Senin, 31 Januari 2022

PAKAIAN TAKWA

 


OLeH: Ustadz Mukhtar Azizi, S.Pd.I

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌸PAKAIAN TAKWA

Imam Hasan al-Bashri bertutur bahwa pada suatu hari Khalifah Utsman ra berpidato di atas mimbar. Dia menyampaikan apa yang pernah didengarnya dari Rasulullah ﷺ. Katanya, “Wahai sekalian manusia, tak seorang pun dari kalian yang melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi kecuali Alloh ﷻ akan menampakkan pada hari kiamat melalui selendang [pakaian] yang akan dikenakan kepadanya. Apabila perbuatanya bagus maka selendang yang dikenakan bagus dan apabila perbuatannya buruk maka selendang yang dikenakannya buruk pula.”

Lalu, Khalifah Utsman membacakan kepada hadirin ayat ini, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Alloh ﷻ. Mudah-mudahan, mereka selalu ingat.” (QS. al-A'raf : 26).

◾Adab Berpakaian Bagi Wanita Muslim:

1. Disunnahkan memakai pakaian baru, bagus, dan bersih.

2. Pakaiannya menutup aurat, artinya pakaian yang longgar dan tidak menampakkan bentuk tubuh.

3. Pakaian wanita tidak menyerupai laki-laki, demikian juga sebaliknya.

4. Bukan pakaian syuhrah (baju ketenaran).

5. Pakaiannya tidak bergambar nyawa atau bersalib, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan dari istri Rasulullah ﷺ, Aisyah RA, ia berkata:

لَمْ يَكُنْ يَتْرُكُ فِى بَيْتِهِ شَيْئًا فِيهِ تَصَالِيبُ إِلاَّ نَقَضَهُ

"Tidaklah Rasulullah ﷺ meninggalkan rumah yang ada pakaian terdapat salib, melainkan beliau akan menghapusnya." (HR. Bukhari)

6. Disunnahkan memulai dengan bagian kanan dalam berpakaian dan semisalnya.

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Atin ~ Pekalongan
Assalamualaikum Ustadz.

Definisi tidak menyerupai laki-laki itu yang seperti apa. 
Apakah memakai celana panjang termasuk menyerupai laki-laki? 
Bagaimana kalau celana yang dipakai longgar (kulot)?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Setiap wanita boleh mengunakan pakaian celana hanya di dalam pakaian ya. Maka yang di luarnya mengunakan gamis atau sejenis ya. Yang tidak menyerupai laki-laki.

🔷Kalau tuntutan pekerjaan bagaimana Tadz? 
Seorang teknik sipil yang harus kerja lapangan.

🌸Dapat diampuni oleh Alloh ﷻ, hanya ada ikhtiar untuk mengunakan pakaian syar'i.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Fadwa ~ Palembang
Assalamulaikum ustadz,

Kalau pakaian PNS sekarang dengan jilbab segi 4 itu hukumnya bagaimana?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Bila mengikuti syari'at tentu secara syar'i, tetapi bila mengacu kepada manusia tentu dalam Islam gunakan pakaian yang syar'i. Yaitu panjang dan tidak transparan dan tidak di modif.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Ridha ~ Bekasi
1. Pakaian laki-laki seperti apa yang dianjurkan ustadz? Laki-laki apalagi kerja di perusahaan.

2. Pakaian takwa, seperti apa hendaknya bagi perempuan ustadz?

3. Apakah zaman sekarang ini sudah sepatutnya wanita pakai niqab?

🌸Jawab
1. Laki-laki auratnya dari pusar sampai lutut, selama tertutup aurat dibolehkan.

Untuk jenis pakaian, disesuaikan dengan perusahaan, selama syari'at membolehkan.

2. Pakaian takwa bagi wanita ada dalam gamis, niqab, burqah, maupun khimar. Secara syar'i hanya ini untuk wanita dalam pilihannya.

3. Pakai niqab ataupun tidak kembali dalam unsur keimanan dalam mengunakannya.

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Ibu Cucu ~ Tasikmalaya 
Ustadz aziz, apa maksud point 4 bukan pakaian syuhrah atau ketenaran?

Kapan tidak boleh memakainya?
Syukron.

🌸Jawab:
Pakaian syuhrah merupakan pakaian yang merusak mata. Dalam warna yang mengkilap dan terang maupun mewah. Sebab pakaian ini akan dapat mengkikis iman dan takwa. 

Pakaian syuhrah juga dapat terlihat saat lekuk dan transparan ditampilan. Ini yang akan mengkikis iman dan taqwa, maka hindari pakaian syuhrah.

Wallahu a'lam

0️⃣5️⃣ Bestiar ~ Pekanbaru
Ustadz, apakah pakaian takwa sudah memenuhi untuk kita bawa sholat tanpa memakai mukena lagi? Afwan.

🌸Jawab :
Sangat sah, bila mengunakan pakaian takwa dan tertutup aurat.

Wallahu a'lam

0️⃣6️⃣ Fani ~ Padang
Ustadz, yang dimaksud baju ketenaran pada poin 4 itu baju yang seperti apa ya tadz?

🌸Jawab:
Baju yang mewah dan dipamerkan mendatangkan kesombongan.

🔷Ustadz sambung tanya. Kalau sekarang kan banyak itu model gamis yang bersusun-susun dan banyak manik-manik. Atau hiasannya, bagaimana itu tadz kalau dipakai?

🌸Ini masuk ke dalam tabarruj, mata berkaca-kaca.

🔷Tidak boleh ya tadz? Kalau kata suami gamis ramai seperti pasar malam.

🌸Ya, sebab itu mah pas nya di rumah. Bila di tempat umum udah masuk tabarruj, sebab kacanya silau.

🔷Kalau pakai niqob tapi pakai pemanis misal ada renda bunga-bunga atau bros tadz, masuk tabarruj juga?

🌸Ini tidak masuk ke dalam tabarruj, karena keindahan bagian dari yang di sukai oleh Alloh ﷻ dan Rasul-Nya.

Wallahu a'lam

0️⃣7️⃣ Fani ~ Padang
Ustadz bagaimana dengan warna pakaiannya tadz?

Sebaiknya muslimah disunnahkan memakai baju berwarna apa dan warna apa saja yang harus dihindari?

🌸Jawab:
Warna pakaian tidak terbatas, hanya tidak mencolok warna ya.

Tetapi secara syar'i dihindari warna merah mengkilap dan pink, agar nyaman di lihat.

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Gunakan pakaian takwa, maka iman dan takwa terjaga.

Wallahu a'lam

MEMBANGUN VISI BERUMAH TANGGA

 


OLeH: Ustadzah Aria Susan

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌸MEMBANGUN VISI BERUMAH TANGGA

Visi mempengaruhi ukuran kebahagiaan. 
Visi adalah hal pertama yang hrus dirumuskan sebelum melakukan segala hal. Sebab, ia menjadi landasan dan titik tolak, sekaligus menjadi panduan dalam melakukan segala sesuatu, dan puncaknya mengarahkan pada cita-cita dan tujuan akhir.

Orang yang bekerja tanpa visi itu bisa dipastikan pekerjaannya akan tertunai asal-asalan sebab ia tidak tahu sebenarnya atas dasar apa ia melakukan pekerjaan itu dan untuk apa ia mengerjakannya. 

Sama dengan hidup kita ya, tujuan hidup kita itu kan untuk ibadah, jadi sama, untuk berumah tangga kita harus punya visi yang jelas. 

Umpamanya kita ditanya nih, apakah pekerjaan kita itu sukses atau gagal, kita pasti jawabnya tidak tahu. Bagaimana kita bisa  mengetahui apakah sukses atau tidaknya sedangkan kita sendiri tidak tahu ukuran suksesnya kita itu apa. Jadi, semua yang kita lakukan di dunia ini, itu harus punya visi sehingga kita tahu apakah visi kita ini sudah tercapaikah atau belum. Dengan adanya visi atau target ya, maka hidup kita itu lebih terarah jadinya.

Dengan visi yang telah kita buat bertujuan untuk membantu menyusun target ataupun sasaran. Ringkasannya begitu. Visi yang kita buat itu ibaratkan sasaran atau target kita. Dari situ akan tampak dan terukur ya apakah pekerjaan itu berhasil dan sukses ataukah gagal. 

Nah, jadi pekerjaan itu akan dikatakan sukses ketika kitanya berhasil mencapai target-target yang sudah ditetapkan. Sebaliknya akan dikatakan kurang sukses atau gagal apabila tidak mencapai hasil atau tidak berhasil mencapai target-target yang telah kita tetapkan.

Begitu pentingnya ya visi misi dalam kehidupan kita, sampai dalam setiap ayat Al Qur'an itu, Alloh ﷻ selalu membimbing dan mengarahkan agar kita berpikir jauh ke depannya dalam setiap perbuatan yang kita lakukan. Begitu juga dengan hadist-hadist Nabi Muhammad ﷺ. Beliau juga membawa pesan-pesan ataupun pemaknaan yang luas, baik itu dalam tutur kata, sikap, maupun perilaku keseharian beliau. Dari situ, kita bisa membaca dalam tulisan-tulisan ataupun dalam bentuk Siroh Nabawiyah. Jadi di Siroh Nabawiyah itu banyak pesan-pesan tersirat. Dari situ kita bisa tahu bahwa hidup kita ini mempunyai visi. 

◼️Jangankan kehidupan kita sehari-hari, untuk berumah tangga pun, kita harus punya visi.

Dan kita juga tahu, visi itu tidak hanya di rumah tangga saja ya. Kita banyak menjumpai di dalam dunia manajemen moderen seperti dunia ekonomi dan bisnis, organisasi, institusi, dunia pendidikan, mesti visi itu selalu menjadi dasar untuk membuat misi, tujuan maupun program bekerja kita. Istilahnya di organisasi itu pasti ada visi misinya. Seperti itu juga dengan berumah tangga. 

Sekarang kita berbicara tentang rumah tangga, tentang keluarga, yang mana kita menghabiskan sebagian besar dari umur kita dari bangunan bernama rumah tangga, lahirlah suatu masyarakat hingga keluarga itu merupakan komunitas terkecil dalam membentuk masyarakat, karenanya meskipun kecil itu adalah kunci dari kualitas sebuah bangsa dan meskipun kecil, ia menjadi jangkauan masa yang panjang, sedemikian pentingnya peran keluarga dalam membentuk masyarakat yang baik, sedemikian penting pula kita merumuskan visi dalam berumah tangga.

Sekarang yang hendak kita kupas sebagai model dalam visi ini, yaitu rumah tangga Rasulullah ﷺ, sebab beliaulah orang yang paling kuat visinya dalam berumah tangga. Bayangkan betapa kuat visi beliau ketika kita ketahui ya sebagai pemuda yang berusia 25 tahun, dia memilih menikahi seorang janda yang 15 tahun lebih tua darinya. 

Kita kalau menjumpai seorang pemuda yang jaraknya 15 tahun lebih tua pasangannya daripada dia, itu kalau kita bayangkan, itu mustahil, maksudnya jaranglah yang ada, biasanya wanita itu yang lebih tuanya mungkin 5 tahun, atau 7 tahun, sedangkan ini 15 tahun. Ternyata dari kisahnya itu, dari kisahnya Rasulullah ﷺ dan ibunda Khadijah terbukti bahwa ibunda Khadijah ini mampu mendampingi beliau di masa-masa sulit pada awal dakwah beliau ya. Setelah Khadijah wafat, kekuatan visi beliau dalam membina rumah tangga pun nampak ya semakin jelas. 

Dan coba juga kita renungkan, ketika Khadijah wafat, Nabi Muhammad ﷺ menikahi seorang gadis yang usianya itu 9 tahun, lalu beliau kumpuli di usia 11 tahun. Jadi dari situ, kita akan berpikir apakah pandangan kita itu negatif jika yang melakukan hal tersebut adalah tetangga kita, bukan seorang Rasul ya. 

Jadi di sini kita tahu bahwa pernikahan yang dilakukan Rasulullah ﷺ sesudah Khadijah wafat adalah pernikahan yang memiliki visi kuat dalam mengokohkan dakwah Islam. Coba kita pikirkan, kita bayangkan atau kita memiliki pandangan seorang laki-laki yang usianya sudah matang untuk menikah dan ketika itu dia menikahi seorang gadis yang berusia 9 tahun. Apa alasannya, pasti Rasulullah ﷺ itu memiliki alasan yang kuat. Kenapa? 

Ternyata di sini kita ketahui bahwa di Siroh Nabawiyah yang kita sering baca ada misi besar dalam pernikahan Nabi dan para sahabat-sahabat Rasul, seperti Abu Bakar As Sidiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dari situ kita bisa menyimpulkan bahwa orang-orang penting di ring yang satu dakwah Nabi adalah kerabat dekatnya beliau. Dalam hal ini, mertua dan menantu, kelak dari lima orang inilah kejayaan Islam dimulai dan disebarluaskan. 

Jadi, punya alasan, utama alasan Rasulullah ﷺ menikahi Aisyah itu karena tadi, dakwah tadi, mempermudah untuk menyebarkan dakwah ke kaumnya, kaum Rasulullah ﷺ maupun para sahabatnya Rasulullah ﷺ.

Jadi sekali lagi, visi dalam berumah tangga ini sangat penting karena akan menentukan sejauh mana kekokohan bahtera rumah tangga kita. Kokoh dalam artian bukan hanya sekedar tahan dalam ketika kita dikasih ujian atau cobaan ya atau mampu menghasilkan kekayaan melimpah atau mencapai standar ekonomi tertentu tetapi di sini juga menentukan produktif kita dalam menghasilkan individu-individu yang baik, melahirkan generasi-generasi yang baik dan maksimal dalam mengantar anggota kita ini mencapai keridhoan Alloh ﷻ. 

Jadi itu tujuan kita tadi, adanya visi misi dalam pernikahan atau visi misi dalam berumah tangga.

Visi ini akan mempengaruhi ukuran kebahagiaan atau kesengsaraan sebuah keluarga. Bagi yang visinya adalah kekayaan maka ia akan membanggakan kekayaannya, bisnis dan usahanya atau menyesal dan merasa gagal malah tidak kunjung kaya atau tidak mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan banyak uang. 

Bagi yang visinya itu adalah pendidikan yang tinggi maka ia akan membanggakan pendidikan anak-anak dan keluarganya atau merasa gagal kalau anak-anaknya itu tidak lolos ke Universitas terkenal, ia akan mengorbankan segalanya agar dari hidupnya, yang penting anaknya sekolah sampai dengan lulus memuaskan. Ada engga contoh masyarakat kita seperti ini? Ada juga bagi visinya tentang popularitas, ia akan mengorbankan segala-galanya, kalau perlu kehormatannya, yang penting dia bisa terkenal. Ada ya sebagian orang seperti itu. 

Yang repot itu adalah ketika kita berumah tangga tanpa visi. Kita lihat ilustrasinya ya. Umpamanya nih, orang ini dinikahkan orang tuanya dan anaknya itu iya-iyain aja, ketika berumah tangga dijalani begitu saja, dijalani aja seperti air mengalir, setiap hari makan minum bekerja, kadang suami sama istri jarang bertegur sapa, jarang menunjukkan kemesraan, ingin tanpa ekspresi, tahu-tahu sudah punya anak, dengan ijin Alloh ﷻ, rezekinya alhamdulillah lancar-lancar saja, anaknya ada yang lulus kuliah, lalu mendaftar guru, guru honorer ya, dan ketika anak berikutnya itu juga lulus SMA lalu bekerja di pabrik di sebelah kecamatan, umpamanya ini ya, ini ilustrasi aja ya. Lalu gantian, anaknya pula yang menikah dengan teman sekantor, anak keduanya dengan teman sekolahnya dulu, lalu orang tuanya meninggal, selesai. 

Jadi begitu saja hidupnya kalau tidak punya visi, visi tadi, apa visi Anda dalam berkeluarga, mengumpulkan harta sebanyak-banyak bagi semua anggota keluargakah atau meraih pendidikan yang setinggi-tinggi bagi anggota keluarga kah atau meraih popularitas bagi semua anggota keluargakah atau bahkan Anda tidak punya visi sama sekali. Itu coba kita renungkan di dalam diri kita.

◼️Visi ibadah, memahami dalam berumah tangga. 

Kelihatannya klise, tapi memang benar ini klise. Supaya kita tahu bahwa tidak semua yang klise itu salah. Dalam konteks ini, justru yang klise ini absolut.

Dalam rumah tangga seorang muslim ibadah haruslah menjadi visi yang utama. Bahwa berumah tangga adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah ta'ala. Sarana yang sangat efektif untuk meningkatkan kualitas penghambaan kepada Allah ta'ala.

Wujud dari pengamalan terhadap perintah-perintah Alloh ﷻ sekaligus sarana untuk menggenapkan separuh agama yang kita peluk dan kita yakini. Aplikasi praktisnya, ibadah ini akan membimbing kita dalam merancang visi. 

Jika ingin kaya, lalu untuk apa kekayaan itu? 
Jika ingin pendidikan yang tinggi, lalu untuk apa gelar itu? 

Jika ingin popularitas, lalu bagaimana memanfaatkannya? Sehingga apapun cita-cita dan target yang disusun pada akhirnya akan selalu terhubung pada keridhaan Alloh ﷻ yang hendak dicapai.

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Mereka yang tidak punya visi ibadah saja bekerja siang dan malam, masa kita yang mengaku berumah tangga karena ibadah malah tidur melulu? 

Dalam praktiknya juga, visi ibadah ini akan membantu sebuah rumah tangga mengelola problem-problem keseharian yang muncul dalam rumah tangganya. Apakah itu problem komunikasi, keuangan, atau bahkan sampai peluang-peluang konflik yang mungkin terjadi.

Wallahu a'lam

KEUTAMAAN SABAR

 


OLeH: Ustadzah Azizah, S.Pd

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌀KEUTAMAAN SABAR

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَن الرَّحِيْمِ 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله سيدنا محمد

Sabar adalah salah satu sifat mulia yang diajarkan Alloh ﷻ dan Rasul-Nya kepada kita. Orang yang sabar akan mendapatkan kedudukan yang tinggi disisi Alloh ﷻ dan ganjaran yang besar.  

🔷Berikut ini adalah keutamaan-keutamaan dari sifat sabar dalam agama Islam :

◾1. Orang Yang Sabar Akan Senatiasa Bersama-sama Alloh ﷻ

Sabar adalah suatu tindakan mulia yang disukai oleh Alloh ﷻ, oleh karena itu siapapun orang yang selalu menerapkan dan mengusahakan kesabaran dalam menjalani kehidupannya akan lebih dicintai dan dekat dengan Alloh ﷻ. Alloh ﷻ akan senantiasa memelihara kesabaran, menjaga, melindungi, dan menolong mereka dari setiap hal apapun yang menimpa mereka.

◾2. Apresiasi Berupa Predikat Takwa Kepada Orang-orang Yang Bersabar Dalam Menghadapi Ujian Alloh ﷻ

Selain senantisa melindungi dan meridhai orang-orang yang bersabar, Alloh ﷻ juga akan memberikan sebuah apresiasi yang luar biasa berupa predikat takwa dari Alloh ﷻ.  

Hal ini telah dijelaskan dalam firman Alloh ﷻ dari surat al-Qur’an Al-Baqarah ayat 177 yang berbunyi:

۞لَّيۡسَ ٱلۡبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ قِبَلَ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلۡبِرَّ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلۡكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّ‍ۧنَ وَءَاتَى ٱلۡمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينَ وَٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِي ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلۡمُوفُونَ بِعَهۡدِهِمۡ إِذَا عَٰهَدُواْۖ وَٱلصَّٰبِرِينَ فِي ٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلۡبَأۡسِۗ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ ١٧٧

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Alloh ﷻ, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, Nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah : 177)

Kemudian dalam surat Ali Imran ayat 125 yang berbunyi:

بَلَىٰٓۚ إِن تَصۡبِرُواْ وَتَتَّقُواْ وَيَأۡتُوكُم مِّن فَوۡرِهِمۡ هَٰذَا يُمۡدِدۡكُمۡ رَبُّكُم بِخَمۡسَةِ ءَالَٰفٖ مِّنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ مُسَوِّمِينَ ١٢٥

"Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Alloh ﷻ menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda." (QS. Ali Imran : 125)

◾3. Bersabar Adalah Ladang Pahala Tanpa Batas

Dalam surat az Zummar ayat 10 dijelaskan bahwa Alloh ﷻ senantiasa akan memberikan balasan luar biasa kepada mereka berupa pahala yang lebih baik dan tanpa batas, dimana pahala tersebut hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang bersabar dalam menghadapi ujiannya.

قُلۡ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمۡۚ لِلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٞۗ وَأَرۡضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ ١٠

"Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Alloh ﷻ itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az Zummar: 10)

◾4. Alloh ﷻ Menjanjikan Kabar Gembira Bagi Orang-orang Yang Sabar

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٥

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."  (QS. Al Baqarah:155).

◾5. Orang-orang Yang Sabar Adalah Orang-orang Yang Mulia. 

Kemuliaan bagi orang-orang sabar ini dituangkan dalam surat Asy Syura ayat 43

وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ ٤٣

"Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan." (QS. Asy Syura: 43)

◾6. Orang-orang Yang Bersabar Akan Dapat Mengambil Hikmah

Dalam surat Ibrahim ayat 5 dijelaskan bahwa hanya orang-orang yang mampu menerapkan kesabaranlah yang nantinya akan mampu memetik nikmat hikmat atau pelajaran yang bermanfaat dari masalah-masalah dan ujian hidup yang dihadapinya. Ayat ini berbunyi:

وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ بِ‍َٔايَٰتِنَآ أَنۡ أَخۡرِجۡ قَوۡمَكَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ وَذَكِّرۡهُم بِأَيَّىٰمِ ٱللَّهِۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّكُلِّ صَبَّارٖ شَكُورٖ ٥

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): “Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkan lah mereka kepada hari-hari Alloh ﷻ.” Sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Alloh ﷻ) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur." (QS. Ibrahim: 5).

◾7. Orang Sabar Akan Memperoleh Keberuntungan, Keselamatan

Sesungguhnya kesabaran itu akan mendatangkan keberuntungan dan meminimalisir rasa takut dari ketakutan apapun serta sangat berpeluang untuk masuk surganya Alloh ﷻ bagi siapapun yang menerapkannya.

◾8. Sabar Mewariskan Derajat Kepeloporan Dan Kepemimpinan

Sifat sabar adalah salah satu kriteria yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin terlebih dalam hal agama. Hal ini dijelaskan dalam surat as-Sajdah ayat 24 yang berbunyi:

وَجَعَلۡنَا مِنۡهُمۡ أَئِمَّةٗ يَهۡدُونَ بِأَمۡرِنَا لَمَّا صَبَرُواْۖ وَكَانُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَا يُوقِنُونَ ٢٤

"Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami." (QS. As-Sajdah:24)

◾9. Sabar Merupakan Bagian Dari Iman

Kesabaran sangat berhubungan dengan keimanan dan amal shalih seseorang, jika diibaratkan kedudukannya kepala yang merupakan bagian terpenting untuk dimiliki oleh tubuh kita, maka tiada artinya jika keimanan kita tanpa adanya kesabaran dalam diri kita.

◾10. Sabar Membuat Kita Lebih Peka Terhadap Kekuasaan Alloh ﷻ

Dengan menerapkan kesabaran dalam setiap ujian hidup maka akan menjadikan kita manusia yang lebih peka terhadap apa-apa yang menjadi kekuasaan dan keagungan Alloh ﷻ sang pencipta seluruh alam ini. Hal ini dijelaskan dalam surat Asy-Syura ayat 32-33 yang berbunyi:

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِ ٱلۡجَوَارِ فِي ٱلۡبَحۡرِ كَٱلۡأَعۡلَٰمِ ٣٢ إِن يَشَأۡ يُسۡكِنِ ٱلرِّيحَ فَيَظۡلَلۡنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهۡرِهِۦٓۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّكُلِّ صَبَّارٖ شَكُورٍ ٣٣

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal di tengah (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung; Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur." (QS. Asy-Syura : 32-33)

◾11. Segala Urusan Yang Dihadapi Oleh Orang-orang Sabar Adalah Baik

Sabar selalu mendatangkan hal-hal baik dlam kehidupan, bahkan meskipun kita tengah menghadapi masalah maupun ujian dalam kehidupan. Karena setiap masalah dan ujian yang kita hadapi pasti akan mendatangkan hikmah dan kebaikan dalam diri dan kehidupan kita. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis:

Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu’min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

◾12. Sabar Sebagai Cobaan Bagi Manusia

Seperti yang tertuang dalam pembahasan awal bahwa Alloh ﷻ menilai keimanan kita dari ujian-ujian yang diberikan kepada kita, apakah kita menghadapinya dengan sabar dan selalu melibatkan Alloh ﷻ atau bahkan sebaliknya, kehilangan kesabaran dan mengambil jalan yang salah.

Keimanan yang tinggi di hadapan Alloh ﷻ adalah ia yang mampu menghadapi ujian dengan sabar sehingga Alloh ﷻ memberikan ia cobaan yang lebih keras, sedangkan jika keimanannya lemah maka Alloh ﷻ akan memberikan cobaan yang lebih ringan.

Hal ini dijelaskan dalam hadis, bahwa:

“Dari Sa’id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah ﷺ, siapakah orang yang paling keras cobaannya? Beliau menjawab. Para Nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya."

Kemudian dalam surat Muhammad ayat 31 juga dijelaskan tentang bagaimana Alloh ﷻ akan menguji manusia-manusia yang berjihad dan bersabar. Allah Ta’ala berfirman:

وَلَنَبۡلُوَنَّكُمۡ حَتَّىٰ نَعۡلَمَ ٱلۡمُجَٰهِدِينَ مِنكُمۡ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَنَبۡلُوَاْ أَخۡبَارَكُمۡ ٣١

"Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu." (QS. Muhammad : 31)

Ketika hati bersyukur saat diuji dengan kehilangan, musibah dan lain-lain, disinilah diri kita belajar untuk sabar dan ikhlas.

“Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada  orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl : 96)

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك واتوب اليك 

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم 

والله اعلم

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0⃣1⃣ Kiki ~ Dumai
Bunda, bagaimana tips nya agar kita bisa termasuk dalam orang-orang yang istiqomah dalam kesabaran nda?

🌸Jawab:
Bismillahirrohmaanirrohiim. 

Bagaimana caranya agar kita bisa mrnjadi orang yang istiqomah dalan kesabaran. 

Nah setiap hal yang kita alami itu, kita harus uakin bahwa, tidak ada sesuatu pun yang menimpa kita tanpa ijin dari Alloh ﷻ. Itu yang pertama harus dipahami, agar kita bisa sabar. Karena sabar ini memang perlu dilatih. Karena orang yang diuji oleh Alloh ﷻ itu tidak serta merta kemudian menjadi sabar begitu ya.

Apalagi jika itu terkait dengan orang-orang yang kita cintai, kita sayangi. Misalnya kita kehilangan orang tua, anak, suami, atau orang-orang terdekat kita. Paman, bibi yang begitu sayang sama kita. Misal, kita belum sempat ketemu, tiba-tiba dioanggil oleh Alloh ﷻ. Nah ini yang perlu kesiapan iman yang luar biasa begitu ya. Agar kita tidak meratap dan menyesali. Kenapa kok saya terlambat datang, sehingga saya tidak sempat bertemu, dan lain sebagainya. 

Jadi yang pertama itu, sadari bahwa memang segala sesuatu itu sudah ditakdirkan Alloh ﷻ. Tidak ada yang luput dari catatan Alloh ﷻ. Jadi apapun yang akan terjadi, entah seseorang itu akan mengalami kecelakaan, atau tertipu, jatuh atau apalah namanya, musibah. Itu pasti Alloh ﷻ sudah mencatatnya terlebih dahulu. 

Jika kita sudah sadar dengan kenyataannya seperti itu, bahwa segalanya bentuk ujian dari Alloh ﷻ yang sudah tertulis 50 ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan, maka kita akan sadar bahwa,  seperti apapun kita menghindar. Kalau memang Alloh ﷻ sudah mentakdirkan ya pasti akan terjadi. 

Seperti apapun orang itu akan mencelakai kita, kalau Alloh ﷻ tidak mengijinkan, maka tidak akan pernah terjadi.

Jadi tipsnya adalah kita harus senantiasa sadar dan senantiasa bersandar kepada Alloh ﷻ. Bahwa segala sesuatunya itu sudah Alloh ﷻ gariskan dan tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Dan jangan misalnya kemudian kita berpikir, bahwa "waah gara-gara operasi jadinya meninggal." Ya itu memang ditakdirkan meninggalnya setelah operasi, bukan sebelum operasi. 

Jadi kita memang harus menyadari bahwa kesabaran kita itu akan terus diuji oleh Alloh ﷻ karena memang sabar itu tidak berbatas. Sebagaimana Nabi-nabi juga diuji oleh Alloh ﷻ. Jadi tips nya hanya 1, yaitu sadari apapun yang terjadi itu adalah takdir dari Alloh ﷻ. 

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Kesabaran dalam menghadapi ujian itu perlu dilatih. Sebab dengan kesabaran itu seseorang akan dimuliakan oleh Alloh ﷻ.

Kesabaran tidak bisa datang serta merta. Melainkan perlu dilatih.

Bersikaplah nerima atas keputusan Alloh ﷻ, karena tidak ada takdir yang buruk. 

Apa yang datang dari sisi Alloh ﷻ pasti memiliki 2 kemungkinan, yakni kebaikan dan kemudahan.

Wallahu a'lam

SULITNYA MENJAGA IZZAH DAN IFFAH DI ZAMAN PENUH FITNAH

 


OLeH: Ibu Hj. Irnawati Syamsuir Koto

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌸SULITNYA MENJAGA IZZAH DAN IFFAH DI JAMAN PENUH FITNAH

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah memberikan karunia dan hidayah kepada hamba-hamba-Nya. 

Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam beserta keluarga, shahabat, dan umatnya yang senantiasa istiqamah di jalan Sunnah.

Sahabat sholehah... 

‘IZZAH merupakan kemuliaan, kehormatan dan kekuatan. Mereka yang memiliki ‘izzah  itu bersumber dari Allah Rabbul ‘Alamiin. Karena pada dasarnya, hanya Alloh ﷻ lah yang sebenar-benarnya pemilik ‘izzah, menamai dirinya ‘Al-Aziz’ (Maha Mulia, Maha Perkasa). ‘Izzah diberikan kepada makhluk-Nya sesuai pendekatannya kepada Rabbnya. Semakin dekat dengan Alloh ﷻ, maka manusia semakin memiliki ‘izzah. Makhluk yang paling dekat dengan Alloh ﷻ adalah para Rasul kemudian orang-orang mukmin.

’Izzah itu milik Alloh ﷻ, Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.” (QS. Al-Munafiqun 63:8)

Sedangkan ‘iffah adalah menahan. ‘Iffah secara istilah artinya menahan diri sepenuhnya dari perkara-perkara yang Alloh ﷻ haramkan. Dengan demikian, seorang yang ‘afif adalah yang menjauhkan diri dari perkara-perkara yang diharamkan Alloh ﷻ walaupun jiwanya cenderung kepada perkara tersebut.

IZZAH DAN ‘IFFAH adalah akhlak tinggi dan mulia yang dicintai oleh Alloh ﷻ. Bahkan akhlak ini merupakan sifat hamba-hamba Alloh ﷻ yang shalih, senantiasa memuji keagungan Alloh ﷻ, takut pada siksa serta murka Alloh ﷻ dan selalu mencari keridhoan pahala-Nya.

IZZAH adalah kehormatan sebagai seorang muslimah, sedangkan iffah adalah bagaimana seorang muslimah dapat menjaga kesucian dirinya dengan menjadikan malu sebagai pakaian mereka. Malu adalah sebagian dari iman dan malu adalah akhlak Islam. Penting bagi muslim dan muslimah untuk memiliki rasa malu karena dengan malu itulah lebih terjaga izzah dan iffah nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,

“Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.” (HR. Bukhari no. 6117 dan Muslim no. 37, dari ‘Imron bin Hushain.)

Seorang perempuan muslimah paham akan pentingnya menjaga diri, paham akan pentingnya memiliki rasa malu yang tinggi, dengan menutup aurat secara syari sesuai dengan syariat maka itu tidak hanya bentuk taat kepada Alloh ﷻ, namun juga sebuah usaha untuk menjaga diri dengan sebaik-baiknya.

Alangkah lebih baiknya untuk menerapkan bahwa hidup adalah tentang penilaian Alloh ﷻ, bukan tentang penilaian makhluk-Nya, bukan untuk berlomba-lomba mencari perhatian kepada makhluk-Nya, akan tetapi hidup adalah untuk Alloh ﷻ, berusaha untuk menaati segala yang Alloh ﷻ perintahkan, karena di dalam perintah tersebut ada kebaikan untuk diri sendiri.

Sholehah... 

Berhati-hatilah dengan fitnah akhir zaman, salah satunya adalah fitnah syahwat. Sebab fitnah syahwat adalah fitnah yang berkaitan dengan hawa nafsu, harta dan perempuan.

Karena itu, bagi seorang muslimah, menjaga diri dan kehormatan itu sangatlah penting. Namun, yang kita lihat fenomenanya saat ini, banyak di antara mereka, yang tidak lagi menjaga iffah sebagai perempuan muslimah.

Banyak dalil yang memerintahkan perempuan untuk menjaga iffah nya ini. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلۡيَسۡتَعۡفِفِ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغۡنِيَهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ

"Dan orang-orang yang belum mampu untuk menikah hendaklah menjaga kesucian dirinya sampai Alloh ﷻ menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya." (QS. An-Nur: 33)

Termasuk makna iffah adalah menahan diri dari meminta-minta kepada manusia.

"Orang yang tidak tahu menyangka mereka (orang-orang fakir) itu adalah orang-orang yang berkecukupan karena mereka ta’affuf (menahan diri dari meminta-minta kepada manusia)." (QS. Al-Baqarah: 273)

Seorang muslimah dituntut untuk memiliki iffah. Sebab, akhlak yang satu ini merupakan akhlak yang tinggi, mulia, dan dicintai oleh Allah Ta’ala. Bahkan, akhlak ini merupakan sifat hamba-hamba Alloh ﷻ yang saleh, yang senantiasa menghadirkan keagungan-Nya dan takut akan murka dan azab-Nya. Ia juga menjadi sifat bagi orang-orang yang selalu mencari keridhaan dan pahala-Nya.

Salah satu sifat iffah ini adalah memiliki rasa malu. Rasulullah ﷺ bersabda, "Malu dan iman senantiasa bersama. Apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya." (HR. Al-Hakim, Ath-Thabrani).

Sifat malu yang ada di dalam diri perempuan ini dapat menambah keimanan seorang muslimah dan juga membuat perempuan menjadi terhormat dan dimuliakan. Tetapi, yang kita lihat sekarang banyak sekali perempuan bahkan muslimah saat ini berlomba-lomba menampilkan dirinya di khalayak umum, yang seakan-akan sudah luntur sifat malu yang ada di dalam diri mereka.

Ditambah pula, kemajuan teknologi saat ini menjadikan tidak sedikit orang yang ingin tampil di khalayak umum. Mereka berlomba-lomba mempercantik diri, dan dengan bangga memperlihatkan aurat mereka, menari sana-sini yang kemudian diunggah ke media sosial, berharap banyak pujian-pujian yang dilontarkan bagi siapa saja yang melihat unggahan tersebut.

Sangat miris sekali ketika rasa malu sebagai seorang perempuan sudah tidak lagi dipertahankan. Dengan begitu, perlu kita ingatkan kembali bagaimana seharusnya perempuan muslimah bersikap sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah Ta'ala agar iffah  seorang wanita senantiasa terjaga di dalam diri. 

Menjaga iffah memang bukanlah perkara yang mudah. Bahkan mungkin sangat berat dilakukan, apalagi ketika banyak dari kita yang berlomba-lomba ingin dilihat semua orang. Namun, kita justru bertolak belakang terhadap itu semua demi menjaga iffah dan agar tetap berada di jalan yang Alloh ﷻ ridhai.

Maka dari itu, penting bagi kita untuk pintar dalam bergaul, dengan memilih teman yang baik akhlaknya dan yang senantiasa mengajak dan mengingatkan kita kepada kebaikan.

Jalan terbaik bagi muslimah untuk mempertahankan izzah dan iffah nya adalah dengan tetap berjalan sesuai tuntunan Al Qur'an dan hadist, meski berat seperti menggenggam bara api.

Muslimah harus bisa  menahan diri sepenuhnya dari perkara-perkara yang Alloh ﷻ haramkan. Dan bagaimana seorang muslimah dapat menjaga kesucian dirinya dengan menjadikan malu sebagai pakaian mereka.

Sudah saatnya, kaum muslimah saat ini menyadari bahwa dirinya bukan konsumsi publik. 

Jadilah, seorang muslimah yang mempunyai rasa malu yang tinggi, dan cukupkan diri dengan ilmu.

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Atin ~ Pekalongan
Assalamualaikum Ustadzah.

Makna iffah adalah menahan diri dari meminta minta kepada manusia. Yang dimaksud meminta dalam ini apa sajakah? Berupa harta, tenaga, doa, atau apa saja? 

Sebatas apa kita boleh meminta kepada seseorang?

🌸Jawab,:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh mami.  

Meminta-minta disini maksudnya adalah mengemis eyang, karena mengemis memang tidak dibenarkan dalam Islam.  

Wallahu a'lam

🔹Ooo, jadi kalau selain bentuk materi tidak apa-apa ya. Sebab pernah dengar, kita tidak boleh meminta didoakan. Bagaimana menurut Dzah Irna, benarkah?

🌸Memang ada pendapat yang mengatakan hal seperti itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak baik.  Namun Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memiliki pendapat yang cukup bagus. 

Beliau rahimahullah mengatakan :

"Apabila engkau meminta pada saudaramu untuk mendoakan dirimu yaitu engkau ingin saudaramu juga mendapatkan kebaikan dengan berbuat baik padamu atau engkau ingin agar dia juga mendapatkan manfaat karena telah mendoakan mu dalam keadaan dirimu tidak mengetahuinya -doa seperti ini akan diaminkan oleh malaikat dan malaikat pun berkata : engkau pun akan mendapatkan yang semisalnya-, maka seperti ini tidak mengapa (diperbolehkan)."

"Namun, apabila yang engkau inginkan adalah semata-mata kemanfaatan pada dirimu saja, maka inilah yang tercela."

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Aisya ~ Cikampek
Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh.
 
Pertanyaan sederhana ya ustadzah.
Apa keutamaan menjaga marwah diri.
Apa juga harus menjaga marwah orang lain?

Khusus akhwat saja atau juga ada anjuran Ikhwan...?

Bagaimana dengan akhwat yang sudah tertutup. Tapi tetap eksis di dunia maya?
Dengan memasang fotonya sebagai profil dan upload foto dengan caption dakwah?

Bagaimana cara kita mengingatkan hal ini pada orang dilingkungan tanpa terasa menggurui.

Fenomena aplikasi joget-joget. Banyak muslimah yang berhijab pun ikutan. Bagaimana hal ini bisa kita hadapi.

Berarti izzah dan 'iffah hanya khusus untuk muslimah saja kah dzah?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Menjaga izzah dan iffah ini milik umat Islam, karena semua yang dilakukan akan berpengaruh kepada agama, kenapa titik berat kita pada muslimah? Karena muslimah lebih berat perjuangannya.  

Baiknya agama tergantung pada baiknya wanita.  

Eksis di dumai, selagi bisa dihindari, maka hindarilah, ingatkan ahsan, dengan bijak.  

Aplikasi ini termasuk fitnah akhir zaman, dimana rasa malu benar-benar sudah terkuras habis dengan adanya hal tersebut. 

Jika kita melihat itu bukan sebuah kebaikan maka jangan diikuti,  jangan di contoh.  

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Aisya ~ Cikampek
Dzah, bagaimana dengan banyaknya hubungan bertopeng "syar'i" tidak pacaran namun berkomitmen.

Untuk yang berselancar di dunia maya...

Bagaimana hukum kalau Ikhwan me likes dann komen foto-foto akhwat. Begitu juga sebaliknya.

Apakah juga masuk dalam tidak menjaga iffah masing-masing ya?

🌸Jawab:
Bismillahirrahmanirrahim...

Ikatan laki-laki muslim dan wanita muslimah yang bukan mahram, hanya ada dua:

~ Ikatan halal: ikatan ukhuwah Islamiyah, ikatan pernikahan.

~ Ikatan haram: pacaran (baik terang-terangan atau terselubung), kumpul kebo, HTS (hubungan tanpa status).

Allah Ta'ala berfirman:

{ وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةٗ وَسَآءَ سَبِيلٗا }

"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra': 32)

Ayat ini ada 2 yang diharamkan:

1) Zina
2) Pendekatan kepada zina nya, apapun bentuknya baik gerak, kedipan, ucapan, tulisan, tontonan dan lain-lain. 

Maka perhatikan saja rambu-rambunya seperti itu. 

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Rina ~ Surabaya
Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh dzah.

Sejak lama saya sudah tidak memajang foto saya di profile sosmed, tapi masih sering berfoto dengan keluarga dan teman-teman dan suami dan kadang itu saya masukan sosmed (status WA).
Apakah saya sebenarnya sama saja masih belum bisa menjaga iffah sebagai muslimah?

Terimakasih

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Setan rela membuka banyak pintu "kebaikan" di mata manusia, agar ujung-ujungnya manusia masuk ke pada satu pintu keburukan dan malapetaka yang diinginkannya. Oleh karena itu semua perilaku yang membuka peluang setan melakukan tipu daya mesti kita tutup. 

Allah Ta'ala berfirman:

وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ 

"dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan." (QS. Al-An'am: 43)

Maka, jalan terbaik dan teraman adalah tidak sama sekali, kecuali ada alasan mendesak dan darurat. 

Wallahu A'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Sahabat-sahabat ku... 

Izzah bukan pencitraan, karena izzah adalah perintah agama untuk menunjukan betapa mulianya Islam sebagai sebuah ajaran bagi kehidupan manusia. Izzah merupakan refleksi sebuah harga diri yang mulia dan agung. 

Izzah dan iffah ini harus ada dan tumbuh dalam hati setiap mukmin dan menjadi penghias setiap relung jiwa. 

Izzah dan iffah merupakan kemuliaan, kehormatan dan kekuatan. 

Sumber terciptanya rasa tersebut  bersumber pada Allah Rabbul ‘Alamiin.

Karenanya jagalah rasa tersebut dengan mendekatkan diri kepada Alloh ﷻ dan menjadi insan-insan bertakwa.  

Billahitaufik walhidayah. 

Mohon maaf lahir dan batin 

Wassalamu'alaikum  warahmatullahi wabarakatuh

MERANGKAI SIFAT MALU MENEGUHKAN KETAKWAAN

 


OLeH: Ummu Azkia Fachrina

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🔷MERANGKAI SIFAT MALU MENEGUHKAN KETAKWAAN 

Malu (al-haya') didefinisikan sebagai suatu sifat dalam jiwa manusia yang mampu  mendorong manusia untuk melakukan kebaikan, dan ketaatan, serta mencegahnya dari perilaku buruk, tercela, dan yang memalukan.

Tanpa rasa malu, manusia tidak memiliki kontrol diri, sehingga berbuat apa saja tanpa peduli apakah yang dilakukan itu perbuatan tercela, perbuatan sia-sia, merugikan diri sendiri, atau merugikan orang lain. Rasa malu adalah pengendali nafsu. Rasa malu mencegah kita dari perbuatan yang melampaui batas.

Dan tentunya dalam Islam, malu menjadi sifat yang dituntut Alloh ﷻ pada manusia, agar manusia menumbuhkan dalam dirinya.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

“Hendaklah kalian malu kepada Alloh ﷻ dengan sebenar-benar malu. Barang siapa yang malu kepada Alloh ﷻ dengan sebenar-benar malu, maka hendaklah ia menjaga kepala dan apa yang ada padanya, hendaklah ia menjaga perut dan apa yang dikandung di dalamnya, dan hendaklah ia selalu ingat kematian dan busuknya jasad.” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, al-Hakim, dan al-Baghawi).

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no.4181)

“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya diangkat maka yang lain pun akan terangkat.” (HR. Al Hakim)

"Dan sebagaimana pula yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ, bahwa salah satu cabang dari keimanan, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, adalah rasa malu." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Banyak pula kisah yang terkait dengan rasa malu.

★ Nabi Yusuf yang tak terjebak pada hasrat Zulaikha karena malu kepada Alloh ﷻ.

★ Umar bin Khattab bersua anak penggembala. Umar meminta anak itu menjual seekor kambingnya. Si anak penggembala berucap, “Kambing-kambing ini bukan milikku, dan majikanku tidak mengizinkan aku menjualnya.”
Umar menjawab, “Juallah satu ekor saja, aku akan memberimu uang. Katakan kepada majikanmu, serigala telah memakan seekor kambingnya.” Si anak penggembala pun menjawab, “Kalau begitu, di mana Alloh ﷻ?”

Ucapan, “Kalau begitu, di mana Alloh ﷻ?” selayaknya terhunjam dalam jiwa kita. Betapa malunya apabila kita arogan, melakukan korupsi, mendzalimi orang lain, dan perbuatan bejat lainnya. Malulah kepada Alloh ﷻ yang senantiasa melihat keburukan yang kita lakukan.

★ Asma’ binti Abu Bakar ra. Ia pernah menghindar bertemu sekelompok sahabat dari kalangan Ansar lantaran malu. Rasulullah ﷺ pun menyarankannya agar mengambil arah lain.

Dan bagi kita kaum perempuan. Salah satu ciri perempuan salihah ialah memiliki sifat malu. Jika sifat malu bagi perempuan hilang maka ini adalah pertanda kemaksiatan, salah satunya perzinaan akan terus berlangsung. Dalam Islam perempuan dididik dengan sifat malu.

Sungguh... Perempuan memiliki peran strategis dan penting di tengah-tengah peradaban, karena rahim yang taat akan melahirkan janin yang taat. Pahlawan Islam tidak pernah jauh dari rahim yang taat kepada Alloh ﷻ. Sebaliknya, jika muslimah nya “bengkok” maka yang dilahirkannya pun juga “bengkok.”

Sifat malu bagi perempuan merupakan perhiasan serta kehormatan dirinya. Salah satu bukti kecintaan terhadap Alloh ﷻ dan para Rasul-Nya adalah dengan memiliki rasa malu. Sifat malu bagi perempuan akan membentengi dirinya dari tindakan yang tercela.

Sifat malu merupakan bagian dari akhlak Islam. Sementara bagi perempuan ia merupakan mahkota kemuliaan. Sifat malu menjadikan dirinya terhormat dan dimuliakan. Hendaknya menjadi peringatan bagi kaum muslimah hadis Rasulullah ﷺ,  “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, Pertama. Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan keduapara wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Betapa dahsyatnya bila rasa malu hilang dalam hati dan dalam diri seseorang, bayangkan kalau kendali dalam dirinya tidak ada sama sekali, perbuatan mungkar seperti korupsi, menipu berzina dan perbuatan keji lainnya sangat sulit terkendali, yang ada dalam pikirannya adalah akal-akalan untuk memenuhi hasrat nafsu dan tak ubahnya seperti hewan yang tidak punya rasa malu.

Apabila rasa malu telah hilang dalam hati dan dalam diri seseorang, maka sesungguhnya merupakan bencana pada dirinya.  "Sesungguhnya Alloh ﷻ apabila hendak membinasakan seseorang, maka dicabut rasa malu dari orang itu. Bila sifat malu sudah dicabut darinya, maka ia akan mendapatinya dibenci orang, malah dianjurkan orang benci padanya. Jika ia telah dibenci orang, dicabutlah sifat amanah darinya. Jika sifat amanah telah dicabut darinya, kamu akan mendapatinya sebagai seorang pengkhianat. Jika telah menjadi pengkhianat, dicabutlah sifat kasih sayang. Jika telah hilang kasih sayangnya, maka jadilah ia seorang yang terkutuk. Jika ia telah menjadi orang terkutuk, maka lepaslah tali Islam darinya." (HR. Ibnu Majah)

Jadi, rangkailah sifat malu dalam diri kita. Pelihara dengan baik agar mampu meninggikan derajat kita di hadapan Alloh ﷻ dengan takwa.

◼️Bagaimanakah kita bisa merangkai rasa malu?

✓ Rangkai rasa malu dengan tidak  melanggar aturan Alloh ﷻ atau berbuat dosa. Sedikitpun.

✓ Rangkai rasa malu jika kita tidak bersyukur kepada Alloh ﷻ. Malu jika bersyukur karena 
manusia adalah makhluk yang paling sempurna memperoleh nikmat Alloh ﷻ.

✓ Rangkai rasa malu jika selalu  memiliki ketergantungan pada orang lain.

✓ Rangkai rasa malu jika mengatakan sesuatu tetapi kita tidak melakukannya, tidak menegakkannya padahal Alloh ﷻ sudah memerintahkan. 

Dengan merangkai rasa malu dan taqarrub Ilallah. In syaaAllaah ketakwaan akan terus meningkat seiring dengan setiap amal yang dilakukan yang tidak pernah lepas dari ajaran dan aturan-Nya.

Wallaahu a'laam bisshawab.

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Kiki ~ Dumai
Ummu, bagaimana maksud dari hadist di materi ini umm, 

"...barangsiapa yang malu kepada Alloh ﷻ dengan sebenar-benarnya malu, maka kendaklah ia menjaga kepala dan apa yang ada padanya, hendaklah menjaga perut dan apa yang dikandung di dalamnya,... "

Jazakillah ummu

🔷Jawab:
Bismillaah...., saya coba menjawabnya yaa ukhtiiy shalihah.

Makna dari matan hadis menjaga kepala adalah menjaganya dari kebiasaan berpikir buruk (negative thinking), menjaganya dari pengetahuan atau informasi palsu, dan kritis terhadap pengetahuan atau informasi yang diterima.

Ini maksud dari menjaga kepala dengan segala isi yang dikandungnya.

Dan, menjaga perut dengan segala isinya... yakni menjaga perut dari makanan haram yang sudah jelas terlarang, baik zat atau cara memperolehnya, dan menjaganya agar tidak diisi secara berlebihan, sekalipun oleh makanan yang halal.

Demikian ukhtiiy shalihah.

Wallaahu a'laam.

0️⃣2️⃣ Aisya ~ Cikampek 
Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh.

Untuk hal ini.
1. Apakah no. 4 masuk ke dalam munafij? Bagian yang, "rangkai rasa malu umm."

 2. Seorang yang ‘afif adalah yang menjauhkan diri dari perkara-perkara yang diharamkan Alloh ﷻ walaupun jiwanya cenderung kepada perkara tersebut.

Bagaimana penjelasan mengenai ini umm?

3. Bolehkah malu dalam perkara yang baik? 
Misal malu untuk share-share materi dakwah?

🔷Jawab:
Wa'alaikumussalam warohmatullah wabaarokatuh. 

Bismillaah....
1. Na'am ukhtiy.

2. Dalam diri manusia kecenderungan untuk melakukan baik dan buruk itu ada. Hanya saja bagi seseorang yang selalu iffah dalam iman takwa, dia selalu berusaha sekuat kuatnya untuk selalu jauhkan diri dari berbagai keharaman. Baik sedikit ataupun banyak.

3. Malu tidaklah untuk melakukan kebaikan. Karena jika malu, maka kebaikan akan digantikan posisinya oleh keburukan. Dan itu tidak boleh dibiarkan.

Demikian ukhtiiy shalihah.

Wallaahu a'laam bisshawaab.

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Bismillaah...

Sifat malu merupakan bagian dari akhlak Islam. Sementara bagi perempuan ia merupakan mahkota kemuliaan. Sifat malu menjadikan dirinya terhormat dan dimuliakan. Hendaknya menjadi peringatan bagi kaum muslimah hadis Rasulullah ﷺ,  “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, Pertama. Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan keduapara wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.”

Semoga kita mampu untuk selalu merangkai rasa malu dalam diri kita. Malu jika kita tidak membuktikan ketakwaan pada Allah ta'ala.

Wallahu a'lam

APAPUN MASALAHMU, HAMPARKAN SAJADAHMU

 



OLeH: Ibu Hj. Irnawati Syamsuir Koto 

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌀APAPUN MASALAH MU, HAMPARKAN SAJADAH MU

Bagaimanapun masalah pasti hadir dalam hidup manusia, karena dengan masalah itulah, manusia bisa belajar, bisa menjadi lebih kuat dan sabar juga menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Dan seberat apapun masalah dan ujian yang hadir, pasti mengandung hikmahnya, dan pasti pula tidak melebihi kemampuan umat-Nya sehingga kita sebenarnya mampu mengatasinya.

Sebenarnya Masalah Dan Ujian Yang Hadir Adalah Bentuk Kasih Sayang Dan Kerinduan Alloh ﷻ Pada Hamba-Nya.

Jangan selalu berpikir bahwa masalah itu adalah hal yang harus dibenci dan dihindari atau menyusahkan, karena bisa jadi ujian yang diberikan juga wujud kasih sayang dan kerinduan Alloh ﷻ.  

Saat kita diberikan ujian sakit misalnya, saat itu pula rasa sakit yang kita rasakan, adalah cara untuk menghapus dosa dosa yang pernah kita lakukan. Saat kita dipertemukan masalah hidup yang pelik, itu adalah cara Alloh ﷻ mengingatkan pada hamba-Nya untuk kembali dan berdoa, mengingatkan manusia bahwa dia hanyalah makhluk lemah dibawah kekuasaan Alloh ﷻ yang nyata.

Masalah pula yang menjadikan kita sadar bahwa kita hanya makhluk Alloh ﷻ yang begitu kecil dan begitu lemah. 

Hadirnya masalah selalu disertai dengan hikmah hingga menuntun kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Meskipun bagi kita masalah yang hadir adalah suatu yang tidak menyenangkan memuakkan hingga terkadang membuat kita salah paham atas kehendak Alloh ﷻ, tanpa kita sadari bahwa sebenarnya kita butuh masalah itu, kita membutuhkannya agar kemampuan kita semakin terasah, kita membutuhkannya agar kita lebih kreatif dalam menemukan solusinya, dan kita membutuhkannya pula sebagai suatu pegangan untuk mengintropeksi diri agar kita menjadi pribadi lebih baik, lebih sabar dan lebih kuat. Sehingga sesakit apapun masalah itu, percayalah itu yang kita butuhkan pula dalam hidup.

Lagipula, tidak pernah ada masalah tanpa solusi, Jadi saat masalah itu hadir, jangan berputus asa, hamparkan sajadah dan berdoalah.

Bukan berputus asa apalagi sampai kecewa pada apapun ketetapan dan ujian yang diberikan oleh Alloh ﷻ, justru kembalilah, bersujud lah, hamparkan lah sajadah mu, dan berdoalah dengan sungguh sungguh meminta petunjuk-Nya, tetap yakinkan hati, bahwa kamu pasti mampu melewati setiap masalah yang hadir karena, tidak ada masalah tanpa solusi, dan Alloh ﷻ tidak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan hamba-Nya.

Dan yakinlah bahwa dengan segala usaha dan doa, Kita bisa melewati masalah apapun dalam hidup.

Katakanlah Pada Masalah, Bahwa Sebesar Apapun Masalah Itu, Kita mempunyai Alloh ﷻ Yang Maha Besar.

Jangan lari dari masalah, hadapilah, dengan begitu kita menunjukkan bahwa tidak ada yang ditakuti selain Alloh ﷻ. Katakan pada masalah itu, bahwa kita mempunyai Alloh ﷻ yang Maha Besar, Yang Maha Tahu dan dengan kasih sayang-Nya akan menuntun untuk menemukan petunjuk yang tepat. Apalagi juga dibarengi dengan usaha dan kerja keras, percayalah tidak ada yang sia-sia. Sehingga sekali lagi, apapun masalah mu, hamparkan saja sajadah mu dan berdoalah lebih khusyuk dalam sujud mu.

Bertemanlah dengan masalah, tapi jangan cari-cari masalah.

Maka seperti apapun masalah yang kamu hadapi saat ini, kecil maupun besar sekalipun jangan pernah merasa khawatir, karena rasa khawatir mu hanya akan membuatmu lupa kalau Alloh ﷻ Maha Segalanya.

Jadi tenanglah, karena daripada sibuk khawatir mending sibuk memupuk hati dengan keyakinan besar kepada Alloh ﷻ.

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0⃣1⃣ Kiki ~ Dumai
Bun Irna, bagaimana tips nya agar hati ini tidak khawatir berlebihan dengan masa yang ada di depan kita bun?

🌀Jawab:
Masa yang ada di dapan itu masih rahasia Alloh ﷻ, tidak satupun yang tahu apa yang akan kita hadapi beberapa waktu ke depan, jangankan untuk setahun ke depan, semenit ke depan saja tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Karenanya maksimalkan saja penggunaan waktu yang ada saat ini, di waktu yang kita masih bisa bernafas, jantung masih berdetak. Jangan sia-siakan dengan kemalasan dan kerisauan untuk sesuatu yang belum kita tahu.  

Bagaimana kita di waktu kedepannya tergantung bagaimana kita saat ini.  

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Sahabat-sahabatku...

Seberat dan sesulit apapun masalah dan ujian yang hadir, pasti mengandung hikmahnya, dan pasti pula tidak melebihi kemampuan umat-Nya sehingga kita sebenarnya mampu mengatasinya.

Selain itu pula, Alloh ﷻ dalam menghadirkan masalah dan ujian dalam hidup hamba-Nya, tak pernah tidak menyertakan solusi untuk mengatasinya. 

Jadi apapun dan seberat apapun masalahmu, hamparkan sajadah mu, dan semakin mendekatlah pada Rabb mu lewat doa dalam sujud mu.

Wallahu a'lam

SPIRIT DOLL, HANTU ATAU HALU??!!

 


OLeH: Bunda Heradini Faizah, S.Psi

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

💎SPIRIT DOLL, HANTU ATAU HALU?

بسم الله الرحمن الرحيم
الســـلام عليــكم ورحــمة اﻟلّـہ وبركاته

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَ نَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نَبِيَّ بَعْدَهُ

Alhamdulillah kita bertemu dalam majlis room Perindu Surga yang penuh berkah ini untuk bersama-sama mengkaji tentang SPIRIT DOLL, HANTU ATAU HALU?

◾Siapa Yang Tahu Apa Itu Spirit Doll?

Spirit doll atau boneka arwah semakin ramai dan viral diperbincangkan masyarakat Indonesia. Viralnya boneka arwah ini setelah banyaknya kabar beberapa artis tanah air merawat spirit doll atau boneka arwah layaknya anak mereka sendiri yaitu Ivan Gunawan, Celine Evangelista, Ruben Onsu, Soimah, dan Furi Harun.

Dan untuk mengadopsinya, dipatok harga minimal 50 juta. Tergantung jenis dan besarnya. 

Boneka arwah atau spirit doll adalah sebutan bagi boneka yang di dalamnya sengaja dimasukkan arwah dari anak kecil yang telah meninggal. Oleh pemilik, boneka arwah tersebut dirawat dengan sungguh-sungguh bagaikan merawat bayi manusia. 

Kemudian hal ini dibesar-besarkan dengan cerita fiktif. Misal bisa menghabiskan makan dan minum. Susu yang tadinya utuh, ditinggal sebentar sudah berkurang. 

◾Bagaimana Tanggapan Psikolog Tentang Hal Ini?

Terlalu sering berinteraksi dengan spirit doll atau boneka arwah ini bisa membuat seseorang menjadi tidak bisa melakukan kontak sosial dengan masyarakat yang sesungguhnya.

Jadi si pemilik akan banyak berhubungn dengan boneka-boneka, memunculkan relasi psikologis, membuat ikatan emosi yang kuat, dan tidak peduli dengan kehidupan normal.

Jika hal ini terjadi, maka perlu diwaspadai. Jangan dibiarkan. 

◾Bagaimana Dengan Pendapat Para Ulama?

Menyimpan boneka sebagai mainan sejatinya dihukumi mubah bagi anak kecil dan dewasa. 

“Bisa boleh, jika hanya sekadar hobi untuk kesenangan saja, bukan ada maksud yang lain,” ujarnya.

Sebaliknya, jika pemilik adalah umat Islam dan menganggap boneka itu bisa membawa madarat atau keberuntungan, maka hal demikian menurutnya bisa masuk dalam kategori mencederai akidah tauhid.

“(Syirik) karena mempercayai ada ruh dalam boneka yang membawa keberuntungan,” ujar Faozan.

Karena mengancam akidah, maka hukum mubah menyimpan boneka berubah menjadi makruh dan bahkan berdosa untuk kasus umat Islam yang merawatnya. 

Daripada mengadopsi boneka arwah, Faozan menilai lebih baik mengadopsi anak yatim piatu atau menyalurkan dana ke panti asuhan guna membantu anak-anak yang membutuhkan. 

Menanggapi fenomena ini, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengungkapkan sesuai kaidah ilmu sains, mustahil boneka itu dimasuki oleh arwah. Karena itu, ia menganggap boneka arwah tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama.

“Soal arwah menurut ajaran Islam itu sudah disimpan oleh Alloh ﷻ di alam barzah, jadi tidak bisa dipanggil-panggil atau tidak bisa dimintai pertolongan karena mereka sedang istirahat, baik orang baik atau orang buruk,” kata Dadang.

Dadang menilai ajaran Islam tidak memperbolehkan mengangkat boneka sebagai anak kecuali boneka tersebut sekadar sebagai mainan.

“Mengangkat anak pada boneka juga tidak boleh kecuali boneka biasa untuk kesukaan,” jelasnya.

Buat umat Islam, Dadang berpesan agar segala sesuatu disandarkan kepada tauhid, yakni menyembah dan meminta kepada Alloh ﷻ semata. “Tidak boleh meminta kepada selain Alloh ﷻ dalam hal kekayaan atau apapun," jelas Dadang.

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Setyaningsih ~ Solo
Assalamu'alaikum Bunda.

Sejak kapan fenomena spirit doll ini muncul, Bunda?
Syukron 

🔷Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Fenomena ini muncul baru saja kemudian langsung booming karena kebetulan yang memboomingkan adalah selebritis. 
Sebenarnya spirit doll mirip-mirip jailangkung. Cuma dikemas dengan kemasan modern. 

Wallahu a'lam

🌸Jazaakillah khoiron katsiron atas jawabannya Bunda.

0️⃣2️⃣ Sasi ~ Depok
Bismillah...

Bunda, dalam sisi psikologi, apakah orang-orang yang mengadopsi boneka semacam ini bisa dikatakan ada gangguan kepribadian? 

Karena memang sesuatu yang tidak wajar bahkan berlebihan jika memperlakukan boneka seperti itu bahkan harus membayar mahal sekali. 

Terima kasih.

🔷Jawab:
Bisa begitu ketika kemudian muncul ketergantungn secara emosional.

Misal ketika tidak ada boneka, kemudian dia mengalami kecemasan, ketakutan, depresi, dan lain-lain. Selama itu tidak terjadi, maka tidak mengapa. Apalagi ketika dia tidak merasa mengalami gangguan psikologis.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Bestiar ~ Pekanbaru
Bunda, apakah orang-orang yang memelihara boneka atau spirit doll perlu di ruqyah dan apakah mereka termasuk yang terganggu jiwanya? Afwan

🔷Jawab:
Tidak.

Karena dia dengan sadar melakukannya. Ruqyah itu dilakukan ketika dia merasa mengalami gangguan.

Apakah perlu ke psikolog? Seseorang perlu ke psikolog ketika dia sendiri merasa mengalami gangguan. Selama dia tidak merasa, maka hal itu tidak perlu dan tidak bisa.

Wallahu a'lam

🌸Subhanallah. Syukron Ustadzah

0️⃣4️⃣ Sasi ~ Depok
Bunda, tanya lagi ya.

Saya melihat semakin hari semakin ke sini, ada penurunan moral di masyarakat ya. Entah fenomena spirit doll ini, goyang tiktok yang menjamur, seperti tidak punya rasa malu dan adab memamerkan aurat, demi konten sampai meregang nyawa dan masih banyak lagi. 

Degradasi moral seperti ini sungguh mengkhawatirkan buat Saya, Bunda. 

Terkait semua fenomena ini sebenarnya apa yang sedang terjadi ya, Bun? 

Bagaimana cara kita mengawal dan membersamai anak-anak dengan derasnya arus kerusakan seperti ini? 

Terima kasih.

🔷Jawab:
Saya juga melihat fenomena yang memprihatinkan seperti itu dan kita sangat sulit menghindarinya. 

Hanya pertolongan Alloh ﷻ yang mampu membuat kita terhindar dari hal demikian. 

Sejauh ini, tameng kita hanyalah memberikan dasar pendidikan agama yang bagus. Memperhatikan dengan siapa mereka bergaul, memperhatikan pola mereka dalam bermedia sosial dan paling penting memberi mereka lingkungan atau bi'ah yang baik untuk anak-anak.

Di antaranya memasukan mereka ke pondok pesantren sesuai minat anak. 

Wallahu a'lam

🌸Jazakillah khoir, Bunda.

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Boneka spirit doll merupakan lambang keterbelakangan akidah dan iman. Karena seseorang mulai tergantung serta memelihara makhluk lain. 

Tugas kita adalah menyadarkan dan menjaga ummat agar tidak ikut-ikutan dan terpelihara dari kesesatan itu.

Wallahu a'lam