Minggu, 14 Juni 2020

BUAH HATI ADALAH INVESTASI (Episode 14)



OLeH  : Bunda Endria Soediono

          💎M a T e R i💎

Bismillaah...

Alhamdulillah
Allahumma shali wa salim ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad.
Laa haula wa Laa quwwata ilaa billaah.

‘Amma Ba’du.

Ukhtifillah yang semoga dirahmati Alloh ﷻ...

Ketika kita berbicara tentang anak kita, selalu konotasi yang lazim kita ingat bahwa benar mereka adalah titipan Alloh ﷻ yang harus kita jaga dan kita hantarkan hingga menjadi manusia dewasa.

Ada hal yang lain yang lebih spesifik yang seharusnya juga selalu menjadi platform kita dalam kehidupan membesarkan anak.

Yakni selain anak sebagai amanah titipan Alloh ﷻ kepada kita, anak juga merupakan ladang investasi kita dalam mendulang pahala kelak di akhirat.

Sebagian diantara kita hanya terfokus pada anak sebagai investasi dunia, karena itu banyak yang berlomba-lomba memasukkan mereka ke sekolah favorit yang mana yang dianggap paling ok dalam meniti jenjang pendidikan formal selanjutnya.

Langkah yang telah diambil diatas bukannya salah. Akan tetapi jika tidak mendahulukan konsep dasar bahwa anak sebagai investasi akhirat maka langkah tersebut tidaklah akan bisa menjamin menghasilkan kebaikan apapun.

Betapa banyak orang tua yang kecewa telah membesarkan anak-anaknya dengan cara yang salah. Yakni dari sejak kecil anak diarahkan hanya pada apa yang akan memudahkan jalannya meniti karir dunia.

Memang tidak sedikit mereka yang sukses dalam karir dunianya, bahkan mendapatkan kesejahteraan yang berlebih dari yang lain. Artinya kelayakan hidup yang mereka peroleh diatas rata-rata karena pendidikan yang telah mereka lalui juga PILIHAN dalam konotasi memang fokus pada jalan kesuksesan dunia.

Jika keadaan diatas terjadi maka biasanya orang tua akan banyak menyesal dimasa tuanya. Mereka boleh jadi bangga pada awalnya karena anak-anak mereka yang mereka harapkan sukses benar-benar mencapai kesuksesan. Tetapi sayang kesuksesan tersebut tidak mampu memberi kepuasan ruhaninya yang telah menyadari bahwa ternyata kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat.

Hingga iapun menyadari pula bahwa ibarat anak sebagai investasinya maka ia telah salah dalam berinvestasi.

Karena investasi yang benar-benar dapat membuahkan kepuasan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat adalah ketika orang tua telah mendidik anaknya pada jalan yang tepat dan dengan dilandasi pada orientasi yang benar yakni kepada kehidupan akhirat.

Dengan berpijak pada target kesuksesan anak dalam urusan akhirat maka anak akan benar-benar menjadi harapan yang tidak lagi kosong bagi orang tua yang pada gilirannya akan memasuki usia tuanya dan bersiap menghadap pada Robb-Nya.

Renungkanlah kondisi di atas, agar kita tidak menyesal nanti...

Mulailah mengubah orientasi diri kita sebagai orang tua agar mengarahkan anak-anak kita bukan lagi juara dunia yang menjadi target-target mereka tetapi menjadi hamba Alloh ﷻ yang beriman dan bertaqwa lah yang akan menjadi sebab investasi yang takkan pernah merugi.
InsyaAllah

Ukhtifillah yang semoga dirahmati Alloh ﷻ...

Banyak hal yang perlu kiranya kita persiapkan untuk menjadikan anak-anak kita menjadi manusia yang bertaqwa kepada Alloh ﷻ bukan kepada hawa nafsunya hingga dunia menjadi tuhannya yang selalu ia kejar sampai lupa kehidupan setelah kematiannya.

Na’udzubillahi mindzalik.

Jangan kita merasa tersinggung jika saya mengatakannya...

Karena ini semua bagi saya selalu menjadi fokus perhatian diri dalam mendidik dan membimbing anak-anak. Apalagi saat seperti sekarang ini dimana kita semua merasakan kedekatan dalam kebersamaan secara intensif akan menjadi lebih intens kita dalam memikirkan mereka.

Mengamati mereka, menilai prilaku mereka, melihat perkembangan baik maupun kekurangan-kekurangan yang harus kita perbaiki.

Itu semua merupakan tanggung jawab kita.

Dan lebih dari itu...
Jika kita ingin menjadikan mereka sebagai investasi akhirat kita, maka saatnya kita mulai menyusun strategi yang tepat hingga arah tujuan kita menjadikan mereka sebagai investasi akhirat benar-benar akan membuahkan hasil yang maksimal dan kelak akan menjadi jalan kebahagiaan serta kebanggaan yang hakiki.

Selanjutnya saya ingin mengajak Jama’ah majelis ilmu yang semoga dirahmati Alloh ﷻ memikirkan suatu tahapan awal yang mendasar bagaimana kita bisa meniti jalan kesuksesan anak-anak kita hingga mereka benar-benar akan menjadi investasi akhirat kita yang berharga.

🔹Pertama:
Mulailah dengan meluruskan Niat. Dan menguatkan Doa.

Niat dan Doa seharusnya menjadi tombak pertama yang kita luncurkan kepada Alloh ﷻ hingga apa yang menjadi harapan dan tujuan kita tercapai.

Mengapa?

Karena hidup kita ini untuk beribadah kepada Alloh ﷻ, maka jangan lupa ketika kita mendidik anak-anak kita dan mengantarkan mereka menjadi manusia dewasa itu adalah suatu ibadah besar. Karena itu konsistensi niat ini harus dijaga. Jika tidak maka yang terjadi adalah seringnya meluncur sikap dan prilaku yang tidak terkendali ketika kita melihat anak-anak kita melakukan hal-hal yang diluar kemauan kita.

Jadi dengan kendali niat ini perilaku kita akan lebih terukur dan rasa diawasi Alloh ﷻ menjadikan kita lebih sabar dan lebih hati-hati dalam memperlakukan anak.

Bukankah sejak awal kita juga sudah sepakat bahwa anak kita adalah titipan-Nya?

Baik ...
Kemudian serangkaian dengan Niat adalah Doa.

Panjatan doa dalam proses mendidik anak tidak seharusnya kita lakukan hanya saat kita mendapat masalah tentang anak-anak kita.

Doa untuk anak-anak harus selalu kita panjatkan setiap saat bahkan jangan sampai kita tinggalkan saat kita sholat, apakah disaat sujud ataupun sebelum salam.

Ada salah satu doa yang singkat yang bagus dan berasal dari Al Qur’an yakni:

Robbi hablii minas shoolihin

Kita mintakan kepada Alloh ﷻ terus-menerus agar anak-anak kita dijadikan anak yang sholih.

Demikian Alloh ﷻ mengajarkan kepada kita agar kita berdoa kepada-Nya memintakan kesholihan bagi anak-anak kita.

Jadi faham tidak sampai disini, apa yang menjadi ukuran kesuksesan anak dimata Allah ‎Subhanahu wa Ta’ala hingga Dia mengajarkan kita untuk berdoa kepada-Nya seperti itu.
Yakni, kesholihan... bukan kesuksesan dalam urusan dunianya, bukan tingginya jabatan atau apalah yang sifatnya duniawi.

🔹Kedua:
Arahkan orientasi diri kita pada segala tentang kehidupan Akhirat.

Ukhtifillah sayang...
Mari kita renungkan,

Jika hati kita telah kita penuhi dengan harapan suksesnya dan sejahtera nya kelak kita di akhirat maka apa saja yang berkaitan dengan dunia tidak akan lagi menjadi prioritas lagi.

Bukan kita harus meninggalkan perkara yang menjadi sebab baiknya kehidupan dunia kita.
Tetapi ...
Apabila kita sudah dihadapkan dengan pilihan maka kita seharusnya memilih apa saja yang dapat menjadi sebab kebaikan akhirat kita.

Demikian pula prinsip ini yang harus kita terapkan pada anak kita. Didiklah anak kita agar mereka mencintai kehidupan akhirat daripada dunia.

Maaf...
Bukankah saat sekarang ini kalau kita mau jujur ... anak begitu melesat dalam mendekat pada segala aturan dan tren duniawi - dengan adanya gadget dan sarana informasi yang lain.

Hingga akibatnya anak lebih tertarik pada segala bentuk moderenisasi daripada mereka khusyuk menyiapkan bekal akhiratnya.

Ini fakta yang tidak bisa kita pungkiri ukhtifillah.

Dan betapa sulitnya sebagian orang tua membendung pengaruh negatif duniawi dari kehidupan pribadi anaknya.

Inilah fungsi keteguhan orientasi akhirat yang perlu diperbaiki kembali dan juga teriring doa yang tiada putus serta niat yang kuat hingga jiwa kita tidak mudah lelah dan melemah serta kalah.

🔹 Ketiga:
Segera tentukan skala prioritas yang harus kita terapkan pada anak kita.

Tidak ada kata terlambat bagi orang tua untuk memperbaiki keadaan anaknya agar mereka menjadi inviestasi akhiratnya yang berharga.

Skala Prioritas ini bisa relatif ya... Akan tetapi setidaknya beberapa perkara yang wajib kita nomor satukan adalah sebagai berikut:

1). Lakukan introspeksi terhadap anak kita dalam perkara Aqidahnya.

Jangan-jangan anak kita asing dengan aqidah islam yang seharusnya mereka ketahui.
Jika demikian tentu ini suatu musibah besar ...
Na’udzubillahi mindzalik.

Ukhtifillah...
Sadarkah jika anak kita mereka kelak juga akan menjadi dewasa dan menjadi manusia yang dibebani kewajiban taat dan tunduk pada Agama Alloh ﷻ?

Jika mereka tidak memiliki ilmu agama maka bagaimana mereka bisa menjadi seorang ahli ibadah, yang taat, yang sholih?

Perkara pemahaman tentang Aqidah islam itu bukan saja kebutuhan kita yang tua.

Anak kita kelak juga dewasa dan wajib memiliki pemahaman yang matang tentang agamanya. Karena jika tidak tentu peluang mereka menjadi penghamba dunia dan akan menjadi manusia yang tidak dihiraukan Alloh ﷻ.
Na’udzubillahi mindzalik.

Jika kita sudah menyadarinya maka segeralah mendekat kepada anak dan ajak anak-anak kita mulai memahami ilmu agama, wa bil khusus perhatikan dan pastikan aqidahnya benar, imannya kepada Alloh ﷻ kuat dan dia memiliki orientasi akhirat sebagai titik utama yang selalu menjadi perhatian.

Biarkan mereka sekolah, kuliah ataupun bekerja. Tetapi kita sebagai orang tua wajib terus memantau keadaan agama anak-anak kita terutama bab Aqidah ini.

 2). Setelah Aqidah adalah pastikan anak-anak kita memiliki banyak pengetahuan tentang perkara yang dihalalkan dan yang diharamkan oleh Alloh ﷻ dan Rasul-Nya.

Bab ini jika mereka tidak melakukan rutinitas mengaji (mengikuti kajian Kajian secara rutin) akan susah dicapai.

Jika belajar agama hanya menjadi sampingan atau sekedar mengisi waktu luang maka jangan harapkan hasilnya juga akan memuaskan.

Tanpa banyak mengetahui tentang hal-hal yang halal dan yang haram maka anak akan tumbuh dewasa dengan gaya hidup yang cenderung bebas.

Tidak suka terikat dengan aturan agama. Bahkan sebagian sampai menganggap bahwa setiap yang berkaitan dengan agama adalah sesuatu yang dianggap konservatif atau kuno. Sedangkan mau mereka terus mengikuti arus modern.

Inilah musibah yang tidak boleh dianggap remeh oleh orang tua.

Segeralah ajak bicara dan luruskan pandangan hidupnya dan arahkan kemana saja mereka sebaiknya segera mengambil langkah untuk menambah pengetahuan agamanya hingga kuat imannya dan juga mampu melakukan banyak amal sholih. Bukan hanya sibuk dengan aktivitas dunia yang hanya akan menghabiskan usianya dengan sia-sia.

3). Segera tanamkan kepada jiwa anak-anak kita sedini mungkin rasa takut kepada Alloh ﷻ dan penuh harap kepada-Nya.

Ukhtifillah ketika anak-anak kita nanti tumbuh menjadi manusia dewasa tentu mereka akan menemui ujian di dalam kehidupannya.

Jika mereka jauh dari Alloh ﷻ maka bagaimana mereka akan bisa rajin dan menikmati doa-doa yang seharusnya mereka bisa panjatkan kepada Alloh ﷻ.

Ingat dunia modern saat ini sudah banyak memalingkan hati manusia pada konsep apa yang mereka lihat maka itulah yang mereka yakini.

Padahal di dalam konsep keimanan itu Alloh ﷻ adalah Dzat yang Ghaib yang harus menjadi central dalam dirinya.

Bagaimana mereka bisa membangun keimanannya jika kita tidak pandai membangun fondasi pada jiwanya sejak saat dini.

Itulah diantara hal-hal yang mungkin bisa saya sampaikan pada kesempatan malam ini.

Tentu masih banyak lagi topik bahasan sebagai pendalaman jika kita ingin benar-benar mendapatkan jalan yang ideal menuju terwujudnya anak-anak kita benar-benar mampu menjadi investasi akhirat kita yang berharga, bukan justru menjadi beban berat kita di akhirat kelak.

Alhamdulillah
Allahumma sholi ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aliy Muhammad.

 ‎والله أعلم…

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
        💎TaNYa JaWaB💎

0️⃣1️⃣ Ramlah ~ Jambi
Ustadzah, bagaimana meyakinkan dan menjelaskan kepada anak tentang perceraian orang tuanya?
Menghindari agar sang anak tidak patah hati, menyalahkan keadaan.
Setidaknya agar sang anak yang masih sangat kecil tadi tetap sayang dan menghormati keduanya meskipun tidak lagi bersama.

Afwan dzah, jazaakillahu khoir.

🌸Jawab:
Bismillah,

Sayang tidak disebutkan berapa usia anaknya.

Jika belum waktunya dijelaskan. Maka tidak perlu dijelaskan.

Yang penting tunjukkan sikap yang tetap baik diantara mantan suami atau istri. Baik didepan anak-anak maupun dibelakang mereka.

Karena dalam ajaran agama kita pasangan suami dan istri yang bercerai itu seharusnya tetap menjaga hubungan yang baik sebagai sesama manusia sosial yang berakhlaq karimah sesuatu tuntunan akhlaq Islam.

 ‎والله أعلم بالصواب

0️⃣2️⃣ Silvi ~  Surabaya
Assalamu'alaikum bun...

1. Afwan, ini ada pertanyaan dari sahabat ana.
Kita diharuskan untuk saling menghargai, menghormati. Kalau terjadi anak tidak menghormati ayahnya karena ayahnya yang suka bicara kasar, posisi saya sebagai ibu mantan dari ayahnya anak ini harus seperti apa?

2. Dan apakah anak tersebut salah jika membenci ayahnya?

🌸Jawab:

‎وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته 

1. Jika tidak disebut usia anak agak sulit ya kadang menjelaskan karena kita sebaiknya bersikap sesuai dengan tingkat usia anak.

Tapi secara umum saja insyaAllah bisa dijelaskan bahwa ibu yang bijaksana harus tetap mengajarkan kepada anaknya agar mereka menghormati ayahnya, tidak membencinya, tidak berlaku kasar dan terus mendoakan kebaikan bagi ayahnya.

Jadi jelaskan bahwa ini adalah sebagaimana yang diperintahkan Alloh ﷻ.

Jadi antara fakta yang mereka lihat dengan tanggung jawab ketaatannya memenuhi perintah Alloh ﷻ maka harus di kedepankan mentaati perintah-Nya.

Perlu ditambahkan bahwa keadaan ayahnya bagaimanapun dia maka insyaAllah dengan doa anaknya maka beliau insyaAllah menjadi baik.

Jangan justru diprovokasi untuk mendiskreditkan ayahnya nanti anti akan mendapat bagian dosa tersendiri lho...

Tetap fokus pada arah mendidik anak yang tepat sesuai arahan Al Qur’an yakni didik anak hormat kepada orang tuanya dan memuliakannya apapun dan bagaimanapun keadaan kedua orang tuanya.

Disini peran ibunya sangat vital. Karena biasanya yang justru memperkeruh adalah “bumbu” dari ibunya.

Ini adalah ujian. Tanpa ilmu dan keimanan akan sulit belajar ikhlas dan tetap berbuat yang ahsan.

 ‎والله أعلم بالصواب

2. Jelas salah. Karena sikap ini bertentangan dengan ajaran Alloh ﷻ yang memerintahkan untuk bersikap lemah lembut kepada kedua orang tua dan hormat serta memuliakannya.

Makanya hati-hati bagi pihak yang dekat dengan anak, apakah ayah atau ibunya jika ia punya andil dalam membentuk sikap anaknya membenci salah satu orang tuanya maka artinya ia telah menanam dosa jariyah.

Segera bertaubat kepada Alloh ﷻ dan memohon ampunan-Nya serta perbaiki diri.

 ‎والله أعلم بالصواب

0️⃣3️⃣ Han ~ Gresik
Assalamu'alaikum bunda,

Seperti yang sudah bunda paparkan di atas, bahwa kebanyakan orang tua itu lebih bangga dengan menyekolahkan anak-anaknya di sekolah favorit.

Bagaimana bunda biar orang tua bisa lebih memilihkan anak sekolah yang bisa berorientasi akhirat tanpa ada gengsi dan lain sebagainya bila tidak menyekolahkan di sekolah favorit?

🌸Jawab:

‎وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
 
Bismillaah,
Pertama tentu kita harus membangun iman di dalam jiwa kita hingga iman itu benar-benar membawa kita pada kecintaan yang lebih pada kehidupan akhirat.

Jika akhirat sudah menjadi orientasi dan obsesi kita maka insyaAllah secara otomatis ringan koq hati untuk mengarah pada pilihan sekolah yang lebih memberi harapan anak-anak kita pandai mencari bekal akhiratnya daripada hanya bekal dunianya.

Ingat... Urusan rizki manusia itu sudah ditetapkan oleh Alloh ﷻ. Akan tetapi amal sholih manusia masih merupakan jalan yang menggantung baginya. Sukses tidaknya kehidupan akhiratnya sangat tergantung pada amalnya ketika di dunia.

Jika bekal ilmu tidak ada lantas amal apa yang akan bsia dia laksanakan?

Kemudian luruskan Niat.
Karena jika niat hanya fokus pada harapan kita mendapat ridho Alloh ﷻ maka urusan gengsi sudah tidak popular lagi di hati...

 ‎والله أعلم بالصواب

0️⃣4️⃣ Fatimah ~ Bandung
Apabila kita telah keliru mengarahkan anak kepada sekolah umum sehingga orientasi anak pada keberhasilan dunia saja, apakah ada solusi untuk memperbaikinya ustdzah. Terlanjur anak-anak sudah dewasa semua?

Jazakillah khoir

🌸Jawab:
Bismillaah,

InsyaAllah tidak ada kata terlambat jika kita sudah menyadari kesalahan kita dan segera bertaubat kepada Alloh ﷻ dan melakukan langkah perbaikan.

√ Solusinya:

1). Bertaubat kepada Alloh ﷻ.

2). Memohon ampun atas kekeliruannya. Serta memohon Petunjuk-Nya.

3). Melakukan pendekatan kembali dengan anaknya. Seperti ajak anak berdiskusi tentang agama... Bisa saja ajak saja baca materi ini dari awal bersama dan pancing diskusi hingga pikiran mereka mulai terbuka dan menyadari arah yang seharusnya mereka tempuh.

Beri kesadaran dengan bahasa yang menyentuh hatinya.

Jangan cepat bosan. Ulangi dan ulangi lakukan upaya pendekatan kepada anak sampai mereka sadar dan berfikir.

Perhatikan dengan siapa mereka bergaul. Jika pergaulan mereka tidak baik. Dan kita tetap membiarkannya maka agak sulit jika kita mengharapkan perubahan yang cepat dari mereka.

4). Sering ajak anak ke majelis ilmu. Kenalkan anak dengan suasana bermajelis ilmu, agar mereka juga melihat teman sebayanya yang sibuk menuntut ilmu agama.

Jelaskan pentingnya menuntut ilmu agama. Dan ingatkan selalu bahwa dunia ini bukan tujuan akhir.
Akhirat lah kita akan hidup selamanya. Karena itu ajak anak-anak kita untuk menyiapkan bekalnya.

 ‎والله أعلم بالصواب

0️⃣5️⃣ Oom ~ Bandung
Bismillah,
Bunda, saya baru menjadi ibu. Anak saya baru 2 tahun (laki-laki).
Bisa minta tolong dijelaskan secara detail strategi agar anak menjadi anak yang sholeh untuk anak seusia anak saya.

Katanya, umur 1-6 itu masa keemasan. Saya sekarang sedang mencoba mengenalkan kalimat tauhid dan berusaha memberikan contoh yang baik untuk anak. Karena katanya, kalau mau dapat anak yang sholeh, ya kita sebagai orang tua harus mensholehkan diri dulu.

Jazakillah khoir bun,

🌸Jawab:
Bismillaah,

Pemahaman awal sudah benar. Jika ingin punya anak yang sholih maka diri kita sebagai orang tua harus mensholihkan diri terlebih dahulu.

Karena kesholihan itu menjadi suatu qudwah atau contoh yang efektif dalam menjadi sumber pendidikan anak.

Orang tua yang minim pengetahuan agama hingga dia jarang memperlihatkan amal ibadahnya kepada Alloh ﷻ maka anaknya juga akan asing dalam beribadah. Akhirnya mereka akan jauh dari sifat kesholihan. Jika hal ini dari kecil tidak ada pembentukan yang serius maka saat mereka besar akan lebih sulit lagi mengarahkannya.

Walaupun bisa jadi tata cara dalam hidup berkeluarga cukup santun dan beradab serta tampak harmonis akan tetapi perlu diingat bahwa hidup ini bukan hanya memerlukan sisi material saja. Fisik kita dan akhlaq kita perlu mendapat perhatian. Terlebih ruhiyah kita.

Jadi selain sisi jasmani manusia memiliki unsur kehidupan ruhani atau ruhiyah. Nah sisi kehidupan ruhiyah ini lah yang akan menjadi baiknya seluruh sisi yang lain dari hidupnya jika ini baik.

Anak juga demikian harus kita bangun tidak hanya dari sisi perkembangan fisik hingga mereka tumbuh sehat. Tetapi sisi kehidupan ruhiyah nya juga harus kita bangun bahkan ini harus menjadi perhatian utama kita.

Dengan membangun sisi ruhaniyah anak maka kita telah melakukan sekitar 85% dari kehidupan anak secara keseluruhan.

Jangan terbalik seperti kebanyakan orang lebih memperhatikan sisi kebutuhan fisik dan akademis untuk mengejar kesuksesan duniawi anak sementara sisi kehidupan ruhaninya terbengkalai.

Adapun untuk langkahnya tentu sangat banyak. Tidak bisa diuraikan semua disini.

Tetapi diantara hal-hal yang pokok yang insyaAllah bisa dijadikan sebagai dasar dalam mendidik anak agar menjadi sholih adalah:

1). Dirumuskannya strategi yang tepat dan benar sesuai tuntunan agama kita yang telah banyak dicontohkan oleh  Rasulullah ‎‎shalallahu ‘alaihi wassalam dalam berkehidupan bersama para Sahabat.

Jadi banyaklah membaca siroh Nabi dan Sahabat. Dari sana insyaAllah akan terbuka luas bagaimana kehidupan yang sangat islami terbangun dan seluruh syarat kesholihan ada pada keteladanan mereka.

Diantara gambaran yang kuat dari kehidupan para sahabat bersama Rasulullah ‎‎shalallahu ‘alaihi wassalam adalah betapa mereka sangat dekat orientasinya dengan akhirat. Mereka sangat cerdas dalam menempatkan dunia dalam hatinya. Ini yang terbalik dibanding dengan kehidupan saat ini.

2). Setelah menetapkan strategi maka konsistenlah pada niat yang sudah ditancapkan dan strategi yang sudah direncanakan.

Karena strategi tidak cukup kokoh dan berjalan jika tidak ada ketangguhan dalam menghadapi tantangan godaan yang ada disekitar kita, seperti keberadaan gadget ini akan menjadi kendala yang paling berat bahkan bisa menjadi musuh dalam selimut bagi anak. Karena itu milikilah siasat yang cerdas dalam menjaga anak dari kerusakan akibat gadget.

3). Berikan anak ilmu agama. Ini yang pertama yang kita harus berikan. Sebelum kita bangga anak kita masuk ke sekolah bergengsi maka dahului bangga ketika anak kita telah mampu membaca al Qur’an dengan baik dan benar. Banggalah ketika anak kita sudah disiplin dalam melaksanakan ibadah sholat, mereka telah mampu menjaga kekhusyu’an dalam setiap sholat mereka serta menjaga waktu-waktu sholat. Dan juga kebaikan ahlaqnya yang selalu menghiasi pribadinya.

Akhlaq dan prilaku anak akan baik jika stimulasi yang diberikan tepat. Yakni ilmu (pemahaman) dan contoh keteladanan baik dari orang tua terutama dan juga sumber utama yang harus diperkenalkan adalah suri tauladan terbaik bagi manusia yakni Baginda  Rasulullah ‎‎shalallahu ‘alaihi wassalam.

Tanpa kita mengenalkan sosok pribadi yang sholih dan karimah dari Nabi ‎shalallahu ‘alaihi wassalam anak akan lebih cepat menyerap contoh-contoh dari kalangan idola dunia yang tidak saja menyesatkan agamanya tetapi juga pola pikir kehidupan normal bersama masyarakat dan terutama keluarganya. Tatanan akhlaq akan rusak dan susah dibina.

Karena itu perhatikan juga dan selektiflah dalam mengarahkan anak dengan siapa teman bergaulnya.

Ada pengalaman saya pribadi pada anak saya dari sejak balita mereka sudah selalu saya ajarkan untuk pandai memilih teman bermain. Hingga dewasanya ketika mereka memerlukan teman dekat atau teman pergaulan secara umum akan tetap berpegang pada prinsip memilih teman yang benar.

Karena teman itu sangat berpengaruh dalam membentuk karakter dan perilaku anak. Hingga setiap orang tua harus mengetahui prihal ini dan segera mengambil peran yang dominan.

4). Adalah memperbanyak doa kepada Alloh ﷻ dari sejak awal hingga seterusnya selama kita hidup jangan putus untuk berdoa memohon pertolongan Alloh ﷻ dalam membimbing anak kita agar mereka menjadi hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa hingga kelak layak menjadi pewaris surga.

 ‎والله أعلم بالصواب

0️⃣6️⃣ iTa ~ Jombang
Pertanyaan dari teman saya bunda.
Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk putra putrinya.
Termasuk penanaman akhlak dan adab dalam kehidupan.
Namun lingkungan di sekeliling rumahnya tidak baik (mohon maaf pemabuk) perkataannya kotor dan kasar.

Bagaimana cara orang tua mendidik putra putrinya agar anak tidak mudah terpengaruh lingkungan sekitar?

🌸Jawab:
Bismillaah,

Jika sudah begini wajib untuk hijrah demi menjaga agama kita dan juga agama keluarga kita.

Karena ujian itu bukan hanya kesempitan ekonomi, sakit dan lain sebagainya. Tetapi bisa juga berupa keadaan lingkungan yang tidak mendukung kita dan keluarga kita dalam menegakkan syariat Alloh ﷻ. Ini juga musibah.

Jadi langkahnya bagaimana baiknya?

Datangi Alloh ﷻ disetiap akhir malam menjelang waktu subuh, beristighfarlah yang banyak dan penuh kekhusyu’an. Berdoalah selalu agar Alloh ﷻ berikan rizki rumah (tempat tinggal) yang mampu menjdi sumber pendukung dalam kehidupan kita bersama keluarga kita dalam taat kepada Alloh ﷻ.

Nanti insyaAllah akan Alloh ﷻ berikan solusi. Jika Alloh ﷻ berikan kepindahan maka akan diberikan jalan kemudahan untuk itu. Dan jika tidak maka insyaAllah anti dan keluarga anti akan tetap diselamatkan-Nya dari keadaan lingkunan yang kurang baik itu.

Akan tetapi yang lebih afdhol adalah berniat hijrah pindah dari lingkungan yang seperti itu. Minta kepada Alloh ﷻ pasti akan Dia berikan jalan. Karena setiap niat kebaikan yang tulus ikhlas karena-Nya pasti akan Alloh ﷻ mudahkan jalannya.

 ‎والله أعلم بالصواب

0️⃣7️⃣ May~ Jakarta
Bunda, dalam posisi Ibu sambung:
Bagaimana cara agar anak bersikap jujur, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Kadang kalau cerita kenapa dia nangis atau marah, suka dilebih-lebihkan bahkan tidak sesuai dengan sebenarnya. Anak laki-laki kelas 4 SD dan umur 6 tahun.

🌸Jawab:
Bismillaah,,

Jika kita merupakan ibu sambung maka tak ada halangan bagi kita untuk memperlakukan anak sebagai obyek didik yang potensial menjadi investasi akhirat kita bunda.

Berikan mereka pendidikan yang terbaik hanya dengan mengharapkan pahala dari Allah ‎‎Subhanahu wa Ta’ala.

Jika anak perlu diluruskan ahlaqnya seperti dia suka berbohong dan lain-lain maka cari siasat bagaimana meluruskan mereka. Bunda harus optimis jika mereka masih usia kanak-kanak seperti itu insyaAllah masih bisa dibenahi.

Seringlah ajak berbicara dari hati ke hati... Ajarkan dan nasihati tentang keutamaan ahlaq yang baik. Ingatkan bagaimana bahaya jika seorang suka berbohong. Jika perlu bacakan hadistnya dan jelaskan dengan bahasa yang sesuai dengan usia mereka.

Perkenalkan dengan kehidupan dan ahlaq  Rasulullah ‎‎shalallahu ‘alaihi wassalam dan para Sahabat agar wawasan anak lebih terbuka.

Bisa jadi mereka seperti itu karena mereka miskin pengetahuan tentang keteladanan yang baik yang seharusnya mereka contoh dan ikuti.

Yang penuh sesak dalam pikirannya adalah nilai-nilai dan pengajarann yang tidak baik bahkan yang rusak yang ada di internet ataupun tayangan TV yang saat ini hampir setiap waktu menyuguhkan kebohongan dalam sinetron yang ada. Kepalsuan dan akhlaq dan perilaku serta penampilan yang tidak Islami.

Sebagai orang tua kita harus peka terhadap hal-hal perusak seperti ini. Jauhkan mereka dari sebab kerusakan apapun itu bentuknya.

Jika anak tidak bisa lepas dari HP nya maka ini sudah cukup menjadi musibah besar bagi orang tua.

Segeralah bertindak tegas dan bijaksana serta konsisten. Ajak mereka dialog dan beri pengertian yang menyentuh hatinya.

Serta jangan lupa terus mendoakan mereka.

Jadi bunda...
Jangan berkecil hati jika bunda bukan sebagai ibu kandungnya...
Bunda tetap bisa menjadikan anak-anak itu sebagai anak didik yang insyaAllah akan menjadi investasi akhirat nanti.

Justru ambilah peran yang maksimal dalam mendidik mereka dengan memohon pertolongan Alloh ﷻ. Sehingga bunda akan sukses mendidiknya dan mengantarkannya menjadi seorang hamba yang sholih yang dari setiap andil kebaikan bunda pada dirinya akan menjadi sumber pahala jariyah yang sangat berharga.

 ‎والله أعلم بالصواب

0️⃣8️⃣ Bunda Marlini ~ Jakarta
Assalamualaikum Bun....

Saya mempunyai rencana untuk memasukkan anak saya ke pondok namun ternyata kondisi berkata lain, bisa dibilang usaha suami berhenti otomatis rencana memondokan anak tidak bisa karena terbentur biaya, apakah kondisi kesulitan ini atau perubahan rencana ini pun saya beritahukan kepada anak kami dengan maksud agar anak kami siap menerimanya. Apakah  yang saya lakukan sudah betul dan apakah akan baik untuk anak kami?       

🌸Jawab:

‎وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته 

Bismillaah,
Jika sudah terlanjur maka itu sudah takdir Alloh ﷻ maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Hanya saja jika masih ada waktu untuk berusaha maka berusahalah terus sebagai bentuk ikhtiar dan penyempurnaan dari tawakal kita kepada-Nya.

Serta perkuat doa kepada Alloh ﷻ. Jangan malah kendor. Selagi masih ada waktu jangan putus asa dari berharap kepada Alloh ﷻ.

Tambahlah aktivitas dzikir kita tidak hanya diwaktu pagi dan sore tetapi sebelum tidur dan saat menjelang subuh banyaklah istighfar dan sholawat.

InsyaAllah dalam waktu tidak lama Alloh ﷻ akan berikan jalan keluar.

Bahkan jangan hanya minta kemampuan memasukan anak ke pondok saja tetapi mohonlah pertolongan dari segala apa yang anti dan keluarga sedang butuhkan.

Pertolongan Alloh ﷻ itu biasanya datang sebesar apa kita yakin kepada-Nya, yakni keyakinan bahwa apa yang kita mohonkan pasti didengar-Nya dan pasti diijabahi-Nya.

Kemudian bersabarlah dan bertawakallah kepada-Nya, jangan berhenti melakukan ketaatan demi ketaatan dalan aktivitas kehidupan kita. Tetap berikhtiar dan jangan putus asa.

Ajak suami dan juga anak anti melakukan munajad kepada Alloh ﷻ secara bersama-sama. Terus merengek kepada Alloh ﷻ dengan sepenuh keyakinan Dia akan kabulkan.
Jangan ragu dalam berdoa.
Jangan tidak PD... merengek dan memelas kepada-Nya. Jangan lupa dahului dengan banyak memuji-Nya dengan dzikir-dzikir kita dan Sholawat Nabi.

Saya yakin pertolongan Alloh ﷻ akan segera diberikan-Nya.
Bagaimana dengan anti?

 ‎والله أعلم بالصواب

0️⃣9️⃣ NN ~ Jakarta
Saya kemarin mendengarkan ceramah tentang hari kiamat dan kondisi dunia saat ini kepada anak putra saya yang masih duduk di kelas 3, ternyata ini membuat dia takut, dan sakit, saat tidur malam dia suka mimpi dan gelisah.

Apa yang harus saya lakukan agar anak saya  tidak takut atau gelisah, dan ketakutan dia akan hari kiamat?

🌸Jawab:
Bismillaah,

Sebaiknya untuk anak seusia itu cukup diberi kabar gembira dulu saja. Seperti balasan-balasan kebaikan dari Alloh ﷻ ketika ia berbuat kebajikan dan rajin ibadah.

Tentu tidak tepat jika anak seusia itu sudah dikabarkan dengan kabar-kabar adzab neraka. Karena kan akalnya belum sempurna. Pengetahuannya tentang kehidupan juga belum banyak.

Sehingga membuat pikirannya unconnect dan shock.

Tapi semua sudah qadarullah. Sabar saja. Jika merasa bersalah segera istighfar dan bertaubat kepada Alloh ﷻ kemudian mohonkan kesembuhan untuk anak tersebut.

Jika nanti fondasi keimanannya sudah terbangun maka sebagai kontrol akhlaqnya baru kita sesekali ingatkan bagaimana akibat seorang yang durhaka.

Seusia 7 tahun sebenarnya sudah cukup besar ya...

Atau lain kali lebih banyak bacakan siroh Nabi ‎shalallahu ‘alaihi wassalam dan Sahabat... Darinya banyak keteladannya yang akan menjadi wawasan bagi anak untuk bisa mencontohnya dalam berprilaku.

Demikian ukhti.

Semoga Alloh ﷻ segera menolong anti dan keluarga serta mewujudkan niat dan cita-citanya yang mulia.

 ‎والله أعلم بالصواب

1️⃣0️⃣ Fatma ~ Bogor
Saya punya anak laki-laki usia hampir 5 tahun, anaknya aktif sekali, dan sulit diarahkan untuk duduk manis dan tenang. Kalau lagi baca ngaji di TPA, tidak bisa diam. Selesai baca pasti lari-larian di masjid sehingga teman yang lain jadi ikut lari-lari. Saya jadi jarang ikutin TPA karena ada orang tua yang tidak suka kalau ada anak saya anaknya ikut-ikutan jadi tidak tenang.

Kalau saya agak melotot baru mau diam, itu juga sebentar saja, nanti lari-lari lagi. Tapi pendengarannya cepat sekali menghafal surah-surah yang dia dengar. Cuma kadang kok cepat juga menangkap hal-hal buruk yang di dengar.

Contoh di film dodo syamil yang belajar sholat ada crita dodo batal karena 'kent*t.' Maaf bun... kata itu yang dia ucap ke setiap teman-teman sambil senyum-senyum. Sudah di nasihati tidak boleh bicara itu kotor, sudah nonton nusa rara juga yang 'bicara baik atau diam' tapi belum bisa hilang-hilang bun sampai kadang di sentil mulutnya.

Bagaimana ya bun untuk menghapus hal-hal buruk yang mereka dengar? Termasuk kata-kata binatang suka dengar dari anak ABG kalau main keluar. Sudah ruqyah ayat kursi dan 3 qul, tiap sebelum tidur.

🌸Jawab:
Bismillaah,

◼️Pertama:
Bunda harus ingat jika anak adalah titipan Alloh ﷻ yang harus dijaga dan dididik secara tepat.

Jika kadang memancing emosi maka kita harus sabar jika mau dapat pahala besar.

Anak memang sering membuat geli hati. Tapi dengan ilmu insyaAllah seorang ibu akan lebih pandai mengendalikan emosi hingga sikap dan prilakunya tidak sampai mengakibatkan kesalahan fatal dan penyesalan di kemudian hari.

◼️Kedua:
Ingat bahwa anak-anak kita adalah ladang amal kita yang jika kita pandai menata semua sumber dan potensi yang ada maka kita akan menjadi ibunda yang kaya akan pahala.

◼️Ketiga:
Untuk membuat anak usia seperti anak bunda tadi agar ia bisa tenang maka perlu dipelajari kiat-kiat yang tepat hingga anak dapat menangkap pesan dan bisa mengambil sikap lebih baik.

Secara alami anak-anak dibawah usia SD akan bisa benar-benar tenang itu memerlukan kisaran 10-15 menit.

Nah, tentu bukan juga kita bertujuan untuk anak diam saja atau tidak membolehkan mereka bergerak sama sekali. Ini nanti akan jadi masalah tersendiri. Anak akan berprilaku melawan fitrahnya yang memang pada usia tersebut perlu banyak bergerak untuk menyalurkan energinya.

Cobalah kenalkan anak pada tanda-tanda bagaimana sih yang dimaksud dengan sikap tenang itu; seperti apa dan harus ngapain dia.

Misalnya kalau ada orang bicara dengarkan dulu, bila lagi kerjakan sesuatu selesaikan dulu.

Demikian mulailah melatih anak bagaimana untuk tenang dan diam serta kenalkan tanda-tandanya.
Ini kiat yang sangat penting yang perlu bunda pahami.

Misal kalau bu guru atau ibu sudah sssttt...itu artinya diam dulu. Perhatikan bu guru dan seterusnya.

Jadi kita perlu menjelaskan anak dengan langsung memberi contoh sikap yang benar yang dimaksud.

◼️Keempat:
Adapun untuk mengendalikan kata-kata kotor ya memang kita harus menjauhkan darinya. Baik dari lingkungan luar ataupun dari dalam rumah kita sendiri. Seperti dari TV,  sebaiknya anak tidak dibiasakan nonton TV. Terutama acara Sinetron karena sangat tidak mendidik untuk sebagian besar tayangan.

Luruskan segera apa yang diucapkan tersebut dan berikan pengertian.

◼️Kelima:
Faktor yang mendukung anak-anak kita menjadi anak yang baik dan sholih adalah DOA kita sebagai orang tua.

Banyaklah mendoakan anak-anak kita agar diberi-Nya hidayah dari sejak kecilnya. Agar mereka selalu dijaga dari segala keburukan akhlaq dan dimudahkan untuk diarahkan pada jalan-jalan kebaikan.

Jangan lupa selalu sertakan doa-doa kita baik di sujud-sujud sholat kita maupun saat sebelum salam.

◼️Keenam:
Berikan keteladanan yang baik kepada anak.

Jangan mudah menyalahkan anak jika kita dapati mereka tidak sesuai dengan tatanan yang baik. Karena bisa jadi kita sebagai orang tua kadang melakukan sikap yang tidak layak sehingga terekam dibawah alam sadar anak dan menjadi bagian pembentuk kepribadian mereka.

Karena itu jaga kesholihan diri dan teruslah membangun dan memperbaiki diri hingga kita layak menjadi teladan anak-anak kita.

 ‎والله أعلم بالصواب

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Anak merupakan investasi orang tuanya untuk meraih kebaikan akhirat. Oleh karena itu bekali mereka dengan ilmu akhirat sebelum ilmu dunia. Didiklah akhlaknya. Bangun iman dan takwanya. Ajarkan pada mereka agar memiliki rasa takut dan harap hanya kepada Alloh ﷻ.

Jika pondasi tersebut kuat, maka berharaplah kepada Alloh ﷻ agar kelak mereka menjadi sebab Alloh ﷻ beri tempat kita di Surga-Nya.

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

DERITA DUSTA



OLeH  : Ummi Yulianti

           💘M a T e R i💘

بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمن الرَّحِيْمُ


السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
الحمد لله
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ...

ام بعد

Segalanya milik Alloh ﷻ apa yang ada di langit dan bumi, kenikmatan dan kesusahan asalnya dari Alloh ﷻ sudah selayaknya kita panjatkan puji dan syukur hanya kepada Alloh ﷻ.

Agama Islam adalah agama yang mengangkat dan membebaskan manusia dari jaman jahiliah jaman kegelapan menuju ke jaman yang terang benderang, sudah selayaknyalah kita sebagai umatnya senantiasa menghaturkan sholawat dan salam hanya kepada Nabi Muhammad ﷺ

🌷DERITA DUSTA


Dusta ialah mengucap sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan atau mengurangi dan melebih lebihkannya. Dusta umumnya dilakukan karena ingin mendapatkan keuntungan pribadi yakni dengan menipu orang lain. semua orang tentu memahami bahwa dusta ialah perbuatan dusta yang tercela dan tidak boleh dilakukan oleh siapapun. Sebab itu selalu diajarkan oleh orang tua kepada anaknya atau seorang guru pada muridnya untuk tidak melakukan perbuatan dusta.

Dusta bukanlah perbuatan orang beriman dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ, Rasulullah ﷺ bahkan terkenal dan diakui sebagai manusia terbaik yang memiliki sifat paling jujur di seluruh alam dunia ini. Kenapa dusta tidak diperbolehkan tentu saja karena akan menimbulkan bahaya atau keburukan baik pada diri sendiri maupun orang lain, apa sajakah?

Berikut derita yang disebabkan dusta:

◼️1. Penyebab Masuk Neraka

“Dan sesungguhnya bohong itu akan menunjukkan kepada kezaliman, dan kezaliman itu akan mengantarkan ke arah neraka.” (HR. Bukhari muslim).

Bahaya dusta dalam Islam adalah masuk neraka seperti firman Alloh ﷻ tersebut, dusta merupakan perbuatan yang zalim karena menipu orang lain dan beresiko menimbulkan salah paham hingga pertengkaran sebab itu dusta tidak boleh dilakukan. Dusta memang termasuk dosa besar dalam Islam.

◼️2. Tidak Mendapat Syafaat Rasulullah ﷺ

“Sesudahku nanti akan ada pemimpin yang berbuat zalim dan berdusta, siapa yang membenarkan kedustaannya dan membantu kezalimannya maka tidak termasuk golongan dari umat ku dan aku juga tidak termasuk darinya dan ia tidak akan datang ke telaga (yang ada di surga).” (HR. Nasa’i)

Rasulullah ﷺ tidak pernah berdusta seumur hidup beliau, sebab itu nantinya di akhirat pun beliau tidak akan memberi syafaat pada orang yang suka berdusta. bahaya berbohong dan hukumnya dalam Islam wajib dipahami.

◼️3. Tidak Mampu Melewati Ujian

“Sungguh telah kami uji orang orang sebelum mereka agar Allah mengetahui orang yang jujur dan mengetahui orang yang dusta.” (QS. Al Ankabut : 3)

Setiap hamba Alloh ﷻ tentu selalu diuji untuk mengetahui kadar keimanan mereka. Orang yang ketika mendapat ujian tidak mampu berpegang teguh pada syariat Islam dan berbuat dusta tandanya ia menjadi seseorang yang tidak mampu melewati ujian Alloh ﷻ dan memiliki derajat yang hina. Iman dalam islam akan menghindarkan manusia dari dusta.

◼️4. Rezekinya Tidak Berkah

Mencari rezeki dengan jalan dusta tidak akan mendapat keberkahan, misalnya ialah pekerjaan yang berhubungan dengan menipu orang lain atau pedagang tidak jujur yang berbohong dengan melebih lebihkan barang dagangannya hingga membuat pembeli tertipu dengan niat menghasilkan keuntungan untuk dirinya sendiri. “Pendapatan seseorang yang terbaik adalah dari jerih payah tangannya.” (HR. Muslim).

Cara menjadi orang sukses tentu bukan dengan cara berdusta.

◼️5. Dilarang Rasulullah ﷺ

“Janganlah kamu berdusta karena sesungguhnya siapa yang berdusta akan masuk ke neraka.” (HR. Al Bukhari)

Rasulullah ﷺ melarang umatnya berdusta dan selalu menganjurkan agar melakukan apapun dan selalu jujur dalam keadaan apapun, jika ada seorang yang beragama Islam tetapi sering melakukan perbuatan dusta tentu merupakan tanda bahwa imannya sangat lemah dan tidak mau mengikuti perintah Rasul sehingga kelak ia dimasukkan ke neraka. Manfaat jujur dalam Islam wajib dipahami agar terhindar dari dusta.

◼️6. Perbuatan Maksiat

“Mereka itu adalah orang yang suka mendengar berita bohong dan memakan yang haram” (QS. Al Maidah : 42).

Jelas bahwa dusta adalah perbuatan maksiat yang menimbulkan dosa besar sebab termasuk perbuatan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang lain. Orang yang berdusta sama seperti melakukan perbuatan yang maksiat dan menipu banyak orang, umumnya orang yang demikian akan susah mendapatkan kepercayaan jika ke depannya kedustaannya terungkap.

◼️7. Membawa Pada Kemunafikan

Diriwayatkan oleh Malik dari Sofwan bin Sulaim dalam kitab Al Muwatha : “Ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ: Apakah seorang mukmin bisa menjadi penakut? Beliau menjawab ya. Lalu beliau ditanya lagi, apakah seorang mukmin isa menjadi bakhil? Beliau menjawab ya. Lalu ditanyakan lagi apakah seorang mukmin bisa menjadi pembohong? Beliau menjawab tidak!”.

Jelas dari hadist tersebut bahwa seorang muslim kemungkinan bisa khilaf dengan menjadi penakut, menjadi bakhil atau pelit, tetapi tidak dengan dusta. Orang yang berdusa tandanya ia bukan termasuk golongan orang yang mukmin sebagaimana orang kafir terdahulu yang selalu menyebarkan kebohongan untuk mencelakakan umat muslim.

◼️8. Menjadikan Ragu dan Bingung

“Dan sesungguhnya kedustaan akan mengantarkan kepada keraguan atau kebingungan”. (HR. At Tirmidzi no 2518).

Orang yang berdusta akan sering terlihat bingung dan ragu dikarenakan kebohongannya sendiri. Misalnya ialah hari ini berdusta mengenai suatu urusan dan besok ketika ditanya ia akan bingung serta kemungkinan mengungkapkan kisah lain dengan cerita yang berbeda karena bingung akan ucapan dusta yang telah dikeluarkannya.

◼️9. Memberi Keselamatan Yang Semu

“Katakanlah yang benar walau itu pahit”. (HR Ahmad).

Penjelasan dari hadist tersebut ialah jika seseorang sedang berada dalam suatu masalah dan kemungkinan papda waktu itu bisa selama jika ia berbohong, mungkin pada saat itu ia akan selamat, tetapi tentu saja itu hanya keselamatan semu yang menyelamatkan sementara, nantinya ketika pihak yang didustai sudah menyadari, ia akan terkena bahaya karena menyampaikan urusan yang tidak benar.

◼️10. Menimbulkan Pertengkaran

Dusta yang dilakukan kepada banyak pihak dapat menimbulkan salah paham dan pertengkaran sehingga mengarah kepada perbuatan fitnah. Hal demikian wajib dihindari oleh semua dapat berpengaruh pada kadamaian di area sekitar tersebut. Dusta yang berhubungan dengan orang banyak juga berpotensi menimbulkan ketakutan dan menipu yang nantinya akan terus menyebar kepada orang lain.

◼️11. Memperbanyak Musuh

Dusta tentu memperbanyak musuh sebab tidak ada orang yang ingin didustai atau ditipu, ketika sudah mengetahui dusta yang dilakukan kepadanya, bisa saja orang tersebut akan merasa tidak diterima sehingga timbul permasalahan baru dan ke depannya tidak memiliki rasa percaya lagi sehingga menjadi musuh akibat kesalahan yang dibuat oleh pendusta tersebut.

◼️12. Masa Depan Yang Hancur

Hal ini berhubungan dengan kepercayaan seseorang. Contoh bahaya dusta yang menimbulkan masa depan yang hancur ialah jabatan tertentu yang didapatkan dengan cara berdusta, misalnya dengan membuat ijazah atau dokumen palsu, hal tersebut sama saja menipu pihak perusahaan dan nantinya ketika pihak perusahaan mengetahui ia akan mendapat masalah dan beresiko kehilangan pekerjaannya.

Hal tersebut tentu dapat menghancurkan masa depannya sendiri karena tidak mendapat kepercayaan ketika mencari pekerjaan di tempat lain dan diberi predikat sebagai pendusta. Sebagai manusia memang lebih baik jujur dan apa adanya sehingga selamat dari kerugian dan terhindar dari marabahaya.

◼️13. Mendapat Predikat Pendusta Seumur Hidup

Orang yang berdusta dan kebohongannya diketahui oleh orang lain, walaupun ia bertaubat ia akan tetap mendapat predikat sebagai pendusta seumur hidupnya, orang akan sulit percaya kepada dirinya lagi. Hal tersebut tentu akan menyulitkannya dari berbagai macam urusan di masa mendatang dan jika ia berbuat jujur sekalipun orang oran akan tetap sulit mempercayainya.

◼️14. Merusak Hubungan

Dusta juga dapat merusak hubungan orang lain atau merusak hubungan pribadi seseorang tersebut dengan keluarga, misalnya ialah hubungan antara suami istri yang dipenuhi dengan kebohongan, misalnya salah satu tidak terbuka akan masalah keuangannya, akan hubungannya dengan teman-temannya. Tentu akan memudahkan prasangka timbul hingga akhirnya sering terjadi pertengkaran dan tidak memiliki kepercayaan satu sama lain.

◼️15. Hati Tidak Tenang

Dusta tentu selalu menimbulkan rasa khawatir pada orang yang melakukan sebab ia takut akan terungkap kedustaan yang dilakukannya sehingga hatinya sering merasa tidak tenang dan khawatir. Dusta tersebut membuat hari harinya merasa tidak tenang dalam tidur ia tidak tenang, ketika bertemu orang lain pun ia tidak tenang karena terus menerus merasa khawatir.

◼️16. Melahirkan Dusta Yang Baru

Bahaya dusta dalam islam ialah akan menimbulkan dusta yang baru sehingga juga menimbulkan dosa yang baru dan dosa tersebut terus berlanjut hingga tiada henti. Misalnya ialah seorang yang berdusta tentang suatu peristiwa yang tidak tejadi, esok harinya ketika seseorang menanyakan padanya tentang peristiwa tersebut ia akan membuat kebohongan baru untuk menutupi kebohongannya yang lama dan begitu seterusnya hingga akhirnya dusta yang dilakukannya terungkap.

◼️17. Memiliki Sedikit Teman

Orang yang berdusta bahayanya dalam islam ialah memiliki sedikit teman karena ia tidak mendapat kepercayaan dari orang lain. Tentu dalam sebuah hubungan pertemanan diperlukan kejujuran dan merasa sakit hati ketika didustai apalagi jika hal tersebut dilakukan oleh teman yang memiliki hubungan dekat dalam waktu yang lama sehingga ia akan sulit mendapatkan teman karena ia sulit mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
         💘TaNYa JaWaB💘

0️⃣1️⃣ Riyanti ~ Yogja
Assalamualaikum wr.wb.

Materi yang luar biasa ustadzah.

1. Bagaimana Islam memandang soal taqiyyah?

2. Bila seorang mau menikah dan menyembunyikan aib-aib. Karena bila disampaikan ke pasangan itu menjadi tidak baik di hari kemudian. Apakah Ini masuk kategori dusta?

3. Apakah boleh berdusta dalam berpolitik bagi sebuah parpol (partai politik) Islam?

💎Jawab:
Wa'alaikumsalam,

1. Taqiyah dengan arti yang sudah dikenal termasuk pilar Syiah itsnai asyariyah yang menyalahi ahlus Sunnah wal jamaah. Mereka keluar dari jalan yang lurus. Taqiyah dalam agama mereka adalah seseorang memperlihatkan berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya dalam beragama. Mereka menyandarkan kebohongan dan penipuan dalam agama Alloh ﷻ secara zalim dan permusuhan.

Keyakinan ini bukan termasuk keyakinan ahlus Sunnah wal jamaah sedikit pun juga. Bohong menurut ahlus Sunnah termasuk sifat orang-orang munafik. Seseorang yang senantiasa berbohong dan membuat kebohongan akan dicatat di sisi Alloh ﷻ sebagai pembohong. Adapun mereka (syiah) berbohong dan membuat kebohongan dalam segala sesuatu kemudian mereka menjadikan hal itu sebagai keyakinan dan agama.

Manhaj ahlu Sunnah adalah berdiri atas kejujuran dan keadilan, bukan dengan kebohongan dari agama mereka alhamdulillah.

2. "Siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim, Allah akan mencari-cari aibnya. Dan siapa yang Allah cari aibnya, akan Allah permalukan meskipun dia berada di dalam rumahnya." (HR. Turmudzi 2164 dan dinilai hasan shahih oleh al-Albani).

Islam tidak pernah mengajarkan tradisi buka-bukaan. Islam juga tidak menganjurkan agar calon pasangan suami istri untuk saling menceritakan masa lalunya. Yang akan menghisab amal istri bukan suami, demikian pula istri tidak bisa menghisab amal yang pernah dikerjakan suaminya.

3. Baik parpol Islam atau bukan, tidak diperbolehkan membuat janji palsu atau berdusta, parpol yang amanah akan berusaha merealisasikan janji kampanyenya, meski terkadang harus terbentur dengan sistem, tapi setidaknya sudah berusaha merealisasikan janjinya.

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

0️⃣2️⃣ Dira ~ Batam
Assalamualaykum ustadzah...

Bagaimana dengan bohong untuk kebaikan.  Apakah memang ada pembenaran atas itu?

💎Jawab:
Wa'alaikumsalam,

"Bukan seorang pendusta, orang yang berbohong untuk mendamaikan antar-sesama manusia. Dia menumbuhkan kebaikan atau mengatakan kebaikan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud menumbuhkan kebaikan:
Ketika ada dua kubu, A dan B yang berseteru, datang C. Dia sampaikan bahwa kepada A tentang B, yang membuat A ridha dan mau memaafkan kesalahan B, dan sebaliknya. Meskipun bisa jadi, C tidak pernah mendengarnya. Semua itu dalam rangka perdamaian.

Demikian keterangan di Syarh Sunnah Al-Baghawi.

0️⃣3️⃣ Han ~ Gresik
Assalamu'alaikum,

Um, walau sudah tahu berdusta itu berdosa dan buat menderita bagi pelakunya, tapi kenapa ya umm masih banyak yang melakukannya dan terus melakukannya seperti merasa puas bila sudah berbuat seperti itu!

💎Jawab:
Wa'alaikumsalam,

Itu kembali lagi kepada pribadi masing-masing. Lingkungan dan pola asuh orang tua berpengaruh terhadap kebiasaan berdusta, dan yang terpenting hidayah dari Alloh ﷻ.

🔷Apakah juga keturunan begitu juga bisa um, misal dari orang tuanya yang suka atau terbiasa berdusta akhirnya anaknya juga mengikuti?

💎Sebetulnya bukan masalah keturunannya, tapi lebih kepada anak-anak melihat contoh dari orang tuanya.  Misalnya orang tua sering tidak menepati janji, atau bahkan menyuruh anaknya berbohong ketika ada yang menagih hutang, sehingga anak-anak mengambil pelajaran, "ooh bohong itu boleh ya."

0️⃣4️⃣ Mala Hasan ~ Lampung
Ustadzah, salah satu sahabat saya berbohong tentang statusnya kepada pria yang ingin mendekatinya, dia mengatakan sudah menikah tapi sebenarnya dia belum menikah sama sekali.

Karena keadaan ini saya sebagai teman dekatnya sering mengingatkan dan bertanya alasannya, tapi beliau tidak ingin memberi tahu alasannya. saya juga di tanya oleh pria yang ingin dekat pada sahabat saya itu. Nah saya harus jujur atau bohong dzah?

Jazaakillahu khoiran

💎Jawab:
Coba ditanya lagi alasannya, kemungkinan karena dia tidak menyukai pria yang mendekatinya.
Agar pria tersebut tidak mendekati lagi maka dia mengatakan sudah menikah.

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
 💘CLoSSiNG STaTeMeNT💘

Kebohongan itu hanya membawa kerugian, baik bagi orang lain maupun diri sendiri. Seseorang yang sering melakukan kebohongan tidak akan dipercaya orang lain, meskipun suatu waktu ia menyampaikan kebenaran.

Padahal, untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Seseorang membutuhkan kepercayaan dan dukungan orang lain. Oleh karena itu, kebiasaan berbohong ini harus dibuang jauh-jauh dari dalam diri kita.

Semoga Alloh ﷻ selalu memberikan kita hidayah untuk berkata dan berbuat jujur sepanjang usia kita. Aamiin

KARTU AJAIB



OLeH  : Ustadz Dodi AbuEl

          💘M a T e R i💘

🌷KARTU AJAIB


Dijawab : Ustadz Ammi Nur Baits

🔸Hadis Bithaqah [Kartu Ajaib]

Benarkah ada orang rajin berdosa, yang selamat dari neraka dan masuk surga, hanya karena dia memiliki kartu bertuliskan laa ilaaha illallaah, padahal dosanya banyak....?

◼️Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Hadis yang anda maksud dikenal para ulama dengan hadis bithaqah. Bithaqah artinya kartu.

Karena dalam hadis ini bercerita tentang orang yang diselamatkan oleh Alloh ﷻ ketika proses hisab, disebabkan dia memiliki kartu kecil yang bertuliskan ‘Laa ilaaha illallaah, Muhammad Rasulullah…’

Dari sahabat Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَسْتَخْلِصُ رَجُلًا مِنْ أُمَّتِي عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيَنْشُرُ عَلَيْهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ سِجِلًّا، كُلُّ سِجِلٍّ مَدَّ الْبَصَرِ، ثُمَّ يَقُولُ لَهُ: أَتُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا؟ أَظَلَمَتْكَ كَتَبَتِي الْحَافِظُونَ؟ قَالَ: لَا، يَا رَبِّ، فَيَقُولُ: أَلَكَ عُذْرٌ، أَوْ حَسَنَةٌ؟ فَيُبْهَتُ الرَّجُلُ، فَيَقُولُ: لَا، يَا رَبِّ، فَيَقُولُ: بَلَى، إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَةً وَاحِدَةً، لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ، فَتُخْرَجُ لَهُ بِطَاقَةٌ، فِيهَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، فَيَقُولُ: أَحْضِرُوهُ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلَّاتِ؟ ! فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تُظْلَمُ، قَالَ: فَتُوضَعُ السِّجِلَّاتُ فِي كَفَّةٍ، قَالَ: فَطَاشَتْ السِّجِلَّاتُ، وَثَقُلَتْ الْبِطَاقَةُ، وَلَا يَثْقُلُ شَيْءٌ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla akan membebaskan seseorang dari umatku di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat. Lalu dibukakan kepadanya sembilan puluh sembilan catatan amal. Setiap catatan sejauh mata memandang. Allahﷻ berfirman : ‘Apakah ada yang engkau ingkari dari semua hal ini ?. Apakah pencatatan-Ku (malaikat) itu telah mendhalimimu ?’. Orang itu berkata : ‘Tidak, wahai Tuhanku’.

Alloh ﷻ berfirman : ‘Apakah engkau mempunyai ‘udzur atau alasan atau mempunyai kebaikan ?’. Orang itupun tercengang dan berkata : ‘Tidak wahai Rabb’.

Allahﷻ berfirman : ‘Bahkan engkau di sisi kami mempunyai satu kebaikan’. Tidak ada kedhaliman terhadapmu pada hari ini’.

Lalu dikeluarkanlah padanya sebuah kartu (bithaqah) yang tertulis: Asyhadu an Laa ilaaha illallaah wa anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluh (aku bersaksi bahwasannya tidak ada tuhan yang berhak diibadahi selain Alloh ﷻ, dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya).

Allahﷻ berfirman: ‘Perlihatkan kepadanya’. Orang itu berkata : ‘Wahai Rabb, apalah artinya kartu ini dengan seluruh catatan amal kejelekan ini ?’.

Dikatakan: ‘Sesungguhnya engkau tidak akan didhalimi.” Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Lalu diletakkanlah catatan-catatan amal kejelekan itu di satu daun timbangan. Ternyata catatan-catatan itu ringan dan kartu itulah yang jauh lebih berat. Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat daripada nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

(HR. Ahmad 6994, Turmudzi 2850 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Subhanallah…
Orang ini datang menghadap Allahﷻ dengan penuh dosa. 99 catatan amal, satu catatan sejauh mata memandang, dan isinya catatan maksiat, namun karena tauhidnya yang terjaga dengan baik, itu bisa mengalahkan semuanya.

Ini menunjukkan betapa besarnya fadhilah tauhid, karena tauhid bisa melebur semua dosa.

🔸Mati Karena Mendengar Hadis

Seorang ulama yang bernama Abul Hasan, Ali bin Umar al-Harrani mengatakan,

‎أنا حضرت رجلا في المجلس ، وقد زعق عند هذا الحديث ، ومات ، وشهدت جنازته ، وصليت عليه

"Saya pernah melihat seseorang dalam suatu majlis kajian, orang ini teriak ketika mendengarkan hadis ini, lalu mati. Saya turut hadir dalam pengurusan jenazahnya dan menshalati jenazahnya."

(Juz’ul Bithaqah, Hamzah al-Kinani, ket. Hadis no. 2).

Pengaruh iman yang tertanam dalam hatinya, menyebabkan dirinya syok ketika mendengar hadis yang luar biasa maknanya.

Semoga Alloh ﷻ menguatkan aqidah dan keyakinan tauhid kita, dan mengampuni dosa-dosa kita. آمــــــــــــــــــين 

‎والله أعلم بالصواب

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
         💘TaNYa JaWaB💘

0️⃣1️⃣ Eva ~ Cianjur
Jujur saya belum paham kartu kecil disini itu berupa apa karena saya baru mendengar tentang ini. Dan apakah kartu kecil itu dipegang oleh manusia itu ketika dihisab? Kalau catatan amal kita kan ada di malaikat,
bagaimana ini Ustadz?
Mohon penjelasannya.

🔷Jawab:
Intinya → Tidak pernah berbuat kekecilan kesyirikan apapun didalam kehidupannya.

0️⃣2️⃣ Erna ~ Batam
Ustadz, untuk orang muslim Insya Allah pasti sudah punya dan memegang kartu ini, lalu pertanyaannya bagaimana dengan orang non Islam, apakah mereka juga melewati apa yang namanya hisab?

🔷Jawab:
Tidak di hisab.
Langsung masuk ke neraka.

0️⃣3️⃣ Riyanti ~ Yogja
Bila Selama hidupnya bercampur syirik besar, Misal jadi paranormal tapi sholat juga jalan, masihkah ada kesempatan untuk ke surga?

🔷Jawab:
Tidak.
Selama dia tidak bertaubat sampai nafas terakhirnya dicabut.

0️⃣4️⃣ Rustia ~ Bekasi
Bagaimana bila pernah berbuat syirik tapi taubat Nasuha?

🔷Jawab:
In sha اللّهُ akan diampuni oleh اللّهُ Ta’ala. Berbaik sangka saja yaaa...

0️⃣5️⃣ Riyanti ~ Yogja
Apakah orang yang fasik karena meninggalkan sholat saat meninggal dunia karena wabah corona tersebut mati Syahid?

🔷Jawab:
Mungkin dapat Pahala Syahid yaa. Bukan mati syahid. Tapi tetap akan dihisab. Jika tidak sholat, maka akan ditimbang juga kelak kan.

والله أعلم بالصواب

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
 💘CLoSSiNG STaTeMeNT💘

Dosa apapun akan diampuni oleh اللّهُ ﷻ selama memang tidak melakukan kesyirikan didalam hidupnya.

Baik syirik kecil maupun syirik akbar.
Maka benar-benar berhati-hatilah dalam kehidupan ini akan dosa kesyirikan.

Semoga semua dosa-dosa kita kelak diampuni oleh اللّهُ Ta’ala.

Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

SEHAT & BUGAR SELAMA BERPUASA



OLeH  : Rif'atul Amini, S.Gz

          💎M a T e R i💎

🌷Sehat dan Bugar Saat Puasa Ramadhan
(Edisi 1 "Hikmah Dibalik Waktu Sahur")


Rasa lapar telah dikenal sejak zaman dahulu sebagai sarana untuk menyembuhkan aneka penyakit. Para dokter Yunani pada masa lalu menjadikan puasa sebagai cara untuk menyembuhkan ragam penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh obat atau teknik penyembuhan lain.

Faedah puasa sebagai sarana untuk menyembuhkan penyakit tubuh dimungkinkan karena secara alami metabolisme tubuh manusia dan makhluk hidup lain membutuhkan masa istirahat dari tugas rutinnya sehari-hari. Puasa memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Nilai penting puasa dalam Islam yang dilakukan selama dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Durasi puasa Islam yang berkisar 12 hingga 14 jam ini tidak akan memunculkan senyawa-senyawa kimia yang membahayakan tubuh karena dalam durasi ini tidak terjadi sekresi protein untuk menghasilkan energi karena kadar nitrogen dalam tubuh masih seimbang. Oleh sebab itu puasa dalam Islam dianggap metode diet yang paling mudah dan tidak membahayakan tubuh dibanding metode diet lainnya.

Setelah berbuka atau sahur, dimulailah proses pencernaan dan penyerapan untuk memberi makanan pada sel-sel tubuh. Setelah periode pencernaan makanan sahur, cadangan glikogen dan lemak digunakan untuk menghasilkan energi.

Diriwayatkan dari Anas ibn Malik ra bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat berkah." Anjuran itu dimaksudkan agar tubuh dapat menjalankan proses pencernaan dan penyerapan makanan setidaknya untuk jangka waktu 4 jam, dimulai sejak waktu imsak.

Mengakhirkan sahur sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh karena akan memperpendek durasi puasa. Salah satu peserta simposium kesehatan yang telah lanjut usia ditanya mengenai rahasia sehat dan bugarnya padahal ia sudah berusia lebih dari 60 tahun. Laki-laki bernama Michael Angelo itu menjawab, "Aku tetap sehat dan bugar serta semangat karena sejak muda aku biasa berpuasa."

Sebagian besar umat islam yang menjalankan ibadah puasa biasanya menyegerakan berbuka, makan berbagai macam makanan, kemudian bermalas-malasan karena kekenyangan. Setelah tidur, mereka malas makan sahur. Kebiasaan itu merusak kesehatan karena pada malam setelah berbuka, perangkat metabolisme mencerna dan menyerap makanan, tetapi keesokan harinya mereka benar-benar merasa lapar, karena selama beberapa jam tubuh tidak dimasuki makanan.

Akibat lainnya, di siang hari puasa mereka menjadi lebih lemah, kehilangan semangat, dan cenderung memilih tidur atau bermalas-malasan. Tubuh tidak mendapatkan asupan energi yang berimbang. Kadar glukosa dalam darah menurun karena tidak ada apapun yang bisa disintesis untuk menghasilkan glukosa.

Keadaannya berbeda jika mereka makan sahur, karena sahur akan memengaruhi produksi hormon epinefrin yang berpengaruh besar terhadap sistem syaraf. Ini membuktikan kebenaran sabda Nabi Muhammad ﷺ yang menyebutkan bahwa dalam sahur terdapat berkah atau kebaikan yang besar bagi manusia, karena dengan makan sahir, terwujud keseimbangan antara aspek fisiologi dan ruhani.
Semua ini menunjukkan hikmah puasa, sahur, dan berbuka yang disyariatkan oleh Allah ﷻ melalui Nabi Muhammad ﷺ.

Tentunya kita membutuhkan asupan yang baik saat sahur sehingga kualitas pencernaan dan penyerapan makanan dalam tubuh kita juga tidak terganggu dan kebutuhan gizi sehari selama berpuasa juga terpenuhi sehingga tubuh pun akan tetap merasa bugar dan kuat.

Jadi, apa saja yang harus kita perhatikan dalam memilih makanan saat sahur di Bulan Ramadhan?

◼️1. Mengandung Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat sangat dibutuhkan sebagai sumber energi selama berpuasa. Tidak harus selalu nasi putih yang menjadi sumber karbohidrat, menu sahur sehat tanpa nasi bisa menjadi pilihan.

Karbohidrat kompleks membuat merasa kenyang lebih lama sehingga tubuh tidak mudah lapar. Nasi merah, roti gandum, oatmeal, dan sereal merupakan opsi pilihan sumber karbohidrat kompleks yang bisa dicoba.

Kita bisa mencoba salah satu sumber karbohidrat kompleks untuk menu sahur praktis selama sebulan berpuasa. Bisa juga menggunakan oatmeal sebagai menu sahur sehat untuk diet.

◼️2. Mencukupi Asupan Protein

Protein dibutuhkan untuk cadangan energi selama berpuasa. Protein dapat memberikan energi secara konstan. Dengan campuran karbohidrat dan protein membuat hidangan sahur semakin sehat.

Ikan merupakan sumber protein tinggi yang bisa menjadi pilihan lauk untuk sahur. Selain ikan, sumber protein lainnya terdapat pada daging ayam, daging sapi, telur, dan kacang-kacangan.

◼️3. Perbanyak Buah dan Sayur

Menu sahur sehat yang dibutuhkan selanjutnya yaitu buah dan sayur yang mengandung banyak serat. Kebutuhan energi selama puasa sangat terbantu dengan memperbanyak buah dan sayur. Kandungan serat ini juga dapat membantu mencegah sembelit.

Sayuran juga sangat bagus dijadikan menu sahur sehat. Vitamin dan mineral mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan membuat puasa lebih kuat.

◼️4. Menghindari Makanan Pedas dan Bersantan

Sebaiknya menghindari makanan yang bersantan pada saat sahur. Santan sulit dicerna dengan sempurna yang membuat asam lambung naik. Dengan mengonsumsi makanan bersantan dapat menimbulkan penyakit maag.

◼️5. Menghindari Mengonsumsi Gorengan

Menghindari makanan gorengan membantu untuk menghindari radang tenggorokan. Selama berpuasa cairan dalam tubuh kurang dan dapat membuat tenggorokan terasa kering. Dengan banyak mengonsumsi gorengan dapat mengiritasi lapisan mukosa tenggorokan dan membuat tubuh merasa haus. Selain itu minyak goreng mengandung lemak trans yang membahayakan kesehatan dan memicu kanker.

◼️6. Menghindari Makanan Instan

Karena waktu sahur yang singkat, maka seringkali kita memilih mengonsumsi makanan instan. Hal ini lebih baik dihindari karena makanan instan mengandung pengawet yang tidak sehat. Makanan instan juga membuat rasa kenyang sementara sehingga tidak baik digunakan untuk menu sarapan.

Pada saat sahur kita harus mengumpulkan kalori sebagai asupan energi selama berpuasa seharian. Selain itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan mengonsumsi minimal 2 liter air setiap harinya.

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

🌷🌷🌷🔹🔹🔹🌷🌷🌷
        💎TaNYa JaWaB💎

0️⃣1️⃣ Serra ~ Malang
Assalamualaikum, 

Saya kan menyusui di Ramadhan ini, apakah produksi ASI mempengaruhi secara drastis nantinya jika puasa penuh? Lalu apakah saya puasa dengan pola puasa Daud juga mempengaruhi atau bagaimana?

Terima kasih.

🍓Jawab:
Wa'alaikumsalam,

Saat puasa, ibu menyusui bisa saja mengalami dehidrasi dan produksi ASI saat siang hari pasti akan berkurang.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan bila ingin berpuasa bagi ibu menyusui yakni:

√ ️Istirahat yang cukup.

√ Usia bayi. Jika bayi berada di bawah usia 6 bulan, dia akan bergantung pada asi sebagai asupan gizi utama. Jika bayi telah memasuki usia 6 bulan, biasanya ibu akan diperbolehkan puasa. Karena di masa ini bayi sudah mendapatkan makanan pendamping.

√ ️Kandungan gizi makanan.

√ ️Konsumsi air putih. Misalnya dengan minum air putih minimal dua liter sepanjang buka hingga sahur. Pola 2-4-2 juga bisa diterapkan. Artinya dua gelas saat buka, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur. Bisa juga menambah stamina dengan minum jus buah, susu dan juga teh hangat. Minum susu saat sahur juga bisa membantu mengurangi terkena anemia bagi ibu yang sedang menyusui.

√ Konsumsi ASI booster. Beberapa makanan yang dapat memperlancar ASI seperti sayuran dan buah-buahan, misalnya pepaya, jambu air, semangka dan kecambah.

Coba manfaatkan waktu malam hari untuk memompa ASI dan menyusui. Stok ASI itu juga bisa digunakan saat siang hari. Hal ini sama halnya dengan puasa Daud.

0️⃣2️⃣ Apriyani ~ Yogja
Terima kasih banyak Ustadzah dengan materinya.
Yang ingin saya tanyakan kalau konsumsi susu selama puasa boleh tidak? Dan baiknya susu yang bagaimana jenis dan kandungannya?

🍓Jawab:
Konsumsi susu tentu dibolehkan selama bulan puasa, karena susu adalah sumber protein dan lemak bagi tubuh. Susu apa saja baik, namun karena di musim wabah ini lebih baik lagi jika mengonsumsi susu fermentasi seperri yogurt dan sejenisnya, karena kandungan bakteri baik di dalamnya yang bagus untuk menghalau kuman yang datang di saluran pencernaan.

0️⃣3️⃣ iiN ~ Boyolali
1. Mitos atau fakta bila mengonsumsi kacang-kacangan secara terus menerus akan menimbulkan jerawat?

2. Kalau kacang mede atau kacang almond, apakah memiliki kolesterol yang buruk?

3. Adakah menu kacang-kacangan yang bisa direkomendasikan untuk dikonsumsi tiap hari, seperti buah atau sayur? Ataukah kacang-kacangan hanya sebagai side dish (menu sampingan) dalam pola makan?

🍓Jawab:
1. Tidak ada fakta ilmiah yang menunjukkan bahwa mengonsumsi kacang-kacangan dapat menimbulkan jerawat. Namun bisa dikaitkan mungkin dengan cara pengolahannya.

Biasanya kacang diolah dengan digoreng, bahkan menggunakan minyak yang berulang-ulang. Kandungan minyak yang tidak sehat dalam kacang ini yang dapat menyebabkan darah menjadi tidak bersih atau kotor sehingga bisa menimbulkan detoks (racun) yang bisa dikeluarkan melalui sekresi-sekresi tertentu, salah satunya jerawat.

2. Kacang mede dan almond mengandung asam lemak tidak jenuh yang baik untuk meningkatkan lemak baik dalam tubuh, sehingga baik dikonsumsi.

3. Ada tempe, tahu, kacang rebus.

0️⃣3️⃣ Sasi ~ Balam
Bunda Rifa,
1. Sebenarnya fungsi glutathione itu apa dan baik kah untuk tubuh?

2. Dan dosis perhari itu yang baik berapa ya?

3. Bunda, kalau suplemen kan ada yang dari 500 miligram bahkan sampai 50.000 miligram itu tidak apa-apa ya dikonsumsi tiap hari? Dan bagaimana dengan Glutathione?
Terima kasih.

🍓Jawab:
1. Suplemen jenis apa dulu bunda, karena setiap vitamin atau mineral ada dosis konsumsi maksimalnya masing-masing. Vitamin C misalnya, dosis konsumsi per hari sekitar 60-100 mg/hari. Jika konsumsi melebihi ini, karena vitamin C sifatnya larut air sehingga jika terlalu berlebih dikonsumsi akan memberatkan kerja ginjal.

2. 10-20 gr perhari untuk sistein.

3. Glutathione merupakan antioksidan alami yang terdiri dari tiga asam amino yakni sistein, glutamat, dan glisin. Ada berbagai peran glutathione dalam kerja reaksi kimia tubuh, misalnya membantu mengeluarkan racun-racun, termasuk yang berasal dari tubuh, obat-obatan yang dikonsumsi, atau lingkungan sekitar.

Penelitian dari Journal of Cancer Science and Therapy mengungkapkan bahwa kadar glutathione yang tinggi bisa mencegah terjadinya radikal bebas, sehingga mencegah penyakit kronis terjadi.

Para dokter merekomendasikan dosis sekitar 10 sampai 20 gram perhari dari molekul sistein akan bermanfaat untuk kesehatan yang baik dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Sumber konsumsinya karena merupakan senyawa alami dapat diperoleh dari sayuran seperti brokoli, bayam, tomat, kol, asparagus.

0️⃣4️⃣ iiK ~ PKU
Bunda Rifa,
1. Dalam kondisi wabah COVID-19 ini, saat kita berpuasa apakah mengkonsumsi vitamin C baiknya saat jelang tidur atau saat sahur? Dan vitamin C jenis apa yang cenderung aman dikonsumsi yang hisap, dilarutkan atau tablet!

2. Secara ilmu gizi, anak usia sekolah misalnya kelas 1 SD tidak masalah kah jika berpuasa full?

🍓Jawab:
1. Sebenarnya konsumsi vitamin C terbaik adalah dari sumber alami yakni buah-buahan. Konsumsi buah per hari dianjurkan 5 porsi atau sekitar 500 gram an.

Konsumsi vitamin C dalam bentuk suplemen disarankan saat kondisi kita sedang tidak fit sehingga butuh tambahan dari luar karena dikhawatirkan asupan selama sahur dan berbuka tidak memenuhi kebutuhan vitamin yang dianjurkan. Selain itu jika terlalu banyak konsumsi vitamin (dosis tinggi) akan memberatkan kerja ginjal, apalagi jika konsumsi air kurang.

2. Dari sisi metabolisme tidak masalah anak usia 7 tahun sudah bisa dimulai diajarkan berpuasa, Bunda. Asalkan anak mau dan melakukan sahur serta berbuka dengan baik. Biasanya anak jarang makan sahur namun aktivitas tinggi dan tetap ingin berpuasa sehingga glukosa darahnya menurun dan cenderung merasa lemas.

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

🌷🌷🌷🔹🔹🔹🌷🌷🌷
 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Biasakan bersahur dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan tidak melupakan porsi makan yang baik gizinya, beragam jenis (sumber karbohidrat, protein, vitamin atau mineral), dan jumlahnya tepat.

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

KITA KELAK BERTEMU DI SURGA



OLeH  : Ustadz Syahrawi Munthe

          💎M a T e R i💎

Assalamu'alaykum wr.wb.

Segala puji bagi Alloh ﷻ atas semua limpahan karunia-Nya, sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan alam Rasulullah ﷺ. 

InsyaAllah tema materi kajian kita sore ini terkait dengan harapan pertemuan di surga. 

🌸KITA KELAK BERTEMU DI SURGA

Khansa binti Amr, dikenal dengan gelar ibunya para syuhada. Gelar yang diberikan karena keikhlasan dan keridhaannya atas keempat anaknya yang syahid di medan perang.  Mereka menjadi syuhada untuk memuliakan Islam dan meninggikan kalimat Alloh ﷻ. 

Di saat perang bergejolak, keempat anaknya tersebut berebut untuk duluan berangkat berjihad. Lalu Khansa menasehati anaknya, "Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian memeluk agama ini tanpa paksaan dan berhijrah dengan kehendak sendiri. Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya, kalian adalah putra-putra dari seorang lelaki dan dari seorang perempuan yang sama," ujarnya.

Ia melanjutkan, "Jika kalian melihat perang di jalan-Nya, singsingkanlah lengan baju kalian dan berangkatlah. Majulah hingga barisan depan, niscaya engkau akan mendapatkan pahala di akhirat tepatnya di negeri keabadian."

Khansa pun memberikan ridha bagi keempat anaknya untuk berjihad. "Berangkatlah kalian dan bertempur lah hingga syahid menjemput kalian."

Keempat anaknya pun bergegas menuju medan perang. Mereka saling berjuang melawan musuh-musuh Alloh ﷻ dan berhasil membunuh banyak pasukan musuh. Namun pada akhirnya syahid datang dan menjemput mereka.

Al-Khansa mendengar syahid keempat anak-anaknya. Namun, tidak ada air mata yang mengalir deras dari matanya, melainkan binaran tanda syukur dan ia berkata,  "Alhamdulillah, yang telah memuliakan ku dengan syahidnya putra-putraku. Semoga Alloh ﷻ, segera menjemput ku dan mempertemukan aku dengan mereka dalam naungan rahmat-Nya di Firdaus-Nya yang luas."

Subhanallah...
Khansa dan keempat putra kelak akan dipertemukan Alloh ﷻ di surga, mungkin juga dengan suaminya dan orang tuanya.

Pertemuan di surga adalah keniscayaan, sebab Alloh ﷻ menjamin bahwa orang-orang shalih dan keturunannya kelak akan bertemu dan dihubungkan di surga. Firman Alloh ﷻ :

‎وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْء...

"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka..." (QS. 52 : 22)

Ulama tafsir menjelaskan bahwa orang beriman kelak akan masuk surga dengan anak cucunya, bahkan derajatnya sama dengan mereka walaupun anak-cucu tersebut tidak beramal seperti mereka.

Pertemuan di surga adalah angan-angan mulia. Menjadi cita-cita bagi orang yang memahami hakikat kehidupan abadi. Tidak banyak yang menyadari akan pertemuan ini, sebab semuanya masih abstrak. Hanya iman yang bisa membenarkannya. Itulah mengapa Alloh ﷻ memberi prasyarat bahwa yang bertemu di surga adalah mereka yang beriman dan keturunannya. Sedang orang-orang kafir tidak akan dipertemukan dengan orang beriman. 

Konon, penduduk surga kelak akan saling mengunjungi. Reuni saat mereka beriman di dunia, akan berulang di akhirat. Reuni penuh keberkahan dan penuh kisah untuk mereka saling bertukar cerita ketika masih di dunia. Ikatan ukhuwah yang dirawat di dunia (dalam bingkai iman, perjuangan dan ketaatan pada Alloh ﷻ) akan terus tersambung di surga nanti. 

Maka, tidak ada salahnya mulai mencari dan menguatkan ukhuwah dengan orang lain agar bertemu nanti di surga.  Terutama dengan keluarga, perlu menyiapkan mereka dengan kebaikan dan amal shalih dan memberi kabar gembira ini bahwa ayah, ibu, kakek, adik, abang dan saudara yang lain, jika mereka semua beriman, setelah kematian kelak akan bertemu kembali di surga. 

Informasi ini penting untuk menguatkan hati saat menghadapi musibah kematian.  Dengan mengucapkan, "Kita Kelak Akan Bertemu Di Surga",  setidaknya mengurangi beban kehilangan orang-orang yang dicintai di dunia. Sebab ada harapan tinggi yang masih ditunggu yaitu pertemuan di surga. Sebagaimana Khansa yang kehilangan keempat anaknya di medan jihad. Tidak ada harapan dihatinya selain pertemuan kembali dengan anak-anak tersebut di surga yang abadi.

Pertemuan di surga ada harapan untuk keabadian.  Berharap, berjuang dan tetap beriman kepada Alloh ﷻ adalah aktualisasi nyata untuk meraihnya. Semoga kita bisa mewujudkannya, agar kelak bertemu kembali dengan keluarga tercinta di surga nanti. 
Aamiin. 

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
        💎TaNYa JaWaB💎

0️⃣1️⃣ Eva ~ Cianjur
Mohon penjelasan kembali tentang keterangan ulama Tafsir yang menjelaskan bahwa orang beriman kelak akan masuk surga dengan anak cucunya bahkan derajatnya sama dengan mereka walaupun anak cucu tersebut tidak beramal seperti mereka.

Sedangkan tidak sedikit fenomena sekarang yang orang tuanya sholeh tapi anaknya masih belum sholeh, malah sampai ada istilah anak durhaka. Apa mungkin anak durhaka akan masuk surga bersama dengan orang tuanya yang sholeh?

🌸Jawab:
Ini syaratnya jika semua mereka masuk surga.  Mereka dan anak cucunya. Derajat mereka akan sama di surga,  walaupun amal-amal cucu mereka tidak sebanyak mereka dulu.  Demikian di tafsir.

Wallahu'alam

0️⃣2️⃣ Fatimah ~ Bandung
Ustadz, apabila suami meninggal dunia kemudian istri menikah lagi, dengan suami yang mana istri akan dikumpulkan di akhirat?
Jazakalloh khoir

🌸Jawab:
Jika dua-duanya istrinya masuk surga, boleh jadi dua-duanya jadi bidadarinya. Di surga kelak, semua kembali perawan, dan semua usianya sama. Tidak ada tua muda, anak-anak. Yang ada para pemuda dan bidadari-bidadarinya. 

Wallahu'alam

💎Kalau suami dua-duanya sholeh, apakah istri punya dua suami tadz di sana?

🌸Yang paling sholeh diantara mereka, karena Alloh ﷻ akan memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya.

0️⃣3️⃣ Safitri ~ Banten
Ustadz, misal kan orang tuanya buta huruf tidak bisa mengajarkan anak-anaknya beribadah atau mengaji tapi mereka menyuruh anaknya belajar ngaji sama saudaranya walaupun mereka tidak bisa mengajarkan tapi mereka menyuruh dan menegaskan anak-anaknya biar ngaji dan sholat. Nah terus ustadz kalau begitu apa si orang tua bakal diminta pertanggung jawaban karena mereka tidak mengajarkan anak-anaknya dan apa bisa si anak meminta dan membawa orang tuanya di surga?

🌸Jawab:
Dengan mengusahakan ilmu untuk anaknya,  caranya mencarikan guru yang berkompeten, maka kewajibannya sudah gugur,  tanggungjawabnya sudah terjawab. Justru disaat dia sadar bahwa ilmunya tidak cukup, tapi dia membiarkan saja anaknya atau mencukupkan saja dengan apa yang dia ketahui, maka di sana tanggungjawabnya akan diminta. 

Wallahu a'lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Sungguh besar kasih sayang Alloh ﷻ kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa, rasa Cinta dan kasih sayang tak dibiarkan putus hanya sampai di liang Lahat,  bahkan Alloh ﷻ pertemukan lagi sebuah keluarga di surga-Nya bagi yang mampu menjadikan keluarga mereka keluarga yang beriman, bertakwa dengan segala amal sholeh mereka. 

Bagi para ikhwan yang bertanggungjawab atas keluarga, marilah kita didik anak istri dalam ketakwaan.

Untuk ibu jadikanlah anak-anakmu Cinta dengan Alloh ﷻ,  agama dan Rasulullah ﷺ.

Wahai anak-anakku taati lah orang tua kalian, karena dengannya kamu akan menjadi ahli surga.

Demikian saja, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

TARHIB RAMADHAN



OLeH  : Ustadz Farid Nu'man Hasan

          💎M a T e R i💎

Bismillahirrahmanirrahim..

Shaum, di ambil dari kata shaama yashuumu, yang artinya amsaka yumsiku - menahan diri.

Adapun secara terminologi, artinya adalah,

الامساك عن المفطرات من طلوع الفجر الي غروب الشمس  مع النية

"Menahan diri dari yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai dengan tenggelam matahari dan dibarengi niat."

Kata "niat" harus ada dalam definisi, sebab tanpanya itu bukanlah puasa secara syar'i. Itu hanyalah diet. Ini juga berlaku untuk ibadah-ibadah ritual lainnya.

Kemudian, Ramadhan, diambil dari kata Ramadhan, jamaknya armidhah, atau ramadhanat, Yang artinya syiddatul haar, yaitu sangat panas.

Imam Abul Hasan al Mawardi mengatakan, saat itu Puasa Ramadhan selalu bertepatan dengan musim panas. Di sisi lain, maknanya adalah tahriqudz dzunuub - membakar dosa.

Dalam Islam, ada 7 bulan yang dianjurkan untuk berpuasa.

Asyhurul hurum, bulan-bulan haram, yaitu ada 4 bulan: Dzulhijjah (shaum tariwyah, shaum Arafah), Dzulqa'dah,  Muharram (Shaum asyura), dan Rajab. Sebagaimana hadits Abu Daud. Sanadnya jayyid, kata Syaikh Sayyid Sabiq.

Kemudian, bulan Sya'ban, Ramadhan, dan Syawwal (6 hari).

Adapun shaum senin kamis, daud, ayyamul bidh, itu umum berlaku di semua bulan, kecuali Ramadhan.

▪️Rukun Puasa Tidak Banyak, Mayoritas Ulama Mengatakan Hanya 2.

1. Niat.
2. Menahan diri dari yang batal.

Tapi, bagi kita sudah belasan kali bahkan puluhan kali mengenyam Ramadhan, sudah sepantasnya bukan hanya MENAHAN DIRI DARI YANG BATAL, tapi juga menahan diri dari yang merusak pahala dan kualitas puasanya.

▪️Ada Sunnah-sunnah Dan Adab Puasa Yang Nabi Contohkan Atau Dorong

1. Sahur, mengakhirkan waktunya.
2. "Sedekah, sedekah terbaik di bulan Ramadhan." (HR. At Tirmidzi)
3. Tilawah.
4. Berdoa.
5. Menyegerakan buka jika sudah masuk waktunya.
6. Memberikan makanan orang berbuka.
7. Tarawih.
8. I'tikaf di 10 hari terakhir.

▪️Yang Dibolehkan Dalam Puasa Adalah

1. Siwak, gosok gigi bahkan sunnah kata Imam asy Syafi'i, baik pagi atau sore.
2. Mandi siang hari, makruh jika berendam atau berenang.
3. Menyicipi makanan,  lalu dilepeh. Ini dilalukan oleh al Hasan, ditegaskan Ibnu Abbas dan para salaf.
4. Dicium atau mencium suami, asalkan bisa jaga diri kalau tidak, maka makruh.
5. Berbekam selama tidak bikin lemah, kecuali menurut Hambali yang mengatakan batal.
6. Memakai celak, tetes mata.
7. Mencium wewangian.
8. Memakai inhaler.

▪️Yang Disepakati Batalnya

1. Makan minum sengaja.
2. Muntah sengaja.
3. Niat batal, walau dia tidak makan dan minum.
4. Sengaja mengeluarkan air mani.
5. Jima' di waktu masih berlaku puasa.
6. Keluar haid di waktu puasa walau 1 menit sebelum maghrib.
7. Murtad.
8. Hilang akal, gila.

Adapun yang diperselisihkan adalah injeksi, infus, berbuka sebelum maghrib karena tertipu oleh jamnya dikira sudah maghrib.

Wallahu A’lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
        💎TaNYa JaWaB💎

0️⃣1️⃣ Rency ~ Cibinong
Bismillah,
Ustadz, mengenai pembahasan di atas tentang niat, itu harus terucap sesuai seperti "usoli....." atau boleh "saya niat puasa karena Allah" begitu saja?

Jazakallahu khoir ustadz.

🌸Jawab: Bismillahirrahmanirrahim..

Tidak. Di hati sudah cukup. Dilisankan itu diperselisihkan ulama. Namun sunnah menurut mayoritas ulama. Sebagian ada yang mengatakan boleh saja. Bahkan ada yang mengatakan makruh. Tapi, semua sepakat di hati cukup.

Wallahu A’lam

0️⃣2️⃣ Fida ~  Tangerang
Ustadz, apakah merokok membatalkan puasa?

🌸Jawab:
Bismillahirrahmanirrahim..

Ya, merokok membatalkan puasa. Sengaja menghisap asap membatalkannya, karena asap itu 'ain (materi).

Beda dengan jika tidak sengaja.

Wallahu A’lam

0️⃣3️⃣ Jenni ~ Depok
Bislillahirrahmanirrahim...

Ustadz, bagaimana mengenai puasa ramadhan untuk saya yang rutin konsumsi obat 3x sehari, obat ini harus diminum 3x sehari dengan jeda waktu 8 jam, obat ini untuk penyakit amnesia dan susah bicara juga penglihatan saya kalau dengan obat lainnya yang 1x sehari tidak masalah karena minumnya pada jam 18.00 saja.

Bagaimana dengan obat yang 3x sehari jika saya berpuasa ramadhan.
Sejak kelas 1 SD saya sudah terbiasa puasa usia saya sekarang 65 th, berat rasanya untuk tidak puasa, namun dokter menganjurkan untuk tidak mengubah waktu jarak minum obatnya yang 2 macam itu karena nanti bisa lebih parah amnesianya.
Sebelum minum obat itu tidak bisa pulang ke rumah karena lupa dimana rumah saya, tidak kenal siapapun.

Syukron ustadz

🌸Jawab: Bismillahirrahmanirrahim..

Puasa itu menyehatkan. Ada hadits, walau dhaif, namun secara makna shahih yang berbunyi: shumuu tashihhuu (berpuasalah kamu niscaya akan sehat).

Namun, jika dokter terpercaya sudah menyarankan kita tidak puasa karena wajib minum obat, maka sudah boleh meninggalkan puasa di hari lain.

Jika penyakitnya adalah penyakit yang sulit sembuh, dan obat harus diminum seumur hidup maka fidyah, bukan qadha.

Semoga Allah Ta'ala mengangkat penyakit Ibu.

Wallahu A’lam

0️⃣4️⃣ Sofie ~ Depok
Ustadz, bagaimana hukumnya jika laki-laki atau perempuan setelah sahur tertidur dan dalam tidurnya bermimpi yang membangkitkan syahwat sampai maaf ada "cairan" keluar.
Apakah puasanya batal?
Jika batal apa harus segera berbuka?
Dan kemudian hari harus diganti puasanya?

Jazakallah khair jawabannya Ustadz.

🌸Jawab: Bismillahirrahmanirrahim..

أما الاحتلام في شهر رمضان فلا يفطر..

Mimpi basah di bulan Ramadhan tidaklah membatalkan puasa.  (Ibn Utsaimin, Liqo asy Syahri)

Karena itu diluar keinginannya, tidak sengaja. Segeralah dia mandi, dan melanjutkan puasanya.

Wallahu A’lam

0️⃣5️⃣ Bestiar ~ Pekanbaru
Assalamualaikum,

Ustadz, apakah boleh kita meminum obat agar tidak haid selama romadhon agar puasanya penuh?

Terimakasih sebelumnya ustadz.

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Wanita haid, terlarang puasa, shalat... Ketaatan itu ada dua:

(1) Menjalankan perintah.

(2) Menghindari larangan.

Artinya, saat wanita haid sedang tidak puasa, tidak shalat, berarti mereka juga sedang melaksanakan ketaatan yaitu menjauhkan diri dari yang Alloh ﷻ larang. Sehingga tidak usah memaksakan diri untuk berpuasa dengan minum obat, sebab apa sedang dialaminya sudah benar.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu A’lam

0️⃣6️⃣ Fitri ~ Pontianak
Assalamu'alaykum,

Ustadz, ini tentang haid (datang bulan). Ada yang bilang kalau mandi wajib setelah haid ketika bulan suci ramadhan itu harus dilakukan setelah orang-orang dalam 1 rumah berbuka puasa atau mandi wajib sebelum melaksanakan sahur, karena jika kita mandi wajib di siang hari otomatis puasa orang-orang 1 rumah batal, apakah pernyataan ini dibenarkan atau bagaimana ustadz?

Terima kasih

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Itu mitos, tidak berdasar sama Sekali.

Wallahu A’lam

0️⃣7️⃣ iiN ~ Boyolali
Assalamua'alaikum ustadz,

1. Kalau menonton video youtube kuliner, mukbang saat berpuasa dan bisa sampai menelan air ludah ataupun tidak sampai menelan air ludah, bagaimana hukumnya ustadz?

2. Saat menonton drama atau video yang menunjukkan badan sixpack seorang laki-laki , nanti puasanya gimana ustadz?

Jazakumullah khayran

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

1. a) Bersiwak (menggosok gigi) Baik Pagi Atau Siang

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah berkata:

 ويستحب للصائم أن يتسوك أثناء الصيام، ولا فرق بين أول النهار وآخره. قال الترمذي: ” ولم ير الشافعي بالسواك، أول النهار وآخره بأسا “. وكان النبي صلى الله عليه وسلم يتسوك، وهو صائم.

Disunnahkan bersiwak bagi orang yang berpuasa ketika ia berpuasa, tak ada perbedaan antara di awal siang dan akhirnya.

Berkata At Tirmidzi: Imam Asy Syafi’i menganggap tidak mengapa bersiwak pada awal siang dan akhirnya. Dan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersiwak, padahal dia sedang puasa.

(Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, Juz. 1,Hal. 459) Beliau menambahkan:

 والصائم والمفطر في استعماله أول النهار وآخره سواء، لحديث عامر بن ربيعة رضي الله عنه

Dan disunnahkan bagi orang yang berpuasa dan tidak, untuk bersiwak baik di awal siang atau di akhirnya, sama saja.

Diriwayatkan dari Amir bin Rabi’ah Radhiallahu ‘Anhu:

 وَيُذْكَرُ عَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَاكُ وَهُوَ صَائِمٌ مَا لَا أُحْصِي أَوْ أَعُدّ

Disebutkan dari Amir bin Rabi’ah, dia berkata: “Aku melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersiwak, dan dia sedang puasa, dan tidak terhitung jumlahnya.”

(HR. Bukhari, Bab Siwak Ar Rathbi wal Yaabis Lish Shaa-im)

Imam Al Bukhari membuat judul Bab dalam kitab Jami’ush Shahih-nya:

 بَاب سِوَاكِ الرَّطْبِ وَالْيَابِسِ لِلصَّائِمِ

“Siwak dengan yang kayu basah dan yang kering bagi orang berpuasa.”

Imam Ibnu Hajar berkata dalam Al Fath:

 وَأَشَارَ بِهَذِهِ التَّرْجَمَةِ إِلَى الرَّدِّ عَلَى مَنْ كَرِهَ لِلصَّائِمِ الِاسْتِيَاكَ بِالسِّوَاكِ الرَّطْبِ كَالْمَالِكِيَّةِ وَالشَّعْبِيِّ ، وَقَدْ تَقَدَّمَ قَبْلُ بِبَابِ قِيَاسِ اِبْنِ سِيرِينَ السِّوَاكَ الرَّطْبَ عَلَى الْمَاء الَّذِي يُتَمَضْمَضُ بِهِ

“Keterangan ini mengisyaratkan bantahan atas pihak yang memakruhkan bersiwak bagi orang yang berpuasa, yakni bersiwak dengan kayu basah, seperti kalangan Malikiyah dan Asy Sya’bi, dan telah dikemukakan sebelumnya tentang qiyas-nya Ibnu Sirin, bahwa bersiwak dengan yang basah itu sama halnya seperti air yang dengannya kita berkumur-kumur (yakni boleh).”

(Imam Ibnu Hajar, Fathul Bari, 4/158) Dalam Tuhfah Al Ahwadzi disebutkan:

 ( إِلَّا أَنَّ بَعْضَ أَهْلِ الْعِلْمِ كَرِهُوا السِّوَاكَ لِلصَّائِمِ بِالْعُودِ الرَّطْبِ ) كَالْمَالِكِيَّةِ وَالشَّعْبِيِّ فَإِنَّهُمْ كَرِهُوا لِلصَّائِمِ الِاسْتِيَاكَ بِالسِّوَاكِ الرَّطْبِ لِمَا فِيهِ مِنْ الطَّعْمِ ، وَأَجَابَ عَنْ ذَلِكَ اِبْنُ سِيرِينَ جَوَابًا حَسَنًا ، قَالَ الْبُخَارِيُّ فِي صَحِيحِهِ : قَالَ اِبْنُ سِيرِينَ : لَا بَأْسَ بِالسِّوَاكِ الرَّطْبِ ، قِيلَ لَهُ طَعْمٌ ، قَالَ وَالْمَاءُ لَهُ طَعْمٌ وَأَنْتَ تُمَضْمِضُ بِهِ اِنْتَهَى . وَقَالَ اِبْنُ عُمَرَ : لَا بَأْسَ أَنْ يَسْتَاكَ الصَّائِمُ بِالسِّوَاكِ الرَّطْبِ وَالْيَابِسِ رَوَاهُ اِبْنُ أَبِي شَيْبَةَ ، قُلْت هَذَا هُوَ الْأَحَقُّ

(Hanya saja sebagian ahli ilmu ada yang memakruhkan bersiwak bagi orang yang berpuasa dengan menggunakan dahan kayu yang basah) seperti kalangan Malikiyah dan Imam Asy Sya’bi, mereka memakruhkan orang berpuasa bersiwak dengan dahan kayu basah karena itu bagian dari makanan. Ibnu Sirin telah menyanggah itu dengan jawaban yang baik. Al Bukhari berkata dalam Shahihnya: “Berkata Ibnu Sirin: Tidak mengapa bersiwak dengan kayu basah, dikatakan “ bahwa itu adalah makanan”, Dia (Ibnu Sirin) menjawab: Air baginya juga makanan, dan engkau berkumur kumur dengannya (air).” Selesai. Ibnu Umar berkata: “Tidak mengapa bersiwak bagi yang berpuasa baik dengan kayu basah atau kering,” diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah. Aku (pengarang Tuhfah Al Ahwadzi) berkata: Inilah yang lebih benar.

(Syaikh Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim Al Mubarkafuri, Tuhfah Al Ahwadzi, 3/345)

Dengan demikian tidak mengapa bahkan sunnah kita bersiwak ketika berpuasa, baik, pagi, siang, atau sore secara mutlak. Syaikh Al Mubarkafuri mengatakan:

 وَبِجَمِيعِ الْأَحَادِيثِ الَّتِي رُوِيَتْ فِي مَعْنَاهُ وَفِي فَضْلِ السِّوَاكِ فَإِنَّهَا بِإِطْلَاقِهَا تَقْتَضِي إِبَاحَةَ السِّوَاكِ فِي كُلِّ وَقْتٍ وَعَلَى كُلِّ حَالٍ وَهُوَ الْأَصَحُّ وَالْأَقْوَى

“Dan dengan mengumpulkan semua hadits-hadits yang diriwayatkan tentang ini dan tentang keutamaan bersiwak, bahwa keutamaannya adalah mutlak, dan kebolehannya itu pada setiap waktu, setiap keadaan, dan itu lebih shahih dan lebih kuat.” (Ibid)

Adapun pasta gigi, dihukumi sama dengan kayu basah, karena sama-sama mengandung air dan rasa. Dan Imam An Nawawi mengatakan bahwa dengan alat apapun selama tujuan ‘membersihkan’ telah tercapai, itu juga dinamakan bersiwak, baik itu dengan jari, kain, atau lainnya selama tidak membahayakan. Imam Abul Hasan As Sindi berkata:

 وَهُوَ كُلّ آلَة يُتَطَهَّر بِهَا شُبِّهَ السِّوَاك بِهَا ؛ لِأَنَّهُ يُنَظِّف الْفَم ، وَالطَّهَارَة النَّظَافَة ذَكَرَهُ النَّوَوِيّ

“Yaitu alat apa saja yang bisa mensucikan dengannya maka dia menyerupai siwak, karena dia bisa membersihkan mulut, bersuci dan membersihkan, demikian kata An Nawawi.”

(Imam Abul Hasan Muhammad bin Abdil Hadi As Sindi, Syarh An Nasa’i, 1/10)

b) Mencicipi Makanan Sekedarnya

Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:

 وقال ابن عباس: لا بأس أن يذوق الطعام الخل، والشئ يريد شراءه. وكان الحسن يمضغ الجوز لابن ابنه وهو صائم، ورخص فيه إبراهيم.

“Berkata Ibnu Abbas: ‘Tidak mengapa mencicipi asamnya makanan, atau sesuatu yang hendak dibelinya.’ Al Hasan pernah mengunyahkan kelapa untuk cucunya, padahal dia sedang puasa, dan Ibrahim memberikan keringanan dalam hal ini.” (Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, 1/462)

c) Hal-hal Yang Tidak Mungkin Dihindari (menelan ludah, menghirup debu jalanan, menyaring tepung, dan lain-lain)

Syaikh Sayyid Sabiq mengatakan:

 كذا يباح له ما لا يمكن الاحتراز عنه كبلع الريق وغبار الطريق، وغربلة الدقيق والنخالة ونحو ذلك.

“Demikian pula, dibolehkan baginya apa-apa yang tidak mungkin dihindari, seperti menelan ludah, menghirup debu jalanan, menyaring tepung, dan lain-lain.”

(Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, 1/462)

d) Junub Di Pagi Hari

‘Aisyah dan Ummu Salamah Radhiallahu ‘Anhuma menceritakan:

 أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memasuki fajar dalam keadaan junub karena berhubungan dengan istrinya, lalu dia mandi dan berpuasa.”

(HR. Bukhari No. 1925, Muslim No. 1109)

Imam Ibnu Hajar mengatakan:

قَالَ الْقُرْطُبِيّ: فِي هَذَا فَائِدَتَانِ ، إِحْدَاهُمَا أَنَّهُ كَانَ يُجَامِع فِي رَمَضَان وَيُؤَخِّر الْغُسْل إِلَى بَعْد طُلُوع الْفَجْر بَيَانًا لِلْجَوَازِ . الثَّانِي أَنَّ ذَلِكَ كَانَ مِنْ جِمَاع لَا مِنْ اِحْتِلَام لِأَنَّهُ كَانَ لَا يَحْتَلِم إِذْ الِاحْتِلَام مِنْ الشَّيْطَان وَهُوَ مَعْصُوم مِنْهُ .

“Berkata Al Qurthubi: “Hadits ini ada dua faidah. Pertama, bahwa beliau berjima’ pada Ramadhan (malamnya) dan mengakhirkan mandi hingga setelah terbitnya fajar, merupakan penjelasan bolehnya hal itu. Kedua, hal itu (junub) dikarenakan jima’ bukan karena mimpi basah, karena beliau tidaklah mimpi basah, mengingat bahwa mimpi basah adalah dari syaitan, dan beliau ma’shum dari hal itu.” (Fathul Bari, 4/144)

e) Mencium Harum-haruman

Tak ada keterangan yang shahih tentang pelarangannya, oleh karena itu Imam Ibnu Taimiyah berkata:

 وَشَمُّ الرَّوَائِحِ الطَّيِّبَةِ لَا بَأْسَ بِهِ لِلصَّائِمِ

“Mencium harum-haruman adalah tidak mengapa bagi orang berpuasa.” (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Fatawa Al Kubra, 5/376)

2. Drama yang mempertontonkan aurat, terlarang.

Wallahu A’lam

0️⃣8️⃣ Yunita ~  Makassar
Ustadz, ramadhan tahun ini kan bertepatan dengan kegiatan karantina (dirumah saja) banyak bertebaran di media sosial link film dan drama. Saya khawatirnya banyak yang mengisi waktu luangnya dengan nonton. Bagaimana itu ustadz, apakah makruh atau batal puasanya?

🌸Jawab: Bismillahirrahmanirrahim..

Jika sampai berlebihan, itu makruh. Jika sampai meninggalkan shalat, maka dosa besar. Jika sedikit saja, tidak apa-apa. Selama film tersebut tidak ada unsur maksiat. Yang lebih utama adalah tilawah, dzikir, istirahat yang cukup, baca buku, kajian.

Wallahu A’lam

0️⃣9️⃣ Fatimah ~ Bandung
Ustadz, kalau disela shaum kita main games boleh tidak, biar tidak jenuh begitu, tapi tidak membuat shalat jadi telat tidak tuh in syaa Alloh, bagaimana tadz, boleh tidak?
Jazakalloh khoir

🌸Jawab: Bismillahirrahmanirrahim..

Itu bukan pembatal shalat, tidak pula makruh, asalkan tidak berlebihan. Yang utama adalah tilawah, baca buku-buku bermanfaat, dengarkan kajian, tidur secukupnya, berbenah rumah.

Wallahu A’lam

1️⃣0️⃣ Atin ~ Pekalongan
Assalamualaikum Tadz,

Seandainya tidak kuat puasa untuk ibu hamil dan menyusui, bagaimana cara membayar fidyah? Harus setiap hari atau ditotal akhir? Bentuknya uang atau harus makanan?

Maturnuwun.

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Masalah ini sudah pernah kami bahas tahun lalu. Tapi, sampai hari ini, tema ini termasuk yang banyak intensitas pertanyaannya. Berikut ini yang pernah dibahas tahun lalu. Untuk yang menyatakan Qadha dalilnya adalah firman Allah Taala: Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (QS. Al Baqarah: 184)

Ibu hamil disetarakan dengan orang sakit, sebagaimana diketahui Al Quran pun juga menyebut mereka dengan wahnan ‘ala wahnin (lemah yang bertambah-tambah).

Untuk yang menyatakan Fidyah dalilnya adalah kalimat selanjutnya: Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. (QS. Al Baqarah: 184)

Perbedaan pandangan ulama dalam hal ini sangat wajar, sebab memang ayat tersebut tidak merinci siapa sajakah yang termasuk orang-orang yang berat menjalankannya. Dalam hadits pun tidak ada perinciannya. Adapun tentang Qadha secara khusus, ayat di atas menyebut musafir dan orang yang sakit, dan tidak merinci bagaimanakah sakitnya. Sedangkan ayat tentang Fidyah, juga tidak dirinci.

Nah, Khusus ibu hamil dan menyusui, jika kita melihat keseluruhan pandangan ulama yang ada, bisa kita ringkas seperti yang dikatakan Imam Ibnu Katsir.

(Tafsir Al Quran al Azhim,  1/215. Darul Kutub al Mishriyah) bahwa ada empat pandangan atau pendapat ulama:

▪️Pertama, kelompok ulama yang mewajibkan wajib qadha dan fidyah sekaligus. Ini adalah pandangan Imam Ahmad dan Imam Asy Syafii, jika Si Ibu mengkhawatiri keselamatan janin atau bayinya.

▪️Kedua, kelompok ulama yang mewajjibkan fidyah saja, tanpa qadha. Inilah pandangan beberapa sahabat Nabi, seperti Abdullah bin Abbas, dan Abdullah bin Umar Radhiallahu Anhuma. Dari kalangan tabi’in (murid-murid para sahabat) adalah Said bin Jubeir, Mujahid, dan lainnya. Kalangan tabi’ut tabi’in (murid para tabiin) seperti Al Qasim bin Muhammad dan Ibrahim an Nakha’i. Imam Daruquthni meriwayatkan dengan sanad yang shahih, bahwa Ibnu Abbas pernah berkata kepada hamba sahayanya yang sedang hamil: “Kau sama dengan orang yang sulit berpuasa, maka bayarlah fidyah dan tidak usah qadha”. Nafi’ bercerita bahwa Ibnu Umar ditanya tentang wanita hamil yang khawatir keselamatan anaknya kalau ia berpuasa, maka dia menjawab: “Hendaknya dia berbuka, dan sebagai gantinya, hendaklah dia memberi makanan kepada seorang miskin sebanyak satu mud gandum.” (Riwayat Malik)

▪️Ketiga, kelompok ulama yang mewajibkan qadha saja, tanpa fidyah. Inilah pendapat jumhur (mayoritas) ulama. Seperti madzhab Hanafi, Abu Ubaid, dan Abu Tsaur. Sedangkan Imam Syafii dan Imam Ahmad bin Hambal ikut pendapat ini, jika sebabnya karena mengkhawatiri keselamatan Si Ibu, atau keselamatan Ibu dan janin (bayi) sekaligus.

▪️Keempat, kelompok ulama yang mengatakan tidak qadha, tidak pula fidyah. Demikianlah berbagai perbedaan tersebut yang disampaikan Imam Ibnu Katsir. Nah, pendapat manakah yang sebaiknya kita ikuti.

Seorang ahli fiqih abad ini, Al Allamah Syaikh Yusuf Al Qaradhawy hafizhahullah, dalam kitab Taisiru Fiqh (Fiqhus Siyam) memberikan jalan keluar yang bagus. Beliau berkata: “Banyak ibu-ibu hamil bertepatan bulan Ramadhan, merupakan rahmat dari Allah bagi mereka jika tidak dibebani kewajiban qadha, namun cukup dengan fidyah saja, di samping hal ini merupakan kebaikan untuk faqir dan miskin dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan materi. Namun bagi ibu-ibu yang masa melahirkannya jarang, sebagaimana umumnya ibu-ibu di masa kita saat ini dan di sebagian besar negara Islam, terutama di kota-kota, kadang-kadang hanya mengalami dua kali hamil dan dua kali menyusui selama hidupnya. Maka, bagi mereka lebih tepat pendapat jumhur, yakni qadha (bukan fidyah).”

(Selesai dari Al Allamah Asy Syaikh Yusuf bin Al Qaradhawi Hafizhahullah)

Jadi, jika wanita tersebut sulit puasa karena sering  hamil dan selalu melalui bulan Ramadhan saat hamil, maka bagi dia fidyah saja. Adapun, jika hamilnya jarang, karena masih ada waktu atau kesempatan di waktu tidak hamil, maka wajib baginya qadha saja. Inilah pendapat yang nampaknya adil, seimbang, sesuai ruh syariat Islam.

Wallahu Alam

1️⃣1️⃣ Han ~ Gresik
Assalamu'alaikum,

Ustadz, dengan adanya pandemi corona ini kemungkinan ramadhan nanti akan banyak masjid yang masih ditutup untuk menghindari banyaknya orang yang berkumpul.

Lalu bagaimana ustadz bila selama nanti ramadhan tidak bisa melaksanakan tarawih di masjid, apakan bila dilakukan di rumah mengurangi pahala tarawihnya?

Jazakallah

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Shalat Tarawih di rumah di masa Wabah.

Bagaimana tarawih kami nanti jika Ramadhan masih wabah Corona?

Bismillahirrahmanirrahim..

Semoga Allah Ta'ala berkahi Sya'ban kita dan pertemukan kita dengan Ramadhan penuh kebaikan.

Shalat tarawih adalah sunnah, berdasarkan beberapa hadits dan ijma’, di antaranya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.”
(HR. Bukhari No. 37, Muslim No. 759)

Imam an Nawawi Rahimahullah mengatakan:

وَاتَّفَقَ الْعُلَمَاءُ عَلَى اسْتِحْبَابِهَا وَاخْتَلَفُوا فِي أَنَّ الْأَفْضَلَ صَلَاتُهَا مُنْفَرِدًا فِي بَيْتِهِ أَمْ فِي جَمَاعَةٍ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ الشَّافِعِيُّ وَجُمْهُورُ أَصْحَابِهِ وَأَبُو حَنِيفَةَ وَأَحْمَدُ وَبَعْضُ الْمَالِكِيَّةِ وَغَيْرُهُمْ الْأَفْضَلُ صَلَاتُهَا جَمَاعَةً كَمَا فَعَلَهُ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَالصَّحَابَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَاسْتَمَرَّ عَمَلُ الْمُسْلِمِينَ عَلَيْهِ لِأَنَّهُ مِنَ الشَّعَائِرِ الظَّاهِرَةِ

Para ulama sepakat atas kesunnahannya. Mereka berbeda pendapat tentang mana yang lebih utama; shalat tarawih sendirian di rumah atau berjamaah di masjid. Imam asy Syafi’i dan mayoritas sahabatnya, Abu Hanifah, Ahmad, dan sebagian Malikiyah, dan lainnya mengatakan yang lebih utama adalah berjamaah, sebagaimana dilakukan oleh Umar bin al Khatab r.a, dan itu terus berlanjut dipraktekkan kaum muslimin karena itu termasuk syiar Islam yang begitu nyata.
(Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6/39)

Beliau juga menceritakan dinamika internal Syafi’iyyah, bahwa mayoritas mengatakan lebih utama berjamaah di masjid, seperti yang dikatakan oleh Al Buwaithi, namun sebagian mengatakan lebih utama sendiri.
(Al Majmu’ Syarh al Muhadzdzab, 4/31)

Bahkan dalam konteks fiqih Syafi’iyyah,  Syaikh Wahbah az Zuhaili Rahimahullah mengatakan tentang shalat fardhu:

وتحصل الجماعة بصلاة الرجل في بيته مع زوجته و أولاده و غيرهم لكنها للرجال في المسجد أفضل و أكثرها جماعة افضل

Berjamaah (shalat fardhu) itu sudah cukup dengan shalatnya seorang laki-laki di rumahnya bersama istrinya, anak-anaknya, atau selain mereka. Tetapi laki-laki di masjid adalah lebih utama, dan jamaah yang lebih banyak juga lebih utama.
(Syaikh Wahbah Az  Zuhailiy, Al Fiqh Asy Syafi'iyyah Al Muyassar, 1/239)

Setelah mengetahui bahwa lebih utama shalat tarawih berjamaah di masjid, dan itu terjadi dimasa normal, lalu bagaimana dengan shalat tarawih di kondisi wabah, dan wabah itu muhaqqaqah (nyata), bukan mauhumah (ilusi). Di mana berkumpulnya manusia termasuk berpeluang terjadinya penularan. Sementara upaya Hifzhun Nafs adalah sebuah kewajiban agama. Sedangkan aktifitas meninggalkan keutamaan dan sunnah,  dalam rangka terjaganya kewajiban adalah wajib.

Imam al Qarafi Rahimahullah mengatakan:

و في الحديث : فر من المجذوم كما فرارك من الأسد, فصون النفوس والأجساد والمنافع والأعضاء والأموال والأعراض عن الأسباب المفسدة واجب كما علمت

Di hadits disebutkan: “Larilah dari penyakit lepra seperti kamu lari dari singa”. Maka, melindungi jiwa, badan, maslahat, anggota badan, dan menghindar dari sebab-sebab kerusakan adalah wajib sebagaimana yang telah Anda ketahui.
(Imam al  Qarafi, Al Furuq, 4/401)

Oleh karenanya, dalam keadaan seperti ini, shalat tarawih di rumah  baik sendiri apalagi berjamaah bersama keluarga, maka itu lebih sesuai spirit maqashid syariah. Bahkan shalat yang fardhu saja seperti saat ini, dapat dianjurkan di rumah jika hadirnya di masjid ada kekhawatiran kuat tertular penyakit berbahaya maka apalagi shalat tarawih yang sunnah.

Imam al Mardawi Rahimahullah berkata:

وَيُعْذَرُ فِي تَرْكِ الْجُمُعَةِ وَالْجَمَاعَةِ الْمَرِيضُ بِلَا نِزَاعٍ، وَيُعْذَرُ أَيْضًا فِي تَرْكِهِمَا لِخَوْفِ حُدُوثِ الْمَرَضِ

Diberikan udzur untuk meninggalkan shalat Jumat dan shalat Jamaah bagi orang yang sakit ini tidak ada perselisihan pendapat. Juga diberikan udzur meninggalkan shalat Jumat dan jamaah, karena KHAWATIR TERTULAR PENYAKIT.
(Al Inshaf, 2/300)

Namun, dalam keadaan normal dan biasa maka berjamaah di masjid adalah lebih utama sebagaimana pendapat jumhur.

Demikian. Wallahu A’lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Ramadhan di masa tenang, adalah pertarungan...

Ramadhan di masa wabah, adalah pertarungan...
Bagi seorang mukmin, semua keadaan adalah track untuk semakin dekat dengan Allah Ta'ala.

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب