Minggu, 28 Februari 2021

GEJALA AWAL COVID-19 VS LONG COVID

 


OLeH: dr. Lilis Kurniah R.

      💎M a T e R i💎

🌷GEJALA AWAL COVID-19 VS LONG COVID


🔹PENDAHULUAN

Istilah baru Long Covid-19, apakah itu?

Long Covid-19 atau biasa disebut juga sebagai Post Acute Covid-19.
Suatu gejala yang masih dialami oleh seseorang yang telah sembuh dari Covid-19 namun masih memiliki gejala-gejala Covid-19.

Sebagian pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh dilaporkan bisa mengalami gejala berkepanjangan. Fenomena gejala jangka panjang ini disebut juga sebagai "Long Covid". Semua kelompok pasien bisa memiliki kemungkinan mengalami Long Covid. 

9 dari 10 yang dirawat karena terinfeksi Covid-19 dapat mengalami fenomena Long Covid ini. Ini bisa terjadi akibat proses ketika sakit menimbulkan kelainan yang menetap secara anatomik, akhirnya mempengaruhi secara fungsional. 

★ Fakta Long Covid: 

✓ 80% penyintas mengalami keluhan Long Covid.

✓ Ada 98 varian keluhan kesehatan pada penderita Long Covid. 

✓ Gejala Long Covid bisa dalam berbulan-bulan setelah sembuh dari Covid. 

✓ 44% penderita Long Covid mengeluhkan penurunan kualitas hidup. 

🔹PERBEDAAN GEJALA AWAL DAN LONG COVID

Gejala Covid Awal adalah gejala akut. 
Seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, yang sifatnya muncul dalam beberapa hari sampai beberapa minggu. Kemudian disertai riwayat kontak atau hasil PCR-nya positif. 

Gejala Long Covid kebanyakan bersifat kronis mulai dari rasa lelah berlebihan, gangguan nafas (sesak napas), jantung berdebar, nyeri sendi, nyeri dada, hingga depresi. 

WHO telah menyatakan bahwa gejala Covid-19 biasanya akan hilang dalam waktu 14 hari, jadi jika salah satu gejala Anda bertahan lebih lama dari ini, kemungkinan Anda mengalami Long-Covid, kata pakar kesehatan Inggris, Dr. Ben Littlewood-Hillsdon.

🔹MENDIAGNOSA LONG COVID

Mendeteksi pasien yang mengalami Long Covid bisa dilakukan dengan empat tahapan: (1) Wawancara, (2) Pemeriksaan fisik, (3) Riwayat penyakit sebelumnya, (4) Hingga pemeriksaan penunjang. 

Dalam tahapan wawancara untuk mendeteksi pasien Long Covid-19 ini, pasien dapat mengeluh terkait gejala-gejala yang dialaminya setelah dirawat dan diterapi di rumah sakit sebagai pasien terinfeksi Covid-19. 

Kemudian, pemeriksaan fisik ini dilakukan sebagai lanjutan dari tahapan wawancara atas keluhan yang dialami oleh pasien. Pada tahapan pemeriksaan fisik, dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan radiologi paru serta laboratorium. 

Dari pemeriksaan laboratorium pun kita harus memeriksa parameter-parameter laboratorium seperti pemeriksaan darah lengkap, penanda proses peradangan dan infeksi, penanda enzim jantung dan lain-lain. 

🔹GEJALA LONG COVID

✓ Gejala yang Ringan
Beberapa gejala yang timbul saat mengalami gangguan yang ringan adalah kelelahan, sesak napas, nyeri otot, nyeri sendi, kehilangan ingatan dan konsentrasi, hingga depresi. Gangguan ini dapat menyebabkan beberapa orang kesulitan untuk menjalani aktivitas hariannya. 

Maka dari itu, jika kamu mengalami sesak napas dalam waktu yang lama, batuk yang sulit sembuh, hingga nyeri sendi dan otot, ada baiknya untuk memeriksakan diri agar dapat menghindari masalah yang lebih besar.

✓ Gejala yang Lebih Parah.

Hal lainnya yang harus kamu tahu adalah sekitar 10–15 persen kasus dari gejala Long Covid-19 ini dapat berkembang menjadi penyakit berat dimana 5 persen menyebabkan sakit kritis.

Beberapa gangguan parah yang dapat terjadi, antara lain:

▪️Jantung: Gangguan ini juga dapat berdampak buruk pada jantung yang meliputi kerusakan pada otot jantung dan gagal jantung.

▪️Paru-paru: Kamu juga dapat mengalami kerusakan jaringan paru-paru dan gagal paru restriktif disebabkan oleh virus corona yang terjadi dalam jangka panjang.

▪Otak Dan Sistem Saraf: Masalah lainnya yang dapat terjadi pada otak dan sistem saraf adalah kehilangan indra penciuman (anosmia), masalah yang berhubungan dengan tromboemboli, seperti emboli paru, serangan jantung, dan stroke, hingga gangguan kognitif.

🔹PENANGANAN

Jika gejalanya parah, perawatan suportif dapat diberikan oleh dokter di rumah sakit. 

Jenis perawatan ini mungkin melibatkan:

1) Suplai cairan untuk mengurangi risiko dehidrasi.

2) Obat untuk mengurangi demam, sesak, nyeri dan pegal-pegal.

3) Oksigen tambahan dalam kasus yang lebih parah.

4) Ventilator ketika mengalami kesulitan bernapas.

Wallahu a'lam

🌷🌷🌷🔹🔹🔹🌷🌷🌷
        💎TaNYa JaWaB💎

0️⃣1️⃣ Fildzah ~ Tangerang
Assalamualaikum dokter,
Sembuh dari gejala Long Covid-19 itu berapa lama?

🍓Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Belum diketahui secara pasti, Mbak. 
Ada yang berbulan-bulan masih merasakan gejala ini, tapi karena kasus ini baru, sehingga belum bisa diketahui sampai kapan bertahan gejala Long Covid-19 ini. 

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Dwi ~ Bondowoso
Assalamualaikum dok, 

Saya positif bulan Desember kemarin dan setelah 10 hari dirawat di rumah sakit dan ditambah 14 hari isolasi mandiri itu masih lemes badan dan mudah capek, batuk sampai saat ini masih ada meski tidak intens.

Karena sebelum kena Covid saya juga sudah batuk beberapa bulan, dok. Saya hanya konsumsi vitamin saja sampai saat ini, dan sekarang sudah lebih baik.

Pertanyaan saya, 
Apa saya harus konsumsi obat atau saya cukup dengan vitamin di pasca sembuh ini, dok? 
Alhamdulillah saya tidak mengalami mati rasa di indra penciuman dan kecap, namun teman-teman yang bersamaan positif saat itu, sampai saat ini katanya belum 100% pulih indranya, dok.

Apa yang harus dilakukan?
Mohon infonya. 

🍓Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Untuk mbak cukup vitamin saja, makan bergizi, istirahat cukup, olah raga ringan saja. Untuk teman-teman yang baru sembuh obatnya sesuaikan dengan gejalanya saja. 

💎Untuk teman-teman saya sembuhnya bersamaan, dok.
Kita bersembilan waktu itu bersamaan positif dan satu meninggal. Cuma memang sampai saat ini indranya yang belum pulih, yang lain sudah baik, dok. 

🍓Kalau sama gejalanya ringan tidak perlu obat khusus. 

Wallahu a'lam

🌷🌷🌷🔹🔹🔹🌷🌷🌷
 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

★ Ingat Pesan Ibu, 5 M

✓ Memakai masker. 
✓ Mencuci tangan. 
✓ Menjaga jarak. 
✓ Menghindari kerumunan. 
✓ Membatasi mobilisasi. 

Semoga kita semua terhindar dari penyakit yang membahayakan. 
Mohon maaf atas kekurangan dan khilaf. 

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar