Minggu, 22 November 2020

DALAM KEBAIKAN ADA PAHALA, KEKUATAN, DAN KEBERSAMAAN DENGAN ALLOH ﷻ


OLeH  :  Ustadz Syahrawi Munthe 

  💘M a T e R i💘

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Alloh ﷻ atas segala karunia-Nya. Sholat dan salam semoga tercurah pada baginda Nabi Muhammad ﷺ, keluarga dan sahabatnya.  

InsyaAllah, tema kajian kita sore ini tentang pahala, kekuatan dan 

kebersamaan dengan Alloh ﷻ.  

🌸 DALAM KEBAIKAN ADA PAHALA, KEKUATAN DAN KEBERSAMAAN DENGAN ALLOH ﷻ

Tidak ada yang sia-sia di sisi Alloh ﷻ. Sekecil apapun kebaikan, Alloh ﷻ akan membalasnya dengan pahala yang sempurna. Kebaikan yang dilakukan oleh manusia terhadap siapapun akan diberi ganjaran sesuai bobotnya. Kebaikan yang tampak atau tidak tampak oleh kasat mata,  kepada semua makhluk Alloh ﷻ tidak ada yang sia-sia di sisi Alloh ﷻ. 

وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

"Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Alloh ﷻ tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan."

(QS. 11 : 115)

Di ayat lain, Alloh ﷻ menegaskan bahwa kebaikan seberat zarrah pun diberi ganjaran. Bukan ganjaran setimpal tetapi ganjaran yang lebih baik dan berlipat.  

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ ۖ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا

"Sesungguhnya Alloh ﷻ tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Alloh ﷻ akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar." (QS. 4: 40)

Maka berbuat baiklah, sebab sekecil apapun kebaikan itu, niscaya tidak akan luput dari catatan malaikat dan ganjaran Alloh ﷻ. Jika kebaikan itu terus melekat di jiwa dan menjadi kebiasaan maka jadilah ia muhsinin. Alloh ﷻ mencintai orang-orang yang berbuat baik. 

وَأَحْسِنُوَاْ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Berbuat baiklah,  Sesungguhnya Alloh ﷻ Mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS.  2 : 195)

Orang yang berbuat baik juga akan merasakan kebersamaan dengan Alloh ﷻ.  Firman Alloh ﷻ,  “Dan sesungguhnya Alloh ﷻ benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. 29 : 69)

Sebagaimana dulu di zaman Nabi Musa as,  saat pengikutnya khawatir terkejar oleh pasukan Fir'aun yang kejam. Nabi Musa menenangkan mereka dan berkata: 

قَالَ كَلَّا إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

Dia (Musa) menjawab, “Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhan-ku bersamaku, Dia akan Memberi petunjuk kepadaku.”

(QS. 26 : 62)

Kebersamaan dengan Alloh ﷻ seolah memberi kekuatan tersendiri. Orang yang berbuat baik akan merasakannya,  bahwa Alloh ﷻ bersamanya. Inilah yang membuat Rasulullah ﷺ selalu tenang dari operasi orang-orang kafir yang ingin menangkap dan membunuhnya, saat dalam keadaan genting berada di dalam gua bersama Abu Bakar.  Rasulullah ﷺ mengatakan: 

لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا

“Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Alloh ﷻ bersama kita.” (QS. 9 : 40)

Maka berbuat baiklah, sebagaimana Alloh ﷻ perintahkan kepada umat terdahulu.  

"Janganlah kamu menyembah selain Alloh ﷻ, dan berbuat kebaikan lah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikan lah shalat dan tunaikan lah zakat." 

(QS. 2 : 83)

Di ayat lainnya, Alloh ﷻ mengingatkan: 

"Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Alloh ﷻ tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri." ( QS. 4: 36)

Rasanya begitu banyak jalan menuju jalan kebaikan. Tentu dari hal yang paling kecil. Mendoakan saudara adalah kebaikan, menyingkirkan duri dari jalanan merupakan kebaikan, menyampaikan dakwah dan mengajarkan ilmu, berbagi dengan yang lain, berjiwa itsar dan memudahkan kesulitan saudaranya, serta berjihad di jalan Alloh ﷻ adalah kebaikan-kebaikan yang sudah disiapkan. Tinggal kita berlomba-lomba untuk melaksanakannya (fastabiqul khairat). 

Semoga kita diberi kekuatan untuk mengerjakan kebaikan sebanyak-banyaknya sebagai bekal untuk berjumpa dengan Sang Khalik. Amin.  

Wallahu a'lam

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷

         💘TaNYa JaWaB💘

0️⃣1️⃣ Titin ~ Jambi

Assalamualikum, Ustadz. 

Ustadz, kebaikan sebesar zarrah akan diberi ganjaran yang lebih baik dan berlipat, bagaimana dengan keburukan atau perbuatan dosa bila seseorang telah bertobat?

Apakah akan tetap mendapat balasan atas dosa-dosanya, Ustadz?  

Mohon penjelasannya. 

🔷Jawab:

Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Perbuatan dosa akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan porsi dosa tersebut. Apakah yang dilakukan dosa besar atau kecil, apakah dosa hanya untuk diri sendiri, atau dosa jariyah. Jika dosa-dosa kecil akan terhapus dengan amalan-amalan shalih dan taubat kepada Alloh ﷻ. Sedang dosa besar, tergantung kepada Alloh ﷻ, dan urusan antar manusia dalam dosa tersebut. 

Misal, pembunuh akan berdosa, maka akan di-qisas jika pihak yang terbunuh tidak memaafkan. Tetap jika mendapat pemaafan, maka tidak di-qisas, dan bisa diubah dengan membayar kafarat. Dengan demikian, insyaAllah Alloh ﷻ mengampuninya karena urusan antar manusia selesai. 

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Safitri ~ Banten

Assalamualaikum Ustadz,  

Kalau kita berbuat baik tapi perbuatan baik kita tidak dilihat, bukan tidak dilihat sih tidak dihargai begitu terus dalam hati bertanya-tanya kenapa sih kok begini yah.

Apa itu artinya kita tidak ikhlas dalam melakukan kebaikan itu? 

Ketika kita ngeluh dengan perbuatan baik kita yang tidak dianggap itu bagaimana ustadz?

🔷Jawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Sebenarnya manusiawi saja kalau kita berbuat baik pada seseorang tapi tidak dihargai, maka yang muncul adalah dongkol dan kesal. Namun, orang yang imannya sudah kuat, akhlaknya teruji dan niatnya untuk dakwah, maka dia berbuat baik saja terus, tanpa melihat reaksinya dari, agar terjaga keihklasan.  Semua amal akan bernilai saat ia dilakukan dengan ikhlas karena Alloh ﷻ,  bukan karena manusia. 

Wallahu'alam. 

🌴Ustadz nanya lagi tapi diluar tema, kan sekarang lagi riuh tentang penghinaan Nabi, nah itu dilakukan oleh Presiden Prancis sekarang kan produk-produk dari Prancis diboikot tapi masih ada kan yang belum diboikot juga produknya kalau misal kita beli produk itu atau pakai tanpa sengaja karena tidak tahu sudah terlanjur beli itu bagaimana, Ustadz? Dosa tidak, apa orang tersebut termasuk ke golongan yang penghina Nabi itu naudzubillah...  

🔷Kasus ini sepertinya perlu pendalaman, sehingga kita tidak salah bertindak. Benar memang, kepala negaranya membela warganya yang menghina Nabi atas nama kebebasan. Tapi sesungguhnya tidak seluruhnya terlibat di dalamnya, karena di sana ada juga yang muslim. 

Namun, untuk pelajaran, dan membuktikan persatuan Islam yang kuat, dan tidak rela Nabinya dihina, maka boleh saja kita ikut memboikot produk negara. Persoalan dosa, sebenarnya hubungan transaksi muamalah dengan siapapun dibolehkan dalam Islam. 

Wallahu'alam. 

0️⃣3️⃣ Lilis Dita ~ Ponorogo

Assalamualaikum, 

Bagaimana cara kita agar menguatkan hati selalu bersyukur ketika sesuatu itu tidak sesuai dengan yang kita inginkan?

🔷Jawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Caranya luruskan niat, sering berlapang dada. Artinya menerima semua takdir Alloh ﷻ, saat ikhtiar maksimal sudah dilakukan. Selebihnya serahkan saja pada Alloh ﷻ. 

Wallahu'alam. 

0️⃣4️⃣ Ratih ~ Dumai 

Assalamu'alaikum ustadz,

Jalan jihadnya seorang istri itu apa saja? Apakah mengurus suami, keluarga, anak-anak bisa menjadi jalan jihad seorang istri, Ustadz? 

🔷Jawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Jika merujuk ke hadist, maka jihadnya istri adalah di rumah. Melayani suami dan mengurus keluarga adalah tugas mulia yang tiada bandingannya. Bukan berarti juga, tidak boleh wanita bekerja ya. Sebab, jika keahliannya dibutuhkan, maka itu juga menjadi ladang amal baginya. 

Wallahu'alam. 

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷

 💘CLoSSiNG STaTeMeNT💘

Sehat dan semangat ibadah ya... 

Wallahu a'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar