Jumat, 18 Oktober 2019

INDAHNYA BERKURBAN



OLeH: Ibu Irnawati Syamsuir Koto

          💘M a T e R i💘

Puji syukur kepada Allah dan sholawat kepada Rasulullah SAW

Mohon maaf malam ini, materinya saya posting cepat aja ya... 
Ini jaringan rada ngambek.

Sahabat-sahabatku yang dicintai Allah....

Dzulhijjah merupakan bulan mulia, dimana segala amal yang kita kerjakan akan dicintai oleh Allah SWT. Salah satu ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT di bulan Dzulhijjah, yaitu menyembelih hewan qurban.

Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam telah bersabda "Barangsiapa yang memiliki kelapangan untuk berkurban, namun dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami." (HR Ibnu Majah, Ahmad dan Al Hakim).

Jiwa orang yang beriman, tak pernah merasa rugi saat bertansaksi dengan Alloh ta’ala. Karena Alloh ta’ala adalah sebaik-baik pemberi balasan.

Justru orang yang beriman, akan berusaha berlomba-lomba dalam mengorbankan yang dimiliki di dalam menggapai keridhoian Alloh ta’ala. Termasuk di dalam Qurban yang merupakan salah satu amalan yang paling dicintai oleh Alloh ta’ala.

Berqurban memang bukan soal mudah. Ia adalah soal mengeluarkan harta yang tak sedikit. Harta yang seringkali menjadikan manusia saling iri, dengki, bahkan hingga menimbulkan tragedi.

Tapi… Bagi mereka yang berqurban, telah tertanam dalam jiwa mereka keyakinan, bahwa Alloh ta’ala akan segera memberikan ganti biaya qurban yang dia keluarkan. Baik itu berupa pahala, rahmat dan ampunan, maupun dalam berupa harta itu sendiri, yang lebih berkah dan banyak lagi.

Bukankah ditiap pagi, Alloh ta’ala mengutus dua malaikat? Dimana malaikat yang pertama berdo’a: “Ya Alloh, berikanlah ganti bagi orang berinfak,”, sedangkan malaikat yang kedua berdo’a: “Ya Alloh, berikanlah kehancuran bagi orang pelit yang menahan hartanya.” (HR. Bukhori & Muslim).

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil); Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil; Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Mai’dah : 27).

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata; “Wahai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!, Ia menjawab; “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. as-Shaffat : 102).

✔Masa Nabi Adam As.

Mungkin dua ayat inilah yang tepat dijadikan sebagai landasan mengapa Qurban ada, serta disyariatkan hingga sekarang dan dinilai sebagai ibadah, layaknya shalat dan puasa. Dari dua ayat di atas juga, Allah ‘Azza wa Jalla secara jelas memerintahkan kepada para hamba-Nya agar melaksankan ibadah kurban. Karena tujuan inti dari ibadah kurban adalah mendekatkan diri kepada-Nya dan merupakan bentuk kepasrahan kita sebagai hamba kepada sang khaliq Allah ‘Azza wa Jalla. Apabila kita kaji dari segi bahasa, Qurban berasal dari kata Qaraba dengan isim mashdar Qurbanan yang berarti dekat. Karena itu, tujuan dasar dari ibadah qurban adalah mendekatkan diri kepada sang Khaliq (Taqarrub ilaallah).

Menurut riwayat sejarah yang tidak diragukan lagi kebenarannya (Al-Qur’an), ibadah kurban pertama kali ada dan dilaksankan adalah pada masa nabi Adam As. Yang dilakukan oleh kedua putranya yakni Qabil dan Habil. Keturunan nabi Adam As. yang lahir selalu kembar, diantaranya yakni Qabil dengan Iqlima dan Habil dengan Lubada. Maka Allah memerintahkan kepada nabi Adam As. untuk menihkan anak-anaknya dengan cara bersilang. Yakni Qabil akan dinikahkan dengan saudari kembar Habil (lubada), begitupun sebaliknya. Namun karena Qabil keras kepala dan kurang taat terhadap perintah ayahnya. Maka dia menolak perintah tersebut, dengan alasan dia bersikukuh ingin dinikahkan dengan saudari kembarnya sendiri yakani Iqlima yang lebih cantik dari Lubada. maka dengan bijak nabi Adam memerintahkan mereka berdua untuk melakukan upacara qurban. dengan ketentuan qurban yang diterima maka dialah yang menang dengan kata lain akan dinikahkan dengan Iqlima. Qabil dengan keterpaksaan yang ada, menyerahkan hasil berkebunnya berupa buah-buahan dan sayur mayur. Sedangkan Habil dengan hati yang ikhlas  dan penuh kepasrahan menyerahkan seekor domba dari hasil mengembalanya. Setelah upacara dilaksanakan, ternyata Allah lebih memilih seekor domba yang diberikan oleh Habil dengan penuh rasa ikhlas dan kepasrahan. Dari sinilah mengapa makna ibadah qurban adalah Taqarrub Ilallah.

Kisah Qabil dan Habil dijelaskan Allah dalam Firman-Nya: “Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil); Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil; Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Mai’dah : 27)

✔Masa Nabi ibrahim As.

Dan yang kedua adalah dari kisah mulia nabi Ibrahim As. dan putranya nabi Ismail As. Dari beberapa riwayat diceritakan, nabi Ibrahim As. adalah seorang kepala keluarga dan telah membina bahtera rumah tangga begitu lama hingga menginjak masa tua. Bahtera rumah tangga yang selalu dihiasi cinta kasih sayang bersama istrinya Siti Sarah. Istri tercinta yang selalu dapat mengisi kekurangan dan kesepian yang mendera dalam kehidupan. Namun ada suatu kendala begitu mendasar yang menjadikan bahtera rumah tangga itu terasa kurang. Walaupun telah dihiasi dan ditaburi dengan cinta kasih sayang yang tak terkira ukurannya. Dan kekurangan inilah yang selalu diharapkan akan kedatangannya, yakni suara tangis buah hati tercinta. Begitu lama nabi Ibrahim As. memimpikan mempunyai keturunan yang kelak akan bisa meneruskan perjuangannya menyebarkan ajaran yang hanif. Begitu lama nabi Ibrahim As. menanti kedatangan putra yang dinanti-nantikan, namun Allah belum juga mengabulkan permintaan tersebut. Namun dengan kepasrahannya nabi Ibrahim As. tetap sabar menghadapi cobaan itu. Dengan umur yang tidak bisa dibilang muda lagi dan rambut yang sudah mulai memutih nabi Ibrahim As. tiada henti-hentinya berdoa kepada Allah agar mendapatkan keturunan. “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. as-Shaffat : 100)

Allah yang Maha Mengetahui dan Pemurah akhirnya mengabulkan permintaan nabi Ibrahim As tersebut. Beliau diberikan seorang keturunan berjenis kelamin laki-laki kemudian diberi nama Ismail. Namun Ismail lahir bukan dari rahim Siti Sarah melainkan dari rahim Siti Hajar istri kedua nabi Ibrahim As. yang juga merupakan budak beliau. Dengan kedatangan buah hati tercinta ini beliau sangatlah berbahagia.

Hampir seluruh waktunya sehari-hari ia habiskan dengan Iismail. Segala bentuk kasih sayang beliau luapkan terhadap Ismail, sebagai bukti bahwa nabi Ibrahim As. sangat bersyukur atas kemurahan yang diberikan Allah kepadanya. Beliau mengajar dan mendidik Ismail sampai berusia aqil baligh secara langsung, dengan harapan suatu saat nanti Ismail dapat menggantikannya sebagai salah satu utusan Allah. Hingga pada suatu saat datanglah suatu ujian kepada nabi ibrahim, ujian atas kecintaan dan kasih sayangnya tersebut. Allah menguji beliau dengan cobaan yang begitu berat yakni suatu perintah yang disampaikan melalui mimpi (ru’yah shadiqah).

Ujian yang seakan meremukkan hatinya. Ujian yang begitu memilukan jiwa dan pikirannya. Mungkin beliau akan lebih memilih ditimpa dengan seribu gunung dari pada harus melaksanakan perintah suci ini. Yaitu perintah untuk menyembelih Ismail putra tunggal beliau. Seorang putra yang telah ditunggu-tunggu kedatangannya. Seorang putra yang mengisi segala hidup, menjadi inspirasi dan kekuatan beliau dalam berdakwah dalam menyampaikan ajaran yang hanif. Namun secara tiba-tiba Allah menyuruh beliau untuk menyembelihnya, dengan datangnya tanda-tanda perintah menyembelih ismail lewat mimpi itu sebanyak tiga kali. Ini seperti suatu tindakan yang mustahil beliau lakukan. Bagaimana mungkin beliau akan menyembelih buah hatinya, buah cinta kasih sayangnya, yang beliau impi-impikan begitu lama. Bagaimana mungkin seorang ayah tega membunuh putra terkasihnya, putra yang akan menggantikan tugas mulia dari seorang utusan Allah.

Namun dengan segala kecintaan, kepasrahan dan ketaqwaannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla nabi ibrahim begitu yakin akan melaksanakan perintah tersebut. Dengan berat hati beliau sampaikan perintah tersebut kepada ismail putra tersayangnya. Seperti yang diceritakan Allah dalam firman-Nya.

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata; “Wahai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!, Ia menjawab; “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah  engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. as-Shaffat : 102).

Dengan persiapan yang begitu matang, baik tempat dan pisau yang sudah diasah begitu tajam. Maka nabi Ibrahim, siti hajar dan ismail sudah siap untuk melaksanakan tugas suci dari Allah ini. Namun sebelum tugas dilaksanakan, Syaitan Laknatullah mengetahui perihal tersebut dan mengganggu mereka supaya membatalkan perintah yang begitu berat itu. Dengan segala cara syaitan mulai membujuk mereka bertiga, tapi dengan segala keyakinan mereka tidak terbujuk sama sekali. Malah sebaliknya nabi ibrahim bersama siti hajar dan ismail melempari syaitan tersebut dengan batu, yang menjadi tradisi melempar jumrah dalam ibadah haji hingga saat ini.

Ketika pisau sudah didepan tenggorakan dan siap menembus kerongkongan memutus pipa kehidupan, dengan memejamkan mata dan menyebut nama Allah nabi Ibrahim siap mengayunkan pisau memutus tenggorokan dari asal kodratnya. Namun ketika pisau telah menembus dinding kerongkongan yang dapat dirasakan oleh nabi Ibrahim, beliau sedikit heran. Dengan ismail yang tidak mengeluarkan suara sama sekali, dan ketika beliau memulai membuka mata. Sekali lagi keajaiban terjadi, sebelum nabi Ibrahim memutus tenggorokan ismail jadi dua, Allah mengantinya dengan seekor kambing besar. Hal ini yang membuat nabi Ibrahim lebih cinta dan bertaqwa kepada sang penguasa jagad raya Allah ‘Azza wa Jalla.

🔷🌷🔷
Akhwat wa ummahat sholehah.

Ulama sepakat ibadah kurban hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang dikuatkan atau sangat dianjurkan), khususnya bagi mereka yang mampu.

Lalu apa keistimewaan orang yang berkurban?

🔹1. Meraih Derajat Takwa.

Seperti kita tahu, ibadah kurban merupakan syariat, perintah dari Allah SWT. Orang yang menjalankan ibadah kurban artinya menaati perintah-Nya. Sementara, salah satu tanda takwa adalah menjalankan segala yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.

Ketakwaan juga bisa dipelajari lewat ibadah kurban sebagaimana kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim, Ismail dan dicontoh oleh Nabi Muhammad SAW. Kurban menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya.” (QS. Al Hajj : 34)

🔹2. Belajar Ikhlas.

Ada makna mendalam dari ibadah kurban. Misalnya tentang keikhlasan dan pengorbanan. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi contoh sempurna bagaimana seorang hamba Allah merelakan jiwa dan raganya demi menjalani perintah dari-Nya.

Keistimewaan bagi orang yang berkurban salah satunya adalah tentang belajar ikhlas. Mulai dari dari harta atau ternak yang dikorbankan. Manusia saat ini hanya diperintahkan berkurban harta atau hewan kurban, bukan anak yang sebagaimana Nabi Ibrahim pernah alami.

🔹3. Mendapat Jalan Kebaikan Dunia Akhirat.

Orang yang berkurban disertai niat karena Allah semata, maka dia akan mendapat kebaikan dunia akhirat. Selain itu, dia juga akan memiliki rezeki yang lebih berkah dan kemudahan di akhirat nanti.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah 3123, Al Hakim 7672 dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

🔹4. Berkurban Akan Mendapat Ampunan Allah SWT.

Ibadah kurban pahalanya lebih besar dibanding sedekah biasa. Karena ibadah kurban hanya dilakukan di waktu-waktu tertentu saja. Jadi, berbahagialah para pekurban, karena dengan berkurban, dosa-dosa akan diampuni oleh Allah SWT.

Nabi saw. bersabda: “Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah, 'Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (HR. Abu Daud dan at-Tirmizi).

🔹5. Mendapat Ridha Allah SWT.

Keistimewaan selanjutnya bagi orang yang berkurban adalah akan mendapat ridha dari Allah SWT. Dalam Alquran Surat Al Hajj (22) ayat 37 Allah SWT berfirman:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Hal demikian mengingat ibadah kurban adalah amalan yang amat dicintai Allah SWT. Aisyah RA menceritakan bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dengan sanad sahih, lihat Taudhihul Ahkam, IV/450).

Jadi bersyukurlah bagi sahabat gomuslim yang telah dan akan berkurban. Karena janji Allah sangat besar untuk orang-orang yang mau berkurban.

🔹6. Menyucikan Harta dan Jiwa.

Setiap harta yang kita miliki, pasti ada hak untuk orang lain yang membutuhkan. Selain dengan berzakat, infak dan sedekah, maka kita juga dianjurkan untuk berkurban untuk menyucikan harta yang dimiliki.

Dengan begitu, kita terhindar dari dosa menahan harta. Karena kita keluarkan dengan berupa hewan kurban yang dibagikan pada mereka yang kurang mampu. Selain itu, kurban juga mensucikan jiwa dari penyakit hati seperti kikir dan dengki.

“Setiap pagi Allah mengutus dua malaikat, yang satu berdo’a: “Yaa Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfaq.” Dan yang kedua berdo’a: “Yaa Allah, berikanlah kehancuran bagi orang yang menahan hartanya (pelit).” (HR. Al Bukhari 1374 & Muslim 1010).

🔹7. Wujud Syukur dan Bahagia.

Orang yang berkurban artinya dia menysyukuri atas segala nikmat yang Allah berikan. Dalam surat Al-Kautsar ayat 1-2: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu sebuah sungai di surga, maka dirikanlah shalat karena Tuhamu dan berkurbanlah.”

Selain itu, orang yang berkurban juga akan mendapat kebahagiaan. Bahagia karena telah berbagi terhadap sesama. Bahagia karena memberikan manfaat langsung kepada mereka yang membutuhkan lewat hewan kurban yang dibagikan.

Dengan sekelumit paparan diatas yang mengajarkan kepada kita bahwa makna berkurban adalah suatu ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Maka mari kita sebagai seorang yang mampu untuk dapat berkurban. Mari kita tumbuhkan semangat berkurban di tengah bencana yang melanda negeri tercinta. Mari kita tumbuhkan rasa solidaritasa terhadap sesama yang membutuhkan. Mari kita jadikan berkurban sebagai sarana ibadah mendekatkan diri kepada sang khaliq dan ibadah kepada sesama saudara kita yang membutuhkan bantuan. Begitu mulia ibadah berkurban yang dalam pelaksanaanya mengandung dua jenis ibadah sekaligus, hablu minallahi wa hablu minannasi.

Wallahu A'lam Bishowwab.


🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
       💘TaNYa JaWaB💘

0⃣1⃣ Sasi ~ Batam
Apakah puasa 8 Dzulhijjah dalilnya shahih?
Jika 9 Dzulhijjah jatuh di hari Sabtu, bolehkah hanya sehari berpuasa di hari Sabtu itu saja?

🌸Jawab:
Dalilnya dari Hadist berikut ini:

صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين (أبو الشيخ ، وابن النجار عن ابن عباس)

“Puasa pada hari tarwiyah (8 Dzulhijah) akan mengampuni dosa setahun yang lalu. Sedangkan puasa hari Arafah (9 Dzulhijjah) akan mengampuni dosa dua tahun.” Diriwayatkan oleh Abusy Syaikh dan Ibnu An Najjar dari Ibnu ‘Abbas.

Kita lihat pendapat ulama tentang hadist tersebut:

Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits ini tidak shahih.

Asy Syaukani mengatakan bahwa hadits ini tidak shahih dan dalam riwayatnya ada perowi yang pendusta.

Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if (lemah).

Jika hadits di atas adalah dho’if (lemah), maka berarti tidak boleh diamalkan dengan sendirinya.

Puasa dihari sabtu, ulama memahami hal tersebut dengan pemahaman bahwa terlarangnya puasa jika puasa dilakukan tanpa adanya syari'at, dan boleh berpuasa jika puasa dimulai dihari Jum'at,  atau diawali dihari sabtu dan dilanjut dengan hari Ahad. 

Ada juga ulama yang berpendapat bahwa hadist palarangan tersebut hadist Dhoif. 

Wallahu a'lam

0⃣2⃣ Rustia ~ Bekasi
Ustadzah, saya belum paham mengenai hadits larangan memendekan kuku & rambut, baik tentang perbedaan pendapat mengenai haram atau sunnahnya, maupun larangan tersebut berlaku untuk orang yang berqurban atau untuk hewan yang diqurbankan?

🌸Jawab:
Memang terjadi perbedaan pendapat tentang larangan ini,  imam ahmad mengatakan ini larangan,  jadi haram jika memotong kuku.

Menurut Imam Syafi'i, tidak memotong kuku dan rambut adalah sunah, yaitu kalau tidak memotong kuku dan rambut berarti orang yang mau berkurban akan mendapat pahala. Tapi kalau dia memotong kuku dan rambut ya tidak apa-apa, tidak dosa, tetapi tidak mendapatkan pahala.

Didalam hal ini, kalau saya pribadi lebih condong mengikuti Iman Syafi'i. 

Untuk perbedaan pendapat tentang orang atau ternaknya, hanya sedikit ulama yang ikut dengan pemahaman bahwa yang dimaksud adalah binatang  kurbannya. 

Untuk perbedaan pendapat ini, tak perlu kita ambil berat,  beramallah dengan apa yang kita yakini benarnya.  In syaa Allah mereka berhujjah dengan hujjah yang kuat. 

Wallahu a'lam

0⃣3⃣ Jenni ~ Depok
Bagàimana hukumnya jika belum bisa puasa saat ini di bulan dzulhijah karena sakit, biasanya pasti ikut berpuasa haruskah mengganti atau mengqodo' nya?

🌸 Jawab:
Eyang, puasa dibulan dzulhijjah ini Sunnah, jika tidak dilakukan kita tak dapat pahala amal sholeh, jika kita lakukan tentunya kita akan bahagia dengan pahala-pahala kita.

Andai saat masuknya bulan dzulhijjah jangankan karena sakit, karena enggan berpuasa saja tak ada masalah, dan tak ada kewajiban untuk mengqodho, karena ini bukan puasa wajib seperti Ramadhan.

Wallahu a'lam

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
 💘CLoSSiNG STaTeMeNT💘


Sahaba-sahabatku ....

Harus direnungkan  bahwa ibadah qurban memiliki pesan moral yang sangat dalam. Seperti pesan yang terkandung dalam makna bahasanya. Qurb atau qurban yang berarti “dekat” dengan imbuhan an (alif dan nun) yang mengandung arti “kesempurnaan”, sehingga qurban yang diindonesiakan dengan “kurban” berarti “kedekatan yang sempurna”.

Semoga Alloh ﷻ memberi keluasan rejeki kepada kita dan memberi kekuatan untuk ikhlas menunaikan ibadah Qurban.
Aamiin…

Mohon maaf atas segala kekurangan malam ini.  Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Billahitaufik walhidayah

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

AKUPRESURE UNTUK DISMENORE



OLeH: Devi Inggerianie, S.ST., M.Kes

          💎M a T e R i💎

Asalamualaikum wr.wb. Maafkan atas keterlambatan saya... 

Maaf bukan karena disengaja. Tapi InsyaAllah telah menyambut dua nyawa... Ibu dan anak. Alhamdulillah diberikan kelancaran.

Ijinkan saya, baru bisa berbagi di malam ini... Mungkin sebagian sudah beristirahat. InsyaAllah karena niat, ingin dan rindu sekali berbagi pengalaman. Di Class WUS bersama teman-teman dan Para Pejuang, Wanita hebat di sini.

◼PENGERTIAN

✔Pelayanan Kesehatan Tradisional: bentuk pendekatan kesehatan berdasarkan pengetahuan dan modalitas tradisional.

✔Akupresur: Salah satu modalitas dalam sistim pengobatan tradisional China dengan cara menekan titik akupunktur menggunakan anggota tubuh tertentu atau alat bantu (tumpul) untuk tujuan kesehatan.

Akupresure apa sih?
◼AKUPRESURE adalah pengobatan tradisional dari China dengan cara menekan titik-titik akupunktur.

Ini adalah kontraindikasinya:

◼KONTRAINDIKASI

A. Kegawat daruratan medik.

B. Kasus yang memerlukan pembedahan.

C. Keganasan.

D. Penyakit menular seksual.

E. Penyakit infeksi.

F. Sedang dalam pengobatan antikoagulansia atau diketahui ada riwayat kelainan pembekuan darah.

G. Daerah luka borok, ulkus dan luka parut yang kurang dari 1 bulan.

Untuk Dismenorea sendiri apa sih?

◼DISMENOREA adalah salah satu bagian yang paling umum dan mengganggu sebelum atau selama periode menstruasi.

◼DISMENORE SEKUNDER adalah nyeri yang disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi wanita. Kram ini biasanya mulai lebih awal dalam siklus menstruasi dan berlangsung lebih lama dari kram menstruasi.

Nah, di Akupresure ini, kita mencoba meringankan Dismenore tanpa meminum obat nyeri.

Berikhtiar dengan cara alami dan mudah diterapkan atau dipraktikkan. Apalagi bagi yang susah minum obat.

Gambar 1:

▫Menutuk
▫Menekan
▫Mengucak (rou)
▫Mendorong (tui)

Gambar 2:

▫Menggetarkan
▫Menyeka
▫Mengetuk
▫Menepuk
▫Mengusap
▫Menyisir
▫Menggosok

Gambar 3:

Lokasi titik akupresure untuk wanita gangguan nyeri haid (dismenorhea)
▫LI4
▫CV3
▫CV4
▫SP6
▫ST36

Ijin Saya kirim Videonya saat saya pelayanan di Puskesmas Panongan.
(Lihat video)

(Maaf jika pakaiannya kurang sopan, karena ini pelayanan di Klinik Remaja dan insyaallah semua yang ada di sini wanita).

Dengan dikirimnya video berarti materi malam ini selesai.

Terimakasih...
Selamat Malam...
Selamat beristirahat.
Atas nama pribadi. Yang baik diambil yang tidak baik jangan diikuti. Semata-mata karena saya Devi hanya makhluk biasa.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

YAUMUL QIYAMAH



OLeH: Ibu Irnawati Syamsyuir Koto

          💎M a T e R i💎

Assalamu'alaikum Sholehah jama'ah PERINDU SURGA yang semoga dirahmati Allah
teman-teman. Bahasan kita malam ini, sungguh sesuatu yang amat sangat menggetarkan hati .... yaitu YAUMUL QIYAMAH.

Hari Kiamat menurut bahasa adalah hari kehancuran dunia, kata ini diserap dari bahasa Arab “Yaum al Qiyamah”, yang arti sebenarnya adalah hari kebangkitan umat. Sedangkan hari kiamat (kehancuran alam semesta beserta isinya) dalam bahasa Arab sering disebut dengan “As-Saa’ah“.

Namun secara istilah Yaumul Qiyamah sering diartikan hari kiamat (kehancuran alam semesta beserta isinya).  Ada dua macam jenis hari akhir, yaitu:

🔸Pertama, Kiamat Sughra Atau Kiamat Kecil.

Yaitu berupa kejadian atau musibah yang terjadi di alam ini, seperti kematian setiap saat, banjir bandang, angin beliung, gunung meletus, gempa bumi, peperangan, kecelakaan kendaraan, kekeringan yang kepanjangan, hama tanaman yang merajalela.

Keseluruhan rangkaian yang kejadian tersebut ditinjau dari segi aqidah merupakan peringatan dari Allah. Bagi umat yang beriman hal ini merupakan ujian dan kebesaran Dzat Allah SWT.

Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 155-156 : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun.“

Firmannya Allah surat ali-Imran ayat 137: “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”

🔸Kedua, Kiamat Kubro Atau Kiamat Besar.

Yaitu masa kehancuran seluruh alam semesta secara masal dan berakhirnya kehidupan alam dunia serta hari mulai dibangkitkannya semua manusia yang sudah mati sejak zaman Nabi Adam sampai manusia terakhir, untuk menjalankan proses kehidupan berikutnya, sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surat al-Zalzalah ayat 1-5: “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.”

Saudariku yang ku cintai karena Allah …

Sebelum kiamat terjadi, seluruh makhluk akan mendengar tiupan Terompet Sangkakala dari Malaikat Israfil. Rasulullah, dalam sebuah riwayat, memberikan gambaran situasi dan kondisi saat trompet yang diciptakan Allah setelah terciptanya langit dan bumi itu ditiup. Trompet tersebut dipercayakan kepada Israfil. Dan, siap sedia berada di bibir nya. Suasana kala itu sangat mengerikan dan dahsyat. Terompet ditiup sebanyak tiga kali.
Tiupan pertama adalah sebuah peringatan dan kejutan. Tiupan kedua adalah untuk menghilangkan kesadaran atau pingsan. Dan yang ketiga, segenap manusia kembali di bangunkan untuk menghadap Sang Pencipta. Saat terompet dibunyikan pertama kali, atas perintah Allah, Israfil meniupkannya.

Pernahkah kita berpikir?
Kapan kah kita mati?
Kapankah datangnya hari kiamat?
Dan ketika terompet sangkakala yang ditiup oleh Malaikat Israfil menggema di seluruh penjuru....
Apa yang kita bayangkan???
Panik???
Tenang???
atau...............
Kegoncangan pada hari kiamat adalah kegoncangan yang Maha dahsyat, yang telah digambarkan oleh Allah didalam Al Qur'an yang turut mengguncang hati orang-orang beriman, setia mereka akan menangis meneteskan airmata dan takut terhadap guncangan tersebut.
Ketika manusia sedang asyik makan, minum dan bercengkrama, bahkan wanita sedang asyik menyusui anaknya, maka muncullah goncangan dahsyat di jagat raya, bumi hancur luluh, gunung-gunung pecah berantakan, langit retak mengerikan, bintang-bintang berjatuhan, tatanan planet dan tata surya berubah tidak beraturan dan manusia bertanya-tanya, ada apa gerangan?

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, Dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, Pada hari itu bumi menceritakan beritanya, Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka." (QS. Az Zalzalah: 1-6)

Dalam surat ini, Allah mengabarkan apa yang terjadi pada hari kiamat di mana saat itu bumi bergoncang begitu dahsyatnya dan meruntuhkan segala yang ada di atasnya. Juga akan diterangkan bagaimanakah setiap amalan baik dan jelek akan menuai balasannya.
Goncangan itu karena kerasnya suara malaikat Israfil (yang meniup sangkakala) sehingga segala sesuatu luluh lantak dan tidak akan tenang kembali hingga bumi melempar seluruh apa saja yang berada di atasnya dari mulai gunung-gunung, pohon-pohon dan bangunan (Rintangan Setelah Kematian, hal. 91-92)

🌸🌷🌸
Saudariku yang dicintai Alla.

Kiamat terjadi dengan tiba-tiba ketika masing-masing manusia sibuk dengan urusannya.
Allah berfirman:

“Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedangkan mereka tidak menyadarinya.” (QS. Az Zukhruf: 66)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَقَدْ نَشَرَ الرَّجُلاَنِ ثَوْبَهُمَا بَيْنَهُمَا ، فَلاَ يَتَبَايَعَانِهِ وَلاَ يَطْوِيَانِهِ ، وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَقَدِ انْصَرَفَ الرَّجُلُ بِلَبَنِ لِقْحَتِهِ فَلاَ يَطْعَمُهُ ، وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَهْوَ يُلِيطُ حَوْضَهُ فَلاَ يَسْقِى فِيهِ ، وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَقَدْ رَفَعَ أُكْلَتَهُ إِلَى فِيهِ فَلاَ يَطْعَمُهَا

“Kiamat akan terjadi sementara dua orang sedang bertransaksi jual beli baju, keduanya belum sepakat dan belum melipat bajunya. Kiamat akan terjadi sementara orang sedang pulang membawa susu hasil perahan hewannya, namun ia belum sempat meminumnya. Kiamat akan terjadi, sementara ia sedang memperbaiki kolamnya, namun belum sempat digunakan. Kiamat akan terjadi sementara seseorang sedang mengangkat suapannya, namun belum sempat dimakannya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Saat tiba hari kiamat, umat manusia panik, nampak seperti orang-orang yang mabuk padahal mereka tidak mabuk. Mereka berhamburan bagai anai-anai yang bertebaran dan gunung-gunung hancur bagai bulu yang dihambur-hamburkan, kemudian manusia mati semua.

Setelah itu, ditiup sangkakala kedua jarak antara tiupan pertama dengan tiupan kedua empat puluh, wallahu a’lam apakah empat puluh hari, bulan atau tahun sebagaimana disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, maka semua makhluk hidup kembali dan apa saja yang ada dalam perut bumi muntah keluar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan apabila bumi diratakan, Dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya serta menjadi kosong." (QS. Al Insyiqaq: 3-4)

Manusia dibangkitkan dengan berusia 33 tahun (sebagaimana dalam riwayat Muslim), dan hamba Allah yang pertama kali bangkit dan keluar dari kuburnya adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (sebagaimana dalam hadis riwayat Muslim).

Kemudian manusia digiring ke padang mahsyar, mereka dihimpun di bumi yang baru berwarna putih kemerah-merahan, bagaikan tepung roti yang dibakar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى أَرْضٍ بَيْضَاءَ عَفْرَاءَ

كَقُرْصَةِ نَقِىٍّ » . قَالَ سَهْلٌ أَوْ غَيْرُهُ : لَيْسَ فِيهَا مَعْلَمٌ لأَحَدٍ .

“Manusia dikumpulkan pada hari kiamat di atas tanah putih kemerah-merahan seperti tepung roti yang bersih”, Sahl atau yang lainnya berkata, “Tidak ada tanda (bangunan atau gedung) milik siapa pun.” (HR. Bukhari & Muslim)

Mereka dihimpun dalam kondisi telanjang, belum dikhitan, dan tanpa mengenakan alas kaki. Mereka digiring menuju mahsyar berkelompok, ada yang berkendaraan, ada yang berjalan kaki dan ada yang berjalan telungkup di atas wajahnya.

Anas bin Malik berkata: “Ada seorang yang berkata, “Wahai Nabi Allah! Bagaimana orang kafir dihimpun dalam kondisi telungkup di atas wajahnya? Beliau menjawab, “Bukankah Dzat yang mampu membuatnya berjalan dengan kedua kaki di dunia mampu membuatnya berjalan di atas wajahnya pada hari kiamat?!” (HR. Bukhari)

Seisi dunia kaget dan ter kejut. Mereka porak-poranda. Saling berlarian. Tak ada tempat sembunyi. Suara trompet sangat keras. Tanah tempat makhluk berpijak bergerak. Laksana perahu yang diombang- ambingkan ombak. Ibu hamil pun seketika itu juga melahirkan, anak yang tengah menyusui berhenti, di sudut lain, setan mencoba melarikan diri. Para malaikat mengetahuinya, wajah mereka pun ditampar, kemudian para setan tak berkutik dan kembali.

Manusia mencoba bersembunyi. Keluarlah panggilan berseru saat mereka mencoba berpaling, “(Yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada seorang pun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah.” (QS al-Mukmin [40]: 33).

Mereka melihat ke atas, langit telah digulung, planet dan bintang berjatuhan, tak ada tempat berlari. “Mereka yang mati tidak merasa kan kengerian kiamat itu,” sabda Rasulullah SAW.

Demikian sedikit gambaran tentang dahsyatnya yaumul Qiayamah....
Apa yang kita baca malam ini belum seberapa, karena terbatasnya waktu dan juga terbatasnya ilmu saya...
Mari kita baca dan kita renungkan.


🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
       💎TanYa JaWaB💎

0⃣1⃣ Lisa ~ Malang
Jika orang beriman pun masih mengalami ketakutan yang amat sangat, apalagi orang yang tidak beriman.  Sampai seorang suami tidak memikirkan keluarganya, seorang ibu lepas dari bayi yang menyusui, lalu adakah orang-orang yang tenang saat menghadapi Yaumil Qiyamah?

🌸Jawab:
Tidak ada yang merasa tenang menghadapi hari kiamat moms, hanya saja amat sangat beruntunglah kita umat Islam, karena disaat kiamat tersebut umat Islam tidak menghadapinya.

Diantara perlindungan yang Allah berikan kepada orang yang beriman, Allah jauhkan mereka sehingga tidak menjumpai kedahsyatan hari kiamat. Sementara mereka yang menjumpai peristiwa kiamat besar, hanya manusia kafir yang kehidupan dan karakternya paling jelek.

Berikut dalil yang menyebutkan hal itu,

Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan keadaan orang-orang yang beriman hingga akhir zaman. Kemudian beliau bersabda,

ثُمَّ يَبْعَثُ اللهُ رِيحًا كَرِيحِ الْمِسْكِ مَسُّهَا مَسُّ الْحَرِيرِ، فَلَا تَتْرُكُ نَفْسًا فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنَ الْإِيمَانِ إِلَّا قَبَضَتْهُ، ثُمَّ يَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ عَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ

"Kemudian Allah mengirim angin, seperti semerbak minyak wangi, sangat lembut rasanya seperti menyentuh sutera. Tidak ada satupun jiwa yang di dalam hatinya terselip iman sebesar biji, kecuali angin itu akan mematikannya. Kemudian tinggal tersisa manusia-manusia paling jelek. Di tengah merekalah, kiamat terjadi." (HR. Muslim 1942).

Wallahu a'lam

0⃣2⃣ Kiki ~ Kanjungpinang
Pernah mendengar, apakah benar batas akhir umur umat islam itu lebih dari 1400 tahun Hijriyah dan kurang dari 1500 tahun Hijriyah ya uni?

🌸Jawab:
Hal terpenting yang perlu kita imani sepenuh hati adalah kiamat akan datang, dan akhir dunia ini pasti akan tiba, terkait umur Wallahu a'lam. 

Karena tak ada yang bisa memprediksi kapan datangnya kiamat, karena kita tak diberi tahu secara pasti, kita hanya diberi tahu tanda-tanda akan datangnya kiamat secara bertahap. 

Memang ada ulama-ulama yang mencoba menghitungnya, tapi rahasia Allah yang hanya Allah yang tahu, kita tak boleh meyakini hal itu, cukup yakini kiamat pasti datang, dan sebelumnya ada tanda-tanda yang telah dijelaskan.

Wallahu a'lam

0⃣3⃣ Kiki ~ Tanjungpinang
Apakah orang-orang yang sudah meninggal sebelum terjadinya kiamat benar-benar tidak merasakan suasana kiamat ya? 
Dan apakah orang-orang yang meninggal sebelum kiamat itu termasuk orang-orang yang beruntung un?

Jazakillah atas penjelasannya.

🌸Jawab:
Kegoncangan di hari kehancuran memang tidak dirasakan oleh orang yang telah meninggal, karena yang merasakannya hanya orang-orang yang kafir , dan orang yang berkarakter jelek yang tidak ada keimanan didalam dadanya.

Namun perlu kita sadari bahwa Yaumul Qiamah adalah hari dimana semua akan dibangkitkan dan akan dikumpulkan tak ada yang luput darinya. Dan kejadian yang maha dahsyat juga akan kita alami setelah berbangkit dan berkumpul tersebut.

Wallahu a'lam

0⃣4⃣ Baby ~ Medan
Bagaimanakah kondisi umat yang di alam kubur ketika terjadinya kiamat?
Apakah mereka langsung dibangkitkan atau ikut merasakan kegoncangan kiamat juga?

Jazakillah khairan uni penjelasannya.

🌸Jawab:
Kondisi umat yang telah dikubur, mereka akan dibangkitkan pada tiupan sangkakala yang ke 3, dimana semuanya kan bangkit dan dikumpulkan.  Untuk tiupan sangkakala telah disinggung diatas bahwa ada 3x tiupan.

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (QS. Az-Zumar: 68)

wallahu a'lam

0⃣5⃣ Lisa ~ Malang
Afwan Bunda...
Jika Allah menjelaskan sedetailnya tentang Yaumil Qiyamah, mengapa masih banyak orang yang mengabaikannya?

🌸Jawab:
Kenapa manusia mengabaikannya?
Karena manusia dikuasai oleh hawa nafsu yang dikomandoi oleh setan, kita ternyata belum mampu mengalahkan musuh yang nyata ini, malah kita jadikan dia teman.

Wallahu a'lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Sahabat Sholehah....

Setelah mendengar betapa dahsyatnya kiamat, semoga kita semakin sadar dan mampu menjadi hamba yang ta’at dan patuh kepada Allah, menjadikan lisan kita lisan yang basah dengan dzikrullah, dan istihgfar kepada Allah Azza wajalla agar nanti kita bisa selamat di akhirat.

Demikan dari saya malam ini, mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan.
Billahi taufik walhidayah...

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuuh

KEUTAMAAN BULAN DZULHIJJAH



OLeH: Ummi Yulianti

          💘M a T e R i💘

بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمن الرَّحِيْمُ


السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
 الحمد لله
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ...

ام بعد

Segalanya milik Alloh apa yang ada di langit dan bumi, kenikmatan dan kesusahan asalnya dari Alloh sudah selayaknya kita panjatkan puji dan syukur hanya kepada Alloh SWT.

Agama Islam adalah agama yang mengangkat dan membebaskan manusia dari jaman jahiliah jaman kegelapan menuju ke jaman yang terang benderang, sudah selayaknyalah kita sebagai umatnya senantiasa menghaturkan sholawat dan salam hanya kepada Nabi Muhammad  SAW

🌸KEUTAMAAN BULAN DZULHIJJAH

Sekarang bulan Dzulhijjah. Jika bulan ini disebut, maka dalam pikiran kita spontan teringat pada dua hal: pertama, tiap minggu kondangan karena banyak yang menikah, dan kedua, nyate bareng sama tetangga sehabis motong kambing kurban. Padahal, bulan Dzulhijjah lebih dari itu. Secara khusus Rasulullah saw. menyebut keutamaan bulan ini, terutama untuk 10 hari pertama di awal bulan.

Dari Ibnu ‘Abbas r.a. bahwa Nabi saw. Bersabda, “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.” (HR. Bukhari)

Dari Umar r.a., bahwa Nabi saw. Bersabda, “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad)

Karena itu, jika kita ingin menjadi orang yang dicintai Allah swt., jangan sia-siakan kesempatan ini untuk taqarrub kepada Allah swt. dengan banyak-banyak melakukan ibadah. Setidaknya ada delapan ibadah yang bisa kita lakukan, yaitu:

◼1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah.
Ini adalah amal yang paling utama di bulan Dzulhijjah. Tidak ada haji selain di bulan Dzulhijjah. Ganjaran bagi orang yang melaksanakan ibadah ini sangat besar di sisi Allah swt. Kata Nabi saw., “Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah surga.”

◼2. Berpuasa Selama 10 Hari Di Hari-hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Atau Pada Sebagiannya, Atau Paling Tidak Sehari Di Hari Arafah.
Puasa juga amalan utama. Allah swt. memilih puasa sebagai amalan hamba-Nya untuk diri-Nya sehingga Dia sendiri yang menentukan pahalanya. Hal ini termaktub dalam sebuah hadist Qudsi. “Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan, dan minumannya semata-mata karena Aku.”

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun.” (Hadits muttafaq ‘alaih)

Dari Abu Qatadah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, “Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya.” (HR. Muslim)

◼3. Bertakbir Dan Berdzikir.
Perbanyaklah takbir dan dzikir di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah sebagaimana yang diperintahkan Allah swt., “…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan….” [QS. Al-Hajj (20): 28].

Begitulah para ahli tafsir menafsirkannya frase “pada hari-hari yang ditentukan” dengan “sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah.” Karena itu, para ulama menganjurkan kepada kita untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut.

Apalagi ada hadits dari Ibnu Umar r.a. yang menguatkan. Bunyinya, “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad)

Imam Bukhari menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya.

Diriwayatkan bahwa para tabiin pada hari-hari itu mengucapkan, “Allahu akbar, allahu akbar, laa ilaha ilallah, walllahu akbar, allahu akbar wa lillahil hamdu.” Artinya, "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada ilah (sembahan) selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah.”

Dianjurkan mengeraskan suara saat bertakbir baik ketika di masjid, rumah, pasar, atau di jalan. Allah berfirman, “Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …” (QS. Al-Baqarah: 185)

Perbanyak taubat dan meninggalkan segala bentuk maksiat dan dosa. Maksiat adalah penyebab jauhnya hamba dari Allah swt. Sedangkan ketaatan adalah pintu mendapat cinta dan kasih sayang Allah swt. Dan Allah swt. lebih cinta kepada seorang hamba melebihi cinta sang hamba kepada Allah swt. Bahkan, Allah swt. cemburu jika hambanya berbuat maksiat. Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Nabi swt. bersabda, “Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya.” (Hadits muttafaq ‘alaihi)

◼4. Perbanyaklah Amal Shalih.
Bukan hanya amal-amal yang fardhu saja. Sebab, Allah swt. suka dan mencintai seorang hamba yang mendekatkan diri kepadanya dengan melakukan nawafil, amalan sunah. Kita bisa memperbanyak shalat sunnah, bersedekah, berjihad, membaca Al-Qur’an, dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Kita sangat berharap semua amalan itu bisa mendatangkan banyak pahala. Tapi, kita lebih berharap lagi mendapat cintai dan ridha Allah swt.

◼5. Disyariatkan Pula Kita Melakukan Takbir Muthlaq yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied dan takbir muqayyad yaitu takbir yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah.

Bagi kita yang sedang tidak berhaji, takbir dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

◼6. Berkurban.
Bisa kita lakukan pada Hari Raya Qurban dan Hari-hari Tasyriq. Ibadah ini adalah sunnah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Muhammad saw. mengukuhkannya menjadi syariat bagi kita. Sabda Nabi, “Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu.” (Hadits muttafaq ‘alaihi).

◼7. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.

Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: “Jika kamu melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya.” Dalam riwayat lain, “Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban.”

Hal ini untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah, “Dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan.” (Al-Baqarah: 196).

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban.

◼8. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.
Bahkan, anak-anak dan wanita-wanita yang sedang haidh pun diperintahkan Nabi saw. untuk hadir bersama jama’ah shalat ied di tanah lapang untuk mendengarkan khutbah.

Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk menjalankan amalan-amalan terbaik di bulan Dzulhijjah.

 Sumber: dakwatuna.com

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
        💘TaNYa JaWaB💘

0⃣1⃣ Mala Hasan ~ Lampung
Jika yang seorang suami berniat untuk berqurban atas nama keluarganya (istri juga anaknya) apakah anak dan istri juga tidak boleh memotong kuku dan rambut atau hanya suami saja yang  tidak memotong kuku dan rambut?

🌷Jawab:
Termasuk anak dan istrinya juga.

0⃣2⃣ Jenni ~ Depok
Assalamu'alaikum,

1. Sebaiknya berpuasa di bulan dzulhijah itu berapa hari ya? Ada yang mengatakan boleh 2 hari terakhir sebelum iedul adha!

2. Di hari terakhir kita berpuasa, lalu ke esokan harinya kita masih berpuasa sampai sholat ied selesai, benarkah begitu?

3. Terhitung di tanggal berapakah tidak boleh memoton kuku dan rambut kita?

4. Pengertian saya berkurban, 1 ekor kambing misalnya boleh tidak untuk sendirian, tapi boleh untuk bersama-sama sekeluarga atau juga dengan lainnya, karena Nabi Muhammad saw juga berkurban untuk Ku untuk keluarga KU dan untuk ummat Ku.
Terimakasih ...

🌷Jawab:
Wa'alaikumsalam,

1. Memang ada beberapa pendapat ada yang berpendapat dari hari pertama, ada yang berpendapat dua hari sebelum hari raya idul adha.

2. Bukan berpuasa, tapi disunahkan untuk tidak makan dan minum sebelum sholat id.

3. Dari hari pertama.

4. Dari ‘Atho’ bin Yasar, ia berkata,

سَأَلْتُ أَبَا أَيُّوبَ الأَنْصَارِيَّ كَيْفَ كَانَتْ الضَّحَايَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَقَالَ : كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ ، فَيَأْكُلُونَ وَيُطْعِمُونَ

“Aku pernah bertanya pada Ayyub Al Anshori, bagaimana qurban di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Beliau menjawab, “Seseorang biasa berqurban dengan seekor kambing (diniatkan) untuk dirinya dan satu keluarganya. Lalu mereka memakan qurban tersebut dan memberikan makan untuk yang lainnya.” (HR. Tirmidzi no. 1505, shahih)

Dalam Tuhfatul Ahwadzi disebutkan, “Hadits ini adalah dalil tegas bahwa satu kambing bisa digunakan untuk berqurban satu orang beserta keluarganya, walau jumlah anggota keluarga tersebut banyak. Inilah yang benar.”

Al Hafizh Ibnul Qoyyim dalam Zaadul Ma’ad berkata, “Di antara petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, satu kambing sah untuk qurban satu orang beserta keluarganya walau jumlah mereka banyak.”

Meski pun demikian kalau lebih dari satu qurban nya tentu lebih afdol.


🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
 💘CLoSSiNG STaTeMeNT💘

Semoga kita memanfaatkan momentum istimewa dengan amal ibadah yang bernilai istimewa. Wallahu a'lam

TERLALU CINTA, Part 2 (Ada Bahaya Dalam Cinta)



OLeH: Ustadz Satria Ibnu Abiy

         💘M a T e R i💘

Bismillah

Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh

AlhamduliLlah wa sholatu wa salam wa ba'd

🌴 Apa tema lanjutan kita malam ini?

🔷 Ada Bahaya dalam Cinta Usat.

🌴 Sebelumnya, buibu di rumah punya kulkas? Alias peti sejuk?

🔷 Gak ada..malang dingiiinnn beutt.

🔷 Alhamdulillah punya.

🌴 Tapi buibu pasti tahu dan sudah pernah pegang kulkas ya.

Bagaimana bentuk dalamnya kulkas? Apa yang ada disana?

🔷 Rak-rak

🌴 Kira-kira nih ya, apa yang terjadi jika seandainya kulkas dibuat tidak pakai rak?

🔷 Tidak bisa nyimpan barang.

🌴 Bisa dong. Freezer itu tidak pakaI rak, tapi bisa nyimpan. Hanya saja, barang yang disimpan tidak bisa dipilah-pilah. Karena fungsi rak itu untuk membagi isi kulkas beberapa bagian, sehingga nampak rapi dan bermanfaat. Rak atas biasanya tempat kue, tengah minuman, yang paling bawah sayuran, bener atau betul?

Jadi kebayang kan kalau tiak ada rak bagaimana isi kulkas kita?

Kue yang seharusnya bisa dimakan pun, kalau disimpan di kulkas model begitu, pasti tiak enak lagi dimakan, ye kan?

🔷 Bauuu

🌴Tema kita malam ini, akan membahas "rak-rak" dalam cinta

Yang bisa membuat cinta jauh dari "berbau" dan "tidak sehat". Karena cinta itu seperti makanan dalam kulkas bu...ibu. Kalau tidak bisa dimenej dengan benar, atau tidak bisa diletakkan di "rak" yang tepat, nasibnya akan sama seperti kue itu. Inilah mengapa penting sekali memahami pembagian cinta. Agar cinta yang kita punya atau kita rasa, tidak bercampur baur tidak karuan.

Secara garis besar, "rak" cinta yang ingin kita bahas pada malam ini terbagi menjadi 3 bagian yang besar. Nanti ke-3 bagian ini juga memiliki anak cucu turunannya lagi, namun mungkin tidak akan kita bahas semuanya.

Cinta yang pertama, saya menyebutnya Cinta Yang Harus Dimiliki.
Bahasa jawanya

محبة الله 
MahabbatuLlah

Cinta jenis pertama ini menjadi dasar dan tolak ukur dari semua jenis cinta yang ada. Karena memang, sebelum cinta-cinta yang lain hadir, tentulah Allah Sang Pemilik Cinta lah yang pertama memilikinya. Sehingga dengan cinta ini, para malaikat tunduk setunduknya. Tidak mau mereka ingkar, walau sekejap mata pun. Bahkan konon katanya, Iblis pun memiliki cinta jenis ini ketika dia pernah hidup di Jannah.

🌴 Apa bukti Mahabbatullah ini ada?

🔷Kecintaan Rasulullah kepada Rabb-Nya?

🌴 Yang lain.

🔷Cinta ibu pada anaknya.

Bukti cinta jenis ini ada adalah, seluruh makhluk-Nya TIDAK BISA melawan fitrah yang telah ditetapkan oleh Allah. Sebagaimana malam tidak bisa membantah bahwa ia harus hadir tatkala siang mulai berlalu. Cinta pertama ini nantinya akan banyak bentuknya, karena memang sifatnya yang masih sangat global. Jadi kalaU ada orang yang cuma mengaku cinta kepada Allah di bibir, namun akhlaknya tidak mencerminkan ucapannya, maka cinta seperti ini belumlah SEMPURNA. Oleh sebab itu, cinta ini nanti memiki turunan atau cabangnya lagi, salah satunya apa yang disebut

المحب ما يحب الله

Mencintai apa yang Allah cintai.

Sebagaimana firman Allah (nanti buka & baca ya) dalam QS. Ali Imran ayat 31

Cinta yang kedua, saya menyebutnya
Cinta Tak Harus Memiliki
Bahasa jawanya ada yang menyebut

المحبة الأرضية
Atau

المحبة الطبيعية

Apa itu al-ardhiyyah atau at-thabi'iyyah?
Maksudnya, cinta yang bersumber dari fitrah atau naluri manusia itu sendiri. Karena pada dasarnya, semua manusia apapun jenisnya, PASTI memiliki fitrah atau naluri ini. Lelaki suka melihat wanita. Wanita pun demen memperhatikan lelaki.

🌴 Betul atau betuuuuul?

Seluruh kecintaan ini, sumbernya adalah syahwat yang Allah berikan kepada kita selaku hamba-Nya. Allah menjelaskan di dalam firman-Nya tentang fitrah semacam ini, silahkan baca surah Ali Imran ayat 14 .

Jadi kecintaan semacam ini sah-sah saja, selama ia berada di dalam rel yang benar, serta berada dalam rak yang tepat. Tidak ada salahnya seorang lelaki mengagumi seorang wanita. Juga tidak berdosa seorang wanita mengidolakan seorang lelaki.

Hanya saja...

Ada kalanya manusia suka kebablasan. Ini yang tidak boleh dilakukan. 

Kayaknya kita cukupkan di cinta kedua ini dulu ya. Cinta kedua ini nantinya bakal memiliki anak cabang yang banyak. Dan di antara cabang yang paling berbahaya dan gawat luar dalam (bukan panas dalam), adalah apa yang disebut

العشقية

Al 'isyqiyyah itu adalah cinta yang melibatkan ruh, rasa, pikiran dan jiwa seseorang yang merasakannya, sehingga cinta tersebut mendominasi di dalam dirinya.
Cinta yang begini nih yang bahaye buibu...

🔷 Kenapa Usat?

🌴 Karena cinta ini seperti virus, bisa menjadikan orang tua bertingkah selayaknya remaja. Anak kecil berlagak sudah dewasa. Bahkan... pada tingkatan yang paling berbahaya, cinta seperti ini jatuh dalam kategori KEMUSYRIKAN. Wal iyadzu biLlah. Gak sedikit hari ini, praktek-praktek kemusyrikkan berkedok cinta ini "dijual" di hadapan kita.

🔷Misalnya usat?

🌴 Lirik-lirik lagu yang menuhankan kekasihnya.

Al 'isyqiyyah ini yang seharusnya menjadi perhatian kita. Jangan-jangan selama ini rasa yang udah terlanjur merasuki jiwa, bukan karena-Nya. Karena memang isyq ini sangat halus dan perlahan akan memakan kita. Sehingga disana ada beberapa muslimah kita yang rela menukar akidahnya hanya beralaskan cinta kepada anak dan suaminya. Wal iyadzu biLlah.

Ada juga para pemuda yang rela menanggalkan pakaian takwanya, hanya demi mengejar mereka yang merah-merah wajah dan menampakkan lekuk tubuhnya. Wal iyadzu biLlah. So, al isyq ini tidak hanya bisa menyerang kaum hawa saja, tetapi kami kaum adam pun juga rentan terkena virusnya.

Next cinta ketiga
Cinta Yang Selamanya Memiliki
Bi idzniLlah

Saya tutup pakaI tulisan lama ya.

❤A True LOVE❤
(Renungan Untuk Semua Saudaraku Para Generasi Muda)

✔Cinta yang benar itu, mesti membuat pemiliknya bertambah tenang dan bahagia, bukan sebaliknya.

RasuluLlah ﷺ bersabda,

فَإِنَّ الخَيْرَ طُمَأْنِيْنَةٌ وَإِنَّ الشَّرَّ رِيْبَةٌ

“Kebaikan selalu mendatangkan ketenangan, sedangkan kejelekan selalu mendatangkan kegelisahan.” (HSR. Al Hakim)

✔Maka semestinya ketika cinta yang benar telah atau sedang dirasa, maka ia adalah cinta yang bisa membuat kita semakin tenang, semakin bahagia. Ia mampu membuat jiwa menjadi tenang, pikiran menjadi terang juga hati tak melulu bimbang.

✔Cinta yang benar juga akan menjadikan pemiliknya berubah dan melangkah ke arah yang lebih baik, jauh lebih baik dari keadaan sebelum ia jatuh cinta.

RasuluLlah ﷺ bersabda,

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

"Tiga perkara jika itu ada pada seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman, orang yang mana Allah & Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, mencintai seseorang yang ia tak mencintainya kecuali karena Allah & benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran tersebut sebagaimana ia benci untuk masuk neraka." (HSR. Muslim)

✔Ya, jika cintanya benar, maka ia akan membenci masa lalunya sebelum ia mendapatkan cinta yang benar ini. Ia akan terus memiliki semangat serta tekad untuk terus berubah, untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan di dalam dirinya.

Namun...

Jika cinta yang kita rasa dan cinta yang kita punya ini tidak menjadikan kita tenang dan bahagia, juga tidak menjadikan kita bersemangat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, maka pastikan ia ada dalam 2 kondisi berikut :

1) Cinta kita salah walau yang kita cintai benar.

Artinya niat serta motivasi kita dalam mencintai tidak untuk ibadah, tidak untuk Allah ﷻ.

Jika ini yang terjadi, maka bertaubatlah kepada Allah ﷻ, lalu segeralah memohon ampun serta keridhoan dari Allah ﷻ.

2) Jika cinta kita sudah benar, tapi masih belum membuat tenang dan memberi semangat untuk melakukan perubahan, maka pastikan berarti apa yang kita cintai SALAH.

Oleh sebab itu, periksalah selalu cinta kita, juga apa yang sedang (akan) kita cintai. Jika ia tidak bisa menghadirkan ketenangan dan menumbuhkan semangat perubahan, MAKA TINGGALKANLAH cinta tersebut...

Karena berarti, ia adalah CINTA YANG SALAH!!!

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Semoga bermanfaat


Akhukum fiLlah,


🌴 Satria Ibnu Abiy
Follow IG saya ya @satria554

QURBAN



OLeH: Ustadz Farid Nu'man Hasan

          💎M a T e R i💎 

🌷SEPUTAR QURBAN

✔Makna:

- Secara bahasa diambil dari kata qaruba yaqrubu qurbaan qurbaanan, artinya mendekat. (Ash Shihah fil Lughah, 2/28)

- Secara fiqih artinya menyembelih hewan tertentu dengan niat qurbah (mendekatkan diri kepada Allah) di waktu yang tertentu pula.

(Bulughul Maram, Hal. 252, cat kaki no. 3, Cet. 1. Darul Kutub Al Islamiyyah)

Sehingga tujuan dari ibadah qurban adalah  mendekatkan diri kepada Allah, bukan untuk riya' dan pamer.

✔Hukumnya:

- Imam Abu Hanifah dan pengikutnya mengatakan WAJIB.

- Mayoritas ulama baik Malikiyah, Syafi’iyah, Hambaliyah, dan Zhahiriyah mengatakan SUNNAH MUAKKADAH.

Imam Ibnu Hazm mengatakan: "Tidak ada yang shahih satu pun dari sahabat nabi bahwa qurbanray adalah wajib." (Dikutip oleh Imam Ash Shan'ani, Subulussalam, 6/308)

✔Harus Ada Niat

Niat harus ada bagi yang akan berqurban, sebab itu syarat sahnya qurban.

Syaikh Wahbah Az Zuhaili mengatakan:

"Qurban tidak sah tanpa niat, sebab hasil sembelihan yang akan menjadi daging yang akan menjadi sarana pendekatan diri kepada Allah, dan perbuatan tidaklah dinilai qurbah (pendekatan) sah tanpa niat." (Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, 1/187)

Niat itu tekad dihati, paling tidak dilakukan sebelum terjadi penyembelihan.

Beliau menambahkan: "Kalangan Syafi’iyah dan Hanabilah mensyaratkan hendaknya berniat sebelum penyembelihan. Niat di hati telah cukup karena niat amalan hati, dan pelafalan oleh lisan merupakan petunjuk bagi amalan hati itu." (Ibid)

✔Waktu Penyembelihan

Waktunya adalah empat hari sejak 10 s.d 13 Zulhijjah, dari sejak setelah shalat 'Id, sampai sebelum terbenam matahari 13 Zulhijjah. Menyembelih boleh dilakukan siang dan malam.
(Al Majmu' Syarh Al Muhadzdzab, 8/360, Fatawa Nuur 'Alad Darb, 18/162)

✔Jenis Hewan

Ulama telah ijma' bahwa hewan qurban hanya sah berjenis An Na'am (jamak dari al An'am), mereka juga sepakat yang paling utama adalah Unta, lalu Sapi, lalu kambing. Begitulah urutannya. Alasannya karena Unta lebih banyak manfaatnya (karena ukuran yang lebih besar) bagi orang faqir, begitu juga sapi dibanding kambing. (Fiqhus Sunnah, 1/737)

✔Syarat-syarat Hewan Layak Qurban

1. Sudah besar atau cukup umur. Kambing minimal 1 tahun, domba minimal 6 bulan, Unta 5 tahun, dan sapi 2 tahun.

2. Sehat dan tidak cacat. Tidak boleh yang pincang, picek mata, kurap, dan kurus. (Fiqhus Sunnah, 1/738)

Hewannya Jantan dan betina sama-sama Sah. (Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah, 5/82)

✔Siapa Yang Menyembelih?

Disunahkan yang menyembelih adalah pemiliknya sendiri, jika dia cakap dalam menyembelih. Jika tidak bisa, maka disunnahkan baginya menyaksikan hewannya saat disembelih. (Fiqhus Sunnah, 1/741)

✔Bacaan Saat Menyembelih

Rasulullah ﷺ membaca Bismillah dan takbir. (HR. Muslim no. 1967)

Rasulullah ﷺ juga membaca: Bismillah Allahumma taqabbal min Muhammadin wa Aali Muhammad wa min ummati Muhammadin (Ya Allah terimalah Kurban dari Muhammad, dari keluarga Muhammad dan dari umat Muhammad). (HR. Muslim no. 1967)

✔Apakah Pemiliknya Boleh memakannya?

Boleh, Allah Ta'ala berfirman: "Maka makanlah olehmu sebagiannya dan berikanlah bagian lain untuk dimakan orang orang fakir." (QS. Al Haj: 28)

Syaikh Sayyid Sabiq mengatakan:

"Orang yang berqurban boleh makan sesuai keinginannya TANPA BATAS. Dia juga boleh menghadiahkan atau menyedekahkan sesuka hatinya. Ada yang mengatakan dia boleh memakannya setengah dan menyedekahkan setengah. Dikatakan pula: dibagi menjadi tiga bagian, untuknya sepertiga, dihadiahkan sepertiga, dan disedekahkan sepertiga. " (Fiqhus Sunnah, 1/742-743)

Tapi untuk qurban yang wajib, misal karena nadzar, para ulama berbeda pendapat apakah boleh baginya memakannya. (Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah, 6/115)

Paling hati-hati adalah tidak memakan qurban yang wajib, seperti nadzar.

✔Berqurban Untuk Yang Sudah Wafat

Mayoritas ulama mengatakan BOLEH berqurban atas nama orang yang sudah wafat, seperti Hanafiyah, Malikiyah dan Hambaliyah. Ada pun Syafi’iyah mengatakan TIDAK BOLEH, kecuali sebelumnya si mayit berwasiat dulu, waqaf, atau nadzar. (Al Bada'i Shana'i, 5/72, Hasyiyah Ad Dasuqi, 2/122, Hasyiyah Al Bujairimi, 4/300, Al Mughni, 11/107)

Segitu dulu ya...

Wallahu A’lam

Farid Nu'man Hasan

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
        💎TaNYa JaWaB💎

0⃣1⃣ Lisa ~ Malang
 Ustadz, Jika ingin ber-Qurban melalui yayasan kemanusiaan yang menyalurkan hewan Qurban ke Palestina itu bagaimana, Ustadz? Ada yang diolah dahulu menjadi makanan kaleng. Ada yang dibelikan hewan Qurban dan disembelih di sana.

Sebelumnya jazakallah khayiran Ustadz atas penjelasannya.

🌸Jawab:
Fiqih Hari Ini

Qurban Untuk Daerah Lain

Berqurban untuk daerah lain.

√ (Ini termasuk pertanyaan yang paling sering masuk)

Jawaban:
Wa ‘Alaikum Salam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ‘Ala Aalihi wa Ashhabihi wa Man waalah, wa ba’d:

Dalam hal ini, para ulama berbeda pendapat. Tapi, pendapat yang kuat menurut para imam madzhab Syafi’iy adalah BOLEH, Insya Allah.

Berikut ini penjelasan para ulama:

 و فى نقل الأضحية وجهان قياسا على نقل الزكاة و الصحيح هنا الجواز

Dalam masalah distribusi hewan qurban (ke luar daerah) ada dua sisi pengqiyasan pada distribusi zakat, pendapat yang BENAR adalah BOLEH.

(Tsamar Al Yani’ah, Hal. 82)

 Imam An Nawawi Rahimahullah mengatakan:

 سواء كان بلده او موضعه من السفر بخلاف الهدى فإنه يختص بالحرم و فى نقل الأضحية وجهان حكاهما الرافعى و غيره تخريجا من نقل الزكاة

Sama saja baik di negerinya atau di negeri dia safar, berbeda dengan Al Hadyu (qurban jamaah haji), itu khusus di tanah haram. Adapun pemindahan hewan qurban ada dua sudut pandang, hal itu diceritakan oleh Ar Rafi’iy dan lainnya, dikeluarkannya sebagaimana pendistribusian zakat (yakni BOLEH).

 (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 7/404)

Zaman ini, pendapat ini bisa dilaksanakan ke daerah yang minus muslim, bencana, fakir, yang jarang orang berqurban, sehingga syi’ar qurban bisa merata, ini kelebihannya. Sikap seorang muslim terhadap perbedaan pendapat ulama, janganlah selalu membenturkan, tapi hendaknya beristifadah (mengambil faidah) darinya yaitu pendapat mana yang paling mungkin dijalankan dalam kondisi tertentu. Demikianlah cara para salaf dan ulama dalam menyikapi perbedaan di antara mereka.

Tapi di tengah kelebihannya, qurban di daerah lain memang membuat pemilik qurban kehilangan dua sunnah, yaitu sunnah menyembelih sendiri dan sunnah melihat hewannya disembelih jika ia tidak mampu menyembelih sendiri.

Demikian.
Wallahu A’lam.

0⃣2⃣ Sofi ~ Jaksel
Ustadz, teman saya berniat untuk qurban atas nama almarhum ayahnya.

Apakah larangan memotong kuku, rambut, dan sebagainya itu berlaku untuk teman saya juga?

Jazakallah khayran Ustadz.

🌸Jawab:
Larangan itu berlaku untuk si pemilik qurbannya, bukan keluarganya.

Para ulama di Al Lajnah Ad Daimah, juga menjelaskan:

 أن هذا الحديث خاص بمن أراد أن يضحي فقط، أما المضحى عنه فسواء كان كبيرًا أو صغيرًا فلا مانع من أن يأخذ من شعره أو بشرته أو أظفاره بناء على الأصل وهو الجواز، ولا نعلم دليلاً يدل على خلاف الأصل.

Hadits ini berlaku khusus bagi yang hendak berqurban saja, ada pun bagi orang yang diatasnamakan baik dewasa atau anak-anak tidaklah ada larangan baik memotong rambut, kukunya, sebab hukum dasarnya memang boleh. Dan kami tidak ketahui dalil yang menunjukkan perselisihan hukum dasar ini. (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah)

Wallahu A’lam

0⃣3⃣ Bunda Vina ~ Cianjur
Ustadz, Bapak saya sudah almarhum yang harus didahulukan, qurban dulu atau aqikah dulu, mana yang lebih dulu? Jazakallah khayran, Ustadz.

🌸Jawab:
Aqiqah dulu jika belum aqiqah. Sebab aqiqah sekali seumur hidup?

Wallahu A’lam

0⃣4⃣ Helmy ~ Tangerang
Kaitan dengan niat Ustadz, apabila qurban diniatkan untuk sekeluarga apakah dibolehkan?

Lalu apabila dari anggota keluarga tersebut ada keinginan untuk berqurban lagi, diniatkan untuk diri sendiri atau bagaimana, Ustadz?
Jazaakallah khayran.

🌸Jawab:
Sudah terwakili.

0⃣5⃣ Olif ~ Sby
Saya pernah mendengar ceramah bahwa qurban itu sebenarnya digunakan untuk 1 keluarga, bukan 1 orang. Tetapi yang selama ini terjadi di lingkungan saya adalah 1 hewan untuk 1 orang. Nah, yang benar yang mana, Ustadz? Jazakallah khairan

🌸Jawab:
Sudah terwakili.

0⃣6⃣ Putri ~ Rembang
Maaf Ustadz, misal di sekolah atau kantor diadakan iuran seikhlasnya dengan tujuan untuk berqurban, dimana nominal seikhlasnya dan jumlah orang juga tidak dibatasi  7 orang. Apakah itu bisa disebut berqurban atau bagaimana ya?
Jazakallah khairan.

🌸Jawab:
1 kambing untuk 1 orang itu sah.
1 kambing untuk 1 keluarga juga sah.

Patungan sapi, maksimal untuk 7 orang. Di atas 7 orang tidak sah. Kalau di bawah 7 orang. Misal 6, 5, dan seterusnya Sah.

Sedangkan Patungan kambing TIDAK SAH menurut ijma'.., bagaimana solusinya?

Selengkapnya ini:

🔸Patungan Qurban

Patungan qurban, boleh saja yaitu dengan ketentuan 7 orang berpatungan 1 ekor Sapi atau 7 orang patungan 1 ekor Unta. Inilah pendapat jumhur ulama, kecuali Malikiyah.

Dalam Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 29438 tertulis:

وأما الاشتراك في ثمنها -إن كانت بدنة أو بقرة- فهو مجزئ عند الجمهور في الجملة، وذهب المالكية إلى أنه غير مجزئ، ومذهب الجمهور راجح

Ada pun patungan dalam pendanaan -jika Unta atau Sapi- maka hal itu sah menurut mayoritas ulama secara umum, ada pun Malikiyah mengatakan tidak boleh, dan madzhab mayoritas adalah lebih kuat. (Selesai)

Hal ini berdasarkan hadits:

 عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما قَالَ : نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْحُدَيْبِيَةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ ، وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ

Dari Jabir bin Abdullah Radhiallahu 'Anhuma dia berkata: "Kami menyembelih bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pada tahun Hudaibiyah yaitu seekor unta untuk 7 orang dan seekor sapi untuk 7 orang."
(HR. Muslim No. 1318)

Jika seseorang memiliki rezeki yang lapang, sehingga dia mampu membeli seorang diri seekor sapi atau lebih, tentu ini bagus. Atau hanya berpatungan dengan seorang atau dua orang lain, ini tidak masalah sebab Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah seorang diri berqurban 100 ekor Unta.

Disebutkan dalam riwayat berikut:

عَنْ جَابِر أَنَّ الْبُدْنَ الَّتِي نَحَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَتْ مِائَةَ بَدَنَةٍ نَحَرَ بِيَدِهِ ثَلَاثًا وَسِتِّينَ وَنَحَرَ عَلِيٌّ مَا غَبَرَ وَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ كُلِّ بَدَنَةٍ بِبَضْعَةٍ فَجُعِلَتْ فِي قِدْرٍ ثُمَّ شَرِبَا مِنْ مَرَقِهَا

Dari Jabir, bahwasanya Unta yang disembelih Rasulullah shallallahu 'Alaihi wa Sallam berjumlah seratus ekor, beliau menyembelihnya sendiri sampai enam puluh tiga ekor dan 'Ali sisanya. Lalu Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyuruh agar untuk setiap satu Unta untuk beberapa orang lalu dimasukkan ke dalam ke periuk lalu mereka berdua minum kuahnya.
(HR. Ahmad, shahih)

Sedangkan dalam Shahih Al Bukhari, dari Anas bin Malik Radhiallahu 'Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah juga menyembelih 7 ekor Unta.

Artinya, tidak masalah kurang dari tujuh orang, misal satu orang berqurban 1, 2 Sapi atau lebih, atau dia patungan dengan beberapa orang sampai maksimal 7 orang, untuk 1 ekor Sapi atau Unta.

Dalam fatwa no. 189873:

فلا حرج في أن يشترك شخصان أو ثلاثة.. أو أكثر في الأضحية ببقرة أو بدنة ما لم يتجاوزوا سبعة. كما يجوز أن يضحي شخص واحد ببقرة أو بدنة.

Tidak apa-apa patungan dua orang atau tiga. Atau lebih dalam qurban Sapi atau Unta selama tidak melebihi tujuh orang. Sebagaimana bolehnya seseorang berqurban dengan seekor Sapi atau Unta. (Selesai)

🔸Bagaimana dengan patungan untuk kambing?

Patungan pendanaan untuk qurban kambing tidak ada dalam sunnah nabi dan para sahabatnya, oleh karena itu Imam An Nawawi dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim mengatakan tidak boleh bahkan ketidakbolehan itu merupakan ijma'.

Beliau berkata:

فِي هَذِهِ الأَحَادِيث دَلالَة لِجَوَازِ الِاشْتِرَاك فِي الْهَدْي , وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّ الشَّاة لا يَجُوز الاشْتِرَاك فِيهَا . وَفِي هَذِهِ الأَحَادِيث أَنَّ الْبَدَنَة تُجْزِئ عَنْ سَبْعَة , وَالْبَقَرَة عَنْ سَبْعَة

Dalam hadits-hadits ini terdapat dalil bolehnya patungan dalam Qurban, dan mereka IJMA' bahwa untuk kambing tidak boleh patungan.

Dan pada hadits-hadits ini menunjukkan bahwa Unta sah untuk 7 orang dan Sapi untuk 7 orang. (Selesai)

◼Solusi:

Di sekolah-sekolah sering diadakan patungan qurban untuk kambing, sebenarnya ini bagus untuk pendidikan. Dan ini dinilai sebagai infaq biasa.

Tapi bisa saja dijadikan qurban, agar momen qurban ini tidak sia-sia, maka sebaiknya kambing itu dihadiahkan atau dihibahkan kepada salah satu guru, penjaga sekolah, atau siswa, sehingga kambing itu menjadi milik dia.

Lalu boleh dia qurban atas nama dirinya atau keluarganya. Sebab kambing itu telah menjadi miliknya, dan dia bebas memanfaatkannya, tentunya qurban sangat layak dia berqurban dengannya.

Demikian.
Wallahu A'lam

0⃣7⃣ Phity ~ Jogja
Assalamu'alaykum Ustadz.

Apakah memang diharuskan menyebutkan nama orang yang berkurban pada saat hewan kurbannya disembelih?

Atau cukup yang berkurban itu berniat saja, tanpa disebutkan nama dan tidak dapat menyaksikan saat hewan tersebut di sembelih.

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Sunnahnya memang menyebut nama Nabi ﷺ mencontohkan menyebut namanya sendiri saat menyembelih qurban.

Dari  ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha:

 قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ 

Nabi ﷺ  mengucapkan: “Bismillahi Allahumma taqabbal min Muhammadin wa Aali Muhammad wa min ummati Muhammadin (Dengan Nama Allah, Ya Allah terimalah Kurban dari Muhammad, dari keluarga Muhammad dan umat Muhammad),” lalu beliau pun menyembelih.”
(HR. Muslim no. 1967)

Wallahu A’lam

0⃣8⃣ Evi ~ Jaksel
Assalamualaikum,

1. Di sekolah anak saya dimintai uang untuk qurban. Apakah itu termasuk kita sudah ikut berqurban meskipun uangnya dikumpulkan dari sumbangan anak-anak?

2. Bagaimana jika berqurban sendiri, dikerjakan sendiri tapi dibagikan tidak sesuai syarat, maksudnya yang mampu dapat bagian qurban juga. Sedangkan yang kurang mampu tidak?

3. Bolehkah jika kita belum mendapat daging qurban lantas kita meminta pada panitia?
Terima kasih jawabannya.

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

1. Patungan qurban buat kambing tidak sah menurut ijma ulama.

Imam An Nawawi menjelaskan:

وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّ الشَّاة لا يَجُوز الاشْتِرَاك فِيهَا .

dan mereka IJMA' bahwa untuk kambing tidak boleh patungan. (Syarh Shahih Muslim)

 ◼Solusi:
Di sekolah-sekolah sering diadakan patungan qurban untuk kambing, sebenarnya ini bagus untuk pendidikan. Dan ini dinilai sebagai infaq biasa.

Tapi bisa saja dijadikan qurban, agar momen qurban ini tidak sia-sia, maka sebaiknya kambing itu dihadiahkan atau dihibahkan kepada salah satu guru, penjaga sekolah, atau siswa, sehingga kambing itu menjadi milik dia.

Lalu boleh dia qurban atas nama dirinya atau keluarganya. Sebab kambing itu telah menjadi miliknya, dan dia bebas memanfaatkannya, tentunya qurban sangat layak dia berqurban dengannya.

Demikian. Wallahu A'lam

2. Sah, tidak masalah. Tapi, melupakan orang tidak mampu dalam pembagian jelas melanggar ayat pembagian qurban: wa ath'imuu baaisal faqiir - berikan makan kepada orang-orang faqir.

3. Boleh, tidak masalah.

Wallahu A’lam

0⃣9⃣ Safitri ~ Banten
Assalamuaikum Ustadz,

Kalau kita cuma punya niatan di hati kaya kapan yah bisa berqurban tapi belum benar-benar bisa dilaksanain karena emang dananya, itu bagaimana Ustadz?
Makasih.

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Niat sungguh-sungguh, lalu tidak jadi melakukan karenq ada alasan syar'i, maka dia tetap dapat pahala.

🔸Konsultasi

Berniat kebaikan tapi Belum Menjalankan, Bagaimana ini

〰〰〰〰〰

Benarkah niat yang baik sudah Allah kasih pahala tapi belum dalam bentuk perbuatan?

Jawab:
Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu 'Ala Rasulillah wa ba'd.

Hal tersebut dijelaskan dalam hadits berikut ini:

عَن ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النبي صلى الله عليه وسلم فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالى أَنَّهُ قَالَ: (إِنَّ الله كَتَبَ الحَسَنَاتِ وَالسَّيئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ؛ فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً،وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمائَةِ ضِعْفٍ إِلىَ أَضْعَاف كَثِيْرَةٍ. وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً،وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً) رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ في صَحِيْحَيْهِمَا بِهَذِهِ الحُرُوْفِ.

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengenai apa yang Beliau riwayatkan dari Rabb-Nya Tabaraka wa Ta’ala, bahwa Dia berfirman:

Sesungguhnya Allah menetapkan berbagai kebaikan dan berbagai keburukan, kemudian menjelaskan hal itu. Barangsiapa yang ingin melakukan kebaikan namun tidak jadi melakukannya, Allah tetap mencatatnya satu kebaikan secara sempurna. Jika dia ingin melakukan kebaikan lalu benar-benar dia laksanakan, maka di sisi Allah telah dicatat sepuluh kebaikan hingga seratus kali lipat, bahkan berlipat-lipat yang banyak.

"Barangsiapa yang ingin melakukan keburukan lalu dia tidak jadi melakukannya maka di sisi Allah akan dicatat satu kebaikan yang sempurna, dan jika dia jadi melakukan keburukan itu maka Allah mencatatnya hanya satu keburukan." (HR. Bukhari No. 6491, Muslim No. 131, Ahmad No. 2827, Al Baihaqi, Syu’abul Iman No. 334, dan lain-lain)

Imam Al Ghazali Rahimahullah mengatakan:

فَالنِّيَّةُ فِي نَفْسِهَا خَيْرٌ وَإِنْ تَعَذَّرَ الْعَمَل بِعَائِقٍ

“Maka, niat itu sendiri pada dasarnya sudah merupakan kebaikan, walau pun dia disibukkan oleh uzur atau halangan untuk melaksanakannya.” (Ihya ‘Ulumuddin, 4/352)

Sebagai contoh, Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِراً إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ

"Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang di tuju), Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah." (QS. An Nisa: 100)

Jadi, terhalang oleh halangan yang dibenarkan oleh syara’, bukan tidak jadi karena bermain-main dengan niatnya, mengakal-akalinya, atau karena malas.

Jika kita ringkas, seseorang tidak jadi mewujudkan keinginan atau niatnya disebabkan oleh beberapa faktor:

√ Pertama, tidak jadi melakukan karena ingin melakukan hal yang lebih baik lagi, atau karena udzur akhirat  bukan udzur masalah dunia. Misal ada seorang yang bernadzar ingin bersedekah satu juta rupiah, ternyata akhirnya dia bersedekah dua juta rupiah. Ini boleh dan sesuai syariat.

Imam Abu Daud (No. 3305, dishahihkan oleh Imam Al Hakim dan Imam Ibnu Daqiq Al ‘Id) meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang bernadzar jika terjadi Fathul Makkah, maka dia akan melakukan shalat di Baitul Maqdis (Al Aqsha), ketika terjadi Fathul Makkah keinginannya itu disampaikan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu Nabi justru menyuruhnya untuk shalat di Masjidil Haram. Maka, dengan itu dia meninggalkan perbuatan, menuju perbuatan yang lebih utama dan lebih tinggi nilainya.

√ Kedua, tidak jadi melakukan karena terhalang oleh urusan dunia.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah bercerita:

مثل أن ينوي أن يصلي ركعتي الضحى،فقرع عليه الباب أحد أصحابه وقال له:هيا بنا نتمشى،فترك الصلاة وذهب معه يتمشى،فهذا يثاب على الهم الأول والعزم الأول، ولكن لا يثاب على الفعل لأنه لم يفعله بدون عذر،وبدون انتقال إلى ما هو أفضل.

Misalnya, seseorang berniat untuk melakukan shalat dua rakaat dhuha, lalu ada seorang sahabatnya yang mengetuk pintu rumahnya, dan berkata: “Kita jalan-jalan yuk!” Lalu dia meninggalkan shalat dan pergi bersamanya untuk jalan-jalan, maka dia diberikan pahala karena keinginannya yang pertama dan tekadnya yang pertama, tetapi dia tidak diberikan pahala atas perbuatannya karena dia tidak jadi melakukannya dengan tanpa udzur, dan bukan berpindah kepada perbuatan yang lebih utama. (Syarh Al Arbain Nawawiyah, Hal. 341)

√ Ketiga, tidak jadi melaksanakan karena mempermainkan niatnya itu. Dia berniat namun sekaligus merencanakan kegagalan apa yang direncanakannya. Nah, yang seperti ini dia tidak mendapatkan apa-apa.

Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr Hafizhahullah menerangkan:

أكَّد كتابة الحسنة إذا همَّ بها ولم يعملها بأنَّها كاملة؛ لئلاَّ يُتوهَّم نقصانها؛ لأنَّها في الهمِّ لا في العمل

"Ketetapan satu nilai kebaikan adalah hal yang kuat jika dia memang memiliki keinginan kuat terhadapnya, walaupun dia tidak jadi melakukannya, dan nilainya itu adalah satu kebaikan sempurna, karena dia tidak ada keinginan menguranginya, balasan kebaikan ini berlaku bagi keinginannya bukan pada amalnya." (Fathul Qawwi Al Matin, Hal. 112)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah menerangkan:

فإن قال قائل: كيف يكتب له حسنة وهو لم يفعلها ؟ فالجواب على ذلك: أن يقال إن فضل الله واسع، هذا الهم الذي حدث منه يعتبر حسنة لأن القلب همام إما بخير أو بشر فإذا هم بالخير فهذه حسنة تكتب له فإن عملها كتبها الله عشر حسنات إلى سبعمائة ضعف إلى أضعاف كثيرة .

Jika ada yang bertanya: bagaimana bisa seseorang mendapatkan satu nilai kebaikan padahal dia tidak menjalankan kebaikan itu? Jawabannya adalah: “Disebutkan  bahwasanya karunia Allah itu luas. Hasrat yang ada adalah yang membawa dampak kebaikan, karena hati memiliki hasrat keinginan, baik keinginan yang baik maupun yang buruk. Jika dia ada hasrat untuk melakukan kebaikan maka dicatat baginya satu nilai kebaikan, dan jika dia jadi melakukannya maka dicatat baginya sepuluh nilai kebaikan hingga seratus kali lipat, bahkan lebih dari itu. (Syaikh Utsaimin, Syarh Riyadh Ash Shalihin, 1/13. Mawqi’ Jaami’ Al Hadits An Nabawi)

Demikian.
Wallahu A'lam

Tapi hanya berandai-andai, atau tidak sungguh-sungguh maka tidak dapat.

Wallahu A’lam

1⃣0⃣ Rahma ~ Cisalak
Bismillah.
Assalamu'alaykum wr.wb.

Kalau kita ingin aqiqah di saat iedul Adha, bagaimana caranya, Ustadz?
Afwan.

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Tidak ada masalah, ya tinggal sembelih saja. Bisa dibantu tukang sembelih dan potong, lalu bagikan ke orang lain?

Wallahu A’lam

1⃣1⃣ Tia ~ Bandung.
Assalamualaikum,

Ustadz, bolehkah berqurban lebih dari sekali 2 kali?

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Boleh, asalkan masih di hari qurban dan tasyriq.

Wallahu A’lam

1⃣2⃣ Kiki ~ Tanjungpinang
Ustadz, apakah boleh berkurban 1 ekor kambing atau 1 nomor sapi dengan beberapa orang begitu Ustadz, jadi atas nama komunitas misalnya, Ustadz?
Terimakasih atas penjelasannya.

🌸Jawab:
1 kambing untuk 1 orang itu sah.
1 kambing untuk 1 keluarga juga sah.

Patungan sapi, maksimal untuk 7 orang. Di atas 7 orang tidak sah. Kalau di bawah 7 orang, misal 6, 5, dan seterusnya. Sah.

Sedangkan Patungan kambing TIDAK SAH menurut ijma'.., bagaimana solusinya?

Selengkapnya ini:

🔸Patungan Qurban

Patungan qurban, boleh saja yaitu dengan ketentuan 7 orang berpatungan 1 ekor Sapi atau 7 orang patungan 1 ekor Unta. Inilah pendapat jumhur ulama, kecuali Malikiyah.

Dalam Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 29438 tertulis:

وأما الاشتراك في ثمنها -إن كانت بدنة أو بقرة- فهو مجزئ عند الجمهور في الجملة، وذهب المالكية إلى أنه غير مجزئ، ومذهب الجمهور راجح

Ada pun patungan dalam pendanaan -jika Unta atau Sapi- maka hal itu sah menurut mayoritas ulama secara umum, ada pun Malikiyah mengatakan tidak boleh, dan madzhab mayoritas adalah lebih kuat. (Selesai)

Hal ini berdasarkan hadits:

 عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما قَالَ : نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْحُدَيْبِيَةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ ، وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ

Dari Jabir bin Abdullah Radhiallahu 'Anhuma dia berkata: "Kami menyembelih bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pada tahun Hudaibiyah yaitu seekor unta untuk 7 orang dan seekor sapi untuk 7 orang."
(HR. Muslim No. 1318)

Jika seseorang memiliki rezeki yang lapang, sehingga dia mampu membeli seorang diri seekor sapi atau lebih, tentu ini bagus. Atau hanya berpatungan dengan seorang atau dua orang lain, ini tidak masalah sebab Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah seorang diri berqurban 100 ekor Unta.

Disebutkan dalam riwayat berikut:

عَنْ جَابِر أَنَّ الْبُدْنَ الَّتِي نَحَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَتْ مِائَةَ بَدَنَةٍ نَحَرَ بِيَدِهِ ثَلَاثًا وَسِتِّينَ وَنَحَرَ عَلِيٌّ مَا غَبَرَ وَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ كُلِّ بَدَنَةٍ بِبَضْعَةٍ فَجُعِلَتْ فِي قِدْرٍ ثُمَّ شَرِبَا مِنْ مَرَقِهَا

Dari Jabir, bahwasanya Unta yang disembelih Rasulullah shallallahu 'Alaihi wa Sallam berjumlah seratus ekor, beliau menyembelihnya sendiri sampai enam puluh tiga ekor dan 'Ali sisanya. Lalu Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyuruh agar untuk setiap satu Unta untuk beberapa orang lalu dimasukkan ke dalam ke periuk lalu mereka berdua minum kuahnya.
(HR. Ahmad, shahih)

Sedangkan dalam Shahih Al Bukhari, dari Anas bin Malik Radhiallahu 'Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah juga menyembelih 7 ekor Unta.

Artinya, tidak masalah kurang dari tujuh orang, misal satu orang berqurban 1, 2 Sapi atau lebih, atau dia patungan dengan beberapa orang sampai maksimal 7 orang, untuk 1 ekor Sapi atau Unta.

Dalam fatwa no. 189873:

فلا حرج في أن يشترك شخصان أو ثلاثة.. أو أكثر في الأضحية ببقرة أو بدنة ما لم يتجاوزوا سبعة. كما يجوز أن يضحي شخص واحد ببقرة أو بدنة.

Tidak apa-apa patungan dua orang atau tiga. Atau lebih dalam qurban Sapi atau Unta selama tidak melebihi tujuh orang. Sebagaimana bolehnya seseorang berqurban dengan seekor Sapi atau Unta. (Selesai)

🔸Bagaimana Dengan Patungan Untuk Kambing?

Patungan pendanaan untuk qurban kambing tidak ada dalam sunnah nabi dan para sahabatnya, oleh karena itu Imam An Nawawi dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim mengatakan tidak boleh bahkan ketidakbolehan itu merupakan ijma'.

Beliau berkata:

فِي هَذِهِ الأَحَادِيث دَلالَة لِجَوَازِ الِاشْتِرَاك فِي الْهَدْي , وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّ الشَّاة لا يَجُوز الاشْتِرَاك فِيهَا . وَفِي هَذِهِ الأَحَادِيث أَنَّ الْبَدَنَة تُجْزِئ عَنْ سَبْعَة , وَالْبَقَرَة عَنْ سَبْعَة

Dalam hadits-hadits ini terdapat dalil bolehnya patungan dalam Qurban, dan mereka IJMA' bahwa untuk kambing tidak boleh patungan.

Dan pada hadits-hadits ini menunjukkan bahwa Unta sah untuk 7 orang dan Sapi untuk 7 orang. (Selesai)

🔸Solusi:
Di sekolah-sekolah sering diadakan patungan qurban untuk kambing, sebenarnya ini bagus untuk pendidikan. Dan ini dinilai sebagai infaq biasa.

Tapi bisa saja dijadikan qurban, agar momen qurban ini tidak sia-sia, maka sebaiknya kambing itu dihadiahkan atau dihibahkan kepada salah satu guru, penjaga sekolah, atau siswa, sehingga kambing itu menjadi milik dia.

Lalu boleh dia qurban atas nama dirinya atau keluarganya. Sebab kambing itu telah menjadi miliknya, dan dia bebas memanfaatkannya, tentunya qurban sangat layak dia berqurban dengannya.

Demikian.
Wallahu A'lam

1⃣3⃣ Nenock ~ Surabaya
Ustadz, apakah sama bila anak memilih qurban sapi 1/7 dengan qurban 1 ekor kambing, Ustadz?

Apakah boleh qurban tidak menyebutkan identitas, jadi hanya menyebut hamba Allah?

Jazakallahu khoiron Ustadz.

🌸Jawab:
Sapi lebih utama, sebagaimana penjelasan di materi.

Untuk penyebutan nama silahkan lihat jawaban no. 12.

Wallahu A’lam

1⃣4⃣ Hesti ~ Yogya   
Tadz, mengenai niat qurban, apakah cukup diniatkan dalam hati si pekurban ataukah harus disampaikan kepada si penyembelih qurban, jazakallah.

🌸Jawab:
Untuk niat di hati cukup, tapi penyembelihan disebut namanya adalah sunnah.

Lihat pertanyaan no. 13.

1⃣5⃣ Phity ~ Jogja
Kalau seseorang punya bisnis catering, dan berkurban, kan dapat pembagian daging, apakah daging tersebut boleh dijual?
Misalkan pas dapat pesanan olahan daging, maka dari pada beli daging, maka memanfaatkan daging kurban yang ada. Apakah itu diperbolehkan?

🌸Jawab:
Bismillahirrahmanirrahim...

Kalau sudah jadi milik yang menerima maka dia bebas memanfaatkannya, atau menjualnya, karena sudah jadi milik.

Yang terlarang adalah jika yang menjual adalah panitia.
Ini terlarang.

Wallahu A’lam

1⃣6⃣ Puji A ~ Jogja
Ustadz, hampir sama dengan bunda Kiki, saya bekerja di sekolah dan seluruh warga sekolah, guru, karyawan dan siswa mengumpulkan iuran untuk qurban, apakah diperbolehkan? 

Terimakasih atas penjelasannya.

🌸Jawab:
Sudah terwakili di (no. 12) yaaa...

1⃣7⃣ Rahmi ~ Brunei
Assalamu'alaikum Ustadz.

Saya punya anak meninggal ketika baru lahir, saya punya keinginan untuk aqiqah atau kurban untuk anak saya yang sudah meninggal waktu bayi. Pertanyaannya, mana yang lebih diutamakan?  Syukron Ustadz atas jawabannya.

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Umumnya ulama mengatakan aqiqah buat bayi yang wafat tidak ada.. Lebih baik qurban saja.

Konsultasi:

√ Aqiqah Untuk Orang Yang Sudah Wafat, Adakah?

Assalamualaikum ustadz mau tanya apa boleh mengaqikahkan orang yang sudah meninggal?

〰〰〰
Wa'alaikumussalam warahmatullah ..

Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa Ba’d.

Tidak ditemukan dasar secara khusus tentang kebolehan aqiqah untuk orang yang sudah wafat, kecuali beberapa pendapat para ulama, itu pun tentang wafat saat bayi, bukan ketika dewasa.

Syaikh Utsaimin Rahimahullah mengatakan ada empat pembahasan tentang ini:

◼1. Lahir dalam keadaan belum ditiupkan ruh, maka tidak ada aqiqah baginya.

◼2. Lahir dalam keadaan wafat setelah ditiupkan ruh (keguguran), maka ada dua pendapat ulama (aqiqah dan tidak aqiqah).

◼3. Lahir dalam keadaan hidup, lalu wafat sebelum hari ke-7, ini juga ada dua pendapat (aqiqah dan tidak aqiqah), tapi yang mengatakan aqiqah lebih kuat dibandingkan seperti keadaan nomor dua.

◼4. Lahir dalam keadaan hidup sampai hari ke-7, tapi hari ke-8 wafat, maka ini hanya ada satu pendapat yaitu di aqiqahkan. (Syarhul Mumti’, 7/494)

Poin ke-4 yang disampaikan Syaikh Utsaimin, bisa dimaknai aqiqah dibolehkan untuk orang dewasa yang sudah wafat. Sebab bukankah wafatnya orang dewasa sudah pasti setelah hari ke-7 kelahirannya?

Imam Ibnu Hazm Rahimahullah membolehkan untuk bayi yang wafat sebelum hari ke-7 untuk di aqiqahkan:

وَإِنْ مَاتَ قبل السَّابِعِ عُقَّ عنه كما ذَكَرْنَا وَلاَ بُدَّ

"Dan jika bayi wafat sebelum hari ke-7, maka diaqiqahkan untuknya sebagaimana yang telah kami sebutkan tapi itu bukan keharusan." (Al Muhalla, 7/524)

Imam An Nawawi Rahimahullah berkata:

لو مات المولود قبل السابع استحبت العقيقة عندنا  وقال الحسن البصري ومالك لا تستحب

"Seandainya bayi wafat sebelum hari ke-7 maka disunahkan aqiqah menurut kami (Syafi’iyah). Al Hasan A bashri dan Malik mengatakan: tidak sunah." (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdab, 8/448)

Demikian.
Wallahu A'lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Hak harta adalah dibelanjakan, cepat atau lambat pasti habis. Menabung hanyalah penundaan saja. Yang jadi masalah adalah dikemanakan belanja harta tersebut? Maka belanjakanlah fisabilillah, qurban salah satunya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


MENGHINDARI DOSA JARIYAH



OLeH: Ustadz Syahrawi Munthe

          💘M a T e R i💘

Assalamu'alaykum wr.wb.

Segala puji bagi Allah atas seluruh karunia-Nya. Sholawat dan salam semoga tercurah pada baginda Nabi Rasululullah SAW.

insyaAllah tema kajian kita sore ini adalah :

🌸MENGHINDARI DOSA JARIYAH

Dalam Islam masing-masing orang akan memikul dosanya. Orang yang melakukan perbuatan dosa, maka dialah yang menanggung akibatnya. Firman Alloh ﷻ :

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ

"...Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain." (QS. 35 : 18)

Namun dalam Islam, ada juga dosa jariyah, yaitu dosa yang akan ditanggung dan mengalir kepadanya sekalipun ia telah meninggal. Dosa yang akan tetap ditimpakan kepada pelakunya, sekalipun dia tidak lagi mengerjakan perbuatan maksiat itu.

Sangat tragis memang, disaat mayit-mayit lain mendapatkan pahala dari amal jariyahnya yang terus mengalir, sedang orang yang berdosa ini mendapatkan aliran dosa dari orang lain.

Alloh ﷻ berfirman :

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS. 36 : 12)

Ibnu Katsiir dalam tafsirnya menjelaskan ayat ini bahwa 'bekas-bekas' yang dimaksud dalam ayat ini yakni bekas-bekas yang mereka tinggalkan, dengan kata lain suatu amal perbuatan yang jejaknya diikuti oleh orang lain sesudah ia tiada. Maka jika bekas-bekas itu baik, maka pelaku pertamanya mendapat pahala yang semisal dengan orang-orang yang mengikuti jejaknya tanpa mengurangi pahala mereka barang sedikit pun. Dan jika hal itu berupa perbuatan buruk, maka pelaku pertamanya mendapatkan dosa yang sama dengan orang-orang yang mengiktui jejaknya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka barang sedikit pun.

Lalu Siapakah Gerangan Mereka Yang Akan Mendapatkan Dosa Jariyah?
Orang-orang tersebut antara lain pelopor keburukan dan kemaksyiatan.
Rasulullah ﷺ bersabda :

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء

“Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Oleh sebab itu setiap kali orang lain mengikuti keburukannya, maka ia dosanya mengalir juga padanya. Itu jugalah sebabnya anak Nabi Adam yang melakukan pembunuhan pertama kalinya akan mendapatkan dosa dari semua orang di dunia yang juga melakukan pembunuhan.

Sabda Rasulullah ﷺ :

لاَ تُقْتَلُ نَفْسٌ ظُلْمًا إِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا

“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian, orang yang mengajak kepada kesesatan. Orang yang mengajak orang lain kepada  kesesatan, maka setiap orang yang tersesat, maka ia ikut menanggung  dosa orang tersebut. 
Firman Alloh ﷻ :

لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

"Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan)." (QS. 16: 25)

Ibnu katsir menjelaskan mereka menanggung dosa mereka sendiri dan dosa orang lain yang mengikutinya. Dan mereka sama sekali tidak diberi keringanan adzab karena dosa orang yang mengikutinya.

Juga Rasulullah ﷺ bersabda :

مَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

“Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad dan Muslim)

Tidak ada diantara kita yang ingin memikul dosa jariyah. Semoga Allah melindungi kita darinya. Menjaga adab diri agar tidak menjadi contoh yang buruk bagi orang diri. Dan tidak menebar kesesatan yang membuat orang lain tersesat akidahnya.

Wallahu'alam


🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
        💘TaNYa JaWaB💘

0⃣1⃣ Mulifa ~ Jakarta
Apabila tanpa kita sadari, kita melakukan dosa jariyah, bagaimana bila kita sudah mentaubati dosa tersebut, apakah masih tetap dosa jariyah itu mengalir kepada kita?

Apa ada cara untuk menghentikan dosa jariyah?

🔷Jawab:
Jika sudah taubat, artinya dia meninggal semua perbuatan dosa yang pernah ia lakukan. Terus mendekat pada Allah. Pada titik dia berhenti dari perbuatan dosa tersebut, dan bertaubat, maka Allah akan mengampuni dosanya.

Adapun orang-orang yang masih melakukan perbuatan dosa karena 'orang tadi yang sudah taubat'  maka itu dosanya. Setiap orang akan ditanya akan perbuatannya, dan setiap orang akan menanggung dosanya. Urusan dosa jariyah setelah taubat, biarlah Allah yang menentukan. Karena seungguhnya ampunan Allah lebih luas dari pada dosa hamba-Nya.

Wallahu'alam

0⃣2⃣ Lisa ~ Malang
Afwan ustadz, kalau seorang ibu mengajarkan anak tentang hal-hal mitos.

Misal waktu anak tantrum ditakut-takuti ada hantu loo.... kalau nangis, atau tidak sengaja mengajarkan apa yang orang tua dulu ajarkan seperti kalau nasinya tidak habis ayamnya mati, apakah juga termasuk dosa jariyah ustadz?

🔷Jawab:
Kalau itu sifatnya kan 'mentakut-takuti' saja agar tidak melakukan hal-hal mubazir atau mendiamkan anaknya. Rasanya bukan termasuk dosa jariyah.

Wallahu'alam

0⃣3⃣ Rahma ~ Cisalak
Bismillah
Assalamu'alaykum wr.wb.

Ustadz, agaimana ustadz caranya supaya dosa jariyah ini bisa dihapus, supaya tidak mengalir terus menerus dari orang-orang yang mengikuti dosa kita.
Afwan.

🔷Jawab:
Baca jawaban nomor 01 ya. Jawabannya demikian.

Wallahu'alam

0⃣4⃣ Sasi ~ Bandar Lampung
Bismillaah...

Ustadz, saya pernah bertanya satu masalah syariah dan dapat dua jawaban yang berbeda dan saya share jawaban pertama dari seorang ustadzah. Kemudian saya dapat jawaban kedua berbeda dari seorang ustadz.

Jika terjadi seperti ini bagaimana? Saya khawatir terjebak dalam dosa jariyah karena jawaban kedua dari seorang ustadz lebih kuat dalilnya.

Syukron.

🔷Jawab:
Jika tidak disengaja tidak mengapa, karena memang tidak ada niatan untuk menyembunyikan kebenaran. Tapi jika ada dalil yang lebih kuat, sebaiknya disampaikan juga, agar penanya lebih terbuka pikirannya. Juga lebih kuat memegang dalilllnya.

Wallahu'alam

0⃣5⃣ Han ~ Gresik
Assalamu'alaikum,

Tadz, bagaimana tuch dengan sekarang yang pada demen atau hoby selpiiii...
Yang secara tidak langsung itu khan juga mengumbar aurat yang tidak berhijab. Dan bahkan yang berhijab juga banyak yang selpii...
Apakah itu tidak menimbulkan apalah...
Di mata laki-laki atau orang yang melihatnya yang kadang menimbulkan syahwat.

Menyikapinya bagaimana itu tadz sebagai pelaku selpiii dan penikmat selpiii... Biar tidak dosa begitu kebawa sampai tutup usia!

🔷Jawab:
Wa'alaykumussalam wr.wb.

Sebaiknya jangan terlalu banyak selfi, karena akan banyak timbul fitnah jika foto tersebut disebar, terlebih jika tidak menutup aurat.

Yaa tentu berdosa, berapa banyak orang yang akan melihatnya. Selfi boleh, tapi untuk diri sendiri aja, lihat betapa tubuh yang indah itu sebentar lagi akan berubah jadi berkerut, dan akan tiba saatnya dimasukkan ke liang lahat, lalu dimakan ulat dan busuk. Maka apa yang dibanggakan dari selfi tersebut!!!

0⃣6⃣ Safitri ~ Banten
Assalamuaikum, 

Kalau kita uplod foto tidak bermaksud buat pamer dan lain-lain. Terus saya mikirnya begini "kan tidak ada nomor kontak cowok lain ada juga saudara sama yang sudah pada tua begtu ustadz. Saya juga biasa saja tidak menarik. Nah itu bagaimana, sama saja dosa tidak?
Terimakasih

🔹Jawab :
Wa'alaykumussalam wr.wb. 

Sekadar saja dan tidak buka aurat, insyaAllah tidak mengapa. Yang jadi masalah jika 'kecantikan' nya jadi objek selfi setiap hari agar dipuji orang, dilihat orang, dan sebagainya. Apalagi selfinya mengumbar aurat.

🌷Hmmm iya ustadz,  saya emang mikirnya begitu, tapi kenapa sih pendapat orang lain malah berlebihan itu yang dosa saya apa mereka-mereka ustadz?

🔹Berarti tidak usah banyak selfie bu, sesekali bolehlah.


🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
 💘CLoSSiNG STaTeMeNT💘

Baiklah, selamat bermalam jumat ya buat semua, jangan lupa baca surah al kahfi.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.