Minggu, 31 Juli 2022

JALAN HIDUP


OLeH: Ustadz Mukhtar Azizi, S.Pd.I

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌀 JALAN HIDUP

Saat ini kita masuk ke dalam jalan hidup, kemana ya kita melangkah dalam kehidupan fana ini.

Setiap manusia lahir, hidup, lalu mati. Kecil, akhirnya membesar. Muda, lama-lama tua. Muncul kesenangan, terkadang berganti kesedihan. Sehat dan sakit. Semua fana. Semua pasti selalu berubah, bergerak, dan berjalan. Tetapi semuanya akan berhenti dan berakhir. Dan dalam menjalani semua takdir kehidupan itu, manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan. Sehingga, yang bisa kita lihat dalam perjalanan di muka bumi ini adalah hidup hanyalah kesempatan untuk membuat pilihan-pilihan. Segalanya digulirkan dan digilirkan.

Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam kehidupan ini. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair) dan yang kedua ialah kebahagiaan (as-sa’adah). Dua hal tersebut yang harus dipenuhi oleh manusia yang menginginkan kehidupan yang sempurna dan luar biasa. Walaupun pada kenyataannya tidak ada yang sempurna dan luar biasa di dunia ini kecuali Alloh ﷻ. Jika dua hal tersebut terpenuhi dalam setiap perjalanan hidup manusia, jelas akan membuat manusia merasakan ketentraman lahir dan batin. Hanya saja, untuk mewujudkan kedua hal tersebut memang bukanlah sesuatu yang mudah. Masing-masing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya, perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia.

Perbedaan cara pandang yang akhirnya menjadi perbedaan persepsi itu memunculkan beragam cara hidup atau yang lebih populer disebut sebagai perbedaan gaya hidup. Bagi umat muslim, gaya hidup setiap individu telah diatur oleh Alloh ﷻ dan Rasul-Nya melalui Al Qur’an dan As Sunnah. Keduanya adalah penuntun yang paling tepat untuk menuju ke arah jalan yang lebih lurus. Namun, seiring perkembangan zaman sepertinya telah mengubah sebagian besar kaum muslim dalam memahami tuntunan dalam menjalani hidup. Saat ini sebagian orang memang bergaya hedonis, suka berfoya foya dan hanya memikirkan kepentingan duniawi saja. Sungguh hal tersebut sangat bertentangan dengan gaya hidup sebagaimana yang diperintahkan oleh Alloh ﷻ dan Rasul-Nya.

Dalam pandangan Islam gaya hidup dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, pertama gaya hidup Islami dan kedua gaya hidup jahili. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat, yaitu tauhid. Inilah gaya hidup orang beriman. Adapun gaya hidup jahili, landasannya bersifat relatif dan rapuh penuh dengan nuansa kesyirikan, inilah gaya hidup orang kafir. Setiap individu muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Hal ini sejalan dengan firman Alloh ﷻ berikut ini yang artinya:

قُلۡ هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِيۖ وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ 

“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh ﷻ dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Alloh ﷻ, dan aku tiada termasuk orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf: 108)

Berdasarkan arti ayat tersebut, jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib bagi setiap muslim, dan gaya hidup jahili adalah haram hukumnya. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin, sebab justru gaya hidup jahili yang diharamkan itulah yang mendominasi sebagian besar gaya hidup umat Islam. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda:

“Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta.” Ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ, “Ya Rasulullah ﷺ, mengikuti orang Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. al-Bukhari dari Abu Hurairah, shahih)

Wallahu a’lam bishawab

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0⃣1⃣ iiN ~ Boyolali
Ustadz, mohon penjelasannya maksud dari sabda Rasulullah ﷺ  yang bagian terkahir materi?

🌀Jawab:
Bila hidup di ukur dengan materi akan rusak kehidupannya, maka nilai yang mulia ada pada ketakwaan akan selamat di dunia dan di akhirat.

🌷Ustadz kan kadang juga manusia butuh pengakuan biar ada hubungan baik, kalau memang dia ingin hidup hedonis untuk pengakuan itu, apakah juga masih salah ustadz?

Kan ada juga yang bilang, hedon ku itu belum ada apa-apanya sama hedon dia, jadi aku itu masih dalam tahap biasa saja.

🌀Yang hedonis akan jauh dari ridho Alloh ﷻ. Yang diterima oleh Alloh ﷻ bila sesuai dengan petunjuk ilahi, jadi tidak terpusat pada manusia.

🌷Hedonis itu sudah pasti ada ukurannya ya ustadz? Kalau dia memang super kaya raya bagaimana ustadz?

🌀Hedonis ukurannya terletak pada menunjukan jati diri secara nampak dengan harta yang dimiliki secara Hura-hura. Oleh karena itu harta menjadi berkah bila dijadikan ibadah untuk berinfak dan bershadaqah di jalan yang Alloh ﷻ ridhoi.

Wallahu a’lam bishawab

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Jalan terbaik hanya dapat ditempuh dengan kesabaran dan keikhlasan dalam beribadah dan beramal shalih.

Wallahu a’lam bishawab

PENYAKIT ISTIBTHA


OLeH: Ummi Yulianti, S.Pd

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

💎 PENYAKIT ISTIBTHA'

بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمن الرَّحِيْمُ


السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
 الحمد لله 
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ...

ام بعد

Segalanya milik Alloh ﷻ apa yang ada di langit dan bumi, kenikmatan dan kesusahan asalnya dari Alloh ﷻ sudah selayaknya kita panjatkan puji dan syukur hanya kepada Alloh ﷻ. 

Agama Islam adalah agama yang mengangkat dan membebaskan manusia dari zaman jahiliah zaman kegelapan menuju ke zaman yang terang benderang, sudah selayaknyalah kita sebagai umatnya senantiasa menghaturkan sholawat dan salam hanya kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Istibtha' adalah penyakit hati yang menyebabkan seseorang berambisi untuk segera berhasil atau sukses sebelum waktunya. Istibtha menyebabkan perilaku manusia menjadi tamak, tidak bersyukur, terburu-buru, hingga mengabaikan tentang konsep takdir Alloh ﷻ.

Umumnya rasa ingin cepat meraih apa yang diimpikan terjadi pada anak muda. Hal itu terjadi lantaran kehidupan anak muda zaman sekarang penuh persaingan. Terutama disebabkan interaksi di media sosial yang sangat tinggi.

Begitu pula informasi di internet telah membuat mereka banyak pengetahuan terkait cara-cara instan. Terpedaya mengikuti langkah tersebut padahal ternyata cuma kedok penipuan. Serta ada yang terpancing hutang di aplikasi pinjaman online demi memenuhi gaya hidup.

Obsesi ingin cepat bisa unjuk diri dengan tampil kaya biar dibilang sukses merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa. Apalagi itu ditempuh secara prematur. Dia haus akan pujian dan perhatian orang lain. Serta merasa bangga tatkala kesuksesan tersebut bisa diperoleh dengan cepat.

Orang yang merasa rezekinya datang terlambat, serta di sisi lain ingin segera punya aset tertentu, merupakan pemicu istibtha'. Akibatnya, bakal menempuh segala cara demi mendapat apa yang diidam-idamkan. Misalnya berhutang secara riba, menipu, manipulasi, korupsi, mencuri, atau perbuatan haram lainnya.

Belum tiba waktunya proposal proyek, tender, atau bantuan bisa lolos lantas melakukan suap. Belum saatnya diterima kerja atau naik jabatan langsung melakukan kolusi dan nepotisme demi pekerjaan. Kemudian membeli rumah maupun kendaraan secara riba. Hasrat ingin memiliki dunia sebelum waktu ketentuan jadi alasan manusia menabrak syariat Islam.

Jangan takut kehilangan rezeki. Hindari merebut hak orang lain. Bagian rezeki semua manusia pasti terbagi-bagi secara sempurna tanpa secuil pun terlewat. Kalau tetap memaksakan diri berbuat zalim itu akan menyulitkan diri sendiri. Yakinlah, terkadang rezeki malah datang sendiri tanpa harus dipancing. 

Bagaimanapun juga manusia tak dituntut oleh Alloh ﷻ semasa hidup agar punya rumah, tanah, mobil, duit banyak, atau bunga dunia lainnya. Manusia diperintahkan oleh-Nya hanya untuk menjadi pribadi bertakwa. Kesimpulannya, proses mengais rezeki lebih penting daripada berapa hasil yang digapai.

Apa yang patut dibanggakan ketika meraup kesuksesan menggunakan langkah-langkah kotor, najis, dan menjijikkan. Terlebih setelah itu uangnya digunakan membeli barang-barang tertentu untuk dipamerkan. Ingatlah, teramat menyesal para pendosa besar yang tidak taubat. Selain di azab di dunia, mendapat pula siksa lebih pedih di akhirat.

Ironi manusia, banyak orang yang takut miskin tapi tidak takut dosa. Kenyataannya, perbuatan dosa lah yang dapat mendatangkan murka Alloh ﷻ. Di mana, murka-Nya merupakan sebenar-benarnya bencana besar yang lebih buruk dari kemiskinan. Dua hal yang tidak sebanding.

Kaidah yang berlaku sudah jelas yaitu sehebat apapun usaha yang dijalankan kalau belum rezeki tidak akan begitu menghasilkan. Asumsi lain, dua pengusaha boleh saja menggunakan cara sama persis di bidang bisnis yang sama, malah lokasi berdekatan, tapi rezeki mereka tetap beda.

Apa yang dihasilkan dari setiap ikhtiar manusia sampai kapanpun tidak akan melampaui ketetapan jatah rezeki yang sudah ditakdirkan. Pembagian rezeki tidak berdasar pada amal ibadah. Namun, bukan berarti mesti statis (diam). Justru umat Islam dituntut dinamis. Banyak bergerak dan berkreativitas sebagai bagian memenuhi perintah-Nya untuk bertebaran di muka bumi.

Sungguh merugi orang-orang yang ingin memperbesar diri dan mengharumkan nama, padahal kebutuhan sudah melebihi cukup, berhasrat membuka kran baru sebagai sumber penghasilan tambahan dengan cara berhutang riba. Tidak perlu memaksakan. Kalau memang rezeki pasti akan ada jalannya tersendiri.

Intinya, harus senantiasa bersabar dan terus ikhtiar menjemput rezeki dengan halal sebagai bagian ibadah dan wujud ketaatan pada-Nya. Bukan karena ingin segera kaya raya. Bukan disebabkan supaya dapat membeli sesuatu yang diinginkan. Dengan begitu harapannya rezeki jadi berkah. Memperoleh kebahagiaan sejati.

Demikian Paparan kali ini. Yang benar datangnya dari اللّه. Yang salah dari ketidaktahuan ana yang masih fakir ilmu agama.

Mohon maaf jika ada salah-salah kata dalam penulisan.

 العلم بلاعمل كا لشجر بلا ثمر

Ilmu itu apabila tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.

 جزاكم الله خير جزاء شكرا وعفوا منكم...
فا استبقوا الخيرات...

والسلام عليكم ورحمة الله و بر كاته

Wallahu a’lam bishawab

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ iiN ~ Boyolali
Bund, begini, kan banyak yang berkomentar disaat kita sudah punya rezeki bulanan terus kita tetap ingin mengembangkan, bisa usaha ini itu, dari komentar orang "masih kurang?", "uangmu buat apa sih?", "sudahlah, biarkan untuk kesempatan yang lain", apakah itu juga ambisi?

🔷Jawab:
Islam tidak melarang kita untuk menjadi kaya. Ketika kita banyak harta, dan harta tersebut bisa dimanfaatkan untuk orang banyak, tidak ada masalah dengan ambisi. 
Dengan catatan cara mendapatkan hartanya dengan cara yang halal sesuai koridor syar'i.

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣2️⃣ Kholis ~ Bogor
Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh ustadzah,

Seorang istri kan tidak wajib nyari nafkah, tapi bagaimana ya jika lihat kebutuhan keluarga yang banyak untuk dicukupi. Artinya jadi ikutan menjemput rezeki. Sekarang ini jadi membahas baik atau tidak nya, karena anak-anak sudah besar.

* Apa lagi yang dikejar?
* Kan tidak wajib?
* Kalau sudah usia segitu ya perbanyak ibadah saja.

🔷Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh

Disepakati lagi dengan suami bagaimana baiknya. Kalau suami ridho istrinya keluar, tidak masalah tetap kerja. Kalau suami keberatan, bisa menambah penghasilan tanpa keluar rumah, misalnya jualan online.

Wallahu a’lam bishawab

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya. Karena itu jangan kalian memiliki penyakit istibtha' dalam masalah rezeki.” [SDM. Baihaqi dalam Sunan al-Kubro 9640, disahihkan Hakim dalam Al-Mustadrak 2070 dan disepakati Ad-Dzahabi]

Wallahu a’lam bishawab

CITAYAM FASHION WEEK


OLeH: Bunda Heradini Faizah, S.Psi

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌸 CITAYAM FASHION WEEK

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

اعوذبالله من الشيطان الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْه
ِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَهَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Puji syukur ke hadirat Allah ﻋﺰّﻭﺟﻞّ atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga kita bisa berjumpa di room bidadari surga.

Tema kita malam ini adalah Citayam Fashion Week.

Akhwati fillah....
Tentunya antunna sudah tidak asing dengan istilah di atas yang sempat viral di media sosial bahkan sampai sekarang. 

Berawal dari jalur pejalan kaki biasa, jalanan di sekitar Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta berubah menjadi tempat nongkrong dan ruang bebas berekspresi bagi anak muda.

Fenomena itu pun disebut sebagai Citayam Fashion Week yang lagi hangat di media sosial.

Satu hal yang menarik dari fenomena Citayam Fashion Week adalah outfit yang dikenakan para remaja SCBD (Sudirman, Citayam, Bojonggede, Depok) itu seolah jadi ajang adu gaya.

Kebanyakan dari mereka mengenakan busana yang mungkin sudah dipersiapkan matang-matang untuk sekadar nongkrong di sana.

Seperti Vincent, pria berusia 27 tahun asal Palembang, Sulawesi Selatan yang sudah tinggal di kawasan Jakarta Timur selama 6 tahun.

Fenomena "Citayam Fashion Week" di kawasan Jalan Sudirman, DKI Jakarta, masih menarik perhatian masyarakat.

Fenomena ini bermula dari muda-mudi yang mayoritas berasal dari daerah penyangga Jakarta seperti Depok, serta Citayam dan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.

Mereka memenuhi kawasan bisnis SCBD dengan gaya busana nyentrik dan dominasi warna monokrom.

Bahkan kini, tidak sedikit yang menyebut kawasan bisnis SCBD bukan lagi merujuk Sudirman Central Business District, melainkan Sudirman, Citayam, Bojong Gede, dan Depok.

Sosiolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Dr Drajat Tri Kartono mengungkapkan, Citayam Fasion Week merupakan salah satu bentuk kreativitas yang disebut dengan fashion.

"Street fashion ini memang merupakan gejala yang muncul di berbagai dunia, di Jepang, itu juga ramai di Korea, bahkan di negara-negara Amerika dan Eropa," kata Drajat kepada Kompas.com, Senin (18/7/2022).

Menurutnya, street fashion adalah salah satu cara anak-anak muda untuk menonjolkan identitas dirinya.

Dengan street fashion, mereka akan menarik perhatian, menghimpun kumpulan orang, serta membuat orang-orang mengakui dirinya.

Tidak hanya bentuk kreativitas, kerumunan atau crowd yang berhasil dihimpun oleh fenomena Citayam Fashion Week juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal oleh masyarakat.

Drajat memandang, fenomena Citayam Fashion Week sebagai urban subversif atau subversif perkotaan.

"Subversif di sini dalam artian bahwa ada inisiatif, kreativitas, dan langkah nyata dari masyarakat yang tidak mendapatkan akses pada kebutuhan yang dibutuhkan." Jelas Drajat.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan, masyarakat membutuhkan pakaian yang bagus dan diakui. Namun, tidak semua pakaian tersebut bisa didapat dengan harga terjangkau.

Beberapa masyarakat juga memiliki keinginan untuk mengikuti ajang mode seperti fashion show.

Sayangnya, sebagian besar ajang mode dibuat secara selektif, sehingga tidak semua orang bisa mengikutinya.

"Sehingga kemudian muncullah kreativitas-kreativitas dari yang memiliki kebutuhan, tapi tidak memiliki akses di situ," ungkap Drajat.

"Kreativitas ini yang kemudian berkembang di jalan. Urban subversif itu berkembang di jalan, kemudian muncullah tampilan seperti Citayam (Fashion Week) ini," lanjut dia.

Akhwati fillah.....
Makin ke sini kemudian citayam fashion week menimbulkan masalah baru. Selain masalah sampah berserakan akibat ulah sebagian oknum remaja yang kurang bertanggung jawab, tampak pula beberapa bocah di bawah umur yang mengekspresikan dirinya dengan cara nongkrong sambil merokok.

Salah satunya seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun. Ia datang dari Tanjung Priok untuk berkumpul dan menikmati rokok bersama kawan-kawannya. Ia sengaja memanfaatkan momen nongkrong untuk merokok, karena di rumah ia tidak diperbolehkan.

"Kita rokok biasanya sih patungan, di rumah enggak bisa kan? Ini sebungkus ramean sih, paling habis berapa jam doang barengan," ucapnya.

Sementara itu, ada pula remaja perempuan berusia 13 tahun berasal Depok dan masih berstatus sebagai pelajar kelas satu Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Ia merokok hanya untuk iseng-iseng. Uang untuk merokok ia dapatkan dari orang tua sebagai ongkos bermain.

"Aku uang dari ongkos sih dikasih orang tua, ya enggak bilang buat merokok. Belum boleh," ucapnya sambil menghisap rokok. 

Akhwati fillah.....
Kita memandang bahwa fenomena citayam fashion week adalah fenomena beberapa anak muda untuk mengaktualisasikan diri sekaligus ini adalah perilaku narsis yang sedang berkembang di tengah masyarakat. 

Apa itu aktualisasi diri?
Pengertian aktualisasi diri disebut juga dengan self actualization ini ialah suatu kebutuhan seseorang individu di dalam menggunakan, dan juga mengembangkan serta juga kemudian memanfaatkan potensi, dan bakat serta juga kapasitas yang dipunyai untuk kemudian menghasilkan serta juga mewujudkan dirinya sesuai dengan keinginannya.

Definisi aktualisasi diri ini ialah suatu keinginan seseorang di dalam menggunakan seluruh kemampuan dirinya untuk kemudian mencapai apapun yang mereka mau serta dapat atau bisa dilakukan.

Di dalam buku yang berjudul "Hierarchy of Needs" dinyatakan oleh seorang ahli jiwa yakni Abraham Maslow itu memakai istilah aktualisasi diri atau self actualization ini sebagai suatu kebutuhan serta juga pencapaian tertinggi dari diri seorang manusia.

Selain proses mengaktualisasi diri, ada terselip perilaku narsistik dikalangan mereka. 

Narsistik adalah kondisi gangguan kepribadian di mana seseorang akan menganggap dirinya sangat penting dan harus dikagumi. Pengidap gangguan ini hampir selalu merasa dirinya lebih baik dibandingkan dengan orang lain. Pada beberapa kasus, orang dengan gangguan kepribadian narsistik diketahui selalu membanggakan pencapaiannya, padahal itu adalah hal yang biasa saja. 

Narsistik sendiri memiliki latar belakang kisah yang disebut berasal dari Yunani. Dikisahkan seorang pemuda bernama Narcissus jatuh cinta pada bayangannya sendiri ketika tidak sengaja melihat dirinya pada kolam air. Itulah mengapa narsistik identik dengan kebiasaan terlalu membanggakan dan mencintai diri sendiri.

Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja. Namun, umumnya kepribadian narsistik mudah ditemukan pada usia awal dewasa serta pada remaja. Ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kepribadian narsistik, antara lain: 

1) Sikap orang tua yang meremehkan Si Kecil, mengejek rasa takut anak, serta kebutuhan Si Kecil.

2) Kurang pujian dan kasih sayang selama masa kanak-kanak.
Pujian serta memanjakan secara berlebihan.

3) Pola asuh atau pola didik orang tua yang tidak bisa diandalkan.

4) Mempelajari perilaku manipulatif dari orang tua.

Kedua perilaku di atas diwakili oleh 3 remaja yang cukup fenomenal
Jeje, Bonge, dan Roy.

Wallahu a’lam bishawab

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Han ~ Gresik
Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh 

Seperti harajuku yang di Jepang njih, Bund. Tapi ini yang di CFW kebanyakan anak yang putus sekolah dan sepertinya dan masih pada muda-muda. Dan lagian juga di sana akhirnya jadi tempat pergaulan bebas ajang cari pacar dan lain-lain. Kenapa ya, Bund trend yang seperti ini malah lebih cepat terkenal daripada yang berbau Islami?

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh

Sepertinya memang sesuatu yang viral itu identik dengan yang buruk-buruk. Mungkin ini didasari oleh standard  nilai masyarakat yang makin menurun normanya. 

Remaja yang meraih 23 medali pada olimpiade tingkat dunia tidak mendapatkan apresiasi dari pemerintah apalagi kok sampai viral. Remaja yang memenangkan penghargaan tilawah Qur'an pun tidak mendapatkan apresiasi apa-apa. Begitulah kondisi masyarakat saat ini. Tugas kita? Teruslah membangun mental, akhlak, dan akidah para remaja meski tidak akan pernah viral di dunia. 

🔹Iyes, Bund, miris lihatnya sekarang. Sudah begitu orang tua mendukung pula. 

Bukan anaknya saja sepertinya yang harus dibangun akhlak, akidah dan mentalnya, tapi orang tuanya juga njih, Bund.

🌸 Benar. Tugas kita adalah memperbaiki keadaan mulai dari lingkungan terdekat yaitu Keluarga.

🔹Bahkan sampai ada artis yang memfasilitasi dengan modal ratusan juta ya, Bu ustadzah.

0️⃣2️⃣ Sasi ~ Balam
Menurut bunda adakah yang menggerakkan ini? 

Melihat sebuah fenomena itu kan juga harus kritis ada "aktor" di baliknya, Bun, begitu tidak sih, Bun? 

Karena ini mengarah pada degradasi moral anak-anak kita kan ya, Bun.

🌸Jawab:
Pasti ada
Siapakah?
Belum tahu.

🔹Gemeeeeuuzz, Bun.
Dulu saya sangat tertarik dunia fashion, sampai karya tulis pun tentang fashion, jauh sebelum mengerti syariat. 

Pasti aktor intelektualnya, Bun, yakin ada. 
Motifnya sih jelas ya, Bun, merusak akhlak dan adab anak-anak.

🌸 Ada aktor intelektual di balik semua ini. Termasuk  juga konspirasi dari kaum elit entah negeri apa.

Wallahu a’lam bishawab

🔹Setujuuuuuu, Bun... 
Ini elit global, Bun, menyerang anak-anak atau generasi muslim
Subhanallah.

0️⃣3️⃣ iiN ~ Boyolali
Bunda tentang hal ini, kenapa mereka dijadikan sebagai contoh?

🌸Jawab:
Karena mereka tidak memiliki dan mendapati contoh-contoh yang baik.

🔹Bund, kalau melihat di sosmed kan itu seperti yang sudah disampaikan bunda di awal, apakah hal yang tidak disengaja itu ada yang menggerakkan?

🌸 Perlahan digerakkan untuk menjauhkan mereka dari nilai-nilai Islam. Dirusak dari keluarganya dulu.

🔹Bunda, kalau dengan alasan, ini adalah cara mereka mengekspresikan diri dalam fashion dan ternyata didukung sosmed, bagaimana?

🌸 Setiap kali kejelekan muncul, maka pasukan syaiton akan mendukung penuh.

🔹Pasti seperti inikah, Bund?

Na'am, Bund

🌸 Merusak generasi itu diawali dengan merusak kaum perempuannya.

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣4️⃣ Evi ~ Jakarta 
Bagaimana seharusnya sikap kita sebagai orangtua di jaman ini memberikan pengertian penjelasan kepada anak-anak kita yang baru menjadi remaja agar tidak mengikuti perkembangan yang salah seperti fenomena CFW. 

🌸Jawab:
Bangun komunikasi yang efektif dan terbuka dengan anak-anak. 
Buat kedekatan hati dengan anak-anak.

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣5️⃣ Sasi ~ Balam
Bismillah... 

Bun, jujurly, hehe, fenomena ini unik yaa, kalau cepat viral sih, memang "ulah netijen di Indonesia seperti itu ya. Kalau orang-orang melihat fenomena ini sebagai tren fashion kalangan sub urban dan bukan yang pertama di dunia, tapi untuk kultur masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim menemui titik kritisnya, Bun. 

Karena SCBD ini justru menjadi "sentilan" untuk Pemkot Bogor dan Depok yang tidak punya ruang terbuka yang apresiatif untuk anak-anak remajanya. Apalagi Citayam ini lebih dekat ke Depok ya. 

Saya lebih mengkritisi pada perilaku mereka yang lebih menghadirkan suasana "Pelangi" di sana. Ini bagaimana ya, Bun? Jika harus diantisipasi atau dikritisi selanjutnya.

🌸Jawab:
Benar sekali mbak Sasi.
Makin kesini, makin tidak terkendali. Banyak kaum pelangi yang mulai "berani" memunculkan diri dan karyanya.
Contohnya, kemarin ada 2 remaja laki-laki yang cukup ayu dan lincah menampilkan baju tangtop terbuka. Gayanya yang melambai khas kaum pelangi membuat penonton makin bersorak kegirangan melihat aksi 2 remaja tersebut. 
Dikhawatirkan memang itu akan menjadi ajang aktualisasi kaum pelangi sehingga mereka makin berani. 

🔹Iyaa, Bun, justru di sini titik kritisnya, bukan tidak mengapresiasi karya seni, selain karena fashion itu tidak sejalan dengan syariat, kehadiran kaum Pelangi sangat meresahkan, Bun. 

Justru dari sebelum viral seperti sekarang, begitu tahu, yang Saya lihat pertama itu show up dari kaum ini, Bun
#khawatirbanget

🌸Banget.
Khawatir karena pelangi itu penyakit menular.

🔹Iya, Bun, itulah.
Mengapresiasi mereka itu justru malah menjadi boomerang buat kita yang memang sangat mengantisipasi sepak terjang kaum ini.

🌸Yang bisa kita lakukan hanyalah, jangan melihat, jangan mengapresiasi apalagi menghargai mereka.

🔹Setuju, Bun. 
Tapi runyamnya karena tokoh-tokoh masyarakat mulai banyak yang mengapresiasi, ini semakin menjadi momentum bahwa mereka diakui kan, Bun. 

Saya lihat belum ada tokoh agama yang mengkritisi fenomena ini, Bun.

Bunda, selain narsistik, adakah dari sisi Psikologi melihat atau mengkritisi fenomena SCBD ini? 

Karena bisa jadi akan diikuti poros Citayam Fashion Week ini oleh anak-anak di daerah sub urban lainnya. 

Ini sebagai fenomena protes sosial juga ya, Bun, untuk menundukkan hegemoni fashion di kalangan remaja yang selalu didominasi oleh Jakarta? 

Hegemoni outfit yang biasanya ratusan ribu-jutaan ternyata bisa dikalahkan dengan yang harganya kisaran di bawah 500 ribu.

🌸Benar.
Dunia fashion yang selama ini didominasi oleh gedung mewah dan out fit yang jutaan tentu membuat fashion sebagai langit yang tidak terjamah. Dengan cfw, membuat fashion seperti milik semua masyarakat. 

🔹Yess, Bun... 
Seperti harajuku style, street fashion yang memang sebagai bentuk untuk aktualisasi diri dan bentuk protes untuk hegemoni yang tidak terjamah itu.

Jazakillah khoir, Bunda, untuk materi dan diskusinya malam ini, always kereeeen.

Setidaknya tersalurkan keresahan-keresahan saya dengan fenomena ini.

🌸Aamiin wa iyyaki
Sekeren mbak Sasi.

🔹MasyaAllah tabarakallah.

0️⃣6️⃣ Aisya ~ Cikampek
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ada sebagian yang berpendapat keren dan mengapresisasi dari ajang itu, tapi ada sisi lain yang kita lihat dari segi agama ya, Nda, yaitu campur baur antara laki-laki dan perempuan, yang bukan tidak mungkin menuju ke pergaulan bebas, belum lagi yang umat muslim anak usia belasan (remaja) aurat terbuka seolah exist kreatif dan fashionable itu dibatasi sama outfit. 
Kira-kira tepat enggak ya, Nda, kita sebagai umat muslim malah justru ada yang menjadi penikmat lalu mengapresiasi fenomena ini, Nda?

Padahal kan generasi muda hari ini, itu bisa jadi pemimpin masa depan.

Saya melihat dari segi pribadi sebagai sosok ibu.

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi

Banyak sekali pelanggaran dari sisi hukum Islam. Selain seperti yang disebutkan tadi, ikhtilat, banyak hal lainnya. Aurot yang terbuka dan dipamerkan. Hilangnya rasa malu, tidak lagi memiliki maru'ah dan izzah. Miskinnya perhatian orang tua dan fungsi pengawasan yang lemah.

🔹Ya begitulah fakta remaja kita hari ini, Nda.

Seperti memilih exsistensi dibanding Pendidikan. Kan salah satu influence-nya juga ada yang dikasih beasiswa tapi dia menolak malah memilih jadi influence. Padahal di luar sana banyak orang-orang yang mengejar beasiswa termasuk Saya.

Kalau dilihat dari situ, apakah titik poinnya dari pendidikan juga, Nda?
Sepertinya pendidikan yang baik juga pasti tentu akan melahirkan atau membangun anak yang justru bukan mementingkan eksistensi diri ya, tapi kualitas diri dalam hal pemikiran dan intelektualitas. Yang kita lihat seksrang juga bisakah sebenarnya kesalahan dari didikannya, Nda?

🌸Baik tidaknya seseorang, tergantung pada banyak aspek,
1) Dirinya sendiri.
2) Lingkungan. Lingkungan itu terdiri dari 3 hal : lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar.

Dari kedua aspek tersebut di atas, memberikan kontribusi terhadap kemunduran akhlak remaja saat ini. Semuanya memberikan peran masing-masing. 

🔹Dari video ini bisa dilihat sisi baiknya, mungkin ini anak-anak membaca niat sholat menggunakan bahasa masing-masing bahasa kalbu (mungkin) atau mungkin belum baligh.

🌸Niatnya dalam hati. Saking dalamnya, sampai tidak bisa dimunculkan dalam bentuk kata-kata konkrit.

🔹Nggih, Nda.
Masyaallah kajian malam ini. Jadi banyak ilmu baru yang bisa saya pahami. Terima kasih banyak, Nda
Jazakallahu khair.

🌸Aamiin wa iyyaki

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Usia remaja adalah waktunya untuk menunjukkan dirinya sendiri dan apapun yang mereka miliki untuk mendapatkan pengakuan banyak orang.

Citayam Fashion week mampu memenuhi kebutuhan mereka untuk mengaktualisasikan diri. 
Tugas kita sebagai bagian dari masyarakat adalah mengawal acara tersebut untuk tetap on the track sesuai dengan norma masyarakat.

Wallahu a’lam bishawab

BAGAIMANA MENGISI HIDUP


OLeH: Ustadzah Azizah, S.Pd

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌀 BAGAIMANA MENGISI HIDUP

بسم الله الرحمن الرحيم

✿ ️اَلسَّلَامُے عَلَيْكُمْے وَرَحْمَةُ اللَّهےِوَبَرَكاَتُهْے

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله سيدنا محمد

Kesempatan hidup yang diberikan oleh Alloh ﷻ seharusnya tidak disia-siakan. Sebab orang-orang yang sudah meninggal mendahului kita ingin dihidupkan barang sehari saja untuk menambah ketaatan mereka pada Alloh ﷻ.

Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

‏غايةُ أمنيَّةِ الموتى في قبورِهم حياةُ ساعةٍ يستدركون فيها ما فاتهم من توبة وعملٍ صالحِ، ‏وأهلُ الدنيا يفرِّطون في حياتِهم فتذهبُ أعمارُهم في الغفْلَّةَ ضياعًا، ومنهم من يقطَعُها بالمعاصي.

"Angan-angan terbesar orang-orang yang telah mati di alam kubur mereka adalah hidup sesaat untuk meraih taubat dan amal shalih yang luput dari mereka, sedangkan orang-orang yang masih hidup di dunia ini justru menyia-nyiakan hidup mereka sehingga umur mereka habis percuma dalam kelalaian, bahkan sebagian mereka ada yang menghabiskannya untuk maksiat." [Lathaiful Ma’arif, hlm. 339]

Selayaknya kita yang masih ada waktu mengisi hari demi dalam kebaikan. Semoga dengan sebab kebaikan itu kita dimatikan dalam keadaan Husnul khatimah. 

Wajib bagi kita untuk selalu meminta diteguhkan di jalan hidayah. 

Agar tetap diteguhkan hati, ingatlah sebuah do’a yang selalu dibaca oleh Nabi. Amalkan do’a ini untuk memohon keteguhan dan keistiqomahan dalam menjalani ajaran Islam. 

Doa yang paling sering dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah doa,⁣
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ⁣
“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”

Ummu Salamah pernah menanyakan kepada Rasulullah ﷺ, kenapa do’a tersebut yang sering beliau baca. Nabi ﷺ seraya menjawab,⁣
يَا أُمَّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ آدَمِىٌّ إِلاَّ وَقَلْبُهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ⁣
“Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada diantara jari-jemari Alloh ﷻ. Siapa saja yang Alloh ﷻ kehendaki, maka Alloh ﷻ akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Alloh ﷻ pun bisa menyesatkannya.”⁣
(HR. Tirmidzi no. 3522. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)⁣

Setidaknya ada lima hal yang harus kita lakukan agar hidup kita dalam keselamatan, yakni:

1. Bersegera bertaubat.
2. Memiliki ilmu yang manfaat.
3. Senantiasa beramal sholih.
4. Mengikuti jalan hidayah.
5. Banyak-banyak  bersyukur.

◾1. Bersegera Bertaubat

Jangan pernah menunda taubat dan meremehkannya.

Bertaubatlah kepada Alloh ﷻ dengan cara yang benar dan jangan pernah bertaubat dengan cara yang tidak ada contohnya dari Rasul ﷺ.

Penuhi syarat taubat, ikhlas, menyesal, membenci kesalahan yang lalu, bertekad untuk tidak mengulanginya dan segera menyelesaikan semua permasalahan dengan manusia.

Kenapa kita harus segera bertaubat?

a) Karena Ajal Tidak Menunggu Taubat Tiba

ALLOH ﷻ berfirman:

وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

"Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)." (QS. Az Zumar: 54)

b) Jangan Merasa Aman Dari Murka ALLOH ﷻ

Ibnu Mas’ud berkata:

أكبر الكبائر الإشراك بالله والأمن من مكر الله
والقنوط من رحمة الله واليأس من روح الله

“Bahwa di antara dosa besar yang terbesar adalah berbuat syirik pada ALLOH ﷻ, merasa aman dari murka ALLOH ﷻ dan merasa putus asa dan putus harapan dari ampunan ALLOH ﷻ.” (HR. Ath Thobroni)

ALLOH ﷻ Maha Pengampun Atas Dosa-Dosa Hamba-Nya.

ALLOH ﷻ berfirman:

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan barangsiapa yang mengerja kan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada ALLOH ﷻ, niscaya ia mendapati ALLOH ﷻ Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisa’: 110)

Imam An Nawawi berkata:

”Seandainya seseorang berulang kali melakukan dosa hingga 100 kali, 1000 kali atau lebih, lalu ia bertaubat setiap kali berbuat dosa, maka pasti ALLOH ﷻ akan menerima taubatnya setiap kali ia bertaubat, dosa-dosanya pun akan gugur. Seandainya ia bertaubat dengan sekali taubat saja setelah ia melakukan semua dosa tadi, taubatnya pun sah.”
(Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/75)

a) Syarat Taubat

Ibnu Katsir menukil perkataan para Ulama:

“Taubat nasuhaa yaitu dengan menghindari dosa untuk saat ini, menyesali dosa yang telah lalu, bertekad tidak mengulangi dosa itu lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya atau mengembalikannya.”
(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 323)

Kembalilah kepada ALLOH ﷻ.
Setiap berbuat dosa kembalilah kepada-Nya. Kembalilah lagi dan lagi.

Seribu kali berbuat dosa, iringi lagi dengan seribu taubat.

Sungguh ALLOH ﷻ cinta dan sayang kepada hamba-Nya yang bertaubat hendak kembali kepada-Nya.

ALLOH ﷻ mengampuni seluruh dosa besar bahkan dosa syirik akbar jika bertaubat sebelum tiba ajal.

Kita bisa mengambil i'tibar (pelajaran) dari kisah seseorang dari Bani isroil yang telah membunuh 99 jiwa maka dia bertanya kepada seseorang ahli ibadah apakah ada baginya taubat dan ahli ibadah tersebut mengatakan "tidak" kemudian lelaki tersebut membunuh ahli ibadah itu maka sempurnalah yang dibunuhnya menjadi 100 jiwa. Kemudian dia pergi kepada seorang 'alim (orang yang berilmu) maka diceritakannya dan bertanya apakah ada baginya taubat? dan ahli ilmu itu menjawab "iya". Kemudian ahli ilmu tersebut menunjukkan kepadanya suatu negeri yang penduduknya adalah orang-orang sholeh agar dia keluar menuju negeri tersebut. Maka keluarlah dia menuju negeri tersebut akan tetapi di tengah perjalanan maut telah menjemputnya. Dan kisah tersebut masyhur, maka lihatlah beda antara seorang yang berilmu dan seorang yang bodoh.

◾2. Ilmu Yang Bermanfaat

Pastikan ilmu yang dicari adalah ilmu yang bersumber dari al-Qur’an dan hadits sahih dan sesuai dgn pemahaman sahabat Rasul ﷺ.

Kenapa ilmu itu penting? 

✓ Karena ilmu akan mengangkat derajat kita kelak di sisi Alloh ﷻ.

Alloh ﷻ Ta'ala berfirman:

يَرْفَعِ الله الَّذِيْنَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

"Alloh ﷻ akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al Mujadillah: 11)

✓ Sesungguhnya ilmu itu adalah warisan Nabi ﷺ sebagaimana Nabi ﷺ bersabda:

إن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهماً إنما ورثوا العلم فمن أخذه أخذ بحظ وافر

"Sesungguhnya para Nabi ﷺ tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tapi sesungguhnya mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambil ilmu maka dia telah mengambil bagian yang banyak." (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)

✓ Sesungguhnya ilmu itu akan kekal bersama manusia setelah matinya. 
Sungguh telah tsabit atau teguh di dalam hadits bahwasannya Nabi ﷺ bersabda:

إذا مات العبد انقطع عمله إلا من ثلاث صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له

"Jika telah mati seorang hamba maka terputuslah amalannya  kecuali diantara tiga perkara: ~ Shodaqoh yang mengalir, ~ atau ilmu yang bermanfaat, ~ Atau anak yang sholeh yang mendo'akannya." (HR. Muslim)

✓ Sesungguhnya Rasulullah ﷺ tidak mendorong seseorangpun untuk mengambil lebih atas sesuatu daripada nikmat-nikmat kecuali atas dua nikmat yaitu:
~ Menuntut ilmu dan beramal dengannya.
~ Kekayaan yang menjadikan hartanya untuk membantu Islam.

Dari 'Abdullah bin Mas'ud Radhiallohu 'anhu telah bersabda Nabi ﷺ,

لا حسد إلا في اثنتين رجل آتاه الله مالاً فسلطه على هلكته في الحق، ورجل آتاه الله حكمةً فهو يقضي بها ويعلمها

"Tidak ada hasad kecuali pada dua perkara, kecuali: ~ Seseorang yang Alloh ﷻ mendatangkan kepadanya harta, kemudian dia memanfaatkan dalam perkara-perkara yang benar, dan ~ Seseorang yang Alloh ﷻ mendatang kan kepadanya hikmah, kemudian dia mengamalkannya dan mengajarkannya." (HR. Bukhori)

✓ Sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya yang menyinari dengannya seorang hamba sehingga dia mengetahui bagaimana beribadah kepada Rabbnya dan bagaimana dia bermuamalah dengan sesama manusia (maka jadilah dia berjalan di atas ilmu dan bashirah).

✓ Sesungguhnya orang yang berilmu itu adalah cahaya yang memberi petunjuk dengannya manusia pada perkara-perkara agama mereka dan dunia mereka.

◾3. Senantiasa Beramal Shaleh

Pastikan semua amal yang kita kerjakan baik itu berupa amalan hati, lisan maupun anggota badan adalah amal yang dikerjakan karena perintah Alloh ﷻ dan sesuai dengan contoh Rasul ﷺ.

✓ Tujuh Sunnah Nabi Muhammad ﷺ setiap hari :

1. Sholat tahajud lah karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada sholat tahajudnya. 

2. Bacalah Al-Qur'an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al Qur'an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

3. Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemanapun langkah kan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan. Bukan karena panggilan muazin, tetapi panggilan Alloh ﷺ yang memanggil orang beriman untuk memakmurkan masjid Alloh ﷺ. 

4. Menjaga sholat dhuha, karena kunci rezeki terletak pada sholat dhuha. 

5. Jagalah sedekah setiap hari. Alloh ﷺ menyukai orang yang bersedekah, dan malaikat Alloh ﷺ selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. 

6. Jagalah wudhu karena Alloh ﷺ menyayangi hamba yang berwudhu. Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, "Orang yang selalu berwudhu senantiasa akan merasa selalu sholat walaupun ia sedang tidak sholat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, _"Ampuni dosanya dan sayangi dia ya Alloh ﷺ."

7. Amalkan istighfar setiap saat. Dengan beristighfar, maka masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Alloh ﷺ.

◾4. Mengikuti Jalan-jalan Hidayah

Apakah jalan hidayah itu? 

Berkata sa’id bin zubair, “yaitu menjalankan agama yang sesuai dengan cara Rasul ﷺ dan para sahabatnya radhiallahu ‘anhum."

Alloh ﷻ berfirman, ”Sesungguhnya Aku akan mencurahkan ampunan kepada hamba-Ku yang selalu bertaubat, beriman dan beramal shaleh kemudian meniti jalan hidayah.” (QS. Toha : 82)

Menurut ustadz Abu Darda Sufyan Al-Kandary hafizhahullah setiap manusia pasti akan mengalami 3 keadaan, yakni:

✓ Berada di atas kenikmatan.
✓ Tertimpa musibah.
✓ Terjatuh kedalam dosa.

Ketiga perkara di atas memiliki kewajiban masing-masing.
Jika mendapatkan nikmat maka wajib baginya bersyukur.
Jika mendapatkan musibah maka wajib baginya bersabar.
Jika terjatuh kedalam dosa maka wajib baginya memohon ampun kepada Alloh ﷻ.

”Maka siapa yang melakukan kewajiban dari tiga perkara tersebut, maka dia akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.”

🔹Beberapa contoh jalan hidayah:

Rasulullah ﷺ,⁣

"Sebaik-baik amal Shalih adalah agar engkau memasukkan kegembiraan kepada saudaramu yang beriman.". [HR. Ibnu Abi Dunya, Jamiush Shaghir no. 1096]
🔹Hadist ini cukup berat di amalkan karena sifat tabiat manusia lebih suka menyenang kan dirinya sendiri, baru orang lain. Memang karena sifat dasar manusia adalah egois dan ingin menang sendiri⁣.
🔹Jangan sampai terbalik.
"Senang kalau melihat orang lain susah dan susah kalau orang lain senang."⁣
Tentunya membuat gembira dengan cara-cara yang sesuai dengan syariat dan batasan Agama⁣.
🔹Bahkan puncak keimanan seseorang muslim adalah dia lebih mendahulukan kepentingan saudaranya dibanding diri mereka sendiri, sebagaimana pujian Alloh ﷻ kepada kaum Anshar yang menolong kaum Muhajirin⁣.
Alloh ﷻ berfirman,⁣
“Mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka sendiri sangat membutuhkan atau dalam kesusahan.”
(QS. Al-Hasyr: 9)⁣

🔹Menjadi mukmin yang baik. 
"Sesungguhnya orang mukmin itu orang yang tidak suka melaknat, mencela, berkata keji atau jorok, dan kotor.” (HR. Ahmad 1/416)

⁣🔹Tidak suka membuka aib saudaranya
Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Seorang mukmin itu biasa menutupi aib saudaranya dan menasihatinya. Sedangkan orang fajir (pelaku dosa) biasa membuka aib dan menjelek-jelekkan saudaranya.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 225).

🔹Berusaha menjadi hamba yang dicintai Alloh ﷻ 

Rasulullah ﷺ bersabda: ⁣
  إِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الْخَفِيَّ. (رواه مسلم)⁣

"Bertakwa (Taqiy) : Takut kepada Alloh ﷻ dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. "
"Sesungguhnya Alloh ﷻ mencintai hamba yang bertaqwa (Taqiy), kaya hati (Ghaniy), dan menyembunyikan amalannya (Khafiy)." (HR. Muslim)⁣

Kaya Hati (Ghaniy) : Tidak butuh kepada manusia dan merasa cukup dengan rezeki Alloh ﷻ. ⁣

Menyembunyikan 'Amalan (Khafiy) : Menjauhi ketenaran di antara manusia. ⁣

◾5. Banyak Bersyukur

a) Syukur adalah sifat orang beriman.
Rasulullah ﷺ bersabda,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim no.7692).

b) Syukur merupakan sebab datangnya ridha Alloh ﷻ, Alloh ﷻ berfiman;

وإن تشكروا يرضه لكم

“Jika kalian ingkar, sesungguhnya Alloh ﷻ Maha Kaya atas kalian. Dan Alloh ﷻ tidak ridha kepada hamba-Nya yang ingkar dan jika kalian bersyukur Alloh ﷻ ridha kepada kalian.” (QS. Az-Zumar: 7).

c) Merupakan sebab selamatnya seseorang dari azab Alloh ﷻ.
Alloh ﷻ berfirman,

ما يفعل الله بعذابكم إن شكرتم وآمنتم

“Tidaklah Alloh ﷻ akan mengazab kalian jika kalian bersyukur dan beriman. Dan sungguh Alloh ﷻ itu Syakir lagi Alim.” (QS. An-Nisa: 147).

d) Syukur merupakan sebab ditambahnya nikmat Alloh ﷻ berfirman,

وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’” (QS. Ibrahim: 7).

e) Orang yang bersyukur akan mendapat ganjaran di dunia dan akhirat.
Janganlah Anda menyangka bahwa bersyukur itu hanya sekedar pujian dan berterima kasih kepada Alloh ﷻ. Ketahuilah bahwa bersyukur itupun menuai pahala, bahkan juga membuka pintu rezeki di dunia. Alloh ﷻ berfirman,

وسنجزي الشاكرين

“Dan sungguh orang-orang yang bersyukur akan kami beri ganjaran.” (QS. Al Imran: 145).

🔹 Imam Ath Thabari menafsirkan ayat ini dengan membawakan riwayat dari Ibnu Ishaq, “Maksudnya adalah, karena bersyukur, Alloh ﷻ memberikan kebaikan yang Alloh ﷻ janjikan di akhirat dan Alloh ﷻ juga melimpahkan rezeki baginya di dunia.”
(Tafsir Ath Thabari, 7/263).


سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك واتوب اليك 

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم 

Wallahu a’lam bishawab

✓ Noted sumber tulisan;
1. Mutiara nasihat muslimah
2. Mulia dengan Sunnah
3. Muslimafiyah.com

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0⃣1⃣ Han ~ Gresik
Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh 

1. Bunda, bagaimana kita benar-benar bisa mengisi hidup ini dengan ilmu tapi bisa bermanfaat, yang mana kadang banyak orang mencari ilmu tinggi tapi kadang salah di pergunakan?

2. Dan bagaimana bund kita bisa membentengi anak dari pergaulan yang sekarang ini luar biasa pengaruhnya bagi kita semuanya terutama anak yang masih masa pertumbuhan ini?

🌀Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh

1. Harus disadari bahwa tujuan menuntut ilmu itu adalah untuk meraih amal kelak di akhirat. Jika tujuan menuntut ilmunya sekedar untuk mendapatkan dunia maka orientasi untuk mendapatkan dunia bisa jadi salah jalan, yakni menghalalkan segala cara. Bisa jadi dia tidak peduli salah dan benar. Yang penting pundi-pundi bertambah. 

Oleh karena itu sangat pemahaman kenapa menuntut ilmu syariat itu menjadi wajib setidaknya akan menjadi pagar biar tidak berjalan di rel yang salah.

Jika seseorang paham bahwa setiap waktu yang dia punya akan dipertanggungjawabkan, hartanya akan dipertanyakan dari mana dan untuk apa, maka seseorang akan lebih aware atau sadar untuk memilih jalan yang di ridhoi Alloh ﷻ bukan yang sebaliknya. 

Sebab dalilnya jelas, apapun yang sumbernya haram kemudian dimakan, maka tubuhnya lebih berhak atas neraka.

2. Kita sudah banyak melihat fenomena mengenaskan yang viral di medsos, siswi klas 8 SMP tiba-tiba melahirkan, anak laki-laki kecil membunuh atau bunuh diri karena tertekan dan terobsesi tontonan kekerasan. Semua adalah kenyataan saat ini. 

Itu kenapa penting kehadiran orang tua dimasa tumbuh kembangnya. Anak paham gender dia. Sehingga waktu tidak merubah pikirannya untuk kemudian berpindah gender. 

Memahamkan banyak hal positif pada anak, tidak bisa "bim salabim." Semua butuh proses panjang dan tidak instan. 

Yang terpenting adalah keteladanan, perasaan anak diterima oleh orang tuanya dan orang tua selalu ada disaat ia membutuhkannya.

Wallahu a’lam bishawab

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Alloh ﷻ memberikan kita kesempatan yang sama denga waktu yang sama (sama-sama 24 jam).
Tinggal kita mau memilih, bagaimana mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat atau sebaliknya.

Penyesalan pasti di akhir.
Jangan sampai saat waktu berakhir dan kita tidak bisa kembali lagi.
Kita baru sadar belum banyak melakukan banyak kebaikan.

Semoga kita senantiasa menjadikan kematian siapapun sebagai tadzkirah. Sehingga kita menjadi lebih waspada dan dewasa menyikapi setiap catatan takdir yang telah ditetapkan.

Wallahu a’lam bishawab

LIMPAHAN NIKMAT DIBALIK BERATNYA UJIAN


OLeH: Ibu Hj. Irnawati Syamsuir Koto

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

💎 LIMPAHAN NIKMAT DI BALIK BERATNYA UJIAN

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Sahabat-sahabatku...

Menjadi manusia adalah tanggung jawab yang besar. Kita dilahirkan di muka bumi menjalani hidup untuk beribadah kepada Alloh ﷻ dengan melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hal ini disebut dengan takwa. 

Tentu saja, Alloh ﷻ selalu memberikan ujian kepada manusia untuk menaikkan tingkat ketakwaannya. Kalau bisa dibilang, ini seperti ujian kenaikan kelas. Semakin sulit ujiannya, level atau tingkatan derajat yang didapatkannya akan semakin tinggi.

Salah satu ujian dari Alloh ﷻ untuk menaikkan derajat ketakwaan manusia adalah dengan ditimpakan musibah atau cobaan. 

Dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 155, Alloh ﷻ berfirman, “Dan sesungguhnya Kami memberikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Sahabat-sahabatku....
Di sini pasti pernah berada di posisi yang sangat tidak mengenakkan bukan? Kondisi yang benar-benar menyayat hati, menyudutkan diri, dan mengobrak abrik emosi. Hingga tidak jarang, banyak manusia yang tidak kuat dengan ujian tersebut, sampai berani melintasi garis larangan yang tidak bisa dibenarkan oleh Alloh ﷻ. Atau malah, Ia menjadi depresi dan berputus asa akan kekuatan Alloh ﷻ, berprasangka buruk kepada-Nya dan berakhir merutuk bahkan mengolok-ngolok-Nya. Padahal, jika ditelusuri bersama, Alloh ﷻ tidak akan membebani hamba kecuali menurut kemampuannya seperti yang difirmankan Alloh ﷻ dalam QS. Al-Baqarah ayat 286.

Jelas bukan? 

Seberat apapun musibah atau cobaan yang kita terima, Alloh ﷻ yakin kita bisa mengatasinya. Sebagai analogi, tidak mungkin anak SD mendapat ujian yang sama dengan anak SMA bukan? 

Ujian bagi masing-masing manusia berbeda, disesuaikan dengan kemampuannya. Jadi, ketika kita tertimpa musibah, hal yang harus kita yakini adalah Alloh ﷻ mempercayakan masalah ini kepada kita. Kita pasti bisa melaluinya jika kita ada niatan kuat untuk menyelesaikannya. 

Tenang saja, dibalik segala ujian dan cobaan pasti terselip hikmah didalamnya. 

Hikmah yang menjadi pelajaran berharga bagi perjalanan hidup kita. 

Hikmah yang bisa merubah sikap buruk di masa lalu, sehingga bisa menjadikannya lebih baik di masa depan. 

Hikmah yang menjadi bekal kita untuk meneruskan perjalanan di dunia, karena sejatinya hidup ini adalah sebuah perjalanan yang harus dinikmati dan dilalui dengan baik, mengumpulkan bekal yang cukup untuk amunisi di pemberhentian utama di akhirat nanti.

Jika kita sudah ditakdirkan mampu menyelesaikan setiap masalah yang datang, lalu bagaimana kita menyikapi masalah tersebut? 

Tentu saja kita harus memiliki senjata ampuh untuk mengatasinya bukan? Diantara senjata yang bisa kita gunakan adalah sabar, ikhlas, ikhtiar, dan syukur. Dengan kolaborasi empat senjata tersebut, yakinlah bahwa semua akan baik-baik saja dan berakhir melegakan.

SABAR, ketika cobaan datang, senjata pertama yang harus digunakan adalah SABAR. Sabar untuk tidak memaki, sabar untuk selalu berprasangka baik, dan sabar untuk menjalani hari-hari yang penuh cobaan. Kedua adalah IKHLAS, jika sabar sudah dikerahkan, amunisi kedua adalah ikhlas. Ikhlas bahwa cobaan ini adalah ujian dari Alloh ﷻ, ikhlas bahwa memang ini harus terjadi dan kita tidak bisa kabur dengan keadaan seperti ini. Ketiga adalah IKHTIAR yakni berusaha dhahir dan bathin untuk menghadapi dan menyelesaikan cobaan tersebut. 

Ikhtiar secara dhahir adalah dengan mencari tahu akar permasalahannya, dan bagaimana langkah-langkah yang harus diambil untuk menyelesaikannya. Sedangkan ikhtiar bathin adalah dengan berdoa, memohon ampun kepada Alloh ﷻ dan berharap agar selalu diberi kekuatan. Terakhir adalah syukur, karena dengan bersyukur atas nikmat apa saja yang masih tersisa, Alloh ﷻ pun akan menambah nikmat tersebut. Dengan ditambahnya nikmat tersebut, tentu saja kita akan terus memiliki kekuatan untuk menghadapinya.

Nah, jika semua sudah dilakukan, hal terakhir yang menjadi wajib adalah tawakal, menyerahkan semuanya kepada Alloh ﷻ. 

Karena Dialah yang memberikan cobaan, maka Dia pulalah yang akan mengakhirinya. Jangan putus asa, tetap semangat! Karena segalanya akan berlalu dan terus berputar hingga hari yang dijanjikan tiba. Jadi, untuk apa merutuki nasib buruk? 

Lebih baik bersyukur dan menikmati hidup yang telah diberikan oleh Alloh ﷻ untuk kita semua.

Saudaraku yang semoga dirahmati oleh Alloh ﷻ … 

Ketahuilah… Allah Taala akan menguji setiap hamba-Nya dengan berbagai musibah, dengan berbagai hal yang tidak mereka sukai, juga Alloh ﷻ akan menguji mereka dengan musuh mereka dari orang-orang kafir dan orang-orang munafiq. 

Ini semua membutuhkan kesabaran, tidak putus asa dari rahmat Alloh ﷻ dan tetap konsisten dalam beragama. Hendaknya setiap orang tidak tergoyahkan dengan berbagai cobaan yang ada, tidak pasrah begitu saja terhadap cobaan tersebut, bahkan setiap hamba hendaklah tetap komitmen dalam agamanya. Hendaknya setiap hamba bersabar terhadap rasa capek yang mereka emban ketika berjalan dalam agama ini.

Sikap seperti di atas sangat berbeda dengan orang-orang yang ketika mendapat ujian merasa tidak sabar, marah, dan putus asa dari rahmat Alloh ﷻ. Sikap seperti ini malah akan membuat mereka mendapat musibah demi musibah.

Renungkanlah…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya jika Alloh ﷻ mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho (terhadap ujian tersebut) maka baginya ridho Alloh ﷻ dan barang siapa yang marah (terhadap ujian tersebut) maka baginya murka-Nya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah At Tirmidzi berkata bahwa hadits ini Hasan Ghorib)

Dari Mush’ab bin Sa’id (seorang tabi’in) dari ayahnya berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

“Wahai Rasulullah ﷺ, siapakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka dia akan mendapat ujian begitu kuat. Apabila agamanya lemah, maka dia akan diuji sesuai dengan agamanya. Senantiasa seorang hamba akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)

Semoga kita yang sedang mendapat ujian atau musibah merenungkan hadits-hadits di atas. Sungguh ada sesuatu yang tidak kita ketahui di balik musibah tersebut. Maka bersabarlah dan berusahalah ridho dengan taqdir ilahi. Sesungguhnya para Nabi dan orang sholeh dahulu juga telah mendapatkan musibah sebagaimana yang kita peroleh. Lalu kenapa kita harus bersedih, mengeluh dan marah? Bahkan orang sholeh dahulu -sesuai dengan tingkatan keimanan mereka-, mereka malah memperoleh ujian lebih berat. Cobalah kita perhatikan perkataan ulama berikut.

Al Manawi mengatakan, “Barangsiapa yang menyangka bahwa apabila seorang hamba ditimpa ujian yang berat, itu adalah suatu kehinaan; maka sungguh akalnya telah hilang dan hatinya telah buta (tertutupi). Betapa banyak orang sholih (ulama besar) yang mendapatkan berbagai ujian yang menyulitkan. Tidakkah kita melihat mengenai kisah disembelihnya Nabi Allah Yahya bin Zakariya, terbunuhnya tiga Khulafa’ur Rosyidin, terbunuhnya Al Husain, Ibnu Zubair dan Ibnu Jabir. Begitu juga tidakkah kita perhatikan kisah Abu Hanifah yang dipenjara sehingga mati di dalam buih, Imam Malik yang dibuat telanjang kemudian dicambuk dan tangannya ditarik sehingga lepaslah bahunya, begitu juga kisah Imam Ahmad yang disiksa hingga pingsan dan kulitnya disayat dalam keadaan hidup. Dan masih banyak kisah lainnya.” (Faidhul Qodhir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, 1/518, Asy Syamilah)

Semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar ketika menghadapi musibah, baik dengan hati lisan atau pun anggota badan. Ya Alloh ﷻ, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang selalu ridho dengan taqdir-Mu.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan, suatu hari seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Wahai Rasulullah ﷺ, siapakah orang yang paling berat cobaannya?” Beliau ﷺ menjawab: “Para nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang sesudah mereka secara berurutan berdasarkan tingkat keshalihannya. Seseorang akan diberikan ujian sesuai dengan kadar agamanya. Bila ia kuat, ditambah cobaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringankan cobaan baginya. Seorang mukmin akan tetap diberi cobaan, sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikit pun.” (HR. Bukhari).

Hadits di atas menunjukkan bahwa bobot ujian yang diberikan Alloh ﷻ itu bertingkat. Semakin tinggi derajat keimanan, semakin berat ujian yang dialami seseorang. Berhadapan dengan banyak karakter, bertemu orang baru tentunya akan kita hadapi setiap saat. Sejenak mari kita renungkan hadits Nabi Muhammad ﷺ berikut ini, “Jika di antara kalian tertimpa musibah, hendaknya berkata: ”Sesunggunya kami milik Alloh ﷻ dan sesunguhnya kami akan kembali pada-Nya, Ya Alloh ﷻ saya hanya mencari pahala dari musibah ini di sisi-Mu, maka berikanlah kepada-ku pahala itu, dan gantikanlah aku dengan sesuatu yang lebih baik dari musibah ini.” (HR. Abu Daud).

Wallahu a’lam bishawab

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Setya ~ Solo
Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh Ustadzah,

Bolehkah kita membandingkan ujian kita dengan ujian orang lain, dalam rangka sebagai pelipur lara?
Misalnya: 
Kita sudah punya jodoh atau pasangan, tapi rezeki (berupa materi) pas-pasan, sedangkan tetangga sebelah belum ada jodoh, tapi rezekinya melimpah, begitu.

Mohon pencerahannya, Ustadzah, Syukron.

🔷 Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh 

Jika kita melihat ujian orang lain, bisa meningkatkan kesyukuran kepada Alloh ﷻ, tentu saja boleh. Akan tetapi jika melihat ujian orang lain malah membuat kita semakin terpuruk, maka lebih baik tidak membandingkan. Karena masing-masing kita akan diberi ujian sesuai dengan kemampuan masing-masing, Alloh ﷻ tidak akan melebihkan di luar kemampuan hamba-Nya. 

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣2️⃣ Han ~ Gresik
Bagaimana bu biar diri ini tidak membanding-bandingkan dengan orang lain, terutama dengan kesuksesan dan keberhasilan orang lain?

🔷Jawab:
Tingkatkan rasa syukur terhadap nikmat dan rahmat Alloh ﷻ yang telah diterima, untuk urusan dunia, maka lihatlah ke bawah, banyak orang-orang yang lebih sulit dari kita, bandingkan kondisi kita dengan mereka untuk urusan dunia. Tapi untuk urusan amal kebaikkan melihatlah ke atas, agar kita semakin meningkatkan ibadah. 

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣3️⃣ Titin ~ Surabaya
Assalaamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh Ustadzah...

Jika kita terlanjur merespon dengan hati yang nggerundel atas ujian yang menimpa bagaimana ya, Ustadzah?

🔷Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh Mba Titin

Istighfar sebanyak-banyaknya, Mba. Itulah obat bagi hati kita, dan penghubung antara dengan Alloh ﷻ untuk meraih Ridho-Nya. 

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣4️⃣ Aisya ~ Cikampek
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Dzah, orang kadang menilai suatu ujian itu sebuah azab.
Contoh orang yang tidak suka ke kita, ketika kita tertimpa musibah sebuah ujian Alloh ﷻ, mereka menganggapnya sebuah azab, Dzah. 

Bagaimana cara membedakan ujian dan azab, Dzah? 

🔷Jawab:
Wa'alaikumussalam Warahmatullohi Wabarakatuh

Membedakan antara azab dan ujian adalah, lihat kehidupan kita, apakah kita hidup di dalam keta'atan, atau sebaliknya hidup di dalam keingkaran, jika dalam keta'atan, maka yang datang adalah ujian dari Alloh ﷻ, begitu sebaliknya. 

Wallahu a’lam bishawab

🌷Masyaallah 
Jangan hiraukan pendapat orang berarti ya, Dzah, just ingat ketika dikasih ujian, apakah kita dalam ketaatan atau kemaksiatan. 

Barakallahu fikk, Dzah
Jazakillah khair

🔷 Iyaa kak.

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Sahabat-sahabatku... 

Hidup terus berjalan dan bergerak, tataplah ke depan dan di sana ada yang ingin kita capai. Setiap ada masalah kita harus mengambil hikmahnya, begitu juga teguran dari sahabat dan teman-teman kita. Biasanya yang menegur kita langsung dengan bahasa istilahnya "nyakitin dan jleb" berarti tandanya dia sayang sama kita. Lain halnya kalau ada yang tiba-tiba negor dan memojokkan kita, sampai kata maaf-pun tidak berarti baginya. Kalau sudah berhadapan dengan situasi seperti ini, lapang dada dan ikhlas itu saja prinsipnya. Kita hanya berdoa semoga hati ini dijauhkan dari rasa benci dan dengki.

Wallahu a’lam bishawab

Mohon maaf lahir dan batin. 

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuuh

SILAU DENGAN MATERI


OLeH: Ustadz Mukhtar Azizi, S.Pd.I

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌸 SILAU DENGAN MATERI

"Perbandingan antara dunia dan akhirat bisa diukur dengan seseorang yang mencelupkan jari tangannya ke dalam air laut. Lihatlah, seberapa banyak air yang ia dapatkan di jari tangannya itu.'' (HR. Ibnu Majah dari Al-Mustaurid)

Pada satu saat, Usman bin Affan bercerita, ''Suatu saat di tengah hari, aku melihat Zaid bin Tsabit keluar dari istana Marwan. Dalam hati, saya bertanya-tanya, ada apakah ia gerangan pada saat seperti ini? Aku yakin, pasti ada sesuatu yang penting ia bawa.'' Usman mendekati Zaid dan langsung bertanya, ''Ada apa gerangan wahai Zaid?''

Zaid menjawab, ''Aku membawa sesuatu yang aku dengar langsung dari Nabi ﷺ.'' Usman bertanya lagi, ''Apa yang Nabi ﷺ sabdakan kepadamu?'' Zaid menjawab, ''Rasulullah ﷺ bersabda, 'Siapa yang menjadikan dunia sebagai ujung akhir ambisinya, Alloh ﷻ akan pisahkan ia dengan yang diinginkannya (dunia), lalu Alloh ﷻ akan menjadikan kefakiran membayang di pelupuk kedua matanya. Padahal Alloh ﷻ sudah pasti akan memberikan dunia kepada setiap manusia sesuai dengan yang telah Ia tetapkan. Tapi siapa yang menjadikan akhirat sebagai ujung akhir ambisinya, maka Alloh ﷻ akan mengumpulkan dan mencukupi segala kebutuhannya di dunia. Lebih dari itu, Alloh ﷻ akan membuat hatinya menjadi kaya. Dunia akan selalu mendatanginya, meskipun ia enggan untuk menerimanya.' (HR. Ibnu Majah dari Usman bin Affan)

Dalam hadis yang lain, Rasulullah ﷺ mengungkapkan, ''Siapa yang menjadikan ambisinya semata-mata untuk meraih akhirat, Alloh ﷻ akan mencukupi kebutuhan dunianya. Tapi siapa yang ambisi meraih dunianya bermacam-macam, Alloh ﷻ tidak akan pernah peduli dengan yang ia inginkan. Ia justru akan menemui kehancurannya sendiri.'' (HR. Ibnu Majah dari Abdullah bin Mas'ud).

Sementara itu, Alloh ﷻ berfirman dalam sebuah hadis qudsi, ''Wahai anak cucu Adam, kalian mencurahkan segala ibadah hanya karena ingin ridha-Ku, pasti akan Aku penuhi hatimu dengan kekayaan. Aku juga akan tutup kefakiranmu. Jika tidak demikian, Aku akan penuhi hatimu dengan segala kesibukan. Aku juga tidak akan menutupi kefakiranmu.'' (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

Wallahu a’lam bishawab

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Atin ~ Pekalongan
Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh Ustadz,

Ada seseorang yang berambisi memiliki jabatan. Dia rela mengeluarkan uang puluhan bahkan ratusan  juta demi jabatan itu. 
Tapi dia berkeyakinan, tujuannya mulia yaitu ingin membenahi kebobrokan yang ada. 
Bagaimana menurut Ustadz. Apakah bisa dibenarkan?

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh 

Tidak dapat dibenarkan karena tidak sejalur dengan akidah Islam.

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣2️⃣ Yeyen ~ Pekanbaru
Bismillah...
Ustadz, bagaimana cara menasihati saudara yang lupa akan akhirat, tidak shalat 5 waktu sementara hidupnya susah.

🌸Jawab:
Caranya ingat perkara akhirat agar hidupnya dapat tercerahkan.

🔹Nah itu masalahnya Ustadz, tidak ingat akhirat orangnya. Di nasihati dengan kata-kata tidak mempan.

🌸Ya dengan dibaca Al-Qur'an lewat do'a dalam airnya, semoga ingat dengan kehidupan akhirat.

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣3️⃣ Dokter Rani ~ Jakarta
Ustadz, maksud dari kata-kata "aku akan penuhi hatimu dengan segala kesibukan," itu bagaimana ya?

🌸Jawab:
Sibukan hati dengan ibadah dan amal akhirat akan bahagia di dunia dan di akhirat.

Wallahu a’lam bishawab

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Hidup akan menjadi mulia bila tidak silau dengan materi, isilah kehidupan dengan amal shalih agar hidup menjadi berkah.

Wallahu a’lam bishawab

PEDOMAN HIDUP


OLeH: Ustadz Mukhtar Azizi, S.Pd.I

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

💎 PEDOMAN HIDUP

Selama ini kita bertanya-tanya, apa ya pedoman hidup kita? 

Apa kah buku-buku? 

Atau kah 

Benda angkasa.

Atau apa ya?

Kesempurnaan Islam tergambar dalam aturannya yang lengkap atas berbagai aspek kehidupan manusia tanpa melepasi perkara yang kecil maupun yang besar. Perbahasan mengenai akidah, ibadah, akhlak mahupun muamalah dapat kita temukan aturannya di dalam agama Islam. Hanya sahaja sedikit sekali orang yang mampu menggali nilai-nilai tersebut secara langsung dari dua sumber utama hukum Islam; Al-Qur'an dan Sunnah Rasul Sallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Al-Quran secara linguistik berasal dari istilah "qara'a-yaqra'u-qira'atan-Quran," yang merupakan sesuatu yang dibaca atau dinarasikan. Pada saat yang sama, dari segi terminologi, adalah Kalamullah yang diutus kepada Nabi Muhammad yang sampai kepada kita secara mutawatir atau berangsur-angsur dan membacanya bisa berfungsi sebagai ibadah. Secara etimologis, Hadits berasal dari kata ( حدث – يحدث ) yang berarti al-jadid "hal baru" atau khabar "berita." Atau Hadits juga bisa diartikan sebagai “pernyataan, perbuatan, persetujuan diam-diam atau sifat Nabi Muhammad ﷺ.”

Al-Quran dan hadits adalah aturan hidup dan sumber dari semua hukum yang harus diikuti dalam hidup. Aturan, opini, dan perilaku apapun tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur'an dan hadits. Jika ada perbedaan pendapat di antara umat Islam, termasuk para ulama, mereka harus kembali ke Al-Qur'an dan hadits untuk mencegah umat Islam saling menuduh dan bertentangan. Al-Qur'an dan Hadits sebagai pedoman hidup memberikan gambaran lengkap tentang aturan hidup manusia yang dapat menciptakan kehidupan yang nyaman, bahagia dan sejahtera. Aturan yang paling mendasar adalah bahwa setiap orang memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan agama, agama Alloh ﷻ, jiwa (hidup), akal, keturunan, dan harta benda.

Dalam praktiknya, para ulama meyakini bahwa Al-Qur'an adalah yang utama dan hadits adalah yang kedua. Kesepakatan tersebut didasarkan pada Alquran sebagai firman Alloh ﷻ, dan Hadits berasal dari Nabi, yang merupakan makhluk atau hamba Alloh ﷻ, meskipun ia memiliki beberapa kelebihan khusus lainnya. Kesepakatan mengenai kedudukan tersebut mengacu kepada perkataan Nabi kepada Muadz bin Jabal sebagaimana berikut;

“Rasulullah ﷺ bersabda kepada Mu’adz bin Jabal: Bagaimana kamu akan memutuskan perkara jika dihadapkan pada suatu persoalan hukum? Mu’adz menjawab: saya akan memutuskannya berdasarkan kitab Alloh ﷻ (al-Qur’an). Rasulullah ﷺ bersabda: jika kamu tidak menjumpainya dalam al-Qur’an?. Mu’adz menjawab: maka berdasarkan pada sunnah Rasul. Rasulullah ﷺ bersabda: jika tidak menjumpainya juga dalam sunnah Rasul? Muadz menjawab: saya akan berijtihad berdasarkan akal pikiran saya.” (HR. Imam Abu Dawud)

Wallahu a’lam bishawab

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Setya ~ Solo
Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh 

Ustadz, di masyarakat sekitar saya, sering terjadi perbedaan pendapat tentang "peringatan atau kendurian terhadap kematian seseorang," ada yang memperingati, ada yang tidak.
Masalahnya, kok dari dulu sampai sekarang hal tersebut masih terjadi terus, dan seakan tidak ada titik temu, padahal pedoman kita sesama ummat Islam adalah sama, yaitu Al-Qur'an dan Hadits.
Mohon pencerahannya Ustadz, Syukron.

🔷Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh 

Ini terletak pada dangkalnya memahami sumber ajaran Islam. Karena memahaminya secara parsial tidak secara komprehensif, oleh karena itu untuk memahami sumber ajaran Islam mesti dikaji secara berurutan dan mendalami isinya. Tentu di tengah-tengah umat akan dapat bertemu bila berpusat pada akidah Islam dan sumber Islam yang mulia.

🌷 Bagaimana  dengan orang yang awam Tadz?

🔷Yang awam, mengacu kepada mencari kebenaran yang utuh, tidak terpusat pada perbedaan, kembali kepada sumber ajaran Islam yang mudah diketahui baru masuk ke dalam pendalaman isi ajaran Islam dengan mengkajinya.

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣2️⃣ Aisya ~ Cikampek 
Assalamualikum warahmatullahi wabarakatu 

Tadz, yang terlebih dahulu ada Al-Qur'an atau hadits tadz?

🔷Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh 

Al-Qur'an terlebih dahulu, karena Wahyu yang Alloh ﷻ turunkan kepada nabi Muhammad ﷺ agar menjadi pedoman hidup umat manusia dan berbagai hal yang dijalani oleh rasul maka dinamakan hadits maka Al-Qur'an dan hadits menjadi pedoman umat manusia.

Wallahu a’lam bishawab

0️⃣3️⃣ Tia ~ Bandung
Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh 

Ustadz, bagaimana kalau yang didahulukan adalah hadits?

🔷Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh 

Hadits berawal dari Al-Qur'an karena Al-Qur'an di jelaskan dengan Al-Qur'an.

Dan Al-Qur'an dijelaskan lewat hadits.

Contoh : 
Tentang puasa.

Terdapat QS. Al Baqarah ayat 183.

Lalu bagaimana cara puasa di jelaskan lewat hadits.

🌷Bagaimana dengan hadits-hadits palsu tadz?

🔷 Hadits sangat terjaga keasliannya oleh ulama ahli hadits yang palsu bukan haditsnya melainkan keluar dari jalur hadist.

Wallahu a’lam bishawab

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Pedoman yang terbaik adalah Al-Qur'an dan hadist. Maka ikutilah isinya maka akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.

Wallahu a’lam bishawab