Minggu, 25 April 2021

JAUHKAN ANAK DARI SEGALA KEMUDAHAN

 


OLeH: Bunda Ifat Latifah

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌸JAUHKAN ANAK DARI SEGALA KEMUDAHAN

Melihat judul di atas rasanya agak aneh yaah, hehehe.

Orang tua biasanya sangat ingin memudahkan anaknya, memanjakan anak anaknya dengan segala kebutuhan yang dimiliki orang tua, terkadang orang tua memudahkan anak-anak dengan fasilitas yang serba ada, memberikan apapun yang dimiliki orang tua dengan mudahnya. Apalagi ketika anak menghadapi kesulitan, dengan mudahnya orangtua ikut membantu agar anak segera menyelesaikan masalahnya.

Terkadang membuat orang tua begitu mencintai dan mengasihi buah hatinya. Salah satu bentuk cinta dan kasih sayang yang sering ditunjukan oleh orang tua kepada anaknya yakni berusaha memenuhi segala kebutuhan anaknya, baik dalam bentuk materi, perhatian dan kasih sayang.

Memberi perhatian kepada anak adalah hal yang wajar dan memiliki banyak dampak positif bagi hubungan antara orang tua dengan buah hatinya, misalnya saja akan membuat ikatan emosional antara orang tua dengan anaknya menjadi lebih kuat selain itu rasa hormat anak kepada orang tuanya bisa menjadi lebih besar.

Sering sekali kita melihat orang tua dengan rasa bangga yang berlebihan ketika anaknya mengalami kemudahan dalam belajar dibandingkan dengan teman temannya di sekolah. Pernahkah lihat kasus ini?

Ternyata hal yang memudahkan anak ketika masa kecilnya, akan berdaampak negative di masa yang akan datang. Misalnya, ketika anak terbiasa dengan kemudahaan fasilitas, makaa ketika ia dewasa akan mudah rapuh ketika ia mengalami kesulitan untuk mendapatkan fasilitas yang dia inginkan, mudah berprasangka negative, mudah putus asa. Terlepas dari dampak positif, yang pasti dampak negative anak yang sering diberikan kemudahan akan membentuk karakter “manja”. 

Ada beberapa catatan negative jika anak memiliki karakter manja ini, di antaranya:

🔹Anak akan kesulitan menjadi pribadi yang mandiri.

🔹 Anak akan sulit mengembangkan 
kemampuannya.

🔹Anak selalu bergantung kepada orang lain.

🔹 Anak Tidak menyukai kekalahan.

🔹Anak akan sulit berteman.

🔹Anak Mudah Menyerah ketika dihadapkan kepada suatu masalah.

🔹Anak lebih tertarik pada cara cara yang instan.

🔹 Akan berdampak kurang baik pada karakter anak setelah dewasa.

🔹Kurang menghargai orang tuanya kelak.

Demikian catatan tentang hal yang memudahkan anak dan dampaknya terhadap perkembangan anak ketika kelak anak dewasa. Semoga bermanfaat.

★ Catatan Untuk Diingat :
◾Orang tua, jangan terlalu mudah atau cepat-cepat merampas kesulitan yang dihadapi anak.

◾️Sebaliknya, beri mereka kesempatan menghadapi tantangan dan kesulitan, karena dengan adanya tantangan dan kesulitan itu akan membuat anak tertantang untuk dapat mengurai permasalahan dengan baik. 

By. Ifat latifah
Tangerang Selatan, 7 April 2021

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Nurbaiti ~ Turki 
Bunda, kalau sudah terlanjur memberikan kemudahan pada anak. Dan sekarang sudah usia SMP. Apa yang sebaiknya dilakukan?

🌸Jawab:
Ukhti Nurbaiti, khaifa khaluk, semoga keluarga sehat-sehat yah.

Untuk ananda yang sudah terlanjur, dapat diberikan pengertian sedikit-sedikit, dan bunda Nur pun harus berusaha merubah pola pemberian kepada anak.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Widia ~ Bekasi
Assalamualaikum ustadzah.

Saya orang tua yang tidak memberikan kemudahan pada anak, tapi orang-orang terdekat yang selalu memberikan kemudahan pada anak. Bagaimana cara saya menyikapinya? 

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh, ukhti widia sholehah...

Memang inilah yang terkadang menjadi halangan bagi orang tua, adanya perbedaan pola asuh antara orang tua dengan lingkungan terdekat terutama kakek dan nenek, atau tante dan paman.
Untuk hal ini bisa sama-sama dikomunikasikan dan di informasikan kepada mereka dan menjelaskan cara asuh yang widia berikan kepada anak-anak, dimohon kerjasamanya dalam hal ini, dan yang pasti sering saling mengingatkan.
Dan dibuatkan perjanjian dengan ananda. Jika ingin bertemu maka harus ada yang di sepakati bersama.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Atin ~ Pekalongan
Assalamualaikum Bunda.

Bagaimana jika orang tua tidak memberi banyak kemudahan. Tapi anak malah malas.
Contoh, anak mau ikut kemah. Ibu meminta ngelist kebutuhan dan si anak diminta untuk mencari dulu sendiri segala keperluannya.
Eh, dia malah mogok, tidak jadi ikut. Padahal itu kegiatan wajib sekolah.

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh, mba atin yang sholehah...

Ananda perlu diberikan motivasi untuk mengikuti kegiatan. Dan mba atin juga harus cari tahu kenapa ananda tidak mau ikut camping, ajak diskusi untuk cari tahu.

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Erni ~ Jogja
Assalamualaikum Ustadzah.

1. Pas anak perpulangan sering memanjakan anak, di pondok tidak pernah diajarkan kerumah tanggaan, tahunya belajar, ngaji, antri makan, tanpa harus tahu prosesnya, titip baju ke loundry, karena waktunya memang terbatas. Sekarang lama dirumah, saya kesulitan menanamkan kepekaan mereka dan kepedulian mereka urusan kerumah tanggaan. Mereka 2 putri. Tahunya belajar ngaji, makan. Kalau lihat barang tidak benar, cuma dilihat, kalau bukan mereka yang berantakin. Bagaimana sikap saya sebaiknya?

2. Lama di rumah, sering dengar abinya ngejek saya, saya selama ini tidak pernah mempersoalkan. Tapi ternyata ada efek yang tak bagus saat dilakukan didepan anak-anak. Mereka merasa bagian dari keburukan-keburukan kami. Apa yang mesti saya lakukan untuk mengangkat percaya diri mereka? 
Mohon pencerahan.

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh ukhti erni, apa kabarnya jogja?

1. Mba erni, fenomena santri yang pulang ke rumah inilah yang terkadang harus dihadapi orang tua yang memiliki anak belajar dipondok dengan fasilitas yang serba ada.
Sebaiknya ananda mulai dihadapkan pada kehidupan nyata.

√ Ajak ngobrol bareng, tentang kehidupan dimasa akan datang.
√ Ceritakan tentang kondisi yang realistis, boleh juga ajak anak-anak jalan ke panti melihat anak-anak di sana yang tidak memiliki orang tua dan tidak memiliki apa-apa.
√ Selama di rumah berikan anak tanggung jawab pekerjaan.
√ Selama dirumah berikan keterangan tentang pekerjaan rumah tangga terutama anak-anak perempuan.
√ Ajak dan libatkan anak kedalam kegiatan keluarga dan masyarakat.

2. Cari waktu khusus dengan suami, atau jalan-jalan berdua dengan suami, kemudian ajak ngobrol tentang anak-anak dan ajak bicara juga permasalahan yang mba erni rasakan ketika suami mengejek mba erni didepan anak, bicarakan baik-baik dan sampaikan dampaknya kalau hal itu menjadi pengaruh untuk masa depan anak-anak.

★ Tips bicara dengan suami
Cari waktu yang luang dan saat suami sedag dalam kondisi relax.
Misal, saat santai, bisa pagi hari atau sore hari.

Wallahu a'lam

0️⃣5️⃣ Nanda ~  Magetan 
Assalamualaikum,

Apakah anak yang di beri kebebasan dengan anak yang dibatasi kebebasannya perilaku, sikap dan pola pikirnya juga kelak berpengaruh?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh ukhti Nanda.

Akan ada perbedaan antara anak yang diberikan kebebasan perilakunya dengan yang dibatasai perilakunya.

Dampak anak yang diberikan kebebasan.
1. Sulit untuk bersikap disiplin.
2. Mudah terpengaruh dengan pergaulan.
3. Anak tidak memiliki aturan perilaku.
4. Anak tidak mengenal disiplin.

Sedangkan anak yang tidak diberikan kebebasan atau terkekang, biasanya akan berdampak.
1. Emosi anak sering meledak.
2. Anak Tidak kreatif.
3. Anak Kurang ekspresif.
4. Anak mudah cemas.
5. Potensi anak mengalami depresi sangat besar.
6. Komunikasi dengan teman-temannya sangat kurang baik.

Wallahu a'lam

0️⃣6️⃣ Win ~ Semarang
Bagaimana cara memberi tahu supaya anak tidak membanding-bandingkan dirinya dengan teman-temannya yang nota bene dengan mudah mereka mendapat fasilitas dari orang tua mereka.

Jazakillah

🌸Jawab:
Assalamualaikum mba win di semarang.

Pada dasarnya tidak ada anak yang suka dibanding-banding kan.

Jika ada ananda yang suka membandingkan dirinya dengan orang lain yang lebih memiliki fasilitas lebih baik.

~ Ajaklah anak untuk melihat teman-temannya yang tidak memiliki apa-apa.
~ Ajak anak untuk lebih banyak bersyukur dibandingkan dengan anak yang sama sekali apapun.
~ Ajak anak untuk silaturahim ke panti-panti asuhan atau panti anak cacat.
~ Ajak anak ngobrol bareng apa saja yang sudah dimiliki sebagai rasa syukur.

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Sebagai orang tua, sebaiknya jangan terlalu mudah atau cepat-cepat merampas kesulitan yang dihadapi anak.
Sebaliknya, berilah  mereka kesempatan menghadapi tantangan dan kesulitan, karena dengan adanya tantangan dan kesulitan itu akan membuat anak tertantang untuk dapat mengurai permasalahan dengan baik.

Wallahu a'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar