Senin, 31 Januari 2022

PESONA DIRI


OLeH: Ustadz Syahrawi Munthe, S.Mn., S.ST., M.Ak

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🔷PESONA DIRI

Beruntungnya manusia Alloh ﷻ ciptakan dengan bentuk yang sempurna. Sempurna di banding makhluk lainnya, lengkap dengan organ tubuh yang membuatnya bisa melakukan apapun sesuai kemampuannya. 

لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ

"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS. At-Tin : 4) 

Sesuatu yang luar biasa, karena sebegitu banyaknya manusia yang pernah terlahir ke dunia, tapi tidak satupun yang serupa dan sama dengan lainnya. Rupa-rupa wajah manusia, serta bentuk tubuhnya, karena ada yang cantik, tampan, jelek, pendek, hitam, buruk rupa, dan sebagainya menurut versi manusia. 

Bagi yang Alloh ﷻ takdirkan bentuk rupawan dengan tubuh yang sempurna, maka bersyukurlah kepada pembuatnya, penciptanya. Bersyukurlah karena Alloh ﷻ telah berikan wajah yang cantik dan ganteng, dan karenanya persembahkan juga ucapan terima kasih terbaik, yaitu dengan akhlak dan ibadah yang indah kepada Alloh ﷻ. 

Sebagaimana Rasulullah ﷺ ajarkan dalam sebuah doa : 

اللَّهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي فَأَحْسِنْ خُلُقِي

"Ya Alloh ﷻ, sebagaimana Engkau telah memperindah rupaku maka perindahlah pula akhlakku." (HR. Ahmad).

Indahnya akhlak adalah cerminan beningnya hati, sedang hati yang bersih adalah produksi dari kedekatan dan seringnya interaksi dengan Alloh ﷻ. 

Adapun yang buruk rupa, jelek dan tubuh yang tak sempurna (versi manusia) maka bersyukurlah karena Alloh ﷻ berikan kesempatan untuk memperindahnya dengan amal ibadah, sebab Alloh ﷻ tidaklah menilai hamba-Nya dari tubuh dan rupa manusia. Alloh ﷻ mengukur layak atau tidaknya manusia sebagai hamba yang berbakti adalah dari amal ibadahnya. 

Sabda Rasulullah ﷺ, : "Sesungguhnya Alloh ﷻ tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Alloh ﷻ hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.”
(HR. Muslim) 

Maka, dalam Islam hakikatnya pesona diri adalah pesona akhlak dan amal. Bukanlah pesona wajah dan tubuh. Harusnya tidak pantas seseorang menampakkan tubuhnya pada orang lain, dengan niat membanggakan bahwa ia cantik atau tampan. Bisa jadi hal tersebut adalah ujub yang berbalut tebar pesona, karena hatinya ingin orang lain memujinya. 

Jasad atau tubuh hanyalah onggokan daging, yang saat ruh terpisah darinya akan jadi mayat yang akan segera membusuk. Dan tak ada satupun yang membanggakan kecantikan atau ketampanan mayit, dan justru dianjurkan segera dimakamkan, kembali ke tanah asal penciptaannya. Maka, hakikatnya pesona diri adalah keindahan akhlak dan ketaatan kepada Alloh ﷻ.

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Han ~ Gresik
Assalamu'alaikum,

Tadz, bagaimana mengelola pesona yang ada di diri biar tidak terjerumus dan menjerumuskan orang lain dalam dosa dan kemaksiatan. 

Fenomena yang ada sekarang mah bahkan sudah menjadi trend dengan memamerkan berjoget ria di khalayak umum tanpa rasa malu sedikitpun. Bagaimana tadz itu?

🔷Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh
 
Ya begitulah fenomena ghowzul fikri (perang pemikiran) yang ditanamkan pada umat Islam. Berlenggak lenggok saja di depan yang bukan mahram tidak boleh, namun teknologi mengaburkan itu semua, sehingga setiap orang merasa perlu menunjukkan bahwa ia bagian dari kemajuan itu dengan menampakkan dirinya, tubuhnya, kecantikannya dan lain-lain, sehingga orang lain akan memujinya. 

Padahal tidak perlu bangga dengan diri sendiri, sebab itu bagian dari ujub. Apalah artinya paras yang cantik dan tampan, tapi hatinya jauh dari Alloh ﷻ. Bukankah nanti kulit itu akan membusuk saat kembali ke tanah, dan kecantikan atau ketampanan hanya sebentar saja, semua akan jadi tengkorak.  

Adakah manusia yang memuji tengkorak? Tidak ada. Begitulah akhir dari semunya. Rasanya kita harus mulai berpikir untuk memperindah akhlak dan ibadah saja, agar jadi bekal di akhirat nya. Dengannya Alloh ﷻ akan memuji 'tengkorak' manusia itu di akhirat kelak.

Wallahu'alam

0️⃣2️⃣ Phity ~ Yogja
Assalamu'alaykum,

Ustadz, kan kalau kita paham ini, harusnya tidak selalu melihat penampilan ya.
Tetapi... kenapa ya untuk urusan jodoh tetap saja penampilan fisik itu mempengaruhi penilaian.

Ada ikhwan yang tetap berharap dapat istri yang cantik, dengan dalih nanti akhlaknya dapat diperbaiki, tapi ternyata berakhir di perpisahan.

Begitu juga akhwat, tetap terpana pada ketampanan, menomer sekiankan akhlak.

🔷Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Iya benar. Idealnya memang landasan menikah adalah agama, tapi fisik tidak bisa diabaikan. Menikah itu salah satunya menikmati indahnya ciptaan Alloh ﷻ, namun kan indahnya ciptaan itu tidak harus cantik, pun ukuran cantik bagi sebagian orang beda-beda. Jadi, melihat calon jodoh dari fisik sebenarnya tidak salah juga, sebab tidak ada orang yang mau menikah dengan yang jelek (versi manusia). Yang penting sebenarnya niat untuk menikah, yang terbaik adalah karena Alloh ﷻ, untuk melestarikan kehidupan, ladang amal baginya untuk akhirat. 

Wallahu'alam

0️⃣3️⃣ Aisya ~ Cikampek 
Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz.

Bukankah kita hidup di dunia, makanya keberagaman bentuk paras seperti cantik, ganteng, jelek, pendek, hitam, dan sebagainya menjadi perbandingan menurut versi manusia itu tidak bisa dipungkiri.

Lalu, apakah dengan kita berakhlak dan beribadah kepada Alloh ﷻ akan merubah bentuk fisik yang sudah saya tulis di atas afwan tadz?

🔷Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Rasanya tidak mungkin fisik berubah karena akhlak dan ibadah yang baik. Tetapi fisik akan tampak indah, saat akhlak dan ibadah yang baik menyertainya. Lihat saja orang yang rajin ibadah, memandang wajahnya saja kita merasa teduh dan nyaman, pasti beda ketika kita melihat wajah orang yang jauh dari agama. 

Wallahu'alam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Selamat menikmati malam, karena bacaan al Quran di waktu malam lebih terasa maknanya.

Wallahu a'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar