Rabu, 29 September 2021

AMALAN HATI BEKAL MENUJU RIDHO ILAHI

 


OLeH: Ibu Hj. Irnawati Syamsuir Koto

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌸AMALAN HATI, BEKAL MENUJU RIDHO ILAHI

Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh ﷻ yang telah mempertemukan kita malam ini, semoga pertemuan ini dirahmati-Nya. 

Sholawat dan salam kita hadiahkan untuk junjungan kita Nabi Besar Muhammad ﷺ beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya.

Sahabat sahabatku...

Hati di ibaratkan Raja, sedang aggota badan adalah prajuritnya. Bila rajanya baik, maka akan baik pula urusan para prajuritnya. 

Bila buruk, maka demikian pula urusan para prajuritnya. Oleh sebab itu, dalam Islam amalan hati memiliki kedudukan yang agung. 

Bisa dikatakan, pahala dari amalan hati lebih besar daripada amalan badan. 

Sebagaimana dosa hati lebih besar daripada dosa badan. 

Oleh karena itu, kita dapati dosa kufur dan kemunafikan lebih besar daripada dosa zina, riba, minum khamr, judi dan seterusnya.

Hati adalah standar kebaikan amalan badan. Ia ibarat pemimpin bagi badan. 

Baiknya hati akan berpengaruh pada baiknya amalan badan. Dan buruknya hati akan berpengaruh pada buruknya amalan badan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan:

"Amalan badan tidak akan diterima tanpa perantara amalan hati. Karena hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya. Bila Sang Raja buruk, maka akan buruk pula seluruh prajuritnya."
(Majmu' Al Fatawa, 11/208).

Kita mengenal bahwa agama ini memiliki tiga tingkatan: Islam, kemudian di atasnya ada Iman, kemudian di atasnya lagi ihsan. 

Dua tingkatan diantaranya; yaitu IMAN dan IHSAN, adalah berkaitan dengan amalan hati. Yang mana dua hal ini berada di atas derajat Islam yang pengertiannya adalah amalan badan. 

Karena Islam bila disebutkan bersamaan dengan Iman, maka masing-masing memiliki pengertian berbeda. Yaitu Islam adalah amalan badan, sedang Iman adalah amalan hati.

Kemudian bukti selanjutnya bahwa amalan hati lebih besar nilainya daripada amalan badan adalah, pokok-pokok atau pondasi agama ini ada pada amalan hati. Seperti cinta kepada Alloh ﷻ dan Rasul-Nya, tawakkal, rojaa' (rasa harap), khosyah (rasa takut disertai ilmu), ikhlas, sabar, syukur. (Majmu' Al Fatawa: 5/10 )

Saudari saudariku...
✓ Beberapa Amalan-amalan Hati :

◾1. Niat

Niat memiliki arti serupa dengan keinginan dan maksud. Tidak sah dan tidak diterima suatu amalan tanpa disertai niat. Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya tiap-tiap amalan itu tergantung pada niatnya dan seseorang hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan." (Muttafaq 'Alaihi). Jika suatu amalan dilakukan karena Alloh ﷻ, maka dinamakan ikhlas, yang artinya amalan tersebut tidak dilakukan untuk selain Alloh ﷻ. Tetapi jika sebaliknya maka dinamakan riya', nifak atau lainnya.

◾2. Taubat

Taubat merupakan perkara WAJIB untuk selalu dilakukan, Karena terjatuh dalam lumpur dosa merupakan hal yang wajar pada diri manusia. Mengakhirkan taubat dan terus menerus melakukan dosa adalah keliru.

◾3. Ash-Shidq

Ash-Shidq berarti benar atau jujur. Seperti benar dalam ucapan, janji,tekad, keinginan maksud (ikhlas), seluruh perkara agama dan amalan.

◾4. Al-Mahabbah

Amalan hati berupa Al-Mahabbah dapat diartikan sebagai rasa cinta kepada Alloh ﷻ, rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, kenikmatan iman akan didapatkan.

◼️5. Tawakal

Tawakal adalah sikap hati yang berserah dan bergantung kepada Alloh ﷻ untuk mendapatkan segala yang diinginkan serta menolak apa yang tidak diinginkan disertai dengan sikap bergantung kepada Alloh ﷻ dan melakukan sebab-sebab yang disyariatkan. Hati yang hampa dari sikap kebergantungan kepada Alloh ﷻ merupakan celaan terhadap tauhid.

◾6. Syukur

Syukur dilakukan dengan hati, lisan dan anggota badan. Syukur adalah mempergunakan kenikmatan sebagai sarana ketaatan kepada Alloh ﷻ.

◾7. Sabar

Tidak mengadukan apa yang diderita pada selain Alloh ﷻ dan hanya berserah diri pada Alloh ﷻ. Kebanyakan orang memberi perhatian besar terhadap amalan-amalan dzohir. Dan lalai dengan amalan-amalan hati.

Sungguh merupakan perkara yang menyedihkan. Banyak di antara kita yang memiliki ilmu yang tinggi, melakukan amalan-amalan dzohir yang luar biasa. Akan tetapi dalam masalah amalan hati maka sangatlah lemah. 

Ada di antara mereka yang sangat mudah marah, sangat tidak sabar, kurang tawakkal, yang hal ini menunjukkan lemahnya iman terhadap takdir. 

Tatkala datang perkara yang genting maka terlihat dia seperti anak kecil yang tidak sabar dan mudah marah, menunjukan lemahnya amalan hatinya. Meskipun ilmunya tinggal, meskipun amalannya banyak, akan tetapi ia adalah orang awam dalam masalah hati. Bahkan bisa jadi banyak orang awam yang jauh lebih baik darinya dalam amalan hati.

Demikian dari saya malam ini. Semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Ayu J Jambi
Assalamu'alaikum ustadzah...

Mohon maaf jika saya melenceng dari materi. Saya ingin bertanya saat ini kondisi saya sedang sering kemasukan, saya telah berobat bahkan dapat rajahan tapi masih saja bisa kemasukan jin, saya ingin bertanya bagaimana caranya agar saya tidak hilang fokus bahkan saat saya sholat saya bisa kemasukan dan saat saya sholat selalu ada bisikan kamu akan mati jika kamu beribadah. Mohon bantuannya sekalian bagaimana saya bisa sembuh dari penyakit ini.

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh Mbak Ayu.

Caranya, ya harus di obati dulu, solusinya mungkin dengan Ruqyah syar'iah. Setahu saya, malah melalui rajah tersebut jin memang bisa masuk. Carilah Ruqyah yang syar'i, jangan yang syirkiyah. 

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Ratna ~ Karanganyar
Assalamu'alaykum ustadzah.

Bagaimana agar hati senantiasa bersih dan tidak punya prasangka buruk pada orang lain?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh Mba Ratna. 

Membersihkan hati dengan istighfar, sholat, dzikir, husnudzan kepada Allah Azza wajalla, sering seringlah bersilaturahmi, menjaga ikhlas dan sabar. 

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Tia ~ bandung 
Assalamu'alaikum bu... 

Apa benar jika kita yang meminta di ruqyah itu tidak boleh?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh mba Tia.

Para ulama masih berbeda pendapat. Sebagian bilang yang tidak boleh itu ruqyah sirkiyah. Sementara  kalau syar'iyah boleh, bahkan merupakan salah satu solusi pengobatan dalam Islam. 

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ iNdika ~ Semarang
Bagaimana menjalankan amalan hati di saat kita merasa banyak masalah yang tidak berujung?

🌸Jawab:
Tingkatkan syukur, syukur karena melalui ujian itu kita menjadi semakin dekat dengan Alloh ﷻ. Dan ingatlah bahwa Allah menguji hamba-Nya, untuk menaikkan level kemuliaan kita dihadapan-Nya. 

Sering-sering ucapkan Laa haula wa laaquwwata illaa billaahil ‘aliyyil azhīmi.

Wallahu a'lam

0️⃣5️⃣ Pipit ~ Cikarang
Bunda, selain perbanyak istighfar adakah amalan lain yang membuat hati selalu damai?

🌸Jawab:
Selain istighfar, bisa baca Quran, Mendawamkan baca Laa haula walaaquwwata ilaa billaahil 'aliyyil azhiim dan innalillahi wainna ilaihi raji'un. 

Wallahu a'lam

0️⃣6️⃣ Riyanti ~ Yogja
1. Bila banyak mengalami kecemasan yang kadang tidak jelas, atau takut yang berlebihan atas masa depan apa yang baik "hati" lakukan dzah?

2. Kenapa hati berat mengembalikan sebuah kepercayaan karena sebelumnya pernah dibohongi?

Syukron sebelumnya,
Matur nuwun.

🌸Jawab:
1. Berhusnudzan kepada Allah Azza wajalla. Sebaiknya tingkatkan belajar Akidah, karena dengan belajar aqidah kita akan semakin paham dengan takdir, qada dan qadar. 

2. Itulah sifat manusia. Seakan dia tidak pernah juga melakukan kebohongan, seakan hanya dia yang bisa untuk berubah dari kesalahan.

Wallahu a'lam

0️⃣7️⃣ Ridha ~ Bekasi
Ustadzah, sungguh luar biasa amalan hati,  namun bagaimana jika seseorang meninggalkan syariat (amalan badan) lebih cendrung mengamalkan amalan hati?

🌸Jawab:
Antara amalan badan dan amalan hati itu saling menyokong satu sama lain. 

Amalan hati memiliki kedudukan lebih tinggi dari amalan badan, namun bukan berarti kemudian kita anggap remeh pengaruh daripada amalan badan. Karena baiknya amalan badan seseorang adalah bukti bersihnya hati dan sempurnanya iman.

Dalam akidah Ahlussunah wal Jama’ah, amalan badan masuk dalam cakupan iman. Karena pengertian iman menurut akidah Ahlussunah wal Jama’ah, iman adalah keyakinan dalam hati, yang diikrarkan melalui lisan, lalu diamalkan oleh anggota badan. Iman betambah dan berkurang, bertambah karena amal ketaatan, berkurang karena perbuatan-perbuatan maksiat.

Bagaimana bisa kita memfokuskan hanya pada salah satunya saja? 

Wallahu a'lam

0️⃣8️⃣ Bunga ~ Pekanbaru
Bagaimana caranya agar terus fokus dalam menata hati dan pikiran yang jernih dzah? 

🌸Jawab:
Doa adalah salah satu senjata untuk istiqomah. 

Tetap bersama majelis ilmu. 

Dan tetap menjaga lisan karena hati dan lisan itu saling menyokong. 

Wallahu a'lam

0️⃣9️⃣ Bestiar ~ Pekanbaru
Bu, bagaimana cara menghadapi orang yang kadang sikapnya manis, kadang sikap jutek. Karena jarang berjumpa. Kadang saya merasa bertanya-tanya dalam hati, "Kira-kira aku salah apa yah?"

Kadang saya tidak sabar ingin marah juga, tapi sampai sekarang saya memilih diam dan agak menjauh dari orang itu.

🌸Jawab:
Menjaga jarak dan menjaga sikap, jangan terlalu dekat seperti yang sudah dilakukan, karena sulit menebak apa yang akan dia lakukan saat bertemu. 

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Sholehah...

Al-Qur'an menjelaskan bahwasanya keselamatan di akhirat kelak, dan perolehan surga di sana, hanya dapat dicapai oleh orang yang hatinya bersih dari kemusyrikan, kemunafikan dan penyakit-penyakit hati yang menghancurkan.

Betapa banyak diantara kita yang tahu akan bahayanya riya' namun masih saja terlena dengan kenikmatan semu riyaa’, bangga tatkala dipuji hingga kepala membesar hampir sebesar gunung.

Betapa banyak diantara kita yang tahu akan bahaya ‘ujub, akan tetapi tetap saja bangga dengan amalan dan karya sendiri.

Betapa banyak diantara kita sudah menghafalkan sabda Nabi, “Janganlah marah…”, akan tetapi hati ini susah untuk bersabar dan menerima takdir Alloh ﷻ yang memilukan.

Betapa banyak diantara kita yang sudah mengilmui bahwasanya semua takdir dan keputusan Alloh ﷻ adalah yang terbaik akan tetapi tetap saja bersuudzon kepada Alloh ﷻ.

Betapa banyak diantara kita yang sudah mengilmui dengan ilmu yang tinggi bahwasanya Alloh ﷻ lah yang mengatur dan memutuskan segala sesuatu, akan tetapi tetap saja tawakkalnya kurang kepada Alloh ﷻ.

Karenanya marilah kita menjaga hati. 

Mohon maaf lahir batin.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

SAAT ANANDA BILANG "PA, MA... IJINKAN AKU JATUH CINTA"

 


OLeH: Ibu Hj. Irnawati Syamsuir Koto

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌀SAAT ANANDA BILANG, "PA MA IJINKAN AKU JATUH CINTA"

Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh ﷻ yang telah mempertemukan kita malam ini, semoga pertemuan ini dirahmati-Nya. 

Sholawat dan salam kita hadiahkan untuk junjungan kita Nabi Besar Muhammad ﷺ beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya.

Bunda-bunda yang saya hormati...

Jatuh cinta termasuk perasaan yang bisa saja muncul kepada siapa saja, termasuk anak-anak padahal usianya masih terlalu dini. Ketika memasuki masa remaja, tidak jarang anak mama akan mulai memiliki ketertarikan atau jatuh cinta terhadap lawan jenisnya. 

Masa perkembangan anak-anak yang mulai memasuki dunia remaja tentu membuat sebagian orangtua kaget bahkan belum siap ketika anaknya mulai jatuh cinta dengan orang lain. 

Anak yang mulai tertarik pada lawan jenis alias jatuh cinta menandakan bahwa dia sedang memasuki masa transisi dari masa kanak-kanak menuju usia remaja.

Rasulullah ﷺ, memberikan arahan dan contoh kepada kita, bagaimana menghadapi gejolak jiwa tersebut. 

Ada dua hadits yang akan kita bahas untuk mengetahui metode Rasulullah ﷺ dalam menyikapi pemuda dan pemudi yang jiwanya bergejolak dan yang mengumbar mata untuk menikmati berbagai kenikmatan dosa.

◾Hadits Pertama

Abi Umamah dalam hadits riwayat Ahmad, mengisahkan bahwa seorang pemuda telah dating menghadap Nabi ﷺ seraya berkata: “Wahai Rasulullah ﷺ, izinkanlah aku berzina.” Orang-orang yang ada di sekitarnya menghampiri dan memaki, “Celaka engkau, celaka engkau!” Rasulullah ﷺ mendekati pemuda itu dan duduk di sampingnya. Kemudian terjadilah dialog yang panjang antara Rasulullah ﷺ dengan pemuda itu.

Rasulullah ﷺ: Apakah engkau ingin hal itu (zina) terjadi pada ibumu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Alloh ﷻ yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan.

Rasulullah ﷺ: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada ibu mereka. Apakah engkau ingin hal itu terjadi pada saudara perempuanmu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Alloh ﷻ yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan.

Rasulullah ﷺ: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudari-saudari mereka. Apakah engkau ingin hal ini terjadi pada saudara perempuan bapakmu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Alloh ﷻ yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan.

Rasulullah ﷺ: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudara perempuan bapak mereka. Apakah engkau ingin hal ini terjadi pada saudara perempuan ibumu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Alloh ﷻ yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan.

Rasulullah ﷺ: "Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudara perempuan ibu mereka."

Kemudian Rasulullah ﷺ memegang dada pemuda itu seraya berdoa: “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya dan peliharalah kemaluannya!” Setelah peristiwa itu, pemuda tadi menjadi orang yang arif.

🔹Beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari hadist di atas adalah:

Rasulullah ﷺ merupakan karakter pendidik yang menguasai semua aspek psikis anak didiknya. Mendengar pertanyaan sang pemuda, beliau tidak marah seperti yang sering dilakukan kebanyakan orang. Bahkan, beliau memperkenankan pemuda tadi duduk di dekatnya. Dalam masalah ini terdapat dua hal pokok yang menarik perhatian pemuda tadi, yaitu Rasulullah ﷺ tidak memarahinya serta memperkenankan dirinya duduk di dekat beliau. Itu merupakan langkah awal yang baik dalam memecahkan masalah pemuda tersebut.

Rasulullah ﷺ menggunakan sistem dialog karena melalui dialog seorang anak didik dapat melontarkan pendapat kepada pendidiknya. Dialog pun mampu membuka nalar serta naluri pendidik dan anak didik sehingga muncullah kesamaan ide. Semua menghasilkan buah positif yang memberikan kepuasan kepada kedua belah pihak. Melihat manfaatnya, kita hatus membuka dialog dan bersabar untuk mendengarkan pendapat-pendapat dan sumbangsih pemikiran anak-anak usia remaja. Hal demikian akan mempermudah terciptanya solusi yang bijak.

Setelah peristiwa itu, tidak lagi tersirat dalam benak pemuda tadi untuk berzina. Tidak diragukan lagi, dia akan mendayagunakan pikiran dan potensinya untuk hal yang membuahkan hasil dan memberikan manfaat bagi diri dan masyarakatnya, seperti menyibukkan diri dalam belajar, jihad, atau aktivitas lain yang membantu perkembangan sosial, ekonomi, dan politik. Potensi tersebut merupakan modal besar yang dapat diharapkan hasilnya.

◾Hadits Kedua

Dalam kisah perjalanan Haji Wada’ Nabi ﷺ dari Arafah ke Muzdalifah, beliau membonceng Usamah bin Zaid ra. Beliau menginap di sana sampai pagi. Di pagi harinya beliau meninggalkan Muzdalifah menuju Mina.

Di tengah perjalanan ketika telah melewati lembah Muhassir, beliau ganti membonceng Al-Fadhl bin Abbas ra (sepupu Rasulullah ﷺ). Perjalanan dilanjutkan hingga sampai di Mina tempat lempar Jumroh. Beliau melempar Jumroh.

Selanjutnya beliau pergi ke tempat pemotongan hewan dan berkata: "Ini tempat pemotongan hewan dan Mina semuanya adalah tempat pemotongan."

Kemudian datanglah seorang wanita muda dari Kha’tsam yang ingin bertanya tentang hukum. Al-Fadhl melihat wanita itu dan wanita itu pun melihat Al-Fadhl. Wanita itu memang cantik. Kecantikannya Nampak membuat Al-Fadhl terkesima.

Rasulullah ﷺ memegang tengkuk Al-Fadhl dan memalingkannya ke arah yang lain.

Wanita Kha’tsam itu bertanya: "Ayahku sudah sangat tua, sementara ia harus menunaikan kewajiban Haji, apakah boleh saya menghajikannya?"

Rasulullah ﷺ menjawab: "Ya, lakukan untuk ayahmu."

Abbas, Ayah Al-Fadhl bertanya kepada beliau: "Ya Rasulullah ﷺ mengapa kau palingkan wajah anak pamanmu?"

Rasul menjawab: "Aku melihat mereka adalah pemuda dan pemudi, aku khawatir syaithan masuk di antara mereka berdua." (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

🔹Beberapa pelajaran yang bisa diambil adalah :

Dosa mata tidak kenal tempat. Al-Fadhl sedang bersama Rasulullah ﷺ. Biasanya kebersamaan dengan orang shalih mampu meredam dosa. Apalagi ini bersama Rasulullah ﷺ. Ternyata tidak.

Al-Fadhl pun sedang berada di tanah suci; Mina. Tempat mulia yang seharusnya mampu menahan kita untuk berbuat dosa, karena kita tahu bahwa catatan dosanya di sisi Alloh ﷻ dilipatgandakan. Ternyata tidak.

Al-Fadhl sedang melaksanakan ibadah haji. Ibadah mulia yang satu ini memastikan bahwa Al-Fadhl berada di bulan mulia. Tapi gabungan semua kemuliaan ini tak mampu menahan syahwat mata.

Sungguh, sebuah perjuangan yang tidak sederhana bagi kita semua untuk mengatasi masalah ini.

Dalam syariat Islam dikenal sebuah landasan mengambil keputusan Sadd Dzari’ah (preventif). Sebenarnya itu juga kita kenal dalam kehidupan harian kita. Tetapi kita sering lalai kalau berhubungan dengan agama. Padahal dampak buruknya lebih besar.

Seperti saat Nabi ditanya oleh Abbas tentang tindakan Nabi memalingkan Al-Fadhl ke arah lain dan beliau menjawab: “Aku melihat mereka adalah pemuda dan pemudi, aku khawatir syaithan masuk di antara mereka berdua.”

Itulah yang harus ada di benak orang tua dan para pendidik. Bukan malah mengatakan: WAJAR MASIH MUDA.

Kalau begitu jawabannya, kita akan dihadapkan pada kesulitan memadamkan api yang terlanjut membesar membakar seluruh bagian hati hingga menjalar ke semua persendian. Dan semuanya berujung pada penyesalan yang tiada berarti.

Maka mumpung masih kecil apinya. Matikan sebelum terjadi kebakaran hebat.

Bunda-bunda yang dicintai Alloh ﷻ...

Dialog memang sangat penting. Apalagi dalam masalah pendidikan anak muda. Tetapi peristiwa ini menyampaikan kepada kita bahwa dialog ada tempatnya sendiri. Saat tidak perlu dialog dan diperlukan langsung sebuah tindakan untuk menghindarkan dari bahaya, maka lakukanlah.

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0⃣1⃣ Safitri ~ Banten 
Bun, kalau keta melihat cowok ganteng, keren membuat kita tertarik buat lihat, tapi itu sebatas bercandaan jika seperti ini bagaimana bun?

🌸Jawab:
Jangan bercanda dengan rasa, karena candaan itu kadang menjadi awal dari sebuah hubungan.

Jangan melanjutkan apa yang akan menyibukkan hati dengannya dan melalaikan dari mengingat Alloh ﷻ. 

Kita dilarang mendekati, maka jangan dekati meski itu bercanda. 

Wallahu a'lam

0⃣2⃣ Kiki ~ Dumai
Bun, bagaimana jika orang tua yang baru mulai hijrah dan belajar bun, sedangkan si anak sudah mulai saling jatuh hati dengan lawan jenis bun, 
Apa yang harus orang tua lakukan bun?

🌸Jawab:
Tetap nasihati, cari dan pelajari tentang kehidupan anak-anak muda baik dari sisi Islam maupun dari sisi kehidupan secara sosial. Ajak anak dialog dan pertahankan komunikasi yang baik dengan anak. 

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Bunda-bunda yang semoga dirahmati Alloh ﷻ...

Komunikasi dan keterbukaan anak dengan orang tua, harus terjalin dengan baik. 

Orang tua harus membuka diri mengenai perkembangan atau tren seperti media sosial. Orang tua sebaiknya jangan melarang atau memarahi anak tanpa alasan yang jelas. 

Justru ajaklah anak untuk berdiskusi bersama dengan apapun yang menjadi pilihannya.

Marah bukan solusi, marah bukan jalan menghadapi anak-anak yang sedang merasakan cinta. Karena dengan marah hanya akan membuat mereka menutup diri. 

Demikian, Mohon maaf lahir batin

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabaraktuh.

TIDAK MELEMBUTKAN SUARA DI DEPAN LELAKI YANG BUKAN MAHRAM



OLeH: Ummi Yulianti, S.Pd.

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

💎TIDAK MELEMBUTKAN SUARA DI DEPAN LAKI-LAKI BUKAN MAHROM

بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمن الرَّحِيْمُ


السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
 الحمد لله 
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ...

ام بعد

Segalanya milik Alloh ﷻ apa yang ada di langit dan bumi, kenikmatan dan kesusahan asalnya dari Alloh ﷻ sudah selayaknya kita panjatkan puji dan syukur hanya kepada Alloh ﷻ. 

Agama Islam adalah agama yang mengangkat dan membebaskan manusia dari jaman jahiliah jaman kegelapan menuju ke jaman yang terang benderang, sudah selayaknyalah kita sebagai umatnya senantiasa menghaturkan sholawat dan salam hanya kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Perempuan mempunyai berbagai sudut aspek kehormatan yang patut dijaga, tak hanya aurat. Tetapi juga suara. 

Dalam kitab al-Fiqhu ‘ala Madzhab al-Arba‘ah yang ditulis Abdurrahman al-Jaziri, disebut ulama berbeda pendapat perihal suara perempuan. 

Sebagian ulama mengatakan suara perempuan bukan aurat karena para istri Rasulullah ﷺ meriwayatkan hadist kepada para sahabat atau tabiin laki-laki. Sebagian ulama mengatakan bahwa suara perempuan termasuk aurat.

Meski begitu, perempuan ketika berbicara dilarang  meninggikan suaranya sekira terdengar oleh laki-laki yang bukan mahram.

Pasalnya, suaranya lebih mendekati fitnah daripada suara gemerincing gelang kakinya. 

Dalam surat an-Nur ayat 31 Alloh ﷻ berfirman, "Janganlah mereka berjalan dengan mengentakkan kaki agar perhiasan mereka yang tersembunyi dapat diketahui.”

Alloh ﷻ melarang laki-laki untuk mendengarkan suara gemerincing gelang kaki perempuan karena itu menunjukkan perhiasan mereka.

Keharaman suara perempuan tentu lebih daripada keharaman (mendengarkan) suara gemerincing perhiasannya.  

Karena alasan tersebut, ahli fikih memakruhkan adzan perempuan karena adzan membutuhkan suara yang keras.

Sementara perempuan dilarang mengeraskan suaranya. Atas dasar ini, perempuan diharamkan bernyanyi dengan suara keras bila terdengar oleh laki-laki bukan mahram, sama saja nyanyi diiringi alat musik atau tidak diiringi.  

"Keharaman itu bertambah bila nyanyian perempuan itu mengandung unsur yang dapat mengobarkan syahwat seperti menyebut cinta, rindu dendam, deskrispsi perempuan, mengajak pada maksiat, dan lain sebagainya,” tulis Abdurrahman Al-Jaziri dalam kitab tersebut.

Sementara itu, Syekh Wahbah az-Zuhayli dalam kitab al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh menulis bahwa suara perempuan menurut mayoritas ulama bukan aurat karena para sahabat mendengarkan para istri Rasulullah ﷺ untuk memahami hukum agama. 

Tetapi (laki-laki) diharamkan mendengarkan suara perempuan dengan merdu dan lagu meskipun hanya membaca Al Quran karena khawatir fitnah.

Ulama Hanafiyah mengungkapkan, suara perempuan bukan aurat. Mayoritas ulama memandang suara perempuan tidak termasuk sebagai aurat.

Namun jika suara yang dikeluarkan dapat menimbulkan hal-hal buruk atau mudharat, dibuat mendayu-dayu, maka suara perempuan menjadi haram untuk didengar banyak orang. Keharaman mendengarkan suara perempuan dalam bentuk apapun baik itu tadarus, tilawah, nyanyian, atau senandung, terletak pada kemunculan fitnah. 

Dalam QS. al-Ahzab ayat 32, Alloh ﷻ berfirman, "Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara dengan mendayu-dayu sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya."

Ayat ini diturunkan untuk memperingatkan umat Muslim, khususnya perempuan agar lebih berhati-hati dalam mengeluarkan suara. 

Alloh ﷻ juga melarang wanita untuk tidak berkata dengan lemah lembut dengan laki-laki yang bukan mahramnya.

Maka dari itu, lebih baik muslimah berbicaralah seperlunya saja dengan laki-laki yang bukan mahram.

Berbicara antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, sebenarnya tidak dilarang. Hanya syaratnya, pembicaraan yang dilakukan memenuhi ketentuan secara syara’. Pembicaraan boleh dilakukan jika tidak berkhalwat, tidak menimbulkan fitnah, isi pembicaraan mengandung kebaikan, serta tetap menjaga adab-adab kesopanan yang berlaku.

Pada zaman Rasululullah Shallallahu alaihi wa sallam dan shahabat, banyak kisah istri-istri Rasulullah ﷺ yang berbicara dengan para shahabat. Misalnya ketika memberi jawaban atas suatu pertanyaan tentang Islam. Setelah Rasulullah ﷺ wafat, Aisyah radhiyallahu'anha atau sang Ummul Mukminin juga menjadi guru bagi para shahabat.

Dalam melakukan percakapan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim, kita bisa meneladani sikap para istri Nabi. Sebagaimana firman Allah Ta'ala :

يَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِىِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ ٱلنِّسَآءِ ۚ إِنِ ٱتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِٱلْقَوْلِ فَيَطْمَعَ ٱلَّذِى فِى قَلْبِهِۦ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوفًا

“Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik." (QS. Al-Ahzab : 32)

Ayat itu menjelaskan tentang adab saat berbicara dengan lawan jenis yang bukan muhrim. Baik secara langsung, maupun lewat teks atau media sosial. Untuk menjaga diri dari fitnah, hendaknya perempuan dan laki-laki yang berdialog atau berkirim pesan dengan lawan jenis bukan muhrim bisa menjaga diri.

◼️Ada Batasan dan Adab

Dalam kehidupan sehari-hari, kaum muslimah juga tidak lepas dari interaksi dan berkomunikasi dengan lawan jenis yang bukan mahram ini. Ketika saat berbelanja, sekolah, kuliah, bekerja dan aktivitas lainnya.

★ Ada aturan-aturan dalam muamalah antara seorang laki-laki dan perempuan.

Dalam pembicaraan dengan lawan jenis, intinya jangan merasa nyaman, jangan dinikmati dan hati-hatilah karena memang awalnya ketertarikan itu tidak serta merta.

"Biasanya dimulai dari obrolan santai, pembahasan tugas dan seterusnya lalu berlanjut dengan candaan yang menjadikan kita semakin lebih nyaman dan senang untuk meneruskan komunikasi sampai akhirnya akan menjurus kearah yang lebih privasi." Artinya jangan sampai kita merasa aman lalu berkata “nggak kok, saya bisa jaga diri, saya juga bisa jaga hati insyaAllah tidak ada masalah. Dan merasa yakin bahwa hal tersebut tidak membawa pengaruh untuk kita karena dalam menggoda manusia, setan punya seribu satu cara dan yang namanya lawan jenis itu ada daya tariknya seperti positif dan negatif. Maka antara lawan jenis ada tarik-menariknya dan itu pun tidak bisa dipungkiri. 

Bagaimana dengan candaan atau sekadar bercanda dengan lawan jenis?

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah bercanda. "Mungkin kita sudah pernah mendengar bagaimana Nabi pernah bercanda dengan seorang wanita tua dan dia bertanya kepada Nabi, apakah dia masuk Surga. Nabi pun menjawab “didalam Surga tidak ada wanita tua.” Dan Nabi tidak berdusta karena memang didalam Surga semua wanita tua akan menjadi muda. Candaan Nabi tidak mengandung unsur kebohongan tidak juga menyakiti. Candaan Nabi pun sangat terhormat. Lalu bagaimana dengan candaan kita? Apa yang kita obrolkan, apa yang kita jadikan guyon itu semua akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.

Jika candaan berkaitan dengan obrolan antara lawan jenis itu pasti ada daya tariknya. Obrolan biasa akan menjadi istimewa jika setan sudah ikut campur di dalamnya, sehingga tetaplah waspada dan jangan sampai lengah karena setan menjerumuskan kita secara langsung akan tetapi dengan cara perlahan-lahan. Dalam urusan berbicara saja Nabi pernah bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللہ وَ اليَوْمِ الأَخِرِ فَليَقُولْ خَيْراً أوْ لِيَصْمُوتِ

“Barang siapa yang beriman kepada Alloh ﷻ dan hari kiamat maka berkatalah yang baik atau diam lah.”

★ Intinya dalam berkomunikasi dengan lawan jenis, ada adab yang harus diperhatikan terutama oleh kaum perempuan muslimah, antara lain:

1. Tidak melembutkan suara.
2. Tidak berkhalwat.
3. Mengucapkan perkataan yang baik.
4. Tundukkan pandangan.

Sedangkan dalam berkomunikasi dengan lawan jenis yang bukan mahram melalui media sosial (medsos) seperti chatting misalnya, memang digunakan syarat-syarat yang hanya bisa diukur oleh diri sendiri. Seperti bahasa yang digunakan termasuk merayu atau tidak, isi pembicaraan merupakan hal penting atau tidak, dan sebagainya. Karena itu, dibutuhkan kejujuran masing-masing pribadi dalam mengukurnya, dan sejauh mana kita merasa diawasi oleh Alloh ﷻ. Semakin kuat iman seseorang, maka semakin takut ia untuk melanggar hal-hal yang telah dibatasi Alloh ﷻ, dan rasa diawasi oleh Alloh ﷻ juga semakin kuat.

Wallahu A’lam

Demikian Paparan kali ini.
Yang benar datangnya dari اللّه. Yang salah dari ketidatahuan ana yang masih fakir ilmu agama.

Mohon maaf jika ada salah-salah kata dalam penulisan.

 العلم بلاعمل كا لشجر بلا ثمر

Ilmu itu apabila tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.

 جزاكم الله خير جزاء شكرا وعفوا منكم...
فا استبقوا الخيرات...

والسلام عليكم ورحمة الله و بر كاته

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ iNdika ~ Semarang
Bagaimana sebaiknya suara wanita jika dia bekerja sebagai resepsionis atau penerima telepon ya Umm?

🔷Jawab: 
Tetap ramah tapi tidak mendayu-dayu dan tidak dibuat-buat. Ramah tapi tegas.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Riyanti ~ Yogja
Sejarah Islam mencatat, ada sahabiyyah yang jadi laksamana, Aisyah ikut perang Jamal. Menurut ustadzah untuk konteks sekarang bagaimana kita mengambil hikmahnya?

🔷Jawab: 
Kalau dilihat dari shiroh, para shabiyah ketika ikut berjihad kebanyakan berada di garis belakang dengan tugas merawat para mujahid yang terluka. Kalau pun akhirnya di garis depan, memang punya keahlian dan dibutuhkan keahliannya tersebut. Dalam konteks sekarang wanita bisa tampil di depan, selama menjaga adab bergaul, menutup aurat, terlebih bila memang keahliannya dibutuhkan masyarakat.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Safitri ~ Banten 
Ustadzah jika dalam pekerjaan kita bergabung dengan laki-laki bahkan setiap hari selalu berintraksi bercandaan setiap harinya, bagaimana cara mengendalikan sikap kita agar tidak terlalu berlebihan dan masih dalam batas wajar?

🔷Jawab: 
Tetap menjaga batasan, kurangi bercanda kalau bisa dihilangkan. Tapi bukan berarti jadi jutek. Tetap ramah dengan menerapkan syariah, misalnya dengan tidak bersentuhan ketika salaman. Mungkin awalnya akan ada protes, tapi lama kelamaan akan memaklumi.

🌷Insyaallah bun, tapi bun jika tidak boleh bersentuhan dengan lawan jenis jika itu dilakukan tidak sengaja tidak apa-apa kan bun?

🔷Kalau tidak sengaja tidak apa-apa.

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Mujahidah ~ Purbalingga
Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Ustadzah, jika kita berbicara dengan lawan jenis masalah pekerjaan, namun menyertakan emot senyum, termasuk menjerumuskan?

🔷Jawab: 
Wa'alaikumussalam warohmatullah wabaarokatuh. 

Sebaiknya hindari penggunaan emot yang multitafsir, menurut kita biasanya saja, belum tentu menurut orang lain. 
Pilih emot yang aman dari multitafsir.

🌷Apakah ada emot-emot yang tidak diperbolehkan untuk digunakan dalam chat dengan lawan jenis? Maksudnya emot yang boleh dan tidak diperbolehkan.

🔷Emot yang berlambang cinta atau sejenisnya mesti dihindari.

Wallahu a'lam

0️⃣5️⃣ Achi ~ Tangsel
Assalamu'alaikum ustadzah.

Bagaimana caranya untuk tetap mengendalikan nada bicara dengan lawan jenis? Maksudnya tidak sampai merubah nada bicara dan gesture tubuh. Karena terkadang jika bertemu dengan kawan lama, suka "kebablasan", baik becandaannya maupun gesture tubuh saat berinteraksi. 

Karena termasuk yang "sering" berinteraksi dengan lawan jenis, khususnya dalam hal pekerjaan. Jadi kadang dituntut profesional, tetapi dalam hal berinteraksi seperti itu. Syukron.

🔷Jawab: 
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Kalau profesional insyaaAllah bisa menjaga yaa. 

Ketika mengobrol biasa yang kadang tidak terkontrol, begitu maksudnya ya mba? 

Harus dibiasakan untuk melakukan batasan, diawal-awal sekali dua kali masih sering kelupaan. Tapi kalau sudah terbiasa, akan menjadi habits, dan reflek otak kita mengingatkan sedang berinteraksi dengan bukan muhrim.

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Kecantikan sejati seorang wanita tercermin dalam jiwanya, dalam rasa malunya, dan dalam agama dan keimanannya.

Wallahu a'lam

10 AMALAN MEMBUAT REZEKI MENGHAMPIRI KITA

 


OLeH: Ustadz M. Lukmanul Hakim

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🔷10 AMALAN MEMBUAT RIZEKI SELALU MENGHAMPIRI KITA

◾1. Takwa

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Alloh ﷻ niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS. ath-Thalaq: 2-3).

◾2. Tawakal

Nabi ﷺ bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Alloh ﷻ dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (HR. Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

◾3. Shalat Dhuha

Firman Alloh ﷻ dalam hadits qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (shalat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.” (HR. al-Hakim dan Thabrani)

◾4. Istighfar

”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12).

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Alloh ﷻ), niscaya Alloh ﷻ menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Alloh ﷻ akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim)

◾5. Silaturahim

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”

◾6. Sedekah

”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh ﷻ adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Alloh ﷻ melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Alloh ﷻ Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Sabda Nabi ﷺ: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan karena (sedekah kepada) orang-orang lemah di kalangan kamu.” (HR. Bukhari)

◾7. Berbuat Kebaikan

”Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Al Qashash: 84)

Nabi bersabda: ”Sesungguhnya Alloh ﷻ tidak akan zalim pada hambanya yang berbuat kebaikan. Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.” (HR. Ahmad)

◾8. Berdagang

Dan Nabi ﷺ bersabda: “Berdaganglah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perdagangan.” (HR. Ahmad)

◾9. Bangun Lebih Pagi

Fatimah (putri Rasulullah ﷺ) berkata bahwa saat Rasulullah ﷺ melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau Rasulullah ﷺ mengatakan kepadanya, ”Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Alloh ﷻ membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari.” ( HR. Al-Baihaqi)

Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah ﷺ bersabda, ”Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan.” (HR. At-Tabarani)

◾10. Bersyukur

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Yuk kita lengkapi bagian mana yang kurang.

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0⃣1⃣ Kiki ~ Dumai
Ada beberapa pertanyaan Ustadz.

1. Ustadz apa yang harus kita lakukan, jikalau kita sudah melakukan amalan tersebut, tetapi rezeki tersebut belum dilapangkan?

2. Ustadz, apakah tidak apa-apa jikalau kita sholat dhuha, niatnya agar Alloh ﷻ melapangkan rezeki kita ya ustadz?

🌴Jawab:
1. Jika sudah melakukan amalan tersebut, tapi rezeki belum dilapangkan? 

Bersabar karena Alloh ﷻ memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Bukankah rezeki itu tidak selalu dalam bentuk materi. 

Banyak yang kita nikmati merupakan rezeki. Seperti punya teman baik, punya orang tua baik, sehat dan bugar, bisa bekerja, bisa senyum dan lain-lain. 

Pasti Alloh ﷻ lapangkan pada waktu yang pas. Selaras dengan kebutuhan kita.
Mengapa para penyantun anak yatim rezekinya lancar, karena beban dia lebih banyak, maka Alloh ﷻ berikan rezekinya agar tetap bisa menghidupi yatim tanggungannya. 
Rezeki itu bisa lewat pekerjaan, lewat niaga, ada yang memberi, dan lain-lain sesuai Alloh ﷻ kehendaki.

2. Shalat Dhuha itu dalam hadits diumpamaan sebagai sedekah untuk persendian kita. 
Shalat dhuha juga waktunya bersamaan dengan saat mencari nafkah, shalat dhuha juga doanya lebih mengarah pada permintaan memohon rezeki.

Jadi jika shalat dhuha agar dilapangkan rezeki itu sudah pada jalurnya, memang agar dilancarkan rezeki.

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Alhamdulillah kajian malam ini sudah kita ikuti bersama, baik yang langsung maupun membaca kajian kemudian. 

Semoga bermanfaat untuk kita semua. 

Billahi taufiq walhidayah. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

AKU CINTA ALLOH ﷻ, ALLOH ﷻ CINTA AKU GAK YA?

 


OLeH: Ustadz Farid Nu'man Hasan

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌀AKU MENCINTAI ALLOH ﷻ, TAPI ALLOH ﷻ CINTA AKU GAK YA?

Apa yang menunjukkan bahwa Alloh ﷻ mencintai kita? Sederhananya lihat saja sejauh mana hubungan kita dengan segala macam perintah dan larangan-Nya. 

★ Berikut ini ada beberapa perilaku yang memunculnya mahabbatullah (cintanya Alloh ﷻ) kepada hamba-Nya.

◾1. Mengikuti ajaran Rasulullah ﷺ.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah (Wahai Muhammad) : "Jika kalian mencintai Alloh ﷻ maka ikutilah aku (Rasulullah ﷺ) niscaya Alloh ﷻ akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu dan Alloh ﷻ Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang."
(QS. Ali Imran: 31)

Imam Ibnu Katsir:

هَذِهِ الْآيَةُ الْكَرِيمَةُ حَاكِمَةٌ عَلَى كُلِّ مَنِ ادَّعَى مَحَبَّةَ اللَّهِ، وَلَيْسَ هُوَ عَلَى الطَّرِيقَةِ الْمُحَمَّدِيَّةِ فَإِنَّهُ كَاذِبٌ فِي دَعْوَاهُ فِي نَفْسِ الْأَمْرِ، حَتَّى يَتَّبِعَ الشَّرْعَ الْمُحَمَّدِيَّ وَالدِّينَ النَّبَوِيَّ فِي جَمِيعِ أَقْوَالِهِ وَأَحْوَالِهِ ...... وَقَالَ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ وَغَيْرُهُ مِنَ السَّلَفِ: زَعَمَ قَوْمٌ أَنَّهُمْ يُحِبُّونَ اللَّهَ فَابْتَلَاهُمُ اللَّهُ بِهَذِهِ الْآيَةِ، فَقَالَ: {قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ} .

"Ayat yang mulia ini merupakan hakim bagi manusia yang mengklaim mencintai Alloh ﷻ tapi faktanya tidak di atas jalan Nabi Muhammad, maka dia pembohong atas pengakuannya itu, sampai dia mengikuti syariat Nabi Muhammad dan agama kenabian pada semua perkataan dan keadaan ... Al Hasan dan lainnya berkata: "Sekelompok manusia mengaku-ngaku cinta kepada Alloh ﷻ, maka mereka diuji Alloh ﷻ dengan turunnya ayat ini."

◾2. Allah Ta'ala mencinta Orang yang berbuat baik.

Allah ﷻ berfirman:
 
وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
 
"Dan berbuat baiklah sesungguhnya Alloh ﷻ mencintai orang-orang berbuat baik." (QS. Al Baqarah: 195)

Syaikh Muhammad Rasyid Ridha menjelaskan: “Ayat ini merupakan perintah untuk berbuat baik secara umum, yaitu: berbuat baiklah kalian pada setiap perbuatan kalian, dan  berinfaq termasuk di dalamnya.” (Tafsir Al Manar, 2/172)

Maka, banyak-banyaklah berbuat baik, karena kita tidak tahu pada kebaikan manakah dari perbuatan tersebut yang paling kuat memasukkan kita ke surga-Nya. 

◾3. Allah Ta'ala mencintai orang yang sabar.

Allah Ta'ala berfirman:

وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

"Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Alloh ﷻ, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Alloh ﷻ mencintai orang-orang yang sabar." (QS. Ali Imran: 146)

Jadi sabar itu bukan pasif tapi aktif. Tidak lemah, tidak lesu, dan tidak menyerah.

◾4. Allah Ta'ala mencintai orang yang mensucikan dirinya.

Allah ﷻ berfirman:

وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
 
"Dan Alloh ﷻ mencintai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. At Taubah: 109)
 
Nabi ﷺ memuji orang yang bersuci dengan mengatakan:

الطهور شطر الإيمان

"Bersuci sebagian dari iman." (HR. Muslim No. 223)

Kesucian yang dimaksud meliputi kesucian fisik (thaharah hissiyah) dan kesucian hati (thaharah qalbiyah) seperti yang dikatakan Imam Ibnu Katsir. 

◾5. Allah Ta'ala mencintai orang yang bertobat.

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

"Sesungguhnya Alloh ﷻ mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al Baqarah: 222)

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ  bersabda:

اللهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ وَقَدْ أَضَلَّهُ فِي أَرْضِ فَلَاةٍ

"Alloh ﷻ lebih gembira dengan taubat hamba-Nya melebihi salah seorang dari kalian yang mendapatkan hewan tunggangannya yang telah hilang di padang yang luas." (HR. Al Bukhari No. 6309)

Jangan remehkan langkah pertaubatan walau sedikit demi sedikit, sebab kebaikan dari tobat itu sangat berharga. 

◾6. Allah Ta'ala mencintai orang yang berjuang secara terpadu.

Allah ﷻ  berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

"Sesungguhnya Alloh ﷻ mencintai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS. Ash Shaf: 4)

Berjihad secara berkelompok-kelompok juga bukan kesalahan, asalkan masih bisa saling koordinasi dengan yang lainnya. 

◾7. Allah Ta'ala mencintai orang yang zuhud.

Dari Abul Abbas Sahl bin Sa’ad As Sa’idi bercerita: datang seorang laki-laki kepada Rasulullah ﷺ :
 
يَا رسولَ الله ، دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ أحَبَّنِي اللهُ وَأحَبَّنِي النَّاسُ ، فقال : (( ازْهَدْ في الدُّنْيَا يُحِبّك اللهُ ، وَازْهَدْ فِيمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبّك النَّاسُ ))

“Wahai Rasulullah ﷺ, tunjukkan kepadaku perbuatan yang membuat Alloh ﷻ mencintaiku dan manusia juga mencintaiku.” Beliau menjawab: “Zuhudlah di dunia, niscaya Alloh ﷻ mencintaimu. Zuhudlah terhadap apa-apa yang dimiliki oleh manusia niscaya mereka akan mencintaimu.” 
(HR. Ibnu Majah No. 4102. Imam An Nawawi mengatakan sanadnya hasan)

Zuhud adalah mengambil dunia sesuai kebutuhannya, bukan menjauhi secara total, tidak pula berlebihan. 

◾8. Allah Ta'ala mencintai orang yang bertakwa, kaya, dan menyembunyikan amalnya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الْخَفِيَّ

"Sesungguhnya Allah ﷻ  mencintai hamba yang: bertaqwa, kaya, dan menyembunyikan amalnya." (HR. Muslim No. 2965)

★ Takwa: ingat tidak lupa, syukur tidak kufur, taat tidak membangkang. 

★ Kaya: kaya jiwa bukan semata kaya harta, kalaupun kaya harta maka kaya yang bersyukur.

Menyembunyikan amal: pada dasarnya boleh menampakkannya, tapi lebih aman bagi hati (keikhlasan) adalah menyembunyikannya.

Wallahu A’lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Ridha ~ Bekasi
Afwan ustadz, jika seseorang sudah berusaha semampunya melakukan hal-hal di atas, apakah ada tanda dia YAKIN Alloh ﷻ mencintainya?

Karena ketika ujian datang merasa Alloh ﷻ memberikan perhatiannya sebagai tanda cinta. 
Bagaimana menyikapinya ustadz?

🌸Jawab:
Bismillahirrahmanirrahim..

Jika kita sudah melakukan dengan segenap kemampuannya atas hal-hal yang dapat melahirkan cintanya Allah Ta'ala, maka tawakkal lah. Yang jelas Allah Ta'ala tidak akan ingkar atas janji-Nya.

Ujian adalah salah satu tanda bahwa Allah Ta'ala mencintai hamba, asalkan dia bersabar dan ridha saat mendapatkan ujian.

Wallahu A’lam

0️⃣2️⃣ Tia ~ Bandung.
Assalamualaikum ustadz,

Alloh ﷻ mencintai orang-orang yang bertaubat. Bagaimana dengan sholat taubat dikerjakan setiap malam dan diwaktu siang hari pula buat maksiat. Apakah boleh sholat taubat dikerjakan tiap malam?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Shalat taubat adalah sunnah menurut 4 madzhab. Tapi jika dilakukan tiap hari tanpa sebab, maka itu bukan sunnah.

Yang sunnah adalah taubatnya itu sendiri. "Tiap hari sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam sehari beristighfar dan bertobat lebih dari 70x dalam sehari." (HR. Muslim)

Wallahu A’lam

0️⃣3️⃣ Aisya ~ Riyadh 
Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz. 

1. Bagaimana keterkaitan tentang bahwa Alloh ﷻ sesuai prasangka hamba-Nya?

2. Satu lagi Afwan diluar tema ustadz, perihal wakaf berupa Al Qur'an, kalau kita niat ingin wakaf tetapi menggunakan atas nama beberapa orang atau atas nama yang sudah meninggal atau anak bolehkah ustadz?

🌸Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

1. Hadits tersebut tentang doa, bahwa Allah Ta'ala tergantung prasangka hamba-Nya kepada-Nya. Jika kita berdoa, berprasangka baik bahwa Allah Ta'ala akan kabulkan maka semoga Allah Ta'ala kabulkan.

2. Waqaf itu bagian dari sedekah. Sedekah atas nama orang yang sudah wafat atau masih hidup adalah sah dan boleh, tidak ada perbedaan pendapat ulama dalam hal tersebut.

Wallahu A’lam

0️⃣4️⃣ Bestiar ~ Pekanbaru
Ustadz, InshaAllah saya cinta kepada Alloh ﷻ, tetapi kadang-kadang ada rasa kurang bersyukur kalau lagi bermasalah dengan suami atau anak remaja saya. Bagaimana cara mengendalikan hati supaya lebih banyak bersyukur lagi. Mungkin semua itu ujian buat saya. Tapi alhamdulillah hal itu tidak sering, tapi kadang-kadang muncul.

🌸Jawab:
Bismillahirrahmanirrahim..
Selama "kurang syukur" itu tidak dominan, hanya sesekali saja. Semoga itu tidak menghilangkan cinta Allah Ta'ala kepada kita. Yang penting teruslah berupaya agar kita selalu bersyukur atas apapun walau sedikit.

Wallahu A’lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Alhamdulillah.
Semoga pembahasan kali ini bermanfaat.
Wabillahi taufiq wal hidayah.

Wassalamualaikum warahmatullohi  wabarakatuh.

HIDUPLAH SESUAI DENGAN LEVEL MU, JANGAN PAKSAKAN DIRI

 


OLeH: Ustadz Erwan Wahyu Wibowo

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

💎HIDUPLAH SESUAI LEVELMU, JANGAN PAKSAKAN DIRI

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِِِ الرَّحِيْـــــــم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

‎إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ؛
‎ رٓ بِّ اشْرَحْ لِىْ صَدْرِىْ وَيَسِّرْلِىْ اَمْرِىْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِىْ يَفْقَهُوْاقَوْلِى
وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian."
(QS. Al-Furqān: 67)

Puji syukur kehadirat Alloh ﷻ yang masih memberikan kita nikmat iman, Islam dan keistiqomahan untuk tetap berjalan di jalan ini. Jalan dakwah yang semoga berujung kata Jannah.

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Alloh ﷻ yakni Nabi besar Muhammad ﷺ, pada keluarga dan para sahabatnya semoga kita kelak dikumpulkan oleh Alloh ﷻ bersama beliau di hari akhir nanti.

Saya ingin bercerita tentang kehidupan masyarakat di Jepang, kalau saya bilang masyarakat Jepang artinya adalah orang asli Jepang (Nihonjin) atau orang asing yang tinggal di Jepang, karena orang asing yang tinggal di Jepang pun diperlakukan sama seperti Nihonjin, kami punya KTP, bayar pajak dapat subsidi dari pemerintah dan lain-lain, sama hak dan kewajibannya.

Yang membedakan waktu tinggal kita yang terbatas, alias ada expirednya sedangkan Nihonjin atau orang asing yang permanent resident tidak ada batasnya.

Batasnya biasanya kalau mahasiswa adalah sesuai masa studi; kalau under graduate atau S1 biasanya 4 tahun, master biasanya 2 tahun, doktoral 3-4 tahun, post doctoral bisa sampai 2 tahun, jadi kalau dari S1 - S3 bisa 10 tahun ditambah post doctoral 2 tahun total maksimal 12 tahun.

Kalau kenshusei atau pegawai magang di perusahaan Jepang biasanya sesuai kontrak kerja. Nah kembali ke topik gaya hidup masyarakat Jepang. Masyarakat Jepang itu terkenal fungsional dan praktis, alias tidak ribet hidupnya, semua efektif dan efisien.

Jadi, dalam urusan barang-barang rumah tangga pun masyarakat Jepang itu simple, hanya beli barang atau punya barang yang memang dibutuhkan.

★  Hal ini karena:
1. Budaya memang begitu, jadi rumah-rumah di Jepang itu perabotnya minimalis.

2. Barang-barang besar dan banyak bakal repot buangnya, di jepang tidak ada namanya pemulung, buang sampah besar juga tidak bisa asal di tempat sampah, bayarnya mahal. Buang kulkas saja harus bayar 7000-9000 yen, sekira 900rb - 1,1 jt.

Jadi, tidak ada cerita orang Jepang "panas" hati gegara tetangga beli TV atau kulkas baru atau furniture baru seperti ibu-ibu kompleks, atau heboh kalau mobilnya lebih besar dibanding mobil tetangga.

Orang Jepang beli barang baru itu bisa dipastikan gegara barang lama sudah tidak bisa dipakai. Di Indonesia tiap apple keluarin produk baru tiap tahun, maka tiap tahun pula orang Indonesia ganti iphone, sekarang yang paling baru iphone 12 ya, di Jepang di subway atau bis, bahkan iphone 5s saja orang masih ada yang pakai, yang penting masih berfungsi, sehingga masih dipakai, bayangkan iphone 5s itu release tahun 2013, tahun 2021 masih banyak orang pakai di Jepang.

Orang Jepang atau orang asing yang tinggal di Jepang beli mobil itu karena memang butuh, karena pajak kendaraan atau shaken itu mahal di Jepang, parkir sejam 500 yen/ 65.000 rupiah,
orang prefer pakai sepeda atau transportasi publik seperti bis, subway atau kereta, mobil-mobil di Sendai tempat saya tinggal, kebanyakan mobil kecil-kecil, seperti karimun wagon R.

Salah satu prinsip gaya hidup yang merasuki kehidupan  masyarakat saat ini adalah konsumerisme. 

Konsumerisme ditandai oleh tingkat konsumsi atau belanja tinggi pada barang-barang tertentu, meski mereka bukanlah prioritas dan kebutuhan sama sekali.

Barang-barang itu dibeli hanya untuk memenuhi keinginan sesaat tanpa menimbang nilai fungsi mereka dalam kehidupan. Atau juga barang-barang itu dibeli hanya karena melihat rekan dan tetangga yang lain mempunyai barang-barang yang serupa.

Cara hidup seperti ini sangatlah beresiko. Kalau tidak dibarengi dengan pendapatan yang cukup, bisa saja hal ini akan mendorong seseorang pada pilihan hidup yang salah. Salah satunya adalah melakukan korupsi dan berutang dan terjerat riba.

Banyak orang yang mengabaikan fungsi dari suatu produk, dan lebih memilih untuk membeli 'pengakuan' yang didapatkan saat ia menggunakan produk tertentu. Tidak jarang yang rela 'kere' (atau jual ginjal) untuk mendapat pengakuan tersebut.

🔶Apa yang kita pertimbangkan saat membeli satu produk?

Fungsi atau 'pengakuan' yang ingin kita dapatkan?

Perilaku kita yang lebih menyukai untuk mendahulukan gengsi inilah yang menyebabkan banyak yang rela menghabiskan sebagian besar gajinya untuk memenuhi gaya hidup.

Padahal gaji seberapa besar pun tidak akan sanggup untuk membiayai gaya hidup. Well, serem juga ternyata jika kita tidak dapat mengendalikan gaya hidup dan lebih mengutamakan gengsi.

🔶Apa kiat supaya tidak terjebak pada situasi berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta sebagaimana ayat yang saya kutip di awal?

◾1. Senantiasa Mengharapkan Ridha Alloh ﷻ Semata

Tingkatan tertinggi dalam ikhlas adalah mengharapkan ridha Alloh ﷻ semata, sehingga tidak terbersit sedikit pun rasa ingin mencari imbalan atau perhatian orang lain, baik itu pujian, simpati, dan lain sebagainya.

◾2. Mengharapkan Surga Dan Minta Dihindarkan Dari Neraka

Dalam Al Quran, Alloh ﷻ sudah menjanjikan bagi hamba-Nya yang berbuat baik dan beramal sholih akan memperoleh surga dan terhindar dari neraka. 

Karena itu, seorang muslim memprioritaskan beramal atau bersedekah dan mengharapkan balasan akhirat dari Alloh ﷻ alih-alih mengedepankan gaya dan gengsi dalam membelanjakan harta.

Yang saya tahu warga Indonesia yang tinggal di Jepang, walau berangkat ke kampus pakai sepeda atau pakai transportasi publik, saat Ramadhan kemaren infaq dan shodaqohnya luar biasa.

Bahkan saat awal-awal pandemi di Indonesia dan APD langka untuk nakes, teman-teman Indonesia menyumbang banyak banget lewat ACT kalau dikonversi ke rupiah bisa ratusan juta. Apalagi saat itu nilai tukar yen terhadap rupiah lagi tinggi tingginya yaitu sekitar Rp 154/ 1 yen, biasanya 139.

◾3. Hiduplah Dengan Kemampuan

Hal ini sangat penting, berhenti mengukur kemampuan diri dengan standar hidup orang lain. Lihat kemampuan kita, jangan memaksakan diri agar sama dengan orang lain hanya untuk lebih dihargai. 

Menerima diri sendiri akan membuat kita terhindar dari gengsi yang justru menghambat untuk sukses. Hidup dengan sederhana. Tidak perlu ikut-ikutan demi terlihat keren. Membeli barang yang tidak dibutuhkan demi terlihat wow dan menarik.

◾4. Jadilah Diri Kamu Sendiri

Tidak  perlu menjadi orang lain demi diterima orang lain. Well, orang yang menyukai kita, tidak perlu alasan untuk menerima kita dan orang yang membenci kita, tidak akan pernah melihat hal baik tentang kita.

◾5. Mengharapkan Berkah Dunia Dari Alloh ﷻ

Berkah itu bukan tentang banyak, bahkan yang sedikitpun bila itu terus menerus memberikan kebaikan atau kemanfaatan bagi kita itu lebih baik.

Sering kali yang banyak itu tidak selalu berkah, bila kita tidak mensyukuri dan memanfaatkannya untuk ibadah dan beramal sholih.

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0️⃣1️⃣ Phity ~ Yogja
Ustadz, gaya hidup seperti itu, yang simple, tidak neko-neko itu, apakah menyeluruh di semua wilayah? Apakah tidak dipengaruhi tingkat pendidikan?
Artinya apakah semua kalangan bergaya hidup seperti itu? 
Terima kasih.

🔷Jawab:
Terima kasih pertanyaannya.

Kebanyakan masyarakat Jepang memang simple begitu hidupnya, banyak atau mayoritas tinggal di apato atau apartemen dibanding punya rumah sendiri.

Yang punya rumah gedong atau mobil mewah seperti audi atau mercy bisa dipastikan memang beneran orang kaya.

Makin kaya seseorang, makin besar pajaknya, sehingga mereka benar siap dengan konsekwensi biaya tinggi (pajak) plus menopang gaya hidup mewahnya. Sehingga, pendapatan memang beneran besar.

Sepertinya tidak ada korelasinya dengan tingkat pendidikan. Karena banyak profesor profesor saya juga memilih tinggal di asrama atau dormitori kampus alih-alih beli rumah. Kawan-kawan Jepang saya yang di graduate skul atau pasca sarjana juga hidupnya simple dan sederhana. Banyak yang tinggal di apartement juga.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Rustia ~ Bekasi 
Assalamu'alaikum...

MaasyaaAllah ustadz, diceritakan begitu serasa ingin pindah ke Jepang.
Hidup minimalis seperti itu meringankan hisab ya ustadz. Kemudian saya sering dengar kalau "orang Islam yang Jepang masuk surga" saking gaya hidupnya seperti itu.

🔷Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Terima kasih pertanyaannya.

 آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ  

Iya, hidup sederhana itu meringankan hisab inshaAllah.

Wallahu a'lam

0️⃣3️⃣ Bestiar ~ Pekanbaru
Ijin komen Ustadz. Kalau dilihat dan diamati orang Jepang sangat bagus disiplinnya. Teratur dan tidak ribet. Jika mereka beragama Islam, mungkin lebih mudah dalam mengikuti ajaran Islam karena taat aturan. Bukankah begitu ustadz? Afwan kalau saya salah.

🔷Jawab:
Terima kasih feedbacknya.

Iya mbak, orang Jepang itu sangat toleran dan tidak rasis sebagaimana orang-orang Eropa. Banyak orang Jepang juga yang masuk Islam, kebanyakan karena mox married, atau perkawinan campuran, entah laki-lakinya yang muslim atau perempuannya yang muslim. 

Bahkan presiden ICCS Islamic Cultural Centre of Sendai adalah orang Jepang muslim, namanya Sato san, beliau sering jemput pakai mobil keliling orang-orang yang mau sholat di masjid, setiap isya' dan shubuh every day. Karena Masjid Sendai itu lokasinya jauh dari peradaban.

Wallahu a'lam

0️⃣4️⃣ Safitri ~ Banten 
Ustadz, bagaimana cara mengendalikan diri agar tidak terpengaruh sama lingkungan dan teman-teman. Cara yang baik bilang ketika teman-teman ngomong kenapa sih tidak beli, murah loh, bagus loh, kenapa sih apa-apa tidak mau? Nah bagaimana ustadz?

🔷Jawab:
Yang penting kita punya prinsip ya. Beli barang yang memang kita butuhkan bukan karena keinginan atau hawa nafsu. Recourse-nya bisa dialihkan untuk kebutuhan lain atau untuk infaq dan sedekah. 

Bisa dijawab:
~ Maaf saya sudah ada di rumah yang seperti itu.
~ Tidak apa-apa, anggarannya mau dipakai untuk yang lain. Dan lain sebagainya. 

🌷Sepertinya hidup di Jepang itu nyaman damai dan tentram sekali.

🔷Alhamdulillah, yang jelas orang-orang yang pernah tinggal di Jepang, kangen pingin balik lagi. Saya belum ketemu yang menyesal pernah ke Jepang.

Maksudnya bukan mengagung-agungkan ya, hal hak negatif pasti ada; pergaulan bebas, mabuk, bunuh diri, workoholic. Hanya saja hal-hal yang positif tentang kesederhanaan, disiplin, kebersihan, toleransi, etos kerja, service excelent bisa kita contoh.

Wallahu a'lam

0️⃣5️⃣ Aisya ~ Riyadh 
Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh...  

Ustadz, boleh berbagi tipsnya, bagaimanakah kiat-kiat atau cara-cara agar bisa mendidik gaya hidup buah hati kita agar bisa meniru gaya hidup orang jepang tetap sederhana dan sesuai level kita.

Dari keluarga kita inshaallah bisa, hanya ketika di luar rumah ustadz?
Mohon penjelasannya

🔷Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

Terima kasih pertanyaannya.
Beri pemahaman tentang gaya hidup masyarakat maju, bisa diajak nonton youtube kehidupan orang Jepang yang simple dan sederhana, and then orang tua contohkan dengan istiqomah atau konsisten.

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya."
(QS. Al Isra' : 27)

Wallahu a'lam

TAWAKAL YANG SEJATI

 


OLeH: Ustadz Mukhtar Azizi, S.Pd.I

•┈•◎❀★❀◎•┈•
❀ M a T e R i ❀
•┈•◎❀★❀◎•┈•

🌀TAWAKAL YANG SEJATI

Sebagai seorang muslim, sudah sewajarnya kita menempatkan tawakkal dan ikhtiar dalam setiap hal yang kita usahakan. Dalam al-Quran pun terdapat ayat yang memuat anjuran agar manusia senantiasa melakukan tawakkal dan ikhtiar, yaitu:

"…Barangsiapa bertakwa kepada Alloh ﷻ niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh ﷻ niscaya Alloh ﷻ akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Alloh ﷻ melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Alloh ﷻ telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."
(QS. Ath Tholaq: 2-3)

Tawakkal dan ikhtiar merupakan bentuk usaha yang dilakukan manusia untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Namun, perlu dipahami juga bahwa terwujudnya keinginan tersebut juga merupakan kehendak Alloh ﷻ. Karena itu, manusia diperintahkan untuk bertawakkal dan tetap berikhtiar untuk mendapatkan keinginannya tersebut.

◼️Ikhtiar Tanpa Tawakkal

Dalam meraih apa yang diinginkan, sering kali manusia hanya mempertimbangkan kekuatan dan usaha yang dilakukannya saja. Namun lupa bertawakkal kepada Alloh ﷻ. Padahal, dua hal ini adalah sesuatu yang saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan.

Saat seorang manusia melakukan ikhtiar, kegigihannya dalam berikhtiar tidak boleh sampai melemahkan tawakkalnya kepada Alloh ﷻ. Ikhtiar tanpa disertai tawakkal merupakan bentuk kesombongan seorang hamba. Karena seakan-akan dia merasa mampu mendapatkan keinginannya tanpa bantuan Alloh ﷻ.

◼️Tawakkal Tanpa Ikhtiar

Segala hal yang terjadi pada manusia merupakan kehendak Alloh ﷻ. Rezeki seorang manusia tidak akan tertukar dan seorang manusia juga pasti mendapatkan segala hal yang memang sudah menjadi rezekinya. Menyadari hal tersebut merupakan salah satu bentuk tawakkal. Akan tetapi, seorang muslim juga tidak diizinkan untuk memasrahkan kehidupannya tanpa berbuat apa-apa.

Seseorang yang tidak melakukan ikhtiar dengan dalih tawakkal, maka sikap tawakkal tersebut tidak dibenarkan. Meskipun rezeki setiap orang akan sampai dan tidak tertukar, seorang muslim tetap harus berikhtiar untuk menjemput rezeki yang telah ditetapkan tersebut.

◼️Bersama Tawakkal

Sikap paling tepat adalah menyelaraskan ikhtiar dengan tawakkal. Seorang muslim diharuskan bekerja dan berusaha sesuai kemampuannya. Artinya, seseorang harus berusaha menjemput rezeki dan keinginannya hingga mencapai batas maksimal yang mampu dia lakukan. Apabila dia telah melakukan hal tersebut, maka orang tersebut bisa disebut telah berikhtiar.

Bersama dengan ikhtiar tersebut, seorang muslim juga harus bertawakkal kepada Alloh ﷻ. Keduanya harus dilakukan dengan selaras dan berimbang. Muslim yang baik adalah muslim yang mampu menjaga tawakkal dan ikhtiarnya dalam porsi yang proporsional.

Wallahu a'lam

★Translated to english

🌀TAWAKAL YANG SEJATI

As a Muslim, it is natural that we put tawakkal and effort in everything we try. In the Qur'an there is also a verse that contains a recommendation that humans always do tawakkal and effort, namely:

"... Whoever fears Alloh ﷻ will make for him a way out. And give him sustenance from an unexpected direction. And whoever trusts in Alloh ﷻ will fulfill his needs. Surely Alloh ﷻ does what he wants. Surely God has made provision for everything."
(QS. Ath Tholaq: 2-3)

Tawakkal and ikhtiar is a form of effort made by humans to get what they want. However, it is also necessary to understand that the realization of this desire is also god's will. Therefore, man is commanded to trust and keep trying to get his wish.

◼️Ikhtiar Without Tawakkal

In achieving what he wants, often man only considers the strength and effort he does. I forgot to trust God. In fact, these two things are something that complement each other and cannot be separated.

When a man makes an effort, his persistence in endeavor must not weaken his tawakkal to God. Ikhtiar without tawakkal is a form of pride of a servant. Because it was as if he felt able to get his wish without God's help.

◼️Tawwakal Without Ikhtiar

Everything that happens to man is God's will. A man's sustenance will not be changed and a human being will also get everything that has become his sustenance. Realizing this is a form of tawakkal. However, a Muslim is also not allowed to give up his life without doing anything.

A person who does not make efforts under the pretext of tawakkal, then the attitude of tawakkal is not allowed. Although everyone's sustenance will arrive and not be confused, a Muslim must still strive to pick up the sustenance that has been set.

◼️Ikhtiar With tTawakkal

The most appropriate attitude is to align the effort with tawakkal. A Muslim is required to work and strive according to his ability. That is, a person must try to pick up his sustenance and desire to reach the maximum limit that he is able to do. If he has done this, then the person can be called to have made an effort.

Along with this effort, a Muslim must also trust In Alloh ﷻ. Both must be done in harmony and balance. A good Muslim is a Muslim who is able to keep his tawakkal and his efforts in a proportionate portion.

Wallahu a'lam

•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•
❀ TaNYa JaWaB ❀
•┈••◎◎❀★❀◎◎••┈•

0⃣1⃣Han ~ Gresik
Assalamu'alaikum.

1. Ustadz bagaimana hubungannya antara tawakal, ikhtiar, takdir dan doa?

2. Dan mengapa kita sebagai umat ini di wajibkan berikhtiar?

3. Tadz, perlukah takdir diperjuangkan melalui ikhtiar?

🌷Jawab:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

1. Hubungannya sangat erat, setiap manusia agar berusaha dalam meraih yang diharapkan akan datang takdir sesuai dengan do'a yang di inginkan.

2. Karena akan ada hasil yang maksimal dari yang di ikhtiarkan, seperti halnya ingin mendapatkan jodoh yang terbaik, maka ikhtiarnya berkaca pada hati yang terbaik.

3. Takdir di perjuangkan dengan do'a dan tawakal dari adanya ikhtiar.

Wallahu a'lam

0⃣1⃣ Han ~ Gresik
Assalamu'alaikum,

1. Ustadz what is the relationship between tawakal, effort, destiny and prayer?

2. And why are we as a people obligated to strive?

3. Tadz, should destiny be fought through effort?

🌷Answer:
Waalaikummussalam warahmatullah wabarakatuh

1. The relationship is very close for every human being to strive in achieving what is expected to come destiny in accordance with the desired do'a.

2. Because there will be maximum results from what is being proclaimed. It's like you want to get the best soul mate. Then his efforts reflect on the best heart.

3. Destiny is fought with the do'a and tawakal of efforts.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Safitri ~ Banten
Ustadz berbedaan dari tawakal dan beriktiar apa?

🌷Jawab:
Ikhtiar ada pada usaha, sedangkan tawakal berada pada penyerahan hanya kepada Alloh ﷻ yang telah di ikhtiarkan.

Wallahu a'lam

0️⃣2️⃣ Safitri ~ Banten
Ustadz is different from tawakal and what practice?

🌷Answer:
Ikhtiar is on the effort, while tawakal is in submission only to God who has been made efforts.

Wallahu a'lam

0⃣3⃣ Safitri ~ Banten
Ketika kita sudah berikhtiar dan berdoa sama Alloh ﷻ, dan apa yang kita ikhtiarkan berhasil, contoh pekerjaan dipertengahan jalan kita ngeluh kenapa yah disini kenapa tidak di sana saja, kenapa harus disini yang cepet ada panggilan, jika seperti ini, apa itu artinya kufur nikmat ustadz?

🌷Jawab: 
Sebaiknya bersyukur segala nikmat yang Alloh ﷻ berikan. Bila ada rasa mengeluh tetap menjalani dengan sabar, tentu akan ada hikmahnya.

Wallahu a'lam

0⃣3⃣ Safitri ~ Banten
When we have tried and prayed with God, and what we strive to succeed, the example of work in the middle of our path is why is it here why not there, why should there be a call here, if this is what is artinua kufr favors?

🌷Answer: 
He is grateful for all the blessings that God has given him. If there is a sense of complaining, stay patient. Of course, there will be wisdom.

Wallahu a'lam

•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•
❀CLoSSiNG STaTeMeNT❀
•┈•◎❀★❀◎•★•◎❀★❀◎•┈•

Cahaya begitu indah bersama tawakal adanya kenikmatan menghiasi kehidupan yang sejati.

The light is so beautiful with laughter that the pleasure adorns true life.

Wallahu a'lam