomongin.

Kalau becanda tidak usah bohong.

Perbanyaklah dzikir, agar kita hobi berkata baik dan hanya berbuat baik saja pada sesama.

✓ 8) Minta Berkah Tapi Mau Enak Sendiri

Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia. Karena itu kita selalu berdoa dan meminta kepada orang lain untuk mendoakan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Alloh ﷻ. Secara harfiah, berkah berarti an numu'waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, ini berarti berkah berarti kebaikan yang bersumber dari Alloh ﷻ yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat dan kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang di idamkan itu.

Namun, Alloh ﷻ tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Ternyata, Alloh ﷻ hanya memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertakwa kepada-Nya. Janji Alloh ﷻ untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertakwa dikemukakan dalam firman-Nya:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al'Araf : 96)

Apabila manusia, baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Alloh ﷻ, maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik, Rezeki yang diperolehnya cukup, bahkan melimpah, sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Disinilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.

Dengan demikian, keberkahan kita peroleh bila apa yang ada pada kita memberi manfaat bagi banyak orang, sehingga kita tidak mau enak atau menikmatinya sendiri saja. Bila kita mau enak sendiri, itu berarti mengkhianati doa kita sendiri.

Siapa yang ingin hidupnya berkah?
Minta berkah itu ikhtiar mendekati Alloh ﷻ nya kuat.

Berkah pun harus diperhatikan halal dan thayyibnya.

Karena berkah itu bertambahnya kebaikan hidup kita.
Berkah itu bukan pada banyaknya tapi pada kebaikannya.

Jika kita punya harta yang banyak tapi malas sholat, lalai sholatnya, malas sholat sunnahnya. Itu tidak berkah.
Jadi kalau mau berkah perhatikan cara mencari hartanya tidak boleh menyakiti, tidak boleh ambil pinjaman riba apapun bentuknya. Jadi berkah akan terlihat jika kita sholat wajib tepat waktu, rajin Sholat sunnahnya, rajin sedekahnya, rajin dzikirnya, rajin tilawahnya. Dan anak-anak kita yang makan rezeki kita pun mudah sholatnya, mudah menghafal Al-Qur'an nya. Dan mudah beramal Sholeh mencontoh amal Sholeh orang tuanya.

✓ 9) Minta Dijauhkan Dari Bencana Tapi Merusak Alam

Menjaga kelestarian lingkungan hidup dan tidak melakukan kerusakan di dalamnya merupakan suatu keharusan bagi setiap manusia. Karena itu, siapapun orangnya, melakukan kerusakan hidup dianggap sesuatu yang tidak baik sehingga orang munafik sekalipun tidak mau dituduh telah melakukan kerusakan di muka bumi ini meskipun mereka sebenarnya telah melakukan kerusakan, Alloh ﷻ berfirman:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ (11) أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لَا يَشْعُرُونَ (12) }

"Dan bila dikatakan kepada mereka, "Janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi:" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan tetapi mereka tidak menyadarinya." (QS. Al-Baqarah: 11-12)

Bencana alam seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir, kemarau panjang, angin puting beliung, serangan wabah penyakit dan sebagainya sering terjadi baik di negri kita maupun diberbagai belahan dunia lainnya. Hal itu jangan kita anggap sebagai peristiwa alam biasa, tapi pada hakikatnya ada kaitan dengan dosa yang dilakukan oleh manusia sehingga Alloh ﷻ berfirman:

فَكُلًّا اَخَذْنَا بِذَنْۢبِهٖۙ فَمِنْهُمْ مَّنْ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا ۚوَمِنْهُمْ مَّنْ اَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ ۚوَمِنْهُمْ مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْاَرْضَۚ وَمِنْهُمْ مَّنْ اَغْرَقْنَاۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ

"Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Alloh ﷻ sama sekali tidak hendak mendzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang mendzalimi diri mereka sendiri." (QS. Al Ankabut: 40)

Terjadinya berbagai bencana alam pada hakikatnya adalah untuk mengingatkan manusia agar menyadari kesalahannya sehingga mereka mau kembali ke jalan Alloh ﷻ  yang benar, Alloh ﷻ berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Alloh ﷻ menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar Rum : 41)

Di dalam ayat lain, Alloh ﷻ menegaskan pula hal ini sebagaimana firman-Nya:

لَيْسَ عَلَى الْاَعْمٰى حَرَجٌ وَّلَا عَلَى الْاَعْرَجِ حَرَجٌ وَّلَا عَلَى الْمَرِيْضِ حَرَجٌ ۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ يُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا اَلِيْمًا 

"Tidak ada dosa atas orang-orang yang buta, atas orang-orang yang pincang, dan atas orang-orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Barangsiapa taat kepada Alloh ﷻ dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; tetapi barangsiapa berpaling, Dia akan mengazabnya dengan azab yang pedih." (QS. Al Fatih : 17)

Karena itu bila ada yang tidak mau taat kepada Alloh ﷻ dan Rasul-Nya, ia berarti ia telah mengkhianati doanya sendiri, dalam satu hadits, Rasulullah ﷺ menyatakan:

"Semua umatku akan masuk Surga, kecuali yang tidak mau. Sahabat bertanya: "Siapa yang tidak mau ya Rasulullah ﷺ?" Beliau menjawab: Siapa yang taat kepadaku ia masuk surga dan siapa yang durhaka kepadaku, ia termasuk yang tidak mau." ( HR. Bukhari dari Abu Hurairah RA).

✓ 10) Minta Surga Tapi Tidak Mau Taat

Konsekuensi beriman kepada Alloh ﷻ dan Rasul-Nya adalah mentaati-Nya. Mentaati berarti apa yang diperintah kita laksanakan dan apa yang dilarang kita tinggalkan, bila dalam hidup ini kita sudah menunjukkan ketaatan kepada Alloh ﷻ dan Rasul-Nya, maka dijamin kita akan masuk ke dalam surga yang dijanjikan, Alloh ﷻ berfirman:

تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ ۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ يُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ وَذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

"Itulah batas-batas (hukum) Alloh ﷻ. Barangsiapa taat kepada Alloh ﷻ dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung." (QS. An Nisa :13)

✓ 11) Minta Keluarga Sakinah Tapi Tidak Takwa

Dalam kehidupan ini, memiliki ketakwaan kepada Alloh ﷻ merupakan sesuatu yang amat penting, itu sebabnya para Nabi mengarahkan umatnya untuk bertakwa kepada Alloh ﷻ dan arahan takwa ini dilanjutkan oleh para khatib, mubaligh dan para ulama. Takwa dalam arti melaksanakan perintah Alloh ﷻ dan meninggalkan segala larangan-Nya dibutuhkan dalam berbagai keadaan, saat hidup dengan suasana yang menyenangkan maupun menyakitkan, saat harta berlimpah maupun kekurangan harta dan begitulah seterusnya.

Dalam kehidupan rumah tangga, yang kita inginkan adalah adanya sakinah atau ketenangan sehingga berbagai persoalan keluarga bisa dihadapi dengan tenang, karenanya inilah yang sering kita minta dalam doa, apalagi saat akad nikah dan resepsinya.

Pentingnya ketakwaan dalam rumah tangga ternyata tidak hanya saat menjalani kehidupan rumah tangga secara baik baik, saat menghadapi perceraian pun ketakwaan sangat diperlukan. Karenanya, dalam surat at-Thalaq yang membicarakan masalah perceraian disisipkan oleh Alloh ﷻ masalah takwa, maka diantara isyarat yang kita tangkap adalah bila dalam masalah perceraian saja seorang muslim harus menunjukkan ketakwaannya, apalagi saat mau menikah dan menjalani kehidupan rumah tangga.

Karena itu, bila suami istri dan seluruh insan keluarga tidak menunjukkan ketakwaan, padahal keluarga yang sakinah selalu dimintanya, maka itu sama saja dengan orang yang mengkhianati doa sendiri.

Dengan demikian, menjadi jelas bagi kita bahwa setiap kita harus memiliki sikap dan perilaku yang sejalan dengan apa yang kita minta dalam doa, sehingga kita tidak termasuk kedalam kelompok orang yang mengkhianati doa sendiri.

Wallahu a’lam bishawab

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Bestiar ~ Pekanbaru
Michi, apa tips supaya tidak mudah ghibah?

🌸Jawab:
1) Ingat Alloh ﷻ disetiap saat kita akan beramal Sholih atau mau beramal salah. Alloh ﷻ akan mintakan pertanggungjawaban apapun yang kita katakan.

2) Berghibah akan memakan bangkai atau daging saudara kita di akhirat nanti, maukah kita diminta memakan daging saudara kita, saya yakin kalau kita bayangkan sangat jijik sekali manusia makan manusia.

3) Perbuatlah sibuk untuk urusan kebaikan, ingatlah Alloh ﷻ berfirman Alloh ﷻ menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah, maka perbaiki ibadah kita, tambah ibadah Sunnah kita hingga Alloh ﷻ memberikan kita kesibukan ibadah yang membuat kita lupa aib manusia lain.

4) Coba sholat yang khusyuk, tilawahnya lebih dari 1 juz hingga Alloh ﷻ jaga lagi diri kita, untuk introspeksi diri yang sejujurnya, apakah dia lebih buruk dari diri kita, bisa jadi aib kita lebih banyak.

5) Motivasilah diri kita untuk ibadah lebih baik, untuk beramal Sholih lebih banyak, juga perbanyak istighfar, InSyaaAllah Alloh ﷻ akan menjaga kita.

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣2️⃣ Bunda Khansa ~ Bekasi
Ustadzah, bagaimana caranya bersahabat dengan hati kita agar kita benar-benar bisa ikhlas melakukan kebaikan yang tidak dianggap atau kebaikan kita tidak ada apresiasinya justru disalah-salahkan terus. 
Terimakasih.

🌸Jawab: 
1) Bunda Khansa yang sabar ya, sabar tidak pernah ada batasnya, sampai maut menjemput kita, jadikan sabar menjadi akhlak dalam diri. Karena kata Al-Qur'an fashobrun jamiil sabar yang indah.

Tanpa keluh kesah di medsos, tanpa ingin dinilai baik dari siapapun, cukup Alloh ﷻ tempat kita bertawakal.

2) Lakukan kebaikan semua Lillah, lakukan koordinasi dengan komunikasi yang baik juga, coba menurunkan ego kita maaf maksudnya standar kesempurnaan dalam beramal Sholih kita turunkan dikit, karena bisa jadi bunda sudah baik dalam beramal hanya komunikasinya kadang Miss sama teman-teman. Hingga teman-teman tidak paham atau gagal fokus, atau teman-teman tidak bisa menangkap maksud baik kita. Kalau sesama muslim kata Al-Qur'an idfa'billatii hiya ahasan wajadilhum billatii hiya Ahsan berkatalah yang baik, santun walau kita disakiti.

3) Belajar, berlatih menguasai emotional question, latih diri kita tidak mudah tersinggung, marah dan sebagainya, ini juga ada kaitannya melatih sabar kita, bagaimana melatih sabar yang baik, lakukan terapi shoum Senin Kamis, atau shoum Daud, atau tilawah yang banyak juz nya, InSyaaAllah akhlak sabar itu akan tumbuh dalam diri.

4) Ikhlas itu kita hanya fokus sama amal Sholih kita, walau kita disakiti diri kita, walau kita kesal tidak dihargai, maka mintalah sama Alloh ﷻ hati yang tenang agar siapapun yang mentausyiah kita, kita mudah menerima, anggap saja semua yang protes kinerja kita, mereka sedang mentausyiah kita, jika kita sabar nanti Alloh ﷻ akan bantu masalahnya.
Aamiin

5) Ingat kalimat doa iftitah kita... Innaa sholatii wa nusukiii wamahyaya wamamati Lillahi Rabbil 'alamiin.  Sesungguhnya ibadahku, sholatku, hidup dan matiku hanya karena Alloh ﷻ.

Amal apapun kalau karena Alloh ﷻ kita tidak marah jika tidak dihargai, cukup berdoa ya Rabb damaikan hati ini dengan indahnya cinta.

Orang-orang yang beramal Sholeh karena Alloh ﷻ InSyaaAllah mau berdamai dengan kondisi apapun walau pahit, dan tidak menyenangkan.

Karena kata Alloh ﷻ Wallahu ya'lamuu wa antum lata'lamuu... Kata Alloh ﷻ kamu tidak tahu, Akulah yang tahu atas segala hal.

Bisa jadi menurut kita tidak baik tapi menurut Alloh ﷻ baik, InSyaaAllah akan mendatangkan keberkahan Aamiin.

Semangat belajar ya slow tapi pasti ya bunda Khansa.

Wallahu a’lam bishawab

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Makin semangat ya kita berdoa, kita menghamba hanya kepada Alloh ﷻ, kita berharap juga hanya kepada Alloh ﷻ.

Sebaik-baik doa dengan menggunakan adab yang baik, dengan tawakal yang indah dan juga dengan sabar yang indah.

Semoga Alloh ﷻ menjadikan kita hamba yang Istiqomah dan tawadhu dalam berdoa.

Wallahu a’lam bishawab

JANGAN BANDINGKAN DIRIMU DENGAN YANG LAIN


OLeH: Freddy Setya BS., M.Pd.,MCE.,Cht

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

💎 JANGAN BANDINGKAN DIRIMU DENGAN YANG LAIN

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Beberapa minggu sebelumnya kita tidak asing dengan frasa sebuah lagu yang sempat viral. 

Yah, Ojo Dibandingake (Jangan dibanding-bandingkan).

Kali ini kita akan membahas sedikit beberapa hal dalam sikap membanding-bandingkan yang dibolehkan dan tidak. 

Karena sikap membanding-bandingkan kerap kali menjadi buah bibir (bahan obrolan) dalam kelompok-kelompok yang dimana ada satu sisi yang merasa tersaingi, ada satu sisi yang merasa diatas awan, ada satu sisi di bawah (minder). 

Bahkan membandingkan bukan hanya menjadi obrolan, namun justru seperti kebiasaan dan pembiasaan tanpa disadari pada diri, membandingkan berkaitan pekerjaan, status, jabatan, kecantikan, dan juga hal yang bersifat sensitif.

Membandingkan merupakan sifat yang mana menunjukan kurang bersyukur atas apa yang sudah diberikan. 

Karena bentuk syukur atas apa yang sudah diperoleh, sering lupa dinikmati (dirasakan) dampak syukurnya. Melainkan justru lebih kepada melihat orang lain sebagai parameternya bukan dari diri yang kemarin.

Dalam Al-Qur'an disebutkan:

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَتَمَنَّوۡاْ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعۡضَكُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ ۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٞ مِّمَّا ٱكۡتَسَبُواْ ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٞ مِّمَّا ٱكۡتَسَبۡنَ ۚ وَسۡـَٔلُواْ ٱللَّهَ مِن فَضۡلِهِۦٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمًا

_“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Alloh ﷻ kepada
sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang
mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Alloh ﷻ sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Alloh ﷻ Maha Mengetahui segala
sesuatu.”_ (QS. An-Nisa: 32)

Ayat di atas berpesan kepada kita agar jangan membanding-bandingkan diri dengan orang
lain sehingga memicu munculnya iri atau hasud. Misalnya, membandingkan jatah rezeki yang telah
Alloh ﷻ bagikan kepada hamba-Nya. Sebab, jika sudah muncul sifat iri akan membuat seseorang lupa diri sehingga dikhawatirkan akan menghalalkan segala cara agar bisa mengungguli orang
lain. (Fakhruddin ar-Razi, Mafatihul Ghaib, [1981], juz X, halaman 82).

Hasad adalah bahasa arab yang berasal dari kata hasada- yahsidu- ihsid, yang artinya adalah iri dan dengki.

Imam Nawawi menjelaskan lebih lanjut mengenai hasad, yakni memiliki angan-angan agar kenikmatan milik orang lain hilang dari dirinya. Kenikmatan tersebut bisa berarti dalam hal apapun, termasuk urusan agama dan dunia.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa hasad adalah perasaan negatif (Eneg) yang muncul tanpa alasan yang jelas, saat mengetahui orang lain mendapatkan hal yang baik. Hal baik tersebut dapat berupa harta, jabatan, benda, serta prestasi.

Sebagaimana pengertiannya, hasad adalah salah satu sifat tercela. Oleh karena itu, sangat baik bagi kita untuk mengetahui dengan detail apa itu hasad, agar dapat menyadari jika suatu waktu merasakan hal ini dan dapat dengan cepat mengatasi hasad yang muncul tersebut.

Dan prosesnya begitu halus, yakni iri-> hasad-> hasut (perilaku).

Maka, akan perilaku menghasut (provokator) dan begitu seterusnya untuk membuat orang lain ikut merasakan bahwa itu seharusnya tidak ada pada dirinya.

Sikap membandingkan tidak diperkenankan, namun dibolehkan dalam batasan yang dimana untuk membentuk prilaku positif. 

Loh, iri (hasad) atau cemburu dibolehkan asalkan kepada arah yang membawa perubahan baik. 

Hasad yang diperbolehkan, yakni: 

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

“Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Alloh ﷻ anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Alloh ﷻ beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya."

Ketika kepada orang yang padanya harta berlebih, boleh iri tetapi bukan justru malah menjadikan diri ingin memilikinya dengan mencuri atau mencari muka. 

Kepada yang berilmu pun, bukan dengan mencari tahu sumber ilmunya dan mempelajarinya sendiri untuk mendebat atau tidak menghormati orang lain yang tadinya ilmunya kita contoh.

Semisal: Dalam ilmu apapun bisa bisnis, ilmu pengetahuan, atau apapun sehingga kita lupa bahwa dengan ilmu malah mencuri ilmu yang kita pelajari daripadanya. 

Karena bukan itu yang dilakukan atau perilaku yang terbentuk dari iri yang dibolehkan.

Bila iri dalam urusan agama (ibadah) maka berlomba-lomba dalam kebaikan tetapi bukan niat untuk bersaing, kalau niat bersaing bukan karena Alloh ﷻ.

Wallahu a’lam bishawab

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Kiki ~ Dumai
Coach, bagaimana tipsnya agar hati atau diri ini terhindar dari sifat iri ataupun hasad tadi ya, Coach?
Karena terkadang, ada rasa-rasa itu, tapi terkadang sadar lagi, eh tapi kadang muncul lagi, Coach. 

🔷Jawab:
Hehehe..., iri dan hasad tadi perlu kamu arahkan kepada perilaku yang lebih baik, artinya dengan menempa diri dan belajar juga. 

Ada saatnya kamu kagum mula dari iri, hingga lupa bahwa kamu ada yang mengagumi tapi dilupakan oleh diri. 

🌷Harus segera diarahkan ke hal-hal yang positif ya, Coach,
Belajar dan introspeksi diri ya, Coach

InsyaAllah,
Jazakallah khoir coach.

0️⃣2️⃣ Setya ~ Solo
Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh coach Freddy. 

Bagaimana respon kita terhadap seseorang yang menyatakan rasa irinya kepada kita secara terus terang (tidak main belakang), misalnya dia mengucapkan kata-kata seperti ini;
"Wah, kamu beruntung sekali Mbak, dikaruniai anak yang banyak, sedangkan saya belum dikaruniai anak sama sekali."

Bagaimana sebaiknya respon kita, coach Freddy?
Mohon pencerahannya. 
Terima kasih. 

🔷 Jawab:
Sampaikan kembali, mbak, saya beruntung dengan anak banyak tetapi saya jauh lebih tidak beruntung kalau saya tidak bisa mendidik mereka. Jadi lebih berat. 

Karena ada banyak anak, tetapi harta cukup, namun ada yang belum dikaruniai harta yang lebih-lebih. 

Iri bukan negatif tetapi sikap dari iri itu yang berbahaya.

Apakah sikap dari iri itu bentuknya positif atau negatif itu bergantung diri. 

Karena berkaitan emosi soalnya kadang belum bisa kontrol emosi. Ya akhirnya kalut segala cara dihalalkan.

Wallahu a’lam bishawab

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Jangan bandingkan Apel dengan Durian, karena penikmat durian bilang durian lebih enak ketimbang apel, begitu sebaliknya. 

Wallahu a’lam bishawab

MENGKHIANATI DOA SENDIRI

 


OLeH: Ustadzah Chichi Mulyaningsih

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌸 MENGKHIANATI DOA SENDIRI


بـــســم الـلّٰـــه الرحــمــن الرحــيــم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kembali saya menyapa dengan salam, semoga Alloh ﷻ memberkahi kita semua dan selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin.

Yang jawab salam saya, doain lagi InSyaaAllah semua keinginannya di ijabah Alloh ﷻ dan selalu Alloh ﷻ berikan jawaban terindah dari doa-doa kita. Sering kan ngalamin sudah doa kita nunggu.... Nih kapan sih doa kita dijawab Alloh ﷻ.

Karena sekali lagi, Doa hal yang sangat penting untuk menemani perjalanan dan perjuangan hidup kita. Setuju ya...

Ternyata ada kunci-kuncinya InSyaaAllah, Alloh ﷻ melihat kunci dari kesungguhan doa kita.

Semoga kedepannya kita selalu optimis dengan doa-doa kita, manakala kita tahu cara dan triknya agar doa kita diijabah Alloh ﷻ. Aamiin

🔹Mengkhianati Doa Sendiri

Doa merupakan rangkaian ibadah yang tidak terpisahkan di dalam Islam, bahkan Rasulullah ﷺ menyebutnya sumsum ibadah. Setiap orang yang berdoa pasti ingin agar doanya terkabul, apalagi Alloh ﷻ telah menjamin dikabulkannya doa seseorang manakala mereka memenuhi ketentuan-Nya berdasarkan keimanan, sebagaimana firman-Nya :

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran." (QS. Al-Baqarah: 186)

Dari ayat di atas, kita mendapat kesan bahwa bila doa belum dikabulkan bukan karena Alloh ﷻ tidak mau mengabulkannya, tapi karena manusia itu yang mengkhianati doanya sendiri, hal ini karena antara apa yang diminta dengan sikap dan tingkah lakunya tidak sejalan, hal inilah yang penting untuk kita renungi.

✓ 1) Minta Rezeki Tapi Tidak Mau Usaha

IniMendapatkn rezeki yang halal dan bnyak merupakan sesuatu yang diminta oleh setiap muslim dalam doanya. Namun yang sangat disayangkan, banyak manusia tidak mau berusaha, mereka menunggu bantuan orang lain, mengemis bahkan mencuri, korupsi dan sejenisnya. Ini namanya mengkhianati Doa sendiri padahal apa yang dibutuhkan manusia sudah disediakan Alloh ﷻ, kita tinggal mengambilnya melalui usaha dan kerja keras.

Khalifah Umar bin Khattab RA pernah mengusir orang dari masjid karena ia begitu lama berdoa sejak subuh hingga waktu Dhuha dan menunggu apa yang dimintanya terkabul tanpa mau berusaha. Karena itu, setiap kita harus berusaha semaksimal mungkin dengan cara yang halal dan hal ini amat ditekankan didalam Islam, bahkan kalau mau menjelajah ke berbagai penjuru bumi untuk mendapatkannya, Alloh ﷻ berfirman :

هُوَ الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ ذَلُوۡلًا فَامۡشُوۡا فِىۡ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوۡا مِنۡ رِّزۡقِهٖ‌ؕ وَاِلَيۡهِ النُّشُوۡرُ

"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (QS. Al Mulk :15)

Bila seseorang mau berusaha mencari nafkah secara halal, meskipun dengan kerja keras, maka ia tergolong orang yang mulia dengan keutamaan yang sangat besar, Rasulullah ﷺ bersabda :

"Sesungguhnya Alloh ﷻ suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barangsiapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka ia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah azza wa jalla." (HR. Ahmad)

Dalam konteks inilah, Rasulullah ﷺ memuliakan orang yang bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu yang halal sehingga Rasulullah ﷺ tidak segan segan untuk mencium tangan sahabat Sa'ad bin Mu'adz yang kasar disebabkan kerja kerasnya.

Ketika kita bekerja, maka mintalah Rezeki yang halal, yang dengan Rezeki yang halal untuk sedekah kepada kerabat terdekat ataupun untuk ummat Islam yang lainnya. Ketik kita niatkan Rezeki kita yang kita peroleh dengan cara yang halal dan thayyib maka akan berkah. Jadi jika kita ingin doa kita di ijabah Alloh ﷻ samakan antara ikhtiar kita dengan doa dan harapan kita.

Jadi walau kita belum bekerja, banyak ikhtiar dengan doa boleh, lalu mulailah Bekerja dengan tidak melihat besaran gaji. Jangan menghalalkan segala cara agar kita mau mendapatkan dunia... Ingat ya bestie Sholihah jika kita bekerja hanya untuk mencari dunia maka Alloh ﷻ takkan berikan nilai akhirat dalam diri kita. Jadi mencari yang halal dan thayyib akan Alloh ﷻ mudahkan berkah. Sesuaikan semuanya, atau niat kan hidup kita hanya untuk Alloh ﷻ saja.

✓ 2) Minta Ilmu Tapi Tidak Mau Belajar

Setiap orang membutuhkan ilmu, dengan ilmu kita menjadi tahu apa yang semula kita tidak tahu, dapat beramal tentang apa yang harus kita amalkan dan meraih sesuatu dengan kemudahan. Begitu penting ilmu untuk kita miliki sehingga kita pun berdoa agar diberi ilmu yang luas dan bermanfaat. Namun yang amat disayangkan adalah doa minta ilmu tidak dilanjutkan dengan belajar. Hanya sedikit orang yang membaca buku, bahkan kita tidak mengevaluasi diri kita sendiri berapa banyak yang sudah kita pahami dan berapa banyak lagi yang kita masih awam.

Karena itu, ketika kita menginginkan kehidupan yang baik di dunia maupun di akhirat, menjadi keharusan bagi kita untuk mencari ilmu sebanyak banyaknya dan mesti keluar dari rumah guna memperoleh ilmu yang harus dicari, meskipun ilmu bisa kita dapatkan di dalam rumah kita sendiri. Karena itu, perjalanan manusia mencari ilmu bisa kita dapatkan didalam rumah kita sendiri. Karena itu, perjalanan yang amat mulia, yakni termasuk dalam katagori perjalanan di jalan Alloh ﷻ sebagaimana orang yang berperang di jalan-Nya, Rasulullah ﷺ bersabda :

"Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam rangka menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Alloh ﷻ sampai ia kembali." (HR. Bukhari dan Muslim). 

Perjalanan menuntut ilmu merupakan perjalanan yang tidak berujung, karenanya harus ditempuh oleh setiap muslim sepanjang perjalanan hidupnya hingga mencapai kematian, ini berarti, tidak ada alasan bagi kita untuk bermalas-malasan dalam mencari ilmu.

Jadi seseorang jika dasarnya punya skill atau ilmu bisa bekerja sesuai dengan ilmunya.

Lalu sandingkan semua life style seorang muslimah dengan ilmu syariahnya. Ini remainder untuk saya dan antuna semua ya.

Jangan tertipu sama indahnya dunia, hidup di dunia jika ingin sukses dunia dan akhirat butuh yang namanya ilmu. Jadi ilmu akhirat yang harusnya kita kejar.
Itu taat seperti rezeki. Maka jika kita ingin menjadi hamba yang taat dasarnya karena paham dengan nilai nilai ibadahnya.

Misal ya...

Mau cari calon imam yang sholih belajarlah ilmu syariah agar kita layak bersanding dengan sang ustadz.
Jadi ilmulah yang menuntun ketaatan kita kepada Alloh ﷻ. Maka bersabarlah kita dalam belajar. Orang yang punya ilmu syariah maka tidak akan pernah salah langkah dalam hidupnya.
Hadiri kajian di majlis ilmu dalam rangka menginginkan kebaikan dunia dan akhirat.

✓ 3) Minta Sehat Tapi Melakukan Yang Berpenyakit

Banyak orang mendambakan jasmani yang sehat, karenanya bila terjadi sakit, orang berusaha mengobati penyakit meskipun harus pergi ke tempat yang jauh dan mengeluarkan biaya yang besar. Dalam kaitan ini pula manusia berdoa agar terhindar dari penyakit dan meraih kesehatan. Namun, sayangnya banyak orang yang lupa sehingga tidak sejalan antara doa dengan amalnya, berdoa minta sehat tapi yang dilakukannya justru mendatangkan penyakit, lihatlah orang yang merokok, makan berlebihan, tidur terlalu banyak dan sebagainya, bukankah hal itu justru mendatangkan penyakit?

Oleh karena itu, Islam sebagai agama yang sempurna mengajarkan agar setiap orang yang beriman mensyukuri semua nikmat yang telah dikaruniakan Alloh ﷻ kepadanya, termasuk didalamnya nikmat kesehatan jasmani, caranya adalah, ✓Pertama, menjaga kesehatan dan memihara  jasmani dengan sebaik-baiknya agar tidak terserang penyakit. ✓Kedua, mempergunakan jiwa dan raga kita sebagai amanat dari Alloh ﷻ mengingatkan hal yang banyak dilupakan manusia dalam satu haditsnya:

_"Dua nikmat yang terlupakan pada banyak manusia, yaitu sehat dan waktu luang."_(HR. Bukhari)

Meskipun demikian, bila kondisi sakit terjadi pada kita, menjadi keharusan bagi kita untuk mensikapi dan menghadapinya dengan baik seperti berdoa agar sembuh, sabar, dan berobat kepada orang yang ahli dan melaksanakan petunjuk petunjuk ahli kesehatan agar penyakit sembuh dan tidak berpenyakit lagi. Sikap yang baik dalam menghadapi kondisi sakit membuat kita akan mendapatkan nilai keutamaan yang besar, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Alloh ﷻ mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa." (HR. Bukhari)

Kita tiap hari InSyaaAllah berdoa ya Allahumma 'afinii fi badanii, Allahumma 'afinii fii sam'i, Allahumma 'afinii bashorii.

Nah ikhtiar hidup sehat pun harus punya ilmunya, dan harus kuat ikhtiar sehatnya. Inginnya hidup kita sehat untuk ibadah, begitukan. Inginnya hidup kita sehat untuk ibadah, begitukan. Kunci terbesarnya mau tahu jika ingin hidup kita sehat?

Jika kita gunakan hidup ini iramanya untuk ibadah saja maka akan sehat. Nah ikhtiar hidup sehat pun harus punya ilmunya, dan harus kuat ikhtiar sehatnya. Semua niatkan ibadah. Ada ibadah wajib kita jalankan tepat waktu.
Ada ibadah Sunnah yang kita kerjakan jika ikhlas maka akan menyehatkan jiwa dan raga kita.

Ada ibadah sosial lainnya berbuat baik kepada tetangga, berbuat baik kepada diri sendiri dan sebagainya itu semua jadi ibadah jika niatnya Lillah.

✓ 4) Minta Petunjuk Tapi Tidak Belajar Agama

Seringkali kita berdoa memohon petunjuk kepada Alloh ﷻ. Seharusnya doa itu di tindaklanjuti dengan upaya mendapatkan petunjuk itu, salah satunya adalah dengan mempelajari ajaran Islam yang datang dari Alloh ﷻ. Islam merupakan agama yang sangat menekankan kepada pemeluknya untuk memiliki wawasan yang luas tentang Islam, beberapa hal membuktikan ini.

*~ Pertama,* Menuntut Ilmu merupakan perkara yang diwajibkan, apalagi ilmu tentang Islam, Rasulullah ﷺ bersabda :

"Menuntut ilmu wajib atas tiap Muslim." (HR. Majah)

~Kedua, Manusia tidak boleh beramal berdasarkan ikut-ikutan, tapi harus berdasar pemahaman karena ada pertanggungjawabannya dihadapan Alloh ﷻ, sebagaimana firman-Nya :

اِنَّ السَّمۡعَ وَالۡبَصَرَ وَالۡفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤٮِٕكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡـُٔوۡلًا

"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al Isra : 36)

*~ Ketiga,* Keutamaan Ilmu sangat besar, baik mencari apalagi mengajarkan dan mengamalkannya, diantara keutamaan ilmu dan mengajarkannya adalah dimudahkannya seseorang untuk masuk ke dalam surga, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu, maka Alloh ﷻ memudahkan baginya jalan ke surga." (HR. Muslim)

Bahkan menuntut ilmu dan mengajarkannya lebih baik daripada sholat  Sunnah seratus raka'at, Rasulullah ﷺ bersabda :

"Wahai Abu Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari kitabullah lebih baik bagimu daripada sholat Sunnah seratus raka'at." (HR. Ibnu Majah)

Maka belajarlah dengan sungguh-sungguh ilmu syariah ini, Agar kita tidak jatuh pada lubang maksiat, sebab maksiat menjaukan kita dari hidayah Alloh ﷻ.

Tidak menjadi hamba yang sombong karena sombong maka Rahmat atau hidayah Alloh ﷻ akan sangat jauh sama kita.

Bestie Sholihah yang disayang Alloh ﷻ. 

Kita sangat perlu dalam hidup ini hidayah dari Alloh ﷻ, kita akan jatuh ke lubang maksiat jika Alloh ﷻ tidak memberikan hidayah pada kita. Jangan jadi budak dunia yang, karna mengejar dunia kita lupa Alloh ﷻ, lupa  menjadikan Alloh ﷻ illah kita.

Kita juga selalu mengharapkan ya ingin mempunyai anak Sholih dan Sholihah.

✓ 5) Minta Anak Shaleh Tak Mau Mendidik

Anak merupakan anugerah atau pemberian dari Alloh ﷻ. Lahir dan terciptanya seorang anak bukanlah karya bapak dan ibunya, karena bapak dan ibunya hanyalah sebab. Sebagai penyebab, seseorang tidak bisa memastikan sebagaimana anak yang didambakan. Ada kalanya seorang bapak ingin punya anak laki-laki, tapi yang lahir malah perempuan atau sebaliknya. Karena anugerah, maka setiap kelahiran seorang anak haruslah kita syukuri.

Disamping anugerah, anak juga amanah atau titipan dari Alloh ﷻ yang harus dipelihara dengan sebaik-baiknya sehingga pada saatnya kembali dalam kematiannya, ia mati dalam keadaan suci sebagaimana dilahirkan, disinilah letak tanggung jawab orang tua untuk selalu menjaga kesucian pribadi sang anak, Rasulullah ﷺ bersabda :

"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Maka kedua orang tuanyalah yang bertanggung jawab apakah anak itu menjadi Yahudi, Nasrani atau menjadi majusi."

Dalam kaitan inilah, orang tua yang mendambakan anaknya menjadi shaleh tidak cukup hanya berdoa, tapi harus berusaha mendidiknya yang memang menjadi tanggungjawabnya dan karena itu, sebagaimana orang tua kita harus terlebih dahulu bisa menjadi orang yang shaleh. Bagaimana mungkin kita bisa mendidik anak menjadi shaleh bila kita sendiri tidak shaleh. Karena itu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Bergaulah dengan anak anakmu dan bimbinglah kepadanya akhlak yang mulia." (HR. Muslim)

Dengan demikian , orang tua tidak boleh hanya mengandalkan orang lain untuk mendidik anaknya, sekolah, guru ngaji dan sebagainya sifatnya membantu dalam proses mendidik anak.

Maka kita Al umm madrodatul ulaa.

Maka didiklah anak kita dengan menerapkan nilai syariah agama kita dulu.

Ingat ya Nabi Ibrahim mendidik anaknya dengan menguatkan akidahnya dulu. Tuh para ukhti Sholihah yang belum menikah ini bekal dasar ya.

Kita niatkan dengan ikhlas mendidik anak-anak kita, jangan galak.

Ingat Sayyidina Ali RA
Mendidik menggunakan 3 tahapan:

Tahap 7 tahun awal didiklah anakmu bermain, ajak main saja.

Tahap di 7 tahun kedua didiklah anakmu disiplin ibadahnya, kenalkan sholat, siapa Rabb-Nya dan untuk apa kita sholat, sedekah, shoum dan sebagainya.

7 tahun ketiga ajak anakmu berteman, kita akan jadi teman yang baik untuk saling tausyiah jika di 7 tahun kedua berhasil mendidik dengan disiplin penuh cinta. Kita ingin anak-anak kita qurratal'ain hidup kita, bisa kita banggakan dihadapan Alloh ﷻ.

Saya cukupkan point' 1 sampai 5 dulu ya.

Point' 6 sampai 11 InsyaAlloh lanjut part selanjutnya ya...

Alhaqqu mirRabbiik falaa takunannaa minal mumtariin.

Wallahu a’lam bishawab

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

InsyaAlloh lanjut part 2 ya.

Wallahu a’lam bishawab

BERKATALAH YANG BAIK, JANGAN ADA DUSTA


OLeH: Ustadz H. Tri Satya Hadi

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌸BERKATALAH YANG BAIK, JANGAN DUSTA

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Alloh ﷻ, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (QS. An-Nahl: 105)

“Mulutmu, Harimaumu” atau “ketikan jarimu, cakar Harimaumu,” itu sebagian istilah yang sering muncul setidaknya di satu dekade terakhir seiring pesatnya teknologi dan media sosial. Ucapan yang “asal jeplak”, jari-jari dengan “rem blong” dengan berbagai komen yang tidak berdasar, meneruskan atau men-share berita bohong (hoax) mudah kita temukan sekarang ini dengan bersembunyi dalam akun bodong (fake).

Banyak yang menjadi korban ketika informasi yang viral merupakan fitnah yang mendatangkan kedzaliman yang besar. Ketika membaca, mendengar, dan melihat berbagai bentuk media masa dan sosial, berita dusta (bohong) menyebabkan tidak sedikit pribadi yang teraniaya, pasangan yang tersakiti, keluarga yang hancur, menurun atau hilangnya kepercayaan suatu organisasi atau institusi pelayan masyarakat dengan oknum-oknum pelaku melakukan kejahatan atau melanggar kode etik, dan seterusnya.

Secara hukum positif negara sudah berusaha melindungi warganya dari ‘hate of speech,’ perbuatan asusila, teror online atau dari serangan hoax, dan lainnya, baik yang menyerang pribadi atau suatu institusi dengan aturan yang mengikat semua warga negara. Aturan dimaksud yaitu Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.

Pertanyaannya apakah UU ITE tersebut “benar-benar” bisa melindungi warga negara?. Jawabannya mungkin tidak atau jawaban optimisnya belum.

Ada istilah mencegah lebih baik dari mengobati, artinya sebelum terjadi hal-hal berkaitan dengan perkataan yang buruk, ujaran kebencian, fitnah, dan lainnya itu, kita cegah dengan berhati-berhati dalam berkata, berpikir sebelum berucap, atau saring baru sharing.

Teko tidak mengeluarkan berbeda dengan yang diisinya, jika diisi air bening maka yang keluar air bening, dan jika yang diisi air kopi maka air kopinya keluar. Bahwa apa yang kita keluarkan berawal dari yang kita isi, apa yang kita panen berawal dari apa yang kita tanam.

Kalau kita melihat 15 Abad yang silam, Islam sudah mengatur apa yang harus kita lakukan sebagai muslim untuk bertutur atau berkata yang baik dan jangan dusta. Karena semua hal yang diciptakan Alloh ﷻ kepada hamba-Nya pasti dimintai pertanggungjawabannya karena ada malaikat yang selalu mengawasi dan mencatat setiap apa yang kita lakukan. Firman Alloh ﷻ:
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung-jawaban.” (QS. Al-Isra: 36)

“Tiada suatu kalimat pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf: 18)

“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Alloh ﷻ), dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Infithar:10–12)

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Alloh ﷻ dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih) Ibnu Hajar menjelaskan, “Ini adalah sebuah ucapan ringkas yang padat makna. Semua perkataan bisa berupa kebaikan, keburukan, atau salah satu di antara keduanya. Perkataan baik (boleh jadi) tergolong perkataan yang wajib atau sunnah untuk diucapkan. Karenanya, perkataan itu boleh diungkapkan sesuai dengan isinya. Segala perkataan yang berorientasi kepadanya (kepada hal wajib atau sunnah) termasuk dalam kategori perkataan baik. (Perkataan) yang tidak termasuk dalam kategori tersebut berarti tergolong perkataan jelek atau yang mengarah kepada kejelekan. Oleh karena itu, orang yang terseret masuk dalam lubangnya (perkataan jelek atau yang mengarah kepada kejelekan) hendaklah diam.” (lihat Al-Fath, 10:446)

“Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah ﷺ, ‘Siapakah orang muslim yang paling baik?’ Beliau menjawab, ‘Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Muslim)

Al-Hafizh (Ibnu Hajar Al-Asqalani) menjelaskan hadis tersebut. Beliau berkata, “Hadits ini bersifat umum bila dinisbatkan kepada lisan. Hal itu karena lisan memungkinkan berbicara tentang sesuatu yang telah berlalu, yang sedang terjadi sekarang, dan juga yang akan terjadi pada masa mendatang. Berbeda dengan tangan; pengaruh tangan tidak seluas pengaruh lisan. Walaupun begitu, tangan bisa juga mempunyai pengaruh yang luas sebagaimana lisan, yaitu melalui tulisan. Dan pengaruh tulisan juga tidak kalah hebatnya dengan pengaruh lisan.”

Dan masih banyak rambu-rambu baik dalam Qur'an dan hadis yang menjelaskan wajibnya kita sebagai muslim untuk berkata yang baik dengan menjaga lisan.

Selanjutnya bagaimana dengan perkataan dusta?, Firman Allah ﷻ, "Kecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa." (QS. Al Jatsiah: 7) 

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh ﷻ, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).” (QS. At-Taubah: 119).

Diriwayatkan Malik dari Sofwan bin Sulaim dalam kitab Al Muwatha:
"Ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ: Apakah seorang mukmin bisa menjadi penakut? Nabi menjawab ya. Lalu Nabi ditanya lagi, apakah seorang mukmin isa menjadi bakhil? Nabi menjawab ya. Lalu ditanyakan lagi, apakah seorang mukmin bisa menjadi pembohong? Nabi menjawab tidak!"

"Dan sesungguhnya bohong itu akan menunjukkan kepada kedzaliman, dan kedzaliman itu akan mengantarkan ke arah neraka." (HR. Bukhari muslim)

"Sesudahku nanti akan ada pemimpin yang berbuat dzalim dan berdusta, siapa yang membenarkan kedustaannya dan membantu kedzalimannya maka tidak termasuk golongan dari umat ku dan aku juga tidak termasuk darinya dan ia tidak akan datang ke telaga (yang ada di surga)." (HR. Nasa'i)

Perkataan dusta adalah perbuatan maksiat yang menimbulkan dosa besar yang merupakan ciri-ciri orang yang munafik dan termasuk perbuatan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang lain. Sehingga orang yang berdusta sama seperti melakukan perbuatan maksiat. Allah ﷻ berfirman:
"Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka, jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Alloh ﷻ menyukai orang-orang yang adil." (QS. Al Maidah:42)

Dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, dari bapaknya Radhiyallahu anhu, dia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perhatikanlah (wahai para Sahabat), maukah aku tunjukkan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya tiga kali. Kemudian para Sahabat mengatakan, “Tentu wahai Rasulullah ﷺ.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Syirik kepada Alloh ﷻ, durhaka kepada kedua orang tua.” Sebelumnya Beliau bersandar, lalu Beliau duduk dan bersabda, “Perhatikanlah! dan perkataan palsu (perkataan dusta),” Beliau selalu mengulanginya sampai kami berkata, “Seandainya Beliau berhenti.” (HR. Al-Bukhari)

Selanjutnya masih banyak lagi nash-nash dalam Islam tentang keharusan berkata yang baik dan jangan dusta. Lantas bagaimana kita sebagai muslim secara dini bisa mencegah untuk tidak berbuat demikian.

Semua berawal dari hati (kalbu). Rasulullah ﷺ bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya di setiap jasad ada sekerat daging. Manakala sekerat daging tersebut baik, akan baik pula seluruh jasad. Namun, manakala sekerat daging tersebut rusak, akan berakibat rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah, sekerat daging tersebut adalah kalbu.” (HR. Bukhari-Muslim)

Ucapan yang keluar baik lisan atau tulisan berawal dari kalbu. Kalbu yang sehat, bersih, selamat akan mempengaruhi jasad, pikiran, dan perkataan. Sebaliknya kalbu yang penuh maksiat, kotor, dan gelap niscaya menghasilkan yang kotor pula dan inilah pangkal perkataan, benci, dusta, ataupun fitnah.

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Alloh ﷻ sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.” (HR. Attirmidzi)

Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah dosa di atas tumpukan dosa sehingga bisa membuat hati itu gelap dan lama kelamaan pun mati.”

Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nasha’ihul ‘Ibad menjelaskan bahwa terdapat empat penyebab gelapnya hati manusia. Abdullah bin Mas’ud r.a. pernah berkata:
“Empat yang termasuk penyebab gelapnya hati, yaitu: perut yang terlalu kenyang, berteman dengan orang-orag dzalim, melupakan dosa yang pernah dilakukan, dan panjang angan-angan."

Dalam kitab yang sama sekaligus menjelaskan kiat agar hati menjadi terang sehingga kita terbiasa dengan berkata yang baik dan meninggalkan perkataan dusta yaitu:
1) Perut Yang Terisi Sedikit 

Tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan. Ibnu Al Qoyyim Rohimahullah berkata "Banyak mengkonsumsi makanan adalah sebuah penyakit yang akan menimbulkan keburukan, banyak makan dapat menjerumuskan anggota badan untuk melakukan maksiat, dan berat untuk melakukan ketaatan. Maka cermatilah keburukan ini." 

Rutinkan puasa sunah karena itu bisa meningkatkan aktifitas ibadah yang bisa membersihkan hati seperti dzikir atau membaca Qur'an.

2) Bergaul Dengan Orang-orang Salih

Pergaulan dengan orang yang salih (baik) dapat memberikan efek kebaikan termasuk dalam ucapan.
“Seseorang itu mengikuti din (agama, tabiat, akhlak) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan teman dekat.” (HR. Abu Dawud)

Siapa orang-orang salih itu dapat diliat dalam tulisan sebelumnya yaitu ulama dan orang-orang yang mengajak kita ke Surga.

https://pijarpunbenderang.blogspot.com/2022/07/nasihat-tentang-pergaulan.html

3) Mengingat Dosa Yang Pernah Dilakukan

Muhasabah diri dapat membersihkan hati karena disitu akan memunculkan rasa ketidaksucian diri sehingga taubat akan muncul dan selanjutnya akan selalu berhati-hati atas ucapannya.
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh ﷻ. Hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Bertakwalah kepada Alloh ﷻ. Sungguh, Alloh ﷻ Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18).

Imam Al-Gazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menuliskan, “Seorang sahabat menemui Rasulullah ﷺ untuk meminta wejangan kepadanya. ‘Wahai Rasulullah, berilah aku wejangan,’. ‘Apakah kau meminta wejanganku?’. ‘Benar,’. jawabnya dengan bahagia. ‘Bila kau bermaksud untuk melakukan sesuatu, pikirkanlah dampaknya. Jika ia baik, lakukanlah. Tetapi jika itu buruk, tahanlah.”

4) Tidak Banyak Berkhayal

Banyak berharap dengan angan-angan kosong (kemungkinan jauh untuk dijangkau). Angan-angan (al-amani) adalah ilusi atau khayalan dan merupakan salah satu alat atau perangkat yang dipergunakan setan untuk menyesatkan umat manusia.
"Dan aku (iblis) benar-benar akan menyesatkan mereka dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka.'' (QS. an-Nisaa': 119)

“Janganlah kalian panjang angan-angan, dan jangan sampai kalian terlena oleh panjang angan-angan. Sesungguhnya semua yang sedang terjadi itu yang dekat. Dan sesuatu yang jauh adalah yang belum datang.” (HR. Ibnu Majah)

Hati yang penuh khayalan orientasinya dunia dan cenderung meninggalkan akhirat, segala usaha untuk menerangkan hati seperti memperbanyak ibadah dan dzikir sukar dilakukan. Ali bin Abi Thalib radliyllahu anhu berkata, "dua hal yang aku takutkan atas kalian yakni, mengikuti hawa nafsu dan panjang angan. Karena sesungguhnya hawa nafsu menghalangi dari kebenaran dan panjang angan bisa membuat lupa akan akhirat."

Wallahu a’lam bishawab

Pekanbaru, 30 Agustus 2022
(TSH_dari berbagai sumber)

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Widia ~ Bekasi
Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh ustadz, 

Ini pengalaman pribadi saya ke anak. Saya pernah bilang ke anak saya jika begini maka saya akan kasih main. Tapi saya tidak tepat janji kepada anak saya. Suatu saat saat saya bilang kata yang sama jika dia melakukan itu, anak saya bilang mama pasti bohong. Bagaimna menjelaskan kepada anak saya jika saya kata kemarin tidak bohong karena dia melakukan kesalahan. 

Jazakallah Khairan 

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh

Mendidik anak sedari kecil memang perlu hati-hati karena ibarat memahat batu keras, dan kalau sudah terbentuk akan lama. Menjadi teladan bagi anak itu hal utama setiap orang tua. Termasuk ketika anak sudah menganggap kita berbohong, bisa jadi karena memang kita sering melakukan itu, atau ketika kita sudah menjelaskan kita tidak bohong tapi anak masih menganggap demikian bisa juga pengaruh lingkungan ketika bergaul dengan teman-temannya.
Tetap jelaskan saja dengan baik, dengan bahasa mereka. Akui kalau memang kita salah. Dan tegas juga mengatakan jika salah dan sebaliknya Apresiasi anak kita jika mereka "belajar" jujur.

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣2️⃣ Cucu Cudliah ~ Tasikmalaya
Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh Ustadz 

1. Dalam hal apapun dusta atau bohong itu tidak dibenarkan. Tapi saya pernah mendengar ungkapan bohong boleh untuk menyenangkan seseorang.

Bagaimanakah dengan ungkapan tersebut?

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh

Iya ungkapan tersebut bisa dibenarkan.

🔹Apa yang harus dilakukan dari menyikapi hal tersebut?
 
🌸Karena dibolehkannya berbohong atas 3 hal seperti hadis ini.

"Kedustaan itu tidak halal kecuali pada tiga hal; seorang suami yang berbicara terhadap istrinya agar dia ridha padanya, kedustaan pada peperangan, dan kedustaan yang dilakukan dalam rangka untuk mendamaikan (sesama) manusia." (HR. Tirmidzi)

🔹Ustadz, berangan-angan itu tidak boleh. Bagaimana dengan punya mimpi ataupun keinginan. Sedangkan yang saya alami adalah dari punya angan-angan serta mimpi dulu.
Alhamdulillah Qadarulloh terwujud hal tersebut. 

🌸Mimpi boleh-boleh saja apalagi, sepanjang masih dalam logika kemampuan manusia dalam bentuk cita-cita yang memang bisa diusahakan. Yang tidak boleh adalah angan-angan yang jauh dari kemampuan sehingga memaksa diri denga menghalalkan cara apapun untuk menggapai itu. Atau sampai ke perbuatan diluar nalar manusia.

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣3️⃣ Nining ~ Sukoharjo
Bagaimana cara mengatasi apabila anak sudah terpengaruh omongan atau perilaku yang kurang baik ustadz, sedangkan sebagai orang tua sudah berusaha menasihati tapi belum juga berhasil, minta ilmunya buat melembutkan hati seorang anak? 

🌸Jawab:
Ada teknik dalam parenting yaitu Afirmasi (ulangi) terus kata kata yang baik yang tujuannya untuk mengajarkan kepadanya. Sampaikan ketika ia mau tidur, sampai saat dia sudah mengantuk hingga kata-kata itu masuk dalam setengah sadarnya. 

Doakan terus tentunya kita sebagai orang tua juga harus baik juga. Karena doa agar di ijabah ada syaratnya juga. 

Wallahu a’lam bishawab

Semoga bisa, insyaaAllah.

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Di antara tanda kejujuran itu adalah tenangnya hati, sebaliknya di antara tanda kedustaan adalah kebimbangan hati, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi secara marfu’ dari hadits al-Hasan bin Ali Radhiyallahu anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :

…إِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِيْنَة، وَالْكَذِبَ رِيْبَة…

“…Kejujuran itu ketentraman, dan dusta itu keragu-raguan…” [HR. At-Tirmidzi, no. 2518]

Wallahu a’lam bishawab

SILAU DENGAN GEMERLAP DUNIA

 


OLeH: Ustadz Mukhtar Azizi, S.Pd.I

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

💎 SILAU DENGAN GEMERLAP DUNIA

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Yuk kita kaji bersama ya... Ada apa dengan dunia ?

Seperti apa ya dunia itu?

Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda: 

"Perbandingan antara dunia dan akhirat bisa diukur dengan seseorang yang mencelupkan jari tangannya ke dalam air laut. Lihatlah, seberapa banyak air yang ia dapatkan di jari tangannya itu.'' (HR. Ibnu Majah dari Al-Mustaurid)

Pada satu saat, Usman bin Affan bercerita, ''Suatu saat di tengah hari, aku melihat Zaid bin Tsabit keluar dari istana Marwan. Dalam hati, saya bertanya-tanya, ada apakah ia gerangan pada saat seperti ini? Aku yakin, pasti ada sesuatu yang penting ia bawa.'' Usman mendekati Zaid dan langsung bertanya, ''Ada apa gerangan wahai Zaid?''

Zaid menjawab, ''Aku membawa sesuatu yang aku dengar langsung dari Nabi ﷺ.'' Usman bertanya lagi, ''Apa yang Nabi ﷺ sabdakan kepadamu?'' Zaid menjawab, ''Rasulullah ﷺ bersabda, 'Siapa yang menjadikan dunia sebagai ujung akhir ambisinya, Alloh ﷻ akan pisahkan ia dengan yang diinginkannya (dunia), lalu Alloh ﷻ akan menjadikan kefakiran membayang di pelupuk kedua matanya. Padahal Alloh ﷻ sudah pasti akan memberikan dunia kepada setiap manusia sesuai dengan yang telah Ia tetapkan. Tapi siapa yang menjadikan akhirat sebagai ujung akhir ambisinya, maka Alloh ﷻ akan mengumpulkan dan mencukupi segala kebutuhannya di dunia. Lebih dari itu, Alloh ﷻ akan membuat hatinya menjadi kaya. Dunia akan selalu mendatanginya, meskipun ia enggan untuk menerimanya.' (HR. Ibnu Majah dari Usman bin Affan)

Dalam hadis yang lain, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam mengungkapkan, ''Siapa yang menjadikan ambisinya semata-mata untuk meraih akhirat, Alloh ﷻ akan mencukupi kebutuhan dunianya. Tapi siapa yang ambisi meraih dunianya bermacam-macam, Alloh ﷻ tidak akan pernah peduli dengan yang ia inginkan. Ia justru akan menemui kehancurannya sendiri.'' (HR. Ibnu Majah dari Abdullah bin Mas'ud).

Wallahu a’lam bishawab

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ iiN ~ Boyolali
Ustadz, kan masih sering terjadi ya di setiap hari, yang namanya dunia itu pasti dinilai harta, banyakan mana gitu kasaran nya.

Hal apa ustadz yang membuat orang-orang itu masih saja mengukur atas dasar harta saja? Dan kenapa kebiasaan seperti itu tidak ada ujungnya?

🔷 Jawab:
Harta sesuatu yang tidak bernilai bila tidak di isi dengan cahaya iman dan ilmu,vmaka harta yang berkah hanya dijadikan untuk mencari ilmu dan ibadah kepada Rabb.

🌸ustadz bila persaingan dalam ibadah, misal sedekah, si A tidak mau kalah dengan si B, itu hal yang baik kah atau bagaimana?

🔷Kembali pada niat, beramal dengan ikhlas tidak pada persaingan melainkan amal shalih.

Wallahu a’lam bishawab

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Dunia jembatan akhirat, maka beribadah beramal akhirat, dunianya menjadi berkah.

Wallahu a’lam bishawab

GERD

 


OLeH: dr. Defti Putri Perdhani

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

💎 GERD

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

GERD (gastroesophageal reflux disease) atau penyakit asam lambung disebabkan oleh melemahnya katup atau sfingter yang terletak di kerongkongan bagian bawah. Normalnya, katup ini akan terbuka untuk memungkinkan makanan serta minuman masuk menuju lambung dan di cerna.

Setelah makanan atau minuman masuk ke lambung, katup ini akan tertutup kencang guna mencegah isi lambung kembali naik ke kerongkongan. Namun pada penderita GERD, katup ini melemah, sehingga tidak dapat menutup dengan baik.
Hal ini mengakibatkan isi lambung yang berisi makanan dan asam lambung naik ke kerongkongan. Apabila kondisi ini terjadi terus-menerus, lapisan kerongkongan akan mengalami iritasi hingga peradangan dan lama kelamaan menjadi lemah.

🔸GEJALA GERD

Gejala yang biasa terjadi saat asam lambung naik adalah rasa asam atau pahit di mulut dan sensasi perih atau panas terbakar di dada dan ulu hati. Kedua gejala ini biasanya akan semakin memburuk saat penderita membungkuk, berbaring, atau setelah makan.
Selain mulut terasa asam dan nyeri ulu hati, gejala lain yang juga dapat menyertai GERD adalah:

✓ Kesulitan menelan atau perasaan seperti ada benjolan di tenggorokan.

✓ Gangguan pernapasan, seperti batuk-batuk dan sesak napas. Orang yang memiliki penyakit asma akan sering kambuh ketika gejala GERD kumat.

✓ Suara serak.

✓ Mual dan muntah.

✓ Sakit tenggorokan.

✓ Keluarnya isi lambung tanpa disadari.

✓ Gangguan tidur.

✓ Kerusakan gigi karena sering terkena asam lambung.

✓ Bau mulut.

Penting untuk diketahui bahwa gejala GERD terkadang disalahartikan dengan serangan jantung, karena keduanya sama-sama menimbulkan sensasi perih di dada dan nyeri ulu hati. Akan tetapi, gejala kedua penyakit ini bisa dibedakan.
Nyeri ulu hati atau nyeri dada karena serangan jantung biasanya dirasakan sangat berat, menjalar hingga ke lengan, leher, atau rahang, dan biasanya muncul setelah melakukan aktivitas fisik.

Sedangkan nyeri ulu hati karena gejala GERD umumnya disertai adanya rasa asam pada mulut, tidak diperparah oleh aktivitas fisik, tidak menyebar hingga ke lengan atau leher, dan dirasakan semakin berat saat berbaring.

🔸CARA MENGATASI GERD

Untuk menentukan jenis obat mana yang cocok dan tepat digunakan untuk mengobati penyakit GERD, Anda perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.
Di samping mengonsumsi beberapa obat di atas, melakukan perubahan gaya hidup juga penting dilakukan supaya gejala GERD tidak kambuh kembali. Perubahan yang dimaksud adalah:

✓ Menurunkan berat badan, jika memiliki berat badan yang berlebih.

✓ Tidak merokok.

✓ Meninggikan kepala saat tidur.

✓ Tidak berbaring atau tidur setidaknya dalam waktu 2 hingga 3 jam setelah makan.

✓ Menghindari makanan atau minuman yang memicu asam lambung naik, seperti alkohol, susu, makanan yang pedas dan berlemak, cokelat, mint, dan kopi.

✓ Tidak mengenakan pakaian yang terlalu ketat.

Sebenarnya, setiap orang bisa mengalami gejala asam lambung naik, terutama setelah makan dalam jumlah yang banyak, makan pada larut malam, atau mengkonsumsi makanan yang memicu produksi asam lambung. 

Asam lambung naik baru dikatakan sebagai penyakit jika gejala tersebut muncul paling tidak 2 kali dalam seminggu.

Agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih parah, penting untuk mengenali gejala GERD dan lakukan langkah penanganan sejak dini untuk mengatasinya. 

Namun Anda perlu segera berkonsultasi ke dokter jika gejala GERD terjadi secara terus menerus dan tidak kunjung membaik.
Selain itu, bila nyeri dada atau nyeri ulu hati yang dirasakan menyebar hingga ke rahang dan lengan disertai dengan sesak napas dan keringat dingin, segeralah pergi ke IGD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bisa jadi gejala tersebut menandakan serangan jantung.

Wallahu a’lam bishawab

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ iiK ~ Sumbawa
Dok, jadi antara GERD dan serangan jantung tidak saling terkait ya dok, artinya dari riwayat GERD tidak akan menjadikan seseorang itu bisa terkena serangan jantung?

🍓Jawab: 
Benar sekali.

0️⃣2️⃣ Han ~ Gresik
Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh,

1. Dok, Apakah mungkin kondisi lainnya dapat menimbulkan gejala yang sama?

2. GERD itu bersifat sementara atau kronis bagaimana dok mengetahuinya?

3. Apa saja komplikasi GERD yang mungkin berkembang dan bagaimana tindakan terbaiknya dok?

Jazakillah khairan

🍓Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh 

1. GERD memiliki gejala yang khas yaitu heartburn (sensasi dada terasa terbakar) umumnya setelah makan dan memburuk pada malam hari.

2. GERD ini bersifat kronis dan biasanya terjadi lebih dari 2 kali setiap minggunya serta terjadi secara tiba-tiba. Cara mengetahuinya dengan mengenali gejala-gejalanya yang sudah saya sebutkan sebelumnya.

3. Komplikasi:
~ Nyeri dada (sering terjadi).
~ Peradangan pita suara (laringitis).
~ Peradangan kerongkongan (esofagitis).
~ Batuk asma.
~ Erosi gigi.
~ Striktur (penyempitan) esofagus (kerongkongan).
~ Penyakit Barret's esophagus (lesi prakanker).
~ Kanker kerongkongan (adenokarsinoma).

Wallahu a’lam bishawab

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Akhwatifillah yang dirahmati Alloh ﷻ...

Mari jaga kesehatan, memulai dengan pola hidup yang sehat, makanan halal toyib, makan teratur, olahraga, jangan stres, hidup bahagia dengan mendekat kepada Alloh ﷻ. Semoga Alloh ﷻ selalu menjaga kita dan keluarga, terhindar dari segala penyakit, aamiin.

Baarakallahufiikum, mohon maaf lahir bathin, sampai bertemu lagi.

Wallahu a’lam bishawab

HIDUP ROMANTIS

 


OLeH: Ustadz Mukhtar Azizi, S.Pd.I

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌸 HIDUP ROMANTIS

Hidup merupakan jalan ibadah kepada Rabb nya dan menyertai kehidupan dengan iman dan takwa agar menjadi kehidupan yang mulia.

Romantis bagian dari ibadah, senantiasa bersyukur dengan menghidupkan kehidupan dengan amal ibadah.

"Romantis adalah kemewahan yang mengubah debu kehidupan sehari-hari menjadi kabut emas."

Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam salah satu hadis, artinya:

"Demi Dzat yang jiwaku ada di dalam genggaman-Nya, kalian tidak dapat masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian belum disebut beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian tentang sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim)

Mencintai Alloh ﷻ adalah setinggi-tingginya cinta. Sempurnakan cintamu pada Alloh ﷻ sebelum engkau melabuhkan cintamu pada makhluk-Nya.

Wallahu a’lam bishawab

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Widia ~ Bekasi Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh ustadz,

Apa hukumnya istri yang membagi cintanya kepada pria di masa lalunya. 
Jazakallah Khairan 

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh 

Telah menjadi lembaran baru, karena cinta yang utuh akan kembali kepada Rabb nya dalam ikatan yang shahih.

🔷MaasyaAllah, yang berlalu sudah berlalu begitu maksudnya ya tadz?

🌸Berdoalah ke Alloh ﷻ seperti yang dipanjatkan Ummu Salamah atau Hindun binti Abi Umayyah ketika ditimpa musibah.

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun – allahumma’-jurnii fii mushiibatii, wa akhlifllii khoiram minhaa

"Ya Allah, berikanlah pahala kepadaku atas musibah yang menimpaku, dan gantikan lah aku dengan yang lebih baik dari pada musibah ini."

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣2️⃣ Cucu Cudliah ~  Tasikmalaya
Syukron Ustadz,

Dalam point' di atas dikatakan bahwa: 
"Romantis bagian dari ibadah senantiasa bersyukur dengan menghidupkan kehidupan dengan amal ibadah."

Ciri-ciri spesifik Romantis dalam hal ini, itu seperti apa?

🌸Jawab:
Sama-sama...

Ciri - ciri romantis bagian dari ibadah yaitu: 

~ Adanya ketenangan dalam hidup.

~ Senantiasa selalu ada bimbingan dari ilahi.

~ Amal ibadahnya diterima di sisi ilahi.

~ Mengikuti kehidupan Rasulullah ﷺ beserta sahabatnya.

~ Nikmat berkumpul bersama hamba yang shalih.

0️⃣3️⃣ Kiki ~ Dumai
Ustadz, apakah keromantisan itu bersikap wajib ya ustadz, karena terkadang tidak semua orang bisa bersikap romatis tadz, itu bagaimana ya ustadz?

🌸Jawab:
Romantis perkara mubah sesuai dengan ibadah yang dijalankan, karena ada yang wajib dan sunah dalam beribadah.

Untuk romantis perlu melembutkan hati dan pikiran dengan menyelami memahami setiap ibadah yang di jalaninya.

Wallahu a’lam bishawab

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Romantis dalam hidup membuka jalan hidayah dan Taufiq bersemangat beribadah  menuju Ridho ilahi.

Wallahu a’lam bishawab

TUNDUKKAN PANDANGANMU

 


OLeH: Ibu Hj. Irnawati Syamsuir Koto

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

💎 TUNDUKAN PANDANGANMU

Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh sholehah...

Segala puji hanya untuk Alloh ﷻ yang telah memberi cahaya iman Islam kedalam jiwa kita, yang akan membawa keselamatan diakhirat kelak. Sholawat dan salam tercurah kepada Rasulullah ﷺ, keluarga, sahabat serta pengikutnya hingga akhir zaman.

Sahabat-sahabat sholehah...

Dalam kehidupan sehari-hari, Rasulullah ﷺ amat sangat bersahaja, bahkan sebagian orang keliru menyebutnya ‘miskin’. Beliau menambal sendiri bajunya yang robek, membersihkan rumah, dan memperbaiki perlengkapan atau peralatan yang rusak. Di dalam rumahnya, tidak terdapat banyak perabot. 

Bahkan, beliau tidur hanya beralaskan anyaman daun kurma, sehingga bekasnya tampak jelas di punggungnya. 

Namun semua itu tidak disebut miskin. Karena, miskin merupakan kondisi yang serba kurang, sedangkan Rasulullah ﷺ hidup dalam keadaan berkecukupan. 

Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak menempatkan kehormatan diri pada harta dan kekayaan. 

Beliau mengatakan, “Sesungguhnya Alloh ﷻ tidak melihat tampilan dan pakaian kalian, tetapi melihat apa yang ada dalam hati kalian.”

Kekayaan tidaklah harus diartikan dengan banyaknya harta, tetapi kaya dalam arti hati, yaitu keimanan dan keislaman.

Jadi, Nabi mengajarkan kepada umatnya untuk hidup bersahaja, walaupun beliau bisa hidup mewah hanya dengan memohon kepada Alloh ﷻ untuk memberikannya kekayaan. 

Namun, kemudahan dalam melapangkan rezeki itu tidak beliau manfaatkan, malah beliau menikmati hidup secara sederhana.

Dalam istilah bahasa, lawan kata sederhana yaitu boros atau bermegah-megahan. 

Al-Qur’an menyuruh kita untuk tidak hidup berlebihan. “Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh ﷻ tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. al-A’râf: 31). 

“Janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudaranya syetan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. al-Isrâ: 26-27). 

Nabi ﷺ bersabda, “Cukuplah seseorang itu disebut boros jika ia membeli sesuatu yang tidak dibutuhkannya.” (HR. Ibn Majah) 

“Sebaik-baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak perlu baginya.”

Kesederhanaan yang Rasulullah ﷺ terapkan dalam kehidupannya sehari-hari, bukanlah karena kemalasan sehingga terlihat lusuh dan kumuh. Rasulullah ﷺ sangat tidak menyukai hal-hal yang kotor.  

Karena itu, Nabi ﷺ menyisir rambutnya yang berombak hingga ke bahu, bersiwak lebih dari tujuh kali setiap hari, dan sering menggunakan wewangian.

Kesederhanaan juga tidak membuat seseorang menjadi lemah, Nabi menegaskan, “Mukmin yang kuat lebih disukai daripada mukmin yang lemah.”

Namun dalam diri manusia ada dua faktor yang mendominasi kepribadian seseorang, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan hal-hal yang ada dalam diri kita, seperti pengendalian diri melalui niat untuk melakukan atau merubah sesuatu, dilanjutkan dengan berpikir untuk membuat sebuah kreatifitas dan motivasi dalam menata hidup mendatang. 

Setelah faktor internal sudah mantap dengan rencana yang strategis dan penuh optimistik, barulah kita mempertimbangkan faktor eksternalnya, yaitu semua yang ada di sekitar kita, baik keluarga, lingkungan, maupun teman karib. Dengan begitu, kebersahajaan yang kita bangun membuat orang tertegun dan menginginkan hidup dengan tidak bermegah-megahan, seperti yang Rasulullah ﷺ jalankan.

Ada sekelompok orang yang salah menafsirkan hidup bersahaja ala Rasulullah ﷺ ini. Mereka hidup miskin karena malas bekerja. Mereka salah mengartikan ketentuan Alloh ﷻ tentang rezeki. Mereka menganggap dengan beribadah saja, hidup mereka akan tercukupi, begitulah kesalahan mereka dalam mengartikan tawakal kepada Alloh ﷻ. Justru akan berakibat sebaliknya, kehancuran dan kesia-siaan hidup yang akan mereka rasakan. Alloh ﷻ berfirman, “Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaran lah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Alloh ﷻ dan ingatlah Alloh ﷻ banyak-banyak agar kamu beruntung.” (QS. al-Jumu’ah: 10).

Ternyata sahabat ku, menundukkan pandangan bukan hanya saat melihat lawan jenis, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari, sederhanakan hidup maka hidup kita akan tenang.

Wallahu a’lam bishawab

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Kiki ~ Dumai
Bunda Ir, misalnya kita membeli sesuatu yang belum kita perlukan saat ini, tapi kira-kira, ke depannya bakal kita perlukan, dan sekarang mumpung lagi diskon, apakah itu termasuk ke pemborosan kah bun?

🔷Jawab:
Salah satu trik agar penjualan meningkat adalah dengan promo, jadi jangan terkecoh itu hanya trik, promo itu tidak hanya sekarang, nanti-nanti akan ada lagi, apalagi kalau sudah keluar model baru.

Hitung saja kebutuhan kita saat ini. Berbelanja lah sesuai kebutuhan, bukan keinginan.

Aksesories itu sebenarnya kita butuhnya berapa sih? 

Dua itu banyak lo, kalau yang ada cuma 1 bolehlah ditambah, begitu juga dengan baju-baju, berapa stel sih yang benar-benar kepakai?  Menyetok barang-barang itu kebanyakan hanya hawa nafsu saja. Pemborosan! 

Belilah jika memang sudah butuh, kalau ada uang lebih hari ini, ditabung saja, sedekah juga. Siapa tahu nanti ada kebutuhan yang mendesak, jadi tidak kebingungan.

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣2️⃣Nurul F. ~ Tangerang Selatan 
Bismillaah...
Assalamu'alaykum warahmatullahi Wabarakatuh bunda, 

Semoga Alloh ﷻ memberikan keberkahan ilmu untuk bunda dan keluarga.

1. Apa yang menjadi Tolak ukur sederhana dalam kacamata islam secara umum?

2. Terkadang manusia lebih memilih merk tertentu dengan alasan bahwa barang branded lebih terjaga secara kualitas. Apakah itu termasuk bagian dari hidup yang bermegah-megahan atau menghambur-hamberkankan uang?

Jazaakumullaah khoyron Bunda dan Mba ki.

🔷Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh 

1. Sederhana dalam pandangan Islam adalah membeli, memakai, memakan sesuai kebutuhan sehari-hari. 

Tidak berlebihan, dan terlihat berlebih dari yang semestinya. 

2. Memilih barang branded karena kwalitas? Jika hal itu benar, dan dia memakainya sampai tidak bisa lagi dipakai, yaa itu tidak apa-apa, tapi yakin bisa seperti itu? Nanti keluar barang baru, dibeli lagi, yang lama apa kabarnya??? 

Jadi berhati hati saja, jangan sampai kita menjadi orang-orang yang boros. Memakai sesuatu yang indah, yang cantik itu bagus, sunnah malah, agar tidak keliatan lusuh. 

Jaga hati...

Wallahu a’lam bishawab

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Sahabat-sahabatku...

Sederhanalah!

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dan para sahabat Radhiyallahu Ta’ala ‘anhum adalah orang-orang yang memilih hidup sederhana, bahkan jauh di bawah standar hidup sederhana.

Padahal mereka diberi kunci-kunci dunia.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. Niscaya kamu akan benar-benar melihat neraka Jahim. Dan sesungguhnya kamu akan benar-benar melihatnya dengan ‘ainul yakin. Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (QS. At-Takatsur)

Mohon maaf lahir batin atas semua kekurangan malam ini. 

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

PERSONALITY DISORDER

 


OLeH: Bunda Heradini Faizah,  S.Psi 

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

💎 PERSONALITY DISORDER

السلام عليكم و رحمة الله وبركاتة

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahuwataala karena hidayah dan limpahan karunia-Nya kita semua dapat berkumpul di room yang kita cintai ini.

Tidak lupa juga untuk memberikan sholawat beserta salam kepada Nabi dan Rasul kita, Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Alhamdulillah kita dapat bersama kembali di room perindu surga.

Kali ini kita akan berdiskusi tentang Personality Disorder.

Masih asing dengan istilah di atas ya...

Secara umum, Personality disorder bermakna gangguan kepribadian.

Apa itu gangguan kepribadian?

Akhwati fillah.......

Gangguan kepribadian (personality disorder) merupakan kondisi ketika seseorang memiliki pola pikir dan perilaku yang tidak sehat. Saat mengalami gangguan kepribadian, seseorang akan merasa kesulitan untuk berhubungan dengan orang lain. Ini menyebabkan keterbatasan signifikan dalam hubungan, kegiatan sosial dan pekerjaan.

Gangguan kepribadian merupakan salah satu jenis gangguan mental, seperti depresi, bipolar, skizofrenia, psikosis, gangguan kecemasan, gangguan makan, gangguan obsesif-kompulsif, serta gangguan stres pasca-trauma.

Orang dengan gangguan kepribadian memiliki pola berpikir dan bertindak yang berbeda dari apa yang masyarakat anggap normal. Selain itu, pengidap umumnya memiliki keterampilan penyelesaian masalah yang buruk dan kesulitan membentuk hubungan yang sehat dengan orang lain. 

◾Penyebab Gangguan Kepribadian

Kasus gangguan kepribadian umumnya dimulai pada masa remaja dan memasuki usia dewasa. Faktor yang memicu dan meningkatkan risiko gangguan ini, termasuk:

1) Adanya kelainan pada struktur atau komposisi kimia di dalam otak.

2) Adanya riwayat gangguan kepribadian atau penyakit mental lainnya dalam keluarga.

3) Menghabiskan masa kecil di dalam kehidupan keluarga yang kacau.

4) Perasaan diabaikan sejak kanak-kanak.

5) Mengalami pelecehan sejak kanak-kanak, baik dalam bentuk verbal maupun fisik.

6) Tingkat pendidikan yang rendah.

7) Hidup di tengah-tengah keluarga berekonomi sulit.

◾Macam-macam Gangguan Kepribadian:

1) Paranoid – selalu curiga dan tidak percaya pada orang lain, bahkan teman, keluarga dan pasangannya sendiri.

2) Skizoid – suka menyendiri, tidak ingin berhubungan sosial dan seksual, tidak peduli pada orang lain dan tidak memiliki respons emosional.

3) Skizotipal – orang dengan gangguan jenis ini takut pada interaksi sosial dan menganggap orang lain berbahaya.

4) Antisosial – sering mengabaikan peraturan dan kewajiban sosial, mudah tersinggung, agresif, bertindak impulsif dan tidak memiliki rasa bersalah.

5) Ambang (Borderline) – emosi tidak stabil, mudah marah, impulsif, mengalami perasaan hampa, suka menyakiti diri sendiri dan beresiko tinggi bunuh diri. 

6) Histrionik – tidak memiliki rasa harga diri, sering menarik perhatian dan mendramatisasi atau memainkan peran agar didengar dan dilihat.

7) Narsistik – memiliki perasaan ekstrem mengenai kepentingan diri sendiri, tidak memiliki empati, serta siap berbohong dan mengeksploitasi orang lain demi mencapai tujuannya.

8) Dependen – kurang percaya diri dan butuh banyak bantuan dalam membuat keputusan sehari-hari dan menyerahkan keputusan hidup yang penting kepada orang lain.

9) Menghindar (Avoidant) – percaya bahwa dirinya tidak kompeten, tidak menarik, inferior dan terus menerus takut dipermalukan, dikritik atau ditolak.

10) Anankastik atau Gangguan kepribadian  Obsesif kompulsif – teliti berlebihan pada rincian, aturan, daftar, urutan, organisasi, atau jadwal. Termasuk kategori perfeksionis ekstrem.

◾Apakah Gangguan Kepribadian Bisa Disembuhkan?

Bisa saja, tetapi mungkin tidak akan mudah. Sebab, kondisi ini cenderung dilatarbelakangi oleh beberapa hal. Dan untuk mengatasi masalah yang ada, mungkin dibutuhkan penanganan dan penyembuhan terlebih dahulu pada penyebab gangguan kepribadian.

Selain itu, hingga kini ternyata masih belum diketahui apa obat atau terapi khusus yang bisa diterapkan untuk mengatasi gangguan kepribadian.

Jika gejala yang muncul sudah parah atau membahayakan, berbicara dengan psikolog atau psikiater adalah hal yang perlu dilakukan. 

Langkah ini bertujuan untuk mencegah perilaku atau perbuatan yang dapat membahayakan orang sekitar atau diri sendiri.

Wallahu a’lam bishawab

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Setya ~ Solo
Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh Bunda Dini. 

Bedanya kepribadian perfeksionis dengan perfeksionis ektrem itu bagaimana, Bunda?
Mohon pencerahannya. 
Terima kasih. 

🔷 Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh 

Perfeksionis adalah orang yang selalu berusaha tampil sempurna dengan menetapkan standar yang terlalu tinggi untuk diri sendiri dan atau orang lain, yang sering kali disertai dengan kritik berlebihan terhadap diri sendiri juga orang lain.

Perfeksionis ekstrem lebih parah lagi.

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣2️⃣ Kiki ~ Dumai
Bunda, apakah diri kita sendiri, bisa tidak menyadari, kalau kita ada gangguan kepribadian ya, Bun?

Apakah mungkin kita tidak menyadarinya, Bun?

🔷 Jawab:
Bisa kita menyadarinya sendiri dan ini lebih mudah penanganannya. 

Ada juga yang tidak sadar. Tapi yang merasakan orang lain. Dia sendiri merasa baik-baik saja.

🌷Berarti bisa juga keduanya ya, Bun. 
Jazakillah khoir, Ndaaa.

0️⃣3️⃣ Sasi~Balam
Bismillah...
Bun, perbedaan sosiopat dan psikopat itu seperti apa ya? 

Sering mendengar tapi kurang paham perbedaannya. 

Terima kasih jawabannya. 

🔷 Jawab:
SOSIOPAT adalah jenis gangguan kepribadian yang ditandai dengan perilaku dan pola pikir antisosial. Karakter seorang sosiopat umumnya adalah perilaku yang eksploitatif, melanggar hukum, tidak peduli dengan orang lain, dan kasar.

PSIKOPAT adalah orang yang memiliki gangguan kepribadian, yang ditunjukkan dengan perilaku kasar, tidak sensitif, manipulatif, dan antisosial.

🌷Serupa tapi tidak sama ya, Bund? 

Tapi yang sering digambarkan di media-media itu lebih ngeri psikopat ya, Bunda, itu kenapa ya?

🔷 Iya. Lebih ngeri psikopat, karena dia bertindak kasar.
Sebenarnya dimulai dari anak-anak prosesnya. Bisa dengan membunuh kucing, menganiaya atau senang lihat darah.

🌷Innalillahi... 
Jadi psikopat itu memang terdeteksi dari kecil ya, Bunda? 

Kirain ada tuh karena pengalaman dan muncul saat dewasa.

🔷 Iya.
Harusnya orang-orang disekitarnya itu peka.

🌷Harusnya ya, Bun, lebih cepat terdeteksi, lebih cepat penanganannya kan ya, Bun.

🔷 Benar
Setidaknya, bisa dijaga jangan sampai bertindak brutal.

🌷Berarti harus mewaspadai juga ya, Bun, kalau-kalau sudah rasanya terasa ada yang ganjil begitu ya, Bun sedari kecilnya.

Iyaa, Bun... Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Jazakillah ya, Bunda
#alwayskeren

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Setiap kita punya beban masalah yang bisa jadi besar tidak terperi. Bisa jadi masalah ini membuat beban mental yang besar sehingga dapat mengganggu kepribadian seseorang.

Solusinya adalah mendekat diri sedekat-dekatnya sama Alloh ﷻ karena dengan mendekat kepada Alloh ﷻ hati menjadi tenang.

Wallahu a’lam bishawab