Minggu, 25 April 2021

SHOLAT DAN KEDUDUKANNYA DALAM ISLAM

 


OLeH: Ustadz Abdillah Noor R.

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

Adapun terkait kedudukan sholat dalam islam adalah. 

1. Menjadi salah satu rukun islam. 

2. Pembeda antara mu'min dan kafir.

3. Amalan pertama yang akan di hisab.

4. Amalan yang diamanatkan Nabi.

◼️Keagungan Sholat Dalam Islam

Sesungguhnya sholat memiliki kedudukan yang sangat terhormat, agung, mulia dan berharga dalam Islam. Sholat dalam Islam ibarat kepala bagi wujud sebuah jasad. Maka tidak mungkin terbayang dalam benak kita semua, bila ada jasad tanpa kepala. Demikian pula tidak dapat terbayang bila Islam tanpa sholat. Oleh karena itu, tidak heran bila sholat termasuk sebagai rukun kedua dari rangkaian lima rukun Islam. Bahkan menjadi rukun yang paling ditekankan setelah dua kalimat syahadat.

Sholat adalah tiang agama. Barangsiapa yang mendirikannya, berarti ia mendirikan agama. Sebaliknya, siapa yang meninggalkannya, berarti ia telah menghancurkan agama. Sholat juga menjadi amal yang paling utama karena merupakan kontak atau hubungan langsung antara seorang hamba dengan Kholiqnya, yaitu Alloh ﷻ. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

(( إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا صَلَّى يُنَاجِي رَبَّهُ ))

“Sesungguhnya salah seorang dari kalian apabila mengerjakan sholat, maka ia sedang berinteraksi (munajat) dengan Robbnya (yaitu Alloh ﷻ).” (HR. al-Bukhori)

Ia adalah mata air jernih yang mengalirkan kekuatan, keteguhan dan rahmat kasih sayang dengan deras kepada seseorang sekaligus membersihkan kotoran dosa dan daki kesalahan-kesalahannya.

Jabir  menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

(( مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ كَمَثَلِ نَهَرٍ جَارٍ غَمْرٍ عَلَى بَابِ أَحَدِكُمْ، يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ )) 

“Perumpamaan sholat lima waktu adalah laksana sungai yang mengalir deras di depan pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi padanya setiap hari lima kali.”

Kemudian al-Hasan berkata:

( وَمَا يُبْقِي ذَلِكَ مِنَ الدَّرَنِ؟ )

“Lantas, adakah kotoran yang tersisa darinya?” (HR. Muslim)

Sholat adalah rahmat Alloh ﷻ bagi para hamba-Nya yang kepada naungan-Nya mereka berteduh sebanyak lima kali, memuji Robbnya, bertasbih, meminta rahmat, hidayah, maghfiroh dan pertolongan-Nya. Ia adalah pembersih jiwa bagi orang-orang yang menegakkannya, baik laki-laki maupun perempuan, menghapus kesalahan-kesalahan dan juga menghilangkan dosa-dosanya. 

‘Utsman bin ‘Affan  bertutur, “Aku pernah men-dengar Rasulullah ﷺ  bersabda:

(( مَا مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلاَةٌ مَكْتُوْبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوْئَهَا وَخُشُوْعَهَا وَرُكُوْعَهَا إِلاَّ كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوْبِ مَالَمْ تُؤْتَ كَبِيْرَةٌ، وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ ))

“Tidaklah seorang Muslim datang kepadanya waktu sholat fardhu, lalu ia berwudhu dengan baik dan melakukan sholat dengan khusyu’ dan ruku’ dengan baik, melainkan sholatnya pasti akan menghapus dosa-dosa sebelumnya selama ia tidak mengerjakan dosa besar. Dan itu berlangsung sepanjang masa.” (HR. Muslim)

Apakah kita tidak merasa malu saat kita meninggalkan sholat? Mengapa hanya kita yang tidak mau menundukkan kepala untuk sujud di hadapan Alloh ﷻ padahal seluruh alam semesta tunduk sujud dan bertasbih kepada-Nya?

Rasulullah ﷺ dalam banyak haditsnya telah memberikan peringatan yang keras kepada orang-orang yang suka meninggalkan sholat, di antaranya beliau bersabda:

(( العَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ ))

“Perjanjian yang memisahkan kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah sholat. Barangsiapa yang meninggalkan sholat, maka berarti ia telah kafir.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)

Ketika kita meninggalkan sholat, apakah kita tidak merasa takut jika kita digiring ke neraka Saqor bersama-sama orang-orang kafir dan kaum pendosa lainnya? 

Pada hari kiamat nanti para penghuni surga akan bertanya kepada para penghuni neraka: 

“Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Saqor (neraka)?’ Mereka menjawab: ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat’.” (QS. al-Muddatstsir: 42-43)

Na’udzu billahi min dzalik!

Tidak ada kehinaan yang lebih besar dibandingkan kita bersanding bersama orang-orang yang dihinakan dan dilaknat Alloh ﷻ.

Dan orang yang meninggalkan sholat akan disandingkan dan dihimpun pada hari kiamat nanti bersama-sama Fir’aun, Qorun dan Haman yang dilaknat dan dihancurkan oleh Tuhan pencipta alam.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda tentang sholat:

(( مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوْرًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ تَكُنْ لَهُ نُوْرًا وَلاَ بُرْهَانًا وَلاَ نَجَاةً، وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُوْنَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ ))

“Barangisapa yang menjaganya, maka ia menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari Kiamat. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak akan mendapatkan cahaya, bukti dan keselamatan, dan pada hari Kiamat ia akan bersama Qorun, Fir’aun, Haman dan Ubay bin Khalaf.” 

(HR. Ahmad, ath-Thabrani dan Ibnu Hibban dengan sannad jayyid)

Na’udzu billahi min dzalik!

Saudara/i ku kaum Muslimin dan Muslimat

Sebagai orang yang beriman, marilah kita agungkan sholat dengan cara:

1. Menjaga waktu dan batas-batasnya, yaitu dengan sholat tepat pada waktunya,

2. Meneliti rukun-rukunnya, hal-hal yang wajib dan hal-hal yang disunnahkan sebagai kesempurnaannya,

3. Bersegara menunaikannya dengan penuh semangat saat kewajibannya tiba, dan 

4. Menyesal dan bersedih, jika tidak dapat menunaikan dengan baik dan sempurna.

Saudara/i ku kaum Muslimin dan Muslimat

Kebahagiaan, kesuksesan dan keselamatan –jika kita laksanakan sholat dengan baik– tidak akan diraih kecuali oleh diri kita sendiri yang akan merasakannya. Sedangkan kesengsaraan, kegagalan dan kecelakaan –jika kita abaikan sholat– tidak akan menimpa kecuali pada diri kita sendiri juga! 

Pakailah pakaian kita yang terbaik, saat panggilan sholat telah tiba. Rapih, sopan, baik, harum semerbak dan menutup aurat secara sempurna. Demikian pula tempat sholat dan sujud; kita rapihkan, bersihkan dan harumkan. Bersihkan najis-najis yang ada, singkirkan gambar, tulisan, ukiran atau apa saja yang mengganggu kekhusyu’an kita dihadapan Alloh ﷻ, tanpa sedikitpun kita merasa berat melakukannya karena Alloh ﷻ pasti akan membalas semua kebaikan dan kesungguhan kita tersebut. Alloh ﷻ berfirman:

“Hai anak Adam, pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh ﷻ tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. al-A’rof: 31)

Saudara/i ku kaum Muslimin dan Muslimat

Sempurnakanlah wudhu saat kita hendak menunaikan sholat menghadap Alloh ﷻ. Sholat tanpa wudhu tentulah tidak sah, karena wudhu adalah kunci pembuka sholat. Wudhu menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat bagi siapa yang melakukannya, walaupun di saat dingin menggigil atau panas menyengat. Setiap kesalahan dan kekeliruan yang ada di setiap bagian tubuh yang dibasuh dengan air wudhu akan rontok berguguran terhapus kesalahan-kesalahan, hingga dia keluar dalam keadaan bersih dan suci dari dosa-dosa kecil. 

Sentuhan-sentuhan air wudhu itu kelak di akhirat akan menjadi tanda cemerlang yang bersinar, hingga menghantarkan kita ke telaga Rasulullah ﷺ, sebagai tanda orang-orang yang berhak memasuki surga yang  penuh kenikmatan. Rasulullah ﷺ mengingatkan:

(( مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ ))

“Barangsiapa yang berwudhu’ lalu ia sempurnakan wudhunya, niscaya akan keluar dosa-dosa dari tubuhnya, hingga dosa-dosa yang berada di bawah kuku-kukunya.”  (HR. Muslim)

Saudara/i ku kaum Muslimin dan Muslimat

Untuk dapat mewujudkan dan merealisasikan wudhu yang baik, benar dan sempurna, maka upayakanlah menunaikannya dengan rapih dan baik, di antaranya:

~ Niatkanlah wudhu kita ikhlas karena Alloh ﷻ, bukan sekedar ingin mendinginkan tubuh, membasuh dan memperindah wajah atau tujuan-tujuan lain yang lebih rendah. 

Rasulullah ﷺ  mengingatkan: 

(( إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ))

“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niat nya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang ia niatkan.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

~ Cuci dan basuhlah seluruh anggota wudhu dengan sempurna. 

~ Cucilah kedua telapak tangan dengan membaca basmalah, berkumur dan masukkanlah air ke hidung, lalu keluarkan kembali dengan tertib. 

~ Cucilah wajah dengan merata, jangan sampai ada yang tersisa. 

~ Cucilah tangan hingga siku, jangan sampai lekukan di siku-siku tangan kita tertinggal tanpa terkena air wudhu. 

~ Usaplah kepala kita secara merata agar lebih sempurna, jangan takut kusut pada sisiran rambut. 

~ Cucilah kaki kita hingga kedua mata kaki, jangan lalai mencuci lekukan mata kaki yang sering tidak terkena air wudhu. Kemudian, berdoalah:

(( أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ ))

“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak di ibadahi secara benar) kecuali Alloh ﷻ Yang Maha Esa. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Alloh, jadi-kanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci.”

Saudara/i ku kaum Muslimin dan Muslimat

Ingatlah selalu, sholat adalah taman bagi segala macam peribadatan. Di dalamnya penuh dengan pengagungan yang indah dan menakjubkan. Ia dimulai dengan takbir, lalu membaca kalamulloh (al-Qur’an), kemudian ruku’ sebagai bentuk pengagungan kepada Alloh ﷻ, lalu bangkit dari ruku’ yang dipenuhi dengan berbagai pujian kepada-Nya, kemudian sujud dengan mensucikan-Nya. Di dalamnya disertai panjatan doa, dilanjutkan dengan duduk untuk berdoa dan tasyahud, kemudian diakhiri dengan salam. Itulah rangkaian gerakan menawan dan ucapan sholat yang agung.

Sholat adalah penolong dalam segala urusan penting, pencegah dari segala maksiat dan penahan dari berbagai kemungkaran. Sholat adalah cahaya bagi orang-orang yang beriman yang memancar dari dalam hatinya dan yang akan menyinarinya ketika di padang mahsyar kelak. Dan sholat adalah kebahagiaan jiwa orang-orang beriman dan penyejuk jiwanya. 

Rasulullah ﷺ bersabda: 

(( وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلاَةِ ))

“Sholat dijadikan sebagai penyenang dan penyejuk jiwaku.” (HR. Ahmad dan an-Nasa’i)

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan:

“Barangsiapa yang menjaga sholatnya, niscaya ia akan menjadi cahaya, bukti dan penyelamat (baginya) pada hari kiamat.” (HR. Ahmad, Ibnu Hib-ban dan ath-Thabrani)

Saudara/i ku kaum Muslimin dan Muslimat

Marilah kita tunaikan sholat dengan penuh khusyu’ dan sempurna, dengan demikian surga yang penuh kenikmatan pun rindu memanggil nama kita. Untuk mencapai kesempurnaan tersebut, marilah kita berusaha semaksimal mungkin untuk mendirikannya dengan sebaik-baiknya. Caranya adalah:

🔹1. Niatkan lah setiap peribadatan kita hanya karena Alloh ﷻ, terutama ketika mengerjakan sholat. Jangan biarkan jiwa diarahkan untuk mencari yang lebih rendah dan hina yang akan lenyap, yaitu selain Alloh ﷻ.

🔹2. Rapatkanlah shof-shof kita agar Alloh ﷻ menyatukan hati-hati kita. 

Rasulullah ﷺ mengajarkan agar barisan shof sempurna, maka rapatkanlah kaki-kaki dan bahu-bahu kita hingga saling menyentuh. Alloh ﷻ  akan menyambung rahmat-Nya bagi siapa saja yang menyambung shof yang putus, dan memutuskan rahmat-Nya bagi siapa saja yang memutuskan shof di waktu sholat. Rapatnya shof-shof di waktu sholat akan merapatkan hati-hati kita semuanya. Sebaliknya, kerenggangan shof di waktu sholat akan membawa kerenggangan hati-hati kaum Muslimin.

Rasulullah ﷺ bersabda:

(( أَلاَ تَصُفُّوْنَ كَمَا تَصُفُّ الْمَلاَئِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا؟ )) قُلْنَا: ( وَكَيْفَ تَصُفُّ الْمَلاَئِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا؟ ) قَالَ: (( يُتِمُّوْنَ الصُّفُوْفَ الأُوَلَ وَيَتَرَاصُّوْنَ فِي الصَّفِّ ))

“Tidakkah kalian bershof-bershof sebagaimana para Malaikat bershof-bershof di sisi Robbnya?’. Kami bertanya: ‘Bagaimanakah para malaikat bershof-shof di sisi Robbnya?’ Beliau bersabda: “Mereka menyempurnakan shof-shof yang pertama dan berapat-rapat dalam shof.” (HR. Muslim) 

Ibnu Mas’ud berkata: 

“Dahulu Rasulullah ﷺ  menyentuh pundak-pundak kami di waktu hendak sholat dan bersabda: 

(( إِسْتَوُوْا، وَلاَ تَخْتَلِفُوْا فَتَخْتَلِفَ قُلُوْبُكُمْ ))

“Luruskanlah! Jangan sampai tidak rata, niscaya akan berselisih hati-hati kalian.” (HR. Muslim)

َقِيْمُوا صُفُوْفَكُمْ فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ )). وَكَانَ أَحَدُناَ يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ. 

“Luruskan dan rapatkan shof-shof kalian, karena aku melihat kalian dari belakangku.” Dan adalah bahu salah seorang dari kami menempel pada bahu kawannya dan kakinya menyentuh kaki kawannya." (HR. al-Bukhori) 

🔹3. Berdirilah menghadap kiblat dengan baik dan arah-kan pandangan mata ke tempat sujud, jangan memandang ke atas, atas tengok kanan dan kiri. Ini akan membantu kekhusyu’an dan kesempurnaan sholat kita.

🔹4. Jika kita tidak mampu berdiri, maka duduklah seperti duduk di waktu tasyahhud, dan jika tidak mampu juga, maka berbaringlah. 

Semuanya telah Alloh ﷻ  ringankan (rukhshoh) bagi orang-orang yang tidak mampu melakukannya.

🔹5. Dirikanlah sholat dengan baik dan laksanakanlah seluruh rukun-rukun dan sunnah-sunnah sholat dengan sempurna.

Dari mulai takbir hingga salam jangan sampai ada yang tertinggal. Kerjakanlah dengan thuma’nīnah. Jangan tergesa-gesa dan terlalu cepat tanpa jeda waktu tenang pada setiap bagian dari gerakan sholat. Semua itu akan menghilangkan kesempurnaan ibadah kita kepada Alloh ﷻ.

Rasulullah ﷺ bersabda:

(( لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى صَلاَةِ رَجُلٍ لاَ يُقِيْمُ صُلْبَهُ بَيْنَ رُكُوْعِهِ وَسُجُوْدِهِ )) 

“Alloh ﷻ tidak akan melihat sholat seseorang yang tidak meluruskan punggungnya di antara ruku’ dan sujudnya.” (HR. Ahmad dengan sanad shohih)

🔹6. Jangan sampai mendahului imam dalam setiap gerakan. 

Sebaiknya kita mengikuti imam dengan baik dan sempurna. Tunggulah sampai imam sempurna mengerjakan setiap gerakan, baru kita mengikutinya. Jika imam selesai takbir, barulah kita bertakbir. Jika imam telah ruku’ dengan rata, maka barulah kita ruku’. Jika imam telah sujud dengan tertib hingga menyentuh tanah atau lantai, maka barulah kita sujud. Begitu seterusnya, setiap gerakan sholat kita mengikuti imam dengan baik. Ingatlah, bahwa mendahului imam dalam gerakan atau ucapannya akan mendapatkan hukuman yang tidak ringan di sisi Alloh ﷻ.

🔹7. Jangan lupa berdzikir setelah sholat, walaupun hanya duduk sejenak untuk membaca Subhānalloh (33 kali), al-Hamdu lillah (33 kali) dan Allohu Akbar (33 kali). 

Kemudian alangkah baiknya bila digenapi menjadi seratus kali dengan membaca:

(( لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ))

“Maka kesalahan-kesalahan kita akan diampuni sekalipun sepenuh buih di lautan.” (Sebagaimana yang dijlaskan dalam hadits riwayat Muslim)

Jangan tinggalkan dzikir tersebut, karena dzikir akan menumbuhkan thuma’nīnah (ketentraman) bagi hati-hati kita, dan akan menjadi benteng yang kokoh dari berbagai rongrongan setan. 

🔹8. Dirikanlah sholat lima waktu di masjid dengan berjama’ah. Jangan sampai tertinggal atau melalaikannya. 

Terlalu banyak faedah dan keutamaan dari sholat berjama’ah di masjid. Sholat berjama’ah lebih utama 27 derajat dibandingkan sholat sendiri; bukan hanya para malaikat yang berebut menetapkan amal berjalan kaki menuju masjid sholat berjama’ah, bahkan Alloh ﷻ menjadikan salah satu sebab mendapatkan jaminan hidup baik serta mati dalam kebaikan serta sebagai salah satu sebab penyucian seorang hamba dari dosa-dosanya. Alangkah agung dan mulia jaminan ini semua. Hidup dalam kebaikan dan mati dalam kebaikan pula. 

Siapakah yang telah menjanjikan hal-hal tersebut? 

Dialah Alloh ﷻ Yang Maha Tunggal. Alloh ﷻ telah memuji orang-orang yang senantiasa memakmurkan masjid-masjid-Nya dalam firman-Nya:

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Alloh ﷻ adalah orang-orang yang beriman kepada Alloh ﷻ dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Alloh ﷻ, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah: 18)

◼️Keutamaan Sholat Berjama’ah

Meninggalkan sholat dengan berjama’ah termasuk faktor terbesar dan sebab utama dari bentuk pengabaian dari pelaksanaan sholat secara keseluruhan. Dan ini termasuk hal yang berbahaya.

Berdasarkan dalil-dalil al-Qur’an dan hadits-hadits shohih dari Rasulullah ﷺ yang sangat banyak, sholat berjama’ah hukumnya wajib karena di dalamnya terkandung banyak kemaslahatan.

Di antara faedahnya adalah saling mengenal, tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, nasihat menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, memotivasi orang-orang yang lalai, mengajari orang yang belum mengetahui, menyingkap kebohongan dan kemalasan kaum munafik, menjauhkan diri dari sifat nifak, menye-marakkan syiar-syiar Islam, berdakwah di jalan Alloh ﷻ, dan beragam faedah besar lainnya.

Rasulullah ﷺ sangat menekankan umatnya untuk menghadiri sholat jama’ah. 

Abu Huroiroh  meriwayatkan:

أَتَى النَّبِيَّ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ: ( يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ ). فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ  أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ: (( هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ )). قَالَ: ( نَعَمْ ) قَالَ: (( فَأَجِبْ ))

“Ada seorang buta datang kepada Nabi dan berkata, ‘Wahai Rasulullah ﷺ, tiada seorang penuntun bagiku untuk pergi ke masjid, maka izinkan aku sholat di rumah.’ Maka diizinkan oleh Rasulullah ﷺ. Kemudian ketika orang itu telah bangkit hendak berjalan pulang, ia dipanggil oleh Rasulullah ﷺ  dan ditanya, ‘Apakah engkau mendengar suara adzan untuk sholat?’ Ia menjawab: ‘Ya’. Maka beliau bersabda, ‘Kalau begitu engkau harus datang (ke masjid) menyambutnya.” (HR. Muslim)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

(( وَالَّذِيْ نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْتَطَبَ ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيَؤُمَّ النَّاسَ ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوْتَهُمْ ))

“Demi Alloh yang jiwaku ada di tangan-Nya, saya berkeinginan keras untuk menyuruh orang mengumpulkan kayu api, kemudian saya perintahkan mu’adzin untuk mengumandangkan adzan, dan saya menyuruh orang menjadi imam bagi orang-orang, kemudian saya pergi mendatangi orang-orang yang tidak datang sholat, lalu saya bakar rumah-rumah mereka beserta merekanya.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

Demikian besar keutamaan sholat berjama’ah sehingga Rasulullah ﷺ bersabda:

(( لَيْسَ صَلاَةٌ أَثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِيْنَ مِنْ صَلاَةِ الْفَجْرِ وَالْعِشَاءِ، وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِيْهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً ))

“Tidak ada sholat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari sholat Subuh dan ‘Isya. Padahal seandainya mereka mengetahui pahalanya, tentu mereka akan mendatanginya meskipun sambil merangkak.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

Setiap ayunan langkah kaki yang dilangkahkan ke masjid, maka akan menghapuskan dosa dan menaikkan derajat seorang hamba. Rasulullah ﷺ bersabda:

(( صَلاَةُ الرَّجُلِ فِى جَمَاعَةٍ تَزِيْدُ عَنْ صَلاَتِهِ فِى بَيْتِهِ، أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوْءَ، لاَ يَنْهَزُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ. لاَ يُرِيْدُ إِلاَّ الصَّلاَةَ، لَمْ يَخْطُ خُطْوَةً إِلاَّ رُفِعَ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيْئَةٌ حَتَّى يَدْخُلَ الْمَسْجِدَ، فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فِى الصَّلاَةِ مَا كَانَتِ الصَّلاَةُ هِيَ تَحْبِسُهُ وَالْمَلاَئِكَةُ يُصَلُّوْنَ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِى مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلَّى فِيْهِ يَقُوْلُوْنَ: اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اَللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ، مَا لَمْ يُؤْذِ فِيْهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيْهِ ))

“Sholat seseorang dengan berjama’ah lebih utama dan lebih banyak pahalanya dengan dua puluhan (25 atau 27) derajat daripada sholat sendirian, di rumah atau di pasar. Hal ini dikarenakan, apabila salah seorang di antara kalian berwudhu dengan sempurna, kemudian pergi ke masjid dan tidak ada niatan lainnya kecuali untuk sholat dan tidak melangkahkan kakinya kecuali karenanya (sholat), maka akan ditinggikan derajatnya dan akan dihapuskan kesalahannya hingga ia masuk masjid hanya untuk dan hanya karena sholat. Dan para malaikat akan bersholawat kepada salah seorang di antara kalian selama masih berada di tempat (sholat)nya seraya mereka berkata: ‘Ya Alloh, sayangi dan ampunilah ia’, asalkan ia tidak menyakiti orang lain dan tidak berhadats.”  (HR. al-Bukhori dan Muslim)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

(( مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلاَةِ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّلاَةِ الْمَكْتُوبَةِ فَصَلاَّهَا مَعَ النَّاسِ أَوْ مَعَ الْجَمَاعَةِ أَوْ فِي الْمَسْجِدِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ذُنُوبَهُ ))

“Barangsiapa yang berwudhu secara sempurna dengan maksud mengerjakan sholat, kemudian berangkat dengan berjalan kaki untuk menger-jakan sholat wajib, lalu ia sholat bersama kaum Muslimin, atau berjama’ah, atau di dalam masjid, niscaya Alloh ﷻ akan mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim)

(( إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلاَةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى ))

“Orang yang paling besar pahalanya dalam sha-lat adalah orang yang paling jauh perjalanannya.” (HR. Muslim)

Demikian bersemangatnya para sahabat Nabi dalam melakukan sholat berjama’ah, sehingga sahabat Ubay bin Ka’ab pernah meriwayatkan:

(( كَانَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ لاَ أَعْلَمُ أَحَداً أَبْعَدَ مِنَ الْمَسْجِدِ مِنْهُ وَكَانَتْ لاَ تُخْطِئُهُ صَلاَةٌ !فَقِيْلَ لَهُ: لَوْ اِشْتَرَيْتَ حِمَاراً تَرْكَبُهُ فِي الظَّلْمَاءِ وَفِي الرَّمْضَاءِ. قَالَ: مَا يَسُرُّنِيْ أَنَّ مَنْزِلِي إِلَى جَنْبِ الْمَسْجِدِ، إِنِّي أُرِيْدُ أَنْ يُكْتَبَ لِي مَمْشَايَ إِلَى الْمَسْجِدِ، وَرُجُوْعِيْ إِذَا رَجَعْتُ إِلَى أَهْلِي. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ: ( قَدْ جَمَعَ اللَّهُ لَكَ ذَلِكَ كُلَّهُ) ))

“Ada seorang sahabat Anshor, tiada seorang yang saya kenal rumahnya lebih jauh daripadanya, tetapi ia tidak pernah tertinggal sholat jama’ah di masjid. Maka ia ditegur, ‘Andaikan engkau membeli keledai untuk kendaraanmu di waktu gelap atau panas.’ Ia menjawab, ‘Saya tidak ingin kalau rumahku di sebelah masjid, saya ingin perjalananku ke masjid dan kembaliku ke rumah keluargaku tercatat dalam amal kebaikanku.’ Maka Nabi bersabda, “Alloh ﷻ telah mengumpulkan bagimu semua itu.” (HR. Muslim)

‘Abdulloh bin ‘Umar  berkata:

“Kami para sahabat, jika salah seorang di antara kami tertinggal dari sholat jama’ah ‘Isya’ dan Shubuh, maka kami menjadi berburuk sangka terhadapnya bahwa ia telah munafik.”

Keutamaan sholat berjama’ah di masjid sangatlah besar, khususnya sholat Shubuh dan ‘Isya’. 

‘Utsman bin ‘Affan meriwayatkan bahwa 

Rasulullah ﷺ bersabda:

(( مَنْ صَلَّى العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ ))

“‘Siapa yang sholat ‘Isya berjama’ah, seolah-olah bangun setengah malam, dan siapa yang sholat Shubuh berjama’ah, maka bagaikan sholat satu malam penuh.” (HR. Muslim) 

Di samping itu, salah satu manfaat sholat berjama’ah adalah bahwa siapa saja yang mampu menjaga sholatnya selama 40 hari tanpa pernah tertinggal takbīratul ihrom, maka Alloh ﷻ akan menuliskan baginya dua kebebasan, yaitu terbebas dari api neraka dan terbebas dari sifat kemunafikan. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

(( مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنْ النِّفَاقِ ))

“Barangsiapa yang sholat hanya karena Alloh ﷻ selama empat puluh hari dengan berjama’ah dan selalu mendapatkan takbīratul ihrom, niscaya akan ditulis baginya dua kebebasan, yaitu: (1) terbebas dari api neraka; dan (2) terbebas dari nifak.” (HR. at-Tirmidzi)

Demikian besarnya keutamaan sholat berjama’ah. Sehingga alangkah ruginya orang yang menyia-nyiakan sholat berjama’ah. 

Sebagian salaf berkata:

“Tidaklah seseorang tertinggal sholat berjama’ah kecuali karena dosa yang dilakukannya.”

‘Abdulloh bin ‘Umar  berkata:

“Pada suatu hari Umar  pergi ke kebun kurmanya. Ketika ia pulang ia dapati orang-orang telah selesai shollat ‘Ashar. Maka ia berkata, ‘Innā lillahi wa innā ilaihi roji’ūn. Aku tertinggal sholat ‘Ashar berjama’ah. Aku persaksikan kepada kalian bahwa kebunku ini aku sedekahkan kepada orang-orang miskin agar menjadi kafarat (penebus) atas apa yang telah aku lakukan.”

Hatim al-A’sham berkata:

“Aku pernah tertinggal sholat berjama’ah sekali, maka hanya Abu Ishaq saja yang menta’ziahi (melayat)ku, seandainya anakku yang meninggal tentulah yang menta’ziahiku lebih dari sepuluh ribu orang. Ini karena orang-orang menganggap bahwa musibah agama itu lebih ringan daripada musibah dunia.”

Di akhir kalimat ini, kami ingin sampaikan sabda Rasulullah ﷺ:

(( إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ، فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْئاً، قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَ جَلَّ: انْظُروا هَلْ لِعَبْدِيْ مِنْ تَطَوُّعٍ؟ فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الْفَرِيْضَةِ، ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ أَعْمَالِهِ عَلَى هَذَا ))

“Sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah sholatnya, maka apabila sholatnya baik berarti ia akan beruntung dan selamat. Dan apabila sholatnya jelek, maka ia akan merugi dan tidak beruntung. Apabila sholat fardhunya kurang sempurna, maka Alloh ﷻ berfirman: ‘Lihatlah sholat sunnah hamba-Ku ini yang dapat menyempurnakan kekurangan sholat (fardhu)nya, kemudian setelah itu lihatlah amalan-amalan yang lainnya.” (HR. at-Tirmidzi, hadits hasan) 

Jangan sia-siakan bekal kita yang satu ini, kebahagiaan menyongsong kita dengan surga dan kenikmatannya, jika kita mampu memelihara dan menjaganya secara sempurna. Akan tetapi jika kita lalai atau mengabaikannya, maka amalan manakah lagi yang dapat menghantarkan kita ke surga yang diridhoi itu? Atau mungkin kecelakaan dan kesengsaraan di neraka Jahannam yang panas membara. Na’udzu billahi min dzalik. 

Jangan sia-siakan bekal kita yang satu ini, kebahagiaan menyongsong kita dengan surga dan kenikmatannya, jika kita mampu memelihara dan menjaganya secara sempurna. Akan tetapi jika kita lalai atau mengabaikannya, maka amalan manakah lagi yang dapat menghantarkan kita ke surga yang diridhoi itu? Atau mungkin kecelakaan dan kesengsaraan di neraka Jahannam yang panas membara. 

Na’udzu billahi min dzalik. 

Saudara/i ku kaum Muslimin dan Muslimat

Jangan lupakan pula anak-anak kalian dalam sholat dan dalam sholat berjama’ah. Walaupun mereka belum diwajibkan sholat, tetapi wajib bagi kalian selaku orang tua dan walinya untuk memerintahkan mereka untuk mengerjakan sholat sebagai “proses latihan”. Khususnya ketika mereka telah mencapai usia tujuh tahun. 

Bahkan diperbolehkan untuk memukul mereka, ketika berusia sepuluh tahun, agar kelak di saat baligh, mereka sudah terbiasa mengerjakannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

(( مُرُوا الصَّبِيَّ بِالصَّلاَةِ ابْنَ سَبْعِ سَنِيْنَ، وَاضْرِبُوْا عَلَيْهَا ابْنَ عَشْرٍ ))

“Perintahkanlah anak-anak untuk melaksanakan sholat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika sudah berusia sepuluh tahun.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi) 

Memperhatikan anak untuk sholat, juga termasuk amanah yang Alloh ﷻ embankan kepada kedua orang tua, khususnya seorang ayah atau bapak. 

Hal ini sebagaimana yang Alloh ﷻ firmankan:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya. Malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Alloh ﷻ terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu me-ngerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. at-Tah-rim: 6)

‘Abdulloh bin ‘Umar  berkata,:

“Didiklah anak-anak kalian karena kalian akan di-tanya tentang tanggung jawab kalian, apakah sudah kalian ajari anak-anak kalian, apakah sudah kalian didik anak-anak kalian dan kalian akan ditanya kebaikan kalian kepada mereka dan tentang ketaatan anak kalian kepada kalian.”

Dan salah satu upaya memelihara keluarga dari api nereka adalah dengan memerintahkan mereka untuk menunaikan sholat. Alloh ﷻ berfirman:

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thoha: 132)

Semoga Alloh ﷻ  menganugerahkan dan melimpahkan kepada kita kekhusu’an dalam mendirikan sholat dan menjadikan sholat tersebut sebagai “penolong” kita di akhirat kelak.

Aamiin....

Semoga sholawat dan salam sejahtera

tercurah atas Nabi Muhammad,

keluarga dan para sahabatnya.

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Solat adalah amalan sangat penting dalam Islam. Bahkan kedudukannya tidak dapat diganti ataupun digeser dengan amalan lain. 

Sholat adalah amalan pertama yang akan dihisab, siapa yang menjaga adab dan batasan batasannya serta menjaga kekhusyu'an padanya maka akan selamat, siapa yang tidak menjaganya niscaya akan celaka. 

Sholat adalah amalan yang tidak boleh ditinggalkan dengan alasan apapun, bahkan dalam kondisi perang sekalipun tetap harus ditegakan, apalagi dalam kondisi aman seperti ini. Dalam keadaan sehat ataupun sakit tetap wajib dilaksanakan. 

Sholat adalah cahaya pada hari kiamat, jangan antum padamkan hanya karena kemalasan mu. Jangan kau redup kan dengan kurangnya khusyu' dan tuma'ninah.

Kawan, sholat itu Alloh ﷻ langsung perintahkan pada Nabi tanpa perantara malaikat, hal ini menunjukan betapa agungnya perkara ini dan betapa beratnya beban yang akan diterima oleh mereka yang lalai.

Kawan, ada satu saat yang paling dekat antara kita dengan Alloh ﷻ. Yaitu pada saat sujud, maka Nabi memerintahkan untuk perbanyak doa kala itu.

Kita sering mengatakan rindu bertemu Alloh ﷻ. Maka buktikanlah dengan perbanyak mendekat dan berdekatan dengannya. 

Kawan, waktu kita tidak lama di dunia ini, dan waktu untuk menegakan sholat pun hanya sesaat saja. Yuk jangan tinggalkan sholat lagi. 

Sahabat dakwah anda. 

Rahmat abu yasmin.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar