Selasa, 28 Mei 2019

TERTIPU ANGAN-ANGAN



OLeH: Ustadz Syahrawi Munthe

           💎M a T e R i💎

Assalamu'alaykum wr.wb.

Segala puji bagi Allah atas segala karuniaNya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah atas baginda Nabi Muhammad ﷺ.

InsyaAllah tema kajian kita sore ini adalah "TERTIPU ANGAN-ANGAN".

Salah satu angan-angan terbesar di sepanjang masa, sejak manusia pertama hingga manusia terakhir nanti, adalah masuk surga. Berangan masuk surga karena surga adalah tujuan akhir yang hendak dituju yang penuh dengan kenikmatan.

Orang Yahudi berangan-angan dengan kondisi mereka dan agama yang dijalankan lengkap dengan tata caranya, kelak akan dapat balasan surga. Mereka akan masuk ke dalamnya karena amal baiknya.

Demikian juga orang-orang Nasrani, berangan-angan masuk surga karena mereka telah ditebus dosanya oleh Nabi Isa (yang dianggap sebagai Tuhan Yesus). Orang lain (diluar Nasrani) dianggap sebagai domba tersesat. Jika ingin selamat, maka harus ikut agama Nasrani.

Klaim Yahudi dan Nasrani ini dibantah 'keras' oleh Allah, karena itu semua hanya angan-angan kosong belaka. Bahkan Allah meminta mereka menunjukkan bukti kebenaran agama yang mereka anut. Firman Alloh ﷻ :

وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ ۗ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

"Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar."
(QS. 2 : 111)

Hal ini biasanya akan menimbulkan perdebatan, karena saling mengklaim siapa sesungguhnya yang akan masuk surga. Tapi bagi muslim, rasanya tak perlu berdebat panjang, karena Islam punya akidah yang lurus dan orisinal dan tetap terjaga hingga hari kiamat nanti. Jikapun ada agama lain yang berdebat tentang kebenaran Islam maka katakanlah,

{فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ

Kemudian jika mereka "mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah, "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku." (QS. 3 : 120)

Allah mengajarkan bahwa pahala yang dijanjikan adalah benar adanya. Barangsiapa yang beramal shalih baik laki-laki maupun perempuan maka balasannya adalah surga. Sedang 'pahala' bagi orang-orang kafir terhapus semuanya. Amal mereka hanyalah fatamorgana.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمالُهُمْ كَسَرابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّى إِذا جاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئاً

"Dan orang-orang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga; tetapi bila didatanginya, dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun." (QS. 24 : 39)

Inilah sebabnya mengapa angan-angan masuk surga bagi Yahudi dan Nasrani hanyalah 'angan' kosong belaka. Amal yang dikerjakan, sebanyak apapun hilang bak fatamorgana.

Karena terbuai dengan angan kosong, di akhirat nanti orang-orang kafir akan menyesal. Mereka menyesal karena tetap dalam kekafiran sampai akhir hayatnya. Mereka katakan, "seandainya dulunya kami adalah orang-orang Islam (muslim)."

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ

"Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim."
(QS. 15 : 2)

Ibnu Katsir mengemukakan salah satu pendapat dalam tafsirnya bahwa makna ayat ini adalah setiap orang kafir di saat menghadapi kematiannya menginginkan seandainya saja dia menjadi orang mukmin sebelumnya.

Sebab itu, bagaimana sikap muslim terhadap orang kafir? Mendakwahinya mungkin bisa jadi opsi untuk menjelaskan kebenaran dan angan-angan kosong mereka. Tapi ada ayat  yang mengatakan :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman."
(QS. 2 : 6)

Maka kata Allah, biarkan saja mereka dalam kehidupannya, menikmati makan dan bersenang-senang serta lalai dengan angan-angan kosongnya. Selanjutnya Allah akan buat perhitungan bagi mereka.

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

"Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)."
(QS. 15 : 3)

Dengan demikian, yang boleh berangan-angan hanyalah muslim, tetapi tentunya dengan amal shalih.

Wallahu'alam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
        💎TaNYa JaWaB💎

0⃣1⃣ Serra ~ Malang
Assalamualaikum ustadz, 

Bagaimana kita menyikapi orang terdekat kita yang memuji serta sangat dengan nasrani di karenakan orangnya baik dan sebagainya.
Terima kasih.

🌸 Jawab:
Wa'alaykumussalam wr.wb.

Jika hanya sekadar saja tidak apa, bahwa orang tersebut baik. Tentu kita sebagai orang beriman, harus lebih baik lagi. Cuma kan, kebaikan orang nasrani, sebatas untuk muamalah manusia saja, ia tidak akan mendapatkan pahala. Tapi orang yang beriman, insyaAllah dapat pahala dari kebaikannya.

Wallahu'alam

💎 Tapi kalau kebaikannya agar Kita masuk agamanya, baiknya jita bagaimana menyikapinya? Sisi lain kita tidak boleh berburuk sangka,  sisi lain ada orang seperti itu?
Terima kasih cukup dari saya terima kasih

🌸Jika ada indikasi bahwa kebaikannya ada misi tertentu, maka coba dicari informasi tentang orang itu. Jika ternyata missionaris, ya ditinggal saja, kalau berani tantang debat saja secara ilmiah tentunya. Jadi tidak usah diterima pemberiannya atau kebaikannya.

Wallahu'alam

0⃣2⃣ Ridha ~ Bekasi
Ustadz, umat Nabi Muhammad  ﷺ masuk neraka seperti hujan.

Bagaimna meyakinkan  orang lain, bahwa Islam ada agama keselamatan.

Jazakallah khair.

🌸 Jawab:
Masuk surga juga insyaAllah seperti derasnya hujan. Soal meyakinkan orang lain, memang perlu referensi yang banyak, dan pembahasan yang dalam. Jika orangnya mau, ajak saja ikut pengajian. Jika kita punya referensi yang cukup banyak, insyaAllah bisa menjelaskan dengan baik. 

Sebagai misal, asal kita dari mana, kenapa kita harus menyembah Alloh ﷻ, ada apa dengan Al Qur'an dan seterusnya.  Kalau kita menjelaskan, insyaAllah orang itu akan yakin.

Wallahu'alam

0⃣3⃣ Eriska ~ Pangkal Pinang
Assalamu'alaikum ustadz,

Jika semua umat nabi Muhammad ﷺ masuk surga semua in syaa Allah. Bagaimana dengan umat Islam saat yang menyembah kekuasaan, uang, dan jabatan. Sehingga kemungkaran terjadi di mana-mana. Apakah mereka berhak masuk surga?

🌸 Jawab:
Wa'alaykumussalam wr.wb.

Iya betul. Rasulullah ﷺ menggaransi itu. Barang siapa yang ada iman di dadanya, seberat zarrahpun, ia masih mengakui Laa ilaaha illallaah, maka ia akan masuk surga.

Sedang orang-orang yang buta hatinya akan kekuasaan, harta dan jabatan, maka ia berdosa. Dosanya akan dipertangungjawabkan dihadapan Alloh ﷻ. Bisa jadi masuk neraka dulu sesuai bobot dosanya, setelah ia 'bersih' baru masuk surga. Tapi selama apa di neraka.

Wallahu'alam

0⃣4⃣ Lisa ~ Malang
Seseorang yang terbuai dengan angan-angan, kebanyakkan hubuddunya njeh ustadz?

Bagaimana jika sudah sering mengingatkan, bahkan sampai diajak ziarah ke kuburan (tapi tidak malam hari, ustadz) masih saja hubuddunya, apakah beliaunya termasuk hati yang sudah mati?
Afwan ustadz atas pertanyaan Saya yang fakir ilmu ini.

🌸Jawab:
Kadang memang proses menjadi ahli ibadah itu butuh waktu. Ada momen-momen yang membuat seseorang akan lebih baik dari sebelumnya.

Artinya jika ingin jadi orang shalih, harus dari usaha sendiri. Tekadnya harus ada.
Terkait dengan kasus di atas, bisa jadi hatinya belum tersentuh, belum 'klik' dengan hatinya sehingga belum berubah. Semoga suatu saat nanti bisa berubah. Atau bisa jadi hatinya memang sudah tidak peka lagi dengan kebenaran, sehingga dikasih tahu apapun, ia tidak berubah.

Wallahu'alam

0⃣5⃣ Safitri ~ Banten
Ustadz bagimana dengan seseorang yang masih dalam proses hijrah insya allah istiqomah tapi dia selalu berangan-angan tentang apapun itu. Nah itu bagimana ustadz, berangan-angan semuanyalah, ntah itu negatif atau positif itu bagaimana ustadz?
Apa dia termasuk orang yang masih belum bisa menetapkan iman.

Makasih

🌸 Jawab:
Iya tidak apa-apa.
Berangan boleh, tapi sesuaikan antara angan dan amal. Tentunya beriman juga.

Contoh, ia berangan ingin masuk surga, dan melakukan banyak amal shalih. Maka insyaAllah ia akan sampai pada angannya. Tapi jika ia berangan masuk surga, tapi amal tidak ada, melakukan dosa terus, dan imannya abu-abu, maka bagaiama ia sampai pada angannya. Amal bisa bertahap. Allah suka amal yang continue, walaupun sedikit-sedikit. 

Wallahu'alam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Selamat berbuka semua ya...

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

RUQYAH



OLeH: Ustadz Abah Kaspin

        💎M a T e R i💎

RUQYAH ATAU RUKYAH (ARAB: رقية; INGGRIS: EXORCISM)

Adalah metode penyembuhan dengan cara membacakan sesuatu pada orang yang sakit akibat dari ‘ain (mata hasad), sengatan hewan, [bisa, sihir] rasa sakit, gila, kerasukan dan gangguan jin.

🔹DEFINISI RUQYAH

Pengertian ruqyah secara terminologi adalah al-‘udzah (sebuah perlindungan) yang digunakan untuk melindungi orang yang terkena penyakit, seperti panas karena disengat binatang, kesurupan, dan yang lainnya.  Ruqyah terkadang disebut pula dengan ‘azimah (azimat).

Fairuz Abadi berkata: “Yang dimaksud ‘azimah-‘azimah adalah ruqyah-ruqyah. Sedangkan ruqyah yaitu ayat-ayat Al-Qur`an yang dibacakan terhadap orang-orang yang terkena berbagai penyakit dengan mengharapkan kesembuhan."

Sedangkan makna ruqyah secara etimologi syariat adalah doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk mencegah atau mengobati bala dan penyakit. Terkadang doa atau bacaan itu disertai dengan sebuah tiupan dari mulut ke kedua telapak tangan atau anggota tubuh orang yang meruqyah atau yang diruqyah. Tentunya ruqyah yang paling utama adalah doa dan bacaan yang bersumber dari Al-Qur`an dan as-sunnah.

🔹PEMBAGIAN RUQYAH

Dalam syariat Islam dikenal dua macam ruqyah, yaitu ruqyah syar'iyah dan ruqyah syirkiyah.

√ Ruqyah syariyah yaitu ruqyah yang benar menurut syariat Islam diantaranya dengan cara membacakan ayat Al-Qur'an  sebagaimana di antara nama surat Al-Fatihah adalah Ar-Ruqyah, meminta perlindungan kepada Allah, zikir dan doa dengan maksud menyembuhkan sakit. 

√ Sedangkan Ruqyah Syirkiyah adalah yang biasa dipraktikkan para dukun. Ruqyah di kalangan para dukun dikenal dengan istilah jampi-jampi atau mantra.

🔹BATASAN RUQYAH

Ruqyah yang syar’i memiliki beberapa ketentuannya tertentu. Jika tidak memenuhi kriteria tersebut maka ruqyah tersebut tidak syar'i, yakni serupa dengan jampi-jampi yang dilakukan oleh para dukun. Kriteria ruqyah yang syar’i (yang sesuai syariat Islam) dijelaskan berikut ini:

Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an, do’a yang syar’i atau yang tidak bertentangan dengan do’a yang dituntunkan.

Menggunakan bahasa Arab kecuali jika tidak mampu menggunakannya.

Tidak bergantung pada ruqyah karena ruqyah hanyalah sebab yang dapat berpengaruh atau tidak.
Isi ruqyah jelas maknanya.
Tidak mengandung do’a atau permintaan kepada selain Allah (semisal kepada malaikat, jin, atau makhluk lainnya).

Tidak mengandung ungkapan yang diharamkan, seperti celaan.

Tidak menyaratkan orang yang diruqyah mesti dalam kondisi yang aneh seperti harus dalam keadaan junub, harus berada di kuburan, atau mesti dalam keadaan bernajis.

Sebagaimana dinukil dari "Fathul Majid", Imam As-Suyuthi berkata, “Ruqyah itu dibolehkan jika memenuhi tiga syarat: Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an atau nama dan sifat Allah. Menggunakan bahasa Arab atau kalimat yang mempunyai makna (diketahui artinya). Harus yakin bahwa ruqyah dapat berpengaruh dengan izin Allah, bukan dari zat ruqyah itu sendiri.”

Dari kriteria-kriteria di atas dijadikan tolok ukur untuk dapat mengkategorikan mana praktik ruqyah yang benar dan mana yang menyimpang. Jika si pelaku menggunakan mantera-mantera yang tidak jelas maknanya, menggunakan do’a yang tidak dipahami, atau menyembuhkan dengan jalan memindahkan penyakit yang diderita ke hewan, maka hal seperti ini dikategorikan sebagai tindak perdukunan. Lebih terlarang lagi apabila di dalamnya menggunakan jampi-jampi yang jelas-jelas mengandung kesyirikan, meminta tolong pada jin, atau meminta agar kita menyembelih hewan tertentu untuk jin. Yang seperti ini jelas syirik. Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa dia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya mantra-mantra, jimat-jimat dan pelet adalah syirik.”

Hadits ini menunjukkan akan adanya jampi-jampi atau mantra-mantra yang mengandung kesyirikan.

🔹PENERAPAN

Disebutkan dalam suatu hadits bahwasanya Nabi Muhammad pernah disihir orang, sehingga Malaikat Jibril datang dan mengajarkan ruqyah kepadanya dengan cara membaca Al-Mu’awwidzat sehingga hilanglah pengaruh sihir tersebut.


🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
        💎TaNYa JaWaB💎

0⃣1⃣ Sari ~ Medan
Pertanyaan saya sebenarnya dalam kondisi yang seperti apa seseorang harus diruqyah, dan surah apa saja yang dibaca untuk ruqyah   mandiri?

🌴Jawab :
Sari yang baik,
Kondisi sering mimpi buruk atau bahkan kesurupan.

Secara umum semua ayat quran bisa untuk ruqyah,
namun biasanya dan berdasar keterangan ada beberapa ayat atau surat yang khusus.
1. Alfatihah 7x
2. Ayat kursi 7x
3. Qulhu 7x
4. Alfalaq 7x
5. Annas 7x

Waktu yang baik adalah ketika siap.

0⃣2⃣ Cleo ~ Kramat Jati
Abah.. afwan.
Semisal untuk melaksanakan ibadah saja kadang malas dan banyak menunda.
Apakah ini perlu juga di ruqyah?

🌴Jawab:
Cleo yang baik,
Tidak mesti, itu mah harus dipaksa.

0⃣3⃣ Bila ~ Tegal
Assalamu'alaikum,

Beberapa hari lalu ketika mendengar murotal saat mau tidur hati (dada) merasa sakit tidak tenang begitu dan tentunya gelisah apa ini perlu dilakukan ruqyah?
Padahal ibadah selalu dikerjakan termasuk membaca Al qur'an.
Terimakasih

🌴Jawab:
Wa'alaikumsalam,

Bila yang baik,
Tidak perlu,  kalau tidak mau
dicari saja dulu masalahnya apa.

0⃣4⃣ Evi ~ Jaksel
Assalamualaikum,

1. Bagaimana cara merugyah diri sendiri agar terhindar dari seumpama orang-orang sekitar yang berniat jahat? Lantas kalau kita tahu ada orang yang memakai cara haram untuk melariskan jualannya bagaimana menegurnya?

2. Adakah cara meruqyah anak kecil yang tadinya membangkang agar bisa menjadi penurut?

Terimakasih jawabannya maaf melenceng dari tema.

🌴Jawab:
Evie yang baik,
1. Baca ayat kursi sebelum tidur.

2. Anak kecil butuh teladan.

Di dunia yang penuh dengan kebencian, kita harus tetap berani berharap.
Dalam dunia yang penuh dengan kemarahan kita harus tetap berani hidup dengan nyaman.
Di dunia yang penuh dengan keputusasaan, kita harus tetap berani untuk bermimpi dan di dunia yang penuh dengan keraguan, kita harus tetap berani percaya.

Wassalam

0⃣5⃣ Bunda khansa ~ Bekasi
Bismillah...

Abah, kalau kita ingin ruqyah mandiri bacaan apa saja yang harus kita baca dan waktu yang bagus untuk ruqyah itu kapan?
Terimakasih abah.

🌴Jawab:
Bunda Khansa yang baik,
secara umum semua ayat quran bisa untuk ruqyah.

Namun biasanya dan berdasar keterangan ada beberapa ayat atau surat yang khusus.
1. Alfatihah 7x
2. Ayat kursi 7x
3. Qulhu 7x
4. Alfalaq 7x
5. Annas 7x

Waktu yang baik adalah ketika siap.

0⃣6⃣ Hesti ~ Jogya       
Maaf sebelumnya, makan saya banyak dan seolah-olah tidak pernah kenyang, padahal porsi makan bisa dikatakan luar biasa dan sering buang angin (hati sangat kesal) habis wudhu, hampir sujud terakhir, apakah perlu rukqyah abah, sekali mohon maaf.

🌴Jawab:
Hesti yang baik.
Ya coba aja di ruqyah.

Di dunia yang penuh dengan kebencian, kita harus tetap berani berharap.
Dalam dunia yang penuh dengan kemarahan kita harus tetap berani hidup dengan nyaman.
Di dunia yang penuh dengan keputusasaan, kita harus tetap berani untuk bermimpi dan di dunia yang penuh dengan keraguan, kita harus tetap berani percaya.


🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Di dunia yang penuh dengan kebencian, kita harus tetap berani berharap.

Dalam dunia yang penuh dengan kemarahan kita harus tetap berani hidup dengan nyaman.

Di dunia yang penuh dengan keputusasaan, kita harus tetap berani untuk bermimpi dan di dunia yang penuh dengan keraguan, kita harus tetap berani percaya. (MJ)

Wassalamu'alaikum wr.wb.

MEREKA YANG BERDUSTA



OLeH: Ustadz Syahrawi Munthe

           💎M a T e R i💘

Assalamu'alaykum w.wb.

Segala puji bagi Allah atas karuniaNya. Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah ﷺ.

InsyaAllah tema kajian kita sore ini adalah

MEREKA YANG BERDUSTA

Dusta adalah kebohongan. Salah satu amal yang Allah haramkan. Dusta menjadi salah satu ciri orang munafik, yaitu ketika ia bicara, ia berdusta.

إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ..

"Apabila Ia bicara, ia dusta."
(HR. Bukhari Muslim)

Dusta akan merusak iman dan menjauhkan hati darinya. Semakin banyak seseorang berdusta, maka sesungguhnya imannya semakin rapuh.

اَلْكَذِبُ يُجَانِبُ اْلإِيْمَانَ

"Dusta akan menjauhkan keimanan."
(HR. Al Baihaqi)

Bani Israil adalah kaum yang banyak berdusta. Mereka mendustakan rasul-rasul yang diutus padanya beserta risalah kebenaran yang dibawanya. Tidak sebatas itu saja, selain berdusta mereka juga membunuh para rasul tersebut.

أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ..

"Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?"
(QS. 2 : 87)

Allah mengisahkan dalam Al Quran tentang orang-orang Yahudi  yang mendustakan sebagian dari kita Allah. Mereka memutar-mutar lidahnya (mengubah isinya) lalu mengatakan hal tersebut berasal dari Allah. Padahal mereka berdusta.

وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

"Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui." (QS. 3 : 78).

Ibnu Katsiir menafsirkan ayat tersebut di atas, mengatakan bahwa tujuan orang Yahudi melakukan demikian agar yang tidak mengerti menduga bahwa itu adalah isi Kitabullah, lalu menisbatkannya kepada Allah, padahal hal itu dusta terhadap Allah. Mereka melakukan demikian dengan penuh kesadaran bahwa mereka telah berdusta serta semua yang ia bacakan itu hanyalah buat-buatan mereka sendiri.

Tuduhan orang-orang kafir kepada Nabi Muhammad bahwa Al Qur'an adalah kebohongan yang diada-adakan Rasulullah. Mereka berlaku dzalim dan berdusta yang yang besar.

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا إِفْكٌ افْتَرَاهُ وَأَعَانَهُ عَلَيْهِ قَوْمٌ آخَرُونَ ۖ فَقَدْ جَاءُوا ظُلْمًا وَزُورًا

"Dan orang-orang kafir berkata: "Al Quran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain"; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar."

Maka orang-orang kafir yang berdusta kepada Allah, mereka diancam dengan neraka Jahannam.

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَذَبَ عَلَى اللَّهِ وَكَذَّبَ بِالصِّدْقِ إِذْ جَاءَهُ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ

"Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?" (QS. 39 : 32)

Kelak wajah atau muka orang-orang yang berdusta, yang Allah tempatkan di neraka Jahannam, akan berwarna hitam. Tidak ada sedikitpun titik 'cahaya'  di wajahnya. (Lihat QS. 39 : 60)

Di surat Al Mursalat, Allah Azza wa Jall, mengulang ayat berikut sebanyak 13 kali sebagai ancaman bagi para pendusta yaitu orang-orang yang mendustakan azab Allah dan hari kiamat.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

"Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."

Kisah para pendusta ini banyak 'mewarnai' isi Al Qur'an. Kaum Nabi Nuh mendustakannya hingga ia mengadu kepada Allah,

قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوْمِي كَذَّبُونِ

"Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku."
(QS. 26 : 117)

Kaum 'Aad (Kaum Nabi Hud) mendustakan para Rasul (QS. 26 :123).  Kaum Tsamud juga mendustakan Nabinya Shaleh (QS. 26 : 141). Kaum sodom mendustakan Nabi Luth, lalu penduduk 'Aikah mendustakan Nabi Syu'aib. Fir'aun dan bala tentaranya mendsutakan Nabi Musa. Demikian seterusnya, hingga Nabi Muhammmad, kerasulannya didustakan oleh kaum Nasrani dan Yahudi.

Maka, para pendusta ini akan dikumpulkan dan ditanyai oleh Allah di akhirat nanti :
"Hingga apabila mereka datang, Allah berfirman: "Apakah kamu telah mendustakan ayat-ayat-Ku, padahal ilmu kamu tidak meliputinya, atau apakah yang telah kamu kerjakan?"."
(QS. 27 : 84)

Sedang bagi orang-orang yang beriman, Allah ingatkan mereka bahwa tidak ada kebenaran yang boleh didustakan, tidak pantas mendustakan semua nikmat yang Allah berikan. Ayat berikut berulang 31 kali sebagai pengingat,

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan."

Semoga Allah lindungi kita dan keturunan kita kelak, agar terhindar dari sifat pendusta.
Aamiin.


🌸🌸🌸🌟🌟🌟🔷🔷🔷
        💎TaNYa JaWaB💘

0⃣1⃣ Phity ~ Jogja
Ustadz, akhir-akhir ini banyak sekali berita yang simpang siur. Bahkan termasuk ketika kita mau mengikuti apa yang dilakukan dan dipilih oleh ulama-ulama, ada yang menganggap kami ini terdoktrin oleh ulama. Ketika menyampaikan link berita yang diyakini benar, malah dianggap berdusta.
Bagaimana kita menghadapi situasi seperti sekarang ini ustadz?

🌷Jawab:
Dalam Islam ada kaedah dalam menerima informasi atau berita agar tidak menyesal ketika terjadi masalah. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS. 49 : 6)

Informasi yang kita terima dari banyak sumber sebaiknya tabayyun dulu, cek dan ricek ke orang-orang yang kita yakini, supaya bisa terkonfirmasi benar tidaknya.

Terkait dengan doktrin ulama, jika memang baik dan benar, diikuti saja. Karena itu bagian dari menegakkan kebenaran. Sebab salah satu sifat orang-orang yang beriman adalah tidak khawatir atau takut dengan celaan orang-orang yang suka mencela. 

Wallahu'alam

0⃣2⃣ Setya ~ Karanganyar
Ustadz, antara berdusta dan curang itu dosanya besar mana? 
Syukron.

🌷Jawab:
Berbuat curang dan berdusta, sama-sama dosa yang harus dihindari. Besar mana dosanya?  Berbuat curang, Allah sebut celakalah orang-orang yang berbuat curang.

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ

"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang."

Berbuat curang adalah dosa besar.
Berdusta juga perbuatan dosa besar apalagi berdusta kepada Allah. Allah ancam dengan dosa besar. 
Karena itu, jauhi berbuat curang dan berdusta.

Wallahu'alam

0⃣3⃣ Chie ~ Jawa Timur
Ustadz, jika kita terpaksa berbohong agar lawan bicara kita kembali memiliki semangat hidup, apakah hal tersebut membuat diri termasuk golongan kaum munafik serta jauh dari ridhoNya?

Jazakallahu khoir sebelumnya

🌷Jawab:
Boleh berbohong untuk mendamaikan orang yang berselisih atau sedang bertengkar, apalagi sedang diam-diaman. Tujuannya agar mereka berdamai kembali. Sedang terhadap orang yang tidak punya motivasi hidup, saya belum menemukan dalilnya.

Wallahu'alam

0⃣4⃣ Safitri ~ Banten
Assalamuaikum,

Kalau misalkan kita berbohong karena malas dan tidak mau melakukannya semisal berbohong terhadap pasien nah si pasien ini rese banget, nyebelin, bikin emosi dia nanya-nanya obat terus saya suka bilang begini tidak ada obatnya kosong, harus pakai resep dokter itu karena saya tuh malas bolak-balik,  itu termasuk mendzolimi pasien kah?
Makasih

🌷Jawab:
Wa'alaykumussalam wr.wb.

Iya benar.
Harusnya tidak melakukan demikian, karena kita kerja adalah untuk melayani. Apapun yang dihadapi dalam pelayanan, mungkin kesal, marah atau dongkol, sebaiknya tidak sampai berbohong. Harus diingat bahwa kita digaji, untuk melayani orang lain, jadi hadapi saja dengan sekuatnya. Gaji kita bisa tidak berkah, jika membuat orang lain terdzolimi.

Wallahu'alam

💎Kalau kita bekerja terdzolimi juga bagaimana ustadz, kinerja kita tidak dihargain kita udah mentaati peraturan kita sudah bekerja sesuai perturatan tapi malah bos bersikap semena-mena sama karyawan itu bagaimana ustadz?

🌷Ya memang serba salah. Inikan posisinya kita butuh kerja dan uang. Kita sdh maksimal bekerja, tapi bos tidak menghargai. Berarti bosnya dzalim. Kalau di pemerintahan, dicoba saja untuk minta dimutasi ke bidang lain atau tempat lain. Tapi jika di swasta, agak sulit. Karena yang berkuasa ya si Bos. Jika nekat, cari pekerjaan lain.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

KONSULTASI RAMADHAN



OLeH: Ustadz Farid Nu'man Hasan

         💘TaNYa JaWaB💘

0⃣1⃣ Safitri- banten
Pak ustadz emang benar yah hukumnya haram kalau berziarah dikuburan pada saat mau mau bulan ramadhan biasanya ramai tuh banyak yang ziarah itu bagaimana tolong penjelasanya?
Makasih.

🌸 Jawab:
Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan

Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa ba’d,

Ziarah kubur menjelang masuknya Ramadhan

Ini adalah tradisi yang sudah turun temurun di negeri ini, dan juga beberapa negeri muslim lainnya, khususnya pada rumpun melayu.

Secara umum, berziarah kubur adalah ibadah sunah, sebagaimana perintah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berikut ini:

عن بُرَيْدَة – رضي الله عنه – ، قَالَ : قَالَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : (( كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عن زِيَارَةِ القُبُورِ فَزُوروها )) رواه مسلم . وفي رواية : (( فَمَنْ أرَادَ أنْ يَزُورَ القُبُورَ فَلْيَزُرْ ؛ فإنَّهَا تُذَكِّرُنَا الآخِرَةَ ))

Dari Buraidah Radhiallahu ‘Anhu, katanya: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Dahulu saya melarang kalian dari berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah.” (HR. Muslim).

Riwayat lain: “maka barangsiapa yang hendak berziarah kubur maka berziarahlah, karena hal itu bisa mengingatkan akhirat.”

Hadits ini dikeluarkan oleh:

–Imam Muslim dalam Shahihnya No. 1977

–Imam An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra No. 5162

–Imam Ibnu Majah dalam Sunannya No. 1571

–Imam Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 9289

–Imam Abu ‘Uwanah dalam Musnadnya No. 7879, 7882

–Imam Ahmad dalam Musnadnya No. 1235, 4319, 13512, 13640, 23053

–Imam Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf No. 312, 11928, 11935

–Imam Al Bazzar dalam Musnadnya No. 4373, 4465, 7366

–Imam Ath Thabarani dalam Musnad Asy Syamiyin No. 604, 2442, dalam Al Ausath No. 6394

–Imam Ath Thahawi dalam Musykilul Aatsar No. 4130

–Imam Abdurrazzaq dalam Al Mushannaf No. 2708

Maka, kesunahan berziarah kubur adalah perkara yang tidak diragukan lagi bagi kaum muslimin, khususnya kaum laki-laki. Ada pun berziarah kubur bagi kaum wanita telah diperselisihkan ulama, namun pendapat yang rajih adalah boleh pula bagi kaum wanita untuk berziarah kubur.

Kemudian, ziarah kubur pada dasarnya adalah ibadah muthlaq yaitu ibadah yang tidak terikat oleh waktu, peristiwa, dan sebab tertentu. Kapan pun kita mau dan ada kesempatan, maka ziarah kubur adalah masyru’ (disyariatkan). Maka, boleh saja berziarah kubur di waktu yang kita lapang baik hari ini dan itu, bulan ini dan itu, menjelang Ramadhan, pas Ramadhan, atau setelah Ramadhan, dzul qa’dah, dzul hijjah, dan lainnya. Semua ini boleh saja.

Ada pun mengkhususkan dan mengikatkan ziarah kubur dengan waktu tertentu, seperti mengikatkannya dengan menjelang Ramadhan saja, atau awal Syawal, lalu melakukannya menjadi rutinitas yang baku, maka tradisi ini tidak memiliki dasar dalam syariat. Tidak pada Al Quran, tidak pula pada As Sunnah, juga tidak pula pada sahabat, tabi’in, dan  imam empat madzhab. Karena ini adalah ibadah muthlaq, maka sebaiknya dilakukan sesuai kemutlakannya itu, kadang kita  ziarah kubur menjelang Ramadhan, kadang kita melakukan di awal Syawal, kadang kita lakukan di beberapa bulan lainnya, agar dia berjalan sesuai kemutlakannya itu.

Namun, masalah ini adalah perkara sensitif di masyarakat. Seorang muslim mesti mau memahami dan memaklumi kenapa sebagian masyarakat muslim -dengan didukung para ulamanya- melakukan ini. Ini adalah –meminjam istilah ahli ushul-  Al ‘Urf (tradisi). Dan, tradisi bagi para pakar ada dua: Al ‘Urf Ash Shahih (tradisi yang benar) dan Al ‘Urf Al Fasad (tradisi yang rusak).

Al ‘Urf Ash Shahih adalah tradisi yang benar lagi baik, yang tidak bertentangan dengan syariat Islam, baik secara umum atau terperinci. Adapun mentradisikan ziarah kubur menjelang Ramadhan dan awal Syawal mereka masukkan ke dalam kelompok ini; tradisi yang baik, karena pada dasarnya memang berziarah kubur adalah sunnah dan baik.

Al ‘Urf Al Fasad adalah tradisi yang merusak, yang bertentangan dengan syariat Islam, baik secara umum atau khusus. Seperti tradisi sebagian nelayan yang melakukan lempar sesajen ke pantai laut selatan setelah mereka mendapatkan hasil ikan yang banyak.

Demikianlah. Keluar dari khilafiyah adalah lebih utama, yakni dengan menempatkan ziarah kubur sebagaimana porsinya sebagai ibadah mutlak. Lalu tetaplah menjaga ukhuwah terhadap sesama muslim.

Demikian.
Wallahu A’lam

0⃣2⃣ iNdika ~ Kartasura
Ibu menyusui dan sedang dalam nifas, mengganti puasa Ramadhan sebaiknya mengqodho atau membayar fidyah?

🌸Jawab:
Bismillahirrahmanirrahim...

Kalau alasannya nifas, haid, maka itu qadha, sebab hukum-hukum nifas sama dengan haid.

Tapi, kalau karena menyusui dan hamil, maka ada 4 pendapat ulama.

Selengkapnya di bawah ini,

Wanita Hamil dan Menyusui: Qadha atau Fidyah?

(Pertanyaan dari beberapa muslimah)

Masalah ini termasuk  yang banyak intensitas pertanyaannya.  Sebelumnya kita lihat dulu karena apa Qadha dan Fidyah itu.

Untuk Qadha dalilnya adalah firman Allah Taala:

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.
(QS. Al Baqarah (2): 184)

Untuk  Fidyah dalilnya adalah kalimat selanjutnya: 

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ 

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. (QS. Al Baqarah (2): 184)

Ibu hamil disetarakan dengan orang-orang yang berat melaksanakan puasa,  sebagaimana diketahui Al Quran pun juga menyebut mereka dengan wahnan 'ala wahnin (lemah yang bertambah-tambah).

Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma berkata kepada wanita yang sedang hamil dan menyusui:

انت بمنزلة الذى لا يطيقه

Kamu kedudukannya sama dengan orang yang tidak mampu puasa. (Tafsir Ath Thabariy, 2/899)

Ini juga dikatakan oleh Ibnu Umar Radhiallahu 'Anhuma. (Ad Daruquthni dalam Sunannya, 2/206)

Perbedaan pandangan ulama dalam hal ini sangat wajar, sebab memang ayat tersebut tidak merinci siapa sajakah yang termasuk orang-orang yang berat menjalankannya. Dalam hadits pun tidak ada perinciannya.

Adapun tentang Qadha secara khusus, ayat di atas menyebut musafir dan orang yang sakit, dan tidak merinci bagaimanakah sakitnya. Sedangkan ayat tentang Fidyah, juga tidak dirinci.

Nah, Khusus ibu hamil dan menyusui, jika kita melihat keseluruhan pandangan ulama yang ada, bisa kita ringkas seperti yang dikatakan Imam Ibnu Katsir. (Tafsir Al Quran al Azhim,  1/215. Darul Kutub al Mishriyah) bahwa ada empat pandangan atau pendapat ulama:

√ Pertama, kelompok ulama yang mewajibkan wajib qadha dan fidyah sekaligus.

Ini adalah pandangan Imam Ahmad dan Imam Asy Syafi’i, jika Si Ibu mengkhawatiri keselamatan janin atau bayinya.

√ Kedua, kelompok ulama yang mewajibkan fidyah saja, tanpa qadha.

Inilah pandangan beberapa sahabat Nabi ﷺ, seperti Abdullah bin Abbas, dan Abdullah bin Umar Radhiallahu Anhuma. Dari kalangan tabi'in (murid-murid para sahabat) adalah Said bin Jubeir,   Mujahid, dan lainnya. Kalangan tabi'ut tabi'in (murid para tabiin) seperti Al Qasim bin Muhammad dan Ibrahim an Nakha'i. 
Imam Daruquthni meriwayatkan dengan sanad yang shahih, bahwa Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma pernah berkata kepada hamba sahayanya yang sedang hamil: Kau sama dengan orang yang sulit berpuasa, maka bayarlah fidyah dan tidak usah qadha.

Nafi' bercerita bahwa Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma ditanya tentang wanita hamil yang khawatir keselamatan anaknya kalau ia berpuasa, maka dia menjawab: Hendaknya dia berbuka, dan sebagai gantinya, hendaklah dia memberi makanan kepada seorang miskin sebanyak satu mud gandum. (Riwayat Malik )

√ Ketiga, kelompok ulama yang mewajibkan qadha saja, tanpa fidyah.

Inilah pendapat jumhur (mayoritas) ulama. Seperti madzhab Hanafi, Abu Ubaid, dan Abu Tsaur. Sedangkan Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hambal ikut pendapat ini, jika sebabnya karena mengkhawatiri keselamatan Si Ibu, atau keselamatan Ibu dan janin (bayi) sekaligus.

√ Keempat, kelompok ulama yang mengatakan tidak qadha, tidak pula fidyah.

Demikianlah berbagai perbedaan tersebut. Nah, pendapat manakah yang sebaiknya kita ikuti?

Seorang ahli fiqih abad ini, Al Allamah Syaikh Yusuf Al Qaradhawy hafizhahullah, dalam kitab Taisiru Fiqh (Fiqhus Siyam) memberikan jalan keluar yang bagus. Beliau berkata:

وهكذا كان كثير من النساء فى الأزمنة الماضية فمن الرحمة بمثل هذه المرأة ألا تكلف القضاء و تكتفى بالفدية، و فى هذا خير للمساكين وأهل الحاجة. أما المرأة التى تتباعد فترات حملها كما هو الشأن فى معظم نساء زمننا فى معظم المجتمعات الإسلامية و خصوصا فى المدن والتى قد لا تعانى الحمل والارضاع فى حياتها الا مرتين او ثلاثا، فالأرجح أن تقضى كما هو رأى الجمهور

"Banyak ibu-ibu hamil bertepatan bulan Ramadhan, merupakan rahmat dari Allah bagi mereka jika tidak dibebani kewajiban qadha, namun cukup dengan fidyah saja, di samping hal ini merupakan kebaikan untuk faqir dan miskin dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan materi.
Namun bagi ibu-ibu yang masa melahirkannya jarang, sebagaimana umumnya ibu-ibu di masa kita saat ini dan di sebagian besar negara Islam, tertutama di kota-kota, kadang-kadang hanya mengalami dua kali hamil dan dua kali menyusui selama hidupnya. Maka, bagi mereka lebih tepat pendapat jumhur, yakni qadha (bukan fidyah).”
(Fiqhush Shiyam, Hal. 73-74)

Jadi, jika wanita tersebut sulit puasa karena sering  hamil dan selalu melalui bulan Ramadhan saat hamil, maka bagi dia fidyah saja. Ada pun, jika hamilnya jarang, karena masih ada waktu atau kesempatan di waktu tidak hamil, maka wajib baginya qadha saja. Inilah pendapat yang nampaknya adil, seimbang, sesuai ruh syariat Islam.

Demikian.
Wallahu Alam

0⃣3⃣ Atin ~ Pekalongan
Ustadz, seorang ibu berusia 75 tahun tidak ingin puasa karena beliau pahami orang yang sudah tua diberi keringanan untuk tidak berpuasa. Tetapi di mata anaknya ibu itu sehat dan kuat untuk puasa.
Bagaimana anak menyikapi hal itu?

🌸Jawab:
Bismillahirrahmanirrahim...

Dalam Al Qur'an disebutkan:

و علي الذين يطيقونه فدية طعام مسكين

Dan bagi orang-orang yang sudah berat melaksanakannya maka baginya wajib memberikan fidyah berupa makanan untuk orang-orang miskin. (QS. Al Baqarah:184)

Maksud dari "orang-orang yang berat melaksanakannya" adalah orang-orang yang sudah tua, jompo, sebagaimana dijelaskan para ahli tafsir salaf dan khalaf. Tapi, itu maksudnya bagi orang tua yang memang sudah tidak mampu lagi berpuasa, yang jika puasa akan mencelakakan dirinya.

Ada pun yang masih kuat, walau sudah tua, maka dia tetap wajib sebagai lainnya. Mau tidak mau, neneknya mesti dipahamkan untuk itu.

Wallahu a'lam

0⃣4⃣ Fitri ~ Gresik
Ustadz, saya sering mendenger kalau seseorang yang hutang puasa kemudian sampai datang bulan ramadhan berikutnya belum tuntas hutang puasanya maka hutang puasanya akan jadi double misalnya dari sisa hutang 2 menjadi 4. Apakah itu ada hadisnya?

🌸Jawab:
Bismillahirrahmanirrahim ..

Tidak demikian. Jika dia hutang 2 hari, lalu baru sempat di qadha Sya'ban, maka tetap 2 hari, tidak berbunga menjadi 4 hari.

Hanya saja, menunda itu kan ada dua sebab:

1) Halangan syar'i, seperti sakit, hamil, menyusui, haid, nifas .. maka dia qadha saja tanpa fidyah.

2) Halangan tidak syar'i, menunda-nunda karena malas.

Maka, menurut mayoritas ulama baik Malikiyah, Syafi'iyah, dan Hambaliyah, .. dia wajib qadha dan fidyah juga.

Ada pun Hanafiyah, berpendapat hanya Qadha, tanpa fidyah.

Wallahu a'lam

0⃣5⃣ Lisa ~ Malang
Assalamuaikum ustadz Farid Nu'man,

Mohon penjelasan tentang syetan yang dibelenggu ketika bulan Ramadhan ustadz.
Sedangkan banyak sekali orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan ini, apakah mereka dikuasai syetan?
Jazakallah khayiran ustadz sebelumnya atas penjelasannya.

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Syetan dibelenggu, tapi manusia masih ada hawa nafsu. Itulah yang berpotensi berbuat jahat.

Makna Syetan Diikat Ketika Ramadhan

Pertanyaan:

جاء فى بعض الأحاديث أن الشياطين تصفد فى رمضان ، فكيف يتفق هذا مع وقوع جرائم كثيرة فى رمضان من الصائمين وغير الصائمين ؟

“Sebagian hadits menyebutkan bahwa syetan dibelenggu ketika Ramadhan. Bagaimana mengkompromikan hal ini dengan realita bahwa kejahatan tetap banyak terjadi pada Ramadhan yang  dilakukan orang berpuasa dan  yang tidak berpuasa?”

Jawab (oleh Syaikh ‘Athiyah Saqr - Mufti Mesir pada zamannya):

روى البخارى ومسلم أن النبى صلى الله عليه وسلم قال : " إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة وغلقت أبواب النار وصفدت الشياطين " وروى ابن خزيمة فى صحيحه قوله صلى الله عليه وسلم " إذا كان أول ليلة من شهر رمضان صفدت الشياطين مردة الجن . . . " .
إن الواقع يشهد بأن المعاصى ما تزال ترتكب فى رمضان وغير رمضان ، ومن أجل التوفيق بين الحديث الثابت وبين الواقع المشاهد قال الشراح : إن المراد بتقييد الشياطين فى رمضان عدم تسلطها على من يصومون صوما صحيحا كاملا رُوعيت فيه كل الآداب التى منها عفة اللسان والنظر والجوارح كلها عن المعصية ، استجابة للحديث الذى رواه البخارى : " من لم يدع قول الزور والعمل به فليس للَّه حاجة فى أن يدع طعامه وشرابه " أو المراد بالشياطين التى تصفد المردة والجبابرة منهم كما فى رواية ابن خزيمة، أما غيرهم فلا يقيدون ولذلك تقع من الناس بعض المعاصى ، أو المراد أن الشياطين كلها تُغَلُّ بمعنى يضعف نشاطها ولا تكون بالقوة التى عليها بدون أغلال وقيود ، أو المراد :
أن المعاصى التى تكون بسبب الشياطين تمنع ، ولكن تقع المعاصى التى يكون سببها النفوس الخبيثة الأمارة بالسوء أو العادات القبيحة أو شياطين الإنس ، ومن هنا نرى أن الحديث لا يصطدم مع الواقع عند فهمه فهما صحيحا ، وذلك ما نحب أن نلفت الأنظار إليه فى فهم نصوص الدين حتى لا يكون هناك شك فى الدين أو انحراف فى الفكر أو السلوك

Al Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Jika datang Ramadhan maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syetan-syetan dibelenggu.” Ibnu Khuzaimah meriwayatkan dalam Shahihnya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Jika datang malam pertama bulan Ramadhan syetan jin yang durhaka dibelenggu …”

Sesungguhnya kenyataan yang ada adalah tetap  adanya maksiat  pada bulan Ramadhan dan selainnya,  maka mesti dikompromikan antara hadits-hadits shahih dengan kenyataan yang tampak ini.  Para pensyarah (penjelas) mengatakan:

“Bahwa diikatnya syetan bermakna mereka tidak memiliki kekuasaan terhadap orang yang berpuasanya benar, sempurna,  dan bagus, yang di dalamnya meliputi semua adab-adab seperti menjaga lisan, pandangan, dan perbuatan lahiriyah seluruhnya dari maksiat. Hal ini merupakan jawaban dari hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan beramal dengannya, maka Allah tidak membutuhkan aktifitas meninggalkan makan dan minumnya.”

Dan dikatakan pula: “Yang dimaksud dengan syetan yang dibelenggu adalah  yang durhaka dan lalim dari kaum mereka (Jin), sebagaimana hadits Ibnu Khuzaimah. Ada pun selain mereka tidaklah dibelenggu, maka dari itu terjadilah maksiat yang dilakukan manusia.” Atau maksudnya pula adalah: “Bahwa semua syetan terbelenggu dengan artian melemah akifitasnya, dan tidaklah dia menjadi kuat jika diikat dan dibelenggu.” Atau maksudnya adalah: “Bahwa maksiat yang disebabkan dari syetan menjadi tercegah, sedangkan maksiat yang ada adalah disebabkan jiwa yang buruk yang memerintahkan pada kejelekan (amarah bis suu’), kebiasaan yang jelek, atau syetan dalam bentuk manusia.”

"Dari sini kita melihat bahwa hadits-hadits tersebut tidaklah bertentangan dengan kenyataan ketika kita memahaminya dengan pemahaman yang benar. Dan hal itu, bukan berarti  kita suka memalingkan berbagai pandangan terhadap  nash-nash agama, sehingga tidak ada lagi keraguan terhadap agama, atau penyimpangan pemikiran dan perilaku.” (Fatawa Darul Ifta’ Al Mishriyah, 9/253).

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

TAZKIYATUN NAFS, Part 9 (Ramadhan Bulan Amal Sholih)



OLeH: Ustadz Endang Mulyana

           💎M a T e R i💎

Bunda fillah semua yang berbahagia...

Alhamdulillah kita sekarang sudah berada di dalam bulan Ramadhan, bulan yang kita nantikan kedatangannya.

Bunda fillah semuanya...
Ibaratnya sekarang kita ada di sebuah kebun atau taman buah, didalamnya tersedia pohon-pohon yang banyak,  dan setiap pohon ranum dengan buah-buahnya.
Kita dipersilakan untuk memanen buah-buah itu sesuka kita, sebanyak yang kita mau.
Bunda fillah...
Mari kita panen buah-buah kebaikan di bulan ini.

Dibawah ini kita perdalam lagi pengetahuan kita tentang amaliah ramadhan,  yang ketika kita mengamalkannya maka kita sedang memanen kebaikan-kebaikannya.

🔸1. Al-Shaum

Amaliah terpenting pada bulan Ramadhan adalah shiyam (puasa), sebagaimana termaktub dalam firman Allah yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (QS. al-Baqarah: 183)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla  berfirman, ‘Kecuali puasa, sungguh dia bagianku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, karena (orang yang berpuasa) dia telah meninggalkan syahwatnyadan makannya karena Aku’. Bagi orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan; gembira ketika berbuka puasa dan gembria ketika berjumpa Tuhannya dengan puasanya. Dan sesungguhnya bau tidak sedap mulutnya lebih wangi di sisi Allah dari pada bau minyak kesturi.” (HR. Bukhari dan Muslim, lafadz milik Muslim)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa berpuasa Ramadhan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari No. 1802) dan Muslim No. 760).

Tidak diragukan lagi, pahala yang besar ini tidak diberikan kepada orang yang sebatas meninggalkan makan dan minum semata. Ini sesuai dengan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dengan ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu) ini merupakan kiasan bahwa Allah tidak menerima puasa tersebut.

Jabir bin Abdillah berkata:

إِذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُكَ، وبَصَرُكَ، وَلِسَانُكَ، عَنِ الْكَذِبِ، وَالْمَحَارِمِ، وَدَعْ أَذَى الْخَادِمِ، وَلْيَكُنْ عَلَيْكَ وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ، وَلَا تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَصَوْمِكَ سَوَاء

"Jika Anda berpuasa, maka puasakan juga pendengaran, penglihatan, dan lisanmu dari dusta dan hal-hal lain yang dilarang. Tinggalkan perbuatan yang dapat menyakiti pelayan, dan bersikaplah yang lembut dan tenang pada hari puasamu. Jangan samakan antara hari saat berpuasa dan saat tidak berpuasa." (HR. al-Baihaqi No. 3374; dan Ibn Aby Syaibah No.8880).

🔸2. Qiyam Ramadhan (Shalat al-Lail, Shalat tarawih)

Para ulama sepakat bahwa Qiyamu Ramadalan (Shalat Tarwih) itu disyariatkan. Nabi Muhammad ﷺ menganjurkan agar kita menghidupkan malam ramadhan dengan memperbanyak shalat tersebut di sepanjang malam Ramadhan. Dasarnya adalah hadits Nabi Muhammad ﷺ:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُرَغِّبُ فِى قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah r.a., berkata: "Rasulullah ﷺ menganjurkan (shalat) qiyami Ramadhan kepada mereka (para shahabat), tanpa perintah wajib. Beliau bersabda: Barangsiapa mengerjakan (shalat) qiyami Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Muslim No.1816).

Dalam melaksanakan Shalat Qiyamu Ramadhan, hendaklah dicontoh tata cara shalat Nabi Muhammad ﷺ, baik mengenai jumlah rakaatnya maupun kualitasnya. Nabi melaksanakan shalat Qiyamu Ramadhan sebanyak 11 rakaat dengan cara-cara yang bervariasi: dengan cara jumlah rakaat 4+4+3. Dasarnya adalah hadis berikut ini:

Begitu juga terdapat riwayat dari  Aisyah radhiallahu ’anha, beliau berkata:

عَنْ أَبِى سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ كَيْفَ كَانَتْ صَلاَةُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى رَمَضَانَ قَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ فِى غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثًا

“Dari Abu Salamah bahwasanya Aisyah ra. ketika ditanya tentang shalat Nabi di bulan Ramadhan, Aisyah berkata: pada bulan Ramadhan maupun yang lainnya, Nabi tidak pernah melakukan shalat lebih dari sebelas rakaat. Nabi ﷺ kerjakan empat rakaat, jangan engkau tanyakan tentang elok dan lamanya, kemudian Nabi kerjakan lagi empat rakaat dan jangan engkau tanyakan tentang elok dan lamanya. Lalu Nabi kerjakan shalat tiga rakaat.” (HR. Bukhari No. 2013; dan Muslim No1757).

Boleh juga dengan cara 2+2+2+2+2+1. Dasarnya adalah hadis berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ – وَهِىَ الَّتِى يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ – إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ فَإِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنْ صَلاَةِ الْفَجْرِ وَتَبَيَّنَ لَهُ الْفَجْرُ وَجَاءَهُ الْمُؤَذِّنُ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ ثُمَّ اضْطَجَعَ عَلَى شِقِّهِ الأَيْمَنِ حَتَّى يَأْتِيَهُ الْمُؤَذِّنُ لِلإِقَامَةِ.

Dari ‘Aisyah isteri Nabi ﷺ, dia berkata; "Rasulullah ﷺ pernah shalat antara habis shalat isya’ yang biasa disebut ‘atamah hingga waktu fajar. Beliau melakukan sebelas rakaat, setiap dua rakaat beliau salam, dan beliau juga melakukan witir satu rakaat. Jika muadzin shalat fajar telah diam, dan fajar telah jelas, sementara muadzin telah menemui beliau, maka beliau melakukan dua kali raka’at ringan, kemudian beliau berbaring diatas lambung sebelah kanan hingga datang muadzin untuk iqamat.” (HR. Muslim No.1752).

🔸3. Tadarus Al-Qur’an

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 185)

Dalam sebuah Hadits dijelaskan bahwa setiap bulan Ramadhan Rasulullah ﷺ melakukan tadarus al-Qur’an bersama Malaikat Jibril:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ (أَجْوَدَ) مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Dari Ibnu Abbas r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, apalagi pada bulan Ramadhan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap malam pada bulan Ramadhan, dan mengajaknya membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah adalah lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan.” (HR. al-Bukhari No.4711 dan Muslim No.2307).

Oleh karenanya pada bulan ini umat Islam harus benar-benar berinteraksi dengan Al-Qur’an untuk meraih keberkahan hidup dan meniti jenjang menuju umat yang terbaik dengan petunjuk Al-Qur’an. Berinteraksi dalam arti hidup dalam naungan Al-Qur’an dengan cara tilawah (membaca), tadabbur (memahami), hifdz (menghafalkan), tanfidz (mengamalkan), dan ta’lim (mengajarkan).

🔸4. Shadaqah

Dalam hadis shahih riwayat al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas ra diberitakan bahwa:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ (أَجْوَدَ) مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ

"Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan beliau semakin dermawan saat berada di bulan Ramadhan." (HR. al-Bukhari No.4711 dan Muslim No.2307).

Karenanya kita mesti mencontoh beliau di bulan yang penuh barakah ini dengan perbanyak sadaqah, baik untuk kepentingan fi sabilillah maupun kaum dhu’afa dan fakir miskin.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ ؟: الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ  كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلَاةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ

“Maukah kamu aku tunjukkan pada pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai dan sedekah akan memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seorang laki-laki pada pertengahan malam.” (HR. Ahmad, al-Tirmidzi, dan lain-lain) Al-Albani: hadis ini sanadnya hasan (Irwa al-Ghalil, II/139).

Dan salah satu bentuk shadaqah yang dianjurkan selama Ramadhan adalah memberikan ifthar (santapan berbuka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa. Dari Zaid bin Khalid al-Juhani, bahwasanya Nabi  ﷺ bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ أَوْ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الصَّائِمِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barangsiapa yang memberi ifthar kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah). Al-Albani: hadis ini shahih (Shahih al-Jami’al-Shaghir, II/1095).

🔸5. I’tikaf

Salah satu amaliah yang dicontohkan oleh nabi Muhammad ﷺ di bulan Ramadhan adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan cara i‘tikaf di masjid, Dalam sebuah hadist disebutkan:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَان.

“Dari Ibnu Umar RA (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah ﷺ selalu beri‘tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan di bulan Ramadhan.” (HR. al-Bukhari No. 2025 dan Muslim No.2838).

‘Aisyah ra juga meriwayatkan:

عَنْ عَائِشَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِه.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian istri-istri beliau pun beri’tikaf setelah kepergian beliau.” (HR. al-Bukhari No.2016 dan Muslim No.1172).

🔸6. Umrah

Keutamaan umrah di bulan Ramadhan ini besar sekali. Rasulullah ﷺ pernah menganjurkan kepada seorang wanita Anshar (Ummu Sinan) yang tidak sempat berhaji bersama beliau sebagaimana diterangkan dalam hadis berikut ini:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : : لَمَّا رَجَعَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم مِنْ حَجَّتِهِ قَالَ لأُمِّ سِنَانٍ الأَنْصَارِيَّةِ مَا مَنَعَكِ مِنَ الْحَجِّ قَالَتْ أَبُو فُلاَنٍ – تَعْنِي زَوْجَهَا – كَانَ لَهُ نَاضِحَانِ حَجَّ عَلَى أَحَدِهِمَا وَالآخَرُ يَسْقِي أَرْضًا لَنَا قَالَ فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً مَعِي.

Dari Ibnu Abbas RA, dikatakan bahwa ketika Rasulullah ﷺ pulang dari hajinya, beliau bersabda kepada seorang wanita Anshar (Ummi Sinan): “Apa yang menghalangimu untuk ikut berhaji bersama kami?” Ia menjawab, “Kami tidak memiliki kendaraan kecuali dua ekor unta yang dipakai untuk mengairi tanaman. Bapak dan anaknya berangkat haji dengan satu ekor unta dan meninggalkan satu ekor lagi untuk kami yang digunakan untuk mengairi tanaman.” Nabi bersabda,”Maka apabila datang Ramadhan, berumrahlah. Karena sesungguhnya umrah di dalamnya menyamai ibadah haji  bersamaku.” (HR. al-Bukhari No. 1863).

🔸7. Memperbanyak Dzikir, Doa Dan Istighfar

Sesungguhnya malam dan siang Ramadhan adalah waktu-waktu yang mulia dan utama, maka sebaiknya digunakan untuk memperbanyak dzikir dan doa, khususnya pada waktu-waktu istijabah, di antaranya:

√ Pertama, Saat berpuasa hingga berbuka; Nabi ﷺ  bersabda:

ﺛَﻼَﺛَﺔٌ ﻻَ ﺗُﺮَﺩُّ ﺩَﻋْﻮَﺗُﻬُﻢُ ﺍﻹِﻣَﺎﻡُ ﺍﻟْﻌَﺎﺩِﻝُ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﺋِﻢُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻔْﻄِﺮَ ﻭَﺩَﻋْﻮَﺓُ ﺍﻟْﻤَﻈْﻠُﻮﻡِ

"Ada tiga do’a yang tidak tertolak: (1) doa pemimpin yang adil, (2) doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) doa orang yang terzhalimi.” [HR.Tirmidzi, Ibn Hibban mensahihkannya]

√ Kedua, Saat malam terutama pada sepertiga malam terakhir:

إِنَّ فِى اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

"Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim no. 757)

√ Ketiga,  Saat waktu sahur, untuk banyak istighfar seperti yang Alloh ﷻ firmankan:

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan di waktu sahur (akhir-akhir malam) mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Al-Dzaariyat: 18).

🔸8. Menyambut (memburu) Lailatul Qadar

Alloh ﷻ berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadar: 1-3)

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Dan siapa shalat pada Lailatul Qadar atas dasar iman dan mengharap pahala, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari No. 1802) dan Muslim No. 760).

Nabi ﷺ menyuruh sahabatnya agar memburu Lailatul qadar dengan sabdanya:

إِنِّى أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَإِنِّى نَسِيتُهَا – أَوْ أُنْسِيتُهَا – فَالْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ كُلِّ وِتْرٍ

"Sesungguhnya aku telah melihat lailatul qadar, saya lupa (kapan kajadiannya) atau aku sengaja dibuat lupa (oleh Allah). Karena itu maka carilah (burulah) lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir pada tanggal yang ganjil."  (HR. Muslim No.2829).

أَنَّ عَائِشَةَ، قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ، فَبِمَ أَدْعُو ؟ قَالَ: ” قُولِي: اللهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ، فَاعْفُ عَنِّي ”

Dari ‘Aisyah, ia berkata: "Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca? Beliau menjawab, “Ucapkan:“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, menyukai pemberian maaf maka ampunilah aku.” (HR. Ahmad No.25384, dan al-Tirmidzi No.3513, dishahihkan Al-Albani)

Bunda fillah semuanya...
Inilah amalan-amalan penting yang harus kita lakukan dengan penuh kegembiraan.
Ini yang akan mengantarkan kita pada kesuksesan Ramadhan in syaa Allah.


🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
       💎TaNYa JaWaB💎

0⃣1⃣ iNdika ~ Kartasura
Bagaimana mendapatkan keberkahan bulan Ramadhan apabila kita sedang tidak bisa berpuasa?

🌸 Jawab:
Bismillah...

Tidak berpuasa di bulan Ramadhan, sangat mungkin terjadi bagi beberapa keadaan.
1. Sakit
2. Safar
3. Hamil atau menyusui atau nifas
4. Pekerja berat.

Bagi kelompok ini, tentu bisa mendapatkan keberkahan Ramadhan, sebab tidak berpuasanya bukan merupakan maksiyat dan dosa, tapi merupakan uzur syar'i.

Amalkanlah amalan-amalan yang masih mungkin dikerjakan dan disesuaikan dengan keadaannya masing-masing.

Wallahu a'lam

0⃣2⃣ Mimi ~ Malang
Untuk sholat tarawih 4+4+3... Itu pakai atakhiyat awal kah?

🌸 Jawab:
Bismillah...

Tidak bunda, sholat sunnah tidak ada tahiyyat awal walaupun 4 rokaat.
Setelah sujud kedua di roka'at kedua langsung berdiri tanpa tahiyyat awal.

Wallahu a'lam

0⃣3⃣ Mala Hasan ~ Lampung
Jika berniat bersedekah di bulan ramadhan ataupun di luar bulan ramadhan dan pahalanya di tujukan khusus untuk orang tua yang sudah wafat, apakah akan sampai tadz?

🌸 Jawab:
Bismillah...

In syaa Allah sampai bunda.

Shodaqohlah atas nama Orang tua kita yang sudah wafat.

Dari Sa’ad bin ‘Ubadah Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

قلت يا رسول الله إن أمي ماتت أفأتصدق عنها قال نعم قلت فأي الصدقة أفضل قال سقي الماء .

“Aku berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku wafat, apakah aku bersedekah untuknya? Beliau menjawab: Ya. Aku berkata: “Sedekah apa yang paling afdhal?” Beliau menjawab: “Mengalirkan air.” (HR. An Nasa’i No. 3664, Ibnu Majah No. 3684)

Wallahu a'lam

0⃣4⃣ Safitri ~ Banten
Assalamuaikum ustadz,

Kalau misalkan dibulan ramadhan ini kan setiap waktunya berpahala yaa...  Nah kalau misalkan didalam satu keluarga jadi cuma 1 anak ini yang rajin dalam mengisi waktunya itu dengan sholat sunnah malam dan dhuha  terus baca qur'an tapi yang lain mereka tidak melakuka, jadi yang lain hanya melaksanakan sholat wajib saja. Nah itu bagaimana ustadz si anak ini dosa tidak tidak menyuruh yang lain buat melaksanakan sholat-sholat sunnah bukan bermaksud tidak mengingatkan ustadz si anak ini bagaimana caranya mengajak yang lainya begitu ustadz , sia-sia tidak semua ibadah dia ini?

Makasih ustadz, Mohon penjelasanya.

 🌸Jawab:
Waalaykumusalaam warahmatullahi wabarakaatuhu

Kalau pertanyaannya dosa atau tidak, maka anak tersebut tidak menanggung dosa dari kesalahan yang dilakukan orang lain.

Namun dalam kondisi yang khusus,  yaitu ada pembiaran saat melihat orang lain melakukan dosa,  atau bahkan mengajak orang lain melakukan dosa maka orang itupun ikut menanggung dosa orang yang ia ajak melakukan dosa tersebut.

وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًا مَعَ أَثْقَالِهِمْ ۖ وَلَيُسْأَلُنَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَمَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ

"Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka, dan pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan." (QS. Al-Ankabut: 13).

Wallahu a'lam

0⃣5⃣ Mala Hasan ~ Lampung
Ustadz,.....bersambungan dengan pertanyaan no 02, maaf keluar dari tema. Jika kita mengetahui atau mendengar ada sebuah dosa besar yang dilakukan, apakah kita ikut menanggung dosanya juga? Misalnya perzinahan, bagaimana cara kita menyampaikan pada orang tua yang bersangkutan jika orang tuanya lebih percaya pada anaknya?

Afwan ustadz

🌸Jawab:
Yang harus kita lakukan adalah:

1) Menutup aib perzinahan yang kita ketahui tersebut dari orang lain yang belum tau. Tutuplah rapat-rapat.

2) Jika kita mengetahui pelakunya, serulah ia untuk bertaubat kepada Allah dengan cara yang baik.

3) Perzinahan ini dosa yang luar biasa kompleks akibatnya. Jika terjadi kehamilan akibat zina,  itu akan mengakibatkan hukum baru soal nasab.
Maka hal ini harus dilibatkan keluarga pelaku untuk mengetahui masalah tersebut, agar tidak menjadi dosa baru dari akibat keadaan tersebut.

Wallahu a'lam

0⃣6⃣ Shinta ~ Bandung
Assalamualaikum ustadz,

Saya ibu yang punya balita, untuk sholat terawih jarang di masjid, kebanyakan di rumah dan itu pun di waktu-waktu sepertiga malam. Bolehkan sholat tarawihnya digabung dengan tahajud atau tarawih saja?
Syukron ustadz

🌸 Jawab:
Waalaykumusalaam warahmatullahi wabarakaatuhu

Sholat tarawih bisa dikerjakan sendiri di rumah.
Silakan digabung dengan qiyamullail dengan tetap berwitir satu kali.
Waktunya sampai dengan menjelang Sholat shubuh.

Wallahu a'lam

0⃣7⃣ Mumuy ~ Jakarta
Assalamu'alaikum ustadz,

Ibu hamil jika tidak puasa harus mengqadha atau boleh dengan fidyah saja?
Jazakalllah khoir

🌸 Jawab:
Waalaykumusalaam warahmatullahi wabarakaatuhu

Ibu hamil yang tidak berpuasa, cukup mengqodho puasa yang ditinggalkan sesuai dengan banyaknya hari yang tidak berpuasa, tanpa membayar fidyah.

Wallahu a'lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Alhamdulillah bunda fillah semuanya...
Kita sudah berada diakhir waktu kajian kita petang ini.

Selamat memperbanyak amal kebaikan di bulan kemuliaan ini.

Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita semuanya untuk terus menerus mengerjakan kebaikan-kebaikan dengan ikhlas dan penuh semangat.

Dan selamat berbuka puasa.
Saya akhiri kajian ini, dan mohon maaf atas kekurangannya.

Baarakallahu aquulu qouli hadzaa fastaghfiruhu innahu huwal ghofuururrohiim

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuhu

TiPS & TRiK PUASA BUMIL & BUSUI



OLeH: Rif'atul Amini,S.Gz

         💎M a T e R i💎

Assalamu'alaikum warrohmatullah wabarakatuh

Jazakillah khair mba moderator.
Berhubung disini sudah agak malam saya langsung bagikan saja sharing materi pada malam ini ya.

Ibu hamil dan menyusui memang wajib berpuasa, tetapi dengan syarat dia mampu dan tidak membahayakan diri sendiri serta janin. Tentu saja, perlu perhatian ekstra bagi mereka yang menjalankannya.

Syarat yang harus dipenuhi ibu hamil dan menyusui saat berpuasa adalah nutrisi sebesar minimal 2500 kilo kalori per hari, terdiri dari 50 persen karbohidrat, 30 persen protein hewani dan nabati seperti ikan, telur, daging, susu, tahu dan tempe, serta 20 persen yang dalam bentuk lemak seperti kacang-kacangan.

Seorang bumil dan busui membutuhkan suplemen vitamin yang terdiri dari asam folat, kalsium dan zat besi. Hal itu karena vitamin yang didapatkan dari makanan saja dinilai tidak mencukupi. Biasanya, seseorang meminum suplemen vitamin itu sebelum tidur.

🔸MAKANAN BUMIL

Dalam kondisi hamil, seseorang harus mengonsumsi makanan dengan kandungan zat besi karena hampir 50 persen ibu hamil memiliki anemia. Zat besi itu contohnya, daging dan sayuran hijau

Seorang ibu hamil dapat memperoleh kalsium dari susu, ikan salmon dan sarden. Tidak harus susu kalsium.

Lantas, makanan apa saja yang perlu dikonsumsi oleh seorang ibu hamil dan busui saat sahur dan berbuka puasa?

Ibu hamil perlu mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak yang cukup, daging, vitamin C dan antioksidan. Sedangkan saat sahur seorang ibu hamil dianjurkan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan manis. Konsumsi air putih tetap 1,8 sampai 2 liter per hari (saat sahur dan buka), dan segelas susu hangat.

Saat buka puasa, seorang ibu hamil perlu mengawalinya dengan minuman yang hangat dan manis. Namun, tidak dianjurkan untuk meminum minuman dingin. Ibu hamil juga dapat menyantap kurma sebagai karbohidrat.

🔸TRIMESTER KEHAMILAN

Seorang ibu hamil memiliki tiga bagian masa kandungan, pada trimester satu atau tiga bulan pertama, janin masih proses pembentukan organ tubuh, otak, saluran cerna dan ginjal. Umumnya, mereka akan mengalami keluhan seperti mual, pusing, lemas dan muntah.

Kalau mual dan muntah yang menyebabkan dia tidak bisa makan akan membahayakan. Biasanya, jika seorang ibu hamil memiliki masalah seperti itu tidak dianjurkan untuk puasa.

Susu merupakan sajian utama yang perlu ada ketika sahur dan berbuka puasa.

Trimester tiga atau di bulan ketujuh hingga kesembilan biasanya seorang ibu hamil sudah siap melahirkan. Meski demikian, asupan dalam jumlah yang cukup dibutuhkan janin karena terus berkembang.

Seseorang di trimester tiga diperbolehkan puasa ketika tekanan darah normal, tidak ada anemia, tidak memiliki sakit gula, janinnya baik, dan berat bayi sudah sesuai.

Penelitian Joosoph, Abu, dan Yu (2004)  menunjukkan bahwa 74% dari 182 wanita hamil yang menjadi responden berhasil melakukan puasa selama kurang lebih 20 hari pada bulan Ramadhan. Keberhasilan ini dicapai berkat dukungan suami dan keluarga, serta keyakinan untuk menjalani ibadah.

🔸BUSUI

Berbagai penelitian menyatakan bahwa ibu menyusui yang menjalankan puasa dalam jangka waktu tertentu tidak akan mempengaruhi atau mengurangi produksi ASI. Meskipun sedang berpuasa, tubuh ibu akan tetap menghasilkan ASI dengan jumlah yang sama.

Gizi yang terkandung dalam ASI mungkin akan mengalami sedikit perubahan, hanya saja tidak terlalu signifikan. Ketika menjalankan puasa, pola metabolisme akan disesuaikan oleh tubuh sehingga ASI tetap akan diproduksi dengan kualitas terbaik.

Jadi tidak perlu merasa khawatir akan penurunan berat badan bayi karena menyusui sambil berpuasa. Pasalnya, penelitian menyatakan bahwa berat badan si kecil ataupun pertumbuhannya tidak akan mendapatkan dampak buruk sekalipun anda menyusui sambil ikut berpuasa. Yang paling penting si kecil menyusui dengan baik.

Semakin bayi anda sering menyusui maka kebutuhannya semakin tercukupi, serta produksi ASI akan semakin lancar pula. Hal ini menjadi siklus yang saling menguntungkan di antara ibu dan bayi.

Karenanya bumil dan busui harus mengatur pola makannya dengan tepat, jika tidak maka bukan tidak mungkin kesehatan tubuh ibu, janin terganggu dan produksi ASI bisa terpengaruh.

🌸🌷🌸
🔹Untuk itu, beberapa tips terkait pola makan ibu saat puasa adalah:

1. USAHAKAN UNTUK MAKAN UTAMA LEBIH DARI 2 KALI

Lazimnya pada saat puasa orang akan terbiasa makan utama hanya pada saat berbuka dan sahur saja.

Namun dengan kebutuhan energi ibu menyusui yang cukup tinggi, maka mengonsumsi makanan utama setelah salat tarawih sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Selain itu, meningkatkan jumlah konsumsi dan frekuensi camilan sehat, seperti bubur kacang hijau atau olahan camilan dari buah, bisa jadi pilihan tepat untuk mendukung tercukupinya asupan gizi dari jumlah makanan yang dikonsumsi ibu menyusui.

2. PILIH MAKANAN YANG PADAT ENERGI DAN KAYA GIZI

Dengan kebutuhan yang tinggi, ibu menyusui harus tepat dalam memilih bahan makanan. Hal ini akan mendukung konsumsi jumlah makanan yang tepat dan tidak berlebihan.

Memilih makanan yang miskin gizi, hanya tinggi kalori, gula dan lemak, misalnya gorengan, minuman manis atau camilan kemasan, hanya akan membuat tubuh ibu merasa kenyang tanpa adanya asupan gizi yang tepat.

Beberapa contoh makanan padat energi adalah kacang hijau, kacang merah, telur, susu serta buah alpukat. Makanan ini memiliki kandungan kalori tinggi yang terbentuk dari gizi yang tepat yaitu protein dan lemak baik.

🔹Inilah 8 Makanan Yang Memperbanyak ASI Secara Alami:

1. PEPAYA

Pepaya, baik buahnya ataupun bunganya, mengandung vitamin A dan vitamin C, serta beberapa mineral penting misalnya kalium, asam folat, dan enzim papain.

Enzim ini membantu pencernaan protein. Ibu menyusui membutuhkan banyak protein untuk memproduksi ASI. Selain itu, pepaya banyak mengandung cairan, sehingga sangat baik untuk mencukupi kebutuhan cairan untuk memproduksi ASI.

Pepaya dapat dimakan langsung ketika ranum, ataupun dibuat sup bila masih mengkal. Banyak masakan yang dapat menggunakan pepaya mentah sebagai bahannya, misalnya sayur asam dan sup ikan dengan pepaya. Sup ini sudah sering digunakan sejak dulu sebagai makanan yang memperbanyak ASI.

2. DAUN KATUK

Daun katuk sudah lama dikenal sebagai makanan yang memperbanyak ASI, karena mengandung protein yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI.

Ibu menyusui membutuhkan protein sekitar 20 gram lebih banyak daripada biasanya. Dalam kondisi normal, wanita membutuhkan sekitar 40 gram protein setiap harinya. Jadi dalam kondisi menyusui, dibutuhkan sekitar 60 gram protein setiap hari.

3. SUP DAGING ATAU AYAM ATAU IKAN

Sup juga merupakan salah satu makanan yang memperbanyak ASI. Kuah sup dapat menambah asupan cairan untuk tubuh, sedangkan daging atau ayam atau ikan dapat menambah protein bagi tubuh.

Selain itu, pada umumnya sup menggunakan berbagai macam sayuran, sehingga dapat memberi vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh.

 4. HAVERMOUTH (OATMEAL)

Selain berkhasiat untuk mengurangi kolesterol dan menjaga tekanan darah, havermouth juga salah satu makanan yang memperbanyak ASI.

Seorang wanita yang duduk memakan havermouth akan merasa relaks dan memicu hormon oxytocin. Hormon ini adalah hormon yang berpengaruh pada produksi ASI.

5. BAYAM, DAUN KELOR

Bayam baik untuk menambah zat besi yang berfungsi untuk pembentukan sel darah merah. Selain itu, kandungan vitamin B6 pada bayam dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi.

Kandungan nutrisi lainnya pada bayam adalah vitamin A, C, E, K, protein, serta berbagai mineral seperti thiamin, ribloflavin, asam folat, kalsium, magnesium, fosfor, dan kalium.

Sama dengan sayuran berdaun hijau tua lainnya, bayam mengandung enzim Phytoestrogens yang dapat memperbanyak ASI.

Jadi selain bayam, tambahkan sayur-sayuran hijau lainnya ke dalam menu sehari-hari, agar terdapat variasi makanan yang memperbanyak ASI.

6. WORTEL

Wortel banyak mengandung vitamin A, beta karoten, serta enzim Phytoestrogens yang dapat memperbanyak ASI. Minum 1 gelas jus wortel sebelum makan siang dapat menambah produksi ASI pada sore hari.

7. AIR

Makanan apapun tidak akan banyak membantu jika tubuh kita kurang cairan. Minumlah 10-12 gelas air putih sehari, agar produksi ASI lancar.

8. SARI KURMA ATAU KURMA

Penelitian menyebutkan konsumsi kurma atau sari kurma meningatkan kualitas ASI dan Berat Badan bayi menurut umur.

🔹CONTOH MENU BUMIL DAN BUSUI (2500 kalori)

✔ Menu Sahur (04.00)

1/2 mangkok kecil oatmeal (40g), mentah: 150 kal
1 gelas susu (240ml): 125kal
Tumis sayur (brokoli, udang kecil, wortel) 100g: 25 kal
1 mangkok mie telor: 220kal
2 potong ikan goreng 80 g: 100 kal
1 bungkus botok tempe 50 g: 100 kal
1 potong pepaya besar: 50 kal
Air putih 2.5 gelas

✔ Menu Berbuka (18.00)
Kurma 7 butir: 100kal
Sari kacang hijau (plus gula) 50 g: 200 kal
Air putih 2 gelas

✔ Menu Makan Malam (Setengah Jam Setelah Berbuka 18.30)
1,5 piring nasi (150g): 263 kal
1 gelas jus wortel besar: 115kal
1 potong paha ayam, goreng tanpa kulit & tulang: 100kal
1 mangkok gule sayur : 270 kal.
2 potong kcl tahu bacem: 75 kal.
Air putih 2 gelas.

✔ Menu Sebelum Tidur (21.00)
2 lembar roti: 135kal
1 telor mata sapi: 72 kal
Madu 2 sdm: 100kal
Sayuran (timun,  selada,  tomat)
1 pisang besar : 105 kal
1 gelas juz wortel: 115 kal
Air putih 1.5 gelas.

✔ Saat Beranjak Tidur (22.00)
1.5 gelas susu biasa: 180 kal
Sari kurma 1sdm: 150 kkal
Air putih 1,5 gelas.


🌷🌷🌷🔹🔹🔹🌷🌷🌷
      💎TaNYa JaWaB💎

0⃣1⃣ Yuli ~ Jombang
Assalamualaikum,

Bunda Rifa, saya busui, tapi kapasitas pencernaan saya terbatas saat puasa, mudah kenyang, makanan apa ya Bund yang padat gizi?

Agar meskipun konsumsi saya tidak banyak kebutuhan nutrisi tercukupi.
Oh iya Bun, kacang almond apakah baik untuk busui?

Terimakasih.

🌷Jawab:
Wa'alaikumsalam,

Biasanya kalau mudah kenyang ini yang agak sulit ya bund. Kita bagi saja waktunya menjadi lebih sering tapi porsi diperkecil.  Misal sahur dibagi 2 waktu lagi, memang agak repot tapi demi kualitas ibadah dan ASI ya bund.

Solusi lain bisa dengan pemilihan makanan kombinasi dan tinggi kalori, misal sup ayam plus kentang wortel 1 mangkok sedang waktu bangun sahur. Nanti saat akhir sahur dengan keluarga baru konsumsi yang agak beratnya.

Dedenya usia berapa bulan? Kalau masih belum sampai 6 bulan sebaiknya harus tetap dijaga makananya.

Bagus sekali, kaya lemak tidak jenuh, serat, dan protein.

🌐Terimakasih bunda Rifa, ini usianya sudah  hampir 1 tahun, tapi makan agak susah dan hanya ASI plus air putih, mau saya coba kasih sufor sedikit-sedikit, tidak apa-apa ya Bun?

🌷Usia setahun sudah boleh dikenalkan dengan MP ASI bunda, sufor juga boleh.

0⃣2⃣ Rini ~ Parung
Assalamualaikum mba Rifa..

Saya busui anak saya baru 2 bulan 10 hari sekarang. Ingin rasanya puasa tetapi sekarang masih ASI eksklusif. Bahaya tidak kalau saya ikut puasa terhadap kesehatan anak saya?

Karena pengalaman terdahulu anak kedua saya, saya berpuasa ketika menyusui, akhirnya dedenya diare dan muntah. Akhirnya saya trauma, bagaimana seharusnya tetap berpuasa atau tidak ?

🌷Jawab:
Waalaikumslaam bunda,

Seperti yang saya sudah jelaskan bunda.
Jika tetap ingin berpuasa saat sedang menyusui, maka penting untuk memperhatikan nutrisi yang anda konsumsi. Anda harus memenuhi nutrisi yang dibutuhkan. Selain itu, anda harus mempertimbangkan usia kehamilan dan bayi anda sebelum anda memutuskan untuk ikut berpuasa. Bayi yang berusia masih kecil, yang masih diberikan ASI eksklusif kebutuhannya tentu berbeda dengan bayi berusia 1 tahun yang sudah diberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Namun, sangat dianjurkan pada para ibu yang masih menyusui eksklusif (usia bayi kurang dari 6 bulan) untuk menunda berpuasa atau tidak berpuasa.

Agama Islam pun memberi keringanan bagi para ibu menyusui untuk tidak berpuasa selama Ramadhan. Sebab pada masa menyusui eksklusif, ASI adalah satu-satunya asupan cairan dan gizi bagi bayi. Pada masa ini, metabolisme tubuh ibu bekerja dengan giat untuk terus menerus memproduksi ASI dengan komposisi yang lengkap. Ibu menyusui boleh-boleh saja ikut berpuasa, namun harus disesuaikan dengan kemampuan ibu dan bayi.

Tanda bayi tidak mendapatkan cukup ASI di antaranya yaitu: Si kecil jarang buang air kecil yang ditandai dengan popok lebih jarang basah dari biasanya.  Bayi sering menangis dan gelisah Terjadi perubahan pada fesesnya, feses berwarna kehijauan, bayi mengalami penurunan berat badan atau kenaikan berat badan tidak terjadi.

0⃣3⃣ Tia ~ bandung
Assalamualaikum mba rifa,

Bagaimana jika kebutuhan gizi terpenuhi tapi gampang stres?
Apa yang harus dilakukan?

🌷Jawab:
Waalaikumslaam,

Stres secara tidak langsung juga ikut mempengaruhi proses metabolisme dalam tubuh. Bahkan stres yang diakibatkan penyakit tertentu bisa menambah kebutuhan kalori harian tubuh.

Dari makanan coba konsumsi makanan yang punya efek menenangkan dan menyenangkan sesekali waktu seperti segelas susu hangat, minuman coklat, es krim, buah pisang sambil sesekali ambil nafas, tenangkan pikiran, dan hembuskan nafas seraya melafadzkan dzikrullah
InsyaaAlloh akan lebih plong.

0⃣4⃣ Sasi ~ Bandar Lampung
Bismillaah...

Bolehkah bumil konsumsi susu uht saja, apakah tercukupi gizi kalsiumnya?

Berapa maksimal pack per-hari?

Syukron.

🌷 Jawab :
Susu UHT malah lebih baik bunda dibandingkan susu bubuk, tapi bisa dicek lagi kandungan asam folatnya apakah ada atau tidak, kalau tidak berarti harus ditambah dengan suplemen atau makanan tinggi asam folat seperti brokoli, dan sayuran hijau lain, buah alpukat.

Untuk bumil disesuaikan dengan kebutuhan kalsium sehari sekitar 1.200 mg. Lihat nutrition fact di kemasan susunya ya bunda.

🌐Kalau sedang diresepkan minum biofolat 1 kaplet dan hystolan setengah kaplet per-hari.

Ini sebaiknya diminum saat sahur ya, mba Rifa? Dosis sih setelah sarapan.

🌷Lebih tepatnya dikonsulkan dulu bun ke dokter, tapi kalau saya pribadi sepertinya setelah makan sahur,  sebagai pengganti setelah sarapan, sama seperti obat-obat lainnya.

0⃣5⃣ Esa ~ Bogor
Saat uk 7 bulan saya puasa qadha, saat sahur saya banyak minum air putih, tapi saat menjalankan puasa BAK sering terasa panas di bagian (maaf) vagina dan volumenya sedikit sekali, biasanya kalau tidak puasa BAK terus dengan volume urine cukup banyak.
Saya bingung saat ramadhan nanti dan saat Ini uk masuk 37 Minggu.

Mohon solusinya yaa kak rifa.

🌷Jawab:
Minum air putih saat sahur saja bunda? Kira-kira berapa gelas seharusnya jika sudah mengikuti aturan 10-14 gelas perhari, insyaaAlloh kebutuhan cairan sudah sangat terpenuhi. Kecuali bunda beraktivitas berat dan mengeluarkan banyak energi dan keringat, serta ada di lingkungan AC. Strateginya: minum 2 gelas bangun sahur,  2 gelas setelah makan di waktu sahur, 2 gelas saat berbuka, 2 gelas makan malam, 2 gelas stelah tarawih, 2 gelas sebelum tdur.

0⃣6⃣ Risma ~ Kediri
1. Apakah untuk busui jumlah kalsium tidak dibutuhkan sama dengan bumil?

2. Jurma + susu sebagai booster ASI kira-kira berapa takaran susu yang diperlukan, kalau susunya diganti bubuk apakah bisa?

🌷Jawab:
1. Iya sama, penambahan 200 mg dari kebutuhan normal (jadi total sekitar 1200 mg/hr)

2. Untuk penelitian terkait susu+kurma saya belum pernah mendapatkan referensi tervalid, namun dosis pembuatan rata-rata 7 butir kurma dalam segelas susu. Susu kambing lebih baik.
Penelitian teranyar adalah 5 sdm sari kurma bisa meningkatkan stamina dan konsumsinya 45 gr dalam sebulan bisa menambah berat badan bayi menurut umur.


🌷🌷🌷🔹🔹🔹🌷🌷🌷
 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

√ Usahakan untuk makan utama lebih dari 2 kali, bagi waktu makan menjadi lebih sering.

√ Pilih makanan yang padat energi dan kaya gizi, dengan membuat menu yang varian dalam isi seperti capcay seafood, pecel sayur, dan lain-lain.

√ Pastikan makanan bergizi seimbang dan bervariasi, walaupun utama sumber protein dan KH, tapi tetap jaga konsumsi sayur dan buah.

√ Usahakan pilih bahan makanan segar, bukan makanan kemasan atau kaleng.

√ Perhatikan asupan cairan, mininal 10-14 gelas sehari.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

RUMAHKU SURGAKU, Part 5 (Lemahnya Istri Di Sisi Suami)



OLeH: Bunda Lilis N.

          💎M a T e R i💎

🌷LEMAHNYA ISTERI DI SISI SUAMINYA


Bahasan tentang keluarga seakan tidak ada habisnya. Karena keluarga adalah inti pokok kita dalam menjalankan fungsi kita sebagai manusia yakni beribadah.
Ibadah itu semua berawal dari keluarga. Allah juga memerintahkan dalam Qur'an Surat At Tahrim ayat 6.

"Hai orang - orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu."

Seorang wanita hidupnya di bawah tanggung jawab walinya diantaranya ayah, kakek, saudara kandung laki-laki, anak laki-laki.

Ketika seorang wanita, baik gadis atau janda dinikahkan,  maka wali itu menyerahkan tanggung jawabnya pada suaminya, laki-laki yang menikahinya.

Tapi fenomena sekarang banyak suami yang melalaikan istrinya, meninggalkan istrinya baik itu karena dengan alasan pekerjaan, perjuangan atau  jihad.
Apapun alasannya, siapapun boleh punya persoalan, namun ada beberapa hal yang patut direnungkan oleh para suami, bahwa hal yang boleh jadi kecil di mata suami adalah hal yang besar dan berat bagi kaum perempuan sebagai istri.

" Ingatlah, berbuat baiklah pada wanita. Sebab mereka itu (bagaikan) tawanan di sisi kalian......." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Ketika wanita sendiri di rumah, ada hal-hal yang bisa terjadi yang bisa membahayakan istrinya.

Ketika seorang istri di rumah sendiri, maka syetan bersiap-siap mencari celah untuk mengganggu bahkan  menghancurkan keluarga kita.

Boleh jadi tetangga laki-lakinya, teman prianya, atasannya, tukang listrik, tukang cat rumah, sopir, orang Bank dan lain-lain.

Mereka bisa masuk ke rumah kita dan berada dengan istri kita baik itu suatu karena keperluan muamalah atau bisa jadi rekayasa syetan jenis manusia yang bisa mencelakakan istri bahkan anak-anak kita.
Bagaimanapun cerdasnya seorang wanita. Wanita akalnya tetap terbatas.

Banyak kasus terjadi, penipuan, pemerkosaan, intimidasi bahkan pembunuhan yang mengincar para istri di rumah.

Kita ambil contoh, seorang suami sepulang kerja jauh  mendapati istrinya tertipu bisnis oleh sahabatnya sendiri.
Atau ternyata saat pulang istri terlibat hutang ratusan juta dan siap digiring masuk penjara.

Atau mendapati istri selingkuh karena terkena rayuan.

Ada istri menghilangkan kesepiannya dengan berkumpul dengan kawan-kawan senasib di tempat hiburan yang buruk.

Istri kadang menghadapi kondisi dilematis dalam mengambil keputusan, karena keputusan istri pun harus seijin suami. Kondisi ini membuat ia selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit. Terkadang keputusannya mengundang amarah suami saat pulang.

Terkadang, karena keterbatasan akal dan selalu berada dalam kondisi bingung, maka ia kerap frustasi. Ujung-ujungnya anak bisa jadi sasaran kemarahan, kesedihan dan kefrustasiannya.

◼ISTRI GERILYA

Ada sebagian di antara para lelaki yang punya kebiasaan memiliki istri gerilya (Poligami yang tidak sesuai Sunnah) atas alasan bisnis atau bahkan atas nama Jihad.
Ia punya beberapa istri yang ia nikahi lalu ditinggal dan ditengok kapan saja sempat.
Mungkin sang istri bisa bersabar dan berdamai dengan kondisi itu karena terpaksa. Semua tampak baik-baik saja di mata manusia, karena manusia tidak mampu melihat apa yang di belakang, di depan, di luar dan di dalam.

Para suami yang menggunakan logika, atau pembenaran dalil ini telah banyak keluar dari Sunnah Rasul. Atas nama Jihad, ia melepas banyak aturan hak dan kewajiban suami istri.

"Aku tinggalkan kalian pada dua perkara, dimana kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh dengan keduanya, yaitu Kitab Allah dan SUNNAHKU."
(Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam kitab Al Qodar III ).

Sesuatu yang keluar dari Sunnah Rasul akan mendulang kepahitan bahkan kemurkaan Allah. Karena setiap yang keluar dari sistem dan aturan Allah, akan tersesat dan mendapat  banyak masalah.

Boleh jadi si istri ridho dengan semua penderitaannya menghadapi tuntutan dan tekanan sosial.  Tetapi Allah sendiri tidak ridho atas ketidakadilan kita sebagai suami, kepada istri-istrinya.
Mudah bagi Allah mengambil kembali istri yang disia-siakan suaminya, baik itu dengan perceraian atau bahkan kematian.
Atau kehinaan yang Allah timpakan pada suaminya.

◼AD - DAYYUST

Siapakah suami AD - DAYYUST ?

Yaitu suami yang tercela, tidak punya rasa cemburu, membiarkan istri dan anak gadisnya keluar rumah bermaksiat, sehingga tidak terlindungi dan tidak aman.
Bermaksiat disini maksudnya sering  keluar rumah, bertabaruz, bercampur baur dengan laki-laki sekalipun dalam pekerjaan. Tidak dalam kondisi darurat.

"Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga, yaitu pecandu khammar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki rasa cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya." (HR. Ahmad)

Apa yang menjadi sebab isteri keluar rumah?

Ada beberapa sebab, diantaranya karena memenuhi kebutuhan anaknya, mengurus hal-hal yang berhubungan dengan administrasi sekolah, pemerintah atau keluar untuk menghilangkan rasa sedih dan sepinya.
Saat istri keluar rumah tanpa mahram, boleh jadi syetan akan mengikutinya.

Allah mengancam suami DAYYUST dengan ancaman neraka. Suami Dayyuts setara dengan durhaka pada orang tua.

Maka, untuk para lelaki, dengan semua kelemahan yang ada pada wanita yang telah ia ikat dengan pernikahan, maka boleh jadi kaum lelaki bisa berlaku sekehendak hati, tapi Allah juga pun berkehendak atas kehidupan manusia. Untuk memuliakan atau menghinakan.

Allah telah menitipkan kaum perempuan, istri pada suaminya, anak pada ayahnya, maka jagalah mereka sesuai dengan yang telah Rasulullah ajarkan  melalui jalan  Sunnahnya.

Setiap Yang Menyalahi Sunnah Akan Mendulang Kepahitan Dan Penderitaan

Jangan biarkan istri-istri kita marah sehingga do'a mereka tidak menemani perjalanan kita. Atau bahkan jeritan hati mereka akan  menjadi do'a keburukan untuk kita.
Bukti banyak keluarga para mujahid hancur menandakan management yang salah.
Atas nama Jihad meninggalkan istri tanpa melihat hak-haknya, anak istri menanggung banyak beban sosial di lingkungannya yang memang faktanya tidak dalam kondisi perang.

Semoga menjadi bahan renungan. Selamatkan keluarga kita sebelum menyelamatkan orang lain.
Jangan sia-siakan amanah yang Allah berikan pada kita, sebelum segalanya menjadi terlambat dan menyesal.

Jika kita bertaqwa, Allah akan bukakan pintu-pintu kemudahan.


🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
        💎TaNYa JaWaB💎

0⃣1⃣ Ridha ~ Bekasi
Hidup berumah tangga memang tidak mudah dijalani.

Bagaimana sikap seorang istri jika suami tidak bersikap baik pada keluarga istri?
Jazakillah khair katsiran.

🌸Jawab:
Sering ajak Tholabul Ilmi agar paham hak dan kewajiban sebagai menantu.
Dekatkan ia dengan orang-orang Sholeh.
Sikap dia begitu karena tidak oaham ilmunya.

0⃣2⃣ Lisa ~ Malang
Bundaaa... Bagaimana bisa move on dan pasangan baru bisa diterima anak-anak?

🌸Jawab:
Jika setiap orang menjalankan hak dan kewajibannya secara benar, insyaallah akan ayah baru akan  diterima oleh anak.

Jika belum, terus berusaha berbuat baik dan berdoa sekuatnya, insyaallah, Allah kasih kemudahan. Karena perbuatan baik itu bisa meluluhkan hati.

0⃣3⃣ Evi ~ Jakarta Selatan
Assalamualaikum,

Bagaimana kedudukan anak laki-laku apabila ibunya sudah menjadi janda (ditinggal meninggal). Sedangkan untuk mencari nafkah dilakukan sendiri padahal anak-anaknya sudah mampu bekerja?
Maaf di luar tema.

🌸 Jawab:
Wa'alaikumsalam,

Kewajiban mengurus orang tua ada pada anak laki-lakinya.
Bahkan boleh dibilang, harta anak adalah harta orang tua. Bukan sebaliknya.
Diingatkan aja saudara laki-lakinya.

🔹 Bibi saya janda anak 3 laki-laki, tapi yang no 2 sudah menikah itupun memaksa pada ibunya supaya dipestakan. Sedangkan kakaknya di jakarta bekerja dan adiknya bungsu masih sekolah kelas 3 SMA. Bagaimana cara mengingatkannya?

🌸Sampaikan aja tentang dosa membebani atau menyakiti orang tua. Apakah ia ingin baik di mata Allah atau di mata manusia.

0⃣4⃣ Laily ~ Bekasi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mohon maaf ustadzah, ketika bersedekah dengan menggunakan uang yang sudah diberikan suami kepada saya, apakah perlu ijin suami terlebih dahulu? Karena saya sering melakukan itu tanpa bertanya kepada suami, karena jawabannya pasti tidak diperbolehkan dengan alasan orang yang diberi sedekah sudah cukup, bagaimana ustadzah?
Jazaakillah khoir ustadzah.

🌸Jawab:
Wa'alaikumsalam,

Harus dengan ijin suami, kalau suami belum mengijinkan ajak bicara baik-baik supaya paham. Tapi kalau tetap tidak mengijinkan, kita tetap harus taat.
Karena ketaatan pada suami itu yang membawa seorang isteri ke Surga.

0⃣5⃣ Yuli ~ Jombang
Berhubung dengan pertanyaan diatas bunda, jika suami memberikan sejumlah uang untuk kita sendiri, boleh digunakan semau kita, dan kita minta ijin diawal bahwa ini untuk sedekah, membeli keperluan pribadi, make up misalnya dan lain-lain, harus ijin lagi kah?

🌸Jawab:
Ya, tidak perlu.
Kan sudah jelas rincian peruntukannya.


🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Bangunlah pernikahan di atas niat karena Allah, dan dijalankan sesuai aturan Allah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.