Rabu, 30 Desember 2020

AL QUR'AN SOLUSI HIDUP

 


OLeH : Ustadzah Rina Setiawati

 💎M a T e R i💎

Audzubillahiminassyaithonirrojim. 

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Asyhadualla illahaillah wa asyhaduanna muhammadarrasulullah. 

Allahumma sholli'ala Muhammad wa ala ali Muhammad. 

Subhanaka la ‘ilma ‘allamtana innaka antal alimul hakim. 

Allahumma faqqihhu fiddin wa a’llimnal kitab wa sunnah. 

Allahummaj'alna min ahlil Quran alladinahum ahlullah wa khoosod birahmatika ya arhamarrahimin. 

Alhamdulillah akhwat fillah sekalian kita bisa berkumpul di malam yang diberkahi pada hari ini. Dan saya bersyukur sekali bisa memberikan sebagai pengisi materi mengenai tema solusi hidup yaitu Al Qur'anul Karim. 

InsyaAllah saya akan memberikan sebuah pencerahan, sebuah pembelajaran yang pernah saya dapatkan dari guru-guru saya. Yang mana ketika kita sampaikan kembali, kita berikan kembali kepada orang-orang terdekat kita, kepada lingkungan kita, kepada masyarakat kita, semoga ini juga menjadi jariyah bagi guru-guru kita semua insyaAllah. 

🌷AL QUR'AN DAN SOLUSI HIDUP

Akhwati fillah..

Bahwasanya Al Qur'an itu adalah unsur dari pada unsur agama. Siapa saja yang menghadapkan wajahnya kepada Al Qur'an, bersungguh-sungguh menghafalkan secara sempurna 30 juz, memahami artinya dan bahkan sampai mengamalkan isinya, maka dia menjadi orang yang mendapatkan petunjuk dan keridhoan dari Alloh ﷻ. 

Tidak apa-apa jika mungkin sebagian kita hanya bisa menghafal sebagian dari Al Qur'an, yang terpenting dan terutama adalah pengamalannya, ahlaknya, adabnya, sebagaimana Rasulullah ﷺ disebutkan bahwa beliau adalah manusia Al Qur'an yang berjalan.

Akhwati fillah sahabat ahlul Qur'an... 

Al Qur'an adalah cahaya apabila kita belajar. Maka Al Qur'an akan menambah cahaya pada hati kita dan akan menerangi kita. Manfaatnya sungguh sangat luar biasa di hari kiamat, dimana Alloh ﷻ membalaskan ketika kita nantinya berada di sirath yang perjalanannya itu adalah 50.000 tahun.

Sehingga berjalan 50.000 tahun ini 1 harinya ketika kita di Yaumil akhir adalah sebuah perjalanan yang sangat panjang. Termasuk ketika kita nantinya melewati sirath, sehingga semakin banyak cahaya dalam dada kita, semakin banyak Al Qur'an yang ada di dalam dada kita. InsyaAllah  Al Qur'an ini akan menolong kita, menolong kita melewati sirath seperti kilat yang sangat cepat seperti cahaya dengan banyaknya hafalan kita. Maka insya Allah akan memudahkan kita melewati sirath bisa kita lewati seperti cepatnya cahaya yang melewati sebuah kilatan cahaya. Sehingga kita akan melewati sirath itupun dengan kecintaan dengan cahaya yang diberikan di dalam dada kita menuju kepada surga Alloh ﷻ. 

Ada empat dasar poin penting disini bagaimana Al Qur'an bisa menjadi solusi bagi hidup kita. Dan tentunya kita harus berupaya, kita harus senantiasa terus berusaha bersungguh-sungguh belajar Al Qur'an. Karena dengan kita belajar Al Qur'an, dengan kita menghafalkan Al Qur'an ini semuanya akan menjadi solusi yang paling dasar dalam hidup kita.

Apakah empat dasar poin penting tersebut? 

◾Yang Pertama adalah ketika kita menjadikan Al Qur'an ini sebagai solusi. 

Dengan mempelajarinya, maka akan diangkat kebodohan dari diri kita. Sehingga kita mengabdi dan beribadah kepada Alloh ﷻ atas dasar ilmu.

Jadi ketika kita ingin mengangkat kebodohan pada diri kita sendiri, sehingga dengan kita belajar Al Qur'an berdasarkan ilmu, maka kita akan beribadah sesuai dengan maunya Alloh ﷻ. Karena ketika seseorang itu lalai dari Al Qur'an, seseorang itu jauh dari Al Qur'an dan tidak mengambil ilmu atau pelajaran dari Al Qur'an, maka tentunya ibadahnya akan ada kekurangan-kekurangan yang tidak sempurna.  

Setelah Alloh ﷻ mengangkat kebodohan dari diri kita. 

◾Yang Kedua adalah bagaimana bisa terangkat kebodohan dari keluarga kita, anak-anak kita orang tua kita, kerabat kita lingkungan kita?

Apa manfaat menjadi Hafidz Qur'an tapi orang sekeliling kita tidak terangkat dari kebodohan? Mereka tidak tahu apa-apa tentang Al Qu'ran. 

◾Yang Ketiga adalah tetangga dan masyarakat sekitar kita terangkat kebodohannya. 

Sehingga kita tidak cukup hanya menjadi Hafidz Qur'an, tidak cukup menjadi Hafizah Al Qur'an, namun kita juga harus menjadi seorang yang bisa mengamalkan Al Qur'an sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Umar bahwasanya Ibnu Umar menghafalkan, mengamalkan dan mempelajari surat Al Baqarah itu selama 7 tahun. Beliau berhenti sampai 7 tahun itu sambil mentadaburi dan mengamalkan surat Al Baqarah itu semaksimal mungkin. 

◾Yang Keempat adalah terangkatnya kebodohan dari seluruh umat manusia. 

Sehingga kita tidak hanya cukup belajar untuk diri kita sendiri di rumah duduk diam, kemudian kita hanya baca Al Qur'an saja berdzikir salat tapi kita tidak menyampaikannya kepada umat. 

Rasulullah mengajarkan kepada kita beliau keluar rumahnya mengajarkannya kepada sahabatnya, kepada masyarakat pada saat itu untuk menyampaikan agama Alloh ﷻ. Jika para sahabat tabiin belajar Al Qur'an mendapatkan manfaat hanya atas untuk dirinya saja, maka agama ini tidak akan pernah sampai kepada kita, tidak akan pernah sampai ke daerah kita Indonesia dan tidak dan lebih jauh lagi kita tidak akan pernah mendapatkan hidayah dari Al Qur'an.

Untuk itu ketika kita diberikan kemampuan untuk bisa mendakwahkan Al Qur'an, maka kita harus mengangkat kebodohan umat yang terjadi pada saat ini untuk berikhtiar mempelajari Al Qur'an dan kemudian menyampaikannya kepada masyarakat luas. 

Mungkin kita tidak berbicara lagi tentang orang-orang kafir dalam hal ini. Artinya dalam kajian ini kita sudah selesai dengan orang-orang kafir. Kita bicara tentang diri kita sebagai seorang muslim, orang Islam. Yang bagaimana bisa belajar Al Qur'an, beribadah kepada Alloh ﷻ dengan manhaj yang benar. 

Karena apa? Karena kita punya orang-orang pendahulu kita kita punya orang-orang shalih terdahulu dan kita juga punya Rasulullah ﷺ yang sebagai panutan hingga akhir zaman dan Alloh ﷻ memberikan jalan kepada kita untuk mengikuti sunnah-sunnah beliau hingga hari ini. 

🌸🌷🌸

Sahabat akhwat fillah di seluruh tanah air di seluruh Indonesia yang mendengarkan kajian hari ini. Kita belajar Al Qur'an ini tentunya akan mendapatkan kemuliaan di sisi Alloh ﷻ. Sebagaimana disampaikan oleh Nabi Muhammad ﷺ, bacalah Al Qur'an, sehingga dengan membaca Al Qur'an itu engkau akan dapat menghafalkannya. 

Maka dalam hadits shahih dikatakan kepada para shahibul Qur'an : iqra wartaqi (bacalah dan naiklah). Al Qur'an, akan mensejajarkan kita dengan surga yang paling tinggi. Setiap surga ada level ada tingkatannya, dan yang paling tinggi adalah untuk para penghafal Al Qur'an. Dan sebaliknya juga neraka, neraka itu ada tingkatan tingkatannya yang paling bawah dari neraka. Maka ketika kita betul-betul belajar Al Qur'an dan mengamalkan, sehingga kita nantinya akan mendapat kemuliaan yang tinggi. Semua bisa dilakukan muncul keprihatinan kita, dari hati kita tentang kondisi umat. 

Jadi sekali lagi akhwat fillah. Al Qur'an akan memberikan kemuliaan yang tinggi kepada kita jika dalam hati kita muncul rasa prihatin kepada umat.  Muncul rasa kepedulian yang besar terhadap umat Rasulullah ﷺ. 

Berbeda dengan orang yang masa bodoh, orang yang cuek terhadap Al Qur'an. Maka seseorang yang memiliki semangat jihad yang tinggi, untuk mendakwahkan, untuk mengangkat kebodohan dari umat karena ada sebuah rasa kepedulian yang besar, maka inilah jalan-jalan yang akan memberikan kepadanya kemuliaan bersama Al Qur'an. 


Yang membedakan antara Arab dengan Al Qur'an. Walaupun Al Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab melalui ruh nabi Muhammad Al Amin di dalam hatinya dengan diturunkan dengan bahasa Arab yang jelas. Memang kita perlu belajar bahasa Arab, karena bahasa Al Qur'an. Tetapi dalam hal ini perlu digaris bawahi, tidak ada bedanya orang Arab, dengan orang Indonesia, orang Amerika, orang Perancis, orang Rusia tiada bedanya jika mempelajari sungguh-sungguh dan memahami bahkan bisa jadi lebih afdol dari orang Arab itu sendiri. 

Jadi tidak ada perbedaan, akhwat fillah. 

Semuanya disuruh kepada Al Qur'an yang menyeru kepada seluruh manusia dengan perkataan di Al Qur'an : Ya ayyuhannas, ya ayyuhannas, sesungguhnya aku adalah Rasul bagi kalian semua dari Alloh ﷻ Sang Penguasa langit dan bumi.

Rasul kita, Nabi kita Muhammad ﷺ dilahirkan sebagai orang Arab tetapi tidak ada bedanya orang Indonesia, orang Arab dan sebagainya. Kitab Al Qur'an adalah satu. Kita adalah Al Qur'an yang satu. Belajar dengan kitab yang sama. 

Al Qur'an adalah perkataan yang benar di mana Rasulullah ﷺ menerima wahyu merasakan kondisi yang payah, berkeringat bahkan Al Qur'an, memang sebuah perkataan yang berat. 

Alloh ﷻ berfirman : Sesungguhnya kami akan  menurunkan sebuah perkataan yang berat kepadamu, qaulan shakila. Untuk itu, kita harus menghadapkan wajah bersungguh-sungguh mempelajari Al Qur'an sebagai perkataan yang berat. 

Sehingga kita harus menghadapkan wajah kita diri kita bersungguh-sungguh mempelajari Al Qur'an ini. Bagaimana kita bersabar dengan ayat-ayat yang mirip, dengan ayat ayat yang mutasyabihat, yang panjang panjang apabila kita tidak sabar dan sungguh-sungguh. Maka kita sering tidak bisa membedakan, sering tercampur aduk, melompat kesana-sini. Maka memang kita perlu kesungguhan mempelajari maupun menyampaikannya. Sehingga dengan kita menghafalkan, mengamalkan kita akan mendapatkan kedudukan sebagaimana kedudukan para Nabi. 

🌸🌷🌸

Akhwat fillah... 

Al Qur'an ini punya keutamaan yang salah satunya adalah bahwa Al Qur'an itu satu-satunya kalimat yang mutlak. Yang memang kebenarannya maupun pahalanya ini sangat jauh berbeda bahkan dibandingkan dengan hadits sekalipun. Kalaupun kita membaca hadis sama kita mendapat pahala, tetapi Al Qur'an ini punya keutamaan yang sangat luar biasa. Sehingga saat membaca Al Qur'an kita mendapat pahala dan kedudukan yang sangat tinggi.  Dan bahkan sering kita dengar hadist-hadits Rasulullah ﷺ bahwa, 

Membaca satu huruf Al Qur'an akan mendapat satu kebaikan lalu satu kebaikan itu dilipatgandakan lagi menjadi 10, aku tidak mengatakannya Alif Lam Mim itu satu huruf, tapi Alif 1 huruf lam satu huruf mim 1 huruf. 

Sehingga ketika kita kalikan dengan 10 kebaikan, bayangkan besarnya pahala yang menghimpun apabila kita mengulang-ulang dan menghafalkannya.

Terakhir dalam tahun ini teman-teman semua akhwat fillah sholihah yang insya Allah dalam kehidupan Alloh ﷻ, ketika kita ini meniti jalan yang lurus, kita berusaha mengantarkan umat manusia ini di track yang benar, di jalan yang tepat mengantarkan manusia dari kebodohannya. Dari tidak tartil menjadi tartil, dari tidak bisa membaca jadi bisa membaca, dari hafal juz 30 menjadi 30 juz. Ini adalah sebuah proses yang sangat panjang. 

Dan kita harus sangat paham bahwa jalan yang lurus ini, maka tentunya setan akan berusaha keras menggelincirkan kita. Maka kita harus terus bersabar di jalan ini di jalan sirotol mustaqim, dan jangan pernah kita berhenti dari rahmat Alloh ﷻ, berputus asa dan tetap terus berharap pada Alloh ﷻ untuk membimbing kita. Karena berputus asa dalam kamus orang islam, itu tidak ada hanya ada bagi orang kafir. 

Sebagaimana disampaikan dalam surat yusuf bahwa nasehat ayahnya untuk terus mencari Yusuf karena tak ada yang berputus asa kecuali orang-orang kafir. Orang kafir berputus asa, sementara orang beriman terus berharap rahmat Alloh ﷻ.

Saya mendoakan teman-teman semua dalam majelis ini di tempat dan waktu yang berkah ini agar diberkahi Alloh ﷻ, mendapatkan taufik, dirahmati, dibimbing dan senantiasa diberikan petunjuk hidayah menuju sirothol mustaqim. 

Dan semoga kita semua mendapatkan manfaat, mendapatkan ilmu, menjadi ahlul Qur'an dan keluarga Alloh ﷻ, juga mendapatkan derajat yang istimewa, insyaAllah. 

Demikian akhwat fillah, mohon maaf jika ada kekurangan dalam segala penyampaian. Yang benar hanya datang dari Alloh ﷻ dan yang salah semata-mata kesalahan saya sendiri. 

Wabillahi taufik wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸

        💎TaNYa JaWaB💎

0️⃣1️⃣ Zahira ~ Jatim

Afwan Ustadzah, bagaimana supaya kita bisa lancar menghafal Qur'an? Dan bisa mengerti maknanya?

Syukron, Ustadzah. 

🌸Jawab: 

Bismillahirrahmanirrahim. 

Syukron katsiron Ukhti Zahira dari Jawa Timur. 


Bagaimana supaya kita bisa lancar menghafal Qur'an dan bisa mengerti maknanya? 


Ukhti Zahira, sesunguhnya yang bisa mengukur level diri kita dan kemampuan diri kita adalah kita sendiri. Misalkan ketika saat ini yang kita butuhkan adalah memperbaiki bacaan, maka tahap itulah yang harus kita ambil, kita perbaiki dulu bacaan kita, baru kita masuk ke proses menghafal. Dari situ kita bertahap nanti akan dibimbing oleh Alloh ﷻ.

Jadi, ranah Qur'an pada setiap fasenya itu berbeda. Ada ranahnya tilawah untuk perbaiki dulu bacaannya, ada ranahnya setelah bacaannya baik, tartil kita bisa meningkatkan dengan ranah menghafal. 

Ranah menghafal ini juga butuh tahapan dan tidak bisa misalkan orang yang belum sama sekali belum pernah menghafal, belum rutin dia khatam Qur'an,  misalkan dia tidak rutin membaca Qur'annya lalu dia diminta hafal 1 halaman, dia tidak akan mungkin bisa mencapai itu. 

Kalaupun dia bisa yaitu atas izin Alloh ﷻ. Tetapi sungguh semuanya itu butuh proses, sehingga proses inilah yang nantinya akan terus meningkatkan kemampuan kita, akan meningkatkan nikmat Alloh ﷻ kepada kita. Ditambah nikmatnya oleh Alloh ﷻ, yang tadinya mungkin sudah hafal dan ingin menambah hafalan dari 5 juz menjadi 10 juz itu adalah nikmat. Yang tadinya kita tidak paham arti, kemudian kita mau memahami arti dan akhirnya kita paham apa kandungan surat ini itu adalah nikmat. 

Dan agar kita memahami maknanya, biasanya itu kita buka apa maksud dari surat ini. Misalkan kita mau menghafal surat-surat pendek yang ada di juz 30, An Naba' katakanlah. An Naba' artinya adalah berita besar, apa sih kandungannya secara umum? Apa maksud di surat ini? 

Setelah kita memahami keseluruhan isi surat, baru kita baca terjemahannya satu satu kita baca. Kita pahami, kita resapi lalu kemudian kita bisa menghafalkan dengan cara satu ayat itu kita baca terjemah perkatanya.  

Sehingga nanti lambat laun itu tidak terasa kita paham apa itu Narr, apa itu Jannah, apa itu An Nas, apa itu Al Lail. Kalimat kalimat sederhana itu nantinya akan familiar dengan kita insyaAllah. 

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Emi ~ Bekasi

Saat menghafal kadang ayat yang kita hafal tidak hafal-hafal. Dan kadang jadi timbul rasa putus asa dan kesal. Hari ini kita hafal, besok bangun tidur lupa lagi. Mohon tipsnya bagaimana mensikapinya, Ustadzah? 

Juga saat kita lelah atau sakit, menghafal itu terasa berat. Mohon pencerahnya, Ustadzah. 

Syukron, jazakillah. 

🌸Jawab:

Ini dalah godaan (was-was) syaitan sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, 

"Syaitan itu perampok, dia duduk menunggu. Ketika kita mau berjihad, syaitan berkata, "Gimana anak istrimu dan sebagainya." Ketika mau hafal Qur'an, syaitan berkata, "Ngapain hafalin itu, kamu kan ahli maksiat banyak dosa, tidak pantas jadi hafizh Qur'an."

Inilah was-was syaitan. Untuk itu sabarlah.

Ukhti Emi, sehari semalam kita baca Al-fatihah 17 kali dalam sholat 5 waktu. Di dalamnya ada 1 ayat yang menyebutkan ihdinassiratal mustaqim. Ibnu Abbas menafsirkan bahwa itu jalan (thoriq) yang awalannya dunia akhirnya di surga (jannah).

Rasulullah ﷺ membuat satu garis kemudian membuat lagi garis di kiri kanan kemudian membaca satu ayat Al Qur'an, kemudian menyampaikan,  "Sesungguhnya jalanku ini jalan yang lurus, maka ikutilah dan jangan kamu mengikuti jalan yang lain, kamu akan berpecah belah". 

Jalan lain ini jalannya syaitan, ia akan menggelincirkan kita, untuk itu harus istiqomah di atas shiratal mustaqim. 

Alloh ﷻ berfirman :

"Apakah manusia menyangka dibiarkan begitu saja?" 

Ini adalah untuk pembeda iman yang benar dengan yang bohong, maka Alloh ﷻ menyampaikan, 

"Apakah manusia dibiarkan begitu saja, menyatakan beriman sedang mereka tidak diuji". Kita semua pasti diuji. 

Jadi, setiap kita ketika meniti jalan yang lurus itu, maka syaitan berusaha keras menggelincirkan kita, maka harus terus bersabar ini jalan yang berat untuk berada di jalan Alloh ﷻ. 

Ingat, jangan kita berputus asa dari rahmat-Nya. Tetap berharap pada Alloh ﷻ. 

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Yulia ~ Bekasi

Assalamualaikum, Ustadzah. 

Amalan apa saja yang kita kerjakan agar hafalan Qur'an kita tidak cepat lupa?

Terimakasih. 

🌸Jawab: 

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Masya Allah ini pertanyaan luar biasa. 

Kalau dalam hadits shaihnya Imam Syafa'i pernah bertanya pada gurunya : 

"Wahai guruku kenapa akhir-akhir ini hafalanku menjadi mudah lupa?" 

Maka gurunya Imam Syafi'i berpesan kepada beliau : 

"Taqir ma'ashy, jauhilah maksiat." 

Sesungguhnya teman-teman bentuk maksiat ini bukan hanya yang terlihat secara dzahir, secara nampak atau secara kasat mata kita. Tetapi maksiat ini bisa jadi sangat tipis. Bahkan lisan kita, pandangan kita, hati kita itu semua bisa bermaksiat. 

Sehingga alangkah kita adalah harus berusaha membersihkan semua itu. Ketika kita ingin tidur, ketika kita ingin melangkah selalu kita meluruskan niat, kita ketika ingin berbicara kita mohon kepada Alloh ﷻ, 

Ya Allah la yashma'unafiha laghwauwalakidzaba, ya Allah janganlah engkau jadikan perkataanku, pembicaraanku ini adalah sesuatu yang sia-sia. 

Ya Allah, jadikanlah lisanku ini adalah lisan yang mengucapkan perkataan yang berguna karena penduduk surga tidak berbicara yang sia-sia lagi dusta.

Ketika hati kita mungkin lelah letih, kita mohon agar kita ridho dalam perjuangan ini, dalam kelelahan ini. Karena rasa lelah ini hanya ada di dunia, di surga itu kita tinggal menikmati hasil, tinggal menjalani semuanya tanpa kantuk, tanpa lelah. 

Sehingga apapun yang kita rasakan ini sifatnya hanya di dunia dan hanya sementara, maka dari itu ketika kita mengalami hal-hal yang secara manusiawi masih dalam batas kewajaran, kita mohon kepada Alloh ﷻ tadi, mohon agar diluruskan niat kita, diluruskan hati kita, lisan kita, pikiran kita, langkah kita, sehingga kita tetap terbimbing di jalan yang lurus. 

Dan apapun amalan-amalan kita baik itu salat, puasa, salat sunah, sedekah itu adalah amalan yang nantinya akan diterima Alloh ﷻ. 

Tapi yang terutama adalah membersihkan diri dulu hati dulu membereskan selesai dengan diri kita baru kita akan nyaman menjalankan ibadah-ibadah rutinitas kepada Alloh ﷻ.

Wallahu a'lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸

 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Alhamdulillahirabbil'alamin.. 

Masya Allah akhwat fillah, sebagai closing statement kita pada malam hari ini Al Qur'an Sebagai Solusi Hidup, point-pointnya sudah saya sampaikan semua. 

Dan yang terutama adalah bahwa harus kita ingat ketika Alloh ﷻ menurunkan Al Qur'an ini secara serius, secara sungguh-sungguh dan berangsur-angsur menancap di hati Rasulullah ﷺ. Bahkan dalam isi surat An Najm jika kita baca tafsirnya, betapa kuatnya, betapa sungguh sungguhnya, betapa seriusnya Alloh ﷻ dengan menjadikan malaikat Jibril. Malaikat yang paling kuat untuk menyampaikan wahyu ini kepada Nabi Muhammad. Dipilihnya hari yang paling baik, dipilihnya bulan yang paling mulia di Ramadhan, dan semua ini adalah bukan sebuah unsur kebetulan, melainkan Alloh ﷻ ingin memberikan kita sebuah hikmah. 

Hikmah bahwa Aku (Alloh ﷻ) telah menurunkan Al Qur'an secara sungguh-sungguh, maka sudah sepantasnya kita sebagai hamba-Nya, sebagai makhluk yang lemah, senantiasa mempelajari Al Qur'an ini dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati kita. 

Meskipun di dalam perjalanannya sangat wajar Alloh ﷻ memahami kelelahan-kelelahan kita, Alloh ﷻ memahami sakit kita, Alloh ﷻ memahami rasa apapun yang kita hadapi ujian-ujian dalam hidup ini. InsyaAllah selama kita terus istiqomah, terus konsisten berkumpul dengan para pecinta Qur'an, berada dalam halaqah dan majelis Qur'an, insyaAllah kita akan terjaga dan akan menjadikan Al Qur'an ini sepenuh hati kita. 

Kita akan menjadikan Al Qur'an ini pedoman hidup kita, dengan sepenuh hati yang kita lakukan, bukan sebuah pekerjaan yang setengah-setengah. 

Dalam arti, ketika mungkin contoh kecil kita sedang makan, sedang aduh enak sekali, lalu dipanggil saat sedang menikmati makanan. Baru setengah, makan belum habis, jadinya semua itukan setengah-setengah tidak enak. 

Atau mungkin kita juga lagi di kontrak setahun katakanlah. Dan tiba-tiba pandemi, jadi diputuslah kontraknya, hanya 3 bulan. Sehingga sesuatu yang kita lakukan setengah hati atau setengah-setengah pasti hasilnya pun tidak akan maksimal. Tetapi sesuatu yang kita lakukan secara serius, secara sungguh-sungguh sepenuh hati insyaAllah dengan izin Alloh ﷻ banyak sekali fakta-faktanya yang saya lihat, yang saya alami dalam kehidupan saya. 

Yang tadinya tidak pernah terpikir untuk menjadi seorang pengajar Quran misalkan, kok sekarang bisa mengajarkan Qur'an ini contoh saja. 

Atau tadinya dia tidak pernah bermimpi untuk bisa menghafalkan juz sekian juz. Kok sekarang dia yang mampu menghafalkan lebih dari 5 juz. Ini adalah buah-buah keseriusan, buah-buah keistiqomahan. 

Dan mudah-mudahan majelis ilmu malam hari ini menambah kesungguhan kita, menambah semangat kita kepada Alloh ﷻ dan akhirnya Al Qur'an itu benar-benar menjadi solusi dalam hidup kita, insyaAllah aamiin aamiin ya robbal alamin. 

INFLUENCER TERBAIK

 


OLeH  :  Ustadz Syahrawi Munthe, S.Mn.,S.ST.,M.Ak

💘M a T e R i💘

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh. 

Segala puji bagi Alloh ﷻ atas segala limpahan karunia-Nya. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah pada Baginda Rasulullah Muhammad ﷺ. 

InsyaAllah tema kajian kita sore ini adalah tentang 'influencer'.

🌷INFLUENCER TERBAIK 

Di era media sosial (medsos) yang berkembang amat pesat,  seorang influencer amatlah penting. Seorang influencer biasanya membagikan konten-konten yang dibuatnya untuk dibagikan melalui medsos.  

Sebagaimana diketahui bahwa influencer adalah seseorang yang memiliki jumlah pengikut atau followers banyak dan punya pengaruh kuat bagi followers mereka. Sebab itu, konten yang mereka bagikan sedikit banyak dan tanpa disadari dapat memberi pengaruh pada followernya. Dari mulai gaya hidup, cara berpakaian, gaya bahasa dan bicara bahkan mungkin adab diri. 

Saat ini, influencer banyak diperankan oleh para 'bintang' di bidangnya. Mungkin paling banyak oleh artis,  olahragawan, dan penyanyi. Konten mereka ditunggu penggemar atau folowersnya. Itu jugalah sebabnya, mereka dapat banyak pesanan untuk meng-endorse produk baru. Sebuah alternatif strategi marketing yang cukup efektif.  

Dari segi adab, jika influencer memberi pengaruh positif pada followernya maka ia akan mendapatkan pahala berlipat, sebab followernya akan mengikuti kebaikan-kebaikan yang dicontohkan. Demikian sebaliknya jika influencer membagikan konten negatif, maka ia menanggung dosanya dan dosa seluruh followernya yang mencontohnya.  

مَنْ سَنَّ فِـي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ ، وَمَنْ سَنَّ فِـي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِـّئَةً ، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

"Barangsiapa yang memberi teladan (contoh) perbuatan yang baik, ia akan mendapatkan pahala perbuatan tersebut serta pahala orang yang mengikutinya (sampai hari kiamat) tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang memberikan contoh kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa perbuatan tersebut serta dosa orang-orang yang mengikutinya (sampai hari kiamat) tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun." (HSR. Ahmad,  Muslim dan An-Nasai). 

Di era Nabi Musa, Fir'aun adalah seorang  'influencer' yang buruk dan kejam. Ia mempengaruhi pengikut dan rakyatnya dengan cara memaksa agar ia diakui sebagai Tuhan yang bisa mengatur kehidupan mereka. Bahkan Fir'aun mengatakan bahwa negeri itu adalah miliknya,  beserta sungai-sungai yang mengalir. Dengan cara tersebut, ia berusaha meyakinkan pengikutnya tentang 'ketuhanannya'.  

فَاسْتَخَفَّ قَوْمَهُ فَأَطَاعُوهُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ

"Maka Fir'aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik." (QS. 43 : 54). 

Dalam Islam, tentang ikut mengikuti haruslah selektif. Jika ia seorang influencer maka jadilah seorang influencer yang menyebarkan kebaikan.  Menyebarkan konten-konten yang membuat orang lain ingat pada Rabb-Nya. Ingat asalnya dan kembalinya. Ingat kesalahan-kesalahannya,  untuk terus memperbaiki diri.  

Sebab jika ia mengajak pada keburukan,  sementara yang diajak tidak tahu menahu lalu hanyut pada kesesatan, maka dosa orang-orang tersebut akan ia pikul. Firman Alloh ﷻ : 

لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۙ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ أَلَا سَاءَ مَا  يَزِرُونَ

"Mereka pada hari kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu." (QS. 16 : 25). 

Maka jadilah seorang influencer terbaik, seperti Rasulullah ﷺ, yang menjadi influencer terbaik sepanjang masa dunia akhirat. 'Konten' yang ia dapatkan dari Alloh ﷻ saat  ini sudah dalam format digital,  juga semua perilakunya (hadist) juga diformat dalam bentuk digital. 

Semua kita bisa jadi influencer kebaikan,  mengajak orang lain untuk menjadi baik.  Bukan untuk memvonis atau menjauhi orang lain, tapi bersama menuju kebaikan. Jika ada satu orang saja yang bisa kita pengaruhi menuju kebaikan maka hadiah yang Alloh ﷻ berikan diumpamakan mendapat lebih baik dari seekor unta merah.  

Rasulullah ﷺ bersabda kepada ‘Ali bin Abi Thalib ra :

فَوَاللهِ، لَأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

"Demi Allah, bila Alloh ﷻ memberi petunjuk (hidayah) lewat dirimu kepada satu orang saja, lebih baik (berharga) bagimu daripada unta-unta yang merah." (HSR. Bukhari Muslim). 

Semoga kita bisa mengambil bagian sebagai influencer kebaikan. 

Aamiin... 

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷

         💘TaNYa JaWaB💘

0️⃣1️⃣ iiN ~ Boyolali

Assalamu'alaikum Ustadz, 

Bagaimana hukumnya dalam Islam bila kita mengikuti influencer yang melihat kontennya sekedar untuk hiburan tetapi minim faedah?

Apakah yang dilihat itu harus konten para Ustadz atau Ustadzah?

Kalau kita mengikuti influencer agar tidak ketinggalan berita saja bagaimana?

🔷Jawab: 

Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh. 

Jika sekadar saja apalagi hanya hiburan semata rasanya tidak mengapa.  Sebab jiwapun terkadang jenuh dengan kondisi yang ada. Namun jangan sampai hal itu menbuat dia terlena, karena banyak juga orang menghabiskan waktu hanya untuk melihat konten-konten yang kurang bermanfaat, sehingga lupa dengan ibadahnya. Misal baca Al Qur'an, Dhuha dan lain-lain.

Wallahu'alam.

0️⃣2️⃣ Safitri ~ Banten 

Assalamualikum Ustadz, 

Kenapa di zaman ini yang lebih banyak dan cepat viral itu orang-orang yang hanya membawa keburukan bukan orang-orang yang membawa ke dalam kebaikan yang lebih banyak pengikut orang-orang yang seperti itu apa memang semakin bertambahnya zaman akan selalu seperti ini dan apa lebih parah lagi? Apa ini memang akhir zaman semakin dekat?

🔷Jawab: 

Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh, 

Bisa jadi demikian. 

Salah satu tanda akhir zaman, semakin banyak orang yang lupa dengan amal shalih dan ibadah. Manusia semakin rusak akidahnya, dan malas belajar agama. Makanya tidak heran jika di dunia  mayapun (medsos), para netizen tidak sedikit yang kerjanya menghujat orang lain, bahkan ulama. 

Bisa jadi karena memang mereka diliputi kedengkian atau tidak paham dengan agama. Itulah mengapa Rasululah ﷺ mengatakan bahwa istiqomah dalam agama, ibarat kita memegang bara api. Banyak yang tidak sanggup, malah meninggalkan agama dan hanyut dengan kedzaliman. 

Ya semoga kita tidak ikut-ikutan dalam membuat viral keburukan, tapi kita balas dengan berita-berita yang baik, minimal dicatat sebagai pembawa suara kebenaran. 

Wallahu'alam. 

0️⃣3️⃣ Erni ~ Yogja

Assalamualaikum ustadz, 

Bagaimana caranya bisa melayani orang-orang yang minta tolong dengan sabar, utamanya para lansia yang beda halaqoh dengan kita? 

Mohon pencerahannya.

🔷Jawab: 

Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh. 

Yaa sabar saja, tidak usah melihat bahwa orang tersebut beda halaqoh dengan kita. Setiap amal shalih, apalgi mengajarkan ilmu kepada orang lain insyaAllah itu akan menjadi amal jaryah kita saat meningga nanti. Tidak usah ragu dalam mengajarkan kebaikan kepada orang lain, terutama ilmu-ilmu agama. 

Wallahu'alam.

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷

 💘CLoSSiNG STaTeMeNT💘

Semoga kita jadi orang-orang yang bisa mengajak orang lain kepada kebaikan. Aamiin.

Wallahu a'lam

PUJAAN HATI

 


OLeH: Ustadz Mukhtar Azizi, S.Pd.I.  

 💎M a T e R i💎

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Cinta kepada Alloh ﷻ adalah puncaknya cinta.

Lembahnya adalah cinta kepada sesama. 

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam. 

Sabda baginda agung Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam :

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا جَرِيْرٌ عَنْ هِشَامَ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيْهِ سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَمْرٍو بْنِ الْعَاصِ يَقُوْلُ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ عِلْمًا إِنْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ النَّاسِ وَ لَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا اتَّخَذَ النَاسُ رُؤُسًا جُهَالاً فَسُئِلُوْا فّأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوْا وَ أَضَلُّوْا. (رواه مسلم)

Qutaibah bin Said berkata kepada kami: Jarir berkata kepada kami: dari Hisyam bin ‘Urwah dari bapaknya: Saya mendengar Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash berkata: saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda : “Sesungguhnya Alloh ﷻ tidak mencabut ilmu dengan serta merta mencabutnya dari hati manusia. Akan tetapi Alloh ﷻ mencabut ilmu dengan cara menwafatkan para ‘ulama. Kalau Alloh ﷻ tidak lagi menyisakan seorang ‘ulama pun, maka manusia akan menjadikan pimpinan-pimpinan yang bodoh. Kemudian para pimpinan bodoh tersebut akan ditanya dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan,” (HR. Al-Bukhari 100, 7307); Muslim [2673]).

Kita sudah tahu sebab mabuk cinta adalah karena kesibukan hati yang kosong. Hatinya akan dipenuhi bayang-bayang kekasihnya. Bayang-bayang itu akan memudar kemudian pecah bersama kesibukan ketaatan yang berujung dengan melupakannya.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata:

وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلَتْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ

“Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil.” [Al Jawabul Kaafi hal 156, Darul Ma’rifah, cetakan pertama, Asy-Syamilah].

Mencintai secara proporsional. “.... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Alloh ﷻ mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).

Nabi  ﷺ pernah berpesan, “Cintailah kekasihmu sekadarnya saja, karena boleh jadi suatu hari nanti dia akan menjadi sesuatu yang engkau benci; dan bencilah sesuatu yang tidak engkau sukai sekadarnya saja, karena boleh jadi suatu hari nanti dia akan menjadi sesuatu yang engkau cintai.” (HR. Bukhari).

Wallahu a'lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸

        💎TaNYa JaWaB💎

0️⃣1️⃣ iiN ~ Boyolali

Cinta dengan proporsional, bila kita dikhianati, apakah memang lebih baiknya bersikap biasa saja? 

Bila ada orang yang berpikiran, "Ya sudah, toh wanita tidak cuma kamu, pria tidak cuma kamu." Bagaimana menyikapi hal seperti ini?

💎Jawab:

Dengan dzikir kepada Alloh ﷻ, berbaik sangka kepada-Nya, beserta menata hati akan berada di jalan yang Alloh ﷻ ridhoi dan dipertemukan yang diizinkan oleh Alloh ﷻ. 

🌸Berarti tidak perlu bersedih ya Ustadz? 

💎Air mata menetes bagian dari anugrah Illahi, akan tetapi isilah hati dengan dzikir akan ada bimbingan Illahi yang hadir. 

Saat  mengalami kesedihan, ketakutan, atau kecemasan, ada Tiga Kalimat yang sering saya gunakan untuk berdzikir:

1. Istighfar, memohon ampun kepada Alloh ﷻ.

2. La haula wala quwwata illa billah, (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Alloh ﷻ). 

3. Hasbunallaah wa ni’mal wakiil, (Cukuplah Alloh ﷻ menjadi Penolong kami dan Alloh ﷻ adalah sebaik-baiknya Pelindung). 

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Nining ~ Sumenep 

Ustadz, bagaimana hukumnya jika seorang perempuan menyukai seorang pria tapi tidak berani mengungkap sampai akhirnya kebawa mimpi dan terus berangan seolah sudah memilikinya? 

💎Jawab: 

Hal mubah, maka berdo'a dan tawakal agar terjalin keberkahan dalam kehidupannya. 

🌸Bagaimana sikap yang seharusnya kita lakukan, Ustadz? Untuk mengalihkan hal tersebut. 

💎Dengan rutin menjalankan ibadah fardhu dan sunah nafilah dalam kehidupannya. 

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Zahira ~ Jatim

Ustadz, bolehkah kita mencintai seseorang tanpa sepengetahuan dia?

Dan bolehkah kita membayangkan wajahnya?

Syukron. 

💎Jawab:

Ini hal yang fitrah. Dibolehkan. 

Maka do'a kan ia agar dibimbing oleh Alloh ﷻ di jalan yang Alloh ﷻ ridhoi.

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Na ~ Semarang

Bagaimana sudut pandang secara Islam tentang kisah cinta dari kisah Laila dan Qais?

💎Jawab: 

Pada abad pertengahan adab dua roman cinta yang menyayat hati, yaitu Laila dan Majnun serta Khusrau dan Syirin. Kisah sedih Laila dan Majnun, dimana Majnun yang berarti “Tergila-gila akan Cinta,” karena cintanya yang tak sampai pada Laila, akhirnya membuatnya gila.

Maka cinta kepada makhluk sekedarnya, jangan melebihi cinta ya kepada Alloh ﷻ dan Rasul-Nya akan selamat dunia dan akhirat. 

🌸Berarti termasuk salah nggih, tadz?

Karena juga tidak menerima ketetapan-Nya. Malah mengasingkan diri dan bertekad tidak mau menjalani hidup dengan wanita lain.

Qais sudah berusaha, tapi tetap tidak bisa menggapai Laila.

Lalu sampai manakah batas memperjuang cinta, Tadz?

💎 Ya, sebab cinta tidak dapat dipaksakan, tetapi ibadah kepada Alloh ﷻ dengan petunjuk-Nya lewat iman dan takwa. 

Tetap bergaul dengan sesama manusia mengikuti petunjuk Rasul-Nya, bukan mengasingkan diri. 

Bila sampai keduanya tidak dapat bersatu, maka jalannya adalah ikhlas, sebab Alloh ﷻ akan memberikan jodoh yang terbaik kepada hamba-Nya. 

🌸 Ustadz, bagaimana jika mengungkapkan cinta dengan menyembunyikan identitas? Semacam pengagum rahasia. 

💎Tentu sangat boleh, hal ini fitrah. Tetapi sesuai dengan niat dan do'a yang dipanjatkan. 

🌸Maaf Ustadz, ini tidak berlaku buat yang sudah berkeluarga bukan?

💎Sesuai fitrah yang dialami oleh Nabi Ibrahim 'alaihi salam dan Nabi Muhammad ﷺ. 

🌸Bisa tolong jabarkan, Ustadz? Saya kurang paham masalah sesuai fitrah ini. 

💎Fitrah merupakan alamiah setiap manusia, dengan adanya keyakinan dalam beragama, berpasangan satu atau pun lebih sesuai aturan Islam, ataupun mempertahankan diri setiap manusia. 

Wallahu a'lam

0️⃣5️⃣ Novita ~ Ambon

Ustadz, kalau perceraian yang terjadi karena alasan utamanya sudah tidak cinta lagi itu bagaimana menurut kaidah Islam?

Apakah perlu sholat istikharah ketika memutuskan cerai atau tidak?

Syukron. 

💎Jawab: 

"Perkara halal yang paling tidak disukai Alloh ﷻ adalah talak." 

(Hadits riwayat Ibnu Majah, Hakim, Nasai, Abu Dawud, Baihaqi.)

√ Talak dapat terjadi bila:

1. Murtad 

2. Fasik 

3. Dzalim 

Dalam talak atau tidaknya maka shalat istikharah, halnya sebelum menikah pun demikian. 

Wallahu a'lam

0️⃣6️⃣ Ocha ~ Bekasi

Assalamualaikum Ustadz, 

Jika dalam pernikahan suami mengucapkan kata pisah sampai beberapa kali, apakah ini sudah jatuh talak, Ustadz? 

Jazakallah Ustadz. 

💎Jawab: 

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Ya, sebab pernikahan itu sakral yang wajib dihormati. 

Ada beberapa macam lafazh yang digunakan oleh seorang laki-laki dalam menceraikan istrinya: 

√ Lafazh yang secara tegas mengandung pengertian talak (cerai), seperti dengan mengatakan : “Aku thalak (cerai) kamu” atau “Kamu aku thalak.” Bila lafazh ini yang digunakan, maka thalak langsung jatuh meskipun tidak ada niat.

√ Bila lafazh yang digunakan adalah lafazh yang dikaitkan dengan satu syarat (perbuatan atau kondisi tertentu), seperti dengan mengatakan : “Aku thalak (cerai) kamu bila kamu melakukan perbuatan….atau mengucapkan perkataan….”

Lafazh seperti ini sangat tergantung kepada niat orang yang mengucapkannya. Bila dia benar-benar bermaksud menceraikan istrinya bila sang istri melakukan perbuatan atau mengucapkan perkataan yang disyaratkan itu, maka thalak akan jatuh bila perbuatan tersebut dilakukan atau bila perkataan tersebut diucapkan.

Tetapi bila suami hanya bermaksud mengancam atau menakut-nakuti isterinya, maka thalak tidak jatuh meskipun perbuatan tersebut dilakukan atau perkataan tersebut diucapkan. Dalam hal ini, suami hanya dikenai kewajiban membayar kaffarah (denda) sumpah, yaitu dengan memberi makan 10 orang miskin atau berpuasa selama tiga hari.

√ Tetapi bila lafazh yang digunakan adalah lafazh yang mengandung unsur kinayah (kiasan) atau lafazh yang multitafsir, seperti dengan mengatakan : “Pulanglah kamu ke rumah orang tuamu!,” maka lafazh tersebut membutuhkan adanya niat.

Jadi, kalau tidak ada niat dari suami untuk menceraikan isterinya, maka tidak jatuh thalak. 

Menurut hemat saya, kata “pisah” termasuk ke dalam katagori ini, karena lafazh tersebut bisa jadi maksudnya : “Kita pisah dulu untuk sementara waktu” atau “Aku pisah-ranjangkan kamu”.

Wallahu a'lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸

💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Hati selalu bersinar dan bercahaya dengan cinta sejati terdapat di dalam iman dan takwa mengapai ridho Illahi. 

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ فِيْكُمْ رَسُوْلَ اللّٰهِ ۗ لَوْ يُطِيْعُكُمْ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنَ الْاَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ حَبَّبَ اِلَيْكُمُ الْاِيْمَانَ وَزَيَّنَهٗ فِيْ قُلُوْبِكُمْ وَكَرَّهَ اِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الرَّاشِدُوْنَۙ - ٧

"Dan ketahuilah olehmu bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah ﷺ. Kalau dia menuruti (kemauan) kamu dalam banyak hal pasti kamu akan mendapatkan kesusahan. Tetapi Alloh ﷻ menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus. (QS. Al - Hujurat: 7).

HOW TO DEAL WITH COVID-19 PANDEMIC IN ISLAMIC PERSPECTIVE


 

OLeH  : Ustadzah Rizqi Maulida Amalia, M.Si

 💘M a T e R i💘

🌷HOW TO DEAL WITH COVID-19 PANDEMIC IN ISLAMIC PERSPECTIVE

Hamdan syukron lillah sholatan wa salaman ala Rasulillah wa ala aalihi wa ashhabihi wa ummatihi ajmain...

Islam telah memandu atau mengajarkan kepada umat dalam menghadapi berbagai krisis. Dalam hal ini termasuk pandemi covid-19 yang sedang melanda Indonesia dan dunia. Berkaitan dengan hal ini, sebagai way of life yang sudah komprehensif, bebrapa hal dianjurkan dalam Islam dalam menghadapi pandemi ini. Dimulai dari cara mencegah penyebaran, cara mengobati dan bersabar atas musibah ini sampai dengan aspek sosial fisik dan lainnya. Seperti bagaimana menguatkan jiwa bagi pasien dan keluarga yang terkena musibah. Hingga mempersiapkan diri kepada husnul khotimah.

Pada kesempatan kali ini insyaAllah akan kita bahas bagaimana panduan Islam tersebut:

hal terpenting ialah menjadikan saat-saat sakit atau mengalami musibah atau pandemi covid-19 ini sebagai waktu mustajabah. Yaitu waktu untuk bermunajat kepada Alloh ﷻ, taubatan nasuha, memperbaiki diri.

◾Masa Emas

Nabi bersabda kepada kami:

"Orang yang tinggal di tanahnya pada saat wabah, memiliki kesabaran, mencari pahala, mengetahui sepenuhnya bahwa tidak ada yang akan menimpanya kecuali yang Alloh ﷻ menetapkan untuknya;  dia akan diberi pahala seperti seorang martir." (Soheh Al-Bukhari 54748)

"Banyak ahli mengatakan bahwa pandemi disebabkan oleh wabah penyakit. Kita berharap bahwa Alloh ﷻ, dengan kemurahan hati-Nya, memberi pahala bagi mereka yang mengikuti kondisi seperti ini. Dia akan memberi hadiah kepada para korban wabah". 

Untuk mendapatkan pahala yang luar biasa ini, seseorang perlu:

1. Tetap dalam wilayah mereka. 

2. Bersabar. 

3. Mencari pahala. 

4. Percaya bahwa tidak ada yang akan menimpa seseorang kecuali apa yang Alloh ﷻ kehendaki. 

Hadits ini mencakup tiga kelompok orang:

★ Seseorang yang meninggal karena penyakit. 

★ Seseorang yang pulih dari penyakit. 

★ Seseorang yang tidak menderita penyakitnya sama sekali. 

Bismillah,

Sebagai tambahan bahwa, waktu-waktu yang seperti saat ini misalnya, saat keadaan wabah, musibah, pandemi covid-19, seperti kita rasakan itu sudah pernah terjadi bahkan beberapa hadist itu disebutkan. 

Nah, pada saat itu disebutkan juga ada peristiwa yang hampir sama walaupun tidak sama persis.

Pada saaat inilah kesempatan Golden Times (Masa Emas), saat-saat mustajabah bagi kita, bagi seorang hamba untuk bisa memanfaatkan waktu ini. Yaitu, tentunya dengan cara apa, supaya kita diberikan pahala atas apa yang kita lakukan.

✓ Pertama, sesuai dengan riwayat hadist yang disebutkan bahwa "perlu untuk tetap di rumah," berarti tidak berpindah dari satu tempat ketempat yang lain, tidak mengunjungi tempat yang ada wabah atau pandeminya, demikian pula ketika ditempat kita ada wabah tidak berpindah ketempat yang lain. Artinya, memutus rantai penyebaran.

✓ Kedua, bersabar. Menekankan untuk selalu bersabar.

✓ Ketiga, mencari atau memohon akan pahala atau balasan dari Alloh ﷻ yang insyaAllah sangat luas.

✓ Keempat, dari itu semua, yakin bahwa semua ini punya hikmah, tidak mungkin Alloh ﷻ memberikan ini tanpa adanya hikmah, tentunya akan ada hikmah. Ada satu kebaikan yang kita tidak pernah tahu apa itupun dimata itu jelek, sebenarnya kita tidak mengetahui apapun. Karena yang Maha Tahu adalah Alloh ﷻ, Maha Segala sesuatu-Nya. Maka diperlukan kemampuan diri untuk menerima Qodarullah-Nya. 

Dalam beberapa hadist, beberapa riwayat juga disebutkan bahwa "Orang-orang yang dapat bersabar menerima dengan ikhlas, ridha ketetapan Alloh ﷻ diantaranya misalnya sakit atau saat pandemi covid musibah ini, orang yang mati karenanya atau orang yang berusaha sembuh atas terkena positif atau musibah lainnya, atau orang yang diwafatkan dalam kondisi ini maka, semuanya itu akan mendapat ganjaran yang melimpah. Bahkan sampai mati Syahid ketika memang menjalankan semua ini sudah ridha. Dengan ketetapan Alloh ﷻ".

◾Menunjukkan Gejala

Langkah-langkah yang harus diambil saat menunjukkan gejala. 

★ Isolasi Diri!

Jika Anda atau orang yang Anda cintai menunjukkan gejala penyakit apapun. Penting untuk mengisolasi diri sesegera mungkin untuk menghentikan penyebaran penyakit.

Hal-hal yang harus dilakukan dalam isolasi diri;

✓ Tingkatkan shalat. 

✓ Bacalah Al Qur'an. 

✓ Dengarkan pengingat. 

✓ Renungkan atau jurnal. 

✓ Berdzikir mengingat Alloh ﷻ & berdoa. 

✓ Baca buku-buku bermanfaat. 

✓ Hubungi keluarga. 

✓ Olahraga. 

✓ Pelajari keterampilan baru secara on line. 

✓ Ingatlah untuk tetap tinggal terhidrasi dengan baik & istirahat. 

Percayalah kepada Alloh ﷻ, bertindaklah atas bimbingan profesional kesehatan dan jangan biarkan rasa takut menunda Anda untuk mencari atau meminta tolong sesuatu yang mendesak, jika Anda membutuhkannya.

Berikutnya adalah, Panduan ketika harus menjalani karantina atau isolasi, baik memang karena terkonfirmasi sakitnya atau karena tidak memungkinkan karena terjadi lockdown, atau karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Bahwa aktifitas atau anjuran yang ditekankan dalam Islam supaya dilakukan oleh umatnya agar ini semua dapat dilalui dengan mendulang pahala tentunya. Bukan malah menambah dosa dan sebagainya. 

✓ Pertama, menambah Ibadah shalat. Ibadah shalat ditingkatkan. Yang tadinya mungkin masih bolong-bolong, yang tidak tepat waktu, lebih ditingkatkan, yang wajibnya dioptimalkan, yang sunnahnya diperbanyak.

✓ Membaca Al-Qur'an, karena baik shalat dan membaca Al Qur'an merupakan kegiatan yang menambah pahala dan jug sebagai obat hati, membersihkan diri, jiwa dan hati.

✓ Ketiga, sering mendengarkan nasihat, tausyiah, mengikuti kajian, karena ini semua bukanlah hal yang sia-sia, insyaAllah mendapat pahala tentunya, untuk diri kita sangat bermanfaat dunia dan akhirat.

✓ Keempat, berMuhasabah. Karena semua yang dilakukan, bermunajat, merefleksi diri sehingga mau untuk memperbaiki diri.

✓ Kelima, sering berdzikir, bermunajat. Karena salah satu waktu yang mustajab juga ada pada waktu sakit misalnya.

✓ Keenam, melakukan sesuatu aktifitas yang bermanfaat bagi diri sendiri untuk dunia dan akhirat dan untuk orang lain. Karena pahalanya itu tidak akan terputus. Tatap menjali silaturahim. Kalau memang keadaannya masih PSBB, masih lockdown dan sebagainya, tentunya dengan kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan. Misalnya, dengan Whatsapp, soal media dan lainnya. Jadi memanfaatkan sosial media yang ada, kemajuan teknologi tapi untuk kebaikan. InsyaAllah itu mendulang pahala juga.

✓ Ketujuh, di iringi dengan latihan fisik atau olahraga dan sebagainya. Menjaga kebugaran, kesehatan dan cepat pulih kalau misalnya ada yang sakit.

✓ Kedelapan, memanfaatkan waktu-waktu, bagi yang sekolah karena sekolahnya dari rumah atau kuliah dari rumah sehingga mungkin banyak waktu yang masih ada. Jadi bisa dimanfaatkan dengan hal-hal bermanfaat. Jangan malah disia-siakan atau malah dibuang-buang. Artinya buang-buang misalnya, kita berleha-leha, bersantai-santai, atau melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat, misalnya menonton sosial media yang tidak bermanfaat. Nah, hal-hal tersebut yang di Islam sendiri dianjurkan untuk dilakukan panduan umatnya ketika menjalani isolasi mandiri, karantina atau lockdown seperti ini. Jadi, indahnya Islam adalah sudah memandu umatnya supaya tetap struggle (berjuang) dan pada akhirnya adalah Husnul Khatimah bukan malah sebaliknya. Na'udzubillah.

Berikut beberapa riwayat hadits tentang panduan saat pandemi covid-19:

◼️Hadits Nabi Muhammad Tentang COVID-19

1) Karantina adalah nasihat Nabi. “Larilah dari penderita kusta (yang dengan penyakit menular) seperti kamu akan melarikan diri dari seekor singa. " (Bukhari Volume 7, Buku 71, Nomor 608)

2) Menjaga Jarak adalah perintah Nabi.

"Mereka yang memiliki penyakit menular seharusnya dijauhkan dari mereka yang sehat.' [Bukhaari (6771) dan Muslim (2221)] 

3) Pelarangan Bepergian adalah pengajaran. 

"Jangan memasuki negeri tempat wabah penyakit (penyakit menular) telah pecah; jangan pergi dari tempat yang telah terkena wabah".

[Bukhari (5739) dan Muslim (2219)] 

4) Jangan Bersentuhan Dengan Orang Lain, jika kamu punya gejala.

Nabi bersabda: "Jangan menyebabkan kerugian atau membalas celaka." [Sunan Ibn Mājah (2340)] 

5) Tetap Tinggal Dirumah adalah ajaran Nabi "Mereka yang tinggal di rumah untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain berada di bawah perlindungan Alloh ﷻ." (Musnad Ahmed, Saheeh)

6) Jika perlu, rumah adalah masjid .

Nabi bersabda: “Seluruh bumi bisa dijadikan Masjid, kecuali kuburan dan kamar kecil."

[Tirmidzi (al-Salaah, 291)] 

7) Semua Ada Obatnya; kesabaran adalah kebaikan. 

Nabi berkata bersabda, “Tidak ada penyakit bahwa Alloh ﷻ mengutus tanpa mengirimkan obatnya."

[Bukhari (Volume 7, Buku 71, Nomor 582)] 

8) Mari Merawat 

Alloh ﷻ yang akan menyembuhkan.

Nabi bersabda: “Setiap penyakit memiliki obat.  Jika obat diterapkan untuk menyembuhkan penyakit, itu benar dengan izin Allah."

[Muslim (2204)] 

9) Memakai Masker Wajah adalah salah satu pengajaran.

"Nabi solallahu 'alaihi wasalam ketika bersin, akan menutupi wajah dengan tangannya atau dengan pakaiannya,"

[Abu Dawud;  Tirmidzi (Buku 43, Hadits

2969), Sahih] 

10) Cuci Tangan Setiap Kali Kamu Masuk Rumah

Nabi bersabda: “Kebersihan adalah sebagian dari iman."

[Muslim (223)] 

11) Karantina Rumah (Karantina mandiri) adalah nasihat Nabi. “Orang yang terkena wabah, siapapun yang tetap di rumahnya dengan kesabaran dan mengharapkan pahala, mengetahui bahwa tidak akan ada yang menimpanya selain dari kehendak Alloh ﷻ mendapatkan pahala."

[Musnad Ahmad, Sahih

juga Bukhari (2829) dan Muslim (1914)] 

Semoga Allah Taala membimbing Umatnya kita. 

Aamiin

★ Do'a dan Ruqyah

Doa Nabi dan ruqyah untuk dibaca saat sakit. 

Bacalah Surah Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah adalah salah satu bentuk ruqyah (pengobatan).

Do'a untuk menyembuhkan suatu penyakit;

اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ فَأَنْتَ الشَّافيِ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً 

Allaahumma Rabban-naasi adh-hibil bas, washfi antash-shaafi, lao shifaa-a illaa shifad-uk, shifaa-an laa yughaadiru saqamaa.

"Ya Rabb... Hilangkanlah kepedihan akan sakitnya, berilah kesembuhan padanya... karena sejatinya hanya Engkau Yang Maha Pemberi kesembuhan. Tiada kesembuhan kecuali penyembuhan dari MU, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit sesudahnya." [Bukhari Muslim] 

Doa untuk menghilangkan rasa sakit, 

بسم الله

Bismillaah

"Dengan nama Allah"

NB: Letakkan tangan Anda di tempat Anda merasa sakit dan ucapkan 3 kali dalam bahasa Arab.

و بالله وقدرته من شر أجد وأحاور

A'oodhu billaahi wa qudratihi min sharri maa ajidu wa ubaadhir

"Saya mencari perlindungan dengan Allah dan dengan kekuatan-Nya dari kejahatan yang saya temukan dan yang saya takuti."

NB: Letakkan tangan Anda di tempat Anda merasa sakit dan ucapkan 7 kali dalam bahasa Arab.

[Shoheh Muslim (920211)] 

★ Aspek Sosial

Membantu orang yang mengalami gejala;

1. Mohonlah supaya Alloh ﷻ menyembuhkan mereka.

2. Meminta orang lain untuk mendo'akan mereka.

(An-Nawaw mengutip sebuah konus tentang izinnya).

3. Beramal dengan harapan bahwa Alloh ﷻ akan memberikan kesembuhkan kepada mereka (beramal dalam bentuk makanan, pakaian dan lainnya).

4. Bantu mereka dalam segala hal, dengan cara yang anda bisa memastikan keamanan diri sendiri dan orang lain.

5. Jaga mereka dalam suasana hati yang baik, dengan penuh optimisme & harapan.

🔸KETIKA GEJALA MENJADI BURUK

Sebelum ke rumah sakit, ada tiga langkah utama yang harus diambil. 

Lebih baik untuk dipersiapkan lebih matang daripada tidak ada persiapan. Ambil 

tindakan pencegahan yang tepat pada tahap ini akan memastikan bahwa seseorang meninggalkan rumah tanpa penyesalan.

1. Tinggalkan anggota keluarga dengan memberi nasihat atau saran apapun yang Anda miliki untuk mereka.

2. Selesaikan tawbah atau taubatan nasuha.

3. Bagikan apa saja keinginan Anda untuk anggota keluargamu.

Wallahu a'lam

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷

         💘TaNYa JaWaB💘

0️⃣1️⃣ iiN ~ Boyolali

Ustadzah, bagaimana cara memotivasi anak remaja ke dewasa untuk memanfaatkan waktu liburan dan luang ini saat pandemi? Karena pola pikir mereka yang sudah sok dewasa dan ingin kebebasan

Jazakillah ustadzah. 

🔷Jawab:

Bismillah, 

Ini suatu tantangan, baik bagi keluarga, orang tua kemudian guru juga dalam masa pandemi covid ini yang beda dengan situasi pada umumnya, kita tahu bahwa sudah hampir 6-10 bulan kurang atau lebih.

Anak-anak kita, siswa, mahasiswa itu semua belajar dari rumah. Dengan segenap keterbatasan, dengan mungkin mereka merasa mungkin terkekang, kelelahan dengan tugas, dan mungkin yang biasanya bisa bertemu dengan teman tapi saat ini dibatasi. Kemudian, banyak perasaan berbeda, yang biasanya jiwa muda, yang harus bertemu dengan teman, bersosialisasi, bermain, dan sebagainya. Tapi, dengan kondisi ini, inilah PR (pekerjaan rumah) bersama sebenarnya.

Sebagai orang tua dan keluarga yang ada dirumah, kita bersama-sama, karena ini memang tidak mungkin satu orang (Ayah saja atau Ibu saja ataupun guru saja) itu tidak mungkin, yang adil kolaborasi bersama. Artinya, dari rumah Ayah, Bunda dan anggota keluarga yang lain yang ada berusaha untuk menjadikan rumah ini tempat yang nyaman (cozy). Dengan segala keterbatasan tentunya.

Diusahakan hal-hal yang mungkin membuat anak-anak merasa bosan, merasa tidak nyaman itu diusahakan. Jika, memungkinkan kita adakan diskusi bersama, yang mungkin kita tanya, "bagaimana menurut anak itu nyamannya seperti apa". Kemudian kita memberi saran, atau mereka juga bisa kita ajak untuk diskusi yang menurut mereka seperti apa. 

Harusnya dengan berdiskusi atau berdialog itu bisa membuat sama-sama. Dan bisa juga menjadi saling bantu antar keluarga, karena mungkin waktunya  banyak dirumah jadi dirumah pun saling kerjasama satu sama lain.

Intinya mungkin, komunikasi yang baik antar anggota keluarga. Jika disekolah juga berperan, artinya disosial media para guru bisa memantau muridnya, mahasiswanya sedang apa. Misalnya, anak muda jika disosial media update, itu perlu kita perhatikan walaupun bukan bermaksud untuk menguntit terapi melihat sampai sejauh mana. Ketika memang ada tanda-tanda mulai kurang baik dan sebagainya, tanda-tanda ini bisa kita minimalisir agar tidak terlalu jauh. Jadi pentingnya kolaborasi dengan orang lain, isnyaAllah.

Wa Allahu'alam

0️⃣2️⃣ Amie ~ Oku Selatan

Ustadzah bagaimana kita menyikapi masyarakat yang sepertinya acuh tak acuh, jenuh dengan masa pandemi begini, terkadang protokol kesehatan sudah banyak yang tidak menjalankan lagi. 

Padahal yang kena Covid setiap hari semakin menjadi. 

🔷Jawab:

Bismillah

Iya, dari pertanyaan ukhti memang sebenarnya bukan hanya saat ini bahkan ketika pertama kali pandemi covid itu ada, sebagian masyarakat memang ada yang tidak percaya sama sekali bahkan mungkin bertentangan dengan apa yang mungkin kita dengan keluarga kita lakukan. 

Misalnya, kita berusaha untuk tidak terlalu keluar rumah, atau ketika diluar memakai masker. Tapi ada sebagian yang menganggap ini semua rekayasa dan sebagainya.

Nah, untuk itu seperti halnya ingin mendambakan sesuatu atau ingin merubah keadaan kita, yang paling memungkinkan adalah mulai dari diri kita sendiri dan keluarga. Kita, berusaha artinya kita meniatkan ini seperti materi yang saya sampaikan, ini semua adalah panduan Islam yang bukan sesuatu yang tidak ada rujukannya, ini rujukannya dari Al-qur'an dan Hadist. Artinya, semua panduan ini tadi bagaimana untuk tetap dirumah, dan tidak menyebarkan ketika ada pandemi.

Kemudian, selalu menjaga kesehatan, dan mengisi hari-hari ketika harus lockdown dengan kegiatan yang positif dan bersabar atas semua ini. Karena itu, semua akan dinilai suatu ibadah dan akan dilipat gandakan. 

Kita berusaha untuk menjaga diri kita dengan mentaati peraturan tersebut. Karena peraturan tersebut yang dikeluarkan oleh pemerintah kemudian para ulama juga sudah sepakat bahwa ini semua panduan, memang harus dijalankan. Misalnya, kemarin di Harom atau di tanah Suci untuk Haji dan Umrah pun terbatas. Artinya, bukan hanya di Indonesia tetapi di dunia ini mengalami dan untuk ibadah seperti itu, yang mungkin di beberapa kota mungkin salat juga masih dibatasi, artinya tidak semua bisa. 

Kemudian harus mentaati protokol kesehatan. Dan itu juga yang terjadi di Mekah khususnya di Masjidil Harom. Ketika Haji terbatas, karena saling menjaga.

Hal ini kita lakukan, kita usahakan semaksimal mungkin dan niatkan mencari Ridha Alloh ﷻ. Dengan niat ini, mudah-mudahan Alloh ﷻ lipatkan gandakan dengan pahala dan kebaikan.

Jadi bukan karena disuruh pemerintah tapi karena niatkan ini semua dalam Ibadah. InsyaAllah bermuarakan pahala.

Untuk orang yang kita anggap bertentangan, menganggap covid ini tidak ada, kalau memungkinkan kita dakwahkan, kalaupun tidak, jangan sampai kita terpengaruh, kita harus tetap berprinsip mudah-mudahan bisa mendakwahkan, kalaupun tidak, kita bisa mendo'akan. Menjadi selemah-lemahnya iman.

Tetapi sebenarnya dalam rangka dakwah itu banyak cara, melalui soal media bisa menjadi bahan kita untuk dakwah. Misalnya, kita berusaha untuk mengirimkan whatsapp yang berisi himbauan untuk menjaga kesehatan selama pandemi covid dan bentuk-bentuk ibadah lainnya, seperti do'a, memperbanyak dzikir, membaca Al-qur'an. Yang telah tertulis di Qur'an dan Hadist yang memunajatkan khusus kepada Alloh ﷻ. Perenungan dari segala mara bahaya termasuk pandemi covid ini.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Yulia ~ Bekasi

Assalamualaikum ustadzah,  

Bagaimana secara muslim kita menyikapi vaksin covid yang sudah disiapkan pemerintah?

🔷Jawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Bismillah, tentang vaksin yang sudah disiapkan pemerintah.

Jadi, saya mengambil dulu contoh yang di Inggris. Jadi, di Inggris memang banyak vaksin yang sudah diteliti dan beberapa merk muncul karena memang pusat risetnya disana.

Kemudian ada Dewan Fatwa Muslim di Inggris yang sudah berdiskusi bersama dan memfatwakan bahwa mereka setuju dengan merk tertentu karena  dianggap sudah memiliki kehalalannya, akhirnya  diputuskan dalam msyawarah bahwa merk vaksin tersebut sudah disetujui untuk digunakan oleh muslim khususnya di Inggris.

Untuk di Indonesia, sebenarnya soal muslim ranahnya di MUI (Majelis Ulama Indonesia), di Kementerian Agama. Karena ada tupoksinya tersendiri, dengan menyertakan sertifikat halal. Ketika kita mengonsumsi suatu makanan, ada di kemasan bertulis Halal. 

Sebelum produk itu turun ke masyarakat, sudah disortir dahulu, ada Dewannya, ada pakar-pakarnya yang mumpuni untuk memberi Label dengan sertifikat halal ataupun tidak. Jadi, kita kembali pada musyawarah yang dilakukan oleh para ulama, dan mungkin jika hasil telah keluar akan diumumkan. Itu saja yang kita ikuti, insyaAllah Ulama yang di Indonesia.

Wallahu a'lam

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷

 💘CLoSSiNG STaTeMeNT💘

Semoga Alloh ﷻ ridhoi tholabul ilmi kita malam ini ya.

Hendaknya kita senantiasa bermohon kepada Alloh ﷻ, agar pandemi covid-19 segera Alloh ﷻ angkat. Dan Alloh ﷻ mudahkan kita untuk senantiasa beribadah dan memanfaatkan golden momen saat pandemi covd-19 ini. Semoga Alloh ﷻ hadirkan ganjaran pahala. InsyaAllah.

wallahu'alam.

Al afw minkum

CIRI DAN PENANGANAN ASMA PADA ANAK


OLeH  : dr. Barry Army Bakry, Sp.A

💎M a T e R i💎

Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh

Apa kabar semuanya? 

Alhamdulillah kita bisa kembali bertemu untuk tholabul ilmi di sore hari ini. 

Insya Allah kita akan membahas asma pada anak. 

🌸ASMA PADA ANAK

Asma merupakan penyakit saluran respiratori kronik yang sering dijumpai baik pada anak maupun dewasa. Prevalens asma pada anak sangat bervariasi di antara negara-negara di dunia, berkisar antara 1-18%. Meskipun tidak menempati peringkat teratas sebagai penyebab kesakitan atau kematian pada anak, asma merupakan masalah kesehatan yang penting. Jika tidak ditangani dengan baik, asma dapat menurunkan kualitas hidup anak, membatasi aktivitas sehari-hari, mengganggu tidur, meningkatkan angka absensi sekolah, dan menyebabkan prestasi akademik di sekolah menurun. Bagi keluarga dan sektor pelayanan kesehatan, asma yang tidak terkendali akan meningkatkan pengeluaran biaya.

Asma pada anak merupakan salah satu gangguan pada sistem pernapasan yang umum terjadi. Gangguan ini mempengaruhi saluran pernapasan dan terjadi karena saluran napas  sangat sentitif. Selama serangan asma saluran ini akan mengalami penyempitan sebagai dampak dari spasme otot pada dinding saluran napas dan pengeluaran (sekresi) mukus. Hal tersebut akan menyebabkan udara akan sulit untuk keluar atau masuk paru-paru.

SEBERAPA SERING KEJADIAN ASMA PADA ANAK?

Sekitar 1 dari 4 atau 5 anak mengalami serangan asma (mengi) dan setengah dari anak ini hanya mengalami asma ringan. Asma pada anak paling sering terjadi pada usia 2 sampai 8 tahun. Serangan asma pada umumnya akan semakin jarang ketika anak mencapai usia pubertas dan sangat sedikit terjadi pada saat dewasa.

APA YANG MENYEBABKAN ASMA PADA ANAK?

Serangan asma terjadi melalui berbagai cara yang berbeda untuk setiap anak. Waktu (onset) serangan biasanya tidak dapat diprediksi. Faktor pencetus serangan antara lain:

√ Udara dingin

√ Perubahan cuaca atau suhu yang mendadak. 

√ Debu. 

√ Alergi. 

√ Asap rokok. 

√ Serbuk sari (pollen). 

√ Bulu binatang. 

√ Makanan (Contohnya: Kacang). 

√ Obat (contohnya: aspirin). 

Biasanya sangat sulit untuk menentukan apa yang sebenarnya menyebabkan serangan asma terjadi.

BAGAIMANA KITA MENGETAHUI ANAK KITA MENGALAMI SERANGAN ASMA?

Gejala utama dari asma adalah batuk, gangguan pernapasan dan munculnya mengi. Batuk yang menetap (persisten) juga merupakan gejala asma. Batuk pada umumnya terjadi pada malam hari (sering juga pada awal pagi). Batuk juga dapat muncul pada saat udara dingin dan saat anak melakukan aktivitas. Apabila gejala ini muncul maka orang tua harus membawa anaknya ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pada prinsipnya keparahan, frekuensi kambuh, serta durasi serangan asma pada tiap anak dapat berbeda-beda. 

Bila Anda menemukan salah satu atau beberapa gejala yang sudah disebutkan di atas, segera bawa si kecil ke dokter anak terdekat untuk memastikan penyebabnya.

Terlebih jika orang tua punya riwayat asma atau alergi sebelumnya. Hal ini dapat membuat anak lebih berisiko tinggi terkena asma.

Diagnosis asma pada anak mungkin akan sedikit menyulitkan, karena:

★ Gejala asma seperti mengi dan batuk sangat umum pada anak-anak, terutama pada anak di bawah 3 tahun. 

★ Tes fungsi paru dengan spirometri biasanya baru bekerja optimal pada anak-anak usia 2 tahun ke atas. 

Jadi dalam banyak kasus, dokter baru bisa mendiagnosis asma pada anak ketika mereka berusia 2 tahun ke atas. 

APA YANG BISA KITA LAKUKAN DI RUMAH AGAR ANAK TIDAK MENGALAMI SERANGAN ASMA?

◼️1. Pertahankan Kelembapan Dan Kebersihan Udara Dalam Rumah

◼️2. Minimalkan Debu

Penanganan anak asma di rumah berikutnya adalah dengan meminimalkan debu. Kamar dan ruangan yang banyak debu dapat memperburuk gejala asma di malam hari.

Beberapa cara bisa dicoba, misalnya dengan membalut bantal dan kasur dengan penutup tahan debu atau rutin mengganti tirai jendela.

Pertimbangkan juga untuk mengganti karpet dan memasang alas lantai yang mudah dibersihkan saja, utamanya di kamar anak.

◼️3. Jauhkan Dari Bulu Hewan Peliharaan

Jika anak alergi bulu, sebaiknya hindari memiliki hewan peliharaan yang berbulu. Kalaupun Anda terlanjur memelihara hewan berbulu, rawat dengan baik untuk mengurangi jumlah bulu yang bertebaran. Jauhkan pula hewan peliharaan dari kamar anak Anda.

◼️4. Kurangi Paparan Udara Dingin

Jika asma anak Anda diperburuk oleh udara dingin dan kering, jaga suhu udara di kamar anak agar tidak terlalu dingin.

Kemudian bersihkan secara teratur setidaknya sekali seminggu untuk menghilangkan debu dan alergen pencetus asma.

Demikian. 

Semoga bermanfaat. 

Wassalam

🌷🌷🌷🔹🔹🔹🌷🌷🌷

        💎TaNYa JaWaB💎

0️⃣1️⃣ Mala Hasan ~ Lampung

1. Dok, apakah asma dapat menular? 

2. Apakah penularan asma dapat terjadi melalui handuk dan peralatan makan yang di pakai bersama? 

3. Apakah asma juga penyakit yang menurun? 

Jazakallahu khoir dokter

💊Jawab:

1. Asma tidak menular ya. 

2. Asma sama halnya seperti alergi, tidak menular. 

3. Asma memang diturunkan sifatnya. Jika orang tua punya sakit asma. Maka anak anaknya menjadi lebih sensitif dan mudah menjadi asma bila terpapar oleh hal-hal yang membuat asma kambuh.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Hesti ~ Yogja

Selamat malam dokter, saya dari kecil alergi debu dan cuaca, saya pernah tinggal di negara dengan suhu minus dan alergi saya semakin parah, sering bersin kemudian dari hidung keluar ingus yang encer bahkan lama kelamaan seperti air dan terkadang membuat hidung mampet dan saya harus bernafas menggunakan mulut. Kemudian saya ke dokter dan diberi resep obat sehari sekali selama 3 bulan, dan alhamdulillah alergi saya hilang, tetapi  berimbas ke penciuman saya. Sekarang saya tidak bisa mencium bau, dan akhir-akhir ini alergi saya kumat walaupun tidak separah dulu. Apa yang terjadi dengan saya dok, apakah saya mengalami permasalahan dengan saraf penciuman?

💊Jawab:

Terus terang masih belum jelas, keluhan gangguan penciuman itu muncul hilang timbul saat keluhan seperti diatas muncul, atau gangguan penciuman itu muncul permanen? 

Jika muncul hilang timbul, memang seperti itu, kalau keluhannya berat. Tapi kalau permanen keluhannya, saya kira tidak ada hubungannya dengan alergi. Baiknya ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut ya.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ iiN ~ Boyolali 

Dok, pertanyaannya simple tapi banyak. 

Dok, asma bisa sembuh kah? Katanya renang membantu kesembuhan ya dok?

Cara paling baik agar asma nya tidak datang lagi bagaimana dok?

Jika pada waktu malam hari asma tiba-tiba menyerang, sebaiknya apa yang dilakukan jika obat hisapnya tidak ada? 

Jazakallah dok

💊Jawab:

Asma itu sama halnya dengan alergi. Tidak bisa sembuh 100%, tapi bisa terkontrol keluhannya.  

Renang dapat membantu agar asma tidak mudah kambuh. Karena membantu memperkuat otot dada.

Cara agar asma tidak mudah kambuh, adalah dengan menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan sensitif pada saluran nafas.

Wallahu a'lam

🌷🌷🌷🔹🔹🔹🌷🌷🌷

 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Asma sekali lagi bukanlah penyakit menular, seseorang bisa kena asma karena memang saluran nafasnya memang lebih sensitif terhadap hal-hal yang menyebabkan kambuhnya asma. 

Asma bisa terkontrol. Jika terkontrol, maka tidak ada bedanya dengan orang yang sehat. 

Untuk itu penting sekali agar bisa selalu menghindari hal-hal yang dapat memicu kambuhnya asma.

Demikian, semoga bermanfaat. 

Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh


PENDIDIKAN ANAK & PERAN ORANG TUA DI MASA PANDEMI

 


OLeH  : Bunda Farida Nur Aini, S.Sos

 💎M a T e R i💎

🌸PENDIDIKAN ANAK & PERAN ORANG TUA DI MASA PANDEMI

Assalamualaikum bunda... 

Alhamdulillah segala puji syukur hanya kepada Alloh ﷻ yang telah memberikan kenikmatan kepada kita semuanya shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Alhamdulillah kita bertemu lagi dalam momen yang luar biasa, masih dalam susana pandemi. Mari kita terus bersyukur karena barang siapa bersyukur Alloh ﷻ akan menambah nikmatnya. Shalawat dan salam semoga selalu perintah pada Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. 

Semoga bunda dan keluarga dalam kondisi sehat walafiat, sehat ceria dalam lindungan Alloh ﷻ. Aamiin.

Kondisi yang tidak pernah kita duga selama ini mengharuskan kita untuk berubah secara cepat.

Pendidikan yang semula kita berikan, amanah kepada guru-guru di sekolah ternyata dikembalikan lagi kepada kita. Maka Justru pada saat seperti ini kita harus bisa membuktikan bahwa kita adalah guru terbaik bagi anak-anak kita.

Apa saja yang perlu kita persiapkan agar menjadi guru terbaik bagi anak kita?

◼️1. Kuatkan Posisi Diri

Saat kita mempunyai peran ganda harus bekerja dan dari rumah sekaligus menjadi guru bagi anak-anak adalah pekerjaan yang luar biasa maka sebelum menangani anak-anak kita harus membereskan dulu diri kita.

Berikut beberapa tips yang bisa kita lakukan: 

a) Susun Jadwal Bersama Keluarga.

Kapan anda work from home, kapan membersamai anak. Ada yang bisa bekerja efektif di pagi hari, tapi ada juga yang bisa bekerja jika anak-anak sudah tidur.  Walaupun pada kenyataannya ini akan tergabung, setidaknya kita punya patokan waktu untuk membuat skala prioritas. Kalau karyawan Apple, saat work from home karyawan harus menutup pintu, jendela dan tidak boleh bicara dengan pasangan. Apalagi sama anaknya. Wow, benar-benar work from home ya.

b) Tentukan Area Kerja Di Rumah.

Terutama jika kita mempunyai dokumen-dokumen penting maka melokalisir area kerja di rumah sangat penting, agar kita bisa menjaga kebutuhan yang bekerja kita, sekaligus anak-anak bisa mengerti bahwa daerah itu bukan termasuk wilayah bermain mereka.

◼️2. Kuatkan Vibrasi Diri

"Mama...bosann...! Kapan boleh sekolah...Aahh..!

"Mama.. Ayo main.. Kapan boleh main lagi? Aku capek nugas di rumah terus"

Itu vibrasi bun.

Getaran rasa jenuh dan bosan yang ditularkan dari anak kepada orang-orang yang ada disekitarnya. Apakah bunda terpengaruh menjadi ikutan bosan atau emosi?

Kalau iya, berarti bunda yang terpengaruh oleh anak. 

Wah, kalah dong. 

Iya, kalah sama anak. 

Nah, seharusnya tidak seperti itu kan? Justru kitalah yang harus mempengaruhi anak sehingga mendapatkan suasana yang lebih baik. 

Sehingga sebagai orang tua, ketika menjalani masa-masa istimewa seperti ini, kesehatan mental kita harus prima, terutama kesehatan mental ibunya orang yang berada di garda terdepan dalam pendidikan anak.

Kondisi saat ini menuntut kita untuk mempunyai stamina mental yang kuat, selain stamina tubuh yang harus prima. 

Kita cek dulu, apa ciri orang yang mentalnya tidak sehat?

a) Suasana hati yang berubah-ubah cepat.

b) Perasaan sedih yang berlangsung lama. 

c) Perasaan cemas dan takut yang berlebihan.

d) Gangguan makan.

e) Perubahan pada pola tidur.

f) Menjadi tokoh pengganggu. Komplain sana-sini. Protes kesana-kemari. Sibuk mencari kesalahan orang lain.

g) Marah berlebihan sampai mengamuk.

h) Perilaku yang tidak wajar, seperti teriak-teriak tidak jelas, berbicara dan tertawa sendiri. 

Semoga tidak ada diantara kita yang demikian ya.

Sedih? Segera istighfar. Khawatir? Segera istighfar. Pokoknya banyak istighfar aja.

Selain gejala yang terkait dengan psikologis, penderita gangguan mental juga dapat mengalami gejala pada fisik, misalnya sakit kepala, sakit punggung, dan sakit maag. Ini akibat penyakit hati yang tidak bisa dia atasi. Akhirnya menyerang ke badan. Tapi berobat kesana kesini dinyatakan sehat. Karena memang badannya sehat yang sakit adalah jiwanya. Dan, hati-hati ya , kata dr. Agus (yang viral, yang dari Surabaya itu) 70% penyakit itu dari pikiran. Pikiran itu sumbernya dari hati alias mental.

◼️3. Mental Yang Sehat

Agar kita bisa  menyampaikan vibrasi atau energi yang positif maka kita harus mempunyai mental yang sehat. 

Apa ciri orang yang mempunyai mental yang sehat?

a) Realistis. Tidak  protesan. Tidak suka komplain. 

b) Berkomitmen pada kebenaran. 

c) Mempunyai toleransi yang tinggi. Tidak memaksakan kehendak.

d) Mempunyai kematangan emosi.

e) Mempunyai pengendalian diri yang kuat.

f) Mampu berdamai dengan diri sendiri dan dengan segala situasi. 

Wah, orang seperti begini bahagia ya hidupnya. Nyaman-nyaman saja dalam segala situasi. Tidak baperan.

Tidak mudah  menyalahkan. Santai saja. 

Work from home? Oke saja.

Anak-anak ribut terus? Santai saja.

Masak tiada henti? Nikmati saja. 

Jatah sebulan habis seminggu? 

Disyukuri saja.

Mari, kita simak kisah berikut tentang pentingnya mental yang sehat.

Alkisah, ada waliyullah, yang diberikan kelebihan oleh Alloh ﷻ dibandingkan dengan manusia yang lainnya.

Suatu hari, beliau bertemu dengan rombongan wabah, kalau yang sekarang virus.

Beliau bertanya kepada rombongan itu, "kalian mau kemana? Para virus itu menjawab, "kami mau ke Damaskus."

"Ada tugas apa? Kami diberi tugas oleh Alloh ﷻ, untuk menguji orang-orang yang ada di sana."

"Berapa lama? Ya, rencana 2 tahun."

"Terus nanti korban ada berapa orang direncanakan? Rencananya ada 1.000 orang yang meninggal dunia."

Nah, 2 tahun kemudian, waliyullah tersebut bertemu kembali dengan para virus itu.

Beliau bertanya, "Bagaimana kabar kalian? Ya, tugas kami sudah selesai, kami akan pulang. Jadi, ada berapa korban yang meninggal dunia? Ada 50.000 orang."

"Wah, banyak sekali, kok berbeda dengan target semula? Iya, rencana berjalan seperti semula, yang meninggal dunia karena wabah ada 1.000 orang. Selebihnya, itu karena mereka ketakutan, mereka panik, karena mental mereka yang tidak sehat."

Demikian sekelumit kisah yang bisa menjadi inspirasi kita bahwa kesehatan mental adalah hal yang sangat luar biasa, untuk kesehatan badan kita.

🌸🌷🌸

Setelah kita beres dengan diri kita sendiri maka saatnya kita memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak kita.

Apa sajakah fokus pembelajaran selama pandemi? 

Bunda sholehah, dalam pendidikan ada empat hal yang menjadi titik fokus yaitu:

1. Knowledge

2. Skill

3. Attitude

4. Value

🔹1. KNOWLEDGE 

Adalah ilmu pengetahuan yang menjadi ranah tugas dan tanggung jawab guru sekolah. Selama ini ke empat hal tersebut ditanggung oleh guru. Namun, selama pandemi ini ada pembagian tugas.

Jika guru fokus pada  knowledge maka tugas orang tua fokus pada ketiga hal di bawahnya yaitu skill, attitude dan value.

Mari kita bahas satu per satu. 

🔹2. SKILL

Fokus tugas kita adalah mengasah bakat anak.

Seharian di rumah, ini kesempatan yang sangat bagus untuk mengasah bakat anak, apa saja  bakat anak itu dan bagaimana cirinya?

Mari kita simak bacaan berikut ini,

Baik Ayah Bunda, kita sekarang akan membicarakan masalah bakat.

√ Bakat itu ada 2 hal:

★ Pertama, KARENA DIBENTUK. 

Karena dibentuk, ini adalah bakat karena dilatih. Dengan latihan yang keras, dengan pembimbingan yang luar biasa, walaupun mungkin bakatnya sedikit yang ada pada diri anak kita. Tetapi karena dengan dilatih dengan sangat keras, maka  akan menjadi potensi yang luar biasa.

Kalau ini butuh pelatih profesional tentunya. 

★ Kedua, BAKAT ALAM. 

Apa itu bakat alam? Bakat alam ini adalah bakat yang Alloh ﷻ berikan kepada anak kita atau kalau orang jawa itu bilang nya "gawan bayi". Jadi sudah ada pada diri anak kita. 

Nah, apa ciri-cirinya kalau ini  menjadi bakat alam dari anak kita. Ada beberapa ciri:

1) Lupa waktu. 

Jadi kalau anak kita sudah mengerjakan hal itu, dia itu sering lupa waktu. Sampai sering kita ingatkan, ayo nak makan dulu, ayo nak sholat dulu, karena saking asiknya.

2) Langsung Bagus Sejak Awal.

Jadi dia baru saja mengerjakan itu, tapi begitu cepatnya dia belajar dan hasilnya langsung bagus, tidak perlu banyak latihan.

3) Nagih atau Ketagihan, sifatnya nagih. 

Jadi anak kita kalau mengerjakan itu, seperti orang yang ketagihan, ingin mengerjakan lagi, ingin lagi, inginnya terus mengerjakan itu saja.

4) Dia Mudah Sekali Belajar.

Misalnya, dia mempunyai bakat masak. Hanya dengan menyicipi sebuah masakan dia langsung tahu, "oh ini bumbunya ini" terus nanti "cara mengolahnya ini". Dia  sudah langsung bisa ada feel, bagaimana cara membuatnya dan sebagainya.

Atau juga, misalnya dia mempunyai bakat dalam hal kerajinan tangan. Hanya dengan melihat sebuah kerajinan tangan, mengamati beberapa menit. Dia sudah langsung paham "oh ini caranya begini", oh ini nanti dari sini", dan sebagainya. Cepat sekali untuk belajar.

5) Ada Kepuasan Tersendiri Yang Luar Biasa.

Jadi dia merasakan kepuasan yang sangat ketika mengerjakan itu.

6) Rela Berkorban. 

Jadi dia rela mengorbankan apa yang dia miliki, untuk mencapai kepuasaannya itu, untuk mengasah bakatnya itu. Misalnya, rela tidak bermain, rela uang sakunya dipotong, jadi dia ikhlas untuk mengerjakan dengan pengorbanan.

Nah, itu tadi Ayah Bunda, beberapa ciri kalau itu menjadi bakat anak kita.

🔹3. ATTITUDE

Fokus kita adalah Pendidikan karakter. 

Bekal sukses anak 80% ditentukan oleh karakternya. Maka fokus kedua pendidikan kita adalah karakter anak. 

Karakter ini akan didapatkan melalui pendidikan aplikatif melalui kegiatan sehari-hari anak kita. Misalnya kita memberikan karakter tanggung jawab kepada anak kita dengan cara berilah anak tugas di rumah sesuai dengan kemampuannya, biarkan dia berusaha menyelesaikan tugas itu sampai selesai sebagai bentuk tanggung jawabnya. 

Atau karakter berani, berikan tugas kepada anak kita untuk berani berbicara bicara jujur, berani berada di kamar sendiri atau ketika mandi kamar mandinya ditutup. 

🔹4. VALUE

Fokus pada pendidikan agama.

Agama adalah pondasi kehidupan. Maka fokus utama yang pertama adalah pendidilan agama untuk anak kita. Pada usia PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau TK (Taman Kanak-kanak). Penddidikan ini pada tahap pengenalan. Maka ajarkan anak secara aplikatif. Misalnya, tata cara berwudhu. Ajarkan mulai dari cara melingkis (melipat) baju agar ketika wudhu, baju tidak basah semua.

Dilanjutkan dengan pendidikan shalat. Pentingkan pendidikan salat Ananda sehingga bacaan shalat Ananda benar dan gerakan shalatnya benar.

Bunda, saat istimewa saat menguatkan bonding dengan keluarga. Silahkan berkreasi dan berinovasi sesuai kondisi keluarga masing- masing.

Pasti ada hikmah di balik peristiwa. 

Wallahu a'lam

Demikian materi kita pada hari ini.

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸

        💎TaNYa JaWaB💎

0️⃣1️⃣ Zahira As-syahidah Ayu Muhibbin ~ Sidoarjo

Ustadzah, bagaimana caranya supaya kita sebagai anak tidak bosan dengan daring?

Dan apa saja yang harus kita sebagai anak atau pelajar untuk mengisi waktu luang?

Syukron

🌸Jawab:

Buat agenda yang variatif dirumah. Bisa secara individual atau bersama-sama keluarga. Seperti, memasak, berkebun atau membuat karya. Seperti kerajinan tangan, menulis, atau menyalurkan hobi.

Diwaktu luang jusru bisa digunakan untuk mengasah bakat anak.

Amati bakatnya kemudian beri bimbingan mengasahnya. Bila perlu dicarikan guru khusus jika kita tidak bisa mendampinginya.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Yulia ~ Bekasi

Assalamualaikum ustadzah,  

Bagaimana cara menghidupkan suasana belajar dirumah, seperti disekolah karena kalau disekolah anak senang banyak teman-teman namun dirumah sendiri sehingga anak tidak semangat?

🌸Jawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Memang tidak bisa seperti disekolah ya. Karena juga berbeda. Yang penting dijaga suasana belajar dirumah.

Anak lebih banyak didampingi dalam agama dan karakternya saja. 

Soal akademik lebih santai saja.

Wallahu a'lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸

 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Semoga Bunda dan keluarga selalu dalam lindungan Alloh ﷻ, selalu sehat dan diberikan kekuatan untuk bisa melalui ujian ini, sehingga lolos dan menaikkan derajat kita di mata Allah Subhanallhu wata'ala.

Semoga bermanfaat.

Terima kasih. 

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

ASAM URAT

 


OLeH  : Ustadz Mukhtar Azizi, S.Pd.I.

 💎M a T e R i💎

🌸ASAM URAT

Akan masuk ke dalam asam urat yang ada pada fisik dan asam hati maupun pikiran, yuk kita kaji bersama. 

Penyakit asam urat merupakan kondisi yang bisa menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, serta adanya rasa panas di area persendian. Semua sendi di tubuh berisiko terkena asam urat, tetapi sendi yang paling sering terserang adalah jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Asam pada hati berada pada gelisah ya kehidupan tidak ada arah yang menentu.

Asam dalam pikiran terletak pada hal yang ragu dalam bersikap dan keputusan yang diambil.

Dari Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam dan kesayangannnya radhiyallahu anhuma, ia berkata,

Aku hafal (sebuah hadits) dari Rasulullah ﷺ: “Tinggalkan yang meragukanmu lalu ambillah yang tidak meragukanmu."

(HR. Tirmidzi, An-Nasa’i. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan dan shahih)

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

Berdoalah kalian kepada Alloh ﷻ dengan penuh keyakinan akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Alloh ﷻ tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.

Datang ya asam urat dengan makan daging di sembelih tanpa menyebut asma Alloh ﷻ, mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram. 

Tambahan: 

Asam urat terdapat dalam tubuh kita (hasil metabolisme normal) dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) atau pun hewan (daging, jeroan, ikan sarden). Kadar asam urat normal pada pria dan wanita berbeda, pria 3,5 – 7 mg/dl sedangkan wanita 2,6 – 6 mg/dl.

Wallahu a'lam

🌷🌷🌷🔹🔹🔹🌷🌷🌷

        💎TaNYa JaWaB💎

0️⃣1️⃣ Atin ~ Pekalongan

Assalamualaikum Ustadz, 

“Tinggalkan yang meragukanmu lalu ambillah yang tidak meragukanmu."

Mohon berikan contoh berkaitan dengan hadist tersebut? 

💊Jawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh 

Pada saat ada keraguan dalam pikiran maka tinggalkan. Kembali ke langkah awal yang meyakinkan. 

Seperti : kaki melangkah ke pasar atau ke majlis.

Bila yang awal niat ya ke majelis maka tunaikan yang telah di niatkan. 

Asam urat mulanya dari hati berjalan ke urat syaraf (pikiran) sampai ke kaki. 

🌴Kalau ragu-ragu jumlah raka'at yang sudah dilakukan saat sholat bagaimana Tadz?

💊Ini masuk ke dalam asam urat, maka yakinkan diri agar disempurnakan ibadahnya sesuai dengan jumlah raka'at setiap shalat yang terlaksana berawal dari niat shalat ya. 

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ iDa ~ Karawang

Assalamualaikum ustadz,

Apakah sakit asam urat berhubungan erat dengan perilaku kita sehari-hari? Misal dari perkataan yang sering menyakitkan atau melukai perasaan orang lain. 

💊Jawab:

Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh 

Asam urat tidak terhubung pada perasaan, hanya pada perilaku yang tidak sesuai dengan akhlak Rasul. 

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Yayu ~ Bandung 

Apakah asam urat hanya menyerang satu tempat saja? 

Adakah yang harus dihindari selain yang hijau-hijau dan kacang-kacangan ustadz?

💊Jawab:

Asam urat dapat menyerang bila pola makan dan minum tidak teratur serta tidak berolahraga, Makanan yang sehat yaitu 4 sehat 5 sempurna.

Konsumsi makanan pokok, berlemak dan beserat tidak berlebihan serta buah-buahan dan minuman yang menyehatkan. 

Wallahu a'lam

🌷🌷🌷🔹🔹🔹🌷🌷🌷

 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Asam urat bagian refleksi agar menyadari untuk senantiasa beribadah sesuai dengan sumber Al-Qur'an dan hadist. Kesehatan pun terjaga secara jasmani maupun rohani. 

Wallahu a'lam