Senin, 31 Januari 2022

SAKIT HATI ONLINE

 


OLeH: Ibu Hj. Irnawati Syamsuir Koto 

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🔷SAKIT HATI ONLINE

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh sholehah

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah memberikan karunia dan hidayah kepada hamba-hamba-Nya. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam beserta keluarga, shahabat, dan umatnya yang senantiasa istiqamah di jalan Sunnah.

Sholehah...
Zaman memang sudah berubah, dunia maya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selain dunia nyata. Semua memang harus kita hadapi dengan tentu cermat dan cerdas.

Sayangnya dunia maya juga dapat membuat hati terbolak-balik, salah satunya mudah sakit hati, baper dan sebagainya.

Mentang-mentang zaman serba internet dan online, belanja online, transaksi online, perbankan online, eh...ada juga sakit hati online. Online ternyata sudah merasuki seluruh sisi hidup manusia.

Sakit hati itu adalah perasan sakit atau tidak enak di hati karena suatu perkataan ataupun perbuatan orang lain.

Kalau selama ini perkataan dan perbuatan orang itu hanya dilakukan offline, artinya orang tersebut harus berhadap-hadapan untuk mengungkapkan kekesalan hatinya.

Tapi di zaman now, seseorang bisa melakukan, mengupload, dan mengungkapkan cerita, kekesalan, kemarahan dan sebagainya melalui media sosial, di status WA, FB, IG dan lain-lain. Ini jelas lebih banyak orang yang tahu dan membacanya.

Sebenarnya aneh saja dan rasanya tidak pantas kita untuk sakit hati. Karena apa yang diupload seseorang di akun media sosial itu adalah hak mereka. Toh juga tidak ada alamat ditujukan pada siapa. Sebagai pembaca dibutuhkan sikap dewasa dan bijaksana. Jangan suka berprasangka buruk, menebak-nebak, bahkan sampai menuduh jika status itu dibuat dan ditujukan untuk diri kita.

Kalaupun status itu beralamat dan alamatnya jelas untuk kita, tidak perlu kebakaran jenggot yaa..., tetap berpikir jernih untuk atasi semua.

◾Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar tidak mudah sakit hati online:

✓ 1. Tabayyun, cari dulu kejelasan tentang sesuatu, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah hingga jelas benar keadaannya.

✓ 2. Muhasabah diri, introspeksi diri, merenungkan, memikirkan dan bertanya pada diri mungkin kita yang salah. 

Tanyakan pada diri sendiri pernahkah kita menyakiti orang, atau mungkin yang orang lain lakukan adalah bentuk balasan dari yang pernah kita lakukan kepada mereka. Jangan mudah menyalahkan orang lain.

✓ 3. Jauhkan dari sifat iri hati dan dengki.

Sifat iri hati dan dengki menunjukkan bahwa kita adalah manusia yang tidak pandai bersyukur. Iri dan dengki hanya akan membuat hidup tersiksa selamanya.

"Jangan Hasad, karena hasad memakan seluruh kebaikan, ibarat api yang akan menghanguskan kayu bakar." (HR. Abu Dawud)

Lihat status teman jalan-jalan, hati cenut-cenut, tetangga beli kulkas, hati jadi panas, teman mesra sama suaminya, dibilang pencitraan.

✓ 4. Jadilah Orang Pemaaf.

Tidak ada yang jatuh martabatnya, karena minta maaf dan memaafkan, karena sebuah-baik manusia adalah manusia pemaaf. Karena manusia ini menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang lemah, penuh khilaf dan salah. Allah saja Maha Pemaaf kepada hamba-Nya yang mau meminta ampunan, apalagi kita makhluknya.

✓ 5. Husnudzon (Berprasangka Baik).

Berprasangka baik adalah perbuatan yang bisa menghalangi untuk sakit hati kepada orang lain. Jangan melakukan tuduhan-tuduhan atau hujatan yang tidak benar kepada saudaramu karena kamu hanya akan mendapatkan dosa.

✓ 6. Unfollow atau unfriend atau blokir.

Jika sakit hati masih membuncah di dada, lakukan dan ucapkan "putus", ya sudahin dulu semuanya. Mungkin dengan begitu kamu tidak bakalan lagi lihat status teman kamu, yang bikin hidup kamu selalu meriang. Sambung lagi jika kamu udah bisa menata hati.

Urusan hati itu tidak mudah, ada yang cuek dan tidak perduli, ada yang ikhlas dan bersyukur hadapi semuanya, ada yang sangat sensitive, sehingga harus meraung-raung saat tersentil sedikit saja.

Demikian dari saya, semoga bermanfaat.  Materi ini saya ambil dari tulisan Kak Eni Farida dan lainnya.  

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Setyaningsih ~ Solo
Assalamu'alaykum Ustadzah.

Suatu saat saya  mengirim suatu tausyiah atau artikel di suatu group WA, dalam beberapa jam gak ada yang merespon sama sekali, kadang perasaan saya campur aduk, antara sedih, kecewa, dan sedikit malu. 

Nah, untuk menutupi itu semua kadang saya malah kirim artikel lagi, dan kirim lagi.
Sebenarnya saya sama sekali tidak ingin mendapatkan ucapan terima kasih atau sekedar emot jempol, tapi kadang perih juga hati ini.

Bagaimana solusinya agar hati kita tahan banting Ustadzah?
Syukron.

🔷Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh Bund.  

Itu hal-hal yang sering terjadi, jangankan share an artikel, sebuah kajian yang memang diadakan untuk sebuah grup saja, sering dicuekin, apa kajian berhenti? Tidak kan?  

Semua tergantung niat kita saja, biarkan ada atau tidak tanggapan yang penting kita sudah sampaikan ilmu kebaikan untuk anggota grup tersebut.  

Mari kita belajar sirah lagi, bagaimana perjuangan Rasulullah ﷺ dalam mengembangkan Islam. Agar kita termotivasi untuk terus berdakwah.  

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Mala Hasan ~ Lampung
Assalamu'alaykum bunda.

Bagaimana menyikapi orang yang setiap berkata-kata selalu merasa paling benar, paling kaya dan selalu merendahkan orang lain.  Karena sempat merasa kecewa juga dengan kata-katanya yang merendahkan petani dan banyak lagi kata-katanya yang kurang enak di dengar.

Kalau menjauhi orang demikian apakah lebih baik, daripada terus sakit hati dengan sikapnya.

Jazaakillahu khoiran bun.

🔷Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh bund.

Tidak apa-apa bund menjaga jarak dengan orang-orang seperti itu, dan tidak perlu bertahan dengan orang-orang yang sombong.  

Hanya akan mengganggu psikologi kita. Mending menjauh.  

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Aisya ~ Cikampek 
Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh 

Masyaallah tabarakallah bunda materinya.
Bunda, saya suka gemes, sama temen yang suka curhat dan menempatkan kebahagiaan pada sosmed. Kadang lewat DM atau inbox saya suka menegur dengan cinta. Tapi jawabnya bukan menerima teguran malah kek (kamu siapa sok negur aku, ngaji diri sendiri saja) katanya.
Di sana saya langsung kena mental dan malas kasih teguran lagi. Tapi masih suka berbisik, tegur siapa tahu dia mau dengar.

Bagaimana cara mengontrol perasaan itu ya bun?
Soo far saya hanya istighfar saja.

🔷Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, mba Aisyah.  

Sebagai pendakwah memang harus kuat mental, akan banyak kata-kata dan teguran,  bahkan akan ada ancaman. Apapun itu jangan membuat kita lemah.  

Bisa dengan istighfar. Dan kembali pada niat awal.  

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Aisya ~ Cikampek 
Jadi kalau seandainya ada temen online yang sering melukai hati kita boleh kita untuk memutus komunikasi ya?

Bila ada orang yang sering melukai hati kita secara berulang kali. 
Dimaafkan, mengulangi lagi...
Dimaafkan, mengulangi lagi...
Dan begitu seterusnya... 
Apakah kita tetap harus memaafkannya?

Bolehkah kita memblokir atau memutus komunikasi?

Cara menghindarkan diri dari sifat iri dengki bagaimana?

🔷Jawab:
Kalau itu sudah mempengaruhi psikologi dan mood kita, silakan saja lakukan hal apa yang membuat kita nyaman. Orang-orang yang toxic tidak perlu dipertahankan.  

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Sahabat-sahabatku...

Zaman memang sudah berubah, dunia maya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selain dunia nyata. Semua memang harus kita hadapi dengan tentu cermat dan cerdas.

Sayangnya dunia maya juga dapat membuat hati terbolak-balik, salah satunya mudah sakit hati, baper dan sebagainya.

Kalau tidak suka postingannya, jangan follow akunnya.

Kalau tidak suka komentarnya, unfriend saja.

Kalau benar-benar benci, blokir saja.

Mohon maaf lahir batin,  wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar