Minggu, 28 Februari 2021

HATI GELAP SULIT MENERIMA KEBAIKAN

 


OLeH  : Ummi Yulianti

  💘M a T e R i💘

Baiklah...

بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمن الرَّحِيْمُ


السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

 الحمد لله 

نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ...

ام بعد

Segalanya milik Alloh ﷻ apa yang ada di langit dan bumi, kenikmatan dan kesusahan asalnya dari Alloh ﷻ sudah selayaknya kita panjatkan puji dan syukur hanya kepada Alloh ﷻ. 

Agama Islam adalah agama yang mengangkat dan membebaskan manusia dari zaman jahiliah zaman kegelapan menuju ke zaman yang terang benderang, sudah selayaknyalah kita sebagai umatnya senantiasa menghaturkan sholawat dan salam hanya kepada Nabi Muhammad ﷺ.

🌷HATI GELAP SULIT MENERIMA KEBAIKAN

Orang yang paling hina adalah yang bergantung kepada selain Alloh ﷻ karena orang yang bergantung kepada selain Alloh ﷻ seperti orang yang berlindung dari panas dan dingin dengan rumah laba-laba. Rumah laba-laba merupakan rumah yang paling rapuh. Secara umum, landasan dan pondasi syirik adalah bergantung kepada selain Alloh ﷻ. Sehingga pelakunya mendapatkan kehinaan dan celaan. 

(Ibnul Qayyim Al-Jauziyah)

Ada dua kata kunci yang penting digarisbawahi dalam pendapat Ibnul Qayyim Al-Jauziyah di atas, yaitu bergantung kepada selain Alloh ﷻ dan simbol kehinaan dari bentuk musyrik; yang dianalogikan bagaikan berlindung di rumah laba-laba. 

Lebih menarik lagi, pendapat Ibnul Qayyim ini ternyata hampir senada dengan salah seorang ilmuwan Psikologi Agama, Fredrick Schleimacher.

Schleimacher berpendapat bahwa yang menjadi sumber keagamaan adalah ketergantungan yang mutlak (Sense of Depend). Manusia merasa dirinya lemah sehingga ia menggantungkan diri kepada Tuhan. Pertanyaannya sekarang, bagaimana dan ada di posisi mana jika orang yang menggantungkan diri kepada selain Alloh ﷻ?

Manusia adalah yang manusia yang paling sempurna (jasmaninya), tapi dalam surah lain Alloh ﷻ juga menyebutkan bahwa manusia adalah makhluk yang paling lemah dalam melawan hawa nafsunya sendiri. Dalam kelemahan inilah, manusia sebaiknya menyadari siapa posisi dirinya dihadapan Tuhan.

Tentu saja, dalam proses penciptaan makhluk dan seluruh alam ini, tidak dipungkiri lagi ada Sang Khaliq (pencipta, pembagus ciptaan, designer tercanggih) dalam alam ini. Semua tercipta karena kemaha-kuasaan-Nya, tidak sertamerta ada dengan sendirinya. Dan keimanan juga rasa ketergantungan itu harus lahir dari hati.

Lebih lanjut, Ibnul Qayyim menegaskan bahwa setiap hati itu sedang berjalan menuju negeri akhirat. Jalan yang benar sudah ditunjukkan begitu pula ujian jiwa dan amal, penghambat yang dapat menjauhkan diri dari Alloh ﷻ, cobaan melawan hawa nafsu syaithan, semua petunjuk itu telah termaktub di dalam Al-Quran.

Maka, dalam perjalanan seorang hamba, pasti ada banyak hambatan yang harus mereka lalui hingga akhirnya mampu memperoleh kenikmatan dekat dan selalu berada dalam pertolongan-Nya.

Sesungguhnya, lanjut Ibnul Qayyim, ada lima perkara yang akan memadamkan cahaya hati, menutupi penglihatan dan menyumbat pendengarannya, membuat bisu dan tuli, melemahkan kekuatannya, menggerogoti kesehatannya, dan menghentikan tekadnya.

★ Adapun kelima perkara itu ialah kurang mengingat Alloh ﷻ, mengumbar harapan (mengeluh) kepada manusia, bergantung kepada selain Alloh ﷻ, terlalu kenyang (banyak makan) dan banyak tidur.

Lima hal inilah yang akan menggelapkan hati setiap manusia hingga mereka sudah tidak merasakan lagi betapa sengsaranya jika jauh dari Alloh ﷻ. Siapa yang tidak merasakan semua ini, berarti hatinya mati. Sementara luka pada orang yang sudah mati tidak membuatnya merasa sakit.

Hati yang mati karena tertutup oleh titik hitam dosa yang harus disembuhkan dan diterapi melalui taubat. Siapa yang tidak merasakan semua ini, berarti hatinya mati. Sementara luka pada orang yang sudah mati tidak membuatnya merasa sakit. 

Lima perkara ini menjadi penghalang antara hati dengan Alloh ﷻ, menghambat perjalanannya dan menimbulkan penyakit di dalamnya, antara lain bergantung kepada selain Alloh ﷻ.

Tidak ada kenikmatan, kelezatan, kesenangan dan kesempurnaan kecuali dengan mengetahui Alloh ﷻ dan mencintainya, merasa tentram saat menyebut-Nya, senang berdekatan dengan-Nya dan rindu bersua dengan-Nya. Inilah surga dunia baginya, sebagaimana dia tahu bahwa kenikmatannya yang hakiki adalah kenikmatan di akhirat dan di surga. Dengan begitu dia mempunyai dua surga. Surga yang kedua tidak dimasuki sebelum dia memasuki surga yang pertama.

Bergantung kepada selain Alloh ﷻ merupakan perusak hati yang paling besar, dan tidak ada yang lebih berbahaya selain dari hal ini, tidak ada yang lebih menghambat kemaslahatan dan kebahagiaannya selain dari hal ini. Jika hati bergantung pada selain Alloh ﷻ maka Alloh ﷻ menyerahkannya kepada sesuatu yang dijadikannya tempat bergantung.

Padahal apa yang dijadikan sebagai tempat bergantung itu sesungguhnya lemah dihinakan Alloh ﷻ dan dia tidak mendapatkan maksudnya karena dia beralih kepada selain Alloh ﷻ sehingga dia tidak mendapatkan apa yang ada di sisi Alloh ﷻ dan tidak mendapatkan dari apa yang dijadikannya sebagai tempat bergantung seperti yang diharapkannya.

“Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Alloh ﷻ, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.” (QS. Maryam: 81-82)

Sungguh kita adalah lemah. Maka kita membutuhkan Zat Yang Maha Kuat dan Menguatkan kita dari hal-hal buruk (kemaksiatan) yang sangat mungkin kita lakukan. Karenanya, Rasulullah ﷺ mengajarkan kita sebuah doa yang dengannya semoga Alloh ﷻ menjauhkan kita dari segala perbuatan buruk. 

Doa itu ialah Allahummaqsimlanaa min khasyyatika maa tahuulu bihi bainanaa wa bayna ma’shiyatik (Yaa Allah karuniakan kami rasa takut kepada-Mu yang akan menghalangi kami untuk bermaksiat pada-Mu).

Selain doa di atas, Rasulullah ﷺ pun telah menjamin bahwa mereka haram dari api neraka (tidak akan disiksa api neraka seizin-Nya). Dari Thariq bin Asyaim ra dia berkata, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,

“Barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illa Allah (tidak ada Tuhan yang berhak disembah) melainkan Alloh ﷻ dan mengkufuri sesuatu yang disembah selain Alloh ﷻ maka telah haram harta dan darahnya, dan pahalanya di sisi Alloh ﷻ (dijauhkan dari siksa neraka).” (HR. Muslim)

Allahu ta’alaa a’lam

Demikian Paparan kali ini.

Yang benar datangnya dari اللّه. Yang salah dari ketidatahuan ana yang masih fakir ilmu agama.

Mohon maaf jika ada salah-salah kata dalam penulisan.

 العلم بلاعمل كا لشجر بلا ثمر

Ilmu itu apabila tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.

 جزاكم الله خير جزاء شكرا وعفوا منكم...

فا استبقوا الخيرات...

والسلام عليكم ورحمة الله و بر كاته

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷

         💘TaNYa JaWaB💘

0️⃣1️⃣ Safitri ~ Banten 

Assalamualaikum ustadzah, 

Bagaimana dengan orang tua-tua yang masih jika ada keinginan, jika mau ada acara menanyakan sama orang pintar apa itu termasuk syirik ustadzah? 

(Contoh, menanyakan tanggal atau bulan yang bagus atau cocoknya pada bulan apa tanggal berapa untuk kegiatan ini, terus biasanya kalau ada yang mau nikah minta foto calon suaminya,  terus fotonya itu dibawa dikasih tahu dia itu orangnya bagaimana baik apa tidak sepertinya). 

Ustadzah bagaimana?

🔷Jawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Benar ukhti, termasuk syirik. Karena hanya Alloh ﷻ yang Maha Mengetahui, sesuatu hal yang belum terjadi. Semua hari itu baik, tidak ada yang jelek. 

Wallohu a'lam

🌴Tapi ustadzah kadang orang tua zaman dulu susah diomonginnya, apalagi kalau yang seumur fitri yang ngomongin mereka selalu ngomong kamu mah tidak tahu apa-apa sudah diam saja. Bagaimana caranya supaya kita bisa ngajak orang tua berdiskusi baik-baik bahwa yang dilakukan itu salah?

🔷 Ya, biasanya kalau anak yang menasihati, orang tua biasanya akan menentang, sebaiknya yang memberi nasihat orang tua yang dihormati dan disegani beliau, atau boleh juga diajak menyimak kajian akidah ustadz-ustadz di youtube. Yang terakhir do'akan kedua orang tua diberikan hidayah.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Riyanti ~ Yogja

Assalamu'alaikum, 

Bagaimana pandangan Islam tentang seorang anak perempuan yang lebih mementingkan kepentingan pribadinya dibanding keluarganya.

Contoh : Buat makan keluarganya selalu bilang tidak ada uang, tapi kalau buat jalan-jalan atau senang-senang sama teman ada. 

Atau lain hal, buat nolong teman selalu ringan tangan tapi kalau di rumah semua orang serasa di 'babu' kan sama dia, karena ngerasa dia kerja dan punya penghasilan. Yang nyuci baju ibunya, yang nyuci piring adiknya, yang naruh baju kotor dan piring kotor bekas makan kakaknya. Ini masuk kategori durhaka tidak ya? Karena kalau dinasihati saudara laki-lakinya malah ujung-ujungnya jadi ribut. Entah karena faktor salah pergaulan atau hal lain.

Mungkin ada solusi menyikapi pribadi yang demikian? 

🔷Jawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Untuk di kategorikan durhaka belum, lebih ke jiwa membangkang.

Ada fase yang terlewat pada masa tumbuh kembangnya.

Kesalahan tidak mutlak ada padanya sebagai orang tua juga wajib intropeksi ke dalam diri dulu sebelum mencari solusi untuk menyikapi anak tersebut.

Fitrah anak adalah mesin fotocopy handal. Apa yang anak kita lakukan adalah hasil copy paste sesuatu atau hal yang sama secara berulang-ulang dan tertanam di alam bawah sadarnya. Makanya anak akan mencari pembenaran akan sifat-sifatnya karena pernah di contohkan pada waktu lampau.

Anak royal di luaran tapi pelit di rumah berarti aktualisasi dia di rumah merasa tidak di akui.

Posisikan kita sebagai teman curhatnya agar aktualisasinya tetap terjaga dan gali terus apa yang jadi harapannya (bukan berarti kita menyerah kalah ya).

Usahakan tidak ada paksaan atau teguran yang sifatnya menyalahkannya tapi bukan berarti membiarkannya. 

Mulailah memberi nasihat bukan dengan kata-kata tapi dengan aksi nyata (teladan).

Ajak diskusi dua arah kita mendengarkannya dan dia pun harus mendengarkan kita. Ceritakan kisah-kisah hikmah disela-sela waktu pada saat kondisinya lagi happy dan trust sama kita.

Yang terakhir terus berdoa kepada Sang Pemilik Hati yang Maha Membolak-balikkan hati agar anak kita di berikan kelembutan hati, untuk menerima nasihat-nasihat baik dalam kehidupan.

Wallahualam bishshowab

0️⃣3⃣ iiN ~ Boyolali

Assalamu'alaikum ummi, 

Bila ada selalu tiba-tiba terbersit pikiran yang buruk atau penuh nafsu, apakah ini juga bentuk kelemahan dan dosa?

Tetapi terbersit pikiran itu hanya sekejap.

🔷Jawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Was-was atau pikiran yang jelek baik dalam shalat atau yang lainnya bersumber dari setan, karena dia benar-benar ingin menyesatkan orang muslim dan menjauhkan dari kebaikan. 

Pernah dahulu shahabat mengadu kepada Rasulullah sallalahu’alihi wasallam tentang was-was yang dia rasakan dalam shalat, beliau berkata : “Sesungguhnya setan telah menghalangiku dalam shalat dan bacaanku sehingga sampai saya lupa. Kemudian Rasulullah sallallahu’alihi wasallam bersabda: “Dia adalah setan yang biasa dipanggil dengan nama “KHONZAB“ kalau sekiranya engkau merasakannya, maka berlindunglah kepada Alloh ﷻ darinya dan meludahlah sebelah kiri sebanyak tiga kali. Dia berkata : “Kemudian saya praktekkan hal tersebut, dan Alloh ﷻ telah menghilangkaan dari rasa was-was tersebut.“

(HR. Muslim no : 2203)

Wallahu a'lam

0️⃣4⃣ Erni ~ Jogja

Assalamualaikum Ustadzah, 

Bagaimana sikap kita kepada orang yang  bisa dianggap sebagai pendakwah, mengakui ketauhidan Alloh ﷻ, mengakui yang memberi rejeki Alloh ﷻ, tapi dalam ritual ibadah mensyiriki Alloh ﷻ.  Beliau jika dinasihati selalu beraguman tidak ubahnya mengakui istrinya satu tapi menyelingkuhi. Tapi yang penting istrinya satu. Mengibadahi selain Alloh ﷻ dengan alasan pekewuh atau sungkan kepada manusia, yang penting tauhid tertanam dalam hati. Bagaimana sikap kita seharusnya bila berhadapan dengan orang seperti ini? 

Mohon pencerahan.

🔷Jawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Bila memungkinkan bisa menasihati beliau secara langsung, tapi biasanya karakter orang seperti ini harus dinasihati oleh orang yang diseganinya. Jangan lupa iringi ikhtiar dengan doa, agar Alloh ﷻ memberi hidayah pada beliau.

Wallahu a'lam

0️⃣5⃣ Yulia ~ Bekasi

Assalamualaikum ustazah,

Apakah istri mengumbar harapan (mengeluh) kepada suami termasuk lima perkara yang memadamkan cahaya hati? 

Terimakasih.

🔷Jawab:

Mengeluh di sini curhat atau protes dengan nafkah yang diterima.

Kalau curhat boleh-boleh saja, berbagi masalah dengan suami, suatu keharusan, agar istri tidak merasa sendiri, alhamdulillah kalau ada solusi, kalau tidak pun, setidaknya sudah mengurangi sedikit beban masalah. 

Tetapi kalau mengeluhnya karena nafkah yang terasa kurang, sebaiknya dihindari. Berapapun yang diberikan suami disyukuri. 

🌴Kalau menceritakan masalah rumah tangga orang lain ke suami bagaimana ustadzah?

🔷Sebaiknya sebisa mungkin masalah rumah tangga diselesaikan sendiri tanpa campur tangan orang lain, bicarakan baik-baik dengan suami, cari jalan keluarnya berdua. 

Kalaupun pada akhirnya tidak bisa diselesaikan, cerita pada orang yang bisa percaya dan amanah.

Wallahu a'lam

0️⃣6️⃣ Dwi ~ Bondowoso

Assalamualaikum Ummi mohon pencerahan...

Kita saat banyak melakukan dosa dimasa lalu, terkadang dinasihati siapapun juga tidak mempan. Taubat namun diulangi lagi dan lagi. Tetap saja membandel dengan dosa-dosa yang kita buat, namun disaat kita tertimpa banyak ujian yang bertubi-tubi kita mulai merasa sepertinya harus taubat dan hijrah menjadi lebih baik lagi dan berserah diri kepada Alloh ﷻ. 

Apakah kita bisa disebut sudah bisa menerima kebaikan dan mendapat hidayah dari Alloh ﷻ?

Maturnuwun

🔷Jawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Alhamdulillah, barokallohu fiik, 

Ketika kita ditegur Alloh ﷻ kemudian kita menyadari kesalahan dan kembali pada Alloh ﷻ. Hidayah Alloh ﷻ sudah berada pada diri kita. Semoga Alloh ﷻ berikan keistiqomahan.

Wallahu a'lam

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷

 💘CLoSSiNG STaTeMeNT💘

"Barangsiapa yang menginginkan kejernihan hatinya hendaknya dia lebih mengutamakan Alloh ﷻ daripada menuruti berbagai keinginan hawa nafsunya. Hati yang terkungkung oleh syahwat akan terhalang dari Alloh ﷻ sesuai dengan kadar kebergantungannya kepada syahwat. Hancurnya hati disebabkan perasaan aman dari hukuman Alloh ﷻ dan terbuai oleh kelalaian. Sebaliknya, hati akan menjadi baik dan kuat karena rasa takut kepada Alloh ﷻ dan ketekunan berdzikir kepada-Nya.”

(Ibnu Qayyim Rahimahullah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar