Sabtu, 27 Maret 2021

AKU BUKAN ORANG BAIK

 



OLeH  : Ustadz Ir. Dodi Kristono, MM

     🌀M a T e R i🌀

Bismillah...

🌷AKU BUKAN ORANG BAIK DAN BERUSAHA UNTUK MENJADI YANG LEBIH BAIK?


Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

‎وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

"Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." (QS. Fushshilat: 35].

Tidak ada seorang pun di dunia yang luput dari aib. Namun terkadang, kita tidak jujur terhadap diri kita. Kita tidak siap mental menerima aib kita, sering terkesan membela-bela diri dan tidak mau menerima aib kita yang terungkap. 

Seandainya energi yang kita pergunakan untuk membela diri itu kita alihkan untuk melaksanakan ketaatan, maka perlahan namun pasti, aib-aib kita itu akan terlihat oleh kita. 

Kita akan bisa mengetahui aib yang kita miliki; apalagi jika kita memiliki teman yang baik, yang selalu mengingatkan kita kepada dzikrullah dan mengingatkan kita terhadap aib kita tanpa bermaksud mencela ataupun menyiarkannya dikhalayak ramai.

Seorang ulama salaf menyatakan, “Saudaramu yang selalu mengingatkanmu kepada Alloh ﷻ, memberitahukan aib-aibmu itu lebih baik bagimu daripada yang menaruh beberapa uang dinar di tanganmu."

Terbongkarnya aib seseorang, baik lewat pemberitahuan seorang teman yang baik kepadanya ataupun melalui proses evaluasi diri bisa jadi merupakan tanda kebaikan yang Allah Azza wa Jalla inginkan pada diri orang tersebut. 

Karena orang yang mengetahui dan menyadari aibnya, akan bisa melakukan perbaikan-perbaikan di masa-masa yang akan datang. 

Semakin banyak aib yang terlihat, semakin besar usaha yang dilakukannya. Oleh karena itu, mestinya kita berterima kasih kepada orang yang mengingatkan kita terhadap aib kita. Karena dengan itu, kita jadi tersadar dan akhirnya berkesempatan memperbaiki diri. 

Namun sekarang sering terbalik, mestinya kita berterima kasih, malah kita marahi dan kita benci dengan alasan-alasan.

Dalam Islam, ada adab-adab yang harus diperhatikan saat hendak menyampaikan aib ke orangnya. Yaitu hendaklah dilakukan dengan cara bijaksana, menjunjung tinggi adab kesantunan, cara yang baik, kalimat yang indah, menenangkan, dan bisa melapangkan dada, dengan lemah-lembut tanpa kekerasan, nasihat secara diam-diam, sindiran dan bukan dengan cara terang-terangan. Demikian ini akan lebih mudah diterima; karena adab dalam menyampaikan, ungkapan cinta dan pujian memiliki pengaruh yang sangat kuat.

Demikian juga orang yang menerima pemberitahuan tentang aib dirinya, hendaknya lebih mendahulukan prasangka baik dalam responnya, sehingga dia lebih mudah berlapang dada dengannya.

Dalam syariat terdapat aturan dalam menyikapi aib diri kita juga aib orang lain yaitu hendaknya kita menutupinya, sebagaimana Allâh Azza wa Jalla menutupi aib kita tersebut juga aib orang lain. Karena Alloh ﷻ Maha Penutup dan mencintai orang yang menutupi aib.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَلِيمٌ حَيِيٌّ سِتِّيرٌ يُحِبُّ الْحَيَاءَ وَالسَّتْرَ

"Sesungguhnya Allâh Subhanahu wa Ta’ala Maha Pemurah, kekal, dan Maha Penutup, Dia mencintai rasa malu dan sikap sitru (menyembunyikan aib)."
[Riwayat Abu Dawud dan Nasâ-i].

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

‎عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: كُلُّ أُمَّتِي مُعَافَاةً إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ الْإِجْهَارِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ فِي اللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ، وَقَدْ سَتَرَهُ رَبُّهُ، فَيَقُولُ: يَا فُلَانُ قَدْ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا، وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيَبِيتُ فِي سِتْرِ رَبِّهِ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap ummatku diampuni kecuali mujâhir (orang yang membuka aib sendri), dan termasuk perbuatan membuka aib, seperti seorang hamba yang melakukan sebuah perbuatan pada malam hari kemudian keesokan harinya ia berkata, ‘Wahai, fulan! Tadi malam aku telah melakukan ini dan itu,’ padahal malam harinya Alloh ﷻ menutupi perbuatannya, akan tetapi keesokan harinya ia membuka penutup yang Alloh ﷻ telah berikan.” (HR. Muslim)

Jika seorang hamba tergelincir dalam perbuatan maksiat, lalu ia bertaubat kepada Allâh Azza wa Jalla lalu Allâh Azza wa Jalla menutupi aibnya tersebut di dunia, maka dia juga harus menutupi aibnya tersebut. 

Barangsiapa menutupi aibnya, maka ia akan selamat dari celaan manusia dan terhindar dari murka Allâh Azza wa Jalla.

Diceritakan, bahwa ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata, “Ya, Rasulullah ﷺ. Aku pernah mengobati seorang perempuan di ujung Madinah lalu aku tidak sekedar menyentuhnya (maksudnya menzinainya), maka ini aku datang kepadamu. 

Berilah aku hukuman yang engkau kehendaki!” kemudian Umar Radhiyallahu anhu berkata, “Seandainya engkau menutupi dirimu, sungguh Allâh Azza wa Jalla telah menutupinya,” dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diam tidak menjawab, kemudian laki-laki itu berdiri dan pergi. 

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memerintahkan seseorang untuk menyusul dan memanggil laki-laki tadi, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan padanya firman Allâh Azza wa Jalla:

‎وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

"Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hûd: 114]

Salah seorang shahabat bertanya, “Ya, Rasulullah ﷺ, apakah ayat itu khusus untuk orang itu saja?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(tidak) akan tetapi untuk semua manusia.” (HR. Muslim).

Larangan menyebarkan aib akan membantu pelaku aib itu sendiri untuk bertaubat. Karena, jika aib itu disebarkan, maka bisa jadi perbuatan itu akan merusak dan bisa jadi akan membuat pelakunya semakin nekad dan berani berbuat dosa. 

Sebaliknya, menutupi aib bisa menjadi terapi dengan tetap menjaga harga diri dan kesucian, juga bisa semakian menguatkan ikatan cinta dan kasih sayang serta membangun sebuah pondasi yang agung, yaitu husnuzhan di antara orang-orang Mukmin.

Fudhail bin Iyâdh rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Mukmin itu akan senantiasa menutupi dan menasihati; sedangkan orang munafik dan pendosa senantiasa akan membuka aib serta mencela."

Sungguh sangat beda antara orang yang menunjukkan aib sebagai nasehat yang dilandasi kecintaan dengan orang sibuk dan senang mencari-cari kesalahan orang lain, siang dan malam. 

Ini adalah penyakit tercela, manakala seseorang melepaskan lisannya kemudian memata-matai manusia. Dia akan semakin lemah badannya, usianya terus bertambah, hatinya semakin sakit, waktunya tersia-sia, sementara dia tidak menyadari aibnya sendiri. 

Mestinya kita berhati-hati dan selalu menjaga diri kita. Salah seorang salaf berkata, “Saya terkadang melihat sesuatu (yakni aib orang lain) yang tidak aku sukai, namun aku tidak berani mengucapkannya karena aku takut tertimpa dengan semisalnya.” Yang lain berkata, “Kami telah diberitahu bahwa orang yang paling banyak kesalahannya adalah yang paling sering menyebut kesalahan manusia.”

Diriwayatkan dari Abi Barzah al-Aslami Radhiyallahu anhu, ia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎يَامَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ، وَلَمْ يَدْخُلِ الإِيْمَانُ قَلْبَهُ ، لاَ تغتَابُوا المسلمين، وَلاَتَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ

"Hai orang-orang yang beriman dengan lisannya namun imannya tidak sampai ke hatinya! Janganlah kalian menggunjing kaum Muslimin! Jangan pula kalian mencari-cari kesalahan mereka. Sesungguhnya, orang yang mencari-cari aib Muslimin, maka Alloh ﷻ akan mencari kesalahannya. Barangsiapa yang Alloh ﷻ cari kesalahannya, maka Alloh ﷻ akan membuka keburukannya di dalam rumahnya.” (HR. Abu Dawud)

Hendaklah hadits ini menjadi renungan bagi kita. Sehingga kita akan semakin bijak dalam menyikapi aib kita dan orang lain, karena tidak seorang pun yang bersih dari aib. 

Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa membimbing kita dan semua kaum Muslimin dalam memperbaiki aib masing-masing kita.

Dan juga Allah Azza wa Jalla selalu menutupi maksiat yang kita lakukan dan  menyadarkan ke diri kita sendiri bahwa → Aku bukanlah orang yang baik, tapi aku berusaha untuk menjadi lebih baik. 

Wallahu a'lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
        🌀TaNYa JaWaB🌀

0⃣1⃣ Shoffia ~ Ngawi 
Ma'af Ustadz, apakah menyampaikan kelemahan atau kekurangan diri saat interview atau saat taaruf itu termasuk membuka aib diri sendiri? 
Terima kasih.

🌀Jawab:
Kelemahan itu kan belum tentu aib. Misalnya kelemahan saya tidak bisa masak. 

Ini bukan aib loh yaa.

Wallahu a'lam

0⃣2⃣ Yulia ~ Bekasi 
Assalamualaikum ustadz, 

Bagaimana sikap kita, jika kita sudah menyimpan rapat-rapat aib seseorang dikemudian hari orang tersebut menceritakan aibnya sendiri?

🌀Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Salah dia sendiri. Tidak ada sangkut pautnya dengan diri kita.

Wallahu a'lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
🌀CLoSSiNG STaTeMeNT🌀

Bahwa jangan kita merasa sudah lebih baik dan jangan merasa kita bersih dari dosa. 

Mungkin terlihat orang banyak kita baik dan suci, tapi Allah Ta’ala tahu perbuatan kita dikala sendiri melakukan suatu dosa yang tidak dilihat oleh orang lain. 

Maka perbanyaklah memohon ampun kepada اللّهُ Ta’ala disetiap kesempatan dan semoga اللّهُ Ta’ala selalu menutupi aib-aib yang kita buat selama kita dalam kesendirian. 

Wallahu a'lam

SUJUD SAHWI

 



OLeH  : Ustadz H. Farid Nu'man Hasan

   💎M a T e R i💎

🌸SUJUD SAHWI

🔷DEFINISI (Ta’rif)

Secara bahasa (etimologi), sahwi diambil dari kata sahaa – yashuu – sahwan – suhuwwan artinya lupa, lalai. Sahaa fil amri artinya lupa terhadap sesuatu.

Secara istilah (terminologi), sujud sahwi adalah dua kali sujud yang dikerjakan karena lupa terhadap suatu hal penting dalam shalat.

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan:

سجود السهو سجدتان يسجدهما المصلي قبل التسليم أو بعده
               
Sujud sahwi dilakukan sebanyak dua kali sujud dilakukan oleh orang yang shalat, sebelum salam atau sesudahnya. 
(Fiqhus Sunnah, 1/225)

🔷APA BACAAN SUJUD SAHWI?

Sebagian fuqaha menyebutkan dalam kitab-kitab mereka bahwa disunahkan bacaan dalam sujud sahwi adalah:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَسْهُو وَلَا يَنَامُ
  
Subhana man laa yashuu wa laa yanaam – Maha Suci Yang tidak pernah lupa dan tidak pernah tidur.

Doa ini ada dalam kitab-kitab fiqih induk  madzhab Hanafi dan syafi’i. Maka, silahkan dipakai bagi yang menginginkannya. 

Namun bacaan ini tidak shahih dari Nabi ﷺ, tidak ada keterangan yang sah tentang ucapan yang khusus mesti dibaca dalam sujud sahwi.

Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah telah menjelaskan:

قَوْلُهُ سَمِعْت بَعْضَ الْأَئِمَّةِ يَحْكِي أَنَّهُ يَسْتَحِبُّ أَنْ يَقُولَ فِيهِمَا سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو أَيْ فِي سَجْدَتَيْ السَّهْوِ قُلْت لَمْ أَجِدْ لَهُ أَصْلًا
 
Ucapannya (Ar Rafi’i): aku mendengar sebagian imam menceritakan bahwa disunahkan membaca pada dua sujud itu: Subhana man laa yanaam wa laa yashuu, yaitu pada dua sujud sahwi. Aku (Imam Ibnu Hajar) berkata: “Saya tidak temukan asal usul ucapan ini.” 
(Al Hafizh Ibnu Hajar, At Talkhish Al Habir, 2/14. Cet. 1, 1989M-1419H. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah). 

Syaikh Bakr Abu Zaid Rahimahullah mengomentari bacaan di atas:

لا يصح تقييد هذا التسبيح في سجود السهو.

"Tidak shahih mengkaitkan tasbih ini pada sujud sahwi." 
(Muhadzdzab Mu’jam Al Manahi Al Lafzhiyah, Hal. 89). 

Oleh karenanya sebagian ulama –seperti Imam Ibnu Qudamah- menyebutkan bahwa bacaan sujud sahwi adalah sama dengan sujud biasa. 

Berkata Syaikh Abu Thayyib Ali Hasan faraaj:

والصواب: أن يقول في سجود السهو مثل ما يقول في سجود الصلاة
  
"Yang benar adalah membaca pada sujud sahwi seperti membaca pada sujud shalat." (Tanbih As Saajid, Hal. 10). 

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Hafizhahullah mengatakan:

وبعض الفقهاء يستحب أن يقول في سجود السهو ( سبحان من لا يسهو ولا ينام ) ، ولكن لا دليل عليه ، فالمشروع هو الاقتصار على ما يذكر في سجود الصلاة، ولا يعتاد ذكرا غيره .

"Sebagian fuqaha menganjurkan membaca pada sujud sahwi (subhana man laa yashuu wa laa yanaam), tetapi ini tidak ada dalilnya, maka yang disyariatkan adalah bacaan sebagaimana dibaca dalam sujud shalat, dan tidak ada pembiasaan dzikir selain itu." (Fatawa Islamiyah Su’al wa Jawab, No. 77430). 

Bacaan duduk di antara dua sujudnya juga sama: 

  وكذلك في الجلسة بين السجدتين يقول فيها كما يقول في الجلسة بين السجدتين في صلب الصلاة  

"Begitu juga ketika duduk di antara dua sujud, bacaannya adalah sama dengan bacaan duduk di antara dua sujud dalam shalat." 
(Fatawa Nur ‘Alad Darb,  Bab Shalat No. 1531). 

🔷SEBAB APA TERJADI SUJUD SAHWI?

Sujud Sahwi terjadi dalam beberapa keadaan berikut:

√ Memberi Salam Padahal Shalat Belum Sempurna.

Dalilnya adalah, Dari Ibnu Sirin, dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِحْدَى صَلَاتَيْ الْعَشِيِّ قَالَ ابْنُ سِيرِينَ سَمَّاهَا أَبُو هُرَيْرَةَ وَلَكِنْ نَسِيتُ أَنَا قَالَ فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ فَقَامَ إِلَى خَشَبَةٍ مَعْرُوضَةٍ فِي الْمَسْجِدِ فَاتَّكَأَ عَلَيْهَا كَأَنَّه غَضْبَانُ وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ وَوَضَعَ خَدَّهُ الْأَيْمَنَ عَلَى ظَهْرِ كَفِّهِ الْيُسْرَى وَخَرَجَتْ السَّرَعَانُ مِنْ أَبْوَابِ الْمَسْجِدِ فَقَالُوا قَصُرَتْ الصَّلَاةُ وَفِي الْقَوْمِ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ فَهَابَا أَنْ يُكَلِّمَاهُ وَفِي الْقَوْمِ رَجُلٌ فِي يَدَيْهِ طُولٌ يُقَالُ لَهُ ذُو الْيَدَيْنِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَسِيتَ أَمْ قَصُرَتْ الصَّلَاةُ قَالَ لَمْ أَنْسَ وَلَمْ تُقْصَرْ فَقَالَ أَكَمَا يَقُولُ ذُو الْيَدَيْنِ فَقَالُوا نَعَمْ فَتَقَدَّمَ فَصَلَّى مَا تَرَكَ ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ كَبَّرَ وَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ وَكَبَّرَ ثُمَّ كَبَّرَ وَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ وكبر. فربما سألوه: ثم سلم؟ فيقول: نبئت أن عمران بن حصين قال: ثم سلم.

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat bersama kami pada suatu shalat siang.” Demikianlah Abu Hurairah menamakannya tetapi saya telah lupa. Dan Abu Hurairah berkata: “Lalu beliau shalat bersama kami dua rakaat lalu salam. Kemudian Beliau bangun menuju sebuah kayu yang terbentang di masjid dan bersandar padanya seakan dia sedang marah. Lalu Beliau meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya dan merekatkan jari-jarinya, dan meletakan pipi kanannya pada punggung telapak tangan kirinya. Manusia bergegas keluar melalui pintu masjid dan mengatakan: “Shalat diqashar!” Pada mereka terdapat Abu Bakar dan Umar. Keduanya segan untuk menanyakan hal itu. Pada mereka ada seseorang bertangan panjang yang dinamakan   Dzulyadain, dia bertanya: “Wahai Rasulullah ﷺ, apakah kau lupa atau kau mengqashar shalat?” Beliau menjawab: “Aku tidak lupa dan tidak juga qashar.” Maka Nabi bertanya: “Apakah benar apa yang dikatakan Dzulyadain?” Mereka menjawab” “Benar.” Maka beliau maju dan shalat melanjutkan yang tertinggal, lalu dia takbir dan sujud sebagaimana sujudnya atau lebih panjang, kemudian mengangkat kepalanya dan takbir, kemudian takbir dan sujud sebagaimana sujudnya  atau lebih panjang, kemudian dia mengangkat kepalanya lagi dan bertakbir. Barangkali mereka bertanya: “Kemudian salam?” Dikabarkan kepadaku bahwa ‘Imran bin Hushain berkata: “Kemudian salam.”” (HR. Bukhari   No. 468 dan Muslim No. 573). 

Imam Muslim memasukkan hadits ini dalam Bab As Sahwi fis Shalah was Sujud Lahu (Bab Lupa Dalam Shalat dan Sujud Karenanya). 

Ini menunjukkan, jika kekurangan jumlah rakaat. Maka shalat lagi sejumlah rakaat yang kurang, lalu tutup dengan sujud sahwi sebelum salam. 

√ Kelebihan Jumlah Rakaat Shalat.

Ini juga menyebabkan seseorang mesti  menjalankan sujud sahwi.

Dalilnya adalah:

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الظُّهْرَ خَمْسًا فَقِيلَ لَهُ أَزِيدَ فِي الصَّلَاةِ فَقَالَ وَمَا ذَاكَ قَالَ صَلَّيْتَ خَمْسًا فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ بَعْدَ مَا سَلَّمَ

“Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat zhuhur lima rakaat. Lalu ada orang yang berkata kepadanya: “Apakah memang rakaat shalat ditambah?” Beliau bersabda: “Memang kenapa?” orang itu menjawab: “Engkau shalat lima rakaat.” Maka Nabi pun sujud dua kali setelah salam.” 
(HR. Bukhari No. 1168 dan Muslim No. 572). 

√ Lupa Melakukan Tasyahhud Awal Atau Meninggalkan Sunah-sunah Dalam Shalat.

Dalilnya adalah, dari Ibnu Buhainah Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فَقَامَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ فَسَبَّحُوا فَمَضَى فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ صَلَاتِهِ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ

“Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat, beliau bangun pada rakaat kedua, maka jamaah mengucapkan ‘subhanallah’  maka beliau tetap melanjutkannya, lalu ketika selesai shalat, Belia sujud dua kali lalu salam.” 
(HR. An Nasa’i No. 1177, 1178,  Ibnu Majah No. 1206, 1207. Shahih). 

Menurut hadits ini juga sudah terlanjur tegak berdiri, maka imam tidak usah duduk lagi, dia lanjutkan saja tetapi setelah shalat dia sujud dua kali (sahwi) lalu salam. Tetapi, juga berdirinya belum sempurna tegaknya, maka boleh baginya untuk duduk lagi untuk tasyahhud awal.

Hal ini ditegaskan dalam riwayat dari Mughirah bin Syu’bah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنْ الرَّكْعَتَيْنِ فَلَمْ يَسْتَتِمَّ قَائِمًا فَلْيَجْلِسْ فَإِذَا اسْتَتَمَّ قَائِمًا فَلَا يَجْلِسْ وَيَسْجُدْ سَجْدَتَيْ السَّهْوِ

“Jika salah seorang kalian berdiri ketika rakaat kedua tetapi belum sempurna, maka hendaknya duduk, jika sudah sempurna maka janganlah duduk. Lalu sujudlah dua kali sebagai sahwi.” 
(HR. Abu Daud No. 949, 950, Ibnu Majah No. 1208. Hadits ini shahih). 

Hadits-hadits juga menunjukkan bahwa meninggalkan sunah-sunah shalat mengharskan pelakunya untuk sujud sahwi. Bagaimana meninggalkan qunut shubuh?

Bagi yang meyakini qunut shubuh adalah sunah, tentu mereka meyakini jika meninggalkannya  atau salah dalam menempatkannya, maka hendaknya sujud sahwi. Inilah keyakinan masyhur  ulama madzhab Asy Syafi’i.

Berkata Imam Asy Syafi’i Radhiallahu ‘Anhu:

ولذلك لو أطال القيام ينوى به القنوت كان عليه سجود السهو لان القنوت عمل معدود من عمل الصلاة فإذا عمله في غير موضعه أوجب عليه السهو.

“Oleh karena itu, jika seseorang melamakan berdiri, dengan itu dia meniatkan sebagai qunut, maka wajib baginya sujud sahwi, sebab qunut adalah amalan tertentu di antara amalan shalat lainnya, jika dia melakukannya bukan pada tempatnya, maka wajib baginya sahwi.” 
(Imam Asy Syafi’i, Al Umm, 1/136, Darul Fikr). 

Maka, bagi yang berkeyakinan sebagaimana madzhab Asy Syafi’i bahwa qunut itu adalah sunah, sedangkan meninggalkan sunah adalah termasuk sebab terjadinya sujud sahwi, maka sangat wajar dia melakukan sujud sahwi itu. Tetapi, bagi seseorang yang tidak meyakini adanya qunut shubuh, bahkan membid’ahkannya, karena dia mengikuti pendapat Imam Ahmad bin Hambal, Imam Abu Hanifah dan lainnya, maka tidak mungkin dia sujud sahwi karena meninggalkannya, sebab menurutnya qunut shubuh adalah bid’ah dan keliru, tidak mungkin sujud sahwi gara-gara meninggalkan bid’ah dan kekeliruan. 

Maka, hal yang menjadi aneh jika ada orang yang tidak meyakini adanya qunut, tetapi dia sujud sahwi gara-gara meninggalkan sesuatu yang dianggapnya bid’ah itu. Begitu pula jika dia menjadi makmum bagi imam yang berqunut,  ketika imam sujud sahwi karena meninggalkan qunut, maka makmum seperti itu tidak perlu ikut sahwi, sebab dia tidak meyakini syariat qunut. Imam meyakini sunah, maka wajar dia sahwi jika meninggalkannya, sedangkan makmum meyakininya bid’ah, maka menjadi tidak wajar jika dia sahwi karena meninggalkannya.

Tetapi, kami menganjurkan, apalagi di daerah yang rawan dan sensitif, hendaknya makmum bersikap bijak untuk mengikuti dan mengaminkan imam yang qunut, untuk menjaga kesatuan hati dan rapatnya shaf kaum muslimin. Inilah sikap yang diambil oleh Imam Ahmad bin Hambal, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Syaikh Ibnu Utsaimin, para ulama di Lajnah Daimah, dan lainnya. (Lihat Tulisan saya: Sikap Bijak Para Imam Ahlus Sunnah Menghadapi Persoalan Qunut).

√ Ragu-Ragu Dalam Shalat.  

Hal ini juga membuat  seseorang untuk sujud sahwi. Dalilnya: 

Dari Abu Said Al Khudri Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي الْوَاحِدَةِ وَالثِّنْتَيْنِ فَلْيَجْعَلْهُمَا وَاحِدَةً وَإِذَا شَكَّ فِي الثِّنْتَيْنِ وَالثَّلَاثِ فَلْيَجْعَلْهُمَا ثِنْتَيْنِ وَيَسْجُدْ فِي ذَلِكَ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ

“Jika  di antara kalian ragu, apakah rakaat pertama dan kedua, maka jadikanlah itu sebagai rakaat pertama saja. Jika kalian ragu pada rakaat kedua dan ketiga, maka jadikanlah itu sebagai rakaat kedua. Oleh karena itu, sujudlah dua kali sebelum salam.” 
(HR. At Tirmidzi No. 396, Ibnu Majah No. 1204. Hadits ini shahih). 

Dari hadits ini dan hadits lain yang serupa. Jumhur ulama mengatakan bila seseorang ragu-ragu terhadap jumlah rakaat shalat, maka hendaknya dia meyakinikan rakaat yang lebih sedikit, kemudian dia melakukan sahwi.

Tetapi ada juga ulama yang mengatakan bahwa ragu-ragu dalam shalat,  seseorang yang tidak tahu sudah berapa rakaat shalatnya, bukan diselesaikan dengan sahwi, tetapi harus diulang shalatnya. Hal ini diinformasikan oleh Imam At Tirmidzi berikut ini:

و قال بعض أهل العلم إذا شك في صلاته فلم يدر كم صلى فليعد .

“Berkata sebagian ulama: jika seseorang ragu di dalam shalatnya, dia tidak tahu sudah berapa rakaat shalatnya, maka hendaknya dia mengulangi shalatnya.” 
(Sunan At Tirmidzi No. 396).

Dan, pendapat jumhur ulama yang menyatakan sahwi adalah pendapat yang lebih kuat dan telah diterangkan dalam berbagai hadits shahih. 

Demikian. Wallahu A’lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
        💎TaNYa JaWaB💎

0️⃣1️⃣ Kiki ~ Dumai
Ustadz, berarti setiap hal-hal yang disunnahkan di dalam shalat yang tidak dikerjakan, kita harus menggantinya dengan sujud sahwi ya ustadz?

🌴Jawab:
Ya, itu sebagian ulama ya. 

Berdasarkan perbuatan Rasulullah ﷺ yang sujud sahwi karena tidak tasyahud awal. Tasyahud awal itu sunnah. Dari situlah alasannya.

Sementara sebagian ulama lain menegaskan bahwa sujud sahwi hanya berlaku berdasarkan perilaku Rasulullah ﷺ saja seperti yang saya uraikan di atas.

Wallahu A’lam. 

0️⃣2️⃣ iRna ~ Bukittinggi
Ustadz, jika yang terlupa itu rukun rukun sholat, apa yang dilakukan? Apa sujud sahwi juga? 

Terima kasih Ustadz.

🌴Jawab:
Jika sengaja meninggalkan rukun, itu batal.

Jika lupa, dan dia langsung teringat, maka segara dia lakukan, lalu sahwi sebelum salam. Tapi, jika ingatnya sudah agak lama, maka ulang shalatnya.

Ada pertanyaan mirip di grup lain tentang orang yang sujudnya hanya sekali:  

Wa'alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Sujud itu rukun shalat. Tidak melakukannya, atau melakukannya hanya sekali, batal shalatnya.

Bagi yang lupa melakukannya, wajib baginya melakukan sujud itu saat dia ingat, atau saat dia diingatkan. Tidak cukup hanya sujud sahwi.
Jika dia baru tahu setelah shalat, maka lalukan ulangi 1 rakaat, lalu tutup dengan sujud sahwi. Rakaat terakhir yang sebelumnya itu dianggap tidak ada.

Dalam Majma' Al Buhuts Al 'Ilmiyah:

أنه إذا نسي المصلي سجدة من السجدتين الواجبتين ولم يرجع فإن كان قريب عهد بالصلاة أتى بركعة وسلم، وإن طال الأمد فإن الواجب عليه إعادة الصلاة كلها

"Jika seorang yang shalat lupa 1 sujud dari 2 sujudnya yang wajib dan dia tidak kembali untuk melalukannya, maka jika kejadiannya masih berdekatan dengan shalat maka DIA MESTI MELAKUKAN 1 RAKAAT. Tapi, jika kejadiannya sudah berlalu lama, maka wajib MENGULANG SHALATNYA secara utuh."

Wallahu A’lam. 

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Belajar agama, khususnya fiqih, bukan untuk semata kekayaan khazanah semata. Tapi, untuk diamalkan agar ibadah kita semakin baik dan Allah Ta'ala terima.

Wallahu a'lam

PELAKOR DALAM PANDANGAN ISLAM

 


OLeH : Ustadzah Tely Herliyani

         💎M a T e R i💎

'Audzubillahiminasyaitanirrajiim...
Bismillahirohmanirohim 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Alhamdulillahirobbil 'alamin washolatu wassalamu ala sayyidina Anbiya Iwal mursalin wa'ala alihi wa ashabihi ajma'in.

Robbish rohli sodri wayasirli amri wahlul uqdatamilisaani yafqahu qauli, amaa ba',du.

Alhamdulillah Alloh ﷻ telah memberikan kesempatan kepada kita untuk kemudian menunaikan salah satu kewajibannya yaitu tholabul Ilmi, mudah-mudahan sekalipun lewat perantara media sosial seperti ini tidak mengurangi keberkahan ya dan kita senantiasa diridhoi atau ada di jalan yang Alloh ﷻ ridhoi Amin ya Alloh ﷻ ya Rabbal Alamin.

🌸PELAKOR DALAM PANDANGAN ISLAM

Akhwati fillah Rohimakumullah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah tema berkaitan dengan "PELAKOR" DI DALAM PANDANGAN ISLAM. 

Sebenarnya dengan tema ini begitu menggelitik untuk saya, karena memang beberapa waktu ini begitu ya, banyak sekali atau ada beberapa komunitas-komunitas grup baik itu Majlis Ta'lim secara langsung ataupun kajian-kajian seperti ini meminta saya untuk membahas tema berkaitan dengan "pelakor", mungkin apa ya, memang di sulut atau di awali dengan viralnya sebuah kasus begitu ya "seorang selebritis yang dia merupakan seorang "katanya" penyanyi religi, terus kemudian dia memakai kerudung tetapi kemudian akhirnya viral. Dia menikah dengan apa ya rekan kerjanya ya satu grup band begitu ya, yang ternyata begitu sih laki-lakinya itu sudah memiliki istri, sehingga banyak para netizen yang kemudian merasa ikut sakit hati begitu ya karena naon Namina teh dia tadi begitu ya dia dianggap sebagai "pelakor atau perebut atau pengambil suami orang." Banyak netizen yang merasakan sakit hati istri dari si laki-lakinya memang, "katanya" perasaan seorang wanita ketika di dua kan itu tersakiti seperti itu.

Sehingga dengan adanya kasus itu kemudian akhirnya viral, begitu ya pernikahannya sehingga apa namanya dikatakan bahwa atau banyak begitu ya para istri yang kemudian merasa takut begitu ya ketika akhirnya suaminya itu menikah lagi, terlebih tadi ada banyak kalau kita melihat komentar-komentar yang kemudian dilontarkan oleh para netizen itu, lontaran kebencian kepada si penyanyi itu karena dianggapnya sebagai perebut laki orang. 

Dia tidak kemudian merasakan bagaimana sih kalau seandainya begitu ya apa namanya dia dalam posisi sebagai Istrinya si laki-laki tadi, dia pasti akan terasa sakit hati dan kok begitu ya apa namanya dia tidak ada empati atau dia tidak merasa sedikitpun sakit hati begitu ya dan merasa tidak bersalah ketika dia merebut laki-laki orang. 

Apakah kemudian tidak ada laki-laki yang lain begitu ya, padahal ya katanya masih banyak begitu kan laki-laki lain yang kemudian bisa atau mau menikahi dia.

Sebelum membahas bagaimana pelakor di dalam pandangan Islam, maka terlebih dahulu kita pahami apa sebetulnya yang kemudian disebut dengan pelakor begitu ya dan kenapa hal ini menjadi viral dan menjadi perbincangan yang hangat di tengah-tengah ibu-ibu dan emak-emak hari ini.

Kalau misalnya kita melihat  yang kemudian akhirnya didefinisikan sebagai pelakor, itu adalah seorang wanita yang kemudian dia menikah dengan seorang laki-laki yang sudah memiliki istri maka dia dikatakan seseorang pelakor.

Terlepas tadi, apakah pernikahannya itu sah ataukah tidak, semua itu ketika memang terjadi pernikahan antara seorang perempuan dengan laki-laki yang sudah beristri maka dikatakan perempuan itu sebagai seorang pelakor, tanpa memandang sah atau tidak sebuah pernikahan itu.

Hal ini muncul, jika melihat dari sisi fakta yang ada, begitu banyak  perselingkuhan-perselingkuhan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, yang akhirnya menimbulkan sakit hati di kalangan para istri yang merasa suaminya direbut oleh wanita-wanita yang lain.

Sehingga image seorang wanita yang dia itu dinikahi oleh laki-laki yang sudah memiliki istri itu menjadi sangat buruk di dalam pandangan masyarakat dan tentu hal ini berkaitan dengan masalah Poligami, dan masalah aku poligamipun akhirnya menjadi satu "momok" yang sangat menakutkan karena memang tadi, poligami ini diawali dengan sesuatu yang kemudian tidak berdasarkan kepada Syarat Islam.

Sehingga memang tadi akhirnya menjadi suatu "momok" yang menakutkan dan satu hal yang dianggap begitu buruk, yang namanya poligami.

Sehingga akhirnya, ketika ada tadi seorang wanita yang dinikahi oleh seorang laki-laki yang dia itu sudah beristri atau misalnya menjadi istri yang kedua, atau misalnya mungkin istrinya ketiga dan keempat, itu merupakan suatu hal yang buruk yang seolah-olah menjadi suatu aib dan image dari poligami itu menjadi sangat menakutkan dan atau mungkin bahkan ada yang sampai merasa jijik dengan kehidupan poligami.

Seolah-olah itu adalah suatu hal yang sangat hina dan menghinakan.

🌸🌷🌸
Oleh karena itu maka ketika kita melihat ya ada suatu permasalahan orang yang kemudian dia beriman kepada Alloh ﷻ maka ketika mencari solusi-solusinya pun harus berdasarkan kepada Al Quran dan As-Sunnah.

Sekarang bagaimana kemudian Al Quran dan As-Sunnah memandang tentang pernikahan,  kehidupan pernikahan dan tentang poligami.

Berkaitan dengan tadi yang dikatakan dengan pelakor itu sendiri tadi saya sudah sampaikan bahwa inikan berkaitan dengan pernikahan. Pernikahan seorang perempuan dengan laki-laki yang memang sudah memiliki istri, maka di dalam pandangan Islam itu adalah suatu yang kemudian diperbolehkan, ketika memang syarat sah dan rukun nikahnya itu terpenuhi.

Kemubahannya itu Alloh ﷻ memerintahkan atau Alloh ﷻ berfirman,

"Maka nikahilah oleh kalian wanita-wanita yang kalian sukai wanita yang kalian senangi, masna wasulasa waruba 22 33 atau 44."

Maka secara hukum Islam, dalam pandangan Islam seorang laki-laki ketika dia menikahi 2 orang istri atau 3 orang istri atau 4 orang istri itu adalah hukumnya Mubah.

Hanya kemubahan itu sendiri tidak bisa kemudian dia berdiri sendiri, karena yang namanya kehidupan poligami pasti dia akan berkaitan dengan kehidupan pernikahan, dan kehidupan suami istri.

Maka, ketika tadi seorang laki-laki yang ingin melakukan poligami tidak hanya menggarisbawahi hukum bahwa poligami itu Mubah sampai di situ, atau titik sampai disitu tanpa memandang hukum-hukum yang lain, yang seharusnya dilakukan ketika memang dia mau melakukan poligami maka tadi dia pahami dulu bagaimanakah yang namanya kehidupan pernikahan dan kehidupan suami istri.

Didalam Islam yang namanya kehidupan pernikahan, itu adalah pengaturan hubungan antara laki-laki dengan perempuan dari sisi kelaki-lakiannya atau dari sisi keperempuanannya, yang kemudian dari atau tujuan dari pernikahan itu sendiri adalah melanjutkan kehidupan manusia atau kelangsungan manusia,  artinya apa? Ketika menikah itu maka kita akan memiliki keturunan, dan Rasulullah ﷺ , akan membanggakan jumlah kita yang banyak, diantara Nabi-nabi yang lain ketika nanti di Yaumil Akhir.

Itu adalah tujuan pernikahan, jadi tujuan pernikahan itu adalah melangsungkan keturunan. Kemudian ketika sudah terjadi pernikahan maka ada yang dikatakan dengan kehidupan suami istri.

Dan kehidupan suami istri itu seperti apa?, Nanti kan harus dipahami ketika kita memasuki kehidupan suami-istri ada yang namanya hak dan kewajiban suami istri bukan seperti.

Dan ternyata kehidupan suami-istri itu untuk apa?, Untuk sakinah mawadah warohmah. Di dalam surat Ar-Rum ayat 21,

"Alloh ﷻ menciptakan laki-laki dan perempuan aayaatihi an khalaqa lakum Min anfusikum azwaajan menciptakan istri-istri kalian untuk apa? Litaskunuu ilaiha, untuk merasakan ketentraman kecenderungan kepadanya."_

Nah, sehingga kehidupan suami istri itu harus tadi, menciptakan adanya ketentraman adanya ke Sakinahan adanya ketenangan di antara siapa diantara kedua belah pihak.

Kemudian ada hak dan kewajiban suami istri yang kemudian harus dipahami, bahwa, ketika memasuki kehidupan pernikahan maka seorang wanita fungsi utamanya itu adalah sebagai ummun warobatul bait sebagai ibu dan pengelola rumah tangga.

Dari wanita itu akan lahirlah keturunan-keturunan, dan kemudian harus benar-benar dipahami oleh seorang wanita itu bagaimana kemudian kita akan menghasilkan keturunan yang akan dibanggakan oleh Rasulullah ﷺ sehingga bukan keturunan yang asal jadi tetapi wanita itu harus memahami bahwa dia harus menghasilkan generasi yang berkualitas, seperti apa generasi berkualitas itu?

Generasi yang memang senantiasa terikat oleh hukum-hukum Alloh ﷻ, generasi yang sholeh dan Sholihah, yang dia kemudian memahami apa namanya seluruh hukum Alloh ﷻ. Mana yang Wajib mana yang  Mubah mana yang Haram dan Makruh.

Generasi seperti itu harus dihasilkan oleh seorang wanita. Itu adalah tugas utamanya, seorang wanita memiliki tugas yang utama sebagai Ummu warobatil Bait arau sebagai ibu dan pengelola rumah tangga, ketika diala ada di dalam kehidupan pernikahan.

Kemudian dia harus memahami kewajiban-kewajiban yang harus dia lakukan, 

√ Harus taat terhadap suaminya, karena kata Rasulullah ﷺ, suamimu itu adalah surgamu atau neraka mu. 

√ Dia harus senantiasa meminta ijin ketika keluar dari rumahnya. Senantiasa ada ijin dari suaminya ketika dia akan keluar dari rumahnya. 

Itu adalah Kewajiban-kewajiban yang harus ditaati oleh seorang istri ketika, dia ada didalam kehidupan rumah tangga.

🌸🌷🌸
Suami ketika masuki kehidupan rumah tangga maka kata Alloh ﷻ;

"Arrijaalu qowwamuna 'ala nnisa..."
Bahwa yang namanya laki-laki itu adalah "qowam" dia itu adalah pemimpin, dan mereka itu saling menolong antara satu dengan yang lainnya.

Kewajiban seorang pemimpin;

🔸Pertama, Memberikan Nafkah Kepada Anak dan Istrinya. 

🔸Kedua, Mendidik Istrinya.

Ini adalah 2 kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang laki-laki, yang fungsinya sebagai seorang qowam didalam kehidupan rumah tangga.

Maka nanti akan ada juga serentetan kewajiban dia yang harus dilakukan oleh seorang suami terhadap istrinya.

Kemudian didalam kehidupan pernikahan, itu harus ada saling menimbulkan kecenderungan dan ketentraman diantara keduanya, sehingga akan menimbulkan kesakinahan mawadah dan warohmah didalam rumah tangganya. Sehingga rumah tangganya itu bukan hanya didunia tetapi insyaaAllah sampai kepada surganya Alloh ﷻ.

Itulah yang kemudian harus dipahami oleh seorang suami ketika dia mau melakukan poligami. Jadi bukan hanya sekedar menggarisbawahi satu hukum bahwa poligami itu Mubah tanpa memperhatikan hukum-hukum yang lainnya.

Kenapa? Karena hari ini image poligami menjadi kemudian "buruk" dan akhirnya, seorang wanita yang dia itu menikah dengan seorang laki-laki yang sudah memiliki istri begitu ya, itu menjadi suatu hal yang buruk ya karena tadi banyak bagi orang-orang yang kemudian melakukan poligami hanya tadi memperhatikan masalah kemubahannya saja, tanpa kemudian dia memperhatikan hal-hal yang lainnya.

Sehingga akhirnya di image-nya poligami itu menjadi suatu hal yang kemudian buruk, dan begitu juga seorang wanita yang kemudian dia menikah dengan seorang laki-laki yang memiliki istri atau misalnya dia menjadi istri kedua atau mungkin ketiga mungkin keempat begitu ya, itu menjadi suatu hal yang sangat buruk dan dianggap sebagai aib.

Kenapa? Karena melakukan poligaminya itu tidak sesuai dengan syariat Islam, bahkan akhirnya mengedepankan suatu hal yang mubah tapi melanggar atau melakukan sesuatu yang kemudian diharamkan oleh Alloh ﷻ yaitu misalnya, mendzolimi istrinya, kemudian ia tidak berbuat Ma'ruf kepada istrinya, nafkah terlantar, kemudian istrinya tidak diberikan pendidikan yang baik begitu ya pendidikan ketaatan kepada Alloh ﷻ yang seperti itu, maka itu adalah sesuatu yang kemudian melanggar dari syariat Alloh ﷻ.

Oleh karena itu maka, image poligami terus kemudian, seorang wanita yang kemudian dia dipoligami itu menjadi suatu hal yang buruk bahkan dianggap sebagai suatu aib. Karena bahwa poligami itu dilakukan kan tanpa sesuai dengan syariat Islam. Ini yang banyak terjadi hari ini, sehingga banyak begitu ya atau jadi viral begitu ya hal ini, dan banyak kaum ibu yang merasa ketakutan dengan kehidupan poligami.

Padahal ketika poligami itu dilakukan sesuai dengan syariat Islam insyaAllah akan menjadi solusi atas permasalahan manusia dan kenapa menjadi solusi kita lihat bahwa yang namanya hukum Islam itu pasti mengandung maslahat.

Kita lihat hari ini, fenomena yang terjadi merupakan suatu hal yang akan terjadi, ketika jumlah wanita itu lebih banyak dibandingkan dengan jumlah laki-laki. Sehingga, ketika Alloh ﷻ menciptakan manusia itu Alloh ﷻ menciptakan dengan atau Alloh ﷻ memberikan naluri-naluri begitu ya, salah satunya adalah naluri Nau atau naluri melestarikan keturunan.

Suatu hal yang tobi'i, suatu hari seorang wanita akan tertarik kepada laki-laki, seorang laki-laki itu akan tertarik kepada wanita, itu adalah suatu hal tobi'i yang kemudian harus, jalan yang disyariatkan di dalam Islam ketika ada ketertarikan ketika ada kecenderungan antara laki-laki dan perempuan salah satu atau jalannya itu adalah dengan pernikahan.

Oleh karena itu maka di dalam Islam itu tidak ada yang namanya pelakor ketika dia adalah seorang wanita yang dibolehkan untuk dinikahi artinya dia bukan kategori wanita yang haram dinikahi misalnya dia itu belum menikah terus kemudian dia itu bukan saudara kandung dia itu juga bukan saudara sepersusuan dia maka ketika dia dinikahi oleh seorang laki-laki, baik itu laki-laki yang memang belum beristri atau yang sudah beristri ketika memenuhi rukun dan syarat sahnya sebuah pernikahan. Maka sah nikahnya.

Sehingga memang tidak ada istilah pelakor karena memang, dia adalah seorang wanita yang memang boleh untuk kemudian dinikahi.

Sehingga image yang ada hari ini seharusnya kita tepis, karena kalau kita melihat ternyata hal ini di viral kan itu karena ada sebuah ide "Kufur" yang ingin kemudian di cegukan kepada kaum muslimin, yang menstigmaisasi hukum-hukum Islam itu menjadi suatu hal yang buruk, sehingga menimbulkan Islamophobia di tengah-tengah kaum muslimin itu sendiri.

Sehingga kita sebagai seorang muslim hendaknya ketika melihat fakta yang terjadi, menghukumi sebuah fakta yang terjadi, harusnya dikembalikan dulu kepada hukum Islam karena sebagai seorang muslim maka sandaran kita itu adalah hukum-hukum syariat Islam yang berdasarkan kepada Al Quran dan As-sunnah.

Itu mungkin yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini, mudah-mudah bisa dipahami, jika ada yang mau didiskusikan saya persilahkan.

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
        💎TaNYa JaWaB💎

0️⃣1️⃣ Safitri ~ Banten 
Assalamualaikum ustadzah,

Memang dalam Islam itu tidak ada yang namanya pelakor, tapi perbuatan dan cara merekalah yang salah dengan menjalin hubungan dengan orang yang sudah beristri atau bersuami, dan kebanyakan kasus yang terjadi seperti karena mereka sudah nyaman satu sama lain lebih banyak menghabiskan waktu bersama ketimbang dengan keluarganya sendiri?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Memang benar seperti itu, hal ini terjadi karena kondisi kita hari ini hidup dalam lingkungan dan sistem yang tidak Islami. Hidup dalam sistem kapitalisme yang berasaskan pemisahan agama dari kehidupan. Banyak aturan Islam yang dilabrak. Termasuk aturan tentang interaksi antara pria dan wanita.

Akibatnya, begitu bebas pergaulan yang terjadi tidak mengenal batasan. Akhirnya, suatu hal yang wajar jika perselingkuhan terjadi. Baik keduanya sudah menikah atau belum dan pergaulan bebaspun tidak terhindarkan. Padahal aturan Islam sudah begitu gamblang dan jelas mengatur hal ini.

Di antara aturan-aturan Islam yang mengatur tentang masalah pergaulan adalah:

◾Yang pertama bahwa Islam membatasi adanya interaksi antara pria dengan wanita. Jadi hanya sebatas hal-hal yang memang itu berkaitan dengan bermuamalah. 

◾Nah kemudian yang kedua adanya larangan berikhtilat atau berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya.

◾Kemudian yang ketiga adanya larangan ikhtilat atau bercampur baur antara laki-laki dengan wanita kecuali didalam tiga hal :
√ yang pertama itu di kehidupan umum di seperti halnya di pasar kemudian,
√ yang kedua itu apa namanya ketika belajar mengajar kemudian,
√ yang ketiga itu ketika di dalam masalah kesehatan atau pengobatan.

Di luar tiga hal tadi, begitu ya, maka tidak diperbolehkan adanya campur baur antara pria dengan wanita. 

◾Kemudian yang keempat ketika wanita itu berinteraksi dengan laki-laki, maka dia harus berpakaian secara sempurna, bukan sebatas menutup aurat, tetapi ketika dia bertemu dengan laki-laki yang bukan mahramnya itu, harus menggunakan jilbab dan kerudung. Jilbab itu apa? Pakaian yang longgar, yang terulur dari ujung leher sampai dengan menutupi kedua belah telapak kaki.

Itu dalilnya ada di dalam surat al-ahzab ayat 59, Alloh ﷻ  berfirman,  "Alloh ﷻ berfirman, wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu kemudian kepada anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita yang beriman mengulurkan ya mereka itu haruslah mengulurkan jilbab jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka."

Sedangkan perintah memakai kerudung ada di dalam surat an-nur ayat 31, Alloh ﷻ berfirman, "Ulurkanlah kain kerudung kalian sampai kepada juyub kalian." 

Jadi yang namanya kerudung itu adalah penutup kepala yang diulurkan sampai ke juyub. Juyub itu secara bahasa Arab itu adalah bukaan kancing yang pertama. Nah sehingga ketika wanita itu keluar rumah bertemu dengan laki-laki yang bukan mahramnya, maka harus menggunakan khimar atau kerudung dengan jilbab.

Itu adalah 4 di antara aturan-aturan Islam yang berkaitan dengan pengaturan antara ke hubungan antara laki-laki dengan wanita dan Islam pun sangat menjaga kehormatan wanita sehingga asalnya, asal seorang wanita itu ada di dalam rumahnya, sedangkan laki-laki itu ada di luar rumahnya. Sehingga apa namanya, akan sangat kecil sekali ketika terjadi interaksi antara laki-laki dengan wanita.

Hari ini karena memang aturan-aturan itu diindahkan atau diabaikan oleh kaum muslimin begitu ya. Nah sehingga memang apa namanya ya, suatu hal yang kemudian wajar terjadi perselingkuhan atau misalnya akhirnya dia dikatakan pelakor dan lain sebagainya. Itu karena memang ya tadi, banyak aturan-aturan Islam yang tidak dilakukan atau bahkan justru diabaikan. 

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Novita ~ Ambon
Assalamu'alaikum ustadzah, 

Bagaimana menyikapi pelakor yang ketika di ingatkan selalu berdalih macam-macam yang intinya dia tidak melakukan aksi merebut tapi memang si suami orang lain itulah yang dengan sukarela suka sama suka (dengan pelakor).

Jazakillah khoir

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Untuk yang nomor dua, ketika kita melihat ada sesuatu kemungkaran, maka Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk kemudian merubah ya. Rasulullah ﷺ memerintahkan ketika kita melihat sebuah kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan. Nah kalau misalnya tidak mampu, ubahlah dengan lisan, kalau tidak mampu, maka ubahlah dengan hati dan itu selemah-lemahnya iman. Nah itu ketika kita melihat kemungkaran. 

Apa itu kemungkaran? Kemungkaran itu adalah sesuatu yang dia itu tidak sesuai dengan syariat Islam, seperti misalnya ya tadi ketika misalnya ada, apa namanya, seorang wanita yang keluar rumah tanpa menutup aurat, itu apa namanya disebut dengan kemungkaran, atau misalnya yang kita di ketika ada laki-laki dan perempuan yang berinteraksi tanpa ada kebutuhannya atau tanpa hajad syar'i atau bukan tiga hal yang tadi dikecualikan diperbolehkan untuk berinteraksi antara laki-laki dengan perempuan, maka itu dikatakan sebagai sebuah kemungkaran.

Ketika kita tahu maka, Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk untuk merubahnya, begini ya kalau misalnya dengan tangan, kalau misalnya kita punya kekuasaan, katakan misalnya kita sebagai seorang ibu, begitu ya, melihat anaknya melakukan kemungkaran atau dia keluar rumah tidak mau menutup aurat, maka kita bisa menggunakan kekuasaan kita sebagai seorang ibu. Misal ketika dinasihati dia tidak mau, maka diberikan sanksi, sudah tidak dikasih uang jajan misalnya, adalah seperti itu. Nah kalau misalnya kita tidak mampu karena kita tidak punya kekuasaan misalnya, maka ubahlah dengan lisan, kita nasehati, kita kasih tahu kan begitu ya. Nah tetapi dia tidak mau bergeming gitu ya, maka ubahlah dengan hati dan itu selemah-lemahnya iman. Artinya apa namanya, di dalam hati kita, kita mengatakan bahwa kita tidak suka dengan orang yang dilakukan oleh orang itu. Minimal ada di hati kita itu seperti itu. 

Nah itulah hal yang kemudian kita lakukan, ketika memang kita melihat kemungkaran, misalnya orang itu sudah di nasihati begitu ya, sudah kemudian ditegur beberapa kali dan sebagainya tidak mau berubah ya, maka kewajiban kita itu sudah gugur. 

Karena memang hasil itu adalah apa namanya, Alloh ﷻ yang menentukan, Alloh ﷻlah yang membolak balikkan hati manusia. Kita doakan agar orang tersebut sadar. Berarti ada kemungkaran disitu. Semoga Alloh ﷻ mengubahnya, mengubah hatinya.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Yulia ~ Bekasi
Assalamualaikum ustazah, 

Bagaimana cara melepaskan diri dari pelakor yang menguna-guna laki-laki beristri?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Sebenarnya kan misalnya kalau kita melihat enggak apa namanya itu menggunakan memakai itu guna-guna atau memakai isim-isim kan begitu ya, nah sebenarnya kan di sini kan ada larangan ya, dari Islam begitu ya bahwa kita tidak boleh menggunakan hal-hal yang seperti itu atau magic-magic yang seperti itu. Lantas bagaimana kalau misalnya, apa namanya melepaskan diri dari pelakor yang menggunakan guna-guna, kalau misalnya kita melihat, kalau itu perbuatan syirik, yang kemudian dia itu menggunakan bantuan Jin, biasanya seperti itu, menggunakan sihir, isim-isim itu ya mereka menggunakan Jin, bagaiman kemudian kita bisa melepaskannya maka bertaqorublah kepada Alloh ﷻ, mendekatkan diri kepada Alloh ﷻ, terus jangan sampai kita jauh dari Alloh ﷻ. Karena yang namanya Jin yang namanya Syaitan begitu ya, semua juga makhluk Alloh ﷻ.

Jangan sampai kita datang juga ke dukun untuk melepaskan guna-guna itu, nah berarti kan kalau misalnya kita menggunakan wasilah dukun dan biasanya dukun itu menggunakan Jin, sehingga anak perangnya  Jin dengan Jin.

Sehingga jangan sampai kita melepaskannya itu dengan perantara dukun juga, karena apa? Karena berarti disitu terdapat kemusyrikkan.

Kita syirik, menyekutukan Alloh ﷻ. Na'udzubillahimindzaliik. Menyekutukan Alloh ﷻ, menduakan Alloh ﷻ dan kita percaya kepada dukun seperti itu. Nah jangan sampai seperti itu, jadi kalau misalnya memang mau melepaskan itu, perbanyaklah bertaqorub kepada Alloh ﷻ. Jangan sampai justru kita lalai, jangan sampai, kemudian kita tidak membentengi diri begitu dengan mendekatkan diri kepada Alloh ﷻ. Ini yang kemudian harus dilakukan untuk kemudian lepas dari pengaruh guna-guna yang kemudian dilakukan oleh orang-orang yang atau seseorang yang memang tadi dibilang kalau di dalam bahasa Sunda "Mah kita laki-laki di kampung bulengan atau tidak bisa lupa" dan selalu manut kepada orang yang kemudian memakai guna-guna itu. Nah sehingga ya tadi hari harus membentengi dengan cara bertaqarrub kepada Alloh ﷻ.

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Wulan ~ Bandung
Assalamu'alaikum Ustadzah,

Saya ibu rumah tangga usia 41 tahun single parent anak 1 usia 12 tahun.
Ada yang berniat berumah tangga dengan saya laki-laki usia 40 tahun dan memiliki istri usia 35 tahun. 

Saya juga heran kenapa bisa begini. Saya melakukan shalat istikharah dan tahajud minta jodoh yang sayang terhadap saya dan anak saya tepat sudah 1 tahun lamanya sejak maret 2020 sampai akhirnya saya bertemu dengan pria ini.

Jujur ada ke khawatiran dalam diri saya, karena si pria mengatakan jika dia melangkah dalam kehidupannya harus diketahui oleh keluarga atau dalam artian di sini ibu nya, bapak nya sudah almarhum. Juga di ketahui istri nya. 

Saya khawatir setelah saya menunggu lama tapi akhirnya saya kecewa. Apa yang harus saya lakukan ustadzah?

Mohon pencerahan dan solusinya.

Jazakillah.

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Apa namanya itu, katakan ada seorang janda kemudian ada lagi seorang laki-laki yang kemudian meminang dia tetapi sudah punya istri,  nah kemudian laki-laki itu apa namanya masyarakat kalau begitu ya, Dia (perempuan) itu mau menikah dengan dia maka harus diketahui oleh keluarga-keluarganya dan istrinya begitu kan ya maksudnya.

Kalau memang benar begitu ya maksudnya itu, maka ini menjadi sesuatu hal yang bagus kalau menurut saya. Kan berarti suami laki-laki itu mau melakukan kehidupan poligami dan memang tadi tidak sembunyi-sembunyi, semua keluarganya termasuk istrinya itu harus mengetahui pernikahan yang kedua.

Sehingga, justru ini hal yang bagus kalau menurut saya suatu hal yang kemudian ma'ruf dan memang istrinya itu mungkin juga siap untuk melakukan kehidupan berpoligami.

Sehingga, kalau misalnya demikian, sudah ada ketetapan hati dari ibu Wulan ya, kalau sudah ada ketetapan hati untuk menikah dengan si laki-laki tadi, terus kemudian bertemu dengan istrinya bertemu dengan keluarganya dan mereka menerima dengan baik kehadiran itu maka apa yang namanya itu mudah-mudahan itu adalah suatu hal yang baik kan begitu ya, karena memang kehidupan poligami itu memang kehidupan yang memang diperbolehkan dalam Islam.

Justru memang harus terang-terangan seperti itu jangan sampai sembunyi-sembunyi ya,  bagaimana kemudian Apakah si laki-laki itu nanti akan sayang kepada kita atau misalnya kepada termasuk yang kepada anak kita ataukah tidak, maka tinggal tanyakan kepada istrinya, iya ngobrol bersama istrinya Apakah kemudian tadi apa namanya si laki-laki tadi itu sanggup untuk kemudian menafkahi dua kehidupan rumah tangga,  sanggup menghidupi anak-anak dan istri-istrinya. 

Kemudian sanggup tidak suaminya itu untuk mendidik, mendidik istri yang pertama maupun, yang kedua kan begitu ya terus kemudian, apa dia bisa memenuhi kewajiban-kewajiban nya.

Nah itu diobrolkan, didiskusikan dan dikomunikasikan dengan istri pertamanya, sehingga akan terjalin hubungan yang harmonis diantara kedua rumah tangganya. Jangan sampai begitu ya yang kemudian ada itu karena dorongan hawa nafsu, misalny karena memang apa ya sudah ada kecenderungan misalnya ya dari ibu Wulan begitu ya sudah ada kecenderungan kepada laki-laki itu dan ya ada satu perasaan yang "bagaimana gitu" ya kan biasanya seorang perempuan itu ketika ada yang melamar itu pasti perasaannya itu ia berbunga-bunga dan lain sebagainya.

Sehingga katakan logika itu mengalahkan cinta katanya kan begitu ya. Nah jangan seperti itu, kalau misalnya memang tadi ketika sudah diskusi dengan istrinya atau mungkin dengan keluarga-keluarga besar si laki-laki itu dengan ibunya atau dengan bapaknya. Ternyata begitu sebenarnya apa namanya, laki-laki ini belum mampu untuk melakukan kehidupan poligami maka ya lebih baik tidak terima lamaranny. Tapi, kalau memang fine-fine saja (baik-baik saja) semuanya. Dia juga memang mampu untuk menjalankan itu pakai ya, kalau menurut saya tidak ada masalah dan tidak salah untuk menjalani kehidupan poligami.

Nah justru, ini suatu hal yang baik ketika memang tadi harus diketahui oleh istri-istrinya yang pertama dan keluarganya jadi tidak sembungi-sembunyi.

Dan mungkin yang ada di dalam pikiran ibu Wulan Kenapa ini terjadi kepada saya? Yang mungkin dipikirkan itu adalah takutnya begitu ya Ibu menjadi pelakor atau disebut dengan pelakor begitu ya karena memang image di tengah-tengah masyarakat seperti itu ya ketika ada seseorang yang kemudian menjadi istri kedua biasanya kan apa namanya yang di materi Saya sudah sampaikan bahwa terkadang bisa atau kebanyakan ya hari ini memandang bahwasannya kehidupan mereka itu adalah kehidupan yang buruk begitu dan apa namanya kapan pelakor pun itu muncul begitu ya karena memang tadi image istri yang kedua atau ketiga atau keempat itu sebagai prebut laki-laki orang.

Tetapi kan kalau misalnya tadi, ini dilakukan dengan sesuai dengan syariat Islam bahkan istri dan keluarga besarnya pun tahu begitu ya maka tidak ada salahnya sebenarnya.

Justru kita harus kemudian menepis ya bahwa kehidupan itu kehidupan poligami itu kehidupan yang buruk, harus juga menepis image bahwa Apa nama istri kedua atau ketiga keempat itu sebagai pelakor.

Nah ini akan terlihat ketika apa, ketika hubungan istri pertama kedua dan ketiga keempat itu harmonis-harmonis saja tidak ada masalah.

Wallahu a'lam

0️⃣5️⃣ Riyanti ~ Yogja
Pelakor itu ada karena ada kesempatan dan respon. Kadang kita jadi tidak adil ke suami, dan dominan nyalahin pelakornya.

Bagaimana ya ustadzah cara agar suami tidak tergoda pelakor?

🌸Jawab:
Baik saya langsung jawab ya pertanyaan nomor kelima dari Ukhti Riyanti.

Bagaimana agar suami tidak tergoda oleh pelakor?

Apa ya di dalam materi sudah saya sampaikan bahwa yang namanya pelakor ada karena tadinya ini berkaitan dengan kehidupan poligami dan kehidupan poligami ini, ini sesuatu yang kemudian banyak ditakuti oleh kaum istri, bahkan terkadang akhirnya kecurigaan itu kepada suami atau ketidakpercayaan kepada suami itu menjadi sangat besar karena adanya rasa ketakutan ketakutan seperti itu.

◾Yang pertama seharusnya ketika kita memang memahami hukum-hukum Islam begitu ya baik dari sisi istri maupun dengan sisi suami maka seharusnya, tidak perlu takut dengan yang namanya kehidupan poligami. Itu yang pertama.

Jadi tidak usah takut, kalau meemang suami kita sudah mampu, maka ya tidak ada pelanggaran hukum syara yang kemudian dia lakukan, ya mangga saja (silahkan saja) memang itu adalah dibolehkan dalam syariat.

◾Kemudian yang kedua yang kemudian harus dilaksanakan itu adalah adanya komunikasi yang sehat antara suami dengan istri, karena biasanya bagi pria yang namanya permasalahan di dalam kehidupan rumah tangga itu kebanyakan adanya miskomunikasi antara suami dengan istri.

Istri misalnya tidak suka dengan apa yang dilakukan suami itu dipendam gitu ya begitu juga dengan suami karena seperti itu tidak kemudian dikomunikasikan bahkan hal yang kecil sekali hal yang sepele sekalipun itu bisa menjadi 1 bom waktu sebenarnya ketika tidak dikomunikasikan. 

Katakan begini misalnya, ketika kita senang di rumah itu rapi, kita senang di rumah itu bersih, eh suami kandang bekas mandi, baju kotornya dimana saja, handuk digantung dimana saja kan begitu ya atau misalnya pulang kerja pas simpan saja mana saja padahal kita sudah membuat atau apa ya namanya mengatur, ada space-space (jarak-jarak) tertentu, dimana gantungan baju, dimana tempat cucian kotor, dimana tempat menaruh kunci motor atau kunci mobil kan begitu, dimana tempat menaruh tas tetapi suami saya tidak melakukan itu. Nah, sehingga hal-hal yang kecil seperti itu saja, itu ketika dipendam tidak dikomunikasikan itu suatu saat bisa menjadi bom waktu, yang tadi itu menyulut pertengkaran. 

Misalnya dari sisi suami, suami tu senang ketika melihat istrinya dan dandannya rapi terus kemudian bersih ketika suami pulang dari kerja itu istri sudah segar begitu ya, sudah dandan dengan rapi. Ini ketika biasanya pulang istrinya belum mandi masih pakai dasteran masih bau ikan dan lain sebagainya. Tapi dipendam oleh suaminya nah ini bisa juga menjadi suatu bom waktu sehingga akhirnya bisa jadi tadi istrinya mencari pria idaman lain begitu juga dengan suaminya bisa menjadi mencari istri atau perempuan idaman lain (PIL).

Ya ini, permasalahan-permasalahan di dalam rumah tangga, nah sehingga segala sesuatu itu harus kemudian dikomunikasikan, sehingga terciptalah tadi kedamaian ketentraman ke Sakinahan terjadi antara kedua belah pihak apa namanya di dalam kehidupan rumah tangga.

Kalau itu yang sudah tercapai saya yakin begitu ya apa namanya keduanya akan saling memahami satu dengan yang lainnya, sehingga tidak akan mencari pria idaman lain atau tidak akan mencari wanita idaman lain begitu ketika memang tadi ada keharmonisan di dalam kehidupan rumah tangga.

Sehingga ketika kita ingin membentengi rumah tangga kita maka jalinlah tadi komunikasi yang baik di antara suami istri. Dan, kita senantiasa mengobrol, mendiskusikan sebenarnya kehidupan rumah tangga kita itu akan dibawa kemana, anak-anak kita itu akan dijadikan apa, yang saya yakin ketika menjalani kehidupan rumah tangga itu inginnya sakinah mawadah warohmah sampai ke surganya Alloh ﷻ bukan hanya di dunia saja.

Nah sehingga memang tadi, dia harus senantiasa dikomunikasikan dan yang paling penting adalah menjadikan Islam sebagai pijakan di dalam setiap permasalahan yang kemudian kita hadapi.

Itu yang kemudian apa namanya bisa membawa kepada keharmonisan di dalam kehidupan rumah tangga.

Dan mudah-mudahan tadi jauh dari pelakor kalaupun memang Alloh ﷻ mentakdirkan kita hidup didalam kehidupan poligami, karena memang itu suatu sudah disyariatkan oleh Alloh ﷻ, tidak melanggar syariat Alloh ﷻ,  maka ya kita ikhlas menerimanya dan insyaAllah balasannya itu adalah surga.

Waallahu'alam bi showab.

0️⃣6️⃣ Han ~ Gresik
Assalamu'alaikum,

1. Ustadzah, bagaimana hukum dari pelakor itu sendiri? Bagaimana jika si wanita memang dinikahi si pria yang memang sudah beristri. Tapi wanita tersebut tidak merasa merebut. 

2. Bagaimana juga ustadzah dengan tren wanita sekarang ini yang merasa puas atau senang jika bisa mendapatkan laki-laki yang sudah beristri.

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

1. Untuk apa namanya dua pertanyaan yang baru ini pertama Bagaimana hukum dari pelakor itu sendiri. Bagaimana jika si wanita memang dinikahi yang memang beristri tapi wanita itu tidak merasa merebut.

Di dalam materi yang sudah saya sampaikan bahwa tadi di dalam Islam itu tidak ada yang namanya pelakor ketika memang itu dilakukan sesuai dengan syariat Islam.
 
Bagaimana dengan pernikahannya atau apakah hukum wanita itu berdosa ketika dia dinikahi oleh seorang laki-laki yang sudah beristri ya tidak berdosa ketika memang pernikahannya itu sah. Rukun dan apa namanya syarat sahnya itu terpenuhi, nah kecuali ketika Si Wanita itu juga sudah sudah punya suami. Jadi misalnya si wanita itu punya suami, si laki-laki itu juga punya istri kemudian mereka katakan selingkuh dan akhirnya apa namanya mereka menikah nah ini berdosa si perempuannya. Karena dia sudah punya suami begitu kecuali kalau sudah diceraikan oleh suaminya dan ketika memang itu dilakukan sesuai dengan syariat Islam maka ia tidak berdosa kalau misalnya apa namanya tadi ya menikahnya si katakan wanita pelakor itu dengan laki-laki yang sudah beristri itu dilakukan sesuai dengan syariat Islam maka tidak ada dosa atas keduanya, justru akhirnya mereka berzina tanpa ada pernikahan iti sangat besar begitu ya.

Hukum bagi si pelakor itu sendiri ya tidak berdosa, begitu ya ketika memang tadi, ketika pernikahannya dilakukan sesuai dengan syariat Islam dan perempuan itu bukan istri orang begitu.

Ini perempuan yang bebas katakan mintanya seorang gadis atau misalnya janda begitu ya terus kemudian menikah lagi dengan seorang laki-laki yang memang sudah punya istri ya itu sah-sah saja dan memang dimubahkan di dalam Islam seperti itu, tidak kemudian berdosa.

Saya berulang kali sampaikan bahwa hal ini itu muncul, kata pelakor itu muncul tadi karena merasa bahwa kehidupan poligami itu adalah kehidupan yang aib, kehidupan yang buruk begitu, sehingga memang dan kebanyakan perempuan itu tidak suka atau tidak mau dipoligami sehingga akhirnya yang dikatakan tadi perebit laki-laki orang. 

Padahal kalau berpijak kepada syariat Islam itu seduatu yang kemudian di mubahkan apa dibolehkan, nah sehingga tidak berdosa bagi keduanya.

2. Untuk yang keduanya begitu ya bagaimana dengan apa namanya wanita atau merasa puas atau senang jika bisa mendapatkan laki-laki yang sudah beristri. 

Nah bisa jadi perasaan itu muncul karena dorongan syahwat dia merasa menang, dia dia merasa Apa itu merasa bahwa dia lebih kepakai daripada istrinya yang pertama kan begitu ya.

Nah ini yang salah begitu, seharusnya ketika, kalau misalnya itu dilakukan sesuai dengan syariat Islam begitu ya apa namanya ya si laki-laki itu kan harus berbuat adil ya baik dari sisi bermalam maupun dari sisi penafkahan begitu ya. 

Istri yang pertama istri yang kedua ketiga dan keempat itu yang harus dilakukan secara adil, adil itu apa? Bukan 1 banding 1, 2 banding 2 dan sama rata bukan seperti itu. 

Adil yang dimaksud didalam syariat Islam itu adalah menetapkan segala sesuatu sesuai dengan porsinya, sesuai dengan kadarnya.

Misal itu ya, istri yang pertama itu anaknya 4, sehingga si suami itu misalnya memberikan nafkahnya setiap bulan itu katakan 5 juta misalnya. Istri yang kedua anaknya cuma satu misalnya dan kebutuhannya juga tidak seperti istri yang pertama, nah maka setiap bulan hanya diberikan 2 juta, nah itukan sesuai dengan porsinya, maka itu dikatakan sebagai suatu yang adil.

Hari ini banyak yang terjadi itu, ketika suami itu justru lebih mengutamakan istri yang kedua dibandingkan dengan istri yang pertama sehingga tadi memunculkan perasaan pada istri yang kedua itu malah merasa lebih memuaskan, lebih memuaskan si suaminya lebih kepakai sama suaminya, dibandingkan dengan istri yang pertama. 

Dan kebanyakan juga  laki-laki ketika tadi, dengan istri yang kedua itu ya seolah-olah istri yang pertama itu sudah merasa apa ya, "iya bagaimana lah" begitu ya padahal itu kalau kita melihat, kenapa ya ada pandangan seperti itu dari suami kepada istrinya karena kalau bisa kita melihatnya kalau ketika sudah menjalani kehidupan suami-istri sampai "borok-boroknya" itu sudah kelihatan. 

Nah sedangkan perempuan yang baru itu belum kelihatan "boroknya" karena belum menjalani kehidupan bersama.

Padahal kalau dengan istri yang pertama sudah 24 jam, setiap hari sudah sampai katakan bertahun-tahun begitu ya memang tadi ada apa namanya ya, "borok-boroknya" sudah sampai kelihatan, tetapi kalau istri yang kedua baru ketemu, belum ketahuan "borok-boroknya" kita seperti apa, nah sehingga bisa jadi ketika akhirnya sudah menikah dengan istri yang kedua dan "borok-boroknya" yang terungkap eh begitu ya. 

Ternyata istri yang pertama itu jauh lebih baik dibandingkan dengan istri yang kedua jadi seperti itu. Semua ini begitu ya tempat berpangkal pada 1 akar yaitu karena kondisi hari ini tidak diterapkannya sistem Islam, nah sehingga permasalahan-permasalahan yang muncul itu karena ada adanya pemisahan agama dari kehidupan.

Aturan-aturan Islam itu banyak sekali di langgar aturan-aturan Islam itu penulisan banyak dilalaikan sehingga, agar semua bisa diselesaikan, masalah bisa diselesaikan, maka ia harus kembali kepada aturan Islam.

Memakai aturan Islam sebagai solusi dalam setiap permasalahan yang ada.

Wallahu a'lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Baik kalau memang sudah cukup mudah-mudahan apa yang kita diskusikan malam ini menjadi ilmu yang bermanfaat, sehingga bisa diajukan bahkan di dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan dari materi hari ini, saya sangat menegaskan bahwa apa yang terjadi hari ini tidak terlepas dari kondisi atau sistem yang kemudian mengatur kita hari ini yaitu aturan atau sistem kapitalis demokrasi yang menggunakan asas pemisahan agama dari kehidupan. 

Sehingga yang terjadi adalah kita abai atau kaum muslimin itu abai dan lalai terhadap Syariat Islam dan jauh dari syariat Islam. 

Bahkan apa namanya yang terjadi adalah Islamophobia sehingga kondisi yang terjadi adalah carut-marut, seperti hari ini, sehingga ketika kita ingin hidup sejahtera, hidup bahagia maka kembalilah kepada syariat Islam dan menjadikan Islam itu sebagai solusi satu-satunya di dalam setiap permasalahan yang kita hadapi. InsyaAllah karena memang ini adalah agama yang sempurna Islam adalah agama yang dijaga oleh Alloh ﷻ maka Islam itu akan membawa Rahmatan lil alamin. 

Itu saja yang saya sampaikan pada kesempatan kali ini saya minta maaf jika ada yang tidak berkenan mudah-mudahan ilmu yang sampaikan hari ini bisa bermanfaat.

Billahifiisabilillhaaq

Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

BERANI MENOLAK GODAAN

 


OLeH  :  Ummi Yulianti, S.Pd.

       💘M a T e R i💘
       
  بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمن الرَّحِيْمُ
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
الحمد لله 
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
ام بعد

Segalanya milik Alloh ﷻ apa yang ada di langit dan bumi, kenikmatan dan kesusahan asalnya dari Alloh ﷻ sudah selayaknya kita panjatkan puji dan syukur hanya kepada Alloh ﷻ.  

🌷BERANI MENOLAK GODAAN

Agama Islam adalah agama yang mengangkat dan membebaskan manusia dari zaman jahiliah zaman kegelapan menuju ke zaman yang terang benderang, sudah selayaknyalah kita sebagai umatnya senantiasa menghaturkan sholawat dan salam hanya kepada Nabi Muhammad ﷺ. 

Dalam menyikapi kehidupan duniawi, Rasulullah ﷺ menganjurkan umat Islam tidak larut dan terhanyut. Seperti sabda Nabi Muhammad ﷺ pada salah satu hadits, "Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau pengembara," (HR. Al-Bukhari).

Hidup di dunia seperti naik pesawat terbang. Semua berharap tiba di tujuan, di sebuah resor indah. Saat di pesawat, sebagian duduk di kursi kelas satu dan banyak lainnya berdesakan di belakang. Ada saja dari mereka yang iri pada kursi yang lebih baik atau marah kepada penumpang lain karena dianggap mengganggu.
Sebagian menganggap perjalanan dengan pesawat itu yang paling penting, lantas lupa pada tujuannya. Mereka lupa hanya butuh beberapa jam kesabaran dan ketidaknyamanan sebelum pesawat mendarat dan tiba di tujuan akhir.
Dunia ini hanyalah alat untuk mencapai tujuan. Waktu akan terbang begitu cepat sehingga saat melihat kembali, Anda akan berpikir itu hanya beberapa jam atau satu hari. 

Sejatinya, dunia tidak dimaksudkan untuk memuaskan kerinduan terdalam manusia. Karena itulah, Nabi Muhammad ﷺ meminta umat Islam melewati dunia tanpa menjadi terlalu teralihkan, seperti orang asing.
Selayaknya orang asing atau pengembara, hal apapun tidak akan membuatnya tergoda selama di perjalanan hingga dia mencapai tujuan. Apakah manusia ditakdirkan punya kekayaan dan pengaruh, menjalani hidup lama atau sebentar, tidak menjadi masalah.

Bukan berarti perjalanan itu tidak penting. Justru perjalanan sangat penting, perihal bagaimana seseorang memanfaatkan apa yang telah dipercayakan kepada manusia, serta seberapa sabar manusia menerima apa yang dimilikinya.

Itu semua menentukan bagaimana kondisi tempat seseorang di 'kehidupan selanjutnya'. Bagaimana seseorang memanfaatkan berbagai anugerah yang telah diberikan Alloh ﷻ kepadanya serta banyaknya kesempatan yang datang.
Menjadi terlalu terikat dengan hal-hal duniawi menyimpan bahaya. Salah satunya, membuat seseorang kehilangan kepekaan terhadap berkah yang diberikan Alloh ﷻ. Menumbuhkan akar permanen di bumi akan menyebabkan frustrasi dan rasa tidak puas.

Apabila itu terus menumpuk, bisa mengakibatkan seseorang mengalami kecanduan atas hal-hal yang bersifat materi. Seseorang menjadi buta terhadap apa yang sudah dia miliki, dan akhirnya kehilangan rasa syukur.

Bersikap bagaikan orang asing terhadap hal-hal duniawi adalah jalan menuju kedamaian hati. Itu akan mengarahkan fokus kepada Alloh ﷻ, alih-alih menyibukkan hati dengan berbagai detail tidak penting.
Seseorang dapat menjalani hidup yang bebas dari kecemasan dan rasa persaingan dengan orang lain. Dia akan lebih mudah memaafkan dan membiarkan segalanya berjalan apa adanya, juga menjadi murah hati dan penyabar.

Dia pun bisa memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk memelihara hal-hal tidak berwujud dalam hidup. Beberapa aspek penting seperti kasih sayang, kerendahan hati, rasa syukur, dan kesadaran akan kehadiran Alloh ﷻ dalam seluruh kehidupan.
Ketika manusia memahami seluruh dunia ini hanya seperti sayap lalat di hadapan Alloh ﷻ, dia akan melihat tidak ada gunanya menguras energi. Sebuah kesia-siaan merelakan masa muda untuk mengejar banyak hal.
Sebaliknya, dia bisa mengarahkan pandangan pada tujuan dan 'rumah' yang sebenarnya, dimana manusia akan menemukan jawaban atas kerinduan terdalam dan paling berharga.

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya." (QS. al-Kahfi : 7). 

Mereka merasa cukup mengambil dunia sekedar bekal menghadapi perjalanan panjang. Karena dunia, menurut mereka, adalah terminal mengisi segala perbekalan yang dibutuhkan. 

Olehnya, Allah Ta’ala mengingatkan kita akan hal itu: 
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS. al-Baqarah : 97).

 Rasulullah ﷺ bersabda: 
“Apa urusanku dengan dunia ini?!, tidaklah aku di dunia melainkan ibarat pejalan kaki yang berlindung di bawah naungan sebatang pohon, istirahat, lalu pergi meninggalkannya." (HR. Imam al-Tirmidzi, shahih). 

Artinya, kampung sebenarnya bagi hamba adalah kampung akhirat. keluarga hakiki baginya adalah keluarga di akhirat. Dan Harta kekayaan sebenarnya adalah harta di akhirat. Merugilah orang-orang yang tega menjual akhiratnya demi mengais secuil kesenangan dunia yang fana. Makanya, tanamkan niat takwa dalam seluruh aktifitas hidup. Hal mana agar setiap perbuatan kita di muka bumi bernilai pahala di sisi-Nya. Sebab demikianlah maksud keberadaan kita di dunia. Ibadah, dan mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya. 

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan, senda gurau yang melalaikan, perhiasan, saling berbangga diri di antara kalian dan saling berlomba untuk memperbanyak harta dan anak." (QS. al-Hadid: 20).

Saat melewati sebuah pasar, Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya menemukan bangkai seekor anak kambing yang kecil telinganya. Beliau memegang telinga bangkai itu lalu mengangkatnya. Sambil menoleh beliau bertanya: 
“Siapakah diantara kalian yang mau membayar bangkai ini seharga satu dirham?” Dengan wajah heran para sahabat menjawab: “Bagi kami ia tidak ada nilainya sedikitpun. Apa yang dapat kami lakukan terhadap bangkai yang hina itu?” Beliau menambahkan lagi: “Bagaimana kalau bangkai ini diberikan (cuma-cuma) pada kalian?” Serentak mereka menimpali: “Demi Alloh ﷻ, seandainya-pun masih hidup kami tidak bakal tertarik. Ia adalah hewan cacat karena telinganya kecil, apalagi dengan kondisi sekarang yang telah menjadi bangkai?!, sudah tentu kami lebih tidak tertarik lagi”. Sambil tersenyum Rasulullah ﷺ bersabda: “Demi Allah, sungguh dunia di sisi Alloh ﷻ jauh lebih hina ketimbang bangkai anak kambing ini." (HR. Bukhari). 

Dalam kesempatan lain, Rasulullah ﷺ bersabda: 
“Andai dunia ini sepadan dengan sayap seekor nyamuk di sisi Alloh ﷻ, maka orang-orang kafir tidak bakal mendapat minum walau seteguk air." (HR. Imam al-Tirmidzi, shahih). 

Inilah hakekat dunia sebenarnya. Sebuah kenyataan yang mengajak kita sadar. Jangan sampai gemerlap dan tipu dayanya menjadikan kita budak. Atau bahkan hamba baginya. Sebab, penghambaan terhadap dunia merupakan sumber segala kerusakan. Lihatlah kefajiran yang banyak dibuat anak Adam, dahulu hingga kini, hampir seluruhnya disebabkan cinta dunia. Nah, dalam menyikapi kehidupan dunia serta tujuan akhirat yang dituju anak adam terbagi menjadi dua, yaitu:

★ Golongan Pertama: 

Mereka yang mengingkari kehidupan akhirat setelah alam dunia ini berakhir. Tentang mereka, Alloh ﷻ berfirman: 
“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan." (QS. Yunus : 7). 

★ Golongan Kedua: 

Mereka yang meyakini adanya hari pembalasan pasca kehidupan dunia. Golongan ini mengakui para Rasul serta membenarkan risalahnya. Kendati kondisi mereka bertingkat, seperti disinggung dalam firman-Nya: 
“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Alloh ﷻ. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar." (QS. Fathir : 32).

Penjabarannya adalah sebagai berikut: 

🔹Pertama: Zalimun linafsihi

Yakni, orang yang menzalimi diri sendiri. Dalam kehidupan ini mereka banyak terjebak dalam perkara-perkara haram. Sebab bagi mereka, dunia adalah segalanya. Wala’-nya pun sepenuhnya diserahkan pada dunia. Makanya, mereka dikatakan menzalimi diri sendiri. Karena sikap mereka itu sedikitpun tidak memberi mudharat bagi Alloh ﷻ. Akan tetapi, akibat dari perbuatan mereka itu kembali pada diri sendiri. Mereka itulah ahli ahwa’ dan ahlu syahwat. Gerak hidup mereka kebanyakan didominasi kepentingan hawa nafsu dan pemuasan syahwat hewani.

 🔹Kedua: Muqtashid 

Yaitu golongan pertengahan. Mereka menikmati kehidupan dunia dari arah yang dibolehkan, disamping melaksanakan seluruh kewajiban yang dibebankan syari’at. Golongan ini tidak tercela. Hanya saja derajat mereka di sisi Allah Ta’ala tidaklah istimewa. Diriwayatkan, Umar bin al-Khattab ra berkata: 
“Seandainya bukan karena takut derajatku di surga akan berkurang, sudah pasti aku akan mendahului kalian dalam hal kehidupan dunia. Saya mendengar Alloh ﷻ mencela suatu kaum melalui firman-Nya: “Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya." (QS. al-Ahqaf : 20). 

🔹Ketiga: Sabiqun Bi al-Khairaat

Yaitu, orang-orang yang bersegera mengerjakan amal-amal kebajikan. Mereka paham hakikat kehidupan dunia ini. Mengerti maksud dan tujuan mengapa mereka diciptakan. Hingga akhirnya mengarahkan mereka mengubah segala gerak dalam hidup sebagai amal dan ibadah kepada Alloh ﷻ. Disamping itu, mereka sadar, bahwa Alloh ﷻ menempatkan segenap hamba-Nya di bumi untuk menjalani ujian. Hal ini, agar kelihatan siapa yang paling baik amalnya. Paling zuhud terhadap dunia. Dan paling cinta pada negeri akhirat.

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya." (QS. al-Kahfi : 7). 

Mereka merasa cukup mengambil dunia sekedar bekal menghadapi perjalanan panjang. Karena dunia, menurut mereka, adalah terminal mengisi segala perbekalan yang dibutuhkan. Olehnya, Alloh ﷻ mengingatkan kita akan hal itu: 
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS. al-Baqarah: 97). 

Rasulullah ﷺ bersabda: 
“Apa urusanku dengan dunia ini?!, tidaklah aku di dunia melainkan ibarat pejalan kaki yang berlindung di bawah naungan sebatang pohon, istirahat, lalu pergi meninggalkannya." (HR. Imam al-Tirmidzi, shahih). 

Artinya, kampung sebenarnya bagi hamba adalah kampung akhirat. keluarga hakiki baginya adalah keluarga di akhirat. Dan harta kekayaan sebenarnya adalah harta di akhirat. Merugilah orang-orang yang tega menjual akhiratnya demi mengais secuil kesenangan dunia yang fana. Makanya, tanamkan niat taqwa dalam seluruh aktifitas hidup. Hal mana agar setiap perbuatan kita di muka bumi bernilai pahala di sisi-Nya. 

Sebab demikianlah maksud keberadaan kita di dunia. Ibadah, dan mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya. Mu’adz bin Jabal ra berkata: 
“Aku mengharapkan pahala dari tidurku, sebagaimana mengharapkan pada waktu terjagaku (shalat malam)." 

Walllahu a’lam.

Demikian paparan kali ini. 
Yang benar datangnya dari Alloh ﷻ. Yang salah dari ketidatahuan ana yang masih fakir ilmu agama. 

Mohon maaf jika ada salah-salah kata dalam penulisan.

 العلم بلاعمل كا لشجر بلا ثمر

Ilmu itu apabila tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah. 

 جزاكم الله خير جزاء شكرا وعفوا منكم 
فا استبقوا الخيرات 
والسلام عليكم ورحمة الله و بر كاته

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
         💘TaNYa JaWaB💘

0️⃣1️⃣ Fitri ~ Gresik
Atas keterbatasan saya, ini berdasarkan pengalaman seseorang. Tema malam ini berani menolak godaan, bagaimana jika ada seseorang yang terkena sihir sehingga dia menerima godaan laki-laki?
Apa yang harus dilakukan? Sedangkan yang bersangkutan sendiri tidak bisa melepas pikirannya dari laki-laki itu. 

🔷Jawab:
Kalau terkena sihir sebaiknya diruqyah, baik oleh ahlinya ataupun ruqyah pribadi, sehingga bisa terbebas dari sihir tersebut. 

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Safitri ~ Banten 
Bun, kalau kita berusaha keras menolak godaan, tapi bisikan setan lebih kuat lagi apalagi dengan iman ku ini bagaimana, bun?

🔷Jawab:
Iman itu kadang naik kadang turun, ketika iman turun godain setan terasa kuat, untuk itu ketika iman kita turun kita harus memaksakan diri untuk berbuat kebaikan. Selain itu bergaul dengan orang sholih, sehingga ketika kita malas berbuat baik ada yang mengajak mengingatkan bahkan memaksa kita. 

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Phity ~ Yogja
Assalamu'alaykum bun,

Tidak semua orang cepat sadar bahwa kenikmatan dunia ini hanya secuil, bahkan muncul prinsip "your only life ones" dalam dirinya. Jadi, karena hidup hanya sekali, maka dipuas-puasin. Bagaimana menyadarkan orang seperti itu?

Jazzakillah.

🔷Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Kita ajak diskusi mengenai seputar kehidupan dunia kehidupan akhirat, kalau memungkinkan diajak ikut kajian offline ataupun online, sehingga ada pencerahan dari dirinya. 

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Erni ~ Yogya
Assalamualaikum Ustadzah, 

Bagaimana caranya agar tidak tergoda dengan manyunnya bibir seseorang, karena selalu sadar tersenyum dengan orang manyun pahalanya lebih besar daripada senyum dengan orang yang cerah berseri dengan senyuman yang ikhlas? 
Mohon pencerahannya. 

🔷Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Hee...he...he...
Maksudnya orang bermuka lempeng yaa, kita senyumin lempeng saja tidak balas senyum. Memang sih kita jadi merasa bagaimana gitu ketika kita senyum tidak dibalas. Biar tidak kecewa luruskan niat senyum karena Alloh ﷻ. Ingat dibalas atau tidak kalau diniatkan ibadah senyum kita tetap  mendapatkan pahala. Dan bonusnya kita sehat dan awet muda.

Wallahu a'lam

0️⃣5️⃣ Yulia ~ Bekasi 
Assalamualaikum, 

Bagaimana sikap kita dengan orang yang jelas-jelas menginfakan sebagai hartanya di jalan Alloh ﷻ, namun cara mendapatkan dengan tidak halal? Apakah termasuk golongan muqtashid?

🔷Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Masuknya ke dalam zalimun linafsihi, menzalimi diri sendiri. 
Karena sebenarnya dia paham bahwa cara mendapatkan harta tersebut tidak halal. Apakah maksudnya untuk pencucian uang. 

Alloh ﷻ hanya menerima harta terbaik dan bersih. Maka untuk hewan qurban diatur secara detail bagaimana hewan yang boleh untuk qurban. 
Jangankan yang jelas-jelas haram, untuk dana-dana yang diragukan antara halal dan haramnya saja, maka penyaluran sumbangannya diperuntukkan keperluan bersifat umum seperti pembangunan jalan, pembangunan wc umum.

Wallahu a'lam

0️⃣6️⃣ Hesti ~ Surabaya
Saya ini seorang yang baru belajar tentang Islam sehingga ilmunya masih minim. Mohon dijelaskan arti dari akibat tindakan zalim yang akan kembali pada diri sendri. Mereka itu ahli ahwa dan ahlu syahwat. 

Mohon dijabarkan. 

🔷Jawab:
Tindakan zalim terhadap diri sendiri contohnya tidak makan yang halal dan thoyyiban berakibat sakit maag. 
Menzalimi orang lain dengan tidak bayar hutang misalnya akibatnya banyak orang yang tidak mempercayai lagi dan masih banyak lagi contoh kezaliman yang berakibat tidak baik kepada kita. 

Wallahu a'lam

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
 💘CLoSSiNG STaTeMeNT💘

Hidup ini hanyalah sebuah perjalanan, dan hidup dengan pengetahuan dan keimanan akan membawa pada kedamaian. 

Wallahu a'lam

ISTIQOMAH LEBIH BAIK DARI 1000 KAROMAH



 
OLeH: Ustadzah Chichi M.

      💎M a T e R i💎

🌸ISTIQOMAH LEBIH BAIK DARI 1000 KAROMAH

Mengapa Satu Istiqomah Lebih Baik daripada Seribu Karomah?
Ungkapan berbahasa Arab yang amat terkenal menyatakan :

الْإِسْتِقَامَةُ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ كَرَامَةٍ

“Satu Istiqomah lebih baik dibanding dengan seribu karomah.”

Pertanyaannya mengapa satu Istiqomah bisa lebih baik daripada seribu Karomah? Darimana sisi kebenarannya?

Satu sikap hidup yang mesti kita pegangi, sebagaimana hal itu dilakukan oleh orang-orang shaleh dahulu, adalah sikap hidup Istiqomah. Istiqomah berarti konsisten dalam melakukan sesuatu, rutin, ajeg, berkesinambungan, berkelanjutan (kontinyu), lurus, tidak berbelok-belok, dan sebagainya. Misalnya kita beramal dan amal itu kita rutinkan setiap hari. 

Nah kan Istiqomah memang tidak mudah yang mudah itu istirahat ya.

Kita lihat Rasulullah ﷺ sudah dicaci maki, sudah dianiaya saat perang Uhud, bahkan sampai ingin dibunuh tapi Rasulullah ﷺ tetap setia pada dakwah Islam ini.

Berat memang karena kondisi kita yang punya keimanan kadang naik turun, apalagi malas mendominasi iya kan.

Kalau dikomunitas sebelah admin ngejar khalas membernya sampai menderita, kadang katanya mewek.

Maka apa sih kunci kita dimudahkan Alloh ﷻ untuk Istiqomah sampai masuk Surga.

Hadiah surga karena KITA ISTIQOMAH loh.

Nah coba kita perbaiki lagi Sholat kita.

Karena Sholat lah pembuka Rahmat Alloh ﷻ.

Kita periksa sholat kita lagi ya. Karena sholatlah yang memudahkan kita berdialog kepada Alloh ﷻ untuk meminta Surga dan ditetapkan hati kita istiqomah.
AllahuRabb.

Quots, 
Mulailah Memperbaiki Sholat

"Jika sholatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya. Sebaiknya jika sholatnya rusak, maka rusak pula seluruh amalnya." (HR. Ath Thabrani)

Jika sholat kita baik Alloh ﷻ mudahkan lagi ibadah yang lainnya. Lalu orang yang Istiqomah juga mau berlelah-lelah ibadah Sunnah juga.

Coba kita cheki, Kita Cheki SUDAHKAH KITA:

✓ Sholat wajib tepat waktu karena Alloh ﷻ akan mengubah nasib orang-orang yang Sholat wajib tepat waktu.

✓ Sholat Sunnah Rawatib alias sholat Sunnah qobla dan ba'da sholat fardhu, karena Alloh ﷻ mencintai orang orang yang tertib menjalankan sholat Sunnah.

✓ Sedekah dipagi hari seikhlasnya, karena sedekah menjauhkan kita dari musibah, juga bisa mengobati orang yang sakit.

✓ Dzikir matsurahnya pagi dan petang karena, jika kita ingin selamat hidup ayuk menyebut Alloh ﷻ sebanyak-banyaknya, bahkan kalau kita beristighfar minimal 1000 kali Alloh ﷻ mudahkan jalan keluar masalah hidup kita.

✓ Tilawah Al-Qur'an minimal 1 juz 1 hari sebab tilawah menenangkan hati-hati orang yang berpenyakit dan Al-Qur'an juga petunjuk dan obat atas penyakit hati dan raga kita.

✓  Shoum sunnah minimal Senin dan Kamis InSyaaAllah mematikan jalan darah setan dalam tubuh kita, hingga kita tidak cinta buta pada dunia.

Istiqomah menyebabkan kita menjadi orang yang diberi karomah oleh Alloh ﷻ.

Kemudahan hidup itu karomah dari Alloh ﷻ.
Tiap manusia pasti punya masalah hidup tapi inti dari masalah kita maukan Alloh ﷻ menolong kita jawabnya Istiqomah kan semua ibadah kita.

Kita mau berlelah-lelah ibadah.

Mencari ridha Alloh ﷻ membutuhkan pengorbanan diri.

"Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Alloh ﷻ. Dan Alloh ﷻ Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya."
(QS. Al-Baqarah: 207)

Berletih-letih sedikit
Ibnul Jauzi r.a. Berkata, "Wahai jiwa, Berletih-letihlah sedikit dalam beramal shalih, maka engkau pun akan banyak beristirahat di surga Firdaus."

Jadi kita hidup didunia ini tidak ada yang gratis ya. Semua pakai money. Dan money begitu juga perjalanan menuju akhirat kita bukan cuma money saja tapi pakai peluh  capek nya ibadah dan ikhlas nya beramal sholih.
Ya right yang paling mudah lagi bagaimana kita mau istiqomah. Setelah sholat, ayok dekat dengan Kalam Alloh ﷻ Al-Qur'an.

Karena Kalam Alloh ﷻ adalah petunjuk hidup kita juga obat atas setiap penyakit hati maupun raga kita. Kalau suka ngaco ngomong, ngelantur bisa jadi kita kurang minum.

Tapi kalau salah terus hidup ini bisa jadi kita kurang baca Qur'an.
Jadi hidupkan Al-Qur'an dalam hidup kita ya sholihah. Bikin Alloh ﷻ cinta, Ridho terhadap amal Sholih kita dengan mencintai ayat Alloh ﷻ. Intinya Alloh ﷻ Ridho.

Alloh ﷻ tidak Ridho jika kita pacaran karena tidak boleh ada yang mengisi hati kita kecuali Alloh ﷻ, itu bahasa Al-Qur'an.

Menakar Cinta Kepada Alloh ﷻ
Ibnu Al-Qoyyim rahimahullah berkata,
"Jika kamu hendak mengetahui rasa cinta kepada Alloh ﷻ dalam dirimu dan orang lain maka lihatlah rasa cinta kepada Al Quran dalam hatimu."
(Ibnu Qayyim al Jauziyah, jawab al kahfi 1/336)

Pesan moralnya,
Jika kita mengklaim mencintai Alloh ﷻ pasti kita mencintai Al Quran. Jika kita mencintai Al Quran pasti kita sering membacanya. Lalu memahami dan mengamalkan isinya. Kemudian menegakkan hukum-hukumnya.

Berat ya Istiqomah benar berat sekali. Bahkan ini kondisi Rasulullah ﷺ saat turun ayat istiqomah ini.

Alloh ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an,

فَٱسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا۟ ۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌۭ

"Maka tetaplah kamu beristiqomah pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. 11: 112)

Ayat yang mengandung seruan untuk beristiqomah ini dirasa berat oleh Rasulullah ﷺ sehingga membuat kepala beliau beruban. Hal ini menunjukan betapa agungnya nilai istiqomah.

Tuh ya saking beratnya rambut Rasulullah ﷺ beruban ya.
Nah kitapun demikian pastinya maka hanya perlu diingat ya Surga hanya menerima orang-orang yang Istiqomah.

Nah, Alloh ﷻ hadiahkan karomah hasil dari ibadah kita yang Istiqomah.

Ini hadits qudsinya,
"Dan tidaklah seorang hamba mendekat kepada-Ku, yang lebih aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku fardhukan kepadanya. Hamba-Ku terus-menerus mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku pun mencintainya. Bila Aku telah mencintainya, maka Aku pun menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia pakai untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia pakai untuk berjalan. Bila ia meminta kepada-Ku, Aku pun pasti memberinya. Dan bila ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku pun pasti akan melindunginya."

Oleh karenanya, para alim ulama salah satunya imam abdullah bin alawi al haddad pernah mengatakan bahwa Istiqomah lebih besar dari 1000 karomah. 

ISTIQOMAH adalah bentuk karomah tertinggi diantara karomah-karomah orang-orang muniibuun (orang yang kembali kepada Alloh ﷻ). 

Semoga setelah kajian ini kita menjadi orang-orang yang Istiqomah ya.

ISTIQOMAH, 

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu."" (QS. Fussilat: 30)

Wallahu a'lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
        💎TaNYa JaWaB💎

0️⃣1️⃣ Fida ~ Tangerang 
Ustadzah, bagaimana tips istiqomah untuk menjadi penghafal Al Qur'an jika tidak ada guru yang membantu untuk setor hafalannya?

🌸Jawab:
Tips istiqomah ya, untuk semua amalan ya:

1) Niatkan semua karena Alloh ﷻ apapun amalannya.
Khusus untuk penghafal Al-Qur'an tahsinkan dulu bacaan Al-Qur'an ya biar mudah mengingat.

Amalan yang ikhlas akan diterima Alloh ﷻ, orang yang ikhlas juga amalnya banyak secara jumlah, tidak terpengaruh omongan manusia.

2) Main atau bertemanlah dengan orang-orang sholih, jangan keluar dari komunitas kebaikan ini yang saling mengingatkan, tausyiah dalam rangka kebaikan.

Doa orang-orang Sholih juga akan diijabah Alloh ﷻ bahkan kita bisa saling memberikan Syafaat di Yaumil akhir InSyaaAllah.

3) Banyak baca buku shiroh Rasulullah ﷺ, para shahabat dan shahabiah, tabiin, shalafus Sholih, yang berjuang menegakkan Islam sampai Islam jaya dan bisa dirasakan saat ini.

4) Banyak berdoa agar kita tetap Istiqomah dengan ibadah kita, doanya seperti point' nomor satu.

Mba Fida InsyaaAllah saya menerima setoran hafalan online saat pandemik ini, boleh kalau minat japri saya ya.

5) Ingatlah pada kematian, saat kita dipanggil Alloh ﷻ dalam keadaan Istiqomah, Alloh ﷻ mudahkan hisab an kita. Dan saat dipanggil Alloh ﷻ saat kita maksiat adzab kubur pun akan kita rasakan.

Wallahu'alam

0️⃣2️⃣ Widia ~ Bekasi
Assalamualaikum ustadzah,  

Bagaimana cara mengistiqomahkan diri sendiri agar dapat beribadah sesuai apa yang telah diniatkan?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Tips istiqomah langsung ya say, lihat jawaban nomer 0️⃣1️⃣.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Yulia ~ Bekasi 
Assalamualaikum ustadzah, 

Bagaimana Istiqomah bersedekah sedangkan untuk sendiri masih kekurangan?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Justru dari zaman Rasulullah ﷺ sampai para ulama saat ini kita dicontohkan jika hidup kita ingin bertambah nilai hartanya sedekah lah.

Sedekah tidak ditentukan rupiahnya, saat sedekah subuh malaikat doakan kita agar harta kita diberkahi dan juga kita disehatkan InsyaaAllah.

Saya punya kencleng subuh, tiap sedekah subuh semisal minimal 2000 kita kumpulin 1 atau 2 Minggu bisa kita serahkan ke mesjid, atau lembaga sosial yang membutuhkan atau bikin nasi bungkus di Jumat berkah.

Semangat ya Bun, tiap masukin uang kekencleng saya berdoa ya Alloh ﷻ sehatkan kami semua, berkahi bisnis suami hamba. Alhamdulillah pelan-pelan asal sabar banyak yang pesan pakaian seragam batik, batik sekolah, seragam kantor sampai seragam haji umroh, alhamdulillah jualan sarungnya sudah export. Pelan-pelan ya Bun kita saling doakan semangat Sedekah.

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Erni ~ Yogja 
Assalamualaikum ustadzah,

Bagaimana caranya bisa istiqomah menempuh perjalanan ke surga dengan penuh suka cita, rintangan bisa dijalani dengan senang hati, karena selalu ingat, ini adalah perjalanan menuju surganya Alloh ﷻ yang harus dilalui? 

Mohon pencerahan.

🌸Jawab:
Wallahu a'lam

Sama juga tips istiqomah jawaban nomer 0️⃣1️⃣ ya.

Tambahkan juga banyak sedekah agar Alloh ﷻ mudahkan Istiqomah nya.

Wallahu a'lam

0️⃣5️⃣ Safitri ~ Banten
Istiqomah tuh memang benar-benar susah sekali, jangankan istiqomah untuk hal besar yang kecilnya pun susah, bun apa memang ketika kita mau istiqomah kita tuh harus benar-benar kuatin tekad yah harus bisa rela meninggalkan sesuatu yang membuat istiqomah kita gagal yah.

🌸Jawab:
Baca jawaban tips istiqomah ya sayang.

Terus untuk memulai Istiqomah memang berat, dipaksakan, terpaksa kita lakukan InsyaAllah bismillah akan terbiasa.

Wallahu a'lam

0️⃣6️⃣ Rosa ~ Sumbar
Assalamualaikum dzah,

Bagaimana caranya mengistiqomahkan diri sendiri dalam hal beribadah, padahal diniatkannya sudah, tapi masih belum maksimal. Contoh membaca Al Quran, mungkin merasa tidak ada setor lagi jadi kendor tolong dibantu tips-tipsnya dalam membakar semangat istiqomah ini dzah, berat memang ya.

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Baca juga jawaban nomer 0️⃣1️⃣ ya, 

Nah memudahkan Istiqomah juga ya, tambah motivasi ngobrol ke diri sendiri, hidupku harus berubah, hidupku harus lebih baik, nah semua kalimat motivasi ini masukkan dalam hati, jawab sendiri semua dimulai dari ibadah yang Istiqomah sehingga Alloh ﷻ menolong saya.

Semuanya termasuk untuk saya tidak perlu banting tulang kerja sampai lupa ibadah, ikhtiar semampu kita tanpa melalaikan ibadah, asal istiqomah mudah Alloh ﷻ bukakan pintu rejeki kebaikan dan kesehatan aamiin.

Ada masalah hidup yang ruwet dan susah tidak perlu pergi ke dukun minta mantra jawabannya mending ditolong Alloh ﷻ dengan Istiqomah ibadah karena takkan membahayakan diri dan harta yang diperoleh lebih berkah.

Wallahu'alam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Istiqomah kan ibadah kita, jika Alloh ﷻ ingin melimpahkan akhlak akhlak para Rasul seperti amanah, jujur, tawadhu, qonaah, dan lain sebagainya. 

Yang lebih penting dari Istiqomah juga Alloh ﷻ mudahkan kita mempunyai kekayaan hati untuk terus beramal sholih. 
Aamiin Allahumma aamiin.