Senin, 28 Februari 2022

MENELADANI AKHLAK GENERASI TERBAIK

 


OLeH: Ustadzah Hj. apt. Wahyu Tusy Wardhani, S.Si, M.Farm

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌸MENELADANI AKHLAK GENERASI TERBAIK


Puncak perhatian seorang Shalih adalah upaya untuk bisa berakhlak dengan akhlak Rasulullah ﷺ.

Orang yang berusaha meneladani Rasulullah ﷺ maka pasti akan sampai kepada kesempurnaan tanpa mengalami kemusyrikan. Dan barangsiapa yang berusaha meningkatkan diri, tidak melalui jalan tersebut maka pasti akan terjerumus dalam kemusyrikan.

️"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah ﷺ suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Alloh ﷻ dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut asma Alloh ﷻ." (QS. Al Ahzab: 21).

🔷AKHLAK RASULULLAH ﷺ DI DALAM AL QURAN :

1) "Jadilah engkau pemaaf, suruhlah orang mengerjakan yang baik dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh." (QS. Al A'raf: 199)

2) "Sesungguhnya Alloh ﷻ menyuruh kamu berbuat adil, berbuat kebajikan dan memberi kepada kaum kerabat dan melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan." (QS. An-Nahl: 16 )

3) "dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Alloh ﷻ." (QS. Luqman: 13) 

4) "Maka Maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka. Sesungguhnya Alloh ﷻ mencintai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Almaidah: 13)

5) "Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Alloh ﷻ mengampuni mu." (QS. An Nur: 22)

6) "Tolaklah kejahatan dengan cara yang baik maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia." (QS. Fushshilat: 34)

7) "Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Alloh ﷻ mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali Imran: 134) 

8) "Jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain." (QS. Al Hujurat: 13)

🔷AKHLAK RASULULLAH ﷺ YANG DIKUMPULKAN SEBAGIAN ULAMA DAN DIKUTIP DARI BERBAGAI HADIST

◾Rasulullah ﷺ Adalah Orang Yang Paling Dermawan

Tidak pernah bermalam di sisinya satu dinar atau satu dirham pun. 

Jika ada kelebihan sesuatu dan beliau tidak menemukan orang yang akan diberinya, Beliau tidak memasuki rumahnya sebelum kelebihan itu lepas dari dirinya, berpindah kepada orang yang memerlukannya.

◾Adab Rasulullah ﷺ Dalam Makan 

Rasulullah ﷺ pernah mengikatkan batu di perutnya karena menahan rasa lapar dan terkadang beliau makan apa yang ada.

Beliau tidak menolak apa yang ada dan tidak menolak makanan yang halal.

Jika mendapatkan kurma tanpa roti, beliau memakannya.

Jika mendapatkan roti yang terbuat dari gandum, Beliau memakannya. 

Jika mendapatkan manisan atau madu, beliau memakannya.

Jika mendapatkan susu tanpa roti, beliau merasa cukup dengannya. 

Jika mendapatkan semangka atau kurma mengkal, beliau memakannya. 

Beliau tidak pernah makan sambil bersandar.

Beliau tidak pernah kenyang memakan roti gandum selama 3 hari berturut-turut hingga menghadap Alloh ﷻ, karena mengutamakan orang lain atas dirinya dan bukan karena miskin atau bakhil.

◾Pakaian Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ memakai apa yang ada, terkadang memakai baju yang longgar dan terkadang memakai pakaian yang bercorak sejenis baju Yaman dan kadang-kadang memakai jubah bulu.

Beliau memakai cincin perak pada jari manis tangannya sebelah kanan dan terkadang memakainya pada jari manis tangannya sebelah kiri.

◾Adab Dan Akhlak Rasulullah ﷺ Yang Lainnya

Rasulullah ﷺ memenuhi undangan walimah, menjenguk orang sakit dan mengantarkan jenazah ke kuburan.

Beliau adalah orang yang paling tawadhu, paling tenang tanpa sombong, paling tepat dalam berbicara tanpa terlalu panjang, dan paling baik diantara manusia.

Hamba sahayanya atau orang lain terkadang memboncengnya dibelakangnya. Beliau menaiki kendaraan, bila memungkinkan. Terkadang beliau menunggang kuda, terkadang menunggang beda berwarna kelabu, terkadang berjalan kaki tanpa alas kaki, tanpa selendang, tanpa serban dan tanpa penutup kepala.

Rasulullah ﷺ menjenguk orang sakit sampai ke bagian kota Madinah yang jauh.

Beliau menyukai wewangian dan membenci bau yang tidak sedap. 

Beliau duduk menemani orang-orang fakir dan makan bersama orang-orang miskin. 

Beliau memuliakan orang yang memiliki keutamaan akhlak, mengasihi orang-orang mulia dengan berbuat baik kepada mereka. 

Beliau menyambungkan tali kekerabatan tanpa membedakan mereka dari orang yang lebih utama. 

Beliau menerima permintaan maaf dari orang yang meminta maaf kepadanya.

Beliau bersenda gurau dan tidak berkata kecuali yang benar.

Beliau suka tertawa tetapi tidak sampai terbahak-bahak. 

Beliau pernah melihat permainan yang mubah dan beliau tidak membencinya.

Beliau pernah lomba lari dengan salah seorang istrinya, kemudian istrinya mengeraskan suara kepadanya tetapi beliau bersabar. 

Tidak pernah waktu berlalu tanpa amal perbuatan karena Alloh ﷻ.

Beliau keluar ke kebun-kebun para sahabatnya.

Beliau tidak pernah merendahkan orang miskin karena kemiskinannya, juga tidak pernah takut kepada orang kaya karena kekayaannya. Beliau mengajak mereka secara bersama-sama kepada Alloh ﷻ.

Beliau mendahului mengucapkan salam kepada orang yang ditemuinya.

Siapa yang berbicara dengannya untuk suatu keperluan, maka beliau bersabar menunggu hingga orang itu kembali.

Apabila bertemu dengan salah seorang sahabatnya, beliau mendahului menjabat tangannya, kemudian memegang tangannya, seraya menjalinnya dan menggenggamnya erat-erat.

Beliau tidak berdiri dan tidak duduk kecuali dalam keadaan Dzikrullah. Para sahabatnya tidak mengetahui tempat duduknya karena beliau duduk di tempat duduk mana saja yang didapatinya.

Beliau memuliakan orang yang datang kepadanya, sampai kadang-kadang membentangkan kain yang sedang didudukinya. Jika orang itu menolak menerimanya, beliau memaksanya hingga orang itu mau menerimanya.

Tidaklah seseorang memintanya untuk mendengar kecuali orang itu pasti mengira beliau sebagai orang yang paling memuliakannya, sehingga beliau memberikan hak kepada setiap orang yang duduk bersamanya. Sekalipun demikian majelis beliau adalah majelis yang penuh rasa malu, tawadhu' dan amanah.

◾Panggilan Rasulullah ﷺ Kepada Para Sahabatnya

Rasulullah ﷺ memanggil para sahabatnya dengan nama julukan mereka, untuk menghormati mereka dan menarik simpati hati mereka, dan memberikan nama julukan kepada orang yang tidak memilikinya sehingga orang tersebut dikenal dengan nama yang diberikan beliau tersebut.

Masih banyak sekali akhlak Rasulullah ﷺ yang bisa kita teladani. Pada kesempatan ini, mungkin ini dulu yang bisa saya sampaikan. 

Tidak akan habis-habisnya kita menggali kepribadian beliau.

Semoga ini menjadi pemicu kita untuk terus belajar meneladani akhlak Rasulullah ﷺ.

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Fildzah ~ Tangerang
Assalamualaikum umi,

Bagaimana mengajarkan adik atau anak-anak untuk menteladani akhlak Rasulullah ﷺ?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

METODE MENDIDIK AKHLAK PADA ANAK-ANAK:

★ 1) Pendidikan dengan keteladanan, atau memberi teladan yang baik 

Menjadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan utama, maka anak akan mendapat sifat-sifat yang utama dan akhlak yang sempurna. 

★ 2) Pendidikan dengan adat kebiasaan

Kebiasaan orang tua dalam melaksanakan akhlak Rasulullah ﷺ menjadi faktor utama yang ditiru anak, jika dilakukan dengan baik maka anak berada dalam pembentukan edukatif sampai pada hasil-hasil yang memuaskan.

★ 3) Pendidikan dengan nasihat

Dengan memberi nasihat, bimbingan secara berangsur dan motivasi mengikuti akhlak kenabian, maka anak akan terpengaruh oleh kata-kata yang memberi petunjuk, nasihat memberi bimbingan, kisah Nabi yang efektif, dialog yang menarik hati, metode yang bijaksana. Tanpa ini, tidak akan tergerak perasaan anak, tidak akan bergerak hati dan emosinya untuk mengikuti akhlak Rasulullah ﷺ. Sehingga pendidikan anak menjadi kering.

★ 4) Pendidikan dengan perhatian atau pengawasan

Dengan perhatian dan pengawasan dalam segala aspek jasmani dan rohani, maka anak akan menjadi baik, jiwanya akan luhur, budi pekertinya akan mulia akan menjadi masyarakat yang berguna. Tanpa ini, anak akan terjebak pada kebiasaan yang hina dan di masyarakat ia akan menjadi belenggu bagi masyarakat terkhusus orang tuanya.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Kiki ~ Dumai
Bunda, bagaimana agar diri ini minimal bisa terus istiqomah berusaha untuk meniru akhlaknya Rasulullah ﷺ?

🌸Jawab:
Mbak kiki yang dirahmati Alloh ﷻ

Benar sekali bahwa kita harus terus berusaha istiqomah meneladani akhlak Rasulullah ﷺ. Karena itu juga berhubungan langsung dengan Alloh ﷻ.

Dengan akhlak yang baik akan memberatkan timbangan kebaikan kita nanti pada hari kiamat. 

Dan juga orang yang banyak masuk surga dan paling dicintai serta paling dekat dengan Rasulullah ﷺ nanti pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda :

إِنَّ مِنْ أَحِبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya di antara orang-orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat denganku yaitu orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi).

Dengan demikian, meneladani akhlak Nabi Muhammad ﷺ membuat kita terhindar dan menjauhi larangan Alloh ﷻ. 

★ Agar istiqomah meneladani Rasulullah ﷺ: 

1. Pembiasaan.
Pada awalnya cukup berat untuk dilakukan bagi kita yang tidak terbiasa, tapi jika dibiasakan terus-menerus dan diringi dengan usaha maka akan membuat ringan bila dikerjakan.

2. Doa.
Sertakan Alloh ﷻ dalam setiap keinginan kita dalam doa. 

Allahumma ahyini 'ala sunnati nabiyyika shallallahu 'alaihi wa salama wa tawaffanii 'ala millatihi wa a'idzni min mudlillatil fitan.

"Ya Alloh ﷻ, hidupkan aku dengan senantiasa mengikuti sunah nabi-Mu, Muhammad ﷺ, matikan aku di atas agamanya, dan lindungi aku dari fitnah-fitnah yang menyesatkan."

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Tidak ada peneladanan kepada Rasulullah ﷺ dalam mencapai kesempurnaan dan dengan dan kelengkapan kecuali dengan memperbanyak dzikir. 

 Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah ﷺ suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Alloh ﷻ dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut asma Alloh ﷻ. (QS. Al Ahzab: 21)

Wallahu a'lam

TINGKAT KEDERMAWANAN DAN KEMURAHAN HATI

 


OLeH  : Ummi Yulianti, S.Pd.

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🔷TINGKAT KEDERMAWANAN DAN KEMURAHAN HATI

Kedermawanan adalah akhlak seorang muslim, sedangkan kemurahan hati adalah karakternya. Seorang muslim tidak akan bakhil dan kikir. Sebab, bakhil dan kikir merupakan akhlak yang tercela yang bersumber dari kebusukan jiwa dan kegelapan hati. Seorang muslim dengan keimanan dan amal sholihnya, maka jiwanya akan menjadi dan hatinya akan bersinar. Dengan demikian, sejalan dengan kesucian jiwa dan kebersinaran hatinya, terhindarkanlah dirinya dari sifat kikir dan bakhil.

Meskipun kikir merupakan penyakit hati yang bersifat umum, namun manusia tidak mau menerimanya. Seorang muslim dengan keimanan dan amal sholihnya, seperti zakat dan sholat, semoga oleh Alloh ﷻ dari keburukan penyakit ini agar ia bisa mendapatkan keberuntungan ukhrawi. Allah ﷻBerfirman:

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا . إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا . وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا . إِلَّا الْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ .  

وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir." "apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah," 21. "dan apabila ia mendapat kebaikan ia Amat kikir," 22. "kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat," 23. "yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya," 24. "dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu," 25. "bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)." (QS. Al-ma’arij 19-25)

 خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

"Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Alloh ﷻ Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS. At taubah: 103)

وَالَّذِيْنَ تَبَوَّءُو الدَّارَ وَالْاِيْمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّوْنَ مَنْ هَاجَرَ اِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُوْنَ فِيْ صُدُوْرِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ اُوْتُوْا وَيُؤْثِرُوْنَ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۗوَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَۚ

"Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al hasyr: 9)

Mengingat bahwa akhlak-akhlak yang mulia itu dapat diraih melalui latihan dan pendidikan, maka seorang muslim akan berupaya menumbukan akhlak mulia yang ingin ia sandang dengan cara mengisi akal dan pikiranya dengan apa yang dikemukakan oleh syariat yang bijak berupa dorongan untuk berakhlak seperti itu serta peringatan (larangan) dari berperilaku sebaliknya. Untuk menumbuhkan akhlak kedermawanan didalam dirinya, maka hatinya haruslah merenungkan baik-baik semisal firman Alloh ﷻ:

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang shaleh.” (QS. Al munafiqun: 10)

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى * وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى  *وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى  *وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى * فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى  *وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّى

"Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Alloh ﷻ) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan)yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa." (QS. Al-lail:  5-11) 

وَمَا لَكُمْ اَلَّا تُنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلِلّٰهِ مِيْرَاثُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا يَسْتَوِيْ مِنْكُمْ مَّنْ اَنْفَقَ مِنْ قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَۗ اُولٰۤىِٕكَ اَعْظَمُ دَرَجَةً مِّنَ الَّذِيْنَ اَنْفَقُوْا مِنْۢ بَعْدُ وَقَاتَلُوْاۗ وَكُلًّا وَّعَدَ اللّٰهُ الْحُسْنٰىۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ࣖ

"Dan mengapa kamu tidak menginfakkan hartamu di jalan Alloh ﷻ, padahal milik Alloh ﷻ semua pusaka langit dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya di jalan Alloh ﷻ) di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Alloh ﷻ menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Alloh ﷻ Mahateliti apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hadid: 10)

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْ ۗوَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ اللّٰهِ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ

"Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Alloh ﷻ-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apapun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari ridha Alloh ﷻ. Dan apapun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)." (QS. Al baqoroh: 272)

Rasulullah ﷺ bersabda,

إن الله تعالى جواد يحب الجود ويحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها

“Sesungguhnya Alloh ﷻ itu maha pemurah. dia mencintai Akhlak mulia dan membenci akhlaq yang buruk."(Mutafaqun Alaih)

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ النَِّبيُ صلى الله عليه وسلم : لاَحَسَدَ إِلاَ فِي اثْنَتَيْنِ : رَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ مَا لاً فَسُِّلطَ عَلىَ هَلَكِتهِ فيِ الَحقّ ِ, وَ رَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ الْحِكْمةَ فَهُوَ يَقْضِى ِبهَا وَيُعَلِمُهَا (رواه البجاري)

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Nabi Muhamad pernah bersabda : ”Janganlah ingin seperti orang lain, kecuali seperti dua orang ini. Pertama orang yang diberi Alloh ﷻ kekayaan berlimpah dan ia membelanjakannya secara benar, kedua orang yang diberi Alloh ﷻ al-Hikmah dan ia berprilaku sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain." (HR. Bukhari)

عن ابن مسعود -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: «أيُّكم مالُ وارثِه أحَبُّ إليه من مالَه؟» قالوا: يا رسول الله، ما منَّا أحد إلا مَالُه أحَبُّ إليه. قال: «فإن مالَه ما قدَّم، ومالُ وارثِه ما أخَّر»

Dari Ibnu Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bertanya, "Siapakah di antara kalian yang lebih mencintai harta untuk ahli warisnya daripada hartanya sendiri?" Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah ﷺ, tidak ada seorang pun dari kami melainkan dia lebih mencintai hartanya sendiri." Beliau bersabda, "Sesungguhnya hartanya ialah yang telah dia gunakan dan harta ahli warisnya ialah yang dia tinggalkan." (HR. Bukhari)

فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

"Jagalah diri kalian dari neraka meskipun hanya dengan sedekah setengah biji kurma. Barangsiapa yang tidak mendapatkannya, maka ucapkanlah perkataan yang baik." (HR. Bukhari no. 1413, 3595 dan Muslim no. 1016).

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua Malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Alloh ﷻ berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Alloh ﷻ, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Nabi juga bersabda,

وَعَنْ جَابِرٍ رضى الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((اتَّقُوْا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَاتَّقُوْا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفَكُوا دِمَاءَهُمْ وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ)) رواه مسلم

Diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda: “Jauhilah (takutlah) oleh kalian perbuatan zalim, karena kezaliman itu merupakan kegelapan pada hari kiamat. Dan jauhilah oleh kalian sifat kikir, karena kikir telah mencelakakan umat sebelum kalian, yang mendorong mereka untuk menumpahkan darah dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan bagi mereka.” (HR. Muslim).

Nabi ﷺ  bersabda “Semuanya masih kecuali pundaknya“ hal ini dikatakan oleh Nabi setelah beliau menanyakan kepada aisyah tentang apa yang tersisa dari kambing yang disembelih, dan aisyah menjawab “tidak ada yang tersisa kecuali pundaknya” maksudnya aisyah telah mendermakan seluruhnya sehingga tidak ada lagi dagingya yang tersisa, kecuali pundaknya.

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ وَلاَ يَقْبَلُ اللهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ وَإِنَّ اللهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِيْنِهِ ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهَا كَمَا يُرَبِّيْ أَحَدُكُمْ فُلُوَّهُ حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ

"Barangsiapa yang bersedekah dengan sebutir kurma hasil dari usahanya sendiri yang baik, sedangkan Alloh ﷻ tidak menerima kecuali yang baik saja, maka sungguh Alloh ﷻ akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya lalu mengembangkannya untuk pemiliknya sebagaimana seseorang merawat anak kudanya hingga ia menjadi seperti gunung yang besar." (HR. Bukhari no. 1410 dan Muslim no. 1014)

◾Diantara bentu-bentuk kedermawanan itu adalah sebagai berikut :

1. Seorang memberi tanpa mau menyebut-nyebut pemberianya dan tidak mau menyakiti perasaan orang yang menerima.

2. Orang yang memberi merasa senang denga peminta yang meminta sesuatu kepadanya dan juga merasa gembira karena ia bisa memberi.

3. Tidak berlebhan dalam mendermakan sesuatu dan tidak pula terlalu bakhil.

4. Orang yang berharta banyak tentunya memberi yang banyak, dan orang yang hanya punya sedikit harta tentunya memberi secukupnya dengan penuh keridhaan hati, muka ceria, dan perkataan yang enak.

◾Di antaranya contoh kedermawanan yang tinggi adalah berikut:

1. Diriwayatkan bahwa Aisyah r.a pernah mendapatkan kiriman harta dari Muawiyah r.a sebanyak 180.000 dirham. Aisyah kemudian minta dibawakan pinggan untuk membagi-baginya ke masyarakat. Sore harinya Aisyah berkata kepada budak perempuannya, “Tolong hidangkan makanan untuk berbuka.” Budak perempuannya kemudian datang sambil membawa roti dan mentega. Aisyah berkata kepadanya: ‘Apa kamu tidak bisa membeli sepotong daging untuk kita berbuka dari sebagian harta yang engkau bagi-bagikan tadi?” Ia menjawab: Kalau saja tadi kamu mengingatkan, tentu aku akan melakukannya.”

2. Diriwayatkan bahwa Abudllah bin Amir membeli rumah milik Khalid bin Uqbah bin Abi Mu’ith yang terletak di pasar mekah dengan harga tujuh puluh ribu dirham. Tatkala malam tiba, Abdullah bin Amir mendengar tangis keluarganya Khalid. Ia kemudian tahu masalahnya lalu ada informasi dari seorang yang mengatakan keadanya, “Mereka itu menangis karena (rumahnya dijual dan ditukar dengan) dirham.” Abdullah kemudian berkata kepada pembantunya, “Temuilah mereka dan samaikan bahwa rumah dan dinar ini seluruhnya untuk mereka."

3. Dikisahkan bahwa imam Syafi’I r.a ketika sakit yang akhirnya menyebabkan beliau meninggal, beliau berwasiat, maka orang-orang memanggil orang-orang yang diberi wasiat oleh beliau untuk memandikannya. Ketika orang itu tiba,ia berkata, “Tolong berikan surat wasiat kepadaku.” Mereka pun memberikannya. Ternyata imam Syafi’I punya hutang sebanyak tujuh puluh ribu dirham. Orang itu kemudian mencatat hutang-hutang itu untuk selanjutnya melunasinya keada yang berpiutang, dan ia berkata: ”inilah maksud pemandianku keada beliau.” Kemudian orang itu pergi."

4. Diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ mempersiapkan perlengkapan perang melawan Romawi, sedangkan kaum muslimin ketika itu dalam keadaan sangat sempit dan sulit, sampai-sampai tentaranya ketika itu dinamakan.

Jaisyul-‘usrah (tentara kesulitan), maka Utsman bin Affan r.a tamil untuk bersedekah sebanyak sepuluh ribu dinar, tiga ratus ekor unta berikut pelana dan perlengkannya serta lima puluh kuda. Dengan demikian, Utsman berhasil mempersiapkan separuh dari seluruh keperluan tentara.

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Atin ~ Pekalongan
Assalamualaikum Ummi Yuli.

Dalam sebuah acara dipaparkan keistimewaan sedekah dan berbagai fakta yang menarik. Setelah itu sebagian besar peserta tergerak untuk berinfak yang fantastis. 
Mengeluarkan semua uang di dompet, ada juga yang menyerahkan perhiasan, jam tangan dan lain-lain. 

Setelah selesai dan dalam perjalanan pulang banyak yang baru menyadari, kenapa kok tadi begitu mudahnya mengeluarkan tanpa pikir panjang. Padahal kebutuhan penting menanti untuk ditunaikan, uang sudah tidak ada. 

Menurut Ummi, adakah unsur hipnotis disini. Atau Alloh ﷻ yang menggerakkan hati mereka?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Sebaiknya kita berhusnodzon, Alloh ﷻ yang menggerakkan hati. 
Dengan pemaparan contoh-contoh dari ustadz nya. Sehingga termotivasi untuk berinfak. Terlebih kiri kanan berinfak dengan bersegera dan apa yang ada. Sehingga memotivasi untuk berinfak maksimal. 

Wallohu a'lam

0️⃣2️⃣ iNdika ~ Semarang
Apakah dibolehkan sedekah dengan uang pinjaman?

🌸Jawab:
Sebaiknya dengan uang sendiri. Tapi kalau misalnya kita berada pada kondisi lupa bawa uang, tapi ingin berinfak, tidak mengapa pinjam dulu sebentar, (nyelang dulu, kalau kata orang Sunda). Pulang ngaji langsung ganti atau besoknya langsung ganti.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Bestiar ~ Pekanbaru
Umm, bolehkan sedekah dipaksa? Afwan.

🌸Jawab:
Tentu harus dengan kerelaan hati, tidak boleh memaksa orang lain untuk bersedekah. 

Tapi... 
Kalau kita memaksakan diri sendiri, untuk rutin bersedekah. Tidak mengapa. 
Berawal dari memaksakan diri sehingga menjadi habit atau kebiasaan. Tentu diperbolehkan.

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Aisya ~ Cikampek 
Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Ummu kenapa ketika rezeki saya di nikmati oleh orang lain atau ibu dan anak saya, saya ikhlas lillahi ta'ala, tapi kalau rezeki saya di pakai walaupun katanya minjam sama suami saya, saya malah nyesek dan seperti tidak bisa ikhlas umm? Kenapa yaa?

Apakah tingkatan kedermawanan dan murah hati saya kurang atau bagaimana pendapat umm?

Mohon pencerahannya umm.

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Coba kita simak hadits berikut: 
Diriwayatkan dari Zainab ats-Tsaqafiyah, istri Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Wahai kaum wanita bersedekahlah kamu sekalian walaupun dari perhiasanmu.”

Zainab berkata, “Saya pulang menemui Abdullah bin Mas’ud (suamiku), dan menyatakan, “Sesungguhnya engkau laki-laki yang sedikit penghasilannya sedangkan Rasulullah ﷺ memerintahkan kami bersedekah maka datangilah dan bertanyalah kepada beliau. Kalau boleh, saya bersedekah kepadamu dan kalau tidak boleh saya berikan kepada orang lain.’’

Abdullah berkata, ‘’Kamu sendirilah yang datang kepada beliau.’’ Maka saya pun berangkat ke tempat Rasulullah ﷺ dan di sana ada seorang wanita Anshar yang berada di pintu beliau untuk menyampaikan permasalahan yang sama.

Keluarlah Bilal untuk menemui kami. Kamipun berkata kepada Bilal, "Temuilah Rasulullah ﷺ dan kabarkanlah beliau kalau ada dua orang wanita yang berada di depan pintu beliau yang akan bertanya apakah boleh sedekah diberikan kepada suami dan anak-anak yatim yang diasuh keduanya? Dan jangan kamu jelaskan siapa kami ini.’’

Bilal kemudian masuk dan menanyakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ, beliau bertanya, ‘’Siapakah dua wanita itu? Bilal menjawab,’’ Seorang wanita Anshar dan Zainab.’ Tanya beliau pula,’’Zainab yang mana?’’  Ia menjawab,’’Istri Abdullah.’’

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, ‘’Bagi kedua wanita itu mendapatkan dua pahala, yaitu pahala (menyambung) kerabat dan pahala sedekah.” (Muttafaqun ‘alaih).

MaasyaaAllah...
Bersedekah kepada suami merupakan bagian penting yang harus diperhatikan oleh seorang istri. Sedekah yang dikeluarkan oleh istri kepada suaminya tidak hanya akan menumbuhkan jalinan yang harmonis dengan Alloh ﷻ juga menjadi sebab terjalinnya hubungan yang mesra dengan suami dan anggota keluarganya.

Semoga hadist di atas memotivasi mba aisya dan kita semua untuk ikhlas bersedekah pada suami.

Wallahu a'lam

0️⃣5️⃣ Dewi ~ Bekasi
Ikhlas kepada mereka yang ambil manfaat dari kita terus menerus (abusive) itu apakah kategori ikhlas yang tepat?

🌸Jawab:
Kepada orang yang punya kecenderungan seperti ini, bisa kita menahan dulu dan mengalihkan kepada yang lain yang lebih membutuhkan.

Wallahu a'lam

0️⃣6️⃣ Lina ~ Makasar
Jazaakillah khoir ustadzah. 

Apakah termaksud bakhil jika memberi baju-baju yang masih layak pake kepada peminta-minta, sementara kita punya baju yang lebih baru atau bagus? Bagaimana kriteria bakhil yang dimaksudkan? Syukron

🌸Jawab:
Kita boleh bersedekah dengan apa yang kita punya. Kalau memang pakaiannya  memang layak pakai, tidak mengapa kita memberi pakaian tersebut. 

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Memberikan sedekah dan berbuat amal adalah satu di antara keutaman beribadah kepada Alloh ﷻ. Dengan menjalankannya kita bisa mendapatkan rindho dan rahmat dari-Nya.
 
Semoga Alloh ﷻ memberikan hidayah kepada kita untuk berbagi dikala sempit dan lapang. 

Aamiin yaa mujiibassaa'iliin

Wallahu a'lam

MENGHIASI DIRI DENGAN AKHLAK TERPUJI TANPA DI PUJI

 


OLeH  : Ibu Hj. Irnawati Syamsuir Koto

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

 🌸MENGHIASI DIRI DENGAN AKHLAK TERPUJI TANPA DI PUJI

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh sholehah.

Sahabat-sahabatku...

Membangun akhlak mulia dalam setiap diri muslim adalah salah satu keindahan dalam mendalami agama Islam. Dengan begitu, kita akan terjaga dari berbagai kerusakan yang disebabkan oleh akhlak yang buruk.

Selain tuntunan agama, menjadi pribadi yang memiliki akhlak mulia merupakan teladan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ, “Sesungguhnya aku hanyalah diutus untuk menyempurnakan akhlak yang luhur.” (HR. Ahmad dan Bukhari)

Memiliki perilaku terpuji merupakan kepribadian seorang muslim. Rasulullah ﷺ senantiasa menasihatkan kita untuk menghiasi diri dengan akhlak mulia dalam pergaulan dengan siapa pun.

Dalam buku "Jiwa dalam Bimbingan Rasulullah ﷺ" karya Dr. Saad Riyadh disebutkan Rasulullah ﷺ bersabda, "Alloh ﷻ menyayangi orang yang bersikap lapang dada (toleran), baik ketika menjual, membeli, atau ketika menagih sesuatu (kepada orang lain)." (HR. Bukhari).

Anas bin Malik r.a berkata, "Rasulullah ﷺ merupakan manusia yang paling baik akhlaknya." (HR. Muslim)

Dalam hadist lain, Rasulullah ﷺ bersabda, "Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada; susul lah kejahatan dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapusnya; serta bergaul lah dengan orang lain dengan akhlak yang baik." (HR. Tirmidzi).

Rasulullah ﷺ, juga bersabda, "Sebaik-baiknya kalian dalam hal keislaman adalah yang paling baik akhlaknya dengan syarat juga memiliki pemahaman yang baik (tentang ajaran-ajaran agama)." (HR. Ahmad).

Walaupun nampak sederhana, sebenarnya menjaga akhlak mulia cukup menantang. Dibutuhkan kesabaran yang luar biasa agar mampu menahan diri dari keburukan.

Karenanya, Alloh ﷻ menjanjikan balasan terbaik bagi kaum muslim yang mampu menjaga diri dari perbuatan tercela. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, ‘Takwa kepada Alloh ﷻ dan berakhlak yang baik.’ Beliau ditanya pula mengenai perkara yang banyak memasukkan orang dalam neraka, jawab beliau, ‘Perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan.’ (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dalam hadits lain, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi)

Al-Quran menetapkan bahwa akhlak itu tidak terlepas dari akidah dan syariah, ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. 

Hal ini dapat dilihat dari surat al-Baqarah ayat 177, yang berarti: "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Alloh ﷻ, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, Nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa."

Ayat al-Quran tersebut menjelaskan bahwa iman kepada Alloh ﷻ adalah merupakan dasar dari kebajikan. Kenyataan ini tidak akan pernah terbukti, kecuali jika iman tersebut telah meresap di dalam jiwa dan ke seluruh pembuluh nadi yang disertai dengan sikap khusyuʾ, tenang, taat, patuh, dan hatinya tidak akan meledak-ledak lantaran mendapatkan kenikmatan, dan tidak putus asa ketika ditimpa musibah. Orang-orang yang benar-benar beriman kepada Alloh ﷻ hanya mau tunduk dan taat kepada Alloh ﷻ dan syariat-syariat-Nya.

Islam mengatur tolok ukur berakhlak adalah berdasarkan ketentuan Alloh ﷻ dan Rasul-Nya. 

Oleh karena itu, apa yang dipandang baik oleh Alloh ﷻ dan Rasul-Nya, pasti baik dalam esensinya. Begitu pula sebaliknya, tidak mungkin Dia menilai kepalsuan sebagai kelakuan baik, karena kepalsuan esensinya pasti buruk.

Contoh akhlak mulia di dalam hadits riwayat Muslim yang diterima dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: “Hak seorang Muslim atas seorang Muslim ada enam perkara: apabila engkau bertemu dia hendaklah engkau beri salam kepadanya, apabila ia mengundangmu, hendaklah engkau memenuhinya, apabila ia meminta nasihat, hendaklah engkau menasihatinya, apabila ia bersin kemudian ia berkata “Alhamdulillah” hendaklah engkau doakan dia, jika ia sakit hendaklah engkau mengunjunginya, dan apabila ia meninggal dunia hendaklah engkau mengikuti janazahnya.”

Akhlak mempunyai makna yang luas, yang dapat mencakup sifat lahiriyah maupun batiniah. Semua itu jika dilakukan atas dasar takwa maka kita akan terhindar dari yang namanya riya', baik karena ada orang lain.

Wallahu a'lam

Demikian dari saya,  semoga bermanfaat.

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Sasi ~ Depok
Bismillah...

Bu, jika seseorang berjanji, mungkin bisa dikatakan berkali-kali tapi belum atau mungkin tidak ditepati. Bagaimana akhlak yang benar dari kita ya, bu? 

Apakah kita menagih janjinya, menegur atau semacamnya, atau bagaimana ya, bu? 

Kalau dari yang berjanji, ya wallahu a'lam ya, bu... Hehe...

Terima kasih.

🌸Jawab:
Ingatkan saja tentang janjinya dan perlu diketahui janji adalah hutang yang harus dibayarkan.  

Pahamkan juga bahwa seorang muslim itu yang dipegang adalah ucapan. 

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Mala hasan ~ Lampung
Bunda, apakah akhlak seseorang itu dapat menutupi kesalahannya yang kadang tampak berbeda di depan banyak orang dan dibelakang.

Hmm, bagaimana ya. Yang pasti kadang yang dia tunjukan tidak sama dengan yang terlihat.

Maaf agak bingung kata-katanya.

Jazaakillahu khoiran bun

🌸Jawab:
Akhlak adalah pakaian seorang muslim, jika bertakwa, maka akhlaknya karena Alloh ﷻ, bukan karena ingin kelihatan baik didepan orang lain.  

Tapi jika akhlaknya beda, maka itulah orang yang munafik, beda apa yang nampak dengan apa yang sebenarnya.  

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Bestiar ~ Pekanbaru  
Ustadzah, ada orang kalau sholat terlihat khusuk dan lama, rajin juga puasa sunah serta rajin juga sholat-sholat sunat, tapi orang ini kalau bicara pada orang lain selalu kasar dan merasa selalu benar. Kenapa tidak seimbang antara ibadah dan akhlaknya? 
Afwan

🌸Jawab:
Wallahu a'lam 

Sholat itu membuat orang menjadi baik,  membuat hati menjadi lembut,  jika terjadi ketidak seimbangan, kita tidak tahu, Alloh ﷻ menentukan hal tersebut. Ambil hikmahnya saja,  jika kita melihat hal itu bukan menjadi sebuah kebaikan, maka mohon perlindungan kepada Alloh ﷻ dari hal seperti itu.

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Aisya ~ Cikampek 
Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh. 

1. Dzah, boleh dijelaskan maksud dari Rasulullah ﷺ di utus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang luhur? 
Bukannya Rasul-rasul sebelumnya sudah menyampaikan tentang akhlak?

2. Dan Kenapa orang yang berakhlak lebih mulia dari pada orang yang berilmu tapi kurang akhlak dzah?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

1. Jika Rasulullah ﷺ telah berkata seperti itu, berarti maka bisa kita paham kan bahwa kesempurnaan Akhlak itu ada di dalam diri Rasulullah ﷺ, sama seperti Islam, Islam disempurnakan dengan diutusnya Rasulullah ﷺ. 

2. Manusia itu dipandang karena akhlaknya,  seorang yang berilmu tinggi akan mulia jika akhlaknya baik, dan sebaliknya dia tidak dipandang jika akhlaknya tidak baik. Dan orang yang berakhlak tinggi akan disukai oleh orang lain, dibanding orang yang berilmu tinggi.  

Wallahu a'lam

0️⃣5️⃣ Aisya ~ Cikampek 
1. Manusia yang bagaimana yang disebut sebagai orang yang berakidah dzah?

2. Kalau akhlak itu berkaitan dengan akidah dan syariah. Lalu apakah orang yang belum mantap berakidah bisa disebut sebagai orang yang kurang berakhlak?

3. Apa pengertian akhlak lahiriyah dan batiniyah beserta contohnya dzah?(necessary).

🌸Jawab:
1. Orang yang berakidah adalah orang beriman dan bertakwa, akidah yang lurus akan mengesakan Alloh ﷻ dan tidak menyekutukan Alloh ﷻ dengan yang lain,  percaya qada dan qadar Alloh ﷻ hingga ikhlas dan ridho terhadap apapun yang Alloh ﷻ datangkan terhadapnya. 

2. Akhlak itu ada akhlak kepada Alloh ﷻ,  akhlak kepada manusia, akhlak kepada Alam. Nah jika akidah nya belum mantap,  maka akhlaknya kepada Alloh ﷻ belum baik.  

3. Akhlak lahiriah adalah akhlak apa yang nampak dimata manusia dan akhlak bathiniah adalah akhlak yang hanya dia dan Alloh ﷻ yang tahu.  Seperti bagaimana dia menjadikan hatinya baik. 

Wallahu a'lam.

0️⃣6️⃣ Aisya ~ Cikampek 
1. Toleran yang bagaimana yang disayangi Alloh ﷻ.
Karena kebanyakan sekarang banyak orang menyalahi arti kata tersebut?

2. Bagaimana cara untuk menjadi orang yang bisa lapang dada, menyusul kejahatan yang dia terima dengan kebaikan?

3. Sebagian seorang muslim, adakah cara untuk menjadikan kita orang yang mudah memahami agama?

🌸Jawab:
1. Toleran yang disukai oleh Alloh ﷻ salah satunya adalah memberi kelapangan kepada sesama manusia. Tidak menciptakan kesempitan.  

2. Perlu latihan kesabaran dan tetap  berserah diri kepada Allah Azza wajalla.  

3. Tidak ada cara mudah,  semua itu butuh usaha yang keras serta do'a, semua butuh dibentuk dan ditanam di dalam diri. 

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Dalam menjalani roda kehidupan yang semakin berkembang pesat, baik secara perilaku maupun gaya hidup, menjadi penting bagi setiap Insan untuk memahami berbagai perubahan tingkah laku manusia. 

Tidak hanya mengetahui dan memahami, manusia juga dituntut untuk tahu bagaimana pentingnya memiliki akhlak atau karakter yang baik.

Selalulah upgrade diri dengan akhlak yang baik.

 Wallahu a'lam

Mohon maaf lahir dan batin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

DURI KEHIDUPAN

 


OLeH  : Ustadz Mukhtar Azizi, S.Pd.I

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

💎DURI KEHIDUPAN

Kehidupan manusia senantiasa berliku. Ibarat sebuah kapal yang tengah berlayar, tentu akan menghadapi gelombang ombak yang pasang dan surut.

Namun, tidak selamanya kapan itu berlayar. Suatu saat, dia akan berlabuh ke daratan. Hujan pun tidak selamanya turun, ada saatnya berhenti.

Begitu juga cerita hidup manusia. Banyak ujian, cobaan bahkan musibah. Dalam meraih kebahagiaan, manusia memang harus bersusah-susah dan berpahit-pahit dahulu, serta senantiasa mau berjuang.

Kegagalan adalah suatu dimana keadaan atau kondisi tidak memenuhi tujuan yang diinginkan atau dimaksudkan, dan dapat dipandang sebagai kesuksesan. Kegagalan disebut juga hasil akhir dari suatu pencapaian yang bersifat tidak sesuai dengan keinginan.

Setiap manusia selalu punya impian dan tidak jarang mereka yang bermimpi atau bercita-cita mengalami kegagalan. Bagi sebagian mereka ada yang memandang kegagalan sebagai sesuatu yang wajar terjadi dalam bercita-cita, dan sebagian lainnya memandang kegagalan sebagai akhir dari segalanya.

Mereka yang berpikiran seperti itu cenderung berputus asa dan dan berlarut dalam kesedihan. Bahkan lebih parahnya efek dari kegagalan bisa membuat mereka yang mengalami kegagalan itu stres dan melakukan hal-hal negatif karena pandangan tentang kegagalan yang salah.

Padahal Islam sudah memberikan solusi bagi setiap permasalahan hidup manusia. “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Alloh ﷻ.” Bukankah kita memang dianjurkan untuk menghabiskan jatah gagal sebelum kita berhasil, kegagalan adalah sesuatu yang harus dijadikan sebagai ajang intropeksi diri, dan melakukan perubahan menuju lebih baik. Apakah ikhtiar atau usaha kita sudah maksimal, apakah kita mengimbangi ikhtiar dengan doa atau tidak

Dalam Islam ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam menggapai impian kita.

Islam mengajarkan kita untuk berikhtiar atau berusaha dengan sungguh-sungguh dengan tidak mendzalimi diri kita dengan rasa malas, belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan sungguh-sungguh karna dengan kesungguhan akan tercapai suatu keberhasilan. Jika kita berikhtiar dengan sekadarnya maka hasil yang kita dapatkan tentu dengan sekadarnya. Bukankah manusia terbaik adalah yang terus berusaha dengan sungguh-sungguh.

Selanjutnya setelah berikhtiar atau berusaha kita sebagai muslim harusnya mengimbangi usaha-usaha kita dengan berdoa kepada Alloh ﷻ, dengan begitu kita bisa lebih diberikan ketenangan, dan itu dengan berdoa menunjukkan kita sebagai hamba yang tanpa pertolongan Alloh ﷻ bukanlah siapa-siapa. Maka harusnya kita selalu berdoa memohon pertolongan Alloh ﷻ.

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Kiki ~ Dumai
Ustadz, bagaimanakah agar kita tidak mudah menyerah atau pesimis di saat mengalami kegagalan ya ustadz? 

Nah, terkadang untuk segera bangkit itu berat ustadz.

🌸 Jawab:
Cara agar tidak mudah menyerah, selalu berpikir masa depan yang cerah dan senantiasa mendekat kepada ilahi. Hidup menjadi bahagia.

🔹Musti dipaksakan bangkit demi kebaikan ke depan berarti ya ustadz,
InsyaAllah, jazakallah khairan ustadz aziz.

🌸 Ya, karena selalu ada jalan yang terbaik untuk hamba-Nya.

جزاك الله خيرا ..ايضا

0️⃣2️⃣ Atin ~ Pekalongan
Assalamualaikum Ustadz.

Jika kegagalan datang, apa yang harus dilakukan pertama kali? 
Yang sering terjadi menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan. Begitulah Ustadz? 

Bagaimana agar sabar selalu kita miliki saat ujian datang? Sebab inginnya marah Tadz.

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Yang pertama kali dengan cara merenung, agar bersabar, dengan menyiapkan diri bekal merubah hidup dengan semangat beribadah dan beramal shalih.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Mujiasih ~ Balikpapan
Assalamu'alaikum,

Ada tetangga sekitar 2 bulan yang lalu tiba-tiba bercerai dengan suaminya.
Setelah putusan cerai dari pengadilan sah, mantan suaminya ini, keluar rumah tanpa bawa apa-apa dan tidak ingin dihubungi sama sekali, hanya mau bicara dengan anaknya yang masih SMP.
Mantan istrinya sangat syok, sakit hati, dan bahkan ada rasa dendam dalam hatinya

Karena saya selalu dijadikan teman curhat, saran apa yang sebaiknya saya berikan ke mantan istrinya ini?

Tetangga ini, tipe yang selalu merasa benar, selalu bisa lakukan apapun, seperti tanpa mau mendengar saran dari orang lain.
Tapi selalu curhat sampai nangis-nangis. 

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Dengan senantiasa berbenah diri dan ikhlas dalam menjalani kehidupan. Pasti akan bertemu dengan yang lebih baik dari sebelumnya. 

🔹Untuk yang berbenah diri, saya skip ya ustadz. Karena tipe tetangga saya ini, tidak pernah mau menerima kekurangan diri sendiri, jadi selalu merasa benar.

Jazaakallah khair ustadz, akan saya coba ingatkan untuk ikhlas.

🌸Sangat boleh, sebab bila dengan hati yang tulus, akan dapat mudah menerima, akan ada perubahan yang lebih baik dari sebelumnya.

🔹Semoga Alloh ﷻ beri hidayah ya ustadz, agar tidak terus merasa benar sendiri, agar terbuka hatinya agar mau introspeksi diri. Aamiin.

Konteks nya si teman ini harus kasih masukan, si mba nya harus introspeksi diri begitu tadz?

Tapi kata bundanya temannya ini selalu merasa benar sendiri?
Akan sangat sulit, masuk ke mindset nya, untuk cepat intropeksi diri.

Harus dari hati ke hati lalu nusuk ke sanubari ya tadz.
Dan berdo'a semoga Alloh ﷻ membuka pintu hatinya dan di lembutkan.

🌸Ya dengan hati yang tulus akan dapat menerima. Maka mendo'akan yang terbaik akan datang jalan yang terbaik untuk hamba-Nya.

🔹Yasarallahu alaikum.
Aamiin ya rabbal alamiin, keep hamasah lillah billah fillah bunda.

Iya mbak...luar biasa tetangga saya ini, curhatnya pun diulang-ulang yang ujung-ujungnya dia yang menggebu-gebu bahas akan menikah lagi, yang dari segi materi harus di atas mantan suaminya, dan harus kenal dengan suaminya.

Bismillah...semoga bisa mengetuk hatinya agar bisa lebih legowo.

🌸Ya dengan mengaji dan aktif dalam beribadah. Tentu akan mendapat kan yang lebih baik dari sebelumnya, yang mengantarkan ke dalam Jannah-Nya.

🔹Tetangga saya ini salah satu pemimpin pengajian dikomplek sini ustadz, saat saya ajak atau sarankan tilawah dan dzikir agar hati tenang. Dia malah bilang tidak perlu dikasih tahu soal itu, karena setiap malam selalu tahajud, mengaji dan berdzikir berjam-jam. Tapi tiba-tiba menangis bertanya, dia harus apa biar hatinya tenang.

Pokoknya pengeyelan ustadz.
Apakah saya salah, jika saya menghindar ketika dia mau curhat?

🌸Bila demikian di ingatkan dengan istrinya Fir'aun ketegarannya dalam kehidupan. Agar ada ibrah dan hikmah yang dapat di petik.

Wallahu a'lam

🔹Siap ustadz, jazaakallah khair sarannya.
Semoga terbuka mata hatinya. Aamiin Yaa Allah.

0️⃣4️⃣ Aisya ~ Cikampek 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sekarang saya selalu butuh ruang sendiri. Tidak ingin manusia pada tahu kelemahan saya.(cengeng dan baperan). Biar Alloh ﷻ saja yang tahu, tapi di sisi lain, mereka yang menilai ku dengan casing, ngejudge saya bla bla bla... dalam konteks buruk. Nah dalam konteks Islam, apakah wajar tadz?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Yang dapat menilai baik atau tidak nya hanya Rabb. Sebab manusia pada umumnya hanya melihat dari luar. Maka tetap bersikap baik, karena di dalam nya ada kebaikan yang saling menghargai.

🔹Kalau begini tadz, apakah saya kelewat keras sampai tidak bisa menangis pada sesama manusia. Ego kah. Kaku kah?

Tapi. Bukan kah lebih nikmat jika kita menangis sendiri sesenggukan sendiri. Tapi hanya Alloh ﷻ dan aku yang tahu?

🌸Ini hal yang wajar, karena air yang turun dari mata di hadapan Rabb akan menjadi jiwa yang mulia.

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Duri akan menjadi madu, bila kehidupan senantiasa di isi dengan ibadah dan beramal shalih.

Wallahu a'lam

KEISTIMEWAAN BULAN RAJAB

 


OLeH: Ustadz H. Syahirul Alim

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🔷KEISTIMEWAAN BULAN RAJAB

Dalam 12 bulan, tentu saja terdapat beberapa bulan yang dihormati dan diistimewakan. Hal ini terkait dengan berbagai adat dan tradisi masyarakat yang berbeda-beda, soal bulan mana saja yang dianggap memiliki keutamaan. Dalam tradisi bangsa Arab, terdapat beberapa bulan yang di istimewaan dan di hormati, sehingga didalamnya terdapat berbagai hal yang dilarang dan sekaligus terdapat hal-hal yang menjadi kebiasaan yang disukai dalam tradisi mereka saat itu. Dalam Al-Quran, disebut empat bulan yang dihormati (asyhurul hurum), diantaranya adalah Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Pada bulan-bulan ini dilakukan penghormatan sekaligus larangan untuk melakukan hal-hal buruk yang merugikan masing-masing pihak. Dalam tradisi jahiliyyah, bulan-bulan yang disebutkan ini “dihormati”, karena sepanjang bulan itu mereka berkumpul, mengorbankan hewan ternak mereka untuk dibagikan dan dimakan bersama, sekaligus larangan untuk berperang dan menyakiti pihak lainnya.

Al-Quran merekam secara jelas, apa yang dilakukan bangsa Arab ketika masuk bulan-bulan “haram”, bulan yang ditetapkan sejak Alloh ﷻ menciptakan langit dan bumi.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Alloh ﷻ adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Alloh ﷻ di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu…” (QS. At-Taubah: 36).

Dalam beberapa bulan yang sangat dihormati tersebut, tentu saja ada kalimat yang perlu digaris bawahi, yaitu “fa laa tadzlimuu fiihinna anfusakum” (janganlah kalian menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu). Menurut Ibnu Katsir, ayat itu mengandung pengertian agar di setiap bulan haram, dilarang untuk bermaksiat kepada Alloh ﷻ, menghalalkan apa yang diharamkan Alloh ﷻ—termasuk berperang—dan dapat menahan diri terhadap segala urusan yang sekiranya akan dibenci dan mendatangkan siksaan. Ibnu Abbas ketika menafsirkan ayat di atas memaknainya sebagai bulan-bulan yang dikhususkan dan diagungkan, sehingga melakukan dosa kecil menjadi berakibat besar di bulan-bulan itu dan melakukan amal kebajikan akan diganjar dengan pahala yang lebih besar dibanding bulan-bulan yang lainnya.

Para ahli tafsir al-Quran, sepakat bahwa yang dimaksud dengan empat bulan yang dihormati itu adalah Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Hal ini didasarkan atas sebuah riwayat yang berasal dari Shidqah bin Yasar dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah ﷺ ketika melaksanakan Haji Wada di Mina, pada pertengahan hari Tasyriq menyatakan:

يا أيها الناس, إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السماوات والأرض, وإن عدة الشهور عند الله اثنا عشر شهرًا, منها أربعة حرم, أوّلهن رجبُ مُضَر بين جمادى وشعبان، وذو القعدة، وذو الحجة، والمحرم

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya zaman itu terus berputar sebagaimana ketetapan hari-hari sejak diciptakannya langit dan bumi oleh Alloh ﷻ. Dan di antara hitungan bulan-bulan menurut Alloh ﷻ, itu ada 12 bulan, diantaranya ada empat bulan yang dihormati dan diagungkan, yaitu Rajab—yang menjadi kebiasaan kabilah Mudlar, kabilah sebelum Quraisy—yang berada diantara bulan Jumadil Akhir dan Sya’ban, lalu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.”

Lalu, ketika bulan-bulan yang dihormati ini jelas berimplikasi pada setiap amal kebajikan yang dilipatgandakan pahalanya, maka kemudian melakukan puasa di bulan tersebut, juga sama merupakan bagian dari penghormatan kepadanya. Lalu, kenapa ada pengkhususan di bulan Rajab? Bahwa berpuasa di awal bulan ini, seakan-akan menjadi “kewajiban” yang terus menerus diviralkan dalam media sosial, padahal bulan-bulan haram tentu saja tidak hanya Rajab. Hal ini tentu saja menjadi wilayah perbedaan pendapat (ikhtilaf) para ulama antara mereka yang beranggapan, bahwa puasa di bulan Rajab memiliki keutamaan dan ada juga yang menganggapnya tidak.

Para ulama yang berpendapat bahwa puasa Rajab ini disunnahkan, tentu saja berpijak pada pendapat dimana perlu berpuasa dalam satu tahun di bulan-bulan tertentu—di luar puasa wajib bulan Ramadhan—yang didukung oleh banyak sekali dalil yang bersumber dari banyak hadist soal berpuasa ini. Secara umum, para ulama sepakat disunnahkan berpuasa pada bulan-bulan yang dihormati tersebut, dan secara khusus ada di antara mereka yang mengistimewakan bulan Rajab sebagai bulan yang disunnahkan berpuasa bagi umat muslim. Hal ini didasarkan atas sebuah riwayat Ahmad dan Abu Daud yang berasal dari Abi Mujibah Al-Bahili, dimana Rasulullah ﷺ menyatakan:

صم من الحُـرُم واترك

“Berpuasalah pada bulan-bulan haram atau tinggalkan.” (hadist ini diulang ucapannya oleh Rasulullah ﷺ sebagaimana dalam redaksi Abu Daud). 

Ada pula hadist yang menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ hampir tidak pernah terlihat berpuasa di bulan-bulan tertentu, kecuali hanya di bulan Sya’ban. Sebagaimana terekam dalam sebuah riwayat yang berasal dari Usamah bin Zaid, ketika dirinya penasaran lalu menanyakan kepada Rasulullah ﷺ: “Saya tidak pernah melihat engkau berpuasa di bulan-bulan tertentu, kecuali di bulan Sya’ban?.” Lalu Rasulullah ﷺ menjawab, “itulah bulan (sya’ban) dimana seringkali melupakan manusia karena berada di antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan itulah disetorkan seluruh amal setiap orang ke hadapan Alloh ﷻ dan saya sangat senang, di saat amal ku dibawa kehadapan-Nya sedangkan saya dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad)

Imam Asy-Syaukani dalam karyanya “Nailul Authar” menjelaskan secara detil hadis yang dimaksud di atas. Menurutnya, makna “dzahir” dari hadist yang berasal dari Usamah adalah yang dimaksud oleh kalimat, “sesungguhnya bulan Sya’ban merupakan bulan yang seringkali dilupakan orang diantara Rajab dan Ramadhan” merupakan makna atas disunnahkannya puasa di bulan Rajab. Keagungan bulan Sya’ban adalah karena Rasulullah ﷺ melakukan puasa didalamnya dan keagungan bulan Rajab adalah ketika orang-orang Arab mentradisikan penyembelihan didalamnya, sehingga keduanya memiliki keagungan dan keistimewaan yang sama yang seringkali dilupakan manusia.

Kalimat “an-Naas” yang dimaksud dalam hadis di atas adalah “para sahabat”, sehingga Alloh ﷻ bermaksud menghapus syariat atau kebiasaan jahiliyyah masa lalu, digantikannya dengan kebiasaan berpuasa yang kemudian juga dijalankan para sahabat Nabi, sehingga sifatnya hanya “MUBAH” atau kebolehan berpuasa baik di bulan-bulan haram secara umum, atau Rajab secara khusus.

Para ulama bersepakat (ijma’) bahwa secara umum, beberapa hadis yang menyebutkan soal keistimewaan berpuasa di bulan Rajab tidaklah dipandang sebagai ibadah khusus yang mengandung ketetapan sunnah Nabi secara mutlak. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam sebuah pendapat yang berasal dari Ibnu as-Subki dari Muhammad bin Manshur as-Sam’ani soal hadits-hadits kekhususan puasa Rajab yang berasal dari riwayat Thabrani, Baihaqi, Abu Na’im, dan Ibnu ‘Asakir, dimana dirinya menyebutkan bahwa umumnya hadis-hadis tersebut membicarakan tentang keutamaan bulan Rajab versi kaum jahiliyyah, sehingga tak ada maksud bahwa berpuasa pada bulan itu disunnahkan, karena para ulama sama sekali tidak serius membahasnya.

Pendapat ini dikuatkan oleh sebuah riwayat hadis yang berasal dari Zaid bin Aslam ketika dirinya menanyakan kepada Nabi soal keutamaan puasa di bulan Rajab. Nabi hanya menjawab, “dimana kamu disaat bulan Sya’ban?”. Hadist ini menurut Ibnu Umar adalah merujuk pada soal makruhnya berpuasa di bulan Rajab, walaupun jika kita mengkhususkan berpuasa pada bulan-bulan haram—tidak dikhususkan untuk Rajab saja—adalah hal yang dibolehkan dan tidak dilarang. Memang, ada hadis riwayat Ibnu Majah yang menyebutkan, bahwa Nabi melarang berpuasa pada bulan rajab, namun hadis itu statusnya dhaif, karena ada perawi bernama Zaid bin Abdul Hamid dan Daud bin Atha’ yang dipandang tidak tsiqat (kurang dipercaya). 

Al-‘Iz bin Abdussalam menuqil dari Ibnu Hajar al-Haytami dalam kitabnya “Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra”, bahwa di antara mazhab yang melarang berpuasa di bulan Rajab adalah Mazhab Hanbali. Hal ini selaras dengan pendapat Ibnu Qudamah dalam kitabnya “Al-Mughni” yang menyebut makruh berpuasa di bulan Rajab jika dikhususkan (puasa ifrad).

Beberapa ulama lain juga sama memakruhkannya, seperti Al-Mawardi dalam kitabnya, “Al-Inshaf” dan juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah bahkan berpendapat “HARAM” mengkhususkan Rajab untuk berpuasa dalam dua hal, karena hadis yang berasal dari riwayat Ahman bin Hanbal atas kemakruhannya dan pemahaman pendapat para ulama yang tidak memakruhkan berpuasa di luar bulan Rajab. Namun demikian, beragam perbedaan pendapat ini tentu saja bukan menjadi hal yang harus dipertentangkan atau diperselisihkan, atau bahkan mencela satu pendapat dengan pendapat lainnya.

Dengan demikian, hampir mayoritas ulama madzhab tidak ada pendapat yang mengkhususkan Rajab sebagai bulan disunnahkannya berpuasa, walaupun hal ini pula tidak ada larangan secara tegas atas keharamannya. Dengan demikian, saya kira, boleh saja berpuasa dalam bulan Rajab, asal bukan bermaksud mengkhususkan bulan itu, tetapi melihat pada keistimewaan bulan-bulan haram sebagaimana yang ditetapkan Alloh ﷻ. Yang tidak diperbolehkan tentu saja melakukan shalat khusus pada bulan Rajab, karena ini jelas mengada-ada dalam hal agama. 

Wallahu a’lam bisshawab.

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Kiki ~ Dumai
Ustadz, apakah ada ibadah-ibadah yang disunnahkan dikerjakan di bulan Rajab ini kah, Ustadz?

🔷Jawab:
Ibadah yang disunnahkan ya berpuasa minimal satu hari di bulan-bulan haram (termasuk Rajab di dalamnya). Dan hampir seluruh amal yang mencegah dari keburukan memiliki nilai lebih, sebab adanya bulan-bulan haram merupakan kesepakatan masyarakat Arab pada waktu itu untuk tidak saling berperang, menyakiti satu sama lain, berbuat buruk dan perbuatan tidak baik lainnya, sebab ke 4 bulan haram ini adalah bulan-bulan yang paling dihormati dan ditetapkan dalam Al-Qurán sebagai Asyhurul Hurum.

Jadi semua amal kebaikan yang dilakukan atas dasar mencari keridhoan Alloh ﷻ merupakan ibadah yang dianjurkan pada bulan Rajab. 

Wallahu a'lam.

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Semoga di waktu yang singkat ini ada sesuatu yang bermanfaat yang bisa kita ambil.

Aamiin.

Wallahu a'lam

DUA MENJADI SATU HATI

 


OLeH: Ustadz Mukhtar Azizi, S.Pd.I

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

💎DUA HATI MENJADI SATU

Bagi setiap muslim yang sedang memilih pasangan hidup hendaknya memiliki kriteria terbaik. Setidaknya ada beberapa kriteria yang diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Tentunya yang paling utama adalah dilihat dari agamanya.

Diriwayatkan dari Imam Ahmad bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

"Maka Hendaklah memilih istri yang beragama (Islam) dan berbudi pekerti (yang baik) agar kedua tanganmu (dirimu) selamat." (HR. Al Bazzar dan Ibnu Hibban).

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ iiN ~ Boyolali
Ustadz, kalau ada yang berpikiran, atau berpendapat, oh si A itu belum bertemu jodohnya karena si A tipe yang susah. Sudah di bantu carikan, belum mau. Kemudian, apakah ucapan atau hal tersebut juga bisa menjadi doa untuk si A?
Mohon pencerahannya ustadz.

🔷Jawab:
Jodoh ketentuan dari Alloh ﷻ. Setiap manusia berikhtiar karena segala sesuatunya akan ada jalan yang terbaik untuk hamba-Nya.

🌸 Na'am ustadz, tapi bagaimana caranya memberi pengertian bagi keluarga yang malu, jika sudah umur belum bertemu jodoh, mereka bisa berpendapat "doanya kurang, ikhtiar kurang". Bagaimana ustadz?

🔷Sederhana, jodoh tidak di ukur dengan umur. Melainkan sejauh mana hamba-Nya dekat dengan Rabb-Nya.

🌸Kalau orang tuanya khawatir ustadz?

🔷Khawatir boleh saja, akan tetapi yang menjalani adalah yang akan berumah tangga.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Sasi ~ Depok
Bismillah

Ustadz, ada tidak sih pertanda dari Alloh ﷻ bahwa seseorang misalnya adalah jodoh kita? Kalaupun ada, apa saja ya ustadz? 

Jazakallah khoir.

🔷Jawab:
Tandanya ada pada cerminan diri sendiri. Ada dalam keyakinan dan beramal.

🌸 Seperti apa maksud dari cerminan diri, ustadz? 

Terus keyakinan dan beramal nih bagaimana, ustadz? Afwan, masih bingung.

🔷Cerminan diri ada pada diri sendiri. Ingin seperti apa. Karena jodoh akan kembali pada diri sendiri.

Beramal ada pada hal-hal yang senantiasa dilakukan olehnya.

🌸Maksudnya memantaskan diri begitu ya, ustadz?

🔷 Ya tepat.

🌸Kalau si dia yang disemogakan levelnya tinggi, yang kita sepertinya mendaki tinggi untuk seperti dia bagaimana, ustadz?

🔷 Tentu bila masuk level tinggi dan mendaki tinggi. Maka dapat saling melengkapi, agar roda berjalan bersama.

🌸Berarti bismillah saja ya, ustadz, jika Alloh ﷻ ridho akan saling melengkapi.

Imperfection is perfection to a beautiful perspective, ya kan, ustadz?

🔷Yes, because Allah's choice is the best for his servants.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Atin ~ Pekalongan
Assalamualaikum Ustadz.

Pada umumnya orang memilih pasangan berdasarkan fisiknya dulu. Alasannya fisik hal yang penting karena mau dilihat tiap hari, harus yang sesuai selera dulu. Bagaimana menurut Ustadz dengan pendapat ini?

🔷Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Fisik tidak selamanya indah dan stabil. Karena ada masanya tidak stabil, maka agama dan akhlaknya akan mengantarkan menjadi mulia di hadapan Alloh ﷻ dan Rasul-Nya.

Ya prosesnya menyiapkan diri menjadi yang terbaik di hadapan Alloh ﷻ dan Rasul-Nya.

🌸Ustadz, tapi juga terkadang, dari beberapa orang ingin mendapat pasangan yang fisik sesuai.

🔷Ini karena masih jauh dari pendalaman dari agamanya.

🌸Bagaimana jika sudah dimulai dari sisi agama tapi ternyata tidak ada kecocokan hati dan akhirnya memutuskan berpisah Tadz?

🔷 Secara syar'i tentu ini ada perjalanan hidup ketika telah menikah. Menjadi berpisah, faktornya ada pada iman dan takwa. Maupun yang belum menikah pun, belum bertemu dengan jalan yang terbaik. Maka berjalannya waktu akan di pertemukan dengan hamba yang terbaik ditetapkan oleh ilahi.

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ iiN ~ Boyolali
Ustadz, kalau dari ta'aruf itu bagaimana cara kita tahu bahwa calon pasangan itu setia dan tidak KDRT?

🔷 Jawab:
Cara nya dengan terjaga lisan dan hati nya dari hal-hal yang tidak berfaedah.

Lisannya senantiasa berdzikir dan hati ya terjaga dengan senantiasa dekat dengan Alloh ﷻ dan Rasul-Nya. Maka hidup ya menjadi bahagia di dunia dan di akhirat.

Wallahu a'lam

0️⃣5️⃣ Mei ~ Jakarta
Assalamualaikum tadz.

Bagaimana cara menemukan jodoh tanpa harus pacaran, saat hidup juga di tengah keluarga yang kurang memahami tentang agama ataupun semacam ta'aruf sesungguhnya, terima kasih.

🔷Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Ada pada cerminan diri, dalam berikhtiar mencari jodoh. Bila akal dan hati telah sinkron. Maka akan di pertemukan langsung jalan yang terbaik lewat istikharah dan do'a.

🌸Jadi, ikhtiar terbaik hanya berdoa dan tawakal saja ya ustadz.

🔷 Ya, maka dipertemukan yang kuat agama dan akhlaknya.

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Dua hati akan bersama dengan satu hati bila hamba-Nya senantiasa mendekat kepada Alloh ﷻ, akan ridho-Nya, maka akan mendapatkan yang terbaik untuk hamba-Nya.

Wallahu a'lam

MALOKLUSI

 


OLeH: drg. Selly Priliana Dewi

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

💎MALOKLUSI

Maloklusi adalah bentuk hubungan rahang atas dan bawah yang menyimpang dari bentuk standar yang diterima sebagai bentuk yang normal, maloklusi  dapat disebabkan karena tidak ada keseimbangan dentofasial. Maloklusi adalah setiap keadaan yang menyimpang dari  oklusi normal. 

Maloklusi adalah suatu penyimpangan gigi-gigi dari oklusi normal (Strang) atau penyimpangan dari oklusi normal yang mengganggu fungsi yang sempurna dari gigi-gigi (Dewey).

🔹KLASIFIKASI MALOKLUSI

Dr. EH Angle membagi hubungan antara gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah menjadi 3 kelompok, yaitu : Klas I, Klas II, dan Klas III. Lisher juga membagi menjadi 3 kelompok, yaitu : Netroklusi (= klas I Angle), Distoklusi (= klas II Angle), dan Mesioklusi (= klas III Angle).

◼️1. Netroklusi (Klas I Angle)
Netroklusi (Klas I Angle) adalah hubungan antara gigi-gigi rahang bawah terhadap gigi-gigi rahang atas di mana tonjol mesiobukal (mesiobuccal cusp) molar satu permanen atas berkontak dengan lekuk mesiobukal (mesiobuccal groove)  molar satu permanen bawah.

Terjadi jika mandibula dengan lengkung giginya dalam hubungan mesiodistal yang normal terhadap maksila.

◼️2. Distoklusi (Klas II Angle)
Distoklusi (Klas II Angle) = post normal adalah hubungan antara gigi-gigi rahang bawah terhadap gigi-gigi rahang atas di mana lekung mesiobukal  molar satu permanen bawah berada lebih ke distal dari tonjol mesiobuka l molar satu permanen atas.

Terjadi jika lengkung gigi di mandibula dan mandibulanya sendiri dalam hubungan mesiodistal yang lebih ke distal terhadap maksila.

★ Kelas II Angle dibagi menjadi 2 yaitu Divisi 1 dan divisi 2 :

✓ Kelas II Angle Divisi 1 :
Jika gigi-gigi anterior di rahang atas inklinasinya ke labial atau protrusi. 

✓ Kelas II Angle Divisi 2 :
Jika gigi-gigi anterior di rahang atas inklinasinya tidak ke labial atau retrusi. Disebut sub divisi bila kelas II hanya dijumpai satu sisi atau unilateral.

◼️3. Mesioklusi (Klas III Angle)
Mesioklusi Klas III Angle) = pre normal adalah hubungan antara gigi- gigi rahang bawah terhadap gigi-gigi rahang atas di mana lekuk mesiobukal  molar satu permanen bawah berada lebih ke mesial dari tonjol mesiobuka l molar satu permanen atas.

Terjadi jika lengkung gigi di mandibula dan mandibulanya sendiri terletak dalam hubungan yang lebih ke mesial terhadap lengkung gigi di maksila.

🔹GOLONGAN MALOKLUSI

Terdapat 3 golongan  maloklusi, yaitu:

◼️1. Dental Displasia
Maloklusi bersifat dental, satu gigi atau lebih dalam satu atau dua rahang dalam hubungan abnormal satu dengan lain. Ciri-ciri dental displasia lainnya antara lain :

a) Hubungan rahang atas dan rahang bawah normal.

b) Keseimbangan muka dan fungsi normal.

c) Perkembangan muka dan pola skeletal baik.

Macam-macam kelainan, misalnya : kurang tempatnya gigi dalam lengkung, oleh karena prematur loss, tambalan kurang baik, ukuran gigi lebih besar, sehingga dapat terjadi keadaan linguiversi, labioversi dan sebagainya.

◼️2. Skeleto Dental Displasia
Tidak hanya giginya yang abnormal, tetapi dapat terjadi keadaan yang tidak normal pada hubungan rahang atas terhadap rahang bawah, hubungan rahang terhadap kranium, fungsi otot dapat normal atau tidak tergantung macam kelainan dan derajat keparahan kelainan tersebut.

◼️3. Skeletal Displasia
Dalam kelainan skeletal displasia terdapat hubungan yang tidak normal pada:

a) Hubungan anteroposterior rahang atas dan rahang bawah terhadap basis kranium.

b) Hubungan rahang atas dan rahang bawah

c) Posisi gigi dalam lengkung gigi normal.

Sumber :
drg. JCP. Heryumani Sulandjari, MS., Sp.Ort, Buku ajar Ortodonsia I KGO I, Universitas Gadjah Mada

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Sasi ~ Depok
Bismillah...

Dok, kalau anak umur 8 tahun, giginya terlihat patah hitam-hitam begitu, memang harus dicabut ya? 
Supaya gigi barunya keluar atau tumbuh.

Terima kasih.

🍓Jawab:
Jika tidak ada keluhan nyeri bisa dibersihkan dengan rajin, saja sampai tumbuh gigi penggantinya. Jika ragu ada pengganti atau tidak, ada baiknya kontrol dulu ke dokter gigi ya.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Aisya ~ Cikampek 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Dok, saya belum pernah ke dokter gigi. Kalau gusi bolong kiri kanan dan keropos, selain dicabut ada cara lain tidak dokter, agar rontok dan habis sendirinya, Dok?

Tidak sakit sih, hanya mengganggu dan merasa tidak nyaman takut berbau.

🍓Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Gusi atau gigi yang bolong?

🔹 Gusi, Dok.

🍓 Baiknya coba periksa ke dokter gigi saja. Gusi atau giginya yang keropos.

Kalau gusi jaringan lunak keropos kan sariawan jadinya. Bukan keropos.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Jenni ~ Depok
Kalau gigi geraham paling belakang sakit sekali, kata dokternya ada bolong yang sangat kecil seperti jarum, hingga nembus ke akarnya lalu menambalnya sangat sulit, akhirnya tetap di tambal tapi tetap sakit dan tidak bisa digunakan untuk makan sudah hampir 2 tahun ini, tapi dokternya bilang belum bisa dicabut, karena pandemi tidak berani ke dokter gigi lagi. Jadi tidak dipakai.

Bagaimana kalau dicabut saja, apakah boleh, Dok?

Terima kasih dokcan atas sarannya.

🍓 Jawab:
Boleh dicabut. Pindah dokter lain. Tanya dulu sama dokternya melayani cabut atau tidak. Memang karena pandemi ini ada yang mau mencabut, ada yang memilih berhati-hati.

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Han ~ Gresik
Assalamu'alaikum,

1. Dok, bila terjadi maloklusi sebaiknya apa yang harus dilakukan? 

2. Dan pada usia minimal berapa tahun boleh dilakukan pemasangan kawat gigi?

3. Apakah ada efek sampingnya dok jika dilakukan pemasangan kawat atau cabut gigi?

🍓Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh.

1. Sebaiknya maloklusi diketahui lebih dini lebih baik. Misalnya usia anak-anak bergigi susu lengkap sebelum gigi susunya rusak. Sekitar 2-3 tahun. 

2. Pemasangan kawat gigi biasanya pada anak-anak dengan gigi dewasa. Sekitar 13-14 tahun. 

3. Ada.

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Alloh ﷻ telah menciptakan manusia sebagai Khaliq, sebaik-baik pencipta.
Alloh ﷻ memberi Bentuk terbaik bagi manusia dengan sifatnya Al Bari. Dan Alloh ﷻ juga pemberi Bentuk rupa terbaik bagi hamba-Nya dengan namanya Al Mushawwir.

Dibalik beragamnya maloklusi yang mungkin bagi manusia menjadi suatu keanehan ataupun bentuk yang dirasa tidak sempurna sesungguhnya Alloh ﷻ memberi hikmah di atas semua ciptaan-Nya. Alloh ﷻ yang paling tahu Bentuk terbaik untuk kita agar kita bisa menjalani kehidupan di dunia sebagai khalifah hingga kelak kembali kepada-Nya.  

Dengan ini jika tidak ada gangguan medis yang bisa membahayakan kehidupan manusia ada baiknya segala kekurangan diri disyukuri daripada dirubah.

Wallahu a'lam