Senin, 31 Januari 2022

HAKIKAT WALI-WALI ALLOH ﷻ

 


OLeH: Ustadz H. Farid Nu'man Hasan, S.S

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🔷HAKIKAT WALI-WALI ALLOH ﷻ

◾Mukadimah

Biasanya masyarakat awam memahami "wali" itu seseorang yang memiliki kesaktian dan keajaiban khusus yang tidak dimiliki orang biasa, seperti bisa terbang, berjalan di atas air, melihat tembus pandang, dan lain-lain. Sehingga tidak ada bedanya dengan tukang sihir. Pemahaman seperti itu memang nampak mendapatkan habitatnya di banyak daerah di tanah air yang lebih kuat agama nenek moyang, kepercayaan, kejawen, sunda wiwitan,  sekaligus jauh dari akidah Islam yang benar.

◾Siapa Wali Alloh ﷻ?

Secara Bahasa: penolong (nashir) dan kekasih (khalil). (Tafsir Ath Thabari, 9/319) Bisa juga bermakna teman dekat, yang mengurus urusan, yang menguasai (pemimpin). ,(Al Munawwir, hal. 1582)

Secara Istilah:


يُخْبِر تَعَالَى أَنَّ أَوْلِيَاءَهُ هُمْ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ كَمَا فَسَّرَهُمْ رَبّهمْ فَكُلّ مَنْ كَانَ تَقِيًّا كَانَ لِلَّهِ وَلِيًّا

"Allah Ta’ala mengabarkan bahwa para wali adalah orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa, sebagaimana yang dijelaskan Rabb mereka, maka setiap orang yang bertaqwa maka dia adalah wali Alloh ﷻ." (Tafsir Ibnu Katsir, 7/99)

◾Wali Alloh ﷻ Menurut Al Quran

Allah Ta'ala berfirman:

 أَلَآ إِنَّ أَوۡلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ

"Ingatlah wali-wali Alloh ﷻ itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.(Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa." (QS. Yunus: 62-63) 

Dalam ayat ini Allah Ta'ala menceritakan karakter dasar para wali Allah Ta'ala:

~ Tidak takut, yaitu tidak takut terhadap apa yang akan terjadi yang akan datang berupa kematian dan hari setelah kematian. 

~ Tidak bersedih, yaitu tidak bersedih terhadap apa yang telah berlalu yang ditinggalkannya berupa kehidupan dunia dan gemerlapnya. 

~ Beriman, yaitu mengimani rukun iman secara mendalam, serta semakin tunduk dan takut jika disebut nama Alloh ﷻ, dan iman bertambah saat dibacakan Al Quran. 

~ Bertaqwa, yaitu taat atau tunduk bukan melanggar, bersyukur bukan kufur, ingat kepada Alloh ﷻ bukan melupakan-Nya. 

Demikianlah yang disampaikan para mufassir salaf dan khalaf, seperti Ibnu Mas'ud, Al Qurthubi, Ibnu Katsir, dan lain-lain. 

◾Allah Ta'ala Umumkan Perang Kepada Para Pembenci Wali-Nya

Dalam hadits Qudsi, Allah Ta'ala berfirman:

 مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ

"Siapa yang memusuhi waliKu maka Aku umumkan perang kepadanya..." (HR. Bukhari no. 6502) 

Ini ancaman keras kepada orang-orang yang membenci orang beriman dan bertakwa, membenci orang-orang shalih. Allah Ta'ala memerangi mereka dgn cara-Nya, yang hanya diketahui-Nya. 

◾Apa Kata Tokoh Islam Tentang Wali?

Ali bin Abi Thalib berkata:


أَوْلِيَاءُ اللَّهِ قَوْمٌ صُفْرُ الْوُجُوهِ مِنَ السَّهَرِ، عُمْشُ الْعُيُونِ مِنَ الْعِبَرِ، خُمْصُ الْبُطُونِ مِنَ الْجُوعِ، يُبْسُ الشِّفَاهِ مِنَ الذُّوِيِّ. 

"Para wali Alloh ﷻ itu wajahnya pucat karena tidak tidur (tahajud), matanya buta karena berbagai pelajaran (kuat menuntut ilmu), perutnya kosong karena lapar (puasa), bibirnya kering karena layu (banyak dzikir)."
(Tafsir Al Qurthubi, Jilid. 8, hal. 358)

Syaikh Hasan al Banna (Ushul ‘Isyrin no. 13):


ومحبة الصالحين و احترامهم والثناء عليهم بما عرف من طيب أعمالهم قربة إلى الله تبارك وتعالى , والأولياء هم المذكورون بقوله تعالى (الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ) , والكرامة ثابتة بشرائطها الشرعية , مع اعتقاد أنهم رضوان الله عليهم لا يملكون لأنفسهم نفعا ولا ضرا في حياتهم أو بعد مماتهم فضلا عن أن يهبوا شيئا من ذلك لغيرهم .



Mencintai orang-orang shalih, menghormati mereka, dan memuji mereka karena amal-amal baik mereka yang tampak adalah bagian dari taqarrub kepada Allah Ta’ala. Sedangkan para wali adalah orang-orang yang disebut dalam firman Alloh ﷻ, “Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka itu bertakwa.” Karamah yang sesuai dengan syarat-syarat syariat itu benar adanya. Namun harus diyakini bahwa mereka (para wali) tidak memiliki mudharat maupun manfaat bagi diri mereka sendiri, baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal dunia, apalagi bagi orang lain."

◾Karomah Para Wali

Ahlus Sunnah wal Jamaah mengakui adanya karomah para wali, yang melupakan tanda kebesaran-Nya, anugerah-Nya atas orang-orang beriman dan bertakwa, itu bukan karena kesaktian yang bisa dipelajari, diatraksikan, dan direncanakan sekehendak hati manusianya, sebab karomah bukan permainan manusia atas kemauannya... Bukan demikian.. 

Para sahabat dan tabi'in, ulama, shalihin, mujahidin, dulu dan zaman sekarang, banyak yang mengalami karomah berdasarkan cerita yang shahih tentang mereka. Dan jangan lupa... Karomah tertinggi adalah istiqamah di jalan Islam dan kebenaran. 

Adapun Mu'tazilah mengingkari adanya karomah, mereka menilai itu tidak rasional. Sebaliknya aliran kebatinan, sangat berlebihan menetapkan karomah, serta mendramatisir nya, sampai-sampai dukun dan sihir pun disebut karomah. Padahal pelakunya jauh dari agama. Ahlus Sunnah wal Jamaah pertengahan di antara dua ekstrim aliran Mu'tazilah dan  Kebatinan (Bathiniyah). 

Demikian. Wallahu A'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Setyaningsih ~ Solo
Assalamu'alaykum Ustadz.

Apakah seseorang yang bisa istiqomah melaksanakan sholat tahajjud, bisa dikategorikan sebagai wali Alloh ﷻ Ustadz?
Mohon pencerahannya.
Syukron.

🔷Jawab:
Wa'alaikumussalam wa rahmatullah wa Barakatuh.

Bisa jadi, dengan syarat dia sudah menjalankan yang wajib-wajib, dan menjauhi larangan. Ada pun ibadah sunnah, termasuk tahajud, itu adalah tambahan dan penyempurnanya. 

Wallahu A'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar