Minggu, 29 November 2020

ORANG KE TIGA


OLeH  : Bunda Heradini Faizah, S.Psi

 💎M a T e R i💎

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Segala puji bagi Alloh ﷻ atas segala nikmat iman, Islam, sehat, sehingga pada malam hari ini bisa sharing dengan ummahat sholihah.

Shalawat serta salam selalu tercurah kepada uswatun hasanah baginda Nabi Muhammad ﷺ, beserta keluarga, para sahabat, pengikutnya hingga akhir zaman, dan semoga kita mendapat syafaatnya di yaumil akhir, aamiin.

Syukron atas kesempatan yang diberikan. Malam hari ini saya akan sharing tentang ORANG KE TIGA

Apa yang terlintas dalam pikiran antunna ketika mendengar kata "Orang Ke Tiga???"

Kalau ada kata orang ke tiga, langsung pikirannya ambyar kemana-mana. 

Gambarannya wanita teraniaya. Suruh pergi dari rumah. Beres-beres koper. Pergi ketika hujan lebat. Bawa anak pula. 

Siapa yang punya pengalaman orang ketiga nih.....???

Kebanyakan cerita dari orang lain ya... 

Kalau saya sendiri, biasanya wali murid. 

Banyak yang bubar keluarganya karena hadirnya orang ke tiga,

anak akhirnya yang jadi korban. 

Akhwati fillah penghuni room perindu surga yang dirahmati Alloh ﷻ....

Etika berhubungan terhadap sesama manusia telah diatur oleh Alloh ﷻ, terlebih lagi menjaga dan menjalin hubungan dalam berkeluarga. Dalam berumah tangga telah diatur oleh Alloh ﷻ dalam Al-Quran untuk menjaga keharmonisan bagi suami dan istri.

Islam memandang penting suatu keharmonisan bagi pasangan suami istri dalam membangun rumah tangga yang baik dan kondusif untuk kebahagiaan suami dan istri. Akan tetapi, maraknya perselingkuhan yang didasari atas nafsu semata telah banyak terjadi. Hal ini juga terjadi lantaran orang ketiga yang mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Tidak ada satupun kehidupan rumah tangga di dunia ini yang luput dari masalah. Semua rumah tangga pasti pernah merasakan perselisihan entah dalam kadar kecil atau besar. Rumah tangga yang dijalani Rasulullah ﷺ juga tidak luput dari permasalahan. Namun sebenarnya, sudah kewajiban dalam rumah tangga untuk menjadikan permasalahan yang terjadi bisa dijadikan sebagai alat ukur dari kualitas iman dari pasangan suami istri tersebut.

Hal yang harus diwaspadai pada saat konflik tersebut sedang terjadi adalah pihak ketiga yang memakai kesempatan tersebut untuk semakin membuat permasalahan yang dialami pasangan semakin panas dan bisa memisahkan ikatan kedua pasangan tersebut. Kita sebagai umat muslim harus mengetahui jika hukum mengganggu rumah tangga orang dalam Islam merupakan dosa yang tidak terampuni atau kaba ir, kemunkaran yang berat, perbuatan dari para penyihir dan juga kegiatan dari para iblis dan tentaranya untuk menimbulkan fitnah dan juga kerusakan di tengah kehidupan manusia.

Abu Hurairah berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:  “Bukan dari golongan kami orang yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya, atau seorang budak terhadap tuannya.” [HR. Abu Dawud].

Abdullah bin Buraida dari ayahnya berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak termasuk golongan kami orang yang bersumpah dengan amanah dan barangsiapa merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya atau budak dengan tuannya, maka ia tidak termasuk golongan kami.” [HR. Ahmad]

🌸🌷🌸

Akhwati fillah.....

Bagaimana hukum mengganggu rumah tangga orang....???

Mengganggu Rumah Tangga Orang Merupakan Perbuatan Iblis. 

Memisahkan dan mengganggu pasangan suami istri juga merupakan pekerjaan utama dari iblis dan para tentaranya sehingga akan menimbulkan fitnah dan juga kerusakan di bumi.

Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: 

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air lalu mengirim bala tentaranya, (setan) yang kedudukannya paling dekat dengan Iblis adalah yang paling besar godaannya. Salah satu diantara mereka datang lalu berkata: ‘Aku telah melakukan ini dan itu.’ Iblis menjawab:  ‘Kau tidak melakukan apapun.’ Lalu yang lain datang dan berkata: ‘Aku tidak meninggalkannya hingga aku memisahkannya dengan istrinya.’ Beliau bersabda: “Iblis mendekatinya lalu berkata: ‘Bagus kamu.” [HR. Muslim].

Prestasi terbesar dari iblis adalah merusak rumah tangga. Menghancurkan hubungan suami istri. 

Meniupkan ditelinga mereka keresahan, nikmatnya rumput tetangga, hingga kata cerai seolah ringan saja keluar dari mulut mereka.

Dan jika sampai kebablasan perbuatan orang ketiga tersebut, hukumam bagi keduanya, paling ringan adalah dicambuk 100 kali jika masih single. Atau dirajam bagi yang sudah berumah tangga. 

Misal orang ketiganya masih single dan mereka berbuat zina. Maka si orang ke tiganya dihukum cambuk. Namun suami atau istrinya dirajam. 

Naudzubillah min dzaali... 

Lantas bagaimana agar biduk rumah tangga aman dari gangguan orang ke tiga?

Berikut tipsnya ya akhwati sholihah.....

◼️1. Tingkatkan Keimanan

Para pasangan sah sangat penting dalam membangun keimanan diri. Kita dan pasangan wajib untuk membangun keimanan yang kuat agar dapat menghadapi godaan dalam kehidupan berumah tangga. Sebaiknya tetapkan satu atau dua kali seminggu bangun pagi-pagi untuk melakukan kegiatan olahraga jalan santai bersamanya.

Kenalilah pasangan hidup kita. Kini saatnya untuk senantiasa menjaga perasaan kasih asmara dalam kehidupan pernikahan. Dengan saling memahami dan memperhatikan kebutuhan pasangan kita, kepedulian mampu memelihara ikatan cinta dalam pernikahan.

Meningkatkan keimanan bukan hanya tiba-tiba ketika menikah ya...

Sebelum menikah sebaiknya keduanya aktif dikajian keIslaman. Saling memahami apa tujuan pernikahan yang Islami. Memiliki visi dan misi yang dalam membentuk rumah tangga. Tahu hukum Islam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

◼️2. Jaga Komunikasi

Perlu dijalin komunikasi secara terbuka yang baik antara suami istri untuk tidak timbul kesalahpahaman.

Apalagi ketika ada anak yang sudah lahir sang istri sibuk dengan mengurus bayinya dan tidak punya cukup waktu untuk memperhatikan suaminya.

Hindari hal tersebut dengan berbicara pada pasangan untuk bekerja sama membangun keluarga dalam merawat bayi secara bergantian setelah dia cukup beristirahat.

◼️3. Beri Kasih Sayang Dan Perhatian Lebih

Perlihatkan rasa kasih dan hormat terhadap pasangan. Bila dia melakukan sesuatu hal yang baik jangan lupa memberikan tanggapan positif dengan memujinya.

Hindari terlalu sering mengkritik hal sepele yang dilakukannya. Hal ini dilakukan agar dia akan merasa kita tidak menghormati posisinya sebagai suami.

Tunjukkan perasaan bahwa kita mencintainya dengan berterima kasih atas bantuannya selama ini.

◼️4. Ciptakan Kehidupan Romantis

Meski kesibukan kerja atau kesibukan rumah tangga menyita waktu kita, namun sempatkanlah untuk memberikan waktu spesial dengan pasangan.

Suasana rumah yang selalu terlihat baru akan terasa segar dan membuat hubungan dengan pasangan makin hangat.

◼️5. Jaga Penampilan

Meski terlihat dan terkesan sepele namun menjaga penampilan akan membuat pasangan makin menempel.

Karena pada dasarnya penampilan yang menarik akan membantu menjaga pasangan secara tidak langsung.

Oleh karena itu, kita masih perlu merawat dan mempercantik diri dengan penampilan yang menarik bila suami di rumah. Tidak ada salahnya bila perlu sesekali kenakan pakaian yang membuatnya terkesan.

Jangan baju kebesaran saja kalau dirumah (daster bolong), acak-acakan, bau minyak nyong-nyong, bau bawang dan lainnya. 

Usahkan penampilan maksimal ya.

🌸🌷🌸

Akhwati fillah....

Selama ini banyak yang beranggapan terjadinya keretakan keluarga tidak jauh dari kehadiran orang ketiga. Namun tanpa disadari, banyak keretakan keluarga berawal dari hal kecil sepeti candaan ringan.

Hal yang sering terjadi ketika suami dan istri sedang bersenda gurau dan dalam percakapannya, baik sengaja maupun tidak menyebut sifat salah satu teman mereka. Ungkapan yang awalnya hanya berupa gurauan atau hanya untuk mengetes reaksi pasangan ini, tanpa sengaja dapat menjadi alasan dibalik kata perceraian.

Rasulullah ﷺ sendiri melarang hal tersebut dalam hubungan rumah tangga. 

Nabi ﷺ bersabda, "Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lainnya, kemudian dia menyifatkan wanita tersebut kepada suaminya seakan-akan suaminya melihat kepadanya (teman istri)." (HR. Bukhari)

Larangan ini diartikan para ulama sebagai bentuk antisipasi terjadinya keretakan rumah tangga. Hal ini juga berkaca pada kasus perceraian dimana ketika resmi bercerai, sang mantan suami langsung menikahi teman sang istri atau kerabatnya, padahal sebelumnya suami tidak pernah mengenalnya, kecuali melalui istri mereka sendiri.

Semoga kita dijauhkan dari hal sedemikian. 

Wallahu a'lam

#Diambil dari berbagai sumber. 

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸

        💎TaNYa JaWaB💎

0️⃣1️⃣ Novita ~ Ambon

Assalamualaykum, 

Bu, bagaimana caranya supaya saat ada perselisihan suami istri yang memang komunikasi diantara keduanya sudah terhambat, supaya tidak sampai bicara ke orang lain terutama lawan jenis.  Sebaiknya siapa yang dijadikan penasihat yang aman dari aib sekaligus aman dari orang ketiga?

Terimakasih

🌸Jawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Pertama memang dasar agamanya harus kuat dulu. Mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan ketika ada perselisihan dengan pasangan. 

Diantara yang paling penting adalah tidak curhat pada lawan jenis. Bahaya ini. Setan punya peluang banyak untuk masuk. 

Lantas kepada siapa? Orang terdekat. Yang kedudukannya netral. Jangan bapak atau ibu ya..., kasian kalau ke mereka. Pasti mereka kepikiran. 

Misalnya dengan saudara kandung, saudara sepupu yang terpercaya dan tidak bakalan ember. 

Bisa juga ke ustadz atau ustadzah. Agar mereka jadi penengah. Kalau akhwat ya cerita ke ustadzah saja. Nanti biar ustadzah nya bantu bicara ke suami atau sebaliknya. 

Tapi pastikan bahwa pengaduan benar untuk mencari solusi. Tidak sekedar menumpahkan kata hati. 

Wallahu a'lam 

0️⃣2️⃣ Ratih ~ Dumai 

Assalamu'alaikum, 

Jika seorang istri sudah berusaha untuk menjaga keharmonisan rumah tangganya, sementara ia tahu suami punya orang ketiga. Dan istri tetap bertahan demi anak-anaknya. Tapi dikemudian hari si istri mulai merasa jenuh karena suami tidak kunjung berubah juga. Lantas rasa cinta yang ia miliki sejak dulu kepada suaminya tiba-tiba hilang, mungkin karena terlalu seringnya suami menyakiti hatinya. Apa yang harus dilakukan istri? Bertahankah atau memilih jalan yang lain?

🌸Jawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Ketika sudah diduakan, apalagi jelas mereka telah berzina. Maka pilihan terbaik adalah mundur teratur. Karena dosa zina akan menyebar kemana-mana.

Masalah bagaimana anak dan lainnya, nanti ada yang mengaturnya sendiri. 

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Lina ~ Cibitung Bekasi

Bismillah... 

Bagaimana menjaga agar kehidupan rumah tangga tetap mesra disaat istri sudah mengalami masa menopouse? 

Syukron atas jawabannya. 

🌸Jawab:

Menopause bukan halangan untuk tetap menjaga romantisme. 

Banyak kok obat-obatan yang bisa digunakan agar tidak kering vaginanya. Baik obat medis maupun obat herbal. Jadi tetap bisa menjaga hubungan. 

Yang terpenting adalah komunikasi diantara keduanya. Karena mood wanita akan berubah ubah menjelang dan diawal awal menopouse.  

Perasaan tidak nyaman secara badan dan psikologis juga menyertainya. Maka dengan komunikasi yang baik, kedua bisa saling memahami dan melalui masa ini dengan indah.

Wallahu a'lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸

 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Kita akan selalu menemukan kekurangan pada pasangan kita dan menemukan kelebihan pada orang lain, karena setan telah menghadirkan keindahan itu di diri orang lain dan setan berusaha keras membuat kita terpukau olehnya. 

Namun sebagai orang beriman, telah ada batasan cara memandang orang yang bukan mahrom. Dan batasan dalam cara memandang merupakan salah satu benteng pertahanan kuat dalam menjalin hubungan rumah tangga. 

Selalu bersyukur dan saling memahami antar pasangan adalah kunci dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. 

Wallahu a'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar