Selasa, 30 April 2019

BERHATI-HATI DENGAN BISIKAN



OLeH: Coach Freddy Setya BS.

           💘M a T e R i💘

Malam ini saya akan sharing materi terkait BISIKAN dan bagaimana sih ternyata bisikan mampu mempengaruhi kita kepada hal baik dan buruk.

Seberapa sering kita terjerumus kepada pilihan-pilihan yang salah karena godaan bisikan?

Bisikan dari teman, atau orang sekitar yang mungkin membawa dampak negatif kepada pilihan-pikihan yang kita ambil.

Pertama-tama kita akan membahas malam ini terkait bisikan-bisikan yang menjerumuskan dan bisikan yang memberdayakan.

Bisikan bisa dari hati dan juga hati orang lain yang membisikan kepada kita.

Contoh dalam keseharian kita sering terganggu dengan bisikan:

“Habis pasang badan di kasur, niatnya sih mau tidur.. tapi dipaksain merem kok nggak ngantuk-ngantuk yaa? Hmm…di saat-saat seperti itu, pikiran pasti sibuk berkelana melayang kemana-mana. Uups…! Perasaan tadi mikir tugas kampus yang belum kelar, eh kok tiba-tiba jadi mikirin mantan ya? Astaghfirullahal ‘adzhiim…”

Ada yang pernah mengalami demikian?

 Ibnul Qayyim dalam kitabnya Fawaa’idul Fawaa’id menjelaskan, “Buah pikiran, bisikan hati, kehendak, dan cita-cita adalah hal-hal yang harus diprioritaskan untuk anda perbaiki. Sebab semua itu adalah inti dan hakikat diri anda. Inti ini adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah atau justru menjauhkan anda dari-Nya.”

Pikiran manusia layaknya mesin penggiling yang memproses segala apa yang masuk ke dalamnya. Jika kita tak cukup jeli untuk bisa memilah-milah mana yang boleh masuk dan mana yang harus dicekal, tentu hasil yang nampak dari dalam diri kita bukanlah hasil baik yang kita cita-citakan. Pikiran, terutama pikiran bawah sadar, akan membentuk diri kita dan membentuk sikap dan perilaku kita. Maka dari itu kita perlu bisa mengklasifikasi mana yang perlu kita cerna dan kita simpan dalam pikiran kita dan mana yang selayaknya dibuang saja.

Untuk bisa mengenali mana bisikan yang bersumber dari cahaya Allah dan mana yang berasal dari godaan dan tipu daya setan, kita perlu tahu perbedaannya. Nah... Bagaimana kita bisa tahu mana yang dari Allah dan mana yang dari setan?

Allah berfirman dalam QS. Al-Anfaal : 29,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“ Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqon (pengetahuan yang bisa membedakan antara petunjuk dan kesesatan), dan kami akan menghapus kesalahan-kesalahanmu, serta menutupi (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”

Jadi modal terbesar seorang hamba dalam memahami kebenaran dan kebathilan adalah ketaqwaannya kepada Allah. Dimana ketika taqwa telah menjadi jati dirinya, maka Allah akan mengaruniakan kepadanya “furqon” atau pembeda, dimana dia akan mampu mengenali kebenaran dan para pembawanya, dan mampu mengenali kebathilan dan para pengusungnya.

Ia bisa mengenali mana tauhid mana syirik, mana sunnah mana bid’ah, mana yang bermanfaat mana yang membahayakan.

Ibnul Qayyim rahimahullah telah sangat membantu kita dalam hal ini. Beliau menuliskan ada 6 hal yang merupakan bisikan yang berasal dari setan, dimana kita harus sesegera mungkin membuangnya jauh-jauh ketika terlintas di benak kita, yaitu:

◼1. SIBUK MEMIKIRKAN YANG SUDAH TERJADI

Setan membuat manusia sibuk memikirkan yang sudah terjadi dan membuatnya berandai-andai. Andaikan kejadiannya begini, maka pasti tidak akan terjadi begini…dan seterusnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam jauh-jauh hari telah mengingatkan kita, dengan sabdanya yang artinya:

وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا؛ وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ؛ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“…Jika sesuatu (yang tidak engkau inginkan) menimpamu, maka janganlah engkau katakan ‘andaikan aku melakukan begini dan begitu tentu akan begini dan begitu’ namun katakanlah “Qodarullah wa ma syaa’a fa’ala” karena kalimat seandainya itu akan membuka (pintu) perbuatan syaithon.” (HR. Muslim)

◼2. MEMIKIRKAN KEJADIAN DENGAN BERANGAN YANG SALAH

Membuat manusia memikirkan kejadian yang belum terjadi, lalu dia mengandai-andai seandainya nanti terjadi lalu bagaimana, dan syaithon akan membuatnya mencemaskan berbagai hal yang terkait dengan ini.

Sehingga, biasa kekhawatiran yang tidak beralasan muncul merisaukan pikiran dan hati.

◼3. BISIKAN TERKAIT KEINGINAN (Nafsu)

Membuat manusia memikirkan hal-hal keji dan haram, baik ia menginginkannya karena hawa nafsunya menyeretnya ataupun ketika ia hanya sekedar terfikir kejadian-kejadian keji yang tidak ia inginkan, yang ia merasa jijik kepadanya. Maka ini harus sesegera mungkin ia tepis.

◼4. MENGHAYAL KEJADIAN YANG TIDAK MUNGKIN (Tidak Terukur)

Menghayal dan berangan-angan yang tidak mungkin terjadi, misalnya mengangankan andaikan dirinya seorang Nabi, atau hal-hal mustahil yang akan membuatnya tersita dan hanya membuang-buang waktu. Berbeda jika yang dia angan-angankan adalah sesuatu yang bisa ia raih, misalkan ia berangan-angan menjadi seorang penerjemah lalu ia memikirkan bagaimana jalan menuju cita-citanya. Maka hal ini adalah angan-angan yang positif.

◼5. MEMBUAT MANUSIA MEMIKIRKAN UNTUK MELAKUKAN HAL YANG MELANGGAR

Membuat manusia memikirkan berbagai perkara bathil. Misalnya, ia memikirkan bagaimana rasanya minum khamr, dan lain-lain.

◼6. MEMIKIRKAN YANG DILUAR NALAR

Membuat manusia memikirkan perkara-perkara yang tidak terjangkau akal. Yaitu semisal ide-ide yang tak berguna, hal-hal yang tidak pernah selesai diperdebatkan semacam keberadaan makhluk lain di luar angkasa, atau seperti permasalahan sifat-sifat Allah dimana ia mempertanyakan kaifiyah atau bentuk dan tata caranya, sehingga pikiran-pikiran itu menyibukkannya dari hal yang memang benar-benar bermanfaat bagi hatinya dan akalnya.

Contoh: Memikirkan bagaimana hal yang tidak sanggup ditangkap Akal, tetapi kita perlu beriman dulu maka akal itu akan membantu.
Sehingga, kurang memikirkan yang sudah terjadi kecuali muhasabah, lakukan apa yang sudah direncanakan, dan biarkan hasil Allah yang menentukan.

Karena siapa kamu ditentukan oleh bagaimana bisikannya dan teman-teman yang membisikmu dalam mengambil keputusan.

Wassalamu'alaikum wr. wb.


🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
         💘TaNYa JaWaB💘

0⃣1⃣ Safitri - Banten
Assalamualaikum ustadz,

Kalau misalkan kita yakin dengan bisikan hati kita harus melakukan itu, tapi orang tua tidak mengijinkan nah itu bagaimana ustadz?
Apa kita harus mengikuti kata orang tua?
Terimakasih

🔷Jawab:
Kita perlu konsultasi karena kadang hal-hal yang tidak bisa dipublik tetapi perlu penanganan yang serius.

Perlu istiqoroh pertama dan juga belajar kepada yang pengalaman.

0⃣2⃣ Setya ~ Karanganyar
Assalamualaikum  ustadz, 

Pada umumnya, kalau kita sudah berusaha dari A sampai Z,  qodarulloh  hasinya nihil, biasanya kita langsung mengucapkan kata SEANDAINYA , padahal hal itu dilarang.
Lalu kata yang tepat untuk kasus seperti  di atas apa ustadz? 
Syukron.

🔷Jawab:
Wa'alaikumsalam,

Perlu merancang dulu dengan usaha apa yang kita lakukan. Karena kadang usaha tanpa ilmu akan tidak fokus, kalau ilmu tanpa praktik pun akan nihil.

0⃣3⃣ Lisa ~ Malang
Coach, Saat saya jatuh kemarin, saya kenal seorang hafidz. Melalui beliau saya diarahkan langkah-langkah bangkit saya hingga sekarang saya benar-benar move on. Alhamdulillah

Bagaimana dengan seseorang yang hatinya bersih, coach?
Apakah benar orang yang bersih hati punya firasat tajam?

Afwan atas pertanyaannya dari saya yang fakir ilmu ini.

🔷Jawab:
Orang yang mata hatinya tajam, dia tanpa berbicara maka akan tahu.

Sebab dia sudah bukan lagi orientasi dunia.

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
 💘CLoSSiNG STaTeMeNT💘

Berhati-hatilah dengan siapa kamu dibisiki karena dia akan menjadi penentu keputusan kita, maka pastikan bisikan itu adalah membawa kepada hal baik dan positif.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar