Senin, 31 Mei 2021

PENYAKIT AIN

 



OLeH: Ustadz Tono Esfandiar, S.E.,SHT

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻬْﺪِﻳْﻪِ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ . ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ . ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﻭَﺑَﺎﺭِﻙْ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَﻣَﻦِ ﺍﻫْﺘَﺪَﻯ ﺑِﻬُﺪَﺍﻩُ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ .

Segala puji bagi Alloh ﷻ, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Alloh ﷻ dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Alloh ﷻ maka tidak akan ada yang menyesatkan nya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Alloh ﷻ dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.

Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Alloh ﷻ. Karena atas limpahan rahmat-Nya-lah pada malam hari ini kita dapat berkumpul di grup yang mulia ini untuk menimba Ilmu dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Shalawat beriring salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabiullah Muhammad Shalallahu alaihi Wasallam. Rosul yang membawa risalah Al-Islam yang akan selalu kita nanti syafaatnya di yaumul akhir kelak.

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Alloh ﷻ Sang Penguasa alam semesta. Semoga salawat serta keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul Termulia. Berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya.

💎MEMAHAMI PENYAKIT AIN DAN MENCEGAH JUGA PENGOBATANNYA

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا

Dari Ibnu Abbas  rodhiyallohu anhu, Nabi  shollallohu alaihi wa sallam bersabda: “Ain (mata jahat) itu benar-benar adanya, jika seandainya ada sesuatu yang mendahului qodar, maka akan didahului oleh ain. Apabila kamu diminta untuk mandi maka mandilah." (HR. Muslim)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Dari Aisyah rodhiyallohu anha, Rasululloh  shollallohu alaihi wa sallam  bersabda: "Mintalah kalian perlindungan kepada Alloh ﷻ dari ain (mata jahat) karena sesungguhnya ain itu haq (benar)." (HR. ibnu Majah)


◼️Apakah penyakit ain itu?

Penyakit ‘Ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pengaruh buruk pandangan mata, yaitu pandangan mata yang disertai rasa takjub atau bahkan iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya.

Dari Amir bin Robi’ah  rodhiyallohu anhu:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Rasullulloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar)." (HR. Ahmad).

‘Ain dapat terjadi meskipun tanpa kesengajaan pelakunya.

"Ibnu Qoyyim  rohimahulloh  mengatakan bahwa terkadang seseorang bisa mengarahkan ‘ain kepada dirinya sendiri. Pelakunya termasuk jenis manusia yang paling jahat. Sahabat-sahabat kami dari kalangan ahli fiqh menyatakan: Sesungguhnya bila diketahui ada orang yang melakukan hal itu, maka penguasa kaum muslimin harus memenjarakannya, lalu dipenuhi seluruh kebutuhannya hingga akhir hayat.”

Namun terkadang pengaruh buruk ain terjadi tanpa kesengajaan dari orang yang memandang takjub terhadap sesuatu yang dilihatnya. Lebih dari itu pengaruh buruk ini juga bisa terjadi dari orang yang hatinya bersih atau orang-orang yang sholih sekalipun mereka tidak bermaksud menimpakan ain kepada apa yang dilihatnya. Hal ini pernah terjadi di antara para sahabat Nabi shollallohu alaihi wa sallam, padahal hati mereka terkenal bersih, tidak ada rasa iri atau dengki terhadap sesamanya. Akan tetapi dengan izin Alloh ﷻ dan takdirnya, pengaruh buruk ain ini dapat terjadi di antara mereka.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ أَنَّهُ قَالَرَأَى عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ سَهْلَ بْنَ حُنَيْفٍ يَغْتَسِلُ فَقَالَ مَا رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ وَلَا جِلْدَ مُخْبَأَةٍ فَلُبِطَ سَهْلٌ فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامِرًا فَتَغَيَّظَ عَلَيْهِ وَقَالَ عَلَامَ يَقْتُلُ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ أَلَّا بَرَّكْتَ اغْتَسِلْ لَهُ فَغَسَلَ عَامِرٌ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَمِرْفَقَيْهِ وَرُكْبَتَيْهِ وَأَطْرَافَ رِجْلَيْهِ وَدَاخِلَةَ إِزَارِهِ فِي قَدَحٍ ثُمَّ صُبَّ عَلَيْهِ فَرَاحَ مَعَ النَّاسِ

"Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, dia berkata bahwa Amir bin Robi’ah melihat Sahl bin Hunaif sedang mandi, lalu berkata lah Amir: ‘Aku tidak pernah melihat (pemandangan) seperti hari ini, dan tidak pernah kulihat kulit yang tersimpan sebagus ini.” Maka terpelanting lah Sahl. Kemudian Rasululloh shollallohu alaihi wa sallam mendatangi Amir. Dengan marah beliau berkata: ”Atas dasar apa kalian mau membunuh saudaranya? Mengapa engkau tidak memohonkan keberkahan (kepada yang kau lihat)? Mandilah untuknya! Maka Amir mandi dengan menggunakan suatu wadah air, dia mencuci wajahnya, dua tangan, kedua siku, kedua lutut, ujung-ujung kakinya, dan bagian dalam sarungnya. Kemudian air bekas mandinya itu dituangkan kepada Sahl, lantas dia sadar dan berlalu lah bersama manusia." (HR Malik dalam Al-Muwaththo 2/938, Ibnu Majah 3509, dishahihkan oleh Ibnu Hibban 1424. Sanadnya shohih, para perawinya terpercaya, lihad Zadul Ma’ad tahqiq Syu’aib al-Arnauth dan Abdul Qodir al-Arnauth 4/150 cetakan tahun 1424 H)

◼️Jenis-jenis ‘Ain

Ibnu Qoyyim  rohimahulloh  mengatakan bahwa penyakit ‘ain ada dua jenis: ’ain insi (‘ain berunsur manusia) dan ‘ain jinni (‘ain berunsur jin).

Diriwayatkan dengan shahih dari Ummu Salamah bahwa Nabi  shollallohu alaihi wa sallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya yang wajahnya terlihat kusam. Beliau berkata, ”Ruqyah wanita ini, ia terkena ‘ain." (Dikeluarkan oleh Al-Bukhori dan Muslim, Al-Hakim,Abu Nu’aim dan Al-Isma’ili dalam Mustakhroj-nya serta Ath-Thobroni)

Al-Husain bin Mas’ud Al-Farro berkata: Adapun sabda beliau “sa’fatun (kusam) bermakna “Nadzrotun” (terkena ‘ain dari unsur jin).

🔹Tanda-tanda Anak atau bayi terkena ‘ain.

Bayi yang baru lahir dan anak-anak sangat rentan terkena penyakit ‘ain. Apalagi kalau bayi atau anak itu mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki bayi atau anak yang lain, seperti kelucuannya, rupanya yang manis, kesehatannya, dan lain-lain yang mengundang perhatian siapa saja yang melihatnya.

🔹Adapun diantara tanda-tanda anak yang terkena pengaruh buruk ‘ain adalah:

1.Tangisan yang tidak wajar yang tidak kunjung henti, kejang-kejang tanpa sebab yang jelas, tidak mau menyusu kepada ibunya tanpa sebab yang jelas.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعَ صَوْتَ صَبِيٍّ يَبْكِي فَقَالَ مَا لِصَبِيِّكُمْ هَذَا يَبْكِي فَهَلَّا اسْتَرْقَيْتُمْ لَهُ مِنْ الْعَيْنِ

Aisyah rodhiyallohu anha berkata : “Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis.Beliau berkata, ”Mengapa bayi kalian menangis? Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah-ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?" (Shahihul jami’ 988 n0.5662)

2. Kondisi tubuh yang sangat kurus kering.

عَنْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِرَخَّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِآلِ حَزْمٍ فِي رُقْيَةِ الْحَيَّةِ وَقَالَ لِأَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ مَا لِي أَرَى أَجْسَامَ بَنِي أَخِي ضَارِعَةً تُصِيبُهُمْ الْحَاجَةُ قَالَتْ لَا وَلَكِنْ الْعَيْنُ تُسْرِعُ إِلَيْهِمْ قَالَ ارْقِيهِمْ

"Dari Jabir rodhiyallohu anhu bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais, ”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab: “Tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau, ”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!" (HR. Muslim, Ahmad dan Baihaqi)

🔹Sunnah bagi orang yang memandang takjub terhadap sesuatu:

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa penyakit ‘ain tidak hanya disebabkan oleh orang yang iri dan dengki terhadap sesuatu yang dipandangnya. Bahkan setiap mata yang memandang takjub terhadap sesuatu dengan izin Alloh ﷻ juga bisa menyebabkan pengaruh buruk ‘ain walaupun orang tersebut tidak bermaksud menimpakan ‘ain. Bahkan ini terjadi pada para sahabat Nabi yang sudah terkenal akan kebersihan hati mereka.

🔹Adapun diantara sunnah ketika seseorang memandang takjub terhadap sesuatu adalah:

1. Mendoakan keberkahan pada apa yang dilihatnya.

Dari Amir bin Robi’ah rodhiyallohu anhu:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Rasullulloh shollallohu alaihi wa sallam  bersabda: “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar)." (HR. Ahmad).

Di antara cara mendoakan keberkahan terhadap apa yang dilihatnya adalah:

بَارَكَ اللَّهُ فِيهِ

"Ya Alloh Semoga Alloh ﷻ memberikan berkah padanya.”

اللَّهُمَّ بَارِكْعَلَيْهِ

“Ya Alloh berkahilah atasnya.”

اللَّهُمَّ بَارِكْلَهُ

“Ya Alloh berkahilah baginya.”

2. Hendaklah mengucapkan:

مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Sungguh atas kehendak Alloh ﷻ lah semua ini terwujud.”

Hal ini didasari firman Alloh ﷻ dalam surat  Al-Kahfi ayat 39. Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut dengan mengatakan: ”Ketika engkau masuk suatu kebun dan kau merasa takjub akan keindahannya, mengapa engkau tidak memuji Alloh ﷻ atas nikmat yang telah diberikan kepadamu seperti nikmat harta dan anak keturunan yang tidak diberikan kepada selain engkau dan mengapa kamu tidak mengucapkan masya’Alloh la quwwata illa billah."

🔹Upaya-upaya orang tua untuk mengantisipasi anak dari ‘Ain:

1. Hendaklah orang tua membiasakan diri mereka membentengi anak-anaknya dari bahaya ‘ain dengan ruqyah-ruqyah (bacaan-bacaan) yang diajarkan dalam Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabishollallohu alaihi wa sallam memohon perlindungan Alloh ﷻ untuk Hasan dan Husain dengan doa :

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

"Aku berlindung kepada Alloh ﷻ untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Alloh ﷻ yang sempurna dari segala syaitan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat." (HR. Abu Daud)

2. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Imam Ibnul Qoyyim dalam zadul ma’ad 4/159, hendaknya para orang tua tidak menampakkan suatu kelebihan yang menakjubkan yang dimiliki anak-anaknya yang dikhawatirkan akan mengundang rasa iri atau kedengkian orang yang melihatnya. Lalu Ibnu qoyyim menukil atsar dari Imam Baghowi bahwasanya pernah suatu ketika Utsman bin Affan rodhiyallohu anhu melihat seorang anak kecil yang sangat elok rupanya lagi menawan, kemudian Ustman berkata, “Tutupi lah (jangan ditampakkan) lubang dagu (yang membuat orang takjub) pada anak itu.” Maka keadaan seperti itu sangat dikhawatirkan akan terjadinya pengaruh buruk ‘ain. Lebih-lebih kalau ada orang yang terkenal mempunyai sifat iri dan dengki.

3. Hendaklah para orang tua tidak berlebihan menceritakan kelebihan-kelebihan atau kebaikan-kebaikan anaknya yang tidak dimiliki anak-anak lain, sehingga mengundang rasa iri dan dengki siapa saja yang mendengarnya, kemudian berusaha melihatnya, hingga Alloh ﷻ mentakdirkan terjadinya pengaruh buruk ‘Ain tersebut.

🔹Upaya-upaya orang tua bila anak sudah terkena pengaruh buruk ‘Ain :

1. Jika pelakunya diketahui, maka hendaklah orang itu diperintahkan untuk mandi, kemudian orang yang terkena pengaruh mata itu mandi dengan bekas air mandi orang itu. Hal ini sebagaimana kisah sahabat Nabi shollallohu alaihi wa sallam Sahl bin Hunaifrodhiyallohu anhu  dalam hadits yang telah lalu, bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam memerintahkan Amir bin robi’ah rodhiyallohu anhu untuk mandi dan sisa air mandinya diguyurkan pada Sahl bin Hunaifrodhiyallohu anhu.

At-Tirmidzi menjelaskan: ”Pelaku ‘ain diperintahkan untuk mandi dengan menggunakan air dalam baskom. Lalu meletakkan telapak tangannya di mulut dan berkumur-kumur, lalu disemburkan ke dalam baskom tersebut. Baru setelah itu membasuh wajahnya dengan air dalam baskom tersebut, lalu memasukkan tangan kirinya dan mengguyurkan air ke lutut kanannya dengan air baskom tersebut. Kemudian memasukkan tangan kanannya dan menyiramkan air baskom itu ke lutut kirinya. Baru kemudian membasuh tubuh di balik kain, namun baskom itu tidak usah diletakkan di atas tanah atau lantai. Setelah itu sisa air diguyurkan ke kepala orang yang terkena ‘ain dari arah belakang satu kali guyuran."

2. Memperbanyak membaca “Qul Huwallohu Ahad” (surat Al-Ikhlas), Al-Muawwidzatain (surat Al-Falaq dan aAn-Naas), Al-Fatihah, ayat kursi, bagian penutup surat al-Baqoroh (dua ayat terakhir), dan mendoakan dengan doa-doa yang disyariatkan dalam ruqyah.

3. Membaca doa :

بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ

“Dengan menyebut Nama Alloh ﷻ, aku meruqyah mu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari kejahatan setiap jiwa atau mata orang yang dengki. Mudah-mudahan Alloh subhanahu wa ta’ala menyembuhkan mu. Dengan menyebut Nama Alloh ﷻ, aku mengobati mu dengan meruqyah mu.” (HR. Muslim no.2186 (40),dari Abu Said rodhiyallohu anhu)

Atau

بِاسْمِ اللَّهِ يُبْرِيكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ

“Dengan menyebut nama Alloh ﷻ, mudah-mudahan Dia membebaskan dirimu dari segala penyakit, mudah-mudahan Dia akan menyembuhkan mu, melindungi mu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat.” (HR. Muslim no. 2185 (39), dari Aisyahrhodiyallohu anha)

Ini adalah doa yang dibacakan malaikat Jibril kepada Nabi shollallohu alaihi wa sallam ketika mendapat gangguan setan.

4. Membacakan pada air (dengan bacaan-bacaan ruqyah yang syar’i) disertai tiupan, dan kemudian meminumkan pada penderita, dan sisanya disiramkan ke tubuhnya. Hal itu pernah dilakukan Rasulullah ﷺ kepada Tsabit bin Qois. (HR. Abu Daud no. 3885)

5. Dibacakan (bacaan) pada minyak dan kemudian minyak itu dibalurkan. (HR. Ahmad III/497,lihat silsilah al-Ahaadits as-Shohihah :397). 

Jika bacaan itu dibacakan pada air zam-zam, maka yang demikian itu lebih sempurna jika air zam-zam itu mudah diperoleh atau kalau tidak, boleh juga dengan air hujan.

*Maroji:

- Metode Pengobatan Nabi shollallohu alaihi wa sallam, Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah

- Doa dan Wirid Mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah, Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas.

- Majalah al-Furqon edisi 4 tahun V Dzulqo’dah 1426 Desember 2005, Artikel oleh Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali.

Ruqyah itu mudah dan menyenangkan.

Wallahu a'lam

🔹Definisi Penyakit Ain

Penyakit Ain adalah suatu penyakit yang apabila seseorang memiliki rasa kagum atau dengki terhadap seseorang atau sesuatu lupa mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

🔹Ciri-ciri Penyakit Ain

1. Penyakit yang terjadi secara tiba-tiba.
2. Kepalanya pusing berpindah dan akan bertambah sakit bila di ruqyah.
3. Wajah menguning.
4. Banyak berkeringat.
5. Sering kencing.
6. Sering ingin muntah dan menguap.
7. Sedikit tidur atau banyak tidur.
8. Tidak mempunyai nafsu makan.
9. Basah pada kedua tangan dan kaki disertai kesemutan.
10. Dada berdebar, merasa sempit dada, nyesek, takut tidak normal.
11. Nyeri di bawah punggung atau dua pundak.
12. Merasa panas.
13. Bermimpi bertemu dengan seseorang yang sama lebih dari 2 kali.
14. Saat di ruqyah tergambar atau terbayang seseorang.
15. Ada Saf'ah (seperti mata panda lingkaran kehitaman di sekitar mata, atau berbeda warna dari warna kulit wajahnya).

🔹Terapi Penyakit Ain

1. Mandi dan minum dari bekas wudhu pelempar ain.
2. Mandi dan minum dari benda yang ada bekas si pelempar lain.
3. Air di ruqyah dengan Al-Quran dan doa Ain lalu untuk minum dan mandi.

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Phity ~ Yogja
Ustadz, apakah semua orang yang melihat sesuatu dengan kagum maupun iri bisa mengirimkan ain? 

Apakah orang yang melontarkan ain itu menyadari kalau dia yang melontarkan? Maksudnya ketika takjub atau iri dengan sesuatu yang dilihat, apakah orang tersebut dapat merasakan kalau dia mengirimkan ain?

🌸Jawab:
Pahami definisi ain. Hanya terjadi jika lupa menyebut nama Alloh ﷻ. Dan si pelempar terkadang tidak sengaja, atau tidak paham.

Ini definisi ain coba yuk pahami.

◼️Definisi Penyakit Ain

Penyakit Ain adalah suatu penyakit yang apabila seseorang memiliki rasa kagum atau dengki terhadap seseorang atau sesuatu lupa mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

🔹Nah... 
Kadang kita itu terpesona, baru beberapa saat menyebut masyaAllah, begitu tadz. 
Bisakah ain terlempar secara cepat disaat-saat sebelum kita mengingat Alloh ﷻ atau dapat terbatalkan setelah pelempar nya mengingat Alloh ﷻ?

🌸Ain bisa sangat cepat melesat, namun bisa juga cepat sembuh kalau pelempar nya segera sadar maka doakan keberkahan.

🔹Berarti kesimpulannya... Kita harus selalu sadar ketika takjub atau melihat sesuatu harus ingat Alloh ﷻ. Karena kan bisa jadi kita jadi pelempar ain. Begitu ya tadz.

MasyaAllah tadz... 
Terima kasih sekali.

🌸Tidak hanya takjub, hasad, dengki juga.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Anjar ~ Sidoarjo
Ustadz, jika pelaku pelempar 'ain nya tidak diketahui, bagaimana cara pengobatannya?

🌸Jawab:
Dengan Ruqyah ain.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ iNdika ~ Semarang
Apakah kagum termasuk penyakit ain? Kalau bukan, bagaimana membedakan antara kagum dengan penyakit ain?

🌸Jawab:
Baca lagi definisi ain, ada di materi atas.

Ini definisi ain coba yuk pahami.

◼️Definisi Penyakit Ain

Penyakit Ain adalah suatu penyakit yang apabila seseorang memiliki rasa kagum atau dengki terhadap seseorang atau sesuatu lupa mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Ridha ~ Bekasi
Agak serem subhanallah... 

Kita harus bagaimana agar terhindar dari penyakit ain dan agar tidak mengenai orang lain juga?

🌸Jawab:
★Sebenarnya apa sih yang dirasakan si korban 'Ain ini?

Ini kan belum ada ditanyakan, atau karena bingung di definisi sehingga lupa, "penyakitnya itu seperti apa sih?" Sudah terbayang belum penyakitnya itu seperti apa?

Saya akan jelaskan, penyakit 'ain ini dibeberapa hadist dan keterangan dari beberapa Ulama, berapa kitab. Penyakit 'ain ini bisa menyerang ke fisik, artinya orang yang terkena penyakit Ain bisa saja terkena Kanker, Tumor, tapi bisa juga bisa terkena ke jiwa. Jadi, bisa juga terkena gangguan kejiwaan, Psikologis, Bipolar jadi bisa saja penyakit-penyakit medis ataupun psikologis bahkan gangguan jin itu disertai adanya penyakit 'Ain disitu. Tapi, bisa digaris bawahi tidak semuanya.

★Berarti menarik kan, cara memahaminya bagaimana?

Harus ada ciri-cirinya, kan di sebelumnya saya sudah posting ciri-ciri penyakit Ain, untuk memahami orang ini terkena penyakit Ain atau tidak padahal dia penyakitnya medis kanker, dia penyakitnya tumor, ada tidak ciri-ciri yang saya sebutkan di situ, karena itu bukan dari saya, karena itu dari Syekh Abdullah Muhammad Asadhan, beliau adalah peruqyah di Saudi Arabia dan beliau juga seorang dokter. Beliau seorang dokter medis kedokteran.

Beliau menulis di kitabnya ciri-ciri tersebut. Beberapa saya tambahi dengan sedikit yang saya tambahi dari pengalaman pribadi.

Dan dari ciri-ciri itu minimal ada tiga, kalau minimal ada tiga dari ciri-ciri yang disebutkan berarti orang tersebut yang sekarang sedang sakit, entah apa penyakitnya, entah apa penyakitnya gangguan jin maka ada penyakit ain dalam dirinya.

Semakin paham atau semakin bingung ibu-ibu yang dirahmati Alloh ﷻ.

★Apa yang menjadi benteng dari penyakit ain, misalnya kita tidak bisa juga, kita pasti tampil ke orang, kita bersosialisasi kadang juga kita posting di Facebook atau di status WhatsApp tentang lebaran kemarin, foto-foto. Nah itu bagaimana caranya supaya kita terbentengi dari lemparan penyakit 'ain, yaitu;

★Biasakan berdzikir pagi dan petang, insya Allah dzikir pagi dan petang ini bisa membentengi diri kita dari pelempar penyakit 'Ain. Jadi ketika dia memuji kita atau dengki, hasad terhadap kita. Mereka tidak menyebut nama Alloh ﷻ, tidak ingat Alloh ﷻ ya saking hasad nya atau kagumnya, nah itu kalau kita sudah dzikir pagi dan petang sudah terbiasa maka Insya Allah itu seperti benteng sehingga panah-panah 'Ain yang melesat tidak akan terkena kita. Begitu caranya benteng dzikir pagi dan petang penting bapak-ibu yang dirahmati Alloh ﷻ wajib dibaca ya dzikir pagi dan petang.

★★★
Nah dari pemahaman Tadi saya jelaskan lewat audio sudah paham apa belum ini ibu-ibu? Tentang penyakit 'ain.

Bila belum paham, sepertinya harus Kopi Darat ya, ketemu langsung, atau lewat zoom bila belum paham. Lewat tulisan sudah, lewat audio sudah. Sama sebenarnya. Bahasa nya, melalui tulisan juga sama. Definisinya seseorang yang ada kekaguman atau kedengkian terhadap seseorang atau sesuatu, yang tidak menyebut nama Alloh ﷻ.

Disambung lagi, tadi saya menyebutkan ada sesuatu tidak hanya seseorang berarti 'ain ini bisa terkena ke benda, seperti mobil, handphone yang tiba-tiba rusak karena ada orang dengki, mobil tiba-tiba rusak karena ada orang dengki.

Hewan bisa, tiba-tiba sakit hewannya, karena ada kekaguman atau kedengkian. Definisi sederhananya seperti itu.

Ada orang kagum sama orang lain dan yang perlu dipahami, penyakit 'ain ini buka sihir. Jadinya si pelempar 'ain nya tidak punya niat jahat sebenarnya.

Hanya kagum saja, atau dia dengki dengan yang orang lain miliki. Seperti orang Hasad.

Misalnya, ada si miskin melihat si kaya, kan muncul hasad sama rezekinya. Timbul hasad kepada si kaya. "Oh, dia enak sekali ya kaya, bisa begini-begini." Nah, itu juga bagiannya bisa terlempar penyakit 'ain. Seperti yang tadi saya bilang, bila sudah paham tentang 'ain baru kita akan bahas perbedaan nanti yang mendetail antara 'ain dengan hasad. Itulah tadi, Hasad, dengki atau kagum.

Wallahu a'lam

0️⃣5️⃣ Annisa ~ Tangerang
Ustadz, apa benar jika anak kecil laki-laki terkena sihir atau ain yang di ruqyah ibunya atau sebaliknya jika perempuan yang di ruqyah bapaknya?

🌸Jawab:
Ain berbeda dengan sihir. Dan tidak benar cara yang antum sampaikan.

🔹Berarti yang di ruqyah anak kecil tersebut ya ustadz?

🌸Untuk permasalahan anak maka berkaitan dengan kedua orang tuanya maka yang pertama didiagnosa kedua orang tuanya lalu anaknya, terapi ruqyah orang tuanya dulu baru anaknya.

★ https://youtu.be/OvAYSDHU4Xs

Afwan ini pasien saya, beliau sendiri yang mau dibuatkan video testimoninya. Anaknya sakit, dengan ijin Alloh ﷻ sembuh. Bisa diperhatikan kisahnya.

🔹Berarti kedua orang tuanya di ruqyah bukan seperti anaknya laki-laki yang kena maka ibunya yang di ruqyah baru anaknya?

🌸Kedua orang tua sangat berperan pada diri anak. Sangat berkaitan.

Bila si anak masih belum dewasa, jika sudah maka perlu adanya mencari sumber gangguan lainnya, semisal dari temannya. 

Seru khan meruqyah gaya saya hehehehe.....

Wallahu a'lam

0️⃣6️⃣ Phity ~ Yogja
Coba nih tadz. Saya salah apa tidak.

Agar terhindar dari ain, kita harus membentengi diri minimal dengan dzikir pagi petang.

Agar kita tidak menjadi pelempar ain, maka kita biasakan menyebut atau mengingat Alloh ﷻ saat kagum, takjum, hasad, dengki.

Sudah benarkah pemahaman saya tadz?

🌸Jawab:
Sudah benar 💯

Sekarang saya akan ceritakan kasus-kasus yang pernah saya tangani tapi tidak detail ya karena butuh waktu panjang nanti.

(1) Kasusnya ada seorang Hafizah usianya 17 tahun hafal 24 Juz, 20 juz hilang hafalannya, ini akibat Ain dari kedua orang tuanya. Di ruqyah di 4 tempat, 4 Klinik ini tidak ada reaksi, kalau begitu datang ke tempat saya. Saya tidak ruqyah karena ini obatnya dari kedua orang tuanya. Saya minta mereka berwudhu lalu  si putrinya ini mandi dari bekas wudhu orang tua selama dua minggu. Alhamdulillah, putrinya ini,  Hafizah ini kembali hafalannya dan bahkan sekarang sudah menyelesaikan 30 juz.

(2) Kasus berikutnya, kanker otak stadium 3, itu di rumah sakit Siloam di TB. Simatupang. Malam-malam saya diundang, dikhawatirkan ada sihir atau apapun, tetapi begitu saya diagnosa, mengobrol panjang, dan ini Ain. Lalu saya terapi Ain, alhamdulillah dengan ijin Alloh ﷻ sembuh. Beberapa hari setelahnya, dan terapi Ain ini selalu berlanjut dan saya bimbing melalui WhatsApp, telfon.
Memang kalau terapi dengan saya itu harus ada bimbingan, tidak bisa instan, terus langsung sembuh, ada juga yang langsung sembuh, itu dengan ijin Alloh ﷻ, ada yang sekali ketemu sembuh, itu semua atas ijin Alloh ﷻ. Karena yang menyembuhkan adalah Alloh ﷻ.
Kalau saya hanya bisa membimbing, mendiagnosa penyakit, lalu kita bimbing, bagaimana cara terapinya, nanti Alloh ﷻ yang akan menurunkan ridho-Nya kepada kita semua, sehingga penyakit Ain ini bisa sembuh. Kita maksimalkan ikhtiar dengan pemahaman-pemahaman sesuai dengan syariat Islam.

(3) Ada lagi penyakit Ain seorang mahasiswi yang sudah tidak ketemu temennya lama tiba-tiba ketemu di sebuah seminar. Setelah ketemu tidak lama dia pulang ke kostan nya, dia tidak bisa sholat merinding seluruh badannya. Melalui telepon, dia telepon saya,  saya tidak meruqyah tapi saya bimbing untuk terapi Ain lewat telepon. Alhamdulillah seketika langsung sembuh, langsung merinding nya hilang, sakit ciri-cirinya Ain dada berdebar, terus berkeringat itu hilang semua dengan ijin Alloh ﷻ. Jadi Ibu-ibu yang dirahmati Alloh ﷻ, pahami definisi dan ciri-cirinya ya, ini penting sekali. Karena patokannya itu di ciri-ciri.

★★★
Memahami penyakit Ain ini memang butuh waktu ya Ibu-ibu. Kami saja para Peruqyah dan saya sendiri itu banyak menyelesaikan kitab dulu, ada beberapa kitab yang saya baca untuk memahami dengan benar tentang penyakit Ain ini.

Oleh karenanya kalau kita mau mendetailkan pun sepertinya untuk malam ini belum kelar juga. Bahkan saya pernah ikut Dauroh 3 hari itu untuk membahasnya, penyakit Ain.

Penyakit Ain saya pernah bikin pelatihan khusus sebelum pandemic itu satu harian full hanya untuk membahas penyakit Ain dari jam 8 pagi sampai Maghrib. Itu hanya membahas penyakit Ain, pesertanya bersemangat sekali waktu itu pelatihan Ruqyah Syar'iah diagnosa penyakit Ain. 

★Jadi penyakit Ain, bagaimana terapinya?

Tadi kita sudah pelajari preventif. Preventifnya itu kan dzikir pagi dan petang, menjaga atau prevent, lalu kuratif nya bagaimana? Kuratif itu mengobati. Kalau sudah kena bagaimana, maka diobati. Diobatinya, nanti kalau hadist-hadist nya  dibaca saja ya di materi, saya tidak sebutkan hadist-hadist nya secara detail.

◾Cara Mengobati Ain:

1) Yang pertama cara mengobatinya tentunya dengan mandi dari bekas wudhu si pelempar Ain. Itu hadist nya sudah banyak, saya jabarkan di atas. Mandi dari bekas wudhu si pelempar Ain. Kalau tidak bisa, misalnya pelempar Ain nya jauh atau tetangga, kan "malu kalau minta bekas wudhu nya untuk saya mandi nih saya terkena Ain." Maksudnya nanti jadi "omongan", kalau nanti kita jelasin dulu jadi kuliah dong.

Tidak bisa kan, nanti jadinya fitnah. Malah jadi serba tidak enak. Maka kalau di kehidupan Modern begini kita butuh fatwa-fatwa ulama.

Hukum pertama kan Al-Quran, Hadist, kemudian Fatwa dan Ijma' ulama. Maka dalam hal ini kita butuh Ijma'. 

2) Ijma' Ulamanya cara ke-2 dalam terapi yaitu mencari bekasnya.

Misalnya, kita terkena Ain atau anak kita bayi dipuji sama tetangga terus panas malamnya habis dipuji, kan ada kemungkinan Ain. Kan tidak bisa tuh minta wudhu nya. Mungkin tetangganya waktu datang itu pernah pegang apa, benda-benda di tempat kita, nah benda itu bisa dicuci airnya bisa untuk mandi. Itulah caranya, jadi   
yang kedua yaitu dengan mencari bekas si pelempar Ain. Cari bekas si pelempar Ain, dari bekasnya, direndam lalu.mandi dari bekasnya tersebut. 

3) Apabila tidak bisa ditemukan pelempar Ain nya, atau ditemukan pelempar Ain nya tapi dia adanya di Ternate, sudah terlanjur. Atau, bingung saking banyaknya, pelempar Ain. Kenapa? Karena setelah posting foto di Facebook, tidak lama, anaknya sakit misalnya atau dirinya, setelah posting foto selfie-selfie tidak lama sakit.

Nah sakitnya lihat ciri-cirinya, oh ciri-cirinya ada nih penyakit Ain berarti terkena Ain, tapi dari siapa? Kan begitu banyak yang melihat Facebook, temannya ada 5000 lagi kan tidak mungkin kan, kita tidak tahu. 

Maka cara ketiga adalah dengan meruqyah air, air itu dibacakan dzikir pagi dan petang. Kalau terapinya pagi baca dzikir pagi, kalau petang maka baca dzikir petang ditambah dengan surat Al-Mulk lalu do'a Ain. Doa untuk menerapi Ain,  bagaimana doanya? Kalau untuk diri sendiri doanya;

'Audzubikalimatillahi bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli 'ainin laammah

Nah, kalau kita ingin menerapi orang lain dia laki-laki maka diganti dhomir depannya menjadi 'Uidzuka 

أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U'iidzuka bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli 'ainin laammah

Kalau ternyata yang mau kita terapi perempuan maka dhomirnya dalam bahasa Arab dirubah menjadi 'Uidzuki

أُعِيْذُكِ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U'iidzuki bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli 'ainin laammah

Tapi kalau ada orang lebih dari satu atau dua sebagaimana haditsnya Rasulullah ﷺ ketika Hasan dan Husein cucunya lahir makan Sunnah nya Ibu-ibu yang dirahmati Alloh ﷻ yang hadir dalam kajian malam ini. Apabila ada bayi lahir entah anak atau cucu kita maka kita sunah mendoakannya, mendoakan dengan doa Ain. 

Sebagaimana Rasulullah ﷺ mendoakan cucunya Hasan dan Husein dengan kalimat, 

U'iidzukuma bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli 'ainin laammah 

Ya demikian semoga semakin paham. Bagaimana kalau semakin bingung, tidak apa-apa kalau antum ada yang bingung berarti antum mau belajar, cara orang belajar itu bingung dulu, setelah bingung ulangi lagi audionya, baca lagi materinya nanti makin lama makin paham Insya Allah. Banyak-banyak Istighfar semoga paham.

Wallahu a'lam

0️⃣7️⃣ Han ~ Gresik
Assalamu'alaikum ustadz,

1. Bagaimana tadz dengan banyaknya orang yang sering eksis nampang foto selfie sana sini di medsos. Apakah bisa hal tersebut terkena ain walau hanya dari foto?

2. Mengapa tadz yang terkena ain itu kebanyakan dari kaum perempuan? Sedangkan yang laki-laki sedikit yang kena?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

1. Bisa saja berpotensi terkena ain.

2. Tidak juga.

Wallahu a'lam

0️⃣8️⃣ Shinta ~ Karawang
Assalamu'alaikum ustadz, 

Keponakan saya katanya ada yang kirim sesuatu, saat ini sedang sakit, kemarin-kemarin bahkan sempat mengigau yang aneh-aneh saat diperdengarkan tilawah ayat-ayat ruqyah. Jerit-jerit sambil nangis. Kebetulan kemaren keluarganya membawa ke 'kyai' dan dibilang ada yang kirim sesuatu lewat makanan. Dan keluarganya disarankan mengamalkan do'a untuk perlindungan rumah setiap pagi dan petang yang kita tidak tahu artinya apa. Itu bagaimana ya pak ustadz, saya pun mau ngasih tahu ragu karena tidak paham arti dari bacaan itu, entah dari ayat al-qur'an atau bagaimana?

🌸Jawab:
Waalaikumussalam Warrohmatulloohi Wabarokatuh sebaiknya disarankan ke peruqyah

Karena saya tidak bisa menilai tanpa ada informasi detail.

🔹Ponakan saya sebentar lagi itu menikah, katanya ada yang sakit hati begitu apa ustadz, sudah di ruqyah mandiri tapi masih lemah dan muntah-muntah.

🌸Kalau ini mesti diagnosa dulu penyebabnya.

Wallahu a'lam

0️⃣9️⃣ Phity ~ Yogja
Terjawab sudah... 
Ternyata minimal memenuhi 3 ciri itu ya tadz, baru dikatakan ain.


Apakah ain memiliki tingkat keparahan? Maksudnya... Kalau semakin banyak ciri yang dimiliki apakah semakin parah penyakit itu?

🌸Jawab:
Iya benar ada intensitasnya, kalau kecil maka sakitnya tidak seberapa in syaa Allah. Kalau banyak dzikir akan sembuh, tapi bila intensitas besar kuat maka sakitnya bisa parah bahkan meninggal, dalam materi dijelaskan betapa bahaya penyakit ini di akhir zaman karena banyak orang meninggal karena penyakit ain. Bahkan saya berpendapat lebih berbahaya ain daripada sihir.

🔹Ya Allah... 
Sampai sebegitu nya...

Berarti memang kita wajib membentengi diri kita ya tadz. 
Wajib dzikir pagi dan petang.

🌸Na'am. 

1️⃣0️⃣ Yulia ~ Bekasi
Assalamualaikum ustadz,

1. Apakah jika hanya di dalam batin saja "aduh anak itu gemuk dan sehat" lalu anak tersebut sehari kemudian panas tinggi, apakah tersebut termasuk penyakit ain? Sampai di rawat, apakah harus di ruqyah juga? 

2. Kalau dipasang di status sedang sakit apakah juga bisa menimbulkan penyakit ain?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

1. Iya, lintasan batin juga bisa mengakibatkan penyakit ain.
Jika ada ciri-ciri ain maka terapi ain.

2. Intinya adalah pahami definisi ain.

Wallahu a'lam

1️⃣1️⃣ Ibu Fadhlan ~ Tangerang
Apakah posting foto di sosmed bisa kah menimbulkan 'ain?
Baik bagi diri sendiri atau buat orang lain?

🌸Jawab:
Na'am berpotensi terkena penyakit ain tapi tidak mesti ya.

Wallahu a'lam

1️⃣1️⃣ Phity ~ Yogja
Ustadz, dzikir pagi dan petang ini, melindungi diri kita sendiri atau bisa juga melindungi orang-orang sekitar kita, kalau hanya kita yang baca?

🌸Jawab:
Hanya kita sendiri yang baca dan anak balita yang belum bisa baca itu ada dalam jangkauan kedua orang tuanya.

Kalau benda terkait. Benda yang kita miliki terkait terlindungi dengan dzikir pagi petang sesuai sunnah.

Wallahu a'lam

1️⃣3️⃣ Phity ~ Yogja
Tadi sempat mikir, bagaimana kalau yang dimintai air bekas wudhu nya sewot, malah bikin masalah. Tapi ternyata sudah ada solusinya.

🌸Jawab:
Tenang saja, Ulama sudah bikin solusinya. Kita tinggal belajar dan ikuti saja.

🔹Iyaaaa... Benar sekali.
Ohya tadz... bekas air wudhu nya itu, maksudnya sisa air yang di baskom yang tidak habis dipakai wudhu, atau air yang dipakai wudhu sengaja di jatuhkan dan ditampung di baskom atau ember?

🌸Keduanya bisa, karena dulu wudhu nya khan tidak pakai keran seperti sekarang. Yang penting ada bekas wudhu nya.

Wallahu a'lam

Sabtu, 29 Mei 2021

PARENTAL BURNOUT

 


OLeH: Bunda Heradini Faizah, S.Psi

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎••┈•

❀ MaTeRi, TJ & CLoSSiNG ❀

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎••┈•


Silahkan Lihat Di Youtube Perindu Surga


🌸PARENTAL BURNOUT


https://www.youtube.com/watch?v=N155divS36o


Wallahu a'lam

ISTIQOMAH MU, TUMBUHKAN CINTA


OLeH: Ustadzah Chichi Mulyaningsih

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

Sehat-sehat ya semua, mohon maaf sebelumnya, materi yang saya bawakan bisa jadi udah sering didengar dan dibaca, tapi InSyaaAllah biar lebih berkah buat saling mengingatkan lagi ya.

Cinta karena Istiqomah ikhtiar dari manusiawi kita untuk mendekat ke Alloh ﷻ agar lebih berkah.

🌸ISTIQOMAH MU TUMBUHKAN CINTA

Diantara hal yang menjadi faktor keberhasilan dalam setiap ibadah wajib dan sunnah adalah rasa cinta dan senang terhadap ibadah ibadah itu sendiri, baik yang wajib maupun yang sunnah.

Cinta akan membuat seseorang giat dan penuh semangat dalam beribadah sehingga berefek langsung dalam kehidupannya yang selalu dipenuhi rasa sabar dan syukur yang tinggi kepada Alloh ﷻ.

Rasa cinta bisa tumbuh dalam diri dengan menyadari bahwa beribadah baik yang wajib maupun yang Sunnah akan menentukan kebaikan hidupnya saat ini maupun yang akan datang.

Begitupun rasa cinta kepada Alloh ﷻ dan Rasul-Nya tumbuh karena buah Istiqomah dari ibadah kita. Bagaimana menumbuhkan nilai Istiqomah dalam diri kita, ini yang menjadi faktor penting yang harus kita ikhtiarkan dalam hidup, karena semua kita InSyaaAllah akan dan ingin masuk Surga Alloh ﷻ,  jadi bersabarlah menumbuhkan Istiqomah dalam diri untuk akhirnya ibadah bukan lagi dirasakan sebuah kebutuhan saja, tapi sesuatu aktifitas yang kita cintai. Cinta yang menyebabkan candu.

Alloh ﷻ akan memberikan sibghah nya asal kita mencintai Alloh ﷻ diatas segala apapun, dan cinta tak mungkin datang tanpa adanya pertemuan yang sering.

Begitu kita dulu awal taaruf dengan suami kita, bisa jadi rasa yang mendalam, dengan nama cinta karena setiap kali bersama.

Maka istiqomahkan ibadah untuk kita menumbuhkan cinta kepada Alloh ﷻ dan Rasul-Nya.

Banyak keajaiban yang terjadi jika kita Istiqomah ingin mencintai Alloh ﷻ dan Rasul-Nya.
Kita liat lebih perdalam ya nilai istiqomah ini.

Sebagai contoh, misal:
Merupakan kebahagiaan tersendiri bagi orang tua apabila mempunyai putra-putri yang punya karakter; segera menunaikan salat wajib begitu tiba waktunya, gelisah apabila menunda salat wajib, gemar mengikuti salat berjamaah, merasakan ibadah sebagai kebutuhan bukan beban, selalu melakukan thoharah dengan benar,menyesal bila melewatkan satu hari tanpa membaca Al Quran, menunaikan minimal satu macam salat sunah setiap hari, selalu berdoa dan berdzikir sesuai dengan situasi yang melingkupi dan menunaikan puasa Ramadan setiap tahun. Semua ini adalah bentuk istiqomah dalam beribadah. Begitu pentingnya sifat istiqomah yang harus miliki seseorang.

◾Istiqomah adalah sebuah komitmen dalam menjalankan satu program untuk menuju satu tujuan. 

Istiqomah itu mengandung: 

1) Konsisten, sehingga secara terus menerus apa yang dianggap baik itu dijalankan, 

2) Tahan uji kepada godaan-godaan yang mungkin menjadi penghambat, menjadi halangan kita sampai pada tujuan yang cita-citakan. Dalam kaitan dengan fokus, hidup ini dianjurkan oleh agama kita untuk memiliki tujuan. Alloh ﷻ berfirman bahwa tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah pada-Nya. Itu tujuan hidup kita. 

Kemudian juga Alloh ﷻ mengingatkan bahwa kita diturunkan ke bumi sebagai umat yang terbaik. Tapi apa syaratnya untuk menjadi ummat yang terbaik? Syaratnya adalah fokus kepada sesuatu yang menjadi cita-cita hidup kita karena hal itu yang akan menggerakkan seluruh hidup kita ke arah cita-cita tersebut. Kalau tidak tahu apa yang dituju, pasti akan goyah. Dapat ujian sedikit sudah limbung.

Istiqomah itu menyertai keimanan. Iman naik dan turun, ujian datang dan pergi. Lalu bisa juga disebut bahwa istiqomah itu salah satu ciri keimanan kita teruji atau tidak. Ketika kita tidak istiqomah, bisa dikatakan memang bahwa keimanan kita tidak teruji dengan baik. Memang istiqomah menjadi suatu kondisi, suatu benteng untuk menunjukkan ketundukan kita kepada Alloh ﷻ. Indikator keberagamaan kita atau ketakwaan itu memang ada pada sikap istiqomah. Menjalankan sesuatu, sendirian atau ramai-ramai, diberi reward tidak diberi reward, sikapnya sama saja. Itulah sikap orang yang istiqomah, yang dibalut dengan perilaku ikhlas sebagai hamba.

"Dalam suatu hadits diceritakan, sahabat Abdullah al-Tsaqafi meminta nasihat kepada Nabi Muhammad ﷺ agar dengan nasihat itu, ia tidak perlu bertanya-tanya lagi soal agama kepada orang lain. Lalu, Rasulullah ﷺ bersabda, ”Qul Amantu Billah Tsumma Istaqim” (Katakanlah, aku beriman kepada Alloh ﷻ, dan lalu bersikaplah istiqamah!)." (HR. Muslim)

Hadits tersebut mengajarkan kita untuk senantiasa beriman kepada Alloh ﷻ serta menjalani semua perintah-Nya. Orang yang tidak memiliki sifat istiqomah sangatlah merugi karena akan sia-sia semua usaha dan perjuangannya.

◾Kiat-kiat Mewujudkan Sikap Istiqomah 

✓1. Mengikhlaskan niat semata-mata hanya mengharap Alloh ﷻ dan karena Alloh ﷻ.

Ketika beramal, tiada yang hadir dalam jiwa dan pikiran kita selain hanya Alloh ﷻ dan Alloh ﷻ. Karena keikhlasan merupakan pijakan dasar dalam bertawakal kepada Alloh ﷻ. Tidak mungkin seseorang akan bertawakal, tanpa diiringi rasa ikhlas.
Bertahap dalam beramal. Dalam artian, ketika menjalankan suatu ibadah, kita hendaknya memulai dari sesuatu yang kecil namun rutin. Bahkan sifat kerutinan ini jika dipandang perlu, harus bersifat sedikit dipaksakan. Sehingga akan terwujud sebuah amalan yang rutin meskipun sedikit. Kerutinan inilah yang insya Allah menjadi cikal bakalnya keistiqamahan. Seperti dalam bertilawah Al-Qur’an, dalam qiyamul lail dan lain sebagainya; hendaknya dimulai dari sedikit demi sedikit, kemudian ditingkatkan menjadi lebih baik lagi.

✓2. Diperlukan adanya kesabaran.

Karena untuk melakukan suatu amalan yang bersifat kontinyu dan rutin, memang merupakan amalan yang berat. Karena kadangkala sebagai seorang insan, kita terkadang dihinggapi rasa giat dan kadang rasa malas. Oleh karenanya diperlukan kesabaran dalam menghilangkan rasa malas ini, guna menjalankan ibadah atau amalan yang akan di istiqamahi.

✓3. Istiqamah tidak dapat direalisasikan melainkan dengan berpegang teguh terhadap ajaran Alloh ﷻ.

Alloh ﷻ berfirman (QS. 3 : 101) :
”Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Alloh ﷻ dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Alloh ﷻ maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”

✓4. Istiqamah juga sangat terkait erat dengan tauhidullah.

Oleh karenanya dalam beristiqamah seseorang benar-benar harus mentauhidkan Alloh ﷻ dari segala sesuatu apapun yang di muka bumi ini. Karena mustahil istiqamah direalisasikan, bila dibarengi dengan fenomena kemusyrikan, meskipun hanya fenomena yang sangat kecil dari kemusyrikan tersebut, seperti riya. Menghilangkan sifat riya’ dalam diri kita merupakan bentuk istiqamah dalam keikhlasan.

✓5. Istiqamah juga akan dapat terealisasikan, jika kita memahami hikmah atau hakekat dari ibadah ataupun amalan yang kita lakukan tersebut.

Sehingga ibadah tersebut terasa nikmat kita lakukan. Demikian juga sebaliknya, jika kita merasakan ‘kehampaan’ atau ‘kegersangan’ dari amalan yang kita lakukan, tentu hal ini menjadikan kita mudah jenuh dan meninggalkan ibadah tersebut.

✓6. Istiqamah juga akan sangat terbantu dengan adanya amal jama’i.

Karena dengan kebersamaan dalam beramal islami, akan lebih membantu dan mempermudah hal apapun yang akan kita lakukan. Jika kita salah, tentu ada yang menegur. Jika kita lalai, tentu yang lain ada yang mengingatkan. Berbeda dengan ketika kita seorang diri. Ditambah lagi, nuansa atau suasana beraktivitas secara bersama memberikan ‘sesuatu yang berbeda’ yang tidak akan kita rasakan ketika beramal seorang diri.

✓7. Memperbanyak membaca dan mengupas mengenai keistiqamahan para Nabi, sahabat dan orang-orang shaleh dalam meniti jalan hidupnya, kendatipun berbagai cobaan dan ujian yang sangat berat menimpa mereka.

Justru mereka merasakan kenikmatan dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan cobaan tersebut. Memperbanyak berdoa kepada Alloh ﷻ, agar kita semua dianugerahi sifat istiqamah. Karena kendatipun usaha kita, namun jika Alloh ﷻ tidak mengizinkannya, tentulah hal tersebut tidak bisa.

◾Diantara Keutamaan Istiqamah Adalah :

★1. Istiqamah merupakan jalan menuju ke surga.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Alloh ﷻ” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Alloh ﷻ kepadamu.” (QS. 41 : 30)

Berdasarkan ayat di atas, istiqamah merupakan satu bentuk sifat atau perbuatan yang dapat mendatangkan motivasi dan pertolongan Alloh ﷻ.

★2. Istiqamah merupakan amalan yang paling dicintai oleh Alloh ﷻ. 

Dalam sebuah hadits digambarkan : Dari Aisyah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian (maksudnya; istiqamahlah dalam amal dan berkatalah yang benar atau jujur) dan mendekatlah kalian (mendekati amalan istiqamah dalam amal dan jujur dalam berkata). Dan ketahuilah, bahwa siapapun diantara kalian tidak akan bisa masuk surga dengan amalnya. Dan amalan yang paling dicintai Alloh ﷻ adalah amalan yang langgeng (terus menerus) meskipun sedikit." (HR. Bukhari)

Berdasarkan hadits di atas, kita juga diperintahkan untuk senantiasa beristiqamah. Ini artinya bahwa Istiqamah merupakan pengamalan dari sunnah Rasulullah ﷺ.

Istiqamah merupakan ciri mendasar orang mukmin. Dalam sebuah riwayat digambarkan: Dari Tsauban ra, Rasulullah ﷺ bersabda, "Istiqamahlah kalian, dan janganlah kalian menghitung-hitung. Dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah shalat. Dan tidak ada yang dapat menjaga wudhu’ (baca; istiqamah dalam whudu’, kecuali orang mukmin)." (HR. Ibnu Majah)

◾Ciri-ciri Orang Yang Memiliki Sifat Istiqomah

1) Konsisten dalam memgang teguh aqidah tauhid Konsisten dalam menjalankan ibadah baik mahdoh atau ghoiru mahdoh.

2) Konsisten dalam menjalankan syariat agama, baik berupa perintah maupun larangan.

3) Konsisten dalam bekerja dan berkarya, dengan tulus dan ikhlas karena Alloh ﷻ.

4) Konsisten dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan
Alloh ﷻ menjanjikan balasan yang besar kepada orang-orang yang istiqomah. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Alloh ﷻ”, kemudian mereka tetap istiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Ahqaf:13-14). 

Semoga kita bisa istiqamah dalam segala hal. Aamiin..

Wallahu'alam bishowab.

Yang lebih terpenting buah dari Istiqomah adalah Alloh ﷻ berikan kita hati yang sakinah, hanya bergantung kepada Alloh ﷻ.

◼️Tenang
Yang membuat kita tenang bukanlah tercapainya segala keinginan, namun... Ketika Alloh ﷻ selalu berada dalam hati dan pikiran kita.
(#albummuslimah)

Ketika kita memutuskan hijrah karena ingin mendekati Alloh ﷻ saja, pasti banyak sekali godaan bahkan ujian yang Alloh ﷻ berikan, dari berbagai ujian atau gangguan hijrah kita, hanya satu jawabannya... Alloh ﷻ ingin kita mendekati Alloh ﷻ dengan cinta pada Syariah-Nya, maka bersabarlah dengan kesabaran yang baik untuk tetap Istiqomah.

Wallahu'alam

◼️Hijrah
Bukan hanya sekedar apa yang terucap dan bukan juga sekedar merubah penampilan. Tapi tentang seberapa jauh kau meninggalkan zaman jahil mu dan seberapa gigih kau mendekati-Nya. (@adihidayatquotes) 

Semangat ya Sholihah mintalah pada Alloh ﷻ agar kita dilembutkan hati kita ini, agar mudah menjalankan semua syariat Alloh ﷻ dari mulai ibadah wajib sampai semua ibadah sunah.

Dari yang mulai dihalalkan sampai kita menerima hal yang diharamkan Alloh ﷻ untuk kita.

◼️Ya Alloh ﷻ,  Lembut kan Hatiku...

Jika hati telah lembut, maka dia akan mudah untuk ikhlas, khusyuk, selalu bersyukur kepada Alloh ﷻ dan selalu merasa takut kepada-Nya. Jika hati telah lembut, maka dia akan mudah untuk menjauhi segala yang haram. Jika hati telah lembut, maka dia akan mudah untuk istiqomah diatas sunnah, dan ketaatan serta akan mendapatkan husnul khotimah. (@najmiumar_official)

Alhamdulillah khalas neng Ella, semoga berkah ya hijrah kita semua, hanya mengharapkan cinta Alloh ﷻ dan Rasul-Nya aamiin Allahumma aamiin

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Beribadahlah karna kita ingin mencapai derajat Muttaqin ataupun Abdan Syakura, dimulai dari sedikit demi sedikit lama-lama akan Istiqomah.

Tetap semangat membangun nilai Istiqomah dalam diri karena Alloh ﷻ akan anugerah kan hidayah yang tiada putusnya, karna buah dari kesabaran kita. Fashobrun jamiil.

Wallahu'alam bishowab 

Maaf lahir batin, alhaqqu mirRabbiik falaa takunannaa minal mumtariin.

SAMAWA DI ATAS CINTA-NYA

 

OLeH: Ummi Yulianti

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمن الرَّحِيْمُ


السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

الحمد لله 
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ...

ام بعد

Segalanya milik Alloh ﷻ apa yang ada di langit dan bumi, kenikmatan dan kesusahan asalnya dari Alloh ﷻ sudah selayaknya kita panjatkan puji dan syukur hanya kepada Alloh ﷻ. 

Agama Islam adalah agama yang mengangkat dan membebaskan manusia dari zaman jahiliah zaman kegelapan menuju ke zaman yang terang benderang, sudah selayaknya lah kita sebagai umatnya senantiasa menghaturkan sholawat dan salam hanya kepada Nabi Muhammad ﷺ.

🌸SAMAWA DI ATAS CINTA-NYA

Perintah pertama Alloh ﷻ kepada umat manusia melalui Nabi Muhammad adalah membaca (IQRA’). Objek yang harus dibaca adalah ayat-ayat Alloh ﷻ baik yang quraniyah (teks Al Quran), maupun yang bersifat kauniyah (alam semesta: gejala alam maupun kehidupan manusia atau sosial). Hebatnya, antara ayat kauniyah dan ayat quraniyah tidak pernah terjadi pertentangan, bahkan saling menguatkan antara satu ayat dengan lainnya.

Pernikahan atau lebih tepatnya perjodohan bagi manusia adalah ayat-ayat kauniyah Alloh ﷻ yang harus kita baca dengan perenungan yang mendalam, sebagaimana ayat-ayat Quraniyah. Itulah sebabnya ayat pernikahan atau perjodohan diawali dengan kalimat yang terjemahannya, “Dan termasuk ayat-ayat Alloh ﷻ adalah menciptakan jodoh bagi kalian… dan seterusnya.” Lebih lengkapnya mari kita kaji ayat tersebut secara lebih detail:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara ayat-ayat Alloh ﷻ adalah menciptakan jodoh bagi kalian dari jenis kalian, agar supaya kalian SAKINAH dengan istri kalian, serta menjadikan MAWADDAH dan RAHMAH di antara kalian. Sungguh di balik hal-hal tersebut terdapat ayat-ayat (catatan Tuhan) bagi orang-orang yang mau berpikir.” (QS. Ar-Rum:21)

Ending dari ayat di atas adalah ajakan untuk merenung dan memikirkan ayat Tuhan berupa perjodohan manusia tersebut. Jika kalimat SAMAWA sekadar buah bibir dan basa basi belaka untuk diucapkan kepada kedua mempelai tanpa sedikitpun berusaha untuk merenungi dan memahami apa makna sesungguhnya, maka betapa ruginya kita. Terlebih ayat tersebut mengandung banyak antisipasi dan solusi bagi sebagian besar problema rumah tangga.

Jodoh adalah takdir atau kata pemuda jomblo adalah “di tangan Tuhan”, maka ketika akad nikah sudah sah, tidak boleh ada yang protes, “Lho kenapa yang laki-laki kok gagah, sedangkan yang perempuan kecil mungil?” atau “Kenapa yang perempuan bak bidadari sementara yang laki-laki bak preman kuli?”, atau “Kenapa yang laki-laki sudah umur 70, kok bisa dapat gadis umur 17 tahun?” Itulah rahasia mengapa Al Quran menggunakan kata ‘khalaqa’ yang artinya menciptakan. Jodoh kita sudah diciptakan jauh sebelum kita lahir di alam dunia.

🔸SAKINAH

Berasal dari kalimat litaskunu ilaiha dalam ayat di atas. Di mana khithab nya (objek perintah) ditujukan untuk para pria, yang berarti: supaya kalian para lelaki bersakinah kepada istri. Sakinah sendiri berawal dari kalimat sakana yang berpokok pada lafadz awal sukun, yang memiliki makna diam, berhenti, tidak berbunyi, tidak bergerak, orang Jawa bilang “Mandeg jegrek!”

Ya, laki-laki yang sudah terikat ikatan rumah tangga sudah harus berhenti, anteng, tidak goyah, tidak lagi noleh kanan-kiri. Dia sudah harus sukun, tertancap mantap hanya kepada wanita yang sah menjadi istrinya. Bahkan salah seorang ahli tafsir memaknai litaskunu ilaiha dengan arti laki-laki diciptakan jodohnya supaya bisa “mengerami nya.”

Tentu saja istilah itu adalah kiasan bernada joke atau bercanda yang lebih bersifat lahiriah, tetapi sesungguhnya sangat tepat untuk menggambarkan betapa krusialnya sakinah bermakna mengerami. Tengoklah betapa banyak keretakan biduk rumah tangga yang berujung pada perceraian sebagai akibat minimnya intensitas hubungan lahir, interaksi fisik, hubungan seksualitas dan sebagainya).

Suami sibuk bekerja, istrinya pun ter takdir harus berkarier. Tidak jarang keduanya harus tugas di luar kota yang berbeda. Saat bertemu kalau tidak di akhir pekan ya sudah dalam keadaan lelah, tergerus rutinitas. Sukun hilang, sakinah pun diam-diam pergi. Timbullah masalah, tidak saling sapa, pisah ranjang, masuklah pihak ketiga, sidang pun menanti.

Sakinah pun memprasyaratkan sebuah lahan fisik berupa tempat untuk mengekspresikan interaksi fisik berupa rumah, apapun kondisinya. Sepasang suami istri jika ingin sakinah maka mereka harus tinggal satu atap, bagaimanapun caranya. Sebab jika sudah berlainan atap maka jangan harap tercipta sakinah yang sejati.

Oleh karena itu, jika tidak terpaksa sekali atau keadaan yang sangat mendesak, jangan sekali-kali hidup berlainan atap. Jika sang suami harus bekerja atau tugas di kota lain, maka istri harus mengikutinya. Suami harus mengajaknya, kendati harus hidup di kontrakan, di rumah mertua, di rumah orang tua, atau bahkan di kos-kosan. Keduanya tetap harus di bawah satu atap.

Bagi wanita, bila menghadapi masalah dalam berumah tangga, jangan gampang meminta pulang ke orang tuanya, seperti hits lagunya Betharia Sonata itu. Bersabarlah, bertahanlah di bawah atap rumah suamimu. Sang pria juga demikian, bila menghadapi cekcok dengan istri, jangan mudah cabut keluar rumah, nongkrong di kafe atau warung kopi sampai larut.

Bertahanlah, tetaplah satu atap, bila perlu, jangankan satu atap, makan pun sepiring berdua seperti hits lagunya Ida Laila.

Orang Arab ketika menanyakan alamat rumah; di mana rumahmu, bukan dengan istilah ayna baytuka, tetapi ayna TASKUNU. Lagi-lagi kalimat taskun atau sukun atau sakinah yang dijadikan referensi. Begitu juga ketika Alloh ﷻ menyuruh Nabi Adam untuk hidup tenteram di surga bersama Hawa: USKUN anta wa zaujuka al-jannah. Tinggallah dengan nyaman bersama istrimu di Surga wahai adam.

Maka SAKINAH adalah kunci utama sekaligus solusi jitu yang diberikan Al Quran kepada kita dalam membina dan menjaga rumah tangga. Jangan takut tidak punya rumah, jikalau sudah sakinah, maka Alloh ﷻ yang akan membuka pintu rezeki mendapatan sandang, pangan, dan papan.

إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“….Jikalau mereka (suami-istri) fakir miskin, Alloh ﷻ yang akan memberikan kecukupan dari karunia-Nya. Alloh ﷻ Maha Luas dan Mengetahui.” (QS. An-Nur: 32) 

🔸MAWADDAH

Mempunyai arti cinta, kasih sayang. Padahal ungkapan syair-syair dan puisi cinta dalam gramatika Arab adalah menggunakan kalimat mahabbah bukan mawaddah. Lalu mengapa Al Quran memilih kalimat Mawaddah daripada Mahabbah? Apa perbedaannya?

Mahabbah dan mawaddah adalah sama-sama cinta kasih yang dikaruniakan Alloh ﷻ kepada umat manusia. Bedanya, mahabbah adalah cinta asmara dua insan yang dilandasi af’al ‘aathifiyah atau perasaan sentimentil, sementara mawaddah adalah cinta asmara dua insan yang dilandasi af’al qolbiyah ma’al masuuliyah cinta kasih dua kalbu yang mempunyai tanggung jawab bersama.

Keduanya jelas sama tetapi tak serupa. Ada perbedaan mendasar. Mahabbah adalah panah asmara yang menancap di dua hati insan yang dimabuk cinta dan cenderung tidak peduli dengan realitas di sekelilingnya. Mahabbah adalah cinta sepasang kekasih di mana dunia hanya miliki mereka berdua.

Sementara itu, mawaddah lebih dari sekadar asmara. Ia dibekali dengan sebuah tanggung jawab atas ikatan cinta. Jika mahabbah adalah cinta sepasang kekasih, maka mawaddah adalah cinta sepasang suami-istri. Masing-masing mempunyai konsekuensi atas cintanya. Mahabbah tidak ada konsekuensi. Tidak ada hak dan kewajiban. Mawaddah meliputi semuanya, ada tanggung jawab, ada hak dan kewajiban. Mahabbah belum tentu mawaddah, tetapi mawaddah sudah pasti mahabbah.

Ada sepasang suami-istri hidup rukun beranak-pinak, penuh cinta dan bahagia hingga kakek nenek, padahal seumur-umur sebelum akad nikah tidak pernah bertemu, apalagi pacaran yang bertahun-tahun. Mereka langgeng dengan mawaddah, tetapi tidak sedikit pasangan suami-istri baru memasuki tahun kedua sudah berantakan rumah tangganya, padahal mereka pacaran sejak SMP hingga wisuda bersama, kemana-mana berdua, lengket seperti prangko, kata anak zaman old. Begitu ijab kabul, rasa hambar mulai terasa, akhirnya ikatan rumah tangganya low bat dan yang kata kids zaman now. Mereka bubar, karena hanya mengandalkan mahabbah. Itulah rahasia kenapa Al Quran memilih kata Mawaddah!

Untuk dapat MAWADDAH Anda harus SAKINAH dahulu, begitu urut-urutannya. Jadi bagi Anda yang tidak pernah pacaran dengan calon istri, suami tidak perlu khawatir. Mawaddah menanti Anda jika Anda mau ber-SAKINAH.

🔸RAHMAH

Jika mawaddah adalah cinta kasih sepasang suami-istri, maka RAHMAH adalah cinta abadi dari Alloh ﷻ, Dzat yang Maha Cinta dan Maha Kasih. Sebuah rumah tangga jika sudah menerapkan dan meng-install sakinah dan mawaddah, maka Alloh ﷻ akan otomatis meng-install cinta-Nya kepada pasangan tersebut.

Diberikan lah rahmah berupa kecukupan rezeki yang barokah, anak-anak yang sholih sholihah, sabar menghadapi musibah, syukur ketika menerima nikmat. Tidak harus kaya, tetapi dimudahkan urusannya, enak dipandang, elok dilihat. Membuat iri banyak orang, padahal kemana-mana hanya naik kendaraan roda dua. Diboncengnya anak dan istrinya dengan penuh riang gembira. Jika kehujanan, basah bersama tertawa bersama.

Masya Allah… 
Kita mungkin sudah tidak asing mendengar anak seorang pejabat, anak seorang artis, anak seorang petinggi tersangkut dan terjerat narkoba. Namun, ada sepasang ayah ibu mengantarkan anaknya di wisuda di sebuah PTN dan menjadi lulusan terbaik dengan nilai tertinggi. Diantarkannya anaknya tersebut menghadiri wisuda dengan menggunakan BECAKNYA… Subhanallah. Itulah Rahmah Alloh ﷻ.

Semoga kita semua diberikan Alloh ﷻ keluarga yang Sakinah, Mawadah dan Rahmah. Amin.

Wallahu A’alam 
bis Showab

Demikian paparan kali ini.
Yang benar datangnya dari اللّه. Yang salah dari ketidaktahuan ana yang masih fakir ilmu agama

Mohon maaf jika ada salah-salah kata dalam penulisan.

 العلم بلاعمل كا لشجر بلا ثمر

Ilmu itu apabila tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.

 جزاكم الله خير جزاء شكرا وعفوا منكم...
فا استبقوا الخيرات...

والسلام عليكم ورحمة الله و بر كاته

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Mala Hasan ~ Lampung
Assalamualaykum Ummi.

Jika seorang istri berkeras tidak ingin tinggal seatap dengan suaminya di luar kota, dengan alasan pekerjaannya. Juga tanggung jawabnya kepda ayah ibunya yang sudah lanjut usia dan sakit-sakit an.

Dan suami dengan terpaksa mengiyakan, apakah tetap berdosa istrinya? 

Sudah diingatkan tapi tetap teguh pada prinsipnya. Jadi, bagaimana kalau seperti ini, Ummi? 

Jazaakillahu khoiran. 

💎Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Ketika seorang wanita sudah menikah maka tanggung jawab beralih kepada suaminya, sehingga otomatis ketaatan kepada suami lebih diutamakan.
 
Tetapi kalau suami mengikhlaskan karena orang tua tidak ada lagi yang mengurusnya, sungguh keputusan yang bijak. 

Komunikasikan dengan baik kepada suami. Sehingga suami pun mengiyakannya dengan ikhlas.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Aisyah ~ Bandung 
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuuh. 

Sekarangkan banyak yang ingin nikah maharnya lantunan Al Qur'an. Apakah bisa dibenarkan mahar pernikahan dengan lantunan ayat suci Al Qur'an?

Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh. 

💎Jawab:
Wa'alaikumussalam warohmatullah wabaarokatuh. 

Mahar adalah sesuatu yang diberikan oleh suami kepada istrinya dengan sebab pernikahan. Mahar itu bisa berbentuk harta benda atau jasa. Allah Azza wa Jalla berfirman,

“Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (QS. An-Nisa: 4).

Mahar termasuk syarat sah pernikahan. Adapun dalil mahar berupa harta benda atau jasa, disebutkan dalam hadis berikut ini,

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu’anhu, ia mengatakan, “Seorang wanita mendatangi Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam lalu menyatakan bahwa dia menyerahkan dirinya untuk Alloh ﷻ dan rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian nabi menjawab, ‘Aku (sekarang ini) tidak membutuhkan istri.’ Maka seorang laki-laki mengatakan, ‘Nikahkan lah aku dengannya.’ Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Berikan sebuah baju untuknya.’ Laki-laki itu menjawab. ‘Aku tidak punya.’ Nabi melanjutkan, ‘Berikanlah sesuatu walaupun cincin dari besi.’ Laki-laki itupun kembali menyatakan dia tidak punya. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Apa yang engkau hapal dari Al Quran?’ Laki-laki itu menjawab, ‘Surat ini dan surat ini.’ Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Kami telah menikahkan mu dengan wanita itu dengan Al Quran yang ada padamu.’" (HR. Bukhari, no. 5029).

Di dalam hadis ini Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan laki-laki tersebut memberikan barang kepada wanita tersebut. Hal ini sebagai dasar argumentasi dibolehkannya memberikan mahar berupa barang kepada calon mempelai. Karena laki-laki tersebut tidak memiliki materi untuk ia berikan maka Nabi memerintahkannya untuk memberikan mahar berupa hapalan Al Quran yang bisa ia ajarkan. Intinya mahar adalah sesuatu yang memiliki harga di masyarakat, baik berupa barang atau jasa.

🌷Lantas kenapa di zaman sekarang banyak sekali yang menginginkan mahar misalkan ingin di mahar dengan surah Ar Rahman, padahal Nabi sendiri pun sebelum ke mahar lantunan Al Qur'an, bertanya dulu pada mempelai pria, misalkan punya barang untuk dijadikan mahar.

Apakah sah nikahnya sama maharnya jika lantunan Al Qur'an?
Bukankah ajaran Nabi itu hasil akhir kalau tidak punya uang atau mas kawin untuk dijadikan mahar bisa dengan barang kalau masih tidak ada, bisa dengan lantunan Al Qur'an,
Lebih baik di mahar pakai gelas satu atau lantunan ayat suci Al Qur'an?

💎Kalau sudah ada dalil hukumnya yang membolehkan in syaa Allah sah mbak. 
Hukum Islam tidak mengatur batasan nilai minimal suatu mahar, karena besarnya suatu mahar diserahkan kepada kesepakatan calon mempelai pria dan calon mempelai wanita. Asalkan mereka sepakat, tentunya mahar tersebut pun sah-sah saja berapapun nilainya.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Aisya ~ Saudia
Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya masih dalam proses istiqomah Ummi dan status saya menikah, akan tetapi orang-orang yang membimbing atau mengajarkan saya (guru-guru saya) adalah laki-laki, bisa dibilang sahabat virtual. 

Apakah itu juga dosa, Ummi? Karena saya belum mendapatkan sahabat perempuan untuk bertanya perihal agama dan komunikasi kami hanya sebatas perihal agama.

Pasangan saya tahu akan hal ini dan mengijinkan karena keterbatasan ilmi yang beliau pahami. 
Terimakasih Ummi sebelumnya. 

Wasallammualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

💎Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Apakah ketika berkomunikasi hanya berdua? Maksudnya waprian dengan pembimbingnya. 

Kalau iya, sebaiknya dihindari. Karena Rasulullah ﷺ melarang kita untuk berkhalwat (berdua-duaan) karena yang ketiganya adalah setan. Ini berlaku juga untuk dunia maya. Setan akan mencari celah untuk menggoda keduanya. 

Jalan aman adalah dengan membentuk grup, dimana ada suami sebagai anggota. Jadi, bersama mencari ilmu dengan suami. 

Adapun untuk menjaga keistiqomahan, lebih baik bergabung dengan komunitas seperti "Perindu Surga", Odoj, odtis, dan komunitas yang bisa menjaga keistiqomahan kita.

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Mala Hasan ~ Lampung
Ummi, Jika kehidupan rumah tangga yang  terkesan kaku dan membosankan karena sikap pasangan yang terkesan terpaksa dalam menjalani pernikahan.  
Apa yang harus diperbaiki dari semua itu? 

Apakah itu karena efek dari perjodohan yang dilakukan orang tua jadi berakibat hal di atas? 
Jazaakillahu khoiran. 

💎Jawab:
Perjodohan hanya salah satu jalan, kalaupun tidak ada perjodohan kalau laki-laki itu jodoh kita maka tetap dipertemukan dalam pernikahan. Jadi yang pertama dilakukan adalah menerima bahwa pernikahan meski melalui perjodohan orang tua merupakan bagian dari takdir yang harus dijalani. 

Saling membuka hati. 
Kemudian berdo'a kepada Alloh ﷻ agar menghadirkan rasa cinta dan sayang pada diri masing-masing. In syaa Allah.

Cinta dan sayang akan tumbuh seiring berjalannya waktu. 
Dan pacaran setelah nikah itu lebih romantis lho. 

Kalau pasangan kaku, kita mulai lebih dulu. 
Kasih perhatian dengan chat mesra. Persering pergi berduaan. Ngebakso misalnya, atau jalan pagi. Pokoknya cari kesempatan berduaan.

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Menikah adalah ibadah terpanjang dalam mengarungi perjalanan hidup seseorang. Jangan sia-siakan suami atau istri yang Alloh ﷻ titipkan kepadamu.

Wallahu a'lam

JIWA YANG MULIA

 


OLeH: Ustadz Mukhtar Azizi, S.Pd.I

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

💎JIWA YANG MULIA

Sebagai manusia yang tidak luput dari dosa, umat Islam harusnya selalu berusaha membersihkan diri secara lahir dan batin. Inilah yang disebut tazkiyatun nafs.

Tazkiyatun nafs terdiri dari dua kata, yakni tazkiyah dan nafs. Tazkiyah berasal dari kata zakka yang artinya penyucian, pembinaan, serta penumbuhan jiwa menuju kehidupan spiritual yang lebih tinggi.

Salah satunya dengan cara dzikir.

Alloh ﷻ berfirman: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh ﷻ sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiada lah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran: 191).

Jiwa yang mulia bersih dari noda dosa.

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1⃣ Mala Hasan ~ Lampung
Titipan pertanyaan tadz. Bagaimana caranya agar hati ini selalu ingin mengingati Alloh ﷻ, terlebih saat benar-benar futur. Terasa sangat sulit memaksa diri.

🔷Jawab:
Cara mengingat Alloh ﷻ, senantiasa mengingat kepada ciptaan dan bersyukur segala nikmat diberikan kepada hamba-Nya.

🌷Jika terlalu banyak beban yang di rasa berat. Harus tetap bersyukur ya Tadz? 

🔷Ini ada pada positif thinking. Hidup di jalani dengan bersyukur, hidup menjadi indah dan nikmat.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Atin ~ Pekalongan
Assalamualaikum Tadz.

Selain dengan berdzikir, ibadah apalagi yang mudah dilakukan untuk menyucikan jiwa?

🔷Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Senantiasa mengunakan pakaian takwa dan mencari rezeki yang halalan thayyibah.

🌷Apa maksudnya pakaian takwa Tadz?

🔷Pakaian yang menutup aurat disertai dengan ilmu dan amal shalih yang mengikuti adab.

🌷Alhamdulillah paham. Maturnuwun sanget Tadz.

0️⃣3️⃣ Safitri ~ Banten
Ustadz agar kita tahu bahwa di hati kita terdapat noda hitam yang membandel bagaimana? Apa dari cara kita 
ibadah atau hal lainya?

🔷Jawab:
Ada ungkapan.
Bila lapar makanlah.
Bila haus minumlah.
Bila kosong hatinya maka berdzikir lah.
Bila jiwa kosong hiasi lah dengan ilmu dan amal shalih.

Noda hitam hati akan terjadi bila ibadah ya karena manusia dan memiliki sifat yang kurang baik.

Cara agar noda hitam ya hilang dengan istighfar dan berbuat baik beserta beramal shalih hanya mengharap ridho ilahi.

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Mala Hasan ~ Lampung
Jika dalam sebuah pertemanan, kita mendapat kabar aib seorang sahabat. Bolehkah kita tanyakan hal itu pada yang bersangkutan Ustadz agar tidak ada salah paham.
Dan bagaimana hukumnya menanyakan kabar tersebut?

Jazaakallahu khoir tadz

🔷Jawab:
Mubah (boleh) agar terjalin keakraban dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

🌷Dalam norma kesopanan, apakah hal itu sopan tadz? Karena berhubungan dengan aib pribadi sahabat.

🔷Kesopanan terletak pada menjaga, mengingatkan dan meluruskan secara fisik dan batin.

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Jiwa mulia akan membawa hidup menjadi bahagia di dunia dan di akhirat, maka siapkan bekal yang terbaik.

Wallahu a'lam

MENJAGA SEMANGAT RAMADHAN SEPANJANG TAHUN

 


OLeH: Bunda Wahyu Tusy Wardhani, S.Si., M.Farm.

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌸MENGHADIRKAN SEMANGAT RAMADHAN SEPANJANG TAHUN

Bulan Ramadhan diibaratkan sebagai madrasah untuk melatih pribadi-pribadi beriman agar dapat berkompetisi melakukan beragam ibadah yang sesungguhnya, pada  sebelas bulan berikutnya. 

Alumninya diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan ibadah-ibadah yang telah dijalaninya selama sebulan penuh. 

Sebab Allah Ta’ala yang disembah dengan sepenuh hati dan seikhlas jiwa pada bulan Ramadhan, Dia juga Rabb yang disembah dan ditaati pada setiap waktu dan tempat.

Berakhirnya Ramadhan menyisakan banyak pengalaman berharga yang harus dilakukan di 11 bulan ke depan.

Jangan sampai semua kebiasaan dan amalan baik juga ditinggalkan setelah berakhirnya Ramadhan.

Untuk menjaga semangat ibadah Ramadhan tetap menyala dibutuhkan niat yang sangat besar. 

Tentunya, jiwa pun akan merasa lebih tenang dan terjaga dari perbuatan - perbuatan buruk. 

Dengan mengetahui cara agar semangat ibadah setelah Ramadhan tetap terjaga, kita bisa membawa suasana ibadah dalam rumah setiap harinya meski Ramadhan telah terlewat.

🔷TUJUAN RAMADHAN : 

 لعلكم تتقون 

LA‘ALLAKUM TATTAQUN 

Orang-orang bertakwa memiliki dua kekuatan, 
★ Kekuatan Motivasi (quwwatul indifaa’) untuk melakukan ibadah dan amal shalih.

★Kekuatan Pengendalian (quwwatul imsaak) dari hal-hal yang diharamkan Alloh ﷻ.

لعلكم تشكرون

LA‘ALLAKUM TASYKURUN 

“Jika kalian bersyukur maka sungguh Aku akan tambahkan untuk kalian, dan jika kalian kufur, sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7) 

“Lihatlah orang yang di bawah kalian dan jangan melihat orang yang di atas kalian karena dengan (melihat ke bawah) lebih pantas untuk kalian tidak meremehkan nikmat Alloh ﷻ yang dilimpahkan-Nya kepada kalian.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

لعلهم يرشدون 

LA‘ALLAHUM YARSYUDUN 

Mampu memimpin nafsunya kepada melakukan apa yang bermanfaat dan meninggalkan apa yang sia-sia.

Semoga dengan bertemunya kita dengan Ramadhan,  Alloh ﷻ anugrahkan kepada kita sifat-sifat tersebut diatas.  Tapi perlu kita waspadai perusak-perusak setelah Ramadhan berlalu. 

★ Waspada Terhadap Perusak 

“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antara mu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain.” [QS. An-Nahl: 92]

Selama Ramadhan kemarin, kita menenun "ketakwaan" kita dengan "benang-benang" Shaum, Tarawih, Tadarus, shalat di mesjid, Shadaqah qiyamullail dan lain-lain. 

Pasca Ramadhan,  jangan biarkan terurai satu demi satu.

🔷TIPS MENJAGA SEMANGAT IBADAH SETELAH BULAN RAMADAN BERLALU 

🔸1. Kuatkan Niat Dan Ber-azam (Berkomitmen Kepada Alloh ﷻ) Untuk Selalu Taat 
Setiap apa yang kita inginkan harus diawali dengan niat. Dengan niat yang sungguh-sungguh, apa yang dicita-citakan dapat segera tercapai. Ber-azam (berkomitmen kepada Alloh ﷻ) untuk selalu taat adalah langkah awal dari sebuah keberhasilan seseorang mencapai kesuksesan yang hakiki.

🔸2. Berdoa Kepada Alloh ﷻ. 
Sebagai hamba yang lemah, baiknya di setiap usaha harus diikuti dengan selalu berdoa kepada Alloh ﷻ. Sertakan Alloh ﷻ dalam setiap target-target kita. memohon lah kemudahan dan kelancaran dalam beribadah dan taat kepada Alloh ﷻ. Agar  Alloh ﷻ senantiasa meridhai niat yang sedang kita usahakan. Sehingga kemudahan dari-Nya selalu menyertai langkah kita.

🔸3. Bersemangat Menambah Ilmu Serta Wawasan Agama 
Dalam melakukan setiap hal harus berdasarkan ilmu. Agar apa yang kamu lakukan memiliki dasar dan alasan. Termasuk semangat ibadahmu kepada Alloh ﷻ. Dengan ilmu, kita tidak akan mudah menanggalkan semangat dalam beribadah.  

🔸4. Berusaha Menjalankan Ibadah Dengan Maksimal Dan Istiqamah 
Memaksimalkan kualitas ibadah wajib dan memperbanyak ibadah sunah. Seperti halnya meningkatkan kualitas shalat wajib, memperbanyak tilawah Quran, berzikir. Menambah dengan yang sunah seperti shalat sunah; Tahajud, Dhuha, Witir. Dan juga melaksanakan puasa sunnah.
Meningkatkan ibadah tentu harus diikuti dengan akhlak yang baik kepada sesama. Seperti akhlak kepada orang tua, guru, saudara, teman, dan lain-lain. Karena selain meningkatkan hablumminallah (hubungan dengan Alloh ﷻ), kita juga perlu memperbaiki hablumminannas (hubungan dengan sesama).

🔸5. Menjaga Diri Dari Maksiat 
Menjaga diri dari maksiat adalah salah satu cara memudahkan kita menjaga semangat beribadah. Karena dengan jauh dari maksiat maka hati menjadi bersih. Hati yang bersih akan selalu dimudahkan dalam menunaikan ibadah dan berbuat baik. Maka, jaga hati kita dengan menjaga diri dari maksiat.
Ramadhan lalu telah mengajarkan kepada kita bagaimana mengendalikan diri dan hawa nafsu lewat ibadah puasa. Pada waktu berpuasa, kita dituntut untuk menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri, berkata kotor, bertengkar, mencaci maki dan sebagainya.

Jika hal-hal yang mubah seperti makan, minum dan hubungan istri dilarang pada waktu berpuasa, maka terlebih lagi hal-hal yang diharamkan. Maka, sudah sepatutnya setelah Ramadhan kita mampu mengendalikan diri dari hawa nafsu dan maksiat, baik berupa perkataan yang haram seperti ghibah, mencaci maki, menghina, menipu, memfitnah dan sebagainya, maupun perbuatan yang haram seperti mencuri, merampok, mencopet, korupsi, memukul, membunuh dan sebagainya. Dengan demikian, pasca Ramadhan perilaku kita menjadi lebih baik.

🔸6. Memilih Lingkungan Yang Kondusif, berkumpul dengan orang-orang saleh.
Ini juga tidak kalah penting dalam memilih lingkungan bergaul. Ketika iman kita masih belum kuat menjaga semangat beribadah. Maka pupuk lah semangat beribadah kita dengan berada di lingkungan yang kondusif yaitu berkumpul dengan orang-orang saleh. Karena kebaikan itu menular. Ketika kita berkumpul dengan orang-orang saleh, kita juga ikutan saleh.

🔸7. Perbanyak Sedekah 
Menjaga semangat beribadah dengan bersedekah. Salah satu cara ampuh meningkatkan semangat beribadah. Dengan gemar berbagi, hati menjadi lapang dan Alloh ﷻ bukakan kemudahan bagi setiap langkahmu untuk menjadi baik di hadapan Alloh ﷻ dan sesama.

🔷SYIAR PASCA RAMADHAN 

◼️1. LAKUKAN SATU PERBUATAN BAIK SETIAP HARI 
Nabi Muhammad ﷺ pernah berkata, "Perbuatan yang paling dicintai Alloh ﷻ adalah yang dilakukan secara teratur, bahkan jika itu kecil." (Hadis Riwayat Bukhari)

◼️2. MEMBACA AL QUR'AN SETIAP HARI 
Amalan baik yang sering dilakukan ketika Ramadhan adalah membaca Al Quran. Bahkan beberapa dari kita bisa mengkhatamkan Al Quran minimal 1 kali dalam sebulan. Membaca Al Quran bisa menjadi cara agar semangat ibadah setelah Ramadhan tetap terjaga.

◼️3. BERDOA SECARA IKHLAS DAN TULUS SETIAP HARI 
Cara agar semangat ibadah setelah Ramadhan tetap terjaga juga bisa kita lakukan dengan berdoa setiap hari.

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

Dalam firman Alloh ﷻ di surat Al Baqarah dijelaskan bahwa Alloh ﷻ terasa dekat dengan hambanya ketika berdoa. Alloh ﷻ pun akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya.
Bagikan perasaan terdalam mu dengan-Nya, dan mintalah dengan sungguh-sungguh apapun yang kamu inginkan.

◼️4. BANYAK BERDZIKIR 
Jadilah orang yang banyak berdzikir kepada Alloh ﷻ, supaya terlindungi dari segala keburukan dan mendapatkan pahala yang besar. Biasakan membaca dzikir pagi dan petang, dzikir sebelum tidur, dzikir keluar dari rumah, dan sebagainya.  Manfaatkan waktu kosong ketika bekerja atau ketika Anda berangkat kerja dengan memperbanyak dzikir kepada Alloh ﷻ.

◼️5. LANJUTKAN AMALIAH SELAMA RAMADHAN 
Melanjutkan amal yang kita kerjakan selama Ramadhan, bisa dijadikan cara agar semangat ibadah setelah Ramadhan tetap terjaga.

🔷CARA MENINGKATKAN IBADAH SETELAH RAMADAN : 

★ Pertama, MUSYARATAH. Berasal dari kata syaaratha-yusyaarithu, artinya saling memberikan syarat. Artinya, mengawali bulan Syawal hendaknya diawali dengan tekad yang bulat untuk benar-benar berupaya meningkatkan amal.

★ Kedua, MURAQABAH.  Yaitu memantau diri atau merasakan bahwa Alloh ﷻ memantau. Jika sikap ini dimiliki, siapa pun tidak akan main-main dalam pelaksanaan tekad tersebut.

★ Ketiga, MUHASABAH, yaitu melakukan introspeksi sejauh mana pelaksanaan tekad yang diikrarkan tersebut. Apakah terlaksana dengan baik, atau terlaksana tetapi dipenuhi dengan kelalaian, atau tidak terlaksana sama sekali," tukasnya.

★ Keempat adalah MU'AQABAH , yaitu memberikan sanksi terhadap kelalaian dalam pelaksanaan tekad tersebut. Sebab, bila kelalaian itu tidak diberikan sanksi, dikhawatirkan kelalaian serupa akan terulang kembali.

★ Kelima, MUJAHADAH,  yaitu mengerahkan segenap kemampuan yang ada pada diri untuk memperbaiki kelalaian.

★ Keenam, TAUBIKH WA MU'ATABAH, yaitu koreksi diri. Dengan cara ini kita menyadari bahwa amal-amal kita penuh dengan kekurangan sehingga ke depan berupaya ditingkatkan," tuturnya.

Ulama mengatakan, “Jadilah engkau hamba Alloh ﷻ Ta’ala (yang istiqamah beribadah setiap saat), dan janganlah engkau menjadi hamba Ramadhan yang semangat beribadahnya hanya di bulan Ramadhan.”

Ramadhan adalah waktu. Ia terus mengajari kita akan hakikat umur.

Apakah umur itu?
Sebagian orang memahami bahwa umur adalah bilangan waktu yang terus berulang.
Selama 30 hari, Al Ustadz Ramadhan mengajari kita bahwa hakikat umur bukanlah bilangan waktu melainkan bilangan ibadah dan amal shalih.
Ramadhan mengajari kita bahwa semua umur adalah istimewa. 
Karena itu bertambahnya umur tidaklah diukur dengan angka bilangan usia, melainkan dilihat mana perkembangan kualitas ibadah.

Demikian akhwat dan ummahat fillah grup Perindu Surga, materi yang bisa saya sampaikan pada malam ini, sebagai terakhir mari kita evaluasi.

Ada 3 kelompok manusia;
1. Kelompok Celaka
2. Kelompok Rugi, dan
3. Kelompok Beruntung

Kelompok yang celaka adalah mereka yang setelah ramadhan itu berubah lebih buruk ketimbang sebelum ramadhan. Kalau saya membandingkan dengan ramadhan terlalu berat ya. Kita bandingkan antara sebelum ramadhan dan setelah ramadhan. Jadi, kelompok yang celaka adalah mereka yang setelah ramadhan ini dia berubah lebih buruk dibanding sebelum ramadhan.

Kelompok yang rugi adalah mereka yang tidak ada perubahan pasca ramadhan dan sebelum ramadhan tidak ada perubahan. Rugi. Sudah Alloh ﷻ beri nikmat bertemu dengan ramadhan selama satu bulan, sudah di diklat khusus oleh Alloh ﷻ beretemu dengan ramadhan selama satu bulan. Ketika ramadhan selesai tidak ada perubahan apapun pada diri dia. 

Dan pastikan kita adalah kelompok orang yang beruntung dimana pasca ramadhan ini kita berubah menjadi lebih bagus dibanding hari-hari sebelum romadhon kita. Fasatabqul Khoirot, afwan.

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Phity ~ Yogja
Curhat ya bun,

Ramadhan ini untuk saya pribadi, alhamdulillah luarbiasa bun. Saya bisa memenuhi target tilawah. Nah, memasuki hari ke 29 saya haid, terus lebaran. MasyaAllah, untuk meningkatkan semangat ibadahnya butuh perjuangan.

Nah, sampai saat ini masih berusaha terus. Apakah kondisi seperti ini saya termasuk orang yang merugi?

🌸Jawab: 
Mbak phity yang dirahmati Alloh ﷻ. 
Kita membandingkannya antara hari-hari sebelum ramadhan dengan hari-hari setelah ramadhan. 

Pastikan bahwa hari-hari setelah Ramadhan harus lebih bagus dari pada hari-hari sebelum Ramadhan. 

Kalau kita membandingkannya dengan Ramadhan,  sangat berat. Ramadhan bulan yang sangat istimewa dan spesial. 

Di bulan tersebut kita mampu puasa setiap hari,  terawih atau qiyamul lail setiap hari, tilawah khatam berkali-kali.

Subhanallah... 
Semoga Alloh ﷻ menganugerahi kita, bisa bertemu dengan Ramadhan kembali.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ iDa ~ Yogja
Jika hal itu saya terapkan juga kepada anak-anak saya, apakah boleh?
Terkadang orang menilai kita sebagai orang tua terlalu memaksa anak. 
Padahal dalam hal ibadah terkadang memang harus dipaksa agar bisa Istiqomah?

🌸Jawab:
Bisa bun. Tapi metodenya sesuai dengan tahapan usia masing-masing anak. 

Dalam pendidikan anak yang belum baligh,  mereka belum terbebani oleh syariat, maka kata kuncinya adalah :
BAGAIMANA CARANYA BIAR ANAK SAYA SUKA BERIBADAH.  Bagaimanapun bentuk ibadahnya. Yang penting mereka suka beribadah. 
Sholat, tidak harus sempurna wudhunya,  menutup aurat, khusyu dan lain-lain. 
Puasa tidak harus subuh sampai maghrib dan seterusnya. Ciptakan kesan yang indah pada ibadah. 

Bagi anak yang sudah baligh, cara mendidik untuk rajin ibadah adalah dengan DIAJAK BICARA.  Sertakan anak-anak kita dalam merancang ibadah-ibadah mereka. Jangan TOP DOWN. Dari atasan ke bawahan. Seperti pemimpin yang diktator.

Jangan lupa doakan anak-anak kita. Doa seorang ibu, insyaAllah di ijabahi.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Atin ~ Pekalongan
Assalamualaikum Bun, 

Ramadhan teramat istimewa, target amalan yaumi mudah terlaksana. Tetapi selepas Ramadhan begitu banyak godaan hingga butuh waktu untuk kembali ke kondisi ibadah sebelum Ramadhan. Kadang nyungsepnya (futur) cukup lama hingga lupa. Mengapa hal seperti ini selalu terjadi?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Iya bun...  
Itu suasana yang rata-rata kita rasakan. Beberapa penyebabnya:

1. Ramadhan syahru mubarak. Penuh keberkahan. Banyak pahala-pahala yang Alloh ﷻ janjikan dengan amal-amal di bulan Ramadhan. Sehingga kita full energi untuk mengejar balasan dari Alloh ﷻ. 

2. Ibadah secara jamai.
Di bulan ramadhan, kita berpuasa bersama, sholat Terawih bersama, tadarus bersama. Jadi amal-amal tersebut menjadi ringan. 

3. Di bulan Ramadhan Alloh ﷻ belenggu setan-setan dan Alloh ﷻ buka pintu surga.

Setan yang sering menggoda kita dalam ibadah, dibelenggu di bulan ramadhan. Kalau di bulan ramadhan masih ada orang yang malas ibadah, berarti itu berasal dari hawa nafsunya.  
Pintu surga dibuka,  artinya Alloh ﷻ mudahkan amalan-amalan untuk memasukkan kita ke surga.

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Safitri ~ Banten 
Ustadzah kenapa kalau pada bulan ramadhanpun masih ada orang yang melakukan kegiatan yang unfaedah dia membuka sendiri jalan setan buat terus membujuk sampai tenggelam, apa jika seperti ini ibadahnya kurang sempurna dan belum diniatkan dengan tulus?

🌸Jawab:
Terkait makna setan-setan dibelenggu di bulan Ramadhan,
menurut Abu Muhammad penulis Kitab ‘Umdatul Qari, mengapa kemaksiatan masih merebak pada bulan Ramadhan walau setan dibelenggu? Jawabannya Setan terbelenggu pada bulan itu bagi orang-orang berpuasa yang menjaga syarat, rukun, dan adabnya. (Syekh Badruddin Al-Aini, ‘Umdatul Qari Syarh Shahihil Bukhari, juz X, halaman 270).

Masalah niat, itu kita tidak bisa menilai niat seseorang.

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Imam Bisyr bin al-Harits al-Hafi pernah ditanya tentang orang-orang yang (hanya) rajin dan sungguh-sungguh beribadah di bulan Ramadhan, maka beliau menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang sangat buruk, (karena) mereka tidak mengenal hak Alloh ﷻ kecuali hanya di bulan Ramadhan, (hamba Alloh ﷻ) yang shaleh adalah orang yang rajin dan sungguh-sungguh beribadah dalam setahun penuh.” 
Inilah hamba Alloh ﷻ  yang sejati, yang selalu menjadi hamba-Nya di setiap tempat dan waktu, bukan hanya di waktu Ramadhan saja.

Wallahu a'lam