Minggu, 29 Desember 2019

AKU TAK MAU GALAU LAGI (Episode 5)



OLeH: Bunda Endria Soediono

           💎M a T e R i💎

Bismillaah,
Alhamdulillah
Allahummaa sholi ‘ala Muhammad wa alaa ‘aaliy Muhammad wa shohbihi ajma’iiin....

Alhamdulillah bersyukur kepada Allah ta’ala yang telah memberikan kita nikmat bisa bersua kembali melanjutkan pembahasan kita terkait Kegalauan Hati...

Mari kita niatkan pertemuan kita di dunia online ini... dalam rangka kita bertaqorub kepada Alloh ﷻ, melakukan perbincangan mengenai hal-hal yang kita harapkan dapat memperbaiki keadaan diri kita sehingga dengan kajian ini Alloh ﷻ turunkan keadaan hati yang sakinah dan tambahan hidayah.

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

Sebelum saya lanjutkan bahasan kita malam ini ... saya akan angkat kembali secara ringkas apa yang telah kita bahas di episode sebelumnya yakni hal-hal yang dapat menghilangkan kegalauan hati.
Diantara Tips untuk melepaskan diri dari GALAU :
(Mengulang ringkasan bahasan sebelumnya)

🔹PERTAMA:
Kita harus memiliki arah tujuan hidup yang benar.

Yakni tujuan hidup yang sama dengan maksud dan tujuan Alloh ﷻ menciptakan diri kita di dunia ini.
Alloh ﷻ katakan bahwa tidak diciptakan-Nya jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembah-Nya maka seharusnya tujuan hidup kita juga kita arahkan kesana.
Sehingga tujuan hidup kita sesuai dengan tujuan Alloh ﷻ sebagai pencipta diri kita.

Secara spesifik tujuan utama yang harus kita tancapkan pada hati kita adalah menjalani hidup dengan selalu berada diatas niatan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

🔹KEDUA:
Menyadari dengan benar bahwa setiap keimanan seseorang kepada Alloh ﷻ pasti akan diuji-Nya.

Jadi jangan merasa terlalu sedih hingga lupa tujuan dan arah hidup kita jika mendapatkan ujian.
Karena ujian hidup itu sudah merupakan sunnatullah. Ketetapan Alloh ﷻ terhadap setiap manusia. Apalagi manusia yang telah beriman kepada-Nya.
Jadi kita ini hidup di dunia dengan ujian yang ada, tidak sendiri.

Setiap mukmin dihadapkan pada ujiannya masing-masing. Bahkan setiap iman yang lebih kuat maka ujiannya akan lebih berat bobotnya. Tetapi ingat, Alloh ﷻ tidak pernah menguji lebih dari kemampuan hamba-Nya dalam menerima ujian. Dan setiap Alloh ﷻ menurunkan ujian pasti mengiringi dengan hikmah.

Karena itu, salah sekali jika seorang beriman diuji oleh Alloh ﷻ kemudian dia berprasangka yang buruk kepada Alloh ﷻ.
Yang benar adalah dia Bersabar - ini pada tingkatan standar - Dan Ridho - ini pada tingkatan afdholnya.

 ‎والله أعلم بالصواب

🔹KETIGA:
Menjadikan Akhirat sebagai motivasi utama dalam pikiran kita setiap saat.

Jika kita selalu mengingat kehidupan akhirat maka insyaAllah kita akan lebih mudah menahan segala sikap dan prilaku dalam kehidupan ini hingga tidak terjerumus pada kesalahan yang membuat kita jatuh pada kesulitan yang menimbulkan kegalauan.

Perhatikan firman Alloh ﷻ sebagai berikut:

‎وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). ” (QS. Asy Syuraa: 30).

‎ان شاء الٌله
Dengan seseorang sring mengingat kehidupan akhirat apalagi rajin mempelajari kabar syar’i tentang apa saja kehadian yang ada padanya wa bil khusus bagaimana mencekamnya suasana ketika kita berada di dalam kubur dan dahsyatnya yaumil mahsyar serta proses ditanya, dibacakan amal dan ditimbang semua catatan amal kita selama di dunia, dan selanjutnya proses kita menjalani fase menyebrangi shiroth dan lain sebagainya.

Hingga bagaimana keadaan para penghuni neraka. Bagaimana hebatnya Alloh ﷻ dalam memberikan hukuman-Nya di neraka kelak. Semua serba sangat mengerikan. Dan kabar azab yang sangat pedih itu sudah Alloh ﷻ kabarkan di dalam Al Qur’an.

Artinya semua kejadian kehidupan kiamat dari huru haranya hingga proses hisab dan penentuan masuk surga dan neraka adalah suatu kabar yang wajib kita yakini. Dan dengan keyakinan itu kita harus jadikan sebagai motivasi untuk terus berjuang menjadi orang yang baik dan mampu meminimalisir kesalahan dalam kehidupan ini hingga tidak galau sendiri.

🔹KEEMPAT:
Berushaa mencintai ilmu Agama dan memenuhi waktu yang kita miliki dengan mempelajari ilmu agama.

Setiap diri kita pasti punya rutinitas kehidupan apakah di dalam rumah ataupun di luar rumah.
Dalam keseluruhan waktu kita itu maka tetapkan sebagian darinya untuk menuntut ilmu agama.

Memperdalam ilmu agama yang afdhol adalah dengan berguru. Atau mendatangi suatu majelis ilmu secara rutin dan berkesinambungan.
Mendatangi majelis ilmu harus kita jadikan agenda tetap dan yang utama. Jangan jadikan sampingan atau pengisi waktu luang. Ini salah besar.

Karena sumber galau adalah karena kebodohan spiritual yang obatnya adalah dengan berilmu.
Ilmu agama akan membuka hati untuk semakin beriman kepada Alloh ﷻ.
Dengan iman kepada Alloh ﷻ dan menjalankan apa yang diperintahkan-Nya maka segala problema kehidupan akan terasa lebih ringan.
Galau tak akan berkepanjangan.
Karena kita tahu dari ilmu yang kita pelajari tadi hingga iman kepada Alloh ﷻ semakin kuat dan tumbuh kesadaran bahwa kehidupan dunia ini hanyalah satu sesi kehidupan yang sangat singkat. Sedangkan kehidupan akhirat adalah abadi. Sehingga kita tak akan pernah merelakan lagi waktu kita terbuang sia-sia. Membiarkan hati penuh dengan kegalauan yang berkepanjangan.

Dengan berilmu...
Maka jikapun ada Galau dalam hati maka galaunya akan berubah conteknya.
Tadinya galaunya selalu dari sebab urusan yang rendah yakni yang terkait perkara dunia. Berganti galau datang hanya ketika diri kita telah membuang waktu sia-sia tanpa menghasilkan amal kebajikan. Atau galau tatkala telah melakukan maksiat. Meninggalkan suatu amal sholih. Merasa tak bisa khusyuk dalam sholat. Atau merasa jauh dari berdzikir kepada Alloh ﷻ dan lain sebagainya.
Ini baru galau yang keren....

‎سُبْحَانَ اللَّهِ

🔹KELIMA:
Keluarlah dari presepsi bahwa sumber kebahagiaan itu adalah pada Materi.

Bisa jadi Selama kita meyakini bahwa setiap kebahagiaan itu adalah saat kita menerima atau mendapatkan harta atau materi atau sejumlah uang.
Jika benar demikian, maka dijamin galau akan terus menjadi sahabat kita.

Karena itu, keluarlah dari paradigma tersebut.
Luaskan dan lapangkan jiwa kita dengan memahami bahwa Sumber kebahagiaan itu yang benar adalah ketika diri kita berada pada posisi yang paling dekat dengan Alloh ﷻ hingga ringan saat melakukan amal ibadah dan tentram saat setelah berbuat suatu kebajikan yang mendatangkan ridho-Nya Allah.

Dan untuk itu jiwa kita harus terus kita latih.
Coba saja dengan cara membiasakan diri bersedekah kepada orang lain, bahkan saat kita sendiri sedang tidak berlapang harta. Berikan sebagian uang yang kita pegang kepada orang-orang yang ada disekitar kita yang membutuhkan.

Bersedekah itu yang penting keikhlasan dan niat hanya mengharap ridho-Nya Alloh ﷻ. Sedikit tetapi kita ikhlas maka jauh lebih baik daripada banyak tetapi tidak ihlas.

Banyak orang disekitar kita yang bisa kita berikan sedekah. Baik peminta-minta ataupun orang yang memang layak diberikan sedekah.
Sedekah sangat efektif menghilangkan galau dan gelisah hati. Karena jika kita benar-benar ikhlas dalam memberi maka saat setelah memberi hati kita akan merasa lebih bahagia bahkan daripada yang kita beri.
Dengan membiasakan diri memberi atau bersedekah maka hati kita akan semakin jauh dari kegalauan.

Naahhh...  kebaikan-kebaikan yang bisa kita lakukan inilah yang seharusnya kita jadikan dan yakini sebagai sumber-sumber kebahagiaan kita.

Jangan melulu harta saja yang kita pandang sebagai sumber bahagia.
Tetapi beralihlah pada amal kebaikan kita yang kita jadikan sebagai sumber kebahagiaan. Sekaligus pengusir kegalauan.

Contoh yang juga sangat efektif mengusir kegalauan ketika kita menjadikan diri sebagai seorang pemaaf.
Siapa pun yang pernah menyakiti hati kita ataupun mendzalimi kita baik dalam urusan kecil maupun yang besar maka maafkan mereka dan doakan.
InsyaAllah dengannya hati kita akan terlepas dari tekanan dan keadaan galau yang menyesakkan.

🔹KEENAM:
Belajarlah selalu puas dan bersyukur atas segala apa yang ada pada diri kita.

Seorang yang telah belajar ilmu agama itu pasti hatinya akan menjadi lembut. Dan juga ia pandai bersyukur kepada Alloh ﷻ.
Apa saja yang ada pada dirinya mudah hatinya mensyukurinya. Jauh dari sikap ketidak puasan dan kegalauan.
Benar galau itu karena tidak puas. Jadi kalau hati puas maka galau tidak muncul di hati.

Bagaimana agar hati selalu puas dan mudah dalam mengungkapkan kesyukuran kepada Alloh ﷻ yakni dengan meyakini bahwa setiap takdir atau ketetapan Alloh ﷻ pada setiap orang beriman itu pasti baik baginya.

Apapun keadaan kita, selama jiwa kita beriman kepada Alloh ﷻ dan selalu taat kepada Alloh ﷻ dan Rasul-Nya maka kita adalah yang terbaik. Keadaan hidup kita baik. Mati kita insyaAllah dalam keadaan baik. Dan kelak kehidupan akhirat kita juga baik.

Karena itu jangan biarkan hati kita mudah mengeluh. Apa pun bentuknya keluhan itu. Telan saja dan adukan semua keluhan itu hanya kepada Alloh ﷻ.
Lihatlah orang lain yang keadaannya jauh lebih mengenaskan dari diri kita agar kita mudah untuk bersyukur.

Jangan suka melihat orang lain yang dari sisi harta duniawi jauh diatas kita keadaannya. Kecuali hati kita mampu melihatnya dengan kaca mata iman hingga kita bisa menjadikannya sebagai suatu pelajaran dan juga kita mampu mendoakan kebaikan-kebaikan untuk mereka.

Bersyukur atas segala keadaan yang ada pada diri kita akan membuahkan ketenangan jiwa dan kemuliian disisi Alloh ﷻ.

Jiwa yang lapang dan mulia ini tidak mungkin dimiliki jika seorang tidak terbiasa melatih hati untuk bersikap merasa selalu cukup pada pemberian Alloh ﷻ (qona’ah) dan juga meyakini bahwa apa saja yang ada disisi Alloh ﷻ dan segala kebaikan akhirat itu adalah jauh lebih baik daripada apa yang ada di dunia ini.

🔹KETUJUH:
Bersamai Teman dan Saudara yang Sholih.

Saat ini seorang sangat mudah menentukan dengan siapa ia bergaul. Karena sarana pergaulan sangat mudah didapat. Tetapi kemudahan kita bergaul juga dapat menjadi sumber fitnah dan kegalauan hidup yang berkepanjangan.

Karena itu mulai sekarang pandailah menentukan dengan siapa-siapa saja kita bergabung dengan grup-grup WhatsApp misalnya, atau siapa-siapa yang kita follow dari orang-orang yang ada di sosmed kita. Apalagi mereka yang kita ajak bergaul dalam dunia nyata.
Keduanya sama-sama berpotensi menjadi sumber kegalauan JIKA kita tidak pandai memilih.

Adapun siapa diantara mereka atau grup-grup apa saja yang kita ikuti selama mereka mampu menghadirkan semangat kita dalam mendekat kepada Agama dan memunculkan rasa takut kepada Alloh ﷻ maka bersamai mereka.

Akan tetapi jika mereka justru sering menimbulkan rasa galau dan jauh dari semangat ibadah. Bahkan lebih mudah memancing kita berbuat maksiat dan bersantai-santai. Jauh dari memikirkan kehidupan setelah kematian maka tinggalkan. Karena itu sumber kelalaian yang akan semakin membenamkan kita dalam kegalauan.

Ingatlah hidup dunia ini sangat-singkat... Sedangkan akhirat abadi.
Karenanya jangan beratkan dunia dibanding akhirat.
Pilihkan amal perbuatan ataupun teman serta lingkungan dan segala yang terkait dengan kehidupan kita yang baik-baik saja.
Jangan biarkan ada hal yang tidak baik yang menjadi tabiat dalam kehidupan kita.

🔹KEDELAPAN:
Yakini bahwa Alloh ﷻ itu Maha Adil dan Dia Maha Baik.

Alloh ﷻ mengharamkan kita semua sebagai hamba-Nya berbuat dzalim dan bahkan Alloh ﷻ mengharamkan Dirinya sendiri berbuat kedzaliman.

Jadi Alloh ﷻ itu Maha Baik. Ini harus selalu kita jadikan sebagai peredam kegalauan hati kita. Hingga ketika ujian melanda dan galau menyentil hati. Maka ingat.
Bahwa Allah Maha Baik. Semua yang menimpa diri kita bukan kesalahan Alloh ﷻ. Dan Alloh ﷻ selalu menghendaki kebaikan bagi semua hamba-Nya yang beriman.

Kalau seorang galau berarti sumber galau itu pasti berasal dari dirinya sendiri, sebagaimana disebutkan Alloh ﷻ dalam surat Asy Syuuro ayat 30 tadi.

Karena itu ...
Apa yang seharusnya kita segera lakukan? Yakni segera banyak bertaubat kepada Alloh ﷻ dan memohon ampunan-Nya.
Setiap dosa dan kesalahan adalah sumber kegelisahan alias kegalauan.

Adapun Dosa akan terhapus dengan istighfar dan taubat.
Sedangkan bukti afdhol seseorang taubatnya benar adalah ketika taubatnya diikuti dengan amal kebaikan setelahnya.
Inilah yang harus kita selalu lakukan tatkala kita terjerumus dosa dan kesalahan yang menjadi sebab Galau.

Alloh ﷻ itu sungguh Maha Baik lagi Maha Penyayang. Dia juga suka kepada hamba-Nya yang bertaubat kepada-Nya karena salah satu dari sifat-Nya yang Agung adalah Maha Memberi Maaf dan Ampunan.

Jadi hendaknya mulai sekarang kita ringankan lisan kita mengucapkan kalimat-kalimat istighfar dan taubat kepada Alloh ﷻ.
Dalam keadaan apa saja dan dimana saja. Dzikir dan istighfar akan lebih mudah mendatangkan kasih sayang dan kebaikan-kebaikan Alloh ﷻ kepada pelakunya.

Manfaatkan kebaikan Alloh ﷻ dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan syetan menyibukkan kita dalam berbagai penyesalan dan prasangka yang buruk kepada Alloh ﷻ.
Selain sibuk memohon maaf kepada Alloh ﷻ maka sertai hati kita memaafkan orang lain. Seperti yang sudah kita singgung sebelumnya.
Karena sikap memaafkan itu merupakan jalan pelepas kegalauaun terutama jika galau itu disebabkan oleh sesama kita.

Jika kegalauan itu berasal dari gelisahnya hati karena kurangnya keprluan hidup maka jalan yang termudah adalah berdoa dan bertawakal kepada Alloh ﷻ kemudian ikuti dengan ikhtiar.

🔹KESEMBILAN:
Jadikan Tauhid sebagai jalan mencapai kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat.

Galau pasti akan sirna jika hati kita penuhi dengan bertauhid kepada Alloh ﷻ.

√ Caranya:
Segala sesuatu kejadian yang menimpa diri kita. Maka SELALU kaitkan dengan perbuatan Alloh ﷻ.
Yakini bahwa Alloh ﷻ selalu terlibat dalam setiap kejadian.

Maka...
Jika kejadian baik maka segeralah bersyukur kepada-Nya dan jika kejadian buruk maka segera introspeksi diri dan bertaubat memohon ampun kepada-Nya.
Karena setiap gerak lahir dan batin kita selalu berada didalam pengawasan-Nya. Apa pun perilaku kita dinilai oleh-Nya. Dan semua akan Alloh ﷻ perhitungkan kelak di akhirat dengan seadil-adilnya.

Karena itu dengan hati selalu bertauhid. Kita akan lebih mudah murroqobah (merasa diawasi Alloh ﷻ). Hingga kita akan berhati-hati dalam bersikap dan berprilaku. Dengan bertauhid juga membuahkan ketenangan jiwa. Karena kita meyakini akan kebaikan dan keadilan-Nya.

Dengan demikian kedekatan jiwa kita kepada Alloh ﷻ sudah pasti akan membuahkan kebahagiaan yang tiada tara yang secara otomatis juga akan memusnahkan segala duka, galau dan kegelisahan.

MasyaAllah... indahnya rasa kala galau terusir dari jiwa yang bertauhid.

🔹KESEPULUH:
Yakini bahwa janji-janji Alloh ﷻ itu benar dan pasti akan dipenuhi-Nya.

Cintailah Al Qur’an. Dan mulailah berinteraksi dengan Al Qur’an dengan penuh semangat dan kegembiraan.
Pelajari al Qur’an baik cara bacanya yang benar, fahami tafsir ayat-ayat-Nya dengan mengikuti kajian-kajian tafsir dan amalkan apa yang sudah kita fahami dari setiap apa yang diajarkan Al Qur’an.

Dengan mempelajari Al Qur’an seseorang akan mengetahui apa saja kiranya yang telah Alloh ﷻ janjkan di dalam Al Qur’an.
Baik kabar nikmat ayat-ayat-Nya tentang pedihnya siksa neraka.

Dengan mempelajari al Qur’an hati akan menjadi lembut. Peka terhadap setiap kejadian dan memudahkan seseorang jika ia ingin memperbaiki akhlaqnya.
Al Qur’an merupakan pintu hidayah yang paling besar bagi seseorang. Membuka wacana hati pada kehidupan akhirat dan mengenali apa yang dijanjikan kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan juga apa yang diancamkan pada orang-orang yang melalaikan perintah-Nya.

Ini semua harus kita perhatikan agar diri kita jauh dari galau yang menahun.

Al Qur’an akan memperjelas beda kehidupan dunia dan akhirat. Hingga kita tidak akan cepat galau kala kehilangan apa saja yang sebatas dunia. Tetapi akan selalu bergembira ketika mendapatkan apa-apa yang dapat menjadi sebab kebaikan akhirat.
Jika perasaan ini sudah menjadi prinsip dalam hati kita maka hilanglah galau dan kawan-kawannya.
Yang ada hidup kita akan merasa selalu tentram dan penuh keberkahan.

Selamat tinggal galau....

Dengan menerapkan apa yang terutuang pada point-point di atas insyaAllah kita akan terelepas dari hidup dalam kegalauan.
Kita akan hidup berada diatas tujuan yang benar. Hati yang lapang. Jiwa yang selalu ridho pada takdir Alloh ﷻ. Dan secara keseluruhan hidup kita hanya mengharapkan ridho Alloh ﷻ semata.
Ini kunci utama seseorang terbebas dari penyakit hati yang kita sebut-sebut dengan istilah GALAU.

 ‎والله أعلم

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
        💎TaNYa JaWaB💎

0⃣1⃣ Erni ~ Jogja
Assalamualaikum ustadzah,

1. Bagaimana caranya bersikap kepada orang-orang yang lebih seneng melihat saya dalam keadaan galau?

2. Bagaimana caranya semisal ada orang tahu saya dapat KulWap (Kuliah WhatsApp) yanga hebat seperti barusan, dan berusaha untuk dipahami dan diamalkan tiba-tiba diberantaki. Agar saya bisa sefiqro (sepemikiran) dengan mereka?

3. Bagaimana mesti bersikap menghadapi orang-orang yang tidak ridho saya move on dan ingin mengembalikan saya ke masa lalu, disebabkan mereka suka mengambil dalil-dalil Al Quran dan hadist disampaikan cuma sepotong-sepotong atau malah diplintiri sesuka hatinya?
Mohon pencerahannya.

💎Jawab:

‎وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته 

Bismillaah,
Alhamdulillah,
Semoga bunda Erni, Jogya selalu diberi Alloh ﷻ kekuatan dalam kesabaran dan juga tambahan hidayah hingga akhir hayat.
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

Bunda yang dirahmati Alloh ﷻ...

Kalau saya tangkap dari ketiga point pertanyaan diatas insyaAllah bisa kita rangkai dalam satu point yang insyaAllah mencakup ketiga jawaban yang diperlukan.

Pertama, sebaiknya bunda lebih fokus lagi pada niat hijrah bunda.
Karena ketika hijrah kita benar-benar kita niatkan untuk Alloh ﷻ maka hati kita tidak akan mudah terpancing kegalauan apapun penyebabnya.

Termasuk jika ada orang lain kurang sependapat dengan apa yang menurut bunda baik maka tetaplah pada pendirian bunda.

Selama ukuran baik tersebut memang benar sesuai syariat. Jika sudah sesuai syariat maka jangan ragu lagi.

Setan itu akan melakukan berbagai cara untuk menggembosi upaya seseorang menjadi hamba yang kembali kepada jalan yang Alloh ﷻ ridhoi.

Kadang setan juga menggunakan orang lain untuk mengganggu emosi kita hingga terpancing dan akhirnya tidak lagi fokus pada perjuangan hijrah yang kita sedang jalani tetapi justru teralihnya perhatian kita pada hal-hal yang tidak penting seperti penilaian orang lain.

Jika kita punya teman yang menghambat hijrah kita maka jauhi saja. Ini perkara besar. Mengapa kita harus memberati orang yang justru menjauhkan kita dari Alloh ﷻ.

Cari teman-teman yang bisa menggugah hati kita untuk lebih bersemangat mengajak kita pada kebaikan.

Ingat hidup tidak lama. Buang apa-apa yang tidak bermanfaat dan yang menghambat kebaikan-kebaikan kita.
Kejar apa-apa yang baik bagi kita misal teman-teman yang baik yang selalu mengajak berlomba-lomba dalam kebajikan dan selalu menasihati dalam kesbaran dengan cara yang menunjukkan sikap yang penuh kasih dengan kita.

Ini tentu akan semakin membuat kita bersemangat lagi dan juga membuat hati lebih relaks dan emosi jadi stabil. Ibadahpun ‎ان شاء الٌله akan lebih mudah untuk khusyuk.

 ‎والله أعلم بالصواب

0⃣2⃣ Yeyen ~ Bandung Barat
Bunda bagaimana jika rasa galau dalam menghadapi sesuatu ujian malah menjadikan saya seseorang yang futur, tidak memperdulikan apapun atau siapapun?

Syukron.

💎Jawab:
Bismillaah,

Segala keadaan yang menjauhkan diri kita dari ringan melakukan ibadah maka ini adalah kondisi yang salah. Harus ada yang dibenahi.

Jika ujian datang kemudian kebanyakan orang berlomba-lomba mendekat kepada Alloh ﷻ dan memohon pertolongan-Nya tetapi kita malah enggan mendekat kepada-Nya maka kira-kira kita ini termasuk orang yang layak untuk ditolong apa tidak?

Apakah kita yakin selain Alloh ﷻ ada yang mampu membebaskan dari kita dari ujian? Apakah ada yang lebih berkuasa daripada Alloh ﷻ?

Atau mungkin diri kita sendiri yakin bisa menyelesaikan ujian kita tanpa meminta pertolinagn اللهِ ?
Jangan begitu. Jangan mau kita dijebak syetan.

Ujian itu diturunkan untuk meningkatakan iman kita kepada-Nya dan sekaligus agar kita datang kepada-Nya untuk menghamba dan berdoa memohon pertolongan. Kalau kita enggan berarti kita putus asa atau berprasangak buruk kepada Alloh ﷻ dan tidak yakin akan karunia dan kebaikan-Nya.

Maka hal seperti ini yang menjadi sebab ujian tidak kunjung diangkat Alloh ﷻ dan galau setia menyertai hidup kita.
Na’udzubillahi mindzalik.

Orang beriman itu harus bahagia di dunia dan kela diakhirat kebahagiaan itu akan disempurnakan-Nya.
Kalau kita tidak bahagia di dunia alamat di akhirat juga tidak bahagia.

Orang beriman itu sudut pandang kebahagiaannya bukan karena masalah materi dunia tetapi apa yang bisa mendekatkan dirinya dengan Robb nya itulah kebahagiaannya.

 ‎والله أعلم بالصواب

0⃣3⃣ Safitri ~ Banten
Assalamulaikum, ustadzah.

Boleh tidak kalau kita ngegalauin diri sendiri galau kalau diri ini belum bisa jadi lebih baik belum bisa istiqomah seperti itu, Ustadzah. Kemudian suka galau dan ingat-ingat dosa saya suka baca novel terutama novel romance saya senang sekali baca tapi nanti kalau ingat suka nangis-nangis ini tuh dosa tapi tetap saja saya tidak bisa ninggalin. Kalau seperti ini apa sama aja saya mempermainkan Alloh ﷻ, Ustadzah?

💎Jawab:

‎وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته 

Galau karena menyesali diri masih kurang baik itu bagus. Asal harus diikuti dengan action yakni bersemangat mengejar amal sholih.
Adapun galau atau sedih karena terpengaruh cerita fiksi dari novel dan lain-lain maka sebagus apapun isinya maka saran saya tinggalkan.

Jangan lagi jadikan kebiasaan atau kegemaran. Meskipun dari membacanya menimbulkan efek melancolis dan sebagainya.
Itu hanya tipu daya setan belaka. Karena itu termasuk perbuatan yang sia-sia bahkan berdosa karena menyia-nyiakan waktu dan mengikuti hawa nafsur melakuakan aktivitas yang mengandung kisah kebohongan.

Mengapa anti kita membaca bacaan yang jauh lebih baik dan mukia yakni al Qur’an?

Jikapun ada timbul rasa bahagia dalam hati anti ketika baca novel atau sejenisnya maka itu sia-sia tidak menghasilkan pahala sementara waktu anti sudah terbuang.

Dan kelak setiap waktu yang berlalu akan ditanya untuk apa kita pergunakan. Rugi sekali jika tidak kita gunakan untuk hal-hal yang mendatangkan pahala.

Ingat setan itu membuat hati kita lalai dengan berbagai cara. Bahkan syetan sangat pandai mengelabuhi kita  seolah-olah kita dibisikkan suatu kebaikan tetapi sejatinya mereka ingin mengalihkan perhatian kita dari hal-hal yang diridhoi Alloh ﷻ karena itu waspadalah.

Bekali diri dengan ilmu agama dan doa selalu memohon kepada Alloh ﷻ hidayah dan perlindungan dari godaan syetan.

 ‎والله أعلم بالصواب

0⃣4⃣ Rahmi ~ Brunei
Assalamu'alaikum ustadzah.

Bagaimana mengatasi galau anak yang sudah beranjak dewasa agar tidak bosan bertholabul ngilmi syariat dan taukhid, mengingat begitu pentingnya untuk masa depannya dan jujur saya sebagai orang tua selalu agak memaksanya.

Syukron ustadzah atas pencerahannya.

💎Jawab:

‎وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته 

Gunakan senjata yang sangat ampuh, yakni DOA.
Apalagi anti adalah ibundanya. Jangan galau.

Doa-doa kita pasti didengar-Nya. Dan ikuti akhlaq kita dengan akhlaq yang baik dan kesholihan diri yang selalu terjaga.
Sehingga doa kita memang layak untuk dikabulkan-Nya.

Juga jangan lupa lakukan introspeksi diri dari banyak sisi kehidupan kita.
Terutama proses pencatian nafkah yang akan kita bagikan untuk anak-anak kita. Dan juga perhatikan kembali kehalalan setiap makanan yang kita berikan kepada anak-anak kita.

Jika semua itu sudah kita perbaiki maka bertawakallah kepada Alloh ﷻ dan jangan berhenti mendoakan anak-anak kita.
InsyaAllah suatu saat mereka pasti akan istiqomah di jalan agama ini.

Kalau terlihat kejenuhan maka bisa jadi ada sesuatu yang perlu kita siapkan pada diri anak kita.
Karena itu ajak dialog dengan menyentuh hatinya. Jangan dimarahi tetapi ajak diskusi dan temukan apa kendala yang selama ini menjadi sebab.

Semoga Alloh ﷻ berikan hidayah untuk anak bunda. Dan juga seluruh keluarga bunda.

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

0⃣5⃣ Rina ~ Bandung
Assalamu'alaikum ustadzah,

Saya sudah lama galau. Bagaimana solusinya menghadapi suami yang hobby sekali memancing, suami lebih mementingkan memancing daripada berkumpul sama keluarga. 
Syukron.

💎Jawab:

‎وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته 

Hhhmm... 
Pastinya semua istri akan galau juga ya kalau suami seperti itu.

Baik...
Coba bunda flash back. Dulu mungkin cara atau proses pertemuan dengan suami tidak melalui prosedur yang syar’i. Atau juga bisa banyak dosa kita kepada kedua orang tua kita yang belum kita mintakan maaf pada mereka atau hal apa yang menjadi sebab kita mengalami segala masalah kehidupan ini. Termasuk memiliki suami yang seperti diceritakan itu.

Maka untuk menghilangkan galau hati, banyaklah beristighfar dan memohon ampun atas dosa-dosa, baik dimasa lalu atau mungkin dosa kehidupan anti saat ini.

Sehingga Alloh ﷻ berikan peringatan seperti itu. Sudah syar’i kah busana muslim yang kita kenakan. Sudah rajinkah kita membaca dzikir pagi dan petang. Dan lain sebagainya.
Itu usaha secara tidak langsung menyentuh suami.

Adapun usaha yang secara langsung terhadap suami maka:

~ Tahan amarah kepadanya. Cukup ingatkan secara halus dan beri keteladanan yang menawan.

~ Doakan suami agar Alloh ﷻ membuka hatinya untuk ringan mengikuti hidayah-Nya.

Doa ini jangan diremehkan bunda,  karena setiap manusia itu hatinya ada pada genggaman jari jemari Allah. Dan Alloh ﷻ Maha Kuasa membolak balikkan hati seseorang manusia.

Dengan doa kita semua Alloh ﷻ hadapkan hati suami kita pada agama-Nya dan diberi-Nya hati yang istiqomah serta cakap dalam memimpin keluarga.

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

GALAU itu termasuk penyakit hati yang harus segera diatasi. Muncul galau karena kurang ilmu dan minim sikap tawakal kepada Alloh ﷻ.

Obat galau adalah menuntut ilmu agama dan memahami apa tujuan hidup kita di dunia. Meluruskan kembali setiap niat langkah dan pikiran agar selalu sejalan dengan apa yang dikehendaki Allah subhanahu wa ta'ala.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

RANJAU-RANJAU HIJRAHKU



OLeH: Ustadz Syaiful Mukhtar

           💘M a T e R i💘

🔷1. Sahabat Surgaku Tercinta

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Puji syukur senantiasa kita panjatkan pada Ilaahi Robbi azza wazalla...
Berkat Ridho & inayah-Nya kita sampai detik ini tetap diberi nikmat iman wal islam.
Sholawat serta salam senantiasa kita haturkan pada junjungan kita the great idol Rosululloh bin Abdillah yang telah menghantarkan kita ke alam yang penuh dengan nuurul Ilmi.

‌Para admin dan Sahabat Surgaku yang insyaa Alloh selalu dalam lindungan dan bimbingan Alloh SWT pada malam hari ini izinkan saya meneteskan setetes ilmu yang Alloh titipkan pada diri AlFaqier ini,
Insyaa Alloh Themaku kali ini adalah

🌷RANJAU-RANJAU HIJRAHKU

ALHAMDULILLAH BISA KETEMU LAGI DenGAN KALIAN SEMUA JUJUR RINDU SEKALI...

Tolong dibaca pakai hati  ya...

🔷2. Sahabat Surgaku Tercinta

√ APA SIH  HIJRAH ITU???

Hijrah itu adalah: Pindah, berubah, move on!
Moving on where (what) Allah says Yes!

Yes ke sesuatu yang lebih baik. Yes meninggalkan kemaksiatan dan kemungkaran, dalam hati, perkataan, dan perbuatan.

√ Hakikat hijrah

Hijrah yang sesungguhnya...
Ketika shalat mampu merubah hidup kita.
Ketika lisan berhenti mengucap dusta. Tidak ngomongin orang lain.

Ketika mata tidak lagi memandang yang bahaya.
Ketika pendengaran terhindar dari yang sia-sia, dan
Ketika hati terjaga dari riya’, Suudhzon, tidak berburuk sangka sama teman, apalagi bersuudhzan pada Alloh...

Astagfirullah al adziim..
Apakah hijrah hanya merubah penampilan saja? Tentu tidak!!

√ Istiqamah

Wahai diri, istiqamahlah...
Biar pelan, yang penting konstan.
Biar sedikit, yang penting rutin.
Kala mulai lelah, ingatlah Allah.
Ingat awal mula bagaimana ingin hijrah dulu... Teruslah pertahankan Hijrah mu.

JANGAN KAU HIRAUKAN RANJAU-RANJAU HIJRAH

🔷3. Sahabat Surgaku Tercinta.

Hijrah berarti berpindah, berubah, move on. Yaitu berpindah dari satu kondisi kurang baik menuju kondisi lebih baik yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan kata lain, Hijrah adalah langkah perubahan menuju ketaatan secara total kepada Allah.

Perubahan dalam hijrah menuntut seseorang untuk meninggalkan kondisi sebelumnya yang tidak baik. Mulai dari lingkungan tempat tinggal, teman pergaulan, hingga kebiasaan buruk yang sebelumnya masih dilakukan. Segala bentuk perubahan tersebut dimaksudkan semata-mata hanya untuk meraih ridha Allah subhanahu wa ta’ala.

The next......

🔷4. Sahabat Surgaku Tercinta.

INGATLAH RANJAU-RANJAU HIJRAH PASTI AKAN KALIAN HADAPI

Tidak ada kebaikan yang berjalan tanpa tantangan. Salah satu yang pastinya kamu dapati adalah kenyinyiran orang sekitarmu. Mereka akan mulai memperhatikan perubahanmu dari ujung kepala sampai ujung kakimu. Mengkritik setiap perbuatan dan tingkah lakumu. Tapi jangan banyak menghiraukan. Kritik membangun yang harus kamu dengar. Selebihnya anggaplah sebagai pemanis perjalan hijrahmu.

Biarkanlah oran-orang disekitarmu membuly kamu toh, Hijrah mu  bukan untuk dipuja dan dipuji iyaa kan?

Jangan putus asa apalagi sampai Down terus menyerah hanya  karena diejek teman.

AYOO  SEMANGAT SURGA MENANTIMU!!!

🔷5. Sahabat Surgaku Tercinta.

Terus apa dong yang harus dilakukan agar niat kita tetap kuat dan langkah kita tetap istiqomah dalam menggapai madunya HIJRAH?

√ Yang  Harus dilakukan adalah.....

1) Terus perkaya dirimu dengan ilmu, jangan puas dengan satu ilmu, terus tholabul ilmi.

2) Perbanyak Qiro'atil Qur'an agar hatimu semakin teguh dan yakin.

3) Carilah teman yang membantumu istiqomah, yang menemani di kala kamu bersusah payah.

4) Ingatlah...  Ketika Zulaikha mengejar cinta Yusuf, Yusuf menjauhinya. Tapi saat Zulaikha mengejar cinta Allah, maka Allah datangkan Yusuf untuknya.”... So  Taqorub ilalloh.... Yang pasti.

Proses hijrah tidak selamanya berjalan mulus. Berbagai hambatan, tantangan dan godaan seringkali menjadi batu sandungan yang menguji keseriusan tekad seseorang dalam berhijrah. Inilah fase yang akan membuktikan seberapa besar kesungguhan seseorang dalam berhijrah dan sejauh mana ia istiqamah dalam menapaki jalan hijrah menuju ketaatan kepada Allah.

🔷6. Mungkin hanya ini yang dapat saya haturkan pada kesempatan kali ini
Dan mohon maaf themaku tentang ..... 

RANJAU-RANJAU HIJRAHKU

‌Yang agak jarang dibahas, kurang lebihnya mohon maaf, aqulu qouli  haadzaa athlubu minkum Al afwa..

‌اَللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا، وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ‏

‌'Ya Allah, baguskanlah setiap akhir urusan kami, dan selamatkanlah kami dari kebinasaan di dunia dan dari siksa akhirat.'

‌وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةًۭ وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ حَسَنَةًۭ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.

‌PLEASE FORGIVE ME

Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Muhtar Albogory

Yang  Nanya  diluar Themaku jangan sakit hati yaa kalau tidak kujawab tapi kujawab dengan senyumanku yang close up...

Senyum itu ibadah kan

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
         💘TaNYa JaWaB💘

0⃣1⃣ Erni ~ Yogja
Bagaimana caranya agar hijrah bisa di jadikan alat untuk mendobrak mental block? Untuk move on dari masa lalu dan untuk bisa bersabar menghadapi nyiyirin wa nyiyirun?

Mohon pencerahannya.

🌸 Jawab:
Wa'alaikumussalaaam,

Ukhti Erni, Sehat...

Sebenarnya jawabannya  tuk menghadapi dan mendobrak nyinyiran wal nyunyuran ada kok  jawabannya di point  nomor 5.

Yuuu kita baca lagi. Jangan putus asa. Baca lagi yuk. Ana  yakin ukhti baru baca 16 x. Yaaa....

Ok. Yuu bah  baca lagi.

Say Good bye nyinyiruuuun

Wasallam

0⃣2⃣ Yeyen ~ Bandung Barat
Maaf ustadz pertanyaan saya tentang nomor 5.
1. Kalau ditempat tholabul ilmi banyaknya yang gosip bagaimana? 

2. Kalau baca quran tapi tidak tahu artinya bagaimana bisa paham jika hijrahnya dilingkungan yang kurang baik?

3. Kan dilingkungannya kurang baik jadi harus bagaimana tidak ada teman yang membantu istiqomah?

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalaaam,

Ukhti yen damang..?

1. Ditempat kajian banyak yang gosip? Ya ukhti duduknya di depan, dengerin ustadz nya.

Kalau duduk di belakang khawatir ngerumpi tar  malah rempong tidak dapat ilmu.

2. Tidak apa-apa, baca quran belum tahu artinya juga. Tapi belajar dikit-dikit dirumah. Kalau sehari 2 ayat saja ukhti terjemahin 1 tahun  sudah banyak yang hafal.

So... terus ikuti kajian... Ikuti arus ceramah ustadz. Kalau ada yang  ngajak ngobrol kasih saja senyuman 15 menit  nonstop.

Wah... kalau ana ustadz  yang ngasih ceramah off line nya. Yang ngobrol ana  bawain setangkai bunga melati yang dah  digencet meja deh...
Ana  hampiri  dan  berkata:

Ukhti mau  kajian atau  mau  ngerumpi?

3. Ayooo  semangat ah... Ikuti arus tapi jangan terbawa arus. Ayoo semangat ya...

Wasallam
Punteun yaaa...

0⃣3⃣ Safitri ~ Banten
Assalamualikum ustadz,

Emang harus kalau berhijrah kita mesti pindah lingkungan pindah tempat tinggal karena di lingkungan sendiri kurang dukungan otomatis kita harus ninggalin orang tua demi hijrah?

Terus lagi, apa iya orang yang berhijrah itu harus selalu rajin menghadiri pengajian-pengajian di manapun harus ikut kegiatan-kegiatan positif apa memang harus seperti itu ustadz? 

Saya niat hijrah dan semoga bisa istiqomah tapi saya tidak pernah ikut kajian-kajian secara langsung tidak pernah menghadiri pengajian. Saya cuma ikut kajian-kajian online, apa itu artinya hijrahku tidak maksimal?

Minta penjelasanya ustadz.

🌸Jawab:
Wa'alaikumussalaaam,

Fitri Damang?
Tidaklah. Masa fitri harus hijrah ke bogor... Yaa  tidak usahlah.

Ya masa iya dilingkungan mu tidak ada pengajian sih. Sekali mah. Ya ikut  atuh.

Tidak apa-apa dikamar saja juga, tadarusan saja.
Dari senin sampai minggu saja, kajian online juga tidak apa-apa.

Tapi  tetap istiqomah walaupun sehari cuma 5 menit setengah.
Begitu yaa.

Nuhuun ah

Wasallam

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
 💘CLoSSiNG STaTeMeNT💘

Teruslah  berbuat yang terbaik dalam hidup mu, hijrah hati diutamakan...

Yang tadinya telat sholat. Yuk hijrah sholat on time.
Yang tadinya baca quran nya cuma sebulan sekali.
Yuk hijrah setiap hari.

InsyaAllah hidup mu  akan barokah.

Doaku tetap ada dan terus ada untuk kalian semua, maafkan ana dengan segala kekurangan. Karena ana hanya sebongkah tanah yang bernyawa.

Wasallam

Best regard

Muhtar Albogory

ADAB PERGAULAN MUSLIMAH



OLeH: Ibu Irnawati Syamsuri Koto

           💎M a T e R i💎

Sabahat Muslimah…

Melihat kemajuan di zaman sekarang, begitu banyak dampak yang menjadi kehancuran bagi umat Islam. Seiring berjalan waktu kemodernan, mengupas tuntas akhlak manusia yang menjadi suatu keburukan. Namun tak bisa dipungkiri, akibat kemajuan peradaban membuat umat Muslim kehilangan akan akhlak dan etika keseharian mereka.

Sebagai seorang Muslim, semestinya kita mengacu kepada perintah Alloh ﷻ untuk mentaati-Nya, bergaul di masyarakat luas dengan akhlak dan etika yang baik. Jangan sampai etika pergaulan kita sebagai seorang Muslim dikalahkan dengan pergaulan bebas yang dilakukan orang-orang luar yang terjangkit virus modernisasi.

Begitu banyak dalil-dalil yang mengatur etika seorang Muslim, yang menjelaskan akan etika pergaulan terhadap masyarakat luas, pergaulan terhadap orang tua, terhadap orang yang lebih muda, bahkan terhadap lawan jenis.

Sebagai seorang muslimah yang cantik hatinya, tentu ia akan menjaga kehormatannya dengan bergaul sesuai syari’at yang telah Alloh ﷻ perintahkan. Seperti fitrahnya seorang muslimah yang diciptakan dari tulang rusuk, yang dekat dengan dada untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dicintai. Bagi seorang ikhwan yang taat akan Rabb-Nya, pasti ia akan melindungi muslimah itu bukan merusak kehormatannya.

Berbeda dengan pergaulan di zaman modern ini, baik muda maupun tua semua terjangkit dengan virus kebebasan. Akibatnya mereka tidak bisa mengontrol nafsu mereka dengan ketidakpuasan tersendiri atas tindakan yang telah dilakukan, dan akhirnya mereka lebih memilih untuk mencari kenikmatan yang lain.

Pergaulan bebas tidak mengenal batasan antara laki-laki dan perempuan, yang mereka ketahui hanyalah kenikmatan semata. Sehingga tidak jarang di kalangan masyarakat begitu banyak problematika yang terjadi, karena pergaulan yang tidak sesuai perintah Alloh ﷻ.

Bukan hanya di kalangan masyarakat awam saja, tetapi para artis juga terlibat dalam kasus-kasus prostitusi akibat dari pergaulan bebas yang tanpa batas. Begitu ironis ketika melihat kaum hawa yang rela menjual kehormatannya demi kenikmatan di dunia. Tidak mudah memang untuk menyetarakan semua karakter setiap muslimah, apalagi muslimah yang hidup di pergaulan luar selalu mendapatkan tanggapan-tanggapan yang beranekaragam.

Dan saat ini, semua tanggapan-tanggapan tersebut cenderung ke arah yang negatif, baik dari pesta obat-obat terlarang, bahkan yang sangat menghebohkan di media informasi saat ini adalah dampak pergaulan bebas yang sangat mengkhawatirkan.

Kecanggihan media informasi dan komunikasi saat ini semakin menimbulkan maraknya kemaksiatan yang bersifat tontonan seperti film, foto-foto di internet yang tidak bisa dibendung lagi. Sampai sumber kemaksiatan tersebut berada di setiap tempat, yang selalu mengumbar informasi yang tidak baik. Masalah ini sangat membutuhkan perhatian yang sangat serius, agar terhindar dari pergaulan yang tidak sewajarnya.

Dalam adabnya, seorang muslimah harus memahami point-point utama dalam bergaul menurut syari’at Islam:

◼Pertama, Paham Batas-Batas Berkomunikasi

Seorang muslimah saat berkomunikasi dengan seorang ikhwan harus mengetahui batasan-batasan mana saja yang diperbolehkan yang sesuai syari’at, sehingga ia memiliki etika dalam berbicara dengan lawan jenisnya.

Seorang muslimah hanya bisa menceritakan hal yang umum saja seputar kehidupan yang menyangkut pendidikan, mu’amalah, dan kesehatan. Hal ini sering dikenal sebagai hayatul ‘aam, di mana ia hanya diperbolehkan bercerita yang membahas tiga perkara tersebut.

Dan ketika berinteraksi dengan lawan jenis, seorang muslimah harus bertindak dan berbicara seperlunya saja, tegas dan jelas.

Bagi ikhwan tidak boleh mengetahui hal-hal pribadi muslimah tersebut kecuali ia telah dikhitbah dan melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Hayatul khas, hal ini mengenai seputar kepribadian yang hanya boleh diketahui oleh keluarga “mahram” dan sesama kaum muslimah lainnya. Misalnya: keadaan dirinya dan keluarganya, target hidup, target dakwah, dan lain-lain.

Seperti sabda Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya perkara halal itu jelas, dan perkara haram itu jelas; serta di antara keduanya terdapat perkara mutasyabihat yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang menjauhi syubhat, sungguh ia telah terbebas dari dosa, dalam agama dan kehormatannya. sebaliknya, siapa yang terjerumus pada perkara syubhat berarti ia telah terjerumus dalam perkara haram.” (HR. Imam Bukhari, Muslim dan ashabun Sunan).

◼Kedua, Menahan Pandangan

Artinya, tidak diperbolehkan melihat aurat, tidak diperbolehkan memandang dengan syahwat, tidak berlama-lama memandang tanpa ada keperluan, serta tidak bersentuhan kulit dengan lawan jenis. Dalam sebuah hadits menjelaskan “Tidak pernah tangan Rasulullah menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Alloh ﷻ berfirman dalam kitab-Nya:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Artinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nuur: 30)

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nuur: 31)

◼Ketiga, Wajib Menutup Aurat

Aurat merupakan anggota tubuh yang tidak boleh diperlihatkan ke orang lain, yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis. Seorang muslimah harus menutupi anggota tubuhnya kecuali muka dan kedua telapak tangan. Selain itu, pakaian yang dikenakan tidak ketat sehingga memperlihatkan lekuk tubuh, serta tidak transparan.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59)

Dari Abu Sa’id Radiallahuanhu, bahwasannya Rasulullah ﷺ bersabda: “Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat sesama laki-laki, begitu pula seorang perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan. Seorang laki-laki tidak boleh bersentuhan kulit dalam satu selimut, begitu pula seorang perempuan tidak boleh bersentuhan kulit dalam satu selimut.” (HR. Muslim)

◼Keempat, Tidak Melakukan Ikhtilat

Yakni berbaur antara pria dengan wanita. “Rasulullah ﷺ pernah keluar dari mesjid, pada saat itu bercampur baur laki-laki dan wanita dijalan, maka beliau berkata “Mundurlah kalian (kaum wanita) bukan untuk kalian bagi tengah jalan, bagian kalian adalah pinggir jalan.” Maksudnya adalah wanita tidak boleh berjalan bersamaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.

◼Kelima, Tidak Berkhalwat

Dari Ibnu Abbas Ra, bahwasannya Rasulullah ﷺ bersabda: “Janganlah sekali-kali salah seorang diantara kalian bersunyi-sunyi dengan perempuan lainnya kecuali disertai muhrimnya.” (HR. Bukhari Muslim)

◼Keenam, Terapkan Dalam Diri Bahwa Rahmat Alloh ﷻ Lebih Menggoda

Kenikmatan duniawi memang menggoda, tapi percayalah ada hal lain yang lebih menggoda yaitu Rahmat dari Alloh ﷻ. Jika kita dapat terus berada di jalan Alloh ﷻ, maka Dia pun akan memberikan nikmat yang lebih dari sekedar nikmat. Seorang wanita baik akan diberikan pasangan yang baik pula. Seorang hawa pasti ingin mendapatkan adam yang sholeh bukan? Maka pantaskan diri dan berusahalah untuk menjadi Wanita mulia dihadapan Alloh ﷻ, berdoa dan berikhtiarlah agar Alloh ﷻ memberikan apa yang Anda inginkan.

Yang terpenting adalah tetaplah berada dalam zona yang telah ditentukan Allah melalui Al-Qur’an dan Al-hadits. Jika seorang wanita dapat menjaga dan menghormati dirinya sendiri dalam lingkungan pergaulannya, maka Insya Allah tidak akan terjerumus dalam pergaulan yang salah.

🌸🌷🌸
Sholehah yang dicintai Alloh ﷻ...

Seorang mukmin dalam menjalankan kehidupannya tidak hanya menjalin hubungan dengan Alloh ﷻ semata (habluminallah), akan tetapi menjalin hubungan juga dengan manusia (habluminannas). Saling kasih sayang dan saling menghargai haruslah diutamakan, supaya terjalin hubungan yang harmonis. Rasulullah ﷺ  bersabda: “Tidak” dikatakan beriman salah seorang diantaramu, sehingga kamu menyayangi saudaramu, sebagaimana kamu menyayangi dirimu sendiri.” (HR. Bukhari Muslim)

Selain itu, bergaul baik dengan orang tua juga termasuk dalam ajaran Islam, Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan keluhuran budi perkerti dan akhlak mulia. Dalam Al-Qur’an dan hadis, begitu banyak menjelaskan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua.

Alloh ﷻ berfirman:

وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا

Artinya: “Dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.” (QS. Maryam: 14). Wallahu’alam…(R02/P4)

#Een Mutmainah

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
        💎TaNYa JaWaB💎

0⃣1⃣ Erni ~ Yogja 
1. Ustadzah, bagaimana sikap kita terhadap orang islam yang suka menjadikan agama islam sebagai bahan olok-olokan?

2. Bagaimana caranya agar tidak njomplang atau timpang antara akidah dan akhlaq?

Mohon pencerahannya.

💎Jawab:
1. Kita diperintahkan meninggalkan atau berpaling dari mereka yang mengolok-olok Islam dan hukum hukumnya.

2. Disinilah pentingnya ilmu, galilah ilmu-ilmu tentang aqidah dan juga tentang akhlak,  dengan mengilmuinya maka kita kan bisa mengamalkannya dengan baik. 

Wallahu a'lam

0⃣2⃣ Han ~ Gresik
Bu, bagaimana dengan pergaulan di medsos yang kadang merasa bebas (akhwat & ikhwan) dan dak ada masalah karena melalui "Chat" saja tanpa bertemu atau bicara langsung.
Bagaimana seharusnya batasan yang harus di lakukan?

💎 Jawab :
Batasan itu tetap berlaku, berkhalwat itu bukan hanya di dunia nyata,  di dunia Maya bahkan lebih dahsyat khalwatnya.

Jadi tetap aturan larangan berkhalwat itu berlaku. Bahkan lebih harus diperhatikan,  karena disaat chat murni tidak ada yang tahu, hanya dia dan Alloh ﷻ yang tahu dan setan sangat pintar mengelabui kita.

Wallahu a'lam

0⃣3⃣ Yeyen ~ Bandung Barat
1. Bagaimana jika ada seorang perempuan yang menutup sekali dirinya juga tertutup juga penampilannya tapi dia ingin segera mempunyai pasangan tak peduli laki-laki yang sudah mempunyai istri pun dia dekati. Bagaimana yang harus dilakukan oleh seorang istri tersebut?

2. Kan hubungan harus baik juga dengan manusia ya dzah, tapi kalau ada orang tua yang pilih kasih sehingga anak-anaknya menimbulkan perselisihan menjadi tidak baik hubungan mereka itu bagaimana ustadzah?

Mohon penjelasannya.
Syukron

💎Jawab:
1. Tergantung apakah istri penganut poligami atau tidak, kalau setuju dengan poligami maka tanyalah kepada suami apa dia bisa berpoligami. Namun jika tidak, maka bicarakan dengan baik bahwa antum tidak mau ada R2 di rumah tangga. 

2. Kadang anak-anak hanya melihat dengan kaca matanya saja, hingga lebih melihat lebihnya perhatian orang tua kepada saudara yang lain, dan merasa bahwa dia kurang diperhatikan padahal orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. 
Tapi memang ada juga orang tua yang menampakkan keberpihakannya kepada anak yang mempunyai kelebihan. Sebagai seorang anak yang sudah bisa berfikir selayaknya kita bisa mengalah dengan orang tua.

Jauhilah rasa iri kepada saudara lain, karena bagaimanapun kita adalah bersaudara yang tidak bisa dipisahkan oleh urusan dunia yang kecil dibanding dengan urusan akhirat yang sangat besar, menjaga silaturahim antar keluarga akan dihargai Allah dengan Surga,  berbuat baik kepada Orang tua meski orang tua ada kedzaliman terhadap kita akan Allah ganjar dengan surga.  Apa tujuan hidup kita kalo bukan Ridho Allah? 
Rendahkanlah diri di hadapan orang tua, bersabarlah. 

Wallahu a'lam

🌴 Tapi jika saudara tersebut yang menjadi pengganggu hubungan suami istri tersebut bagaimana? Jadi semakin runyam juga hubungan persaudaraan?

💎 Jika itu masih ada hubungan saudara, maka sidang didalam keluargalah yang bisa menyelesaikannya. 
Bicarakan dengan anggota keluarga yang dituakan. Dan adakan pertemuan keluarga.

0⃣4⃣ Eriska Novelita ~ Pangkal Pinang
Assalamualaikum ustadzah,

Bagaimana menyikapi orang yang keseharian berhijab syar'i baik di rumah maupun di luar tetapi beliau menipu banyak orang dan menjadi buron!

💎Jawab:
Wa'alaikumussalam, 

Salahkan oknumnya, jangan salahkan pakaiannya. 

Pakaian bisa dipakai oleh siapapun yang tujuannya murni karena ketaatan kepada Alloh ﷻ, atau karena ada sesuatu tujuan tertentu. Pakaian bisa dipakai oleh orang yang berilmu bisa juga dipakai oleh orang awam.

Karena itu jika ada kesalahan maka jangan judge pakaiannya tapi salahkanlah oknumnya. 

Wallahu a'lam

0⃣5⃣ Ridha ~ Bekasi
Ustadzah, ketika seseorang berada dalam komunitas dimana ada ikhwan dan akhwat, alumni misalnya. Di sana ada pertemuan-pertemuan.
Pertanyaan saya, ketika perkumpulan sudah tidak membicarakan kebaikan bahkan tidak ada (bahas masalah pacaran waktu sekolah) kalau tidak bicara itu tidak seru kata mereka. Bagaimana sikap kita pribadi?
Apakah diharuskan untuk keluar dan menjauh?

💎Jawab:
Jika memang tidak ada lagi manfaat di forum tersebut, maka tinggalkanlah, karena itu hanya kesia-siaan dan Allah melarang kita melakukan kesia-siaan, buang-buang waktu. 

Sebaiknya pulang tinggalkan dengan segera. 

Wallahu a'lam

0⃣6⃣ Maimunah ~ Jakarta
1. Ustadzah, jika istri bekerja, settingan tempat kerjanya, 1 ruangan cuma berdua. Karena tiap lantai ruangannya tidak lebar, jadi tiap lantai dibagi-bagi sesuai bagiannya. Walau seringnya sendiri di ruangan, tapi tetap saja, ada waktu-waktu tertentu ada di ruangan dua-duanya dengan fokus ke kerjaan masing-masing. Bagaimana mengantisipasinya Ustadzah?

2. Jika istri pulang kerja, suami tidak bisa jemput. Ke arah rumah tidak ada angkot, paling memungkinkan naik ojek. Nah, pernah sekali waktu, teman sekantornya menawarkan bareng, karena dia mau ke rumah ibunya, karena cuma beda gang dengan rumah istri tersebut. Istrinya sudah bilang ke suami, di izinin. Ternyata mertuanya tahu, ngedumel dah.

Disampaikan dumelan orang tuanya suami ke istri. Lalu istrinya jawab, apa bedanya naik ojek sama nebeng teman? Dua-duanya bukan muhrim dan tidak ada hubungan apa-apa.

Menurut Ustadzah bagaimana tentang sikap istri tersebut, menyalahi syariat atau tidak Ustadzah?
Mohon penjelasannya.

💎 Jawab:
1. Berdua dengan lawan jenis begitu? Kalau iya,  usahakan saja dibicarakan dengan pimpinan untuk ditempatkan berdua dengan akhwat.

2. Itu jelas salah, antara teman dan ojek tentu sangat berbeda, apalagi dimata keluarga pihak suami. Ojek adalah pekerja profesional sementara teman bisa saja terjadi kedekatan. 

Sebaiknya pilihlah ojek daripada diantar teman.

Wallahu a'lam

0⃣7⃣ Safitri ~ Banten
Assalamualaikum bunda, 

Kalau dulu kita pernah bergaul dengan teman-teman dulu dekat sekali berteman sama cowok-cowok dan disitu saya baru awal-awal ingin hijrah tapi saya belum bisa jauh-jauh sama teman-teman cowok. Saya masih berbaur kalau seperi itu dosa kita diampuni kah bunda sama Alloh ﷻ?

💎Jawab:
Wa'alaikumsalam,

Kalau minta ampun dan bertaubat tentu Alloh ﷻ akan ampuni, berusahalah sekuat kemampuan untuk menghindari kedekatan dengan lawan jenis.

Wallahu a'lam

🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Sholehah Bidadari Perindu Surga...

Pintu gerbang kerusakan tersebut adalah maraknya pergaulan bebas di kalangan muslimah hari ini.

Ironisnya, banyak kalangan menganggap pergaulan masalah yang sepele dan remeh terutama di kalangan wanita.

Bahkan, mereka menuduh islam telah menjajah kemerdekaan kaum wanita dalam pergaulan.

Berbagai gerakan dan organisasi gender dibuat  dengan dalih untuk membebaskan wanita dari tawanan agama yang membelenggunya.

Untuk itu, hendaknya setiap muslimah senantiasa meladzimi adab-adab dalam pergaulan.

Mohon maaf atas kesalahan dalam penyampaian, semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

IKHLAS MENGAJAR



OLeH: Bunda Lilis Nuraeni

           💘M a T e R i💘

🌸IKHLAS MENGAJAR


Guru berawal dari paduan kata sosok yang digugu dan ditiru.
Selain sumber ilmu, ia juga sebagai sauri tauladan bagi murid-murid khususnya, umumnya bagi masyarakat.
Kedudukan guru cukup tinggi.

(QS. Ali Imran ayat 18)

"Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah) yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang berilmu (juga mengatakan demikian."

Ternyata dalam ayat ini Alloh ﷻ menyandingkan orang berilmu dengan malaikat. Sebuah penghargaan yang luar biasa.

Namun saat ini banyak kasus yang miris muncul justru lahir dari sosok guru ataupun siswa seperti kasus:

Kekerasan.
Korupsi dan pungli.
Pemerkosaan.
Pelecehan seksual.
Pemukulan siswa pada guru atau sebaliknya.
Pengeroyokan di lingkungan sekolah.
Tawuran antar pelajar.
Kenakalan remaja.

Semua menjadi kabar duka di dunia pendidikan khususnya, bagi masyarakat pada umumnya.

Berdasar data Internasional Center Research of Women (ICRW), tahun 2015 bahwa 84 persen siswa mengaku mendapat tindak kekerasan di lingkungan sekolahnya. Sekolah tidak lagi menjadi tempat yang nyaman buat mereka.
Siswa mengalami tekanan secara mental.

Dan dari sisi prestasi kita melihat fenomena saat ini, banyak siswa yang sekalipun dengan ditunjang berbagai fasilitas canggih untuk memudahkan belajar tapi hasil belajarnya dari tahun ke tahun semakin buruk. Mencontek dan bocoran ujian sudah menjadi  hal biasa dan bukan lagi menjadi hal yang memalukan lagi di mata siswa atau masyarakat. Bahkan lebih mengerikan membocorkan soal ujian ini akan menghancurkan semangat dan mental siswa-siswa.
Mencetak mental tidak jujur.

Bocoran ujian yang dilakukan secara berjamaah telah menghancurkan anak bangsa ini  Maka tidak heran lahir manusia-manusia yang tidak berkualitas dan hedonis, yang ingin dengan cara mudah dan gampang untuk mencapai sesuatu, melakukan suap dan korupsi untuk mencapai tujuan. Kalau perlu menyingkirkan dan menghabisi orang-orang di sekitarnya dengan kejam.

Apa yang ditanam itulah yang akan tumbuh. Siapa yang paling bertanggung- jawab atas kehancuran moral dan mental para pemuda di negara ini?
Selain orang tua, tentulah GURU yang memiliki fungsi strategis bagi pembangunan dan  pembinaan mental manusia.
Hasil out put saat ini adalah hasil maha karya tangan sang GURU.

Lalu dimana letak kesalahan guru?
Tidak sulit melihat sebabnya:

🔹1. NIAT.

Tidak ada niat yang kuat dan ikhlas dari pada umumnya para guru untuk menjadikan dirinya pencetak dari suatu generasi.
Niat itu sangat penting, selain itu bagian dari sahnya sebuah ibadah, juga sebagai motivasi.
Dari sisi mana melihatnya?

Kita bisa lihat, sekarang guru banyak yang tidak mengajar di kelas. Siswa cukup diberi tugas dan guru ngobrol di kantor atau keluar dengan berbagai alasan. Hal ini menjadi semakin dipermudah dengan adanya bisnis buku.

Fasilitas buku ini memberi ruang bagi guru untuk tidak harus berfikir. Guru cukup memberi PR dan menyerahkan pemecahan materi yang sulit kepada orang- tua atau guru lesnya.Tidak adanya niat (misi dan visi) maka materi yang disampaikan tidak berpengaruh banyak pada siswa. Ilmu hanya cukup sebagai ilmu pengetahuan, tidak membangun manusia yang berakhlak.
Dengan ikhlas, maka akan membekas.
Tanpa niat yang ikhlas karena Alloh ﷻ, sebagai kewajibannya menyampaikan ilmu, maka ilmu itu bagai air di daun talas.

🔹2. CINTA DUNIA.

Ini penyakit yang saat ini menggerogoti umat manusia, yang bahkan menjangkiti para pemilik ilmu.
Ia mengajar untuk tujuan materi semata. Menyampaikan pelajaran, setelah selesai pulang, tiap bulan mendapat gaji.

🔹3. TIDAK MEMAHAMI KEDUDUKAN DIRINYA SEBAGAI GURU,SEBAGAI TEMPAT BERTANYA.

(QS. An-Nahl : 34)

"Maka bertanyalah kepada yang berilmu pengetahuan."

Guru di sini sebagai sumber ilmu dan punya kewajiban untuk menyebarkan ilmunya.

Dengan ilmunya itu juga guru mendapat balasan tanpa batas.

"Jika seseorang meninggal, maka terputuslah anak kecuali tiga perkara, sedekah yang mengalir, ilmu yang bermanfaat dan anak yang selalu mendoakan."  (HR. At- Tirmidzi).

Ada yang lebih besar dari gaji bahkan harta terbaik sekalipun.

"Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang berkat ajakanmu, maka itu jauh lebih baik (bagimu) daripada kekayaan paling berharga." (HR. Bukhari Muslim)

Tidak kalah penting, bisnis buku juga melahirkan guru-guru yang malas belajar dan tidak kreatif, membuat terobosan-terobosan dalam proses belajar mengajar. Karena semua ilmu sudah tertulis, buah karya orang lain yang belum tentu cocok buat siswanya.

🔹4. TIDAK ADA RASA TAKUT PADA ALLOH ﷻ.

Sesuai dengan firman Alloh ﷻ dalam surat 17 ayat 36, bahwa setiap pekerjaan dan hasil kerjanya akan diminta pertanggung jawabannya di hadapan Alloh ﷻ.
"......pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya."

Jika guru faham akan kedudukan dirinya, dan sadar bahwa setiap apa yang dilakukannya akan diminta pertanggung- jawabannya di akhirat kelak, insyaallah ia akan bekerja dengan baik, dengan niat yang ikhlas dan berjuang untuk mencetak generasi yang baik.

Jadilah guru yang baik, sebab setiap kebaikan tidak hanya akan dihitung oleh Alloh ﷻ tapi akan memantulkan kebaikan juga.

Untuk diri kita sendiri.
Menjadi guru yang memiliki marwah atau kehormatan, di dunianya dan dikenal oleh penduduk langit.


🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
         💘TaNYa JaWaB💘

0⃣1⃣ Kiki ~ Pekan baru
Ustadzah, bagaimana jika ada oknum guru yang meminta "bayaran atau tarif" untuk kenaikan nilai atau peringkat anak-anak ya?

Bagaimana tindakan kita sebagai wali muridnya? Karena terkadang ada seperti ketidakadilan dalam memberi nilai.

💎 Jawab :
Ditanya saja, aturan pemerintahnya mana? Atau undang-undangnya. Bicara pada kepala sekolah tentang hal ini. Karena itu kedzoliman.
Tapi tetap dengan niat yang baik, memperbaiki.

Jika diabaikan, mintalah keadilan pada Alloh ﷻ saat tahajud. Karena Alloh ﷻ akan memberikan hak para hamba-Nya yang meminta. Doakan agar Alloh ﷻ bukakan hati guru itu.

0⃣2⃣ Muthia ~ Riau
Ustadzah, di ponpes suami terdapat seorang anak berkebutuhan khusus yang nyantri, ibunya sangat kekeh ingin memondokan anaknya. Tetapi dengan berbagai macam alasan, anak tersebut selalu ingin pulang ke rumahnya, dan berulang kali juga ibunya mengantar kembali ke pondok. Menurut Ustadzah, bagaimana para guru untuk menghadapi tingkahnya tersebut?

💎Jawab:
Kita harus menyadari kondisi anak kita, butuh guru khusus pula. Dan harus terus didampingi ibunya. Ini ujian kesabaran. Jangan disatukan dengan yang normal.

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
 💘CLoSSiNG STaTeMeNT💘

Jadilah pekerja Alloh ﷻ.
Dia sebaik-baik pemberi balasan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

MEMAHAMI TAKDIR YANG SULIT DICERNA AKAL



OLeH: Ustadz Syahrawi Munthe

           💎M a T e R i💎

Assalamu'alaykum wr.wb.

Segala puji bagi Allah atas semua karunia-Nya.  Sholawat dan salam semoga selalu tercurah pada baginda Rasulullah ﷺ. 

InsyaAllah kajian kita sore ini tentang Takdir. 

🌸MEMAHAMI TAKDIR YANG SULIT DICERNA AKAL


Takdir adalah aksiomatika dari Alloh ﷻ.  Ketentuan yang telah terjadi dan tak dapat dirubah oleh siapapun kecuali oleh-Nya. Saat seseorang telah ditentukan takdirnya maka yang bisa dilakukan adalah menerimanya dan menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Sebab melawan takdir hanyalah menyebabkan kebinasaan.

Terkadang akal manusia tak sanggup memahami takdir. Tidak berterima dengan kondisi yang ada dan telah terjadi. Akalnya kadang berontak dan mengambil tindakan yang salah. Hasilnya adalah sebuah penyesalan yang tak berujung. Bahkan kadangkala ia mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidupnya.

Apapun yang terjadi di muka bumi ini sesungguhnya dalam pengetahuan Alloh ﷻ. Tak ada yang luput dari ilmu-Nya.
Firman Allah Ta'ala  :

مْ تَعْلَمْ أَنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَافِي السَّمَآءِ وَاْلأَرْضِ إِنَّ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرٌ

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (QS. Al Hajj/22 :70).

Persoalan takdir adalah hakikat kehidupan, sebab semua yang terjadi dan akan terjadi sudah tertulis di lauh mahfuzh, baik takdir yang baik maupun yang buruk. Sabda Rasulullah ﷺ:

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“… Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim)

Islam mengajarkan kita untuk memahami takdir secara benar. Bahwa semua ketentuan Alloh ﷻ baik adanya karena tak mungkin Alloh ﷻ 'sengaja' menjerumuskan hamba-Nya pada takdir buruk. Itulah sebabnya ketika seseorang menjalani takdir (dalam kacamata manusia takdir buruk), Rasulullah ﷺ mengajarkan agar tetap bersemangat dalam melakukan kebaikan-kebaikan. Sabda Nabi ﷺ :

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)

Ulama mengajarkan bahwa hikmah menerima takdir adalah agar selalu bersandar kepada Alloh ﷻ; agar tidak sombong ketika tercapai tujuannya, karena keberhasilan yang ia dapatkan merupakan nikmat dari Alloh ﷻ, berupa sebab-sebab kebaikan dan keberhasilan yang memang telah ditakdirkan oleh Alloh ﷻ; agar muncul ketenangan dalam hati, sehingga tidak bersedih atas hilangnya sesuatu yang dicintai atau ketika mendapatkan sesuatu yang dibenci. 

Firman Allah Ta'ala :

مَآأَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي اْلأَرْضِ وَلاَفِي أَنفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرٌ {22} لِكَيْلاَ تَأْسَوْا عَلَى مَافَاتَكُمْ وَلاَتَفْرَحُوا بِمَآ ءَاتَاكُمْ …{23}

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu…” (QS. Al Hadiid/57:22-23).

Wallahu'alam.


🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
        💎TaNYa JaWaB💎

0⃣1⃣ Yani ~ Tangsel.
Mengenai takdir buruk. Saya pernah membaca bahwa takdir buruk bisa di rubah yaitu dengan doa-doa kita, terutama doa di malam bulan ramadhan.

Benarkah demikian ustadz?

🌴Jawab:
Iya benar,  takdir bisa diubah dengan doa,  sebab takdir adalah hak veto Allah. Jika misal kita tertakdirkan dengan yang 'buruk' maka dengan doa-doa, bisa saja Allah selamatkan kita dari takdirnya. 

Wallahu'alam

0⃣2⃣ Atin ~ Pekalongan
Jika seseorang selalu dalam kesusahan apakah itu juga takdir?
Karena pada akhirnya orang itu 'marah' dan merasa Allah tidak adil karena selalu menimpakan kesulitan padanya.

🌴Jawab:
Saat itu iya, tapi tak boleh putus asa. Sebab takdir di masa depan tidak ada yang tahu. Sekalipun kita selalu dalam kesusahan, terus saja usaha, asah kemampuan, terus belajar, lebih rajin, dan sebagainya.

Yakinlah bahwa tidak ada usaha yang sia-sia disisi Allah. Jerih payah seseorang dalam. mencari karunia Allah,  bisa menghapus dosa-dosanya.

Wallahu'alam

0⃣3⃣ Ridha ~ Bekasi
Ustadz, Alloh ﷻ ciptakan Qada dan Qadar. Apakah benar qadar masih bisa dirubah manusia?

Apakah dosa yang diperbuat seseorang akan dibalas dengan takdir buruk?

Walaupun sudah taubat, itu hanya menghapuskan balasan diakhirat namun, balasan akibat maksiat tetap diterima di dunia.
Subhanallah..

Tolong penjelasannya ustadz, bagaimana kata Islam?

🌴Jawab:
Iya benar, Qadha adalah takdir yang belum terjadi.  Allah saja yang Maha Tahu. Disnilah sebenarnya doa berperan, bahwa jika dikabulkan Allah bisa merubah takdir hamba-Nya.

Terkait dengan dosa, jika sudah mohon ampun kepada Allah, apakah akan ada musibah. Mungkin saja terjadi, akibat dari perbuatannya. Tetapi yang jelas, Allah akan 'merangkul' orang yang bertaubat nasuha. Allah akan menjaga dan melindunginya.

Wallahu'alam

0⃣4⃣ Maimunah ~ Jakarta
Bagaimana tips agar kita legowo menerima takdir, baik takdir baik maupun takdir buruk. Kadang terhadap suatu kejadian yang sebelumnya didiskusikan, kadang suka keceplosan "guwa bilang juga apa, kaga percaya sih" atau kalaupun tidak keceplosan, ada terbersit lintasan pikiran seperti itu. Biasanya langsung istighfar, tapi kadang terbersit lintasan pikiran seperti itu terulang lagi?

🌴Jawab:
Semuanya kuncinya tawakkal, dan berfikir positif. Sebab apa yang baik buat manusia, sudah Allah tetapkan. 

Sebaliknya yang baik menurut manusia,  belum tentu demikian di sisi Allah. Maka jika takdir itu datang,  baik atau buruk, maka kita harus siap. 

Jika takdir buruk yang datang, bisa jadi itu cara Allah untuk mendidik hamba-Nya agar sabar dan tidak sombong dan selalu introspeksi dirinya.  Sebaliknya jika takdir baik yang datang, bisa jadi karena syukurnya hamba dan ketaatannya pada Allah. 

Wallhu'alm

0⃣5⃣ Yani ~ Tangsel
Dalam menyikapi sebuah takdir buruk, ketika kejadian atau takdir itu menimpa pada diri kita, manusia sering bilang itu adalah sebuah bencana atau musibah.

Apakah antara takdir dan musibah itu berkaitan? Letak bedanya dimana ya ustadz?

🌴Jawab:
Musibah itu adalah bagian takdir, sebab sudah terjadi. Mungkin saja itu cara Allah pada hamba-Nya, agar kembali kepada Allah. Atau jika ia hamba yang shalih, tapi dapat musibah, agar ia jadi jadi hamba yang lebih sabar dan diuji keimanannya. 

Wallahu'alam

0⃣6⃣ Yeyen ~ Bandung Barat
Bagaimana cara agar bisa menerima takdir buruk? Menjalani kehidupan hanya terus-terusan hidup tersakiti bukan dengan orang lain tapi orang terdekat, iya termasuk orang tua.

Bagaimana cara menerimanya? Kalau itu bukan takdir kenapa terus menerus terjadi pada diri saya selama ini?

Mohon pencerahannya ustadz.

🌴Jawab:
Setiap peristiwa yang sudah terjadi namanya takdir. Bisa juga buruknya hubungan dengan orang tua merupakan bagian takdir. Tapi hal ini rasanya lebih kepada cara komunikasi.

Bagaimanapun buruknya orang tersebut, dia adalah orang tua kita yang harus kita hormati. Ngalah saja, lapangkan dada, sembari berdoa kepada Allah, agar hubungan dengan orang tua lebih baik lagi. Tidak lagi yang tersakiti.

Wallahu'alam

🔷 Bagaimana hati jika terlalu kecewa kepada orang tua?

🌴 Darah daging itu masih ada hubugan,  sekecewa apapun,   maafkan saja. Terima saja dengan lapang dada. 

Kecuali jika orang tua mengajak kepada kemaksyiatan dan kemusyrikan, maka tinggalkan saja orang tuanya hingga ia taubat. Jadi ya, tetap saja itu orang tua kita.

0⃣7⃣ Safitri ~ Banten
Ustadz bagaimana biar kita tahu kalau memang ini takdir dari Allah. Cara mengetahui kalau itu takdir seperti apa? Ada yang bilang takdir tidak bisa dirubah dan ada yang bilang takdir bisa dirubah.

Seperti misal Allah sudah menuliskan jodohkan dan jodoh kita tergantung dari pada diri kita, awal diri kita ini nakal dan sebagainyalah tapi kita ingin jodoh kita itu baik dan dengan cara memperbaiki diri pasti allah juga merubah jodoh kita tergantung dengan kitanya?
Mohon penjelasannya ustadz.

Terimakasih

🌴Jawab:
Ya benar. Takdir pada manusia itu mengikuti apa yang dikukan. Jika iya rajin belajar, takdirnya jadi pintar. Tidak ada orang rajin belajar jadi bodoh. Orang yang giat bekerja dan sering silaturahim, rezekinya akang datang. Rumusnya.  Tapi kalau salah 'tekan' yang di dapat adalah takdir buruk.

Misal tadi, disuruh rajin belajar, tetapi ia malas dan menghindar, maka takdir ya bukan orang pintar, tapi jadi bodoh. Ibarat kalkulator, Allah perintahkan 3 x 5, yang tentu hasilnya (takdirnya)  15. Tapi kita membantah Allah, yang ditekan malah tanda kurang ( - ), maka hasilnya negatif, atau takdir buruk.
Demikianlah sunnatullahnya. 

Wallahu'alam

🔹Hemmm iya iya ustadz.

Pak ustadz kalau seorang menikah berarti mereka sudah ditakdirkan berjodoh sama Allah terus kalau misal mereka bercerai kemudian mereka menikah dengan orang lain berarti takdir mereka gimana itu tulang rusuk manusia itu ada berapa kalau misalkan mereka menikah kemudian menikah lagi bahkan sampai tiga kali berarti dia punya tulang rusuknya banyak dong, terus takdir dia sebenarnya sama siapa begitu?

Minta penjelsanya pak ustadz

🌴Ya gimannalah, coba di cek dulu tulang rusuknya,  apa masih utuh.

Jadi takdirnya memang demikian, bahwa istrinya harus berganti karena tidak akur atau tidak cocok mungkin. Makanya segala apa di masa depan, masihlah teka teki. Kita disuruh beramal shalih, berdoa, bekerja, belajar, dan sebagainya untuk meraih takdir yang baik. 

Wallahu'alam

0⃣8⃣ Evi ~ Jakarta Selatan
Assalamualaikum ustadz,

Menyikapi hal takdir soal jodoh apakah jodoh yang Allah takdirkan kepada kita sudah takdir tertulis atau kelalaian kita mencari pasangan.

Karena kisah nyata adik ipar menikah dengan seorang janda yang awalnya bercerita kalau dia masih perawan tapi ketika sudah menikah dia membuka semua kebenaran kalau janda anak 2 dan ibu mertua saya tidak terima hal ini sampai istrinya hamil dan punya anak. Bagaimana menyikapinya?

Terimakasih

🌴Jawab:
Wa'alaykumussalam, 

Jika ini terjadi maka yang rusak adalah hubungan kekeluargaan. Sebab diawal niatnya tidak benar, walaupun tujuannya baik.  Ia berdusta tentang statusnya, maka ia berdosa.

Dan wajar saja ibu mertuanya itu tidak terima. Anak laki-laki adalah hak ibunya. Bisa saja ia suruh anaknya menceraikan istrinya.  Tidak boleh melakukan sesuatu yang baik, dengan cara yg salah. Misal mau sholat, tapi dengan cara mencuri, tidak boleh.

Wallhu'alam

0⃣9⃣ Ririn ~ Hongkong
Assalamualaikum,

Ustadz, misalnya ana berkerja di tempat non muslim. Ana ingin menjalankan sholat dengan sembunyi-sembunyi itu hukumnya bagaimana pak ustadz?

Mewakili teman-teman ana yang lagi di perantauan.

🌴Jawab:
Wa'alaykumussalam, 

Jika dirasakan merepotkan dan mengganggu ibadah sholat, alangkah baiknya mencari pekerjaan lain.  Jika sudah dapat pekerjaan baru boleh pindah kerja.

Wallahu'alam


🌸🌸🌸🌟🌟🌟🌸🌸🌸
 💎CLoSSiNG STaTeMeNT💎

Selamat liburan, semoga tambah sehat dan gemuk, tambah dana belanja dari suami, dimudahkan urusannya, tambah semangat ibadahnya dan ditakdirkan menjalani kehidupan ini dalam keadaan bahagia. 

Amin...

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PERAYAAN NATAL 25 DESEMBER: PAHAMI DAN ANTISIPASI



OLeH: Ibu Irnawati Syamsuir Koto

           💘M a T e R i💘

Sahabat-sahabatku yang dicintai Allah...

Perayaan Natal, hampir setiap tahun selalu dirayakan dengan hingar bingar, dengan segala kemeriahan dan nuansanya yang serba gemerlap.

Kemeriahan ini tidak melulu ditampilkan di rumah-rumah umat Kristen ataupun gereja-gereja saja, tapi seolah seluruh dimensi kehidupan kita tiap menjelang 25 Desember menjadi serba semu.

Mengapa semu?
Hal ini disebabkan, semaraknya perayaan-perayaan tersebut paling tidak membawa tiga kesan yang bisa kita rasakan bersama, yakni:

#pertama, perayaan Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember adalah sebuah ritus yang berlandaskan nilai kebenaran;

#kedua, perayaan Natal telah mencapai “maqam” gengsi-simbol status sosial.

Sebuah simbol yang membanggakan bagi orang yang merayakannya, atau bagi mereka yang turut “berpartisipasi”.

Sebaliknya bagi mereka yang tidak “menyambut” perayaan Natal, terkesan tidak prestisius;

#ketiga, seolah-olah mayoritas penduduk negeri ini adalah kaum Nasrani.

Padahal secara statistik, jumlah mereka tak lebih dari 15 persen.

Sehingga, secara sadar ataupun tidak, sebenarnya kita telah digulung ke dalam arus pendangkalan aqidah -kalau tidak mau disebut kristenisasi- dan hal ini begitu mengancam eksistensi kita sebagai ummat Islam sekaligus sebagai ummat mayoritas di Indonesia, dan sebagai populasi muslim terbesar di dunia.

Kondisi ini senada dengan ayat Allah dalam Al-Baqarah: 105, “Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu....”

Dan, siapa yang disebut kafir? Al-Ma’idah ayat 72 dan 73 memberi penjelasan yang begitu gamblang,
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu"....” (Al-Ma’idah: 72) ;
“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa....” (Al-Ma’idah : 73).

Sehingga jelas, kaum Nasrani, atau Kristen, memang telah lama berusaha mengikis aqidah kita, perlahan namun pasti, asalkan mencapai target.

Apa target mereka?

Menurut Mega Proyek Rencana Kristenisasi Indonesia yang diluncurkan pada 21 Mei 1998 mereka menginginkan realisasi program Kristenisasi Indonesia dalam waktu 25 tahun dengan cara apapun dalam nama “misi mulia sang gembala dalam mendamaikan dunia dalam Kasih Tuhan Jesus Kristus Juru Selamat”.

Siapa targetnya?

Mereka menarget generasi muda Islam, terutama siswa dan mahasiswa!

Caranya?

Cara termudah ialah melalui liberalisasi pola pikir, budaya, agama, dan gaya hidup, dengan merujuk metode “menangkap ayam dengan umpan”.

Firman Allah dalam Al-Baqarah: 120,
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

🔹MENGULITI DOGMA GEREJANI

Gereja, saat ini telah menginstruksikan kepada seluruh jemaatnya, di manapun ia tinggal, untuk mengganti istilah “perayaan Natal” dengan “maulid atau milad Nabi Isa as”.

Sesuai tujuan mereka, mereka menghendaki ummat Islam terliberalkan sehingga menganggap bahwa perayaan Natal memiliki kesamaan cara pandang dengan penghormatan kepada Nabi Isa as.

Akan tetapi, di sinilah akar permasalahan yang dialami ummat Islam khususnya di Indonesia. Banyak dari mereka yang menelan mentah-mentah segala macam doktrin tanpa menarik terlebih dahulu sebab-musababnya, sehingga sering ummat Islam terperosok pada pemahaman yang keliru.

Padahal Allah telah memberi peringatan yang begitu keras dalam Al-Isra’: 36, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”

Maka, pertanyaan yang timbul selanjutnya, benarkah Natal merupakan peringatan kelahiran Nabi Isa as?

Jika demikian, apa kaitannya dengan pohon pinus?

Apa pula hubungannya dengan Santa Claus?

🔷🌷🔷
Sholehah Jamaah RAK yang saya kasihi

•√ Silang Pendapat Kelahiran Yesus dalam Bible

Umat Kristiani, di manapun mereka tinggal, berpedoman pada kitab suci yang disebut Bible. Bukan Alkitab, atau Injil.

Mengapa?

Sebab Injil hanyalah empat -Lukas, Markus, Matius, Yohanes- dari sekian kitab yang ada di dalam Bible, dan itupun hanya termuat dalam Perjanjian Baru (New Testament).

Perjanjian Baru adalah bagian dalam Bible yang menandai awal kelahiran Yesus, sementara Perjanjian Lama adalah bagian dalam Bible yang memuat kronologi perjalanan hidup bangsa Israel sebelum kelahiran Yesus.

Di dalam Perjanjian Baru, Injil yang mencatat peristiwa kelahiran Yesus hanyalah Injil Lukas dan Injil Matius. Itupun saling berkontradiksi. Dalam Lukas 2:1-8, diperoleh simpulan bahwa Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Augustus yang tengah melaksanakan sensus penduduk (tahun 7 Masehi = 579 Romawi). Yusuf, tunangan Maria (ibu Yesus), berasal dari Betlehem, dan lahirlah Yesus di Betlehem. Maria membungkusnya dengan kain lampin dan membaringkannya dalam palungan.

Peristiwa itu terjadi pada malam hari ketika gembala tengah menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput. Sedangkan menurut Matius 2: 1, 10, dan 11, diperoleh simpulan bahwa Yesus lahir dalam masa pemerintahan Raja Herodus (Herodus Agung) yang memerintah antara tahun 37 Sebelum Masehi hingga 4 Masehi (749 Romawi) ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur.

Jelas, begitu kentara perbedaan pendapat kedua penulis Injil tersebut. Satu yang pasti, mereka tidak pernah menyebut kelahiran Yesus bertepatan pada tanggal 25 Desember.

Mengapa?

Karena jika dilihat dari pendapat kedua penulis tersebut, cuaca yang digambarkan dengan gemerlapnya bintang-bintang dan penggembalaan domba di waktu malam menunjukkan bahwa pada saat itu adalah musim panas, sementara 25 Desember merujuk pada musim dingin.

Mustahil mereka menggembalakan domba di waktu malam di musim dingin. Beku mereka.

🔹KELAHIRAN YESUS MENURUT AL-QUR’AN

Nampaknya kelahiran Yesus, atau yang ummat Islam kenal dengan Nabi Isa as, lebih gamblang terjelaskan di dalam Al-Qur’anul Karim, kitab yang tiada keraguan di dalamnya dan menjadi petunjuk bagi seluruh ummat manusia.

Al-Qur’an mengisahkan kelahiran Yesus dalam Maryam ayat 23-25, “Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan". Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,”

✔Apa Kata Sarjana Kristen?

Dr. Arthur S. Peak, seorang sarjana Kristen, mengungkapkan bahwa kelahiran Yesus adalah dalam bulan Elul (Yahudi), bersamaan dengan bulan Agustus-September, dan dalam musim panas.

Uskup Barns dalam Rise of Christianity menyatakan, “Kepercayaan bahwa 25 Desember adalah hari lahir Yesus yang pasti tidak ada buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana gembala-gembala waktu malam menjaga di padang di dekat Betlehem, maka hari lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pegunungan Yudea amat rendah sekali sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima penetapannya kira-kira tahun 300 Masehi”.

✔25 Desember (?)

Umat Kristen nampaknya harus lebih banyak memberikan jawaban seputar masalah Natal. Tanggal 25 Desember dari sudut pandang sejarah memberi sebuah kesan tersendiri tentang Natal.
Ingat, 25 Desember, dilihat dari bukti-bukti yang terbaca dalam Bible, dan Al-Quran sebagai pedoman hidup, bukan merupakan hari kelahiran Yesus. Sebaliknya, 25 Desember justru menunjukkan hari kelahiran dewa-dewa pagan dalam berbagai kebudayaan dan mitologi kuno. Bacchus, dewa Yunani; Osiris, dewa Mesir; Attis, dewa Phrygia; Quetzacoati, dewa Phoenica dan Mexico, semuanya dilahirkan pada tanggal 25 Desember. Oleh karena kelahiran mereka jatuh pada 25 Desember, sehingga orang tua mereka harus melakukan upacara perkawinan mereka pada tanggal 25 Maret.

Sampai di sini setidaknya kita perlu melihat praktek paganisme kuno di era modern yang mengidentikkan musim semi sebagai musim kebangkitan dan kehidupan.

Dengan demikian, dewa-dewa diciptakan atau hamil pada bulan Maret, atau musim semi, dan dilahirkan pada bulan Desember. Itulah sebabnya mengapa konsep kehamilan para ibu-ibu dewa dalam bulan Maret telah banyak memengaruhi agama Kristen.

Pasalnya, umat Kristen mempunyai perayaan yang dikenal sebagai “Hari Ibu Kita” pada setiap bulan Maret dalam kalender mereka.

Fakta-fakta sejarah yang terdokumentasi dari gereja membuktikan, pada awalnya gereja biasa merayakan Natal pada tanggal 25 Maret selama lebih dari sepertiga dan setengah abad.

Akan tetapi tanggal tersebut diubah oleh Paus Julian II pada tahun 345 Masehi yang menyatakan bahwa peringatan dan perayaan Natal harus dilakukan pada tanggal 25 Desember.

Adapun sebab dirayakannya Natal pada tanggal 25 Maret, hal ini disebabkan bulan Maret terkait dengan puncak musim semi, dan kebanyakan upacara-upacara keagamaan pagan kuno dilaksanakan pada atau sekitar tanggal 21 Maret.

Muhammad Ali Zenjibari dalam bukunya menuliskan bahwa musim semi mencirikan kebangkitan jiwa dari kafan kematian dalam tubuh orang mati dan dianggap paganisme sebagai “cara penggambaran proses spiritual selama kelahiran jiwa”.

Musim semi juga dianggap membawa semangat baru, sebagaimana musim dingin membawa kematian tumbuh-tumbuhan dan benda-benda alam.

Dingin melambangkan kematian dan awal dari kehangatan, sementara sinar matahari dalam musim semi menandakan datangnya kehidupan dan semangat baru dalam seluruh tubuh makhluk.

Jadi, teori dan konsep pagan kuno ini diizinkan masuk ke dalam agama Kristen oleh orang-orang Romawi.

Alhasil, dalam musim semi yang sama, laki-laki yang mereka sebut Yesus Kristus pun bangkit dari kematian, sebagaimana Paskah, dewi musim semi memperoleh kembali kehidupannya pada setiap musim semi yang sama.

Dan nampaknya dalam kepercayaan Kristen Yesus juga menaklukkan kematian pada musim semi.

🔹MEMISAHKAN JARUM DARI JERAMI

Di Eropa Kuno dan dalam mitologi pagannya, tanggal 25 Desember pada mulanya diyakini dan dianggap menjadi tanggal kelahiran Dewa Matahari lainnya, sementara tanggal 6 Januari diyakini menjadi hari kelahiran “Anak” Tuhan.

Sehingga tidaklah mengherankan apabila cerita dan anggapan pagan diberi persetujuan dan dipraktekkan secara resmi di seluruh negara Kristen setelah keluarnya restu Paus saat itu.

Akan tetapi yang perlu digaris bawahi adalah, tanggal 25 Desember yang kemudian dianggap sebagai hari kelahiran “Anak Tuhan” dilekatkan pada sosok Yesus Kristus.

Dan beliau sama sekali bukan “Anak Dewa Matahari”.

Agama Kristen yang pada saat itu menjadi agama baru telah dibaurkan oleh orang-orang Romawi dengan mengadopsi kebudayaan agama kuno mereka yang dipengaruhi oleh iklim politik mereka.

Begitu pula setelah mereka menyatakan masuk ke dalam agama Kristen selama kekuasaan kaisar Konstantin pada tahun 325 Masehi, banyak cara pagan dari upacara-upacara keagamaan Kuno dari Kuil Apollo telah menyusup ke dalam agama Kristen hingga hari ini dengan sampul besar “Yesus Kristus”.

Allah Azza wa Jalla telah memperingatkan perilaku mereka dalam Al-Ma’idah ayat 77, “Katakanlah, ‘Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.”

🔷🌷🔷
Sahabatku jamaat RAK yang semoga dirahmati Allah

🔹APA KATA SUMBER KRISTEN?

a) Catholic Encyclopedia edisi 1911 bab “Christmas”:

Natal bukanlah upacara gereja yang pertama… melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.

Dalam bab “Natal Day” :
Di dalam kitab suci tidak ada seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir’aun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.

b) Encyclopedia Britannica edisi 1946:

Natal bukanlah upacara gereja abad pertama. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bibel juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.

c) Encyclopedia Americana edisi 1944:

Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut…

Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus mulai diresmikan pada abad ke-4 Masehi. Pada abad ke-5 Masehi Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari “Kelahiran Dewa Matahari”. Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus.

d) New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge, Christmas :

Adat kepercayaan pagan Brumalia dan Saturnalia yang sudah sangat akrab di masyarakat Roma diambil Kristen... Perayaan ini dilestarikan oleh Kristen dengan sedikit mengubah jiwa dan tatacaranya. Para pendeta Kristen di Barat dan di Timur Dekat menentang perayaan kelahiran Yesus yang meniru agama berhala ini. Di samping itu Kristen Mesopotamia yang menuding Kristen Barat (Katholik Roma) telah mengadopsi model penyembahan kepada Dewa Matahari.

🔹ADA APA DI BALIK POHON NATAL?

Sebelum kita kaji seluk beluk pohon Natal beserta riwayatnya, mari kita telaah terlebih dahulu Yeremia 10: 2-5,
Beginilah firman Tuhan: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan." Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab ia tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun ia tidak dapat.

Dalam kitab Yeremia (bagian dari Perjanjian Lama) tersebut begitu jelas ditegaskan bahwa Bibel sendiri menentang adanya pengkultusan terhadap benda mati, yang selanjutnya diagungkan dan disakralkan karena tindakan tersebut tidak jauh berbeda dengan sikap para penyembah berhala. Salah satu bahan pembuat berhala adalah pohon kayu yang ditebang dari hutan, dipahat, lalu dihias dengan kerlap-kerlip emas dan perak.

Pertanyaannya, bagaimana dengan pohon Natal?

Apakah pohon itu diukir dan dihias dengan kerlap-kerlip -minimal- ornamen-ornamen keemasan dan lampu-lampu kecil di sekelilingnya?
Barangkali kita sudah.

🔹MENGAPA CEMARA?

Pohon Natal yang saat ini banyak kita temukan dalam wujud pohon cemara, bermula dari seorang cucu Ham (putera Nabi Nuh as) yang bernama Nimrod. Nimrod atau Raja Namrudz adalah salah satu tokoh yang mempelopori pembangkangan terhadap Tuhan.

Jumlah kejahatannya tak terhitung banyaknya, bahkan iapun menikahi ibunya sendiri yang bernama Semiramis. Ketika Nimrod meninggal, Semiramis menyatakan bahwa roh Nimrod tetap hidup abadi meski jasadnya telah tiada. Semiramis lalu menjadikan pohon evergreen (cemara) yang bisa tumbuh dari kayu yang sudah mati sebagai simbol kehidupan baru Nimrod setelah mati.

Dan Nimrod dianggap selalu ada di pohon tersebut tiap hari kelahirannya tiba, sehingga sering dihiasi dengan aksesoris yang gemerlap dan di bawahnya sering diletakkan aneka bingkisan.

Inilah cikal bakal pohon Natal, yang juga menandai awal penyembahan terhadap dewa Ba-al, anak dewa matahari, dengan objek penyembahan “Ibu dan Anak”, dan salah satunya “Semiramis dan Nimrodz”. Mengapa dilestarikan ke dalam perayaan Natal? Kembali kita mengingat bahwa sejatinya 25 Desember adalah perayaan kelahiran dewa Matahari, dan tanggal itulah yang dipilih untuk merayakan Natal hingga hari ini.

•√ (Sekali Lagi) Paganisme Pohon Natal.

Tidak sampai tahun 1880, pohon Natal pertama dibawa ke Inggris dari Jerman oleh Pangeran Albert, tidak lama berselang usai perkawinannnya dengan Ratu Victoria.

Praktek-praktek tentang penghargaan pohon dan gua serta objek orang termahsyur lainnya sebenarnya telah dikutuk oleh Bibel karena mengarah pada paganisme kuno.

Akan tetapi sayangnya, pohon-pohon ini saat ini menyandang predikat atas nama Yesus sebagai “pohon Natal” untuk menyembunyikan asal penyembahan berhala mereka. Mari kita simak penuturan Bibel mengenai ritual-ritual paganisme sebagai sesuatu yang sangat dibenci dari penyembah berhala,
.... tetapi ia hidup menurut kelakukan raja-raja Israel, bahkan dia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau Tuhan dari depan orang Israel. Ia mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit pengorbanan dan di atas tempat-tempat yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun ... (2 Raja-Raja 16 :3-4).

Setiap Natal pasti ada Santa Claus.

🔹SIAPA SANTA CLAUS?

Natal selalu identik dengan Santa Claus, atau Sinterklas, yang digambarkan sebagai seorang kakek tua yang berjenggot putih, bertubuh tambun dan “berseragam” merah serta selalu membagi-bagikan hadiah kepada anak-anak kecil yang berbudi baik selama satu tahun.

Menurut Encyclopedia Britannica volume 19, “Santo Nicolas adalah seorang Pastor di Myra yang amat diagung-agungkan oleh seorang Yunani dan Latin setiap tanggal 6 Desember. Legenda ini berasal dari kebiasaannya yang suka memberikan hadiah secara sembunyi-sembunyi kepada tiga wanita miskin, untuk melestarikan kebiasaan lama dengan memberikan hadiah secara tersembunyi itu digabungkan ke dalam malam Natal.

Akhirnya terkaitlah antara hari Natal dan Santa Claus ...”

Pastor Amstrong dalam tulisannya, The Plain Truth About Christmas, pun menegaskan jika Santa Claus tak jauh berbeda dengan Setan, sembari mengutip ayat dalam Bibel.

Tidak usah diherankan, sebab iblis pun menyamar sebagai malaikat terang. Jadi itu bukan hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka. (II Korintus 11:14).

🔹MASIH BISAKAH DITOLERANSI?

Ummat Islam, sebagai ummat Rahmatan lil Alamin, memiliki prinsip Lakum diinukum waliyyadiin (QS Al-Kaafiruun : 6) dan Laa ikraha fiddiin (QS Al-Baqarah : 256) dalam bersosialisasi dengan umat di luar Islam.

Akan tetapi perlu digarisbawahi bahwa praktek dari kedua ayat tersebut berkait dengan kehidupan sosial-masyarakat saja, atau lebih kita kenal dengan hablum minannas.

Bentuknya bermacam-macam, semisal dengan memperbolehkan umat beragama lain melakukan ibadah sesuai keyakinannya, hidup bertetangga dengan rukun, hingga memperbolehkan membangun rumah ibadah agamanya secara legal.

Dengan demikian, sudah sepantasnya kita membatasi diri dari hubungan dengan umat selain Islam dalam hal aqidah dan keimanan. Salah satunya adalah perayaan Natal 25 Desember. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa pada tanggal 7 Maret 1981 yang menyatakan bahwa ummat Islam haram mengikuti perayaan Natal bersama. “Agar umat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan perayaan Natal”, demikian fatwa MUI yang ditandatangani Ketua MUI K.H. M. Syukri Ghozali dan Sekretaris MUI Drs H. Mas’udi.

🔹SELAMAT NATAL “versus” SELAMAT IDUL FITRI

Seringkali kita terjebak pada, “Saya tidak ikut-ikutan Natalan, tapi cuma mengucapkan ‘selamat Natal’ kepada teman Kristen saya. Boleh, kan?”

Jawabnya mudah.

Tengoklah sejarah Natal, cermati ayat-ayat Bibel yang sama sekali tidak memberi kejelasan kepada kita terkait fakta kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember.

Justru sumber-sumber Kristen sendiri yang mengungkapkan bahwa 25 Desember adalah upacara penyembahan dewa-dewa pagan.

Masihkah kita mempertaruhkan aqidah kita dengan mengucapkan selamat Natal?

Sekali lagi kali ini bukan alasan toleransi.

Toleransi terhadap umat beragama lain sudah kita terapkan dengan baik, bahkan bila kita tengok sejarah, masa kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW di Madinah -yang kemudian melahirkan Piagam Madinah- sangat menjunjung tinggi sikap toleransi terhadap umat Yahudi.

Salah satu peraturan perang dalam Islam bahkan, larangan menyerang para pendeta non-Islam yang tengah berlindung di dalam kuilnya.

Subhanallah, indahnya Islam. Allah berfirman dalam QS. Al-Anbiyaa’:107, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

Rasulullah Muhammad SAW mewanti-wanti kita, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kelompok mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud dari Ibnu Umar).

Lebih jauh, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram.

Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, ‘Selamat hari raya!’ dan sejenisnya.

Bagi yang mengucapkannya, kalaupun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram.

Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah.

Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai daripada memberi selamat atas perbuatan minum khamr atau membunuh.

🔷🌷🔷
Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut.

Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”
• Selamat Idul Fitri Bukan Pelanggaran Aqidah

Ketika umat Kristen mengucapkan “Selamat Idul Fitri”, maka sesungguhnya mereka hanya menyatakan, “selamat atas perjuanganmu selama sebulan penuh yang berakhir dengan kemenangan, kembali ke fitrah.”

Ucapan “Mohon Maaf Lahir Dan Batin” juga tidak ada kaitannya dengan pelanggaran aqidah.

Justru di sinilah letak peran Islam sebagai penghubung kerukunan antarumat beragama, yakni dengan momen Idul Fitri sebagai saat yang tepat untuk bermaaf-maafan dan menghilangkan segala macam dendam dan dengki.

Sehingga bagi mereka momen Idul Fitri tidak menjadi masalah untuk dirayakan, sampai-sampai gereja-gereja besar di ibukota-ibukota provinsi di Indonesia juga turut membentangkan spanduk “Selamat Hari Raya Idul Fitri” atas nama pihak gereja.

Dan sebaliknya mereka terkesan Bungkam Untuk Idul Adha.
Ummat Islam sejatinya memiliki dua hari raya, atau yang dikenal dengan ‘idain, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.

Adapun Maulid Nabi adalah peringatan yang diciptakan Gubernur Arbela, Abu Said al-Kaukabari, pada masa kepemimpinan Shalahudin Al-Ayyubi dengan tujuan menggelorakan kembali semangat kebangkitan ummat.

Hal ini disebabkan keterpurukan ummat Islam pada masa itu, ditandai dengan melemahnya kegiatan ekonomi, kekalahan yang selalu diperoleh tiap berperang, sehingga perlu sebuah pendorong yang membangkitkan semangat ummat Islam agar kembali berjaya. Dan Maulid Nabi-lah yang mampu mengembalikan spirit kejayaan Islam kala itu.

Nah, ketika umat Kristen dengan sukacita mau mengucapkan “Selamat Idul Fitri”, maka mereka memilih bungkam ketika ummat Islam merayakan Idul Adha.

Tidak ada ucapan. Padahal Idul Adha adalah hari raya ummat Islam, dan sama-sama disambut dengan gegap gempita, terlebih di negeri yang mayoritas berpenduduk Islam seperti Indonesia.

Tentu sikap mereka menimbulkan tanda tanya besar, mengapa mereka memilih diam ketika Idul Adha?

Rupa-rupanya, alasan mereka untuk tidak turut ambil bagian dalam Idul Adha bertolak dari Bibel mereka, yang mendiskreditkan posisi Nabi Ismail as.

Tentu masih segar dalam ingatan bahwa Idul Adha pada mulanya tercetus ketika Nabi Ismail yang masih begitu muda begitu ikhlas menyerahkan jiwanya saat ayahnya, Nabi Ibrahim as, memperoleh wahyu Allah untuk menyembelih beliau. Akan tetapi sikap gentle dan ketulusan Nabi Ismail ini tidak dapat kita temukan dalam Bibel.

Dalam Perjanjian Lama, putera Nabi Ibrahim yang diakui adalah Ishak saja. Kejadian 22:22 menuliskan,
Firman-Nya:  “Ambillah anakmu yang tinggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu Andaipun diakui, maka Nabi Ismail diumpamakan sebagai seorang lelaki yang perilakunya sama seperti keledai liar (dan ayat-ayat penghinaan terhadap Nabi-Nabi Allah juga banyak dimuat dalam Bibel, seperti Nabi Luth yang “tidur” dengan anak gadisnya dan Nabi Nuh yang digambarkan mabuk hingga telanjang). Kejadian 16: 11-12 : Selanjutnya kata Malaikat Tuhan itu kepadanya : “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab Tuhan telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”

Ahmed Deedat bahkan pernah menyatakan bahwa menurut pandangan Kristen, umat Islam adalah penganut “Hagarism” sebab Nabi Muhammad SAW diturunkan dari garis keturunan Nabi Ismail as, putera Nabi Ibrahim as dengan Siti Hajar. Siti Hajar dianggap sebagai budak yang hina, sehingga umat Islam disamakan dengan penganut keturunan budak.
Na’udzubillahi min dzalik.

Sahabat-sahabatku...

Sudah sepantasnya kita memperbaharui keyakinan kita.

√ Pertama, bahwa Yesus bukan “anak Tuhan”, dan bukan “Tuhan” itu sendiri.

√ Kedua, Yesus (Isa Al Masih putra Maryam), tidak dilahirkan pada tanggal 25 Desember.

Penetapan kelahiran beliau pada tanggal tersebut hanyalah hasil adopsi ajaran paganisme politheisme.

√ Ketiga, sikap toleransi terhadap agama-agama bukan berarti meyakini, apalagi mengikuti, ajaran agama-agama tersebut.

Maka, selalu relevan untuk memahami fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Perayaan Natal Bersama...

√ Keempat, oleh karena itu, keyakinan bahwa “25 Desember adalah hari lahir Tuhan Yesus”, yang terbukti batal itu, tidak sah dijadikan propaganda toleransi.

Artinya arti toleransi menjadi salah jika masuk pada wilayah membenarkan keyakinan agama lain.

Maka aplikasi dari sikap ini adalah bahwa umat Islam sama sekali tidak berhak ikut, bahkan menyambut atau berpartisipasi, terhadap perayaan Natal yang dibesar-besarkan gaungnya setiap Desember.

Wallahu walliy at taufiq.

Sumber :
√ Al-Qur’anul Karim
√ Irena Handono - Perayaan Natal 25 Desember Antara Dogma dan Toleransi, Bekasi: Bima Rodheta, 2004
√ Irena Handono - Awas Bahaya Kristenisasi di Indonesia, Bekasi: Bima Rodheta, 2005
√ Muhammad Ali Zenjibari - Islam and Christian : A Comparative √ Study, Qum, Iran : Ansariyan Publications, 2001
√ Rizki Ridyasmara - Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween. So What? Jakarta : Pustaka Al-Kautsar, 2006.


🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
         💘TaNYa JaWaB💘

0⃣1⃣ Safitri ~ Banten
1. Bunda berarti kalau dipikir pakai logika kepikir dong yah kalau dalam agama mereka itu bahkan har-hari istimewa dalam agama mereka itu semua karangan semata dan di buat bahkan ditulis diabadikan sama manusia sendiri kitabnya pun bisa dikarang sama manusia agar agama mereka dan tuhan mereka benar-benar diakui dan ingin dianggap sama seperti agama islam. Benar begitu tidak sih bun!

2. Kenapa sih orang dari golongan mereka bisa pintar-pintar dikasih otak yang cerdas sampai-sampai bisa membuat karangan kitab dan lain-lainnya?

🌴Jawab:
1. Bukan ingin dianggap sama seperti Islam,  tapi mereka ingin diakui dunia sebagai ummat yang besar. 

2. Sebenarnya mereka itu ya tidak pintar-pintar amat juga, coba saja lihat penemu-penemu bahkan banyak yang dari Islam,  hanya saja mereka mempunyai sistem dogma yang mampu membuat pikiran seseorang membenarkan tanpa logika lagi, dan untuk membuat sebuah kita yang bersesuai dengan akal mereka Allah telah ingatkan kita bahwa Ahli kitab mereka suka merubah-rubah isi kitab suci "Apakah kamu masih mengharapkan mereka (Bani Israel) akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?" (QS. 2: 75)

Wallahu a'lam

🔷Hemmm iya iya,  ya Allah seru materinya,  greget begitu.

Oiya bun, terus kenapa kaum Nasrani itu beribadahnya di hari Minggu dan 1 minggu sekali?

🌴Umat Islam punya hari besar setiap minggunya adalah hari Jum'at, orang Yahudi hari yang mereka hormati adalah hari Sabtu, sementara orang Kristen kenapa hari Minggu?

Karena mereka yakin Nabi Isa (Yesus) bangkit pada hari Minggu.

Wallahu a'lam

🔷Ehemmmm iya iya bunda makasih atas penjelasannya.

0⃣2⃣ Kiki ~ Pekanbaru
Ustadzah, bila ada seorang anak muslim, yang orang tuanya kafir, apakah misalnya jika anak datang pada tanggal 24 desember sambil membawa kue buat ayah ibunya, tapi tidak mengucapkan selamat Natal, apakah itu diperbolehkan ya dzah?

🌴Jawab:
Tergantung tujuannya seperti apa. Jika hanya untuk bersilaturrahim, tidak apa-apa. Tidak masalah. Tapi jika kedatangannya dalam rangka, ini yang jadi masalah.

Wallahu a'lam

0⃣3⃣ Echa ~ Sragen
Ustadzah, bagaimana kalau ada dari golongan Nasrani yang mengucapkan salam umat muslim? Apakah kita harus menjawab?

Ada yang bilang salam dari Nasrani itu adalah do'a kehancuran umat muslim?

🌴Jawab:
Mayoritas ulama berpendapat bahwa jika orang kafir memberi salam, maka jawablah dengan ucapan “wa ‘alaikum”. Dalilnya adalah hadits muttafaqun ‘alaih dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika seorang ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) memberi salam pada kalian, maka balaslah dengan ucapan ‘wa’alaikum’.” (HR. Bukhari no. 6258 dan Muslim no. 2163)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Anas bin Malik berkata,

“Ada seorang Yahudi melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia mengucapkan ‘as saamu ‘alaik’ (celaka engkau).” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas membalas ‘wa ‘alaik’ (engkau yang celaka). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Apakah kalian mengetahui bahwa Yahudi tadi mengucapkan ‘assaamu ‘alaik’ (celaka engkau)?” Para sahabat lantas berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika kami membunuhnya saja?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan. Jika mereka mengucapkan salam pada kalian, maka ucapkanlah ‘wa ‘alaikum’.” (HR. Bukhari no. 6926)

Wallahu a'lam

0⃣4⃣ Erni ~ Yogja
Assalamualaikum,

Ustadzah, bagaimana caranya minta ampun kepada Alloh karena dulu pernah ikut peribadatan di gereja dan ikut membagikan sembako, tas sekolah, seragam, terus dibagikan kitab Injil. Mensukseskan kristenisasi karena tidak tahu, dan itu program sekolah yayasan Kristen.

Mohon pencerahannya.

🌴Jawab:
Wa'alaikumsalam,

Sebelumnya saya penting saya luruskan disini,  bahwa kitab mereka bukanlah INJIL tapi BIBLE, injil adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Isa AS, dan kita wajib mengimani Injil. 

Disinilah mereka bermain seolah-olah yang mereka pakai adalah injil agar mereka berharap kita bisa membenarkan kitab mereka. Jadi jangan pernah katakan kitab mereka adalah Injil.  Karena jika kita katakan itu adalah injil dengan sendirinya kita menyakini kebenaran kitab mereka. 

Soal bagaimana meminta ampun, yaa satu-satunya dengan jalan bertaubat kepada Allah, menyesali semua perbuatan yang telah dilakukan. 

Wallahu a'lam

🔷Iya Ustadzah.
Injil yang asli, mereka biasa sebut Injil barnabas. Sedangkan Injil yang berlaku sekaran sudah banyak diamademen dengan alasan tuhan Maha Tahu.

🌴Makanya kita jangan sekali-kali ikut membenarkan kalau itu adalah Injil, dan istilah Injil itu hanya ada di Indonesia, diluar negeri mereka selalu bilang bible, bukan Injil.

🔷Iya ustadzah.
Dan ada lagi, bible ditulis dengan arab pegon di gereja-gereja untuk ngecoh kita. Bagaimana caranya ngomong ke orang islam yang tidak tahu? Kalau saya bilang saya dulu sekolah disana, mereka malah semakin tidak percaya.

🌴Iya, bible bahasa arab biasanya dipakai oleh Kristen ortodok syiria, mereka juga pakai hijab layaknya pakaian syar'i umat Islam.

0⃣5⃣ Eldeva ~ Bukittinggi
Ustadzah, di sekolah tempat saya mengajar, guru BK nya adalah Kristen. Anak yang masuk ruang BK adalah siswa yang berprilaku khusus.

Menurut saya siswa-siswa seperti itu harus didekatkan dengan agama, sementara kita beda agama. Sangat disayangkan juga sebagian dari kami mengatakan dia adalah guru BK terbaik. Yang lebih membuat tidak nyaman adalah ketika dia mayoritas (hanya 1 orang) tapi rasa mayoritas.

Banyak bagian-bagian yang diambil alih olehnya di sekolah. Setiap mau kasih pengumuman selalu baca salam, meskipun sudah diingatkan untuk tidak mengucap salam.

Mohon pencerahannya mengenai hal ini?

Syukron

🌴Jawab:
Inilah yang sangat disayangkan bu,  seharusnya pihak sekolah bisa berlaku tegas, saya bisa paham kenapa beliau ditempatkan jadi guru BK, karena yang kita tahu bahwa mereka mempunyai kwalitas yang Bagus didalam mendidik anak-anak.  Contohnya saja orang tua masih berebutan memasukkan anak-anak kesekolah Kristen. 

Miris memang. Dan disaat seperti itu mereka memang mampu menempatkan diri sebaik baiknya. 

Untuk mengatasi biar tidak terlalu eksis yaa sebaiknya dilakukan bagi tugas saja bu.

Dan sesekali ibu bisa tanya ke anak-anak yang masuk ruang BK, apa saja yang dibicarakan, jika masih sesuai prosedur itu tidak masalah, tapi jika sudah diluar prosedur maka itu bisa dibicarakan dengan kepala sekolah. 

Dan saran saya penanaman Aqidah yang benar kepada anak-anak benar-benar harus diperhatikan, acara ektra kurikuler untuk hari jumat bisa lebih di intensifkan. 

Wallahu a'lam

0⃣6⃣ Erni ~ Yogja
Sedikit sharing ya...

Kalau yang ini sewaktu aku sekolah di bopkri Injil dapat revisi 2x.
Yang pertama maria magdalena ada 3,
Revisi kedua tentang plintiran program KB pemerintah, alasan mereka menjadi biara untuk mensukseskan program KB.

Padahal mereka tidak mau nikah karena ingin bernasib seperti maryam.
Tapi kenyataannya panti asuhan katholik di boro samigaluh kulon proga perbatasan borobudur, isinya anak hasil kumpol kebo pastur dengan suster.

🌴Jawab:
Yaa seperti itulah adanya.  Makanya dengan kondisi ini kita semakin yakin dengan Islam yang tidak mengingkari fitrah manusia yang mempunyai kebutuhan bathiniah.

🔷Iya ustadzah, ingin semakin mendekatkan diri pada Alloh tapi menyelisihi sunnah. Dan lagi, biaya kehidupan mereka dibiayai dengan penjualan narkotik. Karena menurut mereka ini halal. Dan ketika orang di baptis itu mereka makan roti dan minum khomr sebagai wujud pengakuan roti hidup dan darahnya yesus.

🌴Iyaa ini dinamakan perjamuan Kudus.

0⃣7⃣ Han ~ Gresik
Bu, terus bagaimana tuch dengan yang sudah melekat di masyarakat bahkan instansi-instasi pemerintahan ataupun yang lainya yang menggabungkan ucapan SELAMAT NATAL & TAHUN BARU?

Berarti mereka semua secara otomatis sadar atau tidak sadar mengakui dengan ucapan tersebut.

🌴Jawab:
Yaa begitulah, yang penting sekarang ini adalah umat Islam wajib menyadari bahwa tanggal 25 Desember dan 1 Januari adalah satu kesatuan utuh didalam hari keagamaan mereka. 

Malam ini khusus kita bahas tentang Natal, dan belum masuk ke tahun baru, tapi Natal dan Tahun Baru adalah rangkaian yang tak bisa dipisahkan dari hari keagamaan mereka. Tidak sepantasnya kita umat Islam ikut meramaikan acara mereka, karena jika kita ikut maka kita adalah bagian dari mereka. 

Wallahu a'lam

🔷🔷🔷🌟🌟🌟🔷🔷🔷
 💘CLoSSiNG STaTeMeNT💘

Sahabat-sahabatku yang kucintai karena Allah...

Sebagai muslim yang ta’at, cukuplah petunjuk Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjadi sebaik-baik petunjuk.

Apapun yang telah digariskan seharusnya kita taat, larangan harus dihentikan dan tidak dikerjakan, perintah harus dilaksanakan. 

Ketika mengucapkan selamat atas sesuatu, pada hakekatnya kita memberikan suatu ucapan penghargaan. Misalnya ucapan selamat kepada teman yang telah lulus dari kuliahnya saat di wisuda.

Nah, begitu juga dengan seorang yang muslim mengucapkan selamat natal kepada seorang Nashrani. Seakan-akan orang yang mengucapkannya, menyematkan kalimat setuju akan kekufuran mereka. Karena mereka menganggap bahwa hari Natal adalah hari kelahiran tuhan mereka, yaitu Nabi ‘Isa ‘alaihish shalatu wa sallam.

Dan mereka menganggap bahwa Nabi ‘Isa adalah tuhan mereka. Bukankah hal ini adalah kekufuran yang sangat jelas dan nyata?

Karenanya mari kita menjalankan lakum dii nukum wali yadiin sebaik-baiknya agar kita terhindar dari murka Allah azza wajalla. 

Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan malam ini. 

Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh