Sabtu, 30 Maret 2019

LUPA YANG MENGUNDANG SIKSAAN ALLOH



OLeH Ustadz Syahrawi Munthe

๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท
              ๐Ÿ’˜M a T e R i๐Ÿ’˜

Assalamu'alaykum wr.wb.

Segala puji bagi Allah atas semua karuniaNya. Sholawat dan salam semoga tercurah atas baginda Rasulullah SAW.

InsyaAllah tema kajian kita sore ini adalah LUPA YANG MENGUNDANG SIKSAAN ALLAH

Seyogyanya lupa adalah fitrah manusia. Siapapun rasanya pernah lupa. Bahkan dalam ibadah yang seharusnya 'terjaga' dan khusyu', malah bisa lupa rakaat ke berapa dalam sholatnya, hingga sujud sahwi jadi andalan.

Hakikatnya Allah memaafkan orang-orang yang lupa. Lupa adalah kesalahan yang tak disengaja, sehingga diberi pemaafan. Sabda Rasulullah :

ู†ِ ุงุจْู†ِ ุนَุจَّุงุณٍ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُู…َู€ุง ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„ّู…َ ู‚َุงู„َ : ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ุชَู€ุฌَุงูˆَุฒَ ู„ِู€ูŠْ ุนَู†ْ ุฃُู…َّุชِูŠْ ุงู„ْู€ุฎَุทَุฃَ ูˆَุงู„ู†ِّุณْูŠَุงู†َ ูˆَู…َุง ุงุณْุชُูƒْุฑِู‡ُูˆْุง ุนَู„َูŠْู‡ِ. ุญَุณَู†ٌ ุฑَูˆَุงู‡ُ ุงุจْู†ُ ู…َุงุฌَู‡ْ ูˆَุงู„ْุจَูŠْู‡َู‚ِูŠُّ ูˆَุบَูŠْุฑُู‡ُู…َู€ุง

Dari Ibnu ‘Abbรขs Radhiyallahu anhuma bahwa Rasรปlullรขh Shallallahu alaihi wa sallambersabda,

”Sesungguhnya Allรขh Azza wa Jalla memaafkan kesalahan (yang tanpa sengaja) dan (kesalahan karena) lupa dari umatku serta kesalahan yang terpaksa dilakukan.”
(HR. Ibnu Majah dan al-Baihaqi)

Dalam Al Qur'an,  terdapat doa kepada Allah agar tidak  menghukum karena lupa.

ۗ ุฑَุจَّู†َุง ู„َุง ุชُุคَุงุฎِุฐْู†َุง ุฅِู†ْ ู†َุณِูŠู†َุง ุฃَูˆْ ุฃَุฎْุทَุฃْู†َุง

"…Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan…” (QS. 2 : 286)

Oleh sebab itu, kelupaan-kelupaan alamiah pada  manusia, tidak akan dihakimi sebagai dosa. Lupa menjadi salah satu yang mendapat bonus keringanan dari Allah. Namun demikian, jika lupa yang terjadi karena kesengajaan, atau sengaja untuk melupakan iman, melupakan Allah dan melupakan agama maka lupanya akan mengundang siksaan Allah.

Di beberapa ayat Al Qur'an, Allah mengisahkan tentang orang-orang munafiq  yang lupa akan Allah, melarang berbuat ma'ruf tetapi menyuruh berbuat munkar.  Sehingga Allah ancam mereka dengan neraka Jahannam.

ุงู„ْู…ُู†َุงูِู‚ُูˆู†َ ูˆَุงู„ْู…ُู†َุงูِู‚َุงุชُ ุจَุนْุถُู‡ُู…ْ ู…ِู†ْ ุจَุนْุถٍ ۚ ูŠَุฃْู…ُุฑُูˆู†َ ุจِุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ูˆَูŠَู†ْู‡َูˆْู†َ ุนَู†ِ ุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ูˆَูŠَู‚ْุจِุถُูˆู†َ ุฃَูŠْุฏِูŠَู‡ُู…ْ ۚ ู†َุณُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูَู†َุณِูŠَู‡ُู…ْ ۗ ุฅِู†َّ ุงู„ْู…ُู†َุงูِู‚ِูŠู†َ ู‡ُู…ُ ุงู„ْูَุงุณِู‚ُูˆู†َ

"Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik." (QS. 9 : 67)

Nabi Adam dihukum Allah, sehingga dikeluarkan dari surga karena lupa akan perintah Allah. Kemudian Nabi Adam taubat atas kelalaiannya tersebut setelah berada di bumi. Allah kemudian menerima taubatnya dan mengampuninya. 

ูˆَู„َู‚َุฏْ ุนَู‡ِุฏْู†َุง ุฅِู„َู‰ٰ ุขุฏَู…َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ُ ูَู†َุณِูŠَ ูˆَู„َู…ْ ู†َุฌِุฏْ ู„َู‡ُ ุนَุฒْู…ًุง

"Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat." (QS. 20 : 115)

Mungkin yang paling banyak lupa di antara manusia adalah kejadiannya. Bagaimana Allah menciptakannya, dari mana ia berasal dan kelak kembali kepada Allah. Lupa akan hal ini membuat manusia jadi pembangkang, durhaka dan penentang Allah serta tidak percaya hari kiamat.

Kisah-kisah Fir'aun, orang-orang Yahudi dan Nasrani, yang awalnya beriman, tetapi kemudian kafir kepada Allah adalah fakta yang lupa akan kejadiaannya, sehingga meragukan kuasa Allah untuk membangkitkan mereka di akhirat nanti.

ูˆَุถَุฑَุจَ ู„َู†َุง ู…َุซَู„ًุง ูˆَู†َุณِูŠَ ุฎَู„ْู‚َู‡ُ ۖ ู‚َุงู„َ ู…َู†ْ ูŠُุญْูŠِูŠ ุงู„ْุนِุธَุงู…َ ูˆَู‡ِูŠَ ุฑَู…ِูŠู…ٌ

Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?."
(QS. 36 : 78)

Semoga kita tidak pernah lupa asal kita dari Allah dan akan kembali kepadaNya.  Selalu ingat pada Allah di setiap saat agar tidak dilupakan di akhirat kelak.

Wallahu'alam


๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท
        ๐Ÿ’˜TaNYa JaWaB๐Ÿ’˜

0⃣1⃣ Lisa ~ Malang
Afwan ustadz ijin bertanya tentang definisi orang munafik.
Apakah mereka non Islam? Bagaimana dengan kafir? Apakah orang kafir pasti munafik?
Afwan atas pertanyaan Saya yang fakir ilmu ini ustadz

๐Ÿ”ทJawab:
Munafik adalah orang ysng pura-pura beriman, padahal hatinya tidak. Mereka tampak seperti orang beriman, tapi kesehariannya bertolak belakang dengan imannya.

Jadi dalam Islam, kadang sulit mengindentifikasi mereka, karena samar.
Sedang orang kafir, ya sudah pasti kafir. Mereka sudah memproklamirkan diri beda dari Islam, sehingga muslim sudah paham mereka kafir.

Orang kafir ya pasti tidak beriman.
Wallahu'alam

 ๐ŸŒทBegitu ya ustadz, yang sudah itu mengidentifikasi orang munafik.

๐Ÿ”ทJawab:
Yooi, emang susah.

0⃣2⃣ Setya ~ Kra
Tips apa agar kita selalu ingat dengan hal-hal yang mengundang siksaan Alloh?  Syukron...

๐Ÿ”ทJawab:
Tipsnya banyak ingat Allah berarti.

0⃣3⃣ Kiki ~ Tanjungpinang
Ustadz afwan, misalkan ada capres yang diusung oleh partai yang melegalkan hal-hal yang Allah larang, seperti LGBT dan kain-lain.

1. Apakah kita tetap boleh memilih capres tersebut ya ustadz?

Walaupun ada ustadz yang memuji karakter pribadi capres tersebut baik dan islami.

2. Jikalau memilihnya,  apakah kita termasuk munafik ya ustadz?

Jazakallah ustadz

๐Ÿ”ทJawab:
1. Sebaiknya memilih yang terbaiklah ya. Emang ada capres yang melegalkan elgibiti kah?

2. Semoga tidak terjadi, karena akan memicu kemarahan umat Islam jika eljibiti dilegalkan.

Na'udzubillahi mindzalik

0⃣4⃣ Nita ~ Jawa Tengah
Afwan ustadz, bagaimana ya cara supaya kita terhindar dan jauh dari sifat munafik ini?

Lalu jika ada sifat itu dalam diri kita, apa yang harus kita lakukan?

๐Ÿ”ทJawab:
Agar terhindar dari sifat munafik, maka jujurlah sama Allah dalam bersikap, lalu berusaha istiqomah untuk setiap amal ibadah yang dilakukan. Serta bergaul dengan orang-orang shalih, yang benar keimanannya. InsyaAllah, sifat munafik itu akan luntur sendirinya.
InsyaAllah.


๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท
๐Ÿ’˜CLoSSiNG STaTeMeNT๐Ÿ’˜

Semoga kita tidak jadi pelupa, apalagi lupa sama Allah. Sebab banyak dari anak Adam yang sengaja melupakan Allah di kehidupannya, jika itu terjadi maka Allah akan melupakannya di akhirat nanti. Sementara kita semua ingin selamat dan mendapat pertolongan Allah di akhirat.
Amiin.

TAZKIYATUN NAFS Part-2



OLeH: Ustadz Endang Mulyana

 ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ
           ๐Ÿ’ŽM a T e R i๐Ÿ’Ž

Bunda fillah semuanya, alhamdulillah kita kembali dipertemukan dalam kajian-kajian kita.
In syaa Allah petang ini kita akan lanjutkan bahasan bahasan kita masih terkait tazkiyyatunnafs.

Ruang lingkup kajian tazkiyyatunnafs sangat luas sekali, pekan lalu kita sudah membuka dengan 3 sikap dan perilaku yang mencerminkan hati atau jiwa yang telah mendapat cahaya.
Dan petang ini bahasan kita tentang musuh sejati manusia yaitu setan.
Kita akan mengenali musuh kita ini melalui wahyunya yang mulia yaitu Al-Quran Alkariim.

Untuk pekan ini seri tazkiyyatunnafs kita membahas,

KEUTAMAAN MEMOHON PERLIDUNGAN DARI GANGGUAN SETAM KEPADA ALLAH AZZAWAJALLA.

Bismillahirrahmanirrahiim

Permohon perlindungan seorang hamba terhadap Allah salah satu bentuk ketaqwaan hati.

Sebagaimana hati adalah 'arsy nya Allah di muka bumi,  demikian hati juga merupakan objek tempat setan menggoda manusia.
Kehati-hatian dalam membersamai waktu dalam kehidupan,  seorang hamba akan senantiasa memohon perlidungan kepada Allah..

Mari kita kenali hal ini.

◼Ta'rif:
Ta'awuz adalah permohonan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Lafadz ta'awuz :

ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„َّู‡ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ ุงู„ุฑَّุฌِูŠู…ِ

A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim

Artinya:

"Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."

1. Kata Ta'awuz berasal dari ayat Al-Qur'an dalam surat An-Nahl ayat 98 - 100.

ูَุฅِุฐَุง ู‚َุฑَุฃْุชَ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†َ ูَุงุณْุชَุนِุฐْ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ ุงู„ุฑَّุฌِูŠู…ِ (98)

ุฅِู†َّู‡ُ ู„َูŠْุณَ ู„َู‡ُ ุณُู„ْุทَุงู†ٌ ุนَู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَุนَู„َู‰ ุฑَุจِّู‡ِู…ْ ูŠَุชَูˆَูƒَّู„ُูˆู†َ (99)

ุฅِู†َّู…َุง ุณُู„ْุทَุงู†ُู‡ُ ุนَู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَุชَูˆَู„َّูˆْู†َู‡ُ ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ู‡ُู…ْ ุจِู‡ِ ู…ُุดْุฑِูƒُูˆู†َ (100) }

"Apabila kalian membaca Al-Qur’an, hendaklah kalian meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk."

"Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya."

"Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah."

Minta perlindungan kepada Allah Ta'laa dari setan terkutuk adalah sikap taqwa hamba dalam mengawali setiap aktivitas ibadah, dan secara khusus permohonan ini dipraktikan ketika seorang hamba akan berinteraksi dengan Kalamullah, agar saat membacanya bukan hanya pahala semata yang ia dapatkan namun lebih dari itu untuk membersihkannya dari bisikan jahat setan, dan membawa perasaan ikhlas kepadaNya, tanpa ada gangguan dari dunia keburukan dan kejahatan dalam bentuk setan.
Karena itu mintalah perlindungan kepada Allah dari setan terkutuk.

ุฅِู†َّู…َุง ุณُู„ْุทَุงู†ُู‡ُ ุนَู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَุชَูˆَู„َّูˆْู†َู‡ُ ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ู‡ُู…ْ ุจِู‡ِ ู…ُุดْุฑِูƒُูˆู†َ

"Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah."

Jadi, setan tidak mampu menguasai orang-orang yang hanya menghadap Allah Ta'ala dan memurnikan hati mereka untukNya, kendati ia bisa memberikan bisikan jahat kepada mereka.

๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒธ
Ini karena hubungan mereka dengan Allah melindungi mereka dari terseret oleh setan dan tunduk kepadanya.  Bisa jadi, mereka salah, namun mereka tidak menyerah, segera mengusir setan dari mereka, dan mereka langsung bertaubat kepada Rabb mereka.

Allah Ta'alaa berfirman,

ุฅِู†َّู…َุง ุณُู„ْุทَุงู†ُู‡ُ ุนَู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَุชَูˆَู„َّูˆْู†َู‡ُ ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ู‡ُู…ْ ุจِู‡ِ ู…ُุดْุฑِูƒُูˆู†َ

"Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah."

Maksudnya, orang-orang yang menjadikan setan sebagai pemimpin mereka dan mereka menyerah kepadanya dengan syahwat meraka. Diantar mereka ada yang menyekutukan Allah dengan dengan setan.  Penyembahan kepada setan merupakan keburukan yang sudah dikenal oleh manusia saat ini. Sikap manusia semacam itu yang mengikuti setan adalah salah satu bentuk syirik dan loyalitas dan ittiba'.

Allah Ta'laa berfirman,

ูˆَู‚ُู„ْ ุฑَุจِّ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ู‡َู…َุฒَุงุชِ ุงู„ุดَّูŠَุงุทِูŠู†ِ

Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan."

Allah Ta'ala menyuruh Rosulullah Shollallahu alayhi wassallama minta perlindungan kepadaNya dari dijadikan termasuk orang-orang kafir ketika beliau menyaksikan siksa yang dijanjikan kepada orang-orang kafir.
Dan juga minta perlindungan kepada Allah dari setan-setan, agar setan-setan itu tidak menyerang diri beliau dan dada beliau tidak "sempit" karena perkataan mereka.

Rasulullah Shollallahu alayhi wassallama pasti terlindungi dari kemungkinan beliau bersama dengan orang-orang zalim ketika Allah menimpakan adzab pedih kepada mereka dan membuktikan ancaman kepada orang-orang kafir.

Namun do'a itu merupakan tambahan perlindungan dan tentu saja pengajaran bagi kita, generasi sepeninggal beliau agar kita tidak merasa aman dari makar Allah Azzawajalla.

Seorang hamba yang merasakan kehidupan dunia ini merupakn ujian yang penuh warna, maka  ia amat sangat membutuhkan pertolongan Rabbnya.

Sebab Allah sendiri yang menyatakan bahwa dirinya penguasa mutlak jiwa atau hati hambaNya, apakah akan mengilhamkan perbuatan dosa dan perbuatan taqwanya.

Sebagaimana firmanNya:

ูˆَู†َูْุณٍ ูˆَู…َุง ุณَูˆَّุงู‡َุง (7)
 ูَุฃَู„ْู‡َู…َู‡َุง ูُุฌُูˆุฑَู‡َุง ูˆَุชَู‚ْูˆَุงู‡َุง (8)
 ู‚َุฏْ ุฃَูْู„َุญَ ู…َู†ْ ุฒَูƒَّุงู‡َุง (9)
 ูˆَู‚َุฏْ ุฎَุงุจَ ู…َู†ْ ุฏَุณَّุงู‡َุง (10)

"Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya."(QS. al-Syams: 7-10).

Sunnatullah bagi manusia berada dalam pilihan,  melakukan jalan kefasikan atau jalan ketaqwaan, dan kita merasakan saat hati ini merasa jauh dari perlindungan Allah ilham jalan kefasikan terasa indah untuk di perturutkan,  sebagaimana terasa ilham ketaqwaan terasa berat untuk dikerjakan. Kita berharap, saat-saat ilham itu,  baik jalan kefasikan atau jalan ketaqwaan sedang turun kedalam hati atau jiwa kita, maka hati atau dan jiwa kita terus menerus dalam keadaan terjaga, dan selalu terlindung di tempat perlindunganNya.

Permintaan perlindungan oleh Rasulullah Shollallahu alayhi wassallama dari bisikan-bisikan setan provokasi dalam keadaan beliau sebagai almaksum juga menambah perlindungan kepada beliau,  meningkatkan munajat kepada Allah Azzawajalla,  dan sebagai pelajaran bagi kita ummatnya. Agar kita senantiasa memohon perlidungan dalam hari-hari kita dari bisikan setan dan provokasinya.

Inilah bunda bahan diskusi kita petang ini, dan puluhan tema terkait dengan setan sebagai musuh kita in syaa Allah akan kita kupas di pertemuan-pertemuan kita selanjutnya.

Semoga Allah Azzawajalla senantiasa melindungi kita, dari bisikan setan, gangguan setan dan mendekatnya setan dalam kehidupan kita.

Aaamiiin.

๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ
        ๐Ÿ’ŽTaNYa JaWaB๐Ÿ’Ž

0⃣1⃣ Lisa ~ Malang
Assalamualaikum ustadz,

Jika Jin bisa masuk dalam tubuh manusia Dan dikeluarkan dari tubuh dengan ruqyah, bagaimana dengan syetan?

Apakah syetan bisa diruqyah meskipun dia berjalan mengikuti aliran darah manusia?

๐ŸŒธJawab:
Wa'alaikumsalam,

Bismillah,
Pertama perlu dipahami persamaan dan perbedaan antara jin dan syetan,
Jin adalah makhuq Allah yang di ciptakan sama dengan manusia yaitu untuk beribadah kepada Allah, dan diantara bangsa jin ada yang beriman adapula yang kafir,  maka jin yang kafir inilah yang termasuk setan, jadi tidak setiap makhluk dari bangsa jin adalah setan juga tidak semua syetan adalah bangsa jin dan tidak selalu setan itu dari bangsa jin, karena ada juga setan dari jenis bangsa manusia. Penamaan ini sebagaimana firman Allah:

ูˆَูƒَุฐَٰู„ِูƒَ ุฌَุนَู„ْู†َุง ู„ِูƒُู„ِّ ู†َุจِู‰ٍّ ุนَุฏُูˆًّุง ุดَูŠَٰุทِูŠู†َ ูฑู„ْุฅِู†ุณِ ูˆَูฑู„ْุฌِู†ِّ ูŠُูˆุญِู‰ ุจَุนْุถُู‡ُู…ْ ุฅِู„َู‰ٰ ุจَุนْุถٍ ุฒُุฎْุฑُูَ ูฑู„ْู‚َูˆْู„ِ ุบُุฑُูˆุฑًุง ۚ ูˆَู„َูˆْ ุดَุงุٓกَ ุฑَุจُّูƒَ ู…َุง ูَุนَู„ُูˆู‡ُ ۖ ูَุฐَุฑْู‡ُู…ْ ูˆَู…َุง ูŠَูْุชَุฑُูˆู†َ

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

Ayat diatas menunjukan penyebutan jin dan manusia sebagai setan ketika menjadi musuh para nabi.

Dan demikian juga dalam ayat yang lain.

 ุงู„َّุฐِูŠْ ูŠُูˆَุณْูˆِุณُ ูِูŠْ ุตُุฏُูˆْุฑِุงู„ู†َّุงุณِ (ูฅ

5. Yang membisikan kejahatan ke dalam dada manusia.

ู…ِู†َ ุงู„ْุฌِู†َّุฉِ ูˆَุงู„ู†َّุงุณِ (ูฆ

6. Dari (golongan) jin dan manusia.

Jelasnya setan itu bisa berasal dari jin atau juga manusia.

Nah dalam keadaan di ruqyah, tentu saja yang dimaksud setan yang di keluarkan adalah setan bangsa jin, atau jin yang dikeluarkan merupakan setan.

In syaa Allah saat jinnya keluar setannyapun ikut keluar.

Wallahu a'lam

0⃣2⃣ Atin ~ Pekalongan
Mohon maaf Tadz, saya kok kurang paham dengan maksud kalimat:
Allah menyuruh Rasulullah berlindung kepada Allah dari dijadikan termasuk orang-orang kafir.

Kemudian apakah taawuz hanya diucapkan saat mau tilawah?

๐ŸŒธJawab:
Bismillah, 

Perhatikan doa Nabi Ibrohim Alayhissalaam berikut.

ูˆَุงุฌْู†ُุจْู†ِูŠ ูˆَุจَู†ِูŠَّ ุฃَู† ู†َّุนْุจُุฏَ ุงู„ْุฃَุตْู†َุงู…َ –  ุฑَุจِّ ุฅِู†َّู‡ُู†َّ ุฃَุถْู„َู„ْู†َ ูƒَุซِูŠุฑًุง ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุณِ

"Jauhkanlah diriku dan anak keturunanku dari mennyembah berhala. Ya Allah, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak orang." (QS. Ibrahim: 35 – 36).

Nabi Ibrohim memohon kepada Allah agar menjauhkan anak dan keturunannya menjadi penyembah berhala atau menjadi orang-orang kafir.

Rasulullah Shollallahu alayhi wassallama merupakan Nabi yang juga keturunan daripada Nabi Ibrahim dari jalur Nabi Ismail Alayhissalaam, dan beliau dengan ayat ini senantiasa berdoa dengan do'a yang ma'tsur seperti berikut.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّู‰ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْูَู‚ْุฑِ ูˆَุงู„ْูƒُูْุฑِ ، ูˆَุงู„ْูُุณُูˆู‚ِ ، ูˆَุงู„ุดِّู‚َุงู‚ِ ، ูˆَุงู„ู†ِّูَุงู‚ِ ، ูˆَุงู„ุณُّู…ْุนَุฉِ ، ูˆَุงู„ุฑِّูŠَุงุกِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekufuran, kefasikan, kedurhakaan, kemunafikan, sum’ah, dan riya’.”

Dan semua yang di ucapkan oleh Rosulullah Shollallahu alayhi wassallama bukanlah ucapan yang berasal dari beliau pribadi tapi merupakan wahyu yang di perintahkan oleh Allah Ta'ala, termasuk diperintahkan oleh Allah agar beliau memohon perlindungan dari kekufuran.

Secara khusus ta'awudz di perintahkan saat kita akan tilawah Qur'an namun saat kita akan mengamalkan perintah Qur'an dalam kehidupan sehari-haripun sama saja, harus senantiasa memohon perlidungan Allah dan setelah itu membaca Basmallah.

Wallahu a'lam

0⃣3⃣ Eriska ~ Pangkal Pinang
Assalamu'alaikum,

Melihat tingkah laku manusia akhir zaman ini. Apakah manusia sudah bersifat seperti syaiton, atau memang syaiton telah mendarah daging dalam dirinya?

๐ŸŒธJawab:
Wa'alaikumsalam,

Bismillah,
Sifat setan dalam diri manusia tidak terikat zaman,  sejak zaman Nabi Adam sampai dengan Akhir Zaman akan senantiasa hidup manusia-manusia yang memiliki sifat setan, karena merupakan ketetapan Allah ataupun sunnahNya dalam kehidupan ini.

Semoga Allah membersihkan sifat-sifat yang demikian itu dalam hati atau jiwa kita.

Aamiin.
Wallahu a'lam

๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ
๐Ÿ’ŽCLoSSiNG STaTeMeNT๐Ÿ’Ž

Demikian bunda fillah semuanya, sesi kita pada petang ini, in syaa Allah akan kita lanjutkan di kesempatan yang lain.

Kita berdo'a semoga Allah senantiasa melindungi kita semuanya.

Aamiin.
Mohon maaf atas kekurangannya
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuhu

TAFSIR SURAH AL FATIHAH Part-4



OLeH Ustadz Jumadi Toha, Lc

           ๐Ÿ’ŽM a T e R i๐Ÿ’Ž


A. Jumadi Toha, LC
Part-4

((ุงู‡ุฏู†ุง ุงู„ุตุฑุงุท ุงู„ู…ุณุชู‚ูŠู…))

"Tunjukkanlah kami jalan yang lurus"

๐Ÿ”นPenggunaan Ayat Sebagai do'a

Inilah doa yang selalu dibaca dalam semua jenis shalat yang dikerjakan, baik fardhu maupun shalat-shalat Sunnah, seperti Sunnah rawatib, Dhuha, qiyamullail, dua hari raya, Istisqo (memohon hujan), istikharah (memohon pilihan terbaik), taubat (shalat taubat), witir, taraweh, dan lain-lain. Ayat tersebut wajib dibaca dalam setiap shalat sebagai salah satu rukun shalat menurut perspektif hukum. Dari segi kandungannya, ayat tersebut mengandung doa agung yang sangat dibutuhkan oleh setiap mukmin agar rel kehidupannya senantiasa dalam bimbingan Alloh ๏ทป.

๐Ÿ”นMakna Jalan Lurus
Jalan yang lurus dimaknai secara abstrak, tidak fisik yang terlihat. Namun jalan lurus yang memiliki kriteria dan ketentuan syariat yang harus dijalani sebagai sebuah konsekuensi atas kesungguhan memohonnya.

๐Ÿ”นMengikuti Syariat
Apa yang terpikirkan oleh banyak orang ketika mereka mendengar adzan subuh berkumandang?
Tentu jawabannya berbeda-beda bergantung setiap orang. Ada yang menjawabnya dengan bersegera melangkah ke masjid guna menunaikan shalat subuh berjamaah.

Orang seperti ini adalah orang yang memiliki kesadaran penuh bahwa hidup dan kehidupan ini diciptakan untuk mengabdi kepada Alloh ๏ทป Sang Pencipta, sedangkan seluruh rezeki yang dinikmati adalah pemberianNya, sehingga bagaimana mungkin perintahNya dilanggar dan ditinggalkan, sementara seluruh mahkluk bergantung kepada kekuasaan dan kehendakNya. Sebagiannya orang ketika mendengar adzan subuh berkumandang menganggapnya tidak lebih dari sekedar alarm yang berguna sebagai pengingat agar bersiap-siap berangkat kerja di pagi buta, sebagaimana keadaan di kota-kota besar. Untuk urusan pekerjaan (duniawi) mereka berani meninggalkan perintah Alloh ๏ทป Sang Pencipta dan Pemberi rezeki.

Demi mengatasi keterlambatan masuk kantor (tempat kerja), mereka rela dan bahkan terbiasa menjadikan adzan subuh sekedar alarm. Mereka bangun tapi bukan untuk bersiap-siap menghadap Alloh ๏ทป dalam shalat, tapi mereka bangun untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh atasannya, yang notabene sesama manusia dan hamba Alloh ๏ทป yang punya kewajiban dan peran yang sama dalam kehidupan. Orang seperti ini telah meninggalkan Alloh ๏ทป Dzat Yang Maha Mulia tanpa rasa bersalah dan takut kepada Alloh ๏ทป Sang Pencipta namun dia hanya takut kepada manusia yang "kebetulan" ditaqdirkan menjadi atasannya.

Wallahu alam.
Bersambung, in sya Allah

Banjarmasin, 04 Maret 2019


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ
        ๐Ÿ’ŽTaNYa JaWaB๐Ÿ’Ž

0⃣1⃣ Lisa ~ Malang
Jika Saya dalam perjalanan hidup ini sudah berusaha dijalan yang lurus yang in shaa Allah diridhai sama Alloh ๏ทป, namun mungkin ada ilmu yang belum saya peroleh dan yang masih saya lakukannya, misal Hal itu ternyata bid'ah dan saya tidak tahu, apakah jika Saya meninggal,  Alloh ๏ทป tidak mengampuni dosa bid'ah Saya ustadz?

Yang kedua, jika apakah Kita dijalan yang lurus Dan berusaha selalu lurus, Alloh ๏ทป berikan kemudahan kemudahan itu menjadi salah satu petunjuk dari Allah agar Kita selalu lurus?

Afwan atas pertanyaan Saya yang fakir ini ustadz.

๐ŸŒธJawab:
Jika bid'ah dalam perkara aqidah yang disepakati sebagai masalah usul seperti rukun Islam dan rukun iman, maka itu menyebabkan kufur.

Jika bid'ah dalam masalah furu' yang bersifat ikhtilaf maka diharapkan dapat ampunan Alloh ๏ทป.

Alloh ๏ทป Maha Mengampuni segala dosa hambaNya.

0⃣2⃣ Ruri ~ Lumajang
 Ketika kita sedang berusaha untuk berada di jalan yang lurus salah satunya dengan menambah ilmu malah dicibir "halah... sok-sok alim,  ikut-ikutan temannya ituh" dan itu di telinga kita langsung apa yang sebaiknya kita lakukan?

Bagaimana jika kita melihat teman atau saudara yang berada di jalan yang salah?

๐ŸŒธJawab:
Jangan dihiraukan dan teruslah berjalan di atas jalan yang anda yakini itu benar sesuai petunjuk Qur'an dan Sunnah.

Namun jangan anda pahami bahwa setelah anda mendapatkan Taufiq untuk mengikuti kebenaran menjadi orang yang tidak bergaul dan berbaur. Anda harus tetap berbaur dengan masyarakat sepanjang tidak berpengaruh buruk pada aqidah anda.

Wallahu alam

0⃣3⃣ Faridah ~ Cileungsi
Makna Jalan Lurus
Jalan yang lurus dimaknai secara abstrak, tidak fisik yang terlihat. Namun jalan lurus yang  memiliki kriteria dan ketentuan syariat yang harus dijalani sebagai sebuah konsekuensi atas kesungguhan memohonnya.

Maaf bagaimana maksud dari uraian di atas saya kok belum mengerti ...
Boleh sekalian di kasih contohnya...
Terima kasih ustadz.

๐ŸŒธJawab:
Bismillah... 
Doa yang terkandung dalam surat Al Fatihah tersebut senantiasa dibaca oleh setiap muslim dalam shalatnya menunjukkan urgensi dari sebuah keistiqomahan dalam hidup ini. Sebab setiap manusia pasti akan mengalami perubahan, baik fisik (dzahir) maupun non fisik (batin, baca : aqidah, ibadah, pemikiran, dan lain-lain).

Sebagai contoh, banyak orang yang sebelumnya mempunyai cara pandang yang lurus mengenai Islam, namun seiring perjalanan waktu dia mengalami pergeseran iman dan pemikiran sehingga tidak konsisten dengan pemikiran dan Aqidah di awal. Akibatnya ia menelan ludahnya sendiri.

Kasus seperti ini sangat banyak terjadi di negeri kita ini. Semoga Alloh ๏ทป menguatkan iman dan Islam kita.
Amin.

๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ
๐Ÿ’ŽCLoSSiNG STaTeMeNT๐Ÿ’Ž

Jalan lurus yang selalu kita minta kepada Alloh ๏ทป dalam setiap shalat telah digariskan oleh Alloh ๏ทป dan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

Maka selaraskan antara permohonan dengan usaha untuk mengikuti jalan terang yang telah digariskan tersebut, agar kita selalu on the track.

Semoga Alloh ๏ทป senantiasa memberikan kita kekuatan.
Amin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

BOLEH TAHU LETAK SURGA



OLeH: Ustadz Dodi AbuEl

๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท
           ๐Ÿ’˜M a T e R i๐Ÿ’˜

๐ŸŒทBOLEH TAHU LETAK SURGA?
Kajian On-Line
Dodi Abu El Jundi


Boleh Tidak Ingin Tahu Dimana Letak Surga...?
     
Salah satu diantara aqidah ahlus sunah tentang surga dan neraka, bahwa surga dan neraka adalah makhluk yang saat ini sudah ada. Diantara dalilnya,

Janji  ุงู„ู„ّู‡ُ  bagi orang yang bertaqwa,

‎ูˆุณَุงุฑِุนُูˆุงْ ุฅِู„َู‰ ู…َุบْูِุฑَุฉٍ ู…ِّู† ุฑَّุจِّูƒُู…ْ ูˆَุฌَู†َّุฉٍ ุนَุฑْุถُู‡َุง ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชُ ูˆَุงู„ุฃَุฑْุถُ ุฃُุนِุฏَّุชْ ู„ِู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠู†َ

”Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133)

Termasuk ancaman  ุงู„ู„ّู‡ُ  bagi orang kafir,

‎ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุงْ ุงู„ู†َّุงุฑَ ุงู„َّุชِูŠ ุฃُุนِุฏَّุชْ ู„ِู„ْูƒَุงูِุฑِูŠู†َ

”Jagalah dirimu dari neraka, yang disediakan untuk orang-orang kafir.” (QS. Ali Imran: 131)

Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat di atas, beliau mengatakan,

‎ูˆู‚ุฏ ุงุณุชุฏู„ ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุฃุฆู…ุฉ ุงู„ุณู†ุฉ ุจู‡ุฐู‡ ุงู„ุขูŠุฉ ุนู„ู‰ ุฃู† ุงู„ู†ุงุฑ ู…ูˆุฌูˆุฏุฉ ุงู„ุขู† ู„ู‚ูˆู„ู‡: { ุฃُุนِุฏَّุชْ } ุฃูŠ: ุฃุฑุตุฏุช ูˆู‡ูŠุฆุช، ูˆู‚ุฏ ูˆุฑุฏุช ุฃุญุงุฏูŠุซ ูƒุซูŠุฑุฉ ููŠ ุฐู„ูƒ

Mayoritas ulama ahlus sunah berdalil dengan ayat ini bahwa neraka saat ini sudah ada. Berdasarkan firman  ุงู„ู„ّู‡ُ  Ta'ala,  ” ุฃُุนِุฏَّุชْ”  ’disediakan’ artinya telah disiapkan. Dan terdapat banyak hadis yang menunjukkan hal itu. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/202)

Diantara dalil hadis yang menunjukkan bahwa surga dan neraka telah diciptakan.

1. Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…  bersabda,

‎ู„َู…َّุง ุฎَู„َู‚َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ูˆَุงู„ู†َّุงุฑَ ุฃَุฑْุณَู„َ ุฌِุจْุฑِูŠู„َ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ุณَّู„َุงู…ُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ، ูَู‚َุงู„َ: ุงู†ْุธُุฑْ ุฅِู„َูŠْู‡َุง ูˆَุฅِู„َู‰ ู…َุง ุฃَุนْุฏَุฏْุชُ ู„ِุฃَู‡ْู„ِู‡َุง ูِูŠู‡َุง. ูَู†َุธَุฑَ ุฅِู„َูŠْู‡َุง ูَุฑَุฌَุนَ، ูَู‚َุงู„َ: ูˆَุนِุฒَّุชِูƒَ ู„َุง ูŠَุณْู…َุนُ ุจِู‡َุง ุฃَุญَุฏٌ ุฅِู„َّุง ุฏَุฎَู„َู‡َุง. ูَุฃَู…َุฑَ ุจِู‡َุง ูَุญُูَّุชْ ุจِุงู„ْู…َูƒَุงุฑِู‡ِ، ูَู‚َุงู„َ: ุงุฐْู‡َุจْ ุฅِู„َูŠْู‡َุง ูَุงู†ْุธُุฑْ ุฅِู„َูŠْู‡َุง ูˆَุฅِู„َู‰ ู…َุง ุฃَุนْุฏَุฏْุชُ ู„ِุฃَู‡ْู„ِู‡َุง ูِูŠู‡َุง. ูَู†َุธَุฑَ ุฅِู„َูŠْู‡َุง، ูَุฅِุฐَุง ู‡ِูŠَ ู‚َุฏْ ุญُูَّุชْ ุจِุงู„ْู…َูƒَุงุฑِู‡ِ، ูَู‚َุงู„َ: ูˆَุนِุฒَّุชِูƒَ ู„َู‚َุฏْ ุฎَุดِูŠุชُ ุฃَู†ْ ู„َุง ูŠَุฏْุฎُู„َู‡َุง ุฃَุญَุฏٌ. ู‚َุงู„َ: ุงุฐْู‡َุจْ ูَุงู†ْุธُุฑْ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุฑِ ูˆَุฅِู„َู‰ ู…َุง ุฃَุนْุฏَุฏْุชُ ู„ِุฃَู‡ْู„ِู‡َุง ูِูŠู‡َุง. ูَู†َุธَุฑَ ุฅِู„َูŠْู‡َุง ูَุฅِุฐَุง ู‡ِูŠَ ูŠَุฑْูƒَุจُ ุจَุนْุถُู‡َุง ุจَุนْุถًุง، ูَุฑَุฌَุนَ ูَู‚َุงู„َ: ูˆَุนِุฒَّุชِูƒَ ู„َุง ูŠَุฏْุฎُู„ُู‡َุง ุฃَุญَุฏٌ. ูَุฃَู…َุฑَ ุจِู‡َุง ูَุญُูَّุชْ ุจِุงู„ุดَّู‡َูˆَุงุชِ، ูَู‚َุงู„َ: ุงุฑْุฌِุนْ ูَุงู†ْุธُุฑْ ุฅِู„َูŠْู‡َุง. ูَู†َุธَุฑَ ุฅِู„َูŠْู‡َุง ูَุฅِุฐَุง ู‡ِูŠَ ู‚َุฏْ ุญُูَّุชْ ุจِุงู„ุดَّู‡َูˆَุงุชِ، ูَุฑَุฌَุนَ ูˆَู‚َุงู„َ: ูˆَุนِุฒَّุชِูƒَ ู„َู‚َุฏْ ุฎَุดِูŠุชُ ุฃَู†ْ ู„َุง ูŠَู†ْุฌُูˆَ ู…ِู†ْู‡َุง ุฃَุญَุฏٌ ุฅِู„َّุง ุฏَุฎَู„َู‡َุง

Ketika  ุงู„ู„ّู‡ُ  menciptakan surga dan neraka,  ุงู„ู„ّู‡ُ  mengutus jibril ‘alaihis salam untuk menuju surga.  ุงู„ู„ّู‡ُ  berfirman: “Lihatlah dan semua nikmat yang Aku janjikan bagi penghuninya.”

Jibrilpun melihatnya, lalu kembali menuju  ุงู„ู„ّู‡ُ .

”Demi Keagungan-Mu, tidak ada seorangpun yang mendengar surga kecuali dia ingin memasukinya.” kata Jibril.

Kemudian  ุงู„ู„ّู‡ُ  perintahkan agar surga dikelilingi dengan semua hal yang tidak disukai nafsu.

”Sekarang lihat kembali, dan lihat apa saja isinya yang Aku siapkan untuk penghuninya.” perintah  ุงู„ู„ّู‡ُ .

Jibrilpun melihatnya, ternyata sudah dikelilingi dengan semua yang tidak disukai nafsu.

”Demi Keagungan-Mu, saya khawatir, tidak ada seorangpun yang berhasil memasukinya.” kata Jibril.

Lalu  ุงู„ู„ّู‡ُ  perintahkan, ”Lihatlah neraka, dan siksa yang Aku janjikan untuk penghuninya.”

Jibrilpun melihatnya, ternyata satu sama lain saling tumpang tindih. Lalu beliau kembali.

”Demi Keagungan-Mu, tidak ada seorangpun yang ingin memasukinya.” kata Jibril.

Lalu  ุงู„ู„ّู‡ُ  perintahkan agar dikelilingi dengan syahwat.

”Kembalilah, dan lihat neraka.” perintah  ุงู„ู„ّู‡ُ  kepada Jibril.

Jibrilpun melihatnya, ternyata sudah dikelilingi dengan semua yang sesuai syahwat. Lalu beliau kembali.

”Demi Keagungan-Mu, saya khawatir tidak ada seorangpun yang bisa selamat untuk terjerumus ke dalam neraka.” kata Jibril.

(HR. Ahmad 8398, Nasai 3763, Abu Daud 4744, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

2. Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

Ketika kami bersama Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… , tiba-tiba kami mendengar sebuah benda jatuh, lalu Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…  bertanya, ”Tahukah kalian suara apa ini?” ”Hanya  ุงู„ู„ّู‡ُ  dan Rasul-Nya yang tahu.” jawab para sahabat.

Lalu beliau menjelaskan,

‎ู‡َุฐَุง ุญَุฌَุฑٌ ุฑُู…ِูŠَ ุจِู‡ِ ูِูŠ ุงู„ู†َّุงุฑِ ู…ُู†ْุฐُ ุณَุจْุนِูŠู†َ ุฎَุฑِูŠูًุง، ูَู‡ُูˆَ ูŠَู‡ْูˆِูŠ ูِูŠ ุงู„ู†َّุงุฑِ ุงู„ْุขู†َ، ุญَุชَّู‰ ุงู†ْุชَู‡َู‰ ุฅِู„َู‰ ู‚َุนْุฑِู‡َุง

Ini adalah batu yang dilempar ke dalam neraka sejak 70 tahun yang lalu. Dia jatuh ke neraka dan sekarang sampai ke dasarnya. (HR. Ahmad 8839, Muslim 2844, dan yang lainnya).

3. Hadis yang menyebutkan bahwa Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…  mendengar suara sandal Bilal di surga (HR. Muslim 2457), sapu tangan Sa’d bin Muadz di surga (HR. Bukhari 5836), atau istana Umar bin Khatab di surga (HR. Bukhari 3679).

4. Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…  melihat surga secara nyata, bukan bayang-bayangnya. Beliau bersabda,

‎ุฅู†ูŠ ุฑุฃูŠุช ุงู„ุฌู†ุฉ ูุชู†ุงูˆู„ุช ู…ู†ู‡ุง ุนู†ู‚ูˆุฏًุง، ูˆู„ูˆ ุฃุตุจุชู‡ ู„ุฃูƒู„ุชู… ู…ู†ู‡ ู…ุง ุจู‚ูŠุช ุงู„ุฏู†ูŠุง، ูˆุฑุฃูŠุช ุงู„ู†ุงุฑ ูู„ู… ุฃุฑَ ู…ู†ุธุฑًุง ูƒุงู„ูŠูˆู… ู‚ุท ุฃูุธุน، ูˆุฑุฃูŠุช ุฃูƒุซุฑ ุฃู‡ู„ู‡ุง ุงู„ู†ุณุงุก

“Sesungguhnya aku telah melihat surga dan aku tadi berupaya meraih setandan buah-buahan darinya. Seandainya kamu mendapatkannya dan memakannya, niscaya kamu (tidak butuh lagi makanan) di dunia. Kemudian aku melihat neraka dan belum pernah aku melihat pemandangan yang ngerinya seperti itu. Dan kulihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.” (HR. Bukhari 5197 dan Muslim 907)

Semua hadis di atas menunjukkan bahwa surga telah  ุงู„ู„ّู‡ُ  ciptakan. Dan inilah aqidah ahlus sunah. Ini berbeda dengan keyakinan Mu’tazilah yang menyatakan, bahwa  ุงู„ู„ّู‡ُ  baru akan menciptakan surga dan neraka pada hari kiamat.

Jika Sudah Ada, Lalu Dimana Surga Berada?

Dimana letak surga, adalah masalah ghaib. Kita tidak boleh berkomentar tentangnya, kecuali dilandasi dalil yang valid dari sumbernya, yaitu al-Quran dan hadis yang shahih.

Dari beberapa dalil yang ada di al-Quran dan hadis shahih, kita bisa menyimpulkan bahwa surga berada di atas langit yang ketujuh, di bawah Arsy  ุงู„ู„ّู‡ُ .

Di surat an-Najm,  ุงู„ู„ّู‡ُ  menceritakan keindahan sidratul muntaha, di atas langit ke-7, yang dikunjungi Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…  ketika mi’raj,

‎ูˆَู„َู‚َุฏْ ุฑَุขู‡ُ ู†َุฒْู„َุฉً ุฃُุฎْุฑَู‰. ุนِู†ْุฏَ ุณِุฏْุฑَุฉِ ุงู„ْู…ُู†ْุชَู‡َู‰ . ุนِู†ْุฏَู‡َุง ุฌَู†َّุฉُ ุงู„ْู…َุฃْูˆَู‰

Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal.  (QS. An-Najm: 13 – 15).

Dan kita tahu, sidratul muntaha berada di atas langit ketujuh. Seperti yang pernah kita bahas di:  Sidrotul Muntaha.

Kemudian dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…  bersabda,

‎ุฅِุฐَุง ุณَุฃَู„ْุชُู…ُ ุงู„ู„َّู‡َ، ูَุงุณْุฃَู„ُูˆู‡ُ ุงู„ูِุฑْุฏَูˆْุณَ، ูَุฅِู†َّู‡ُ ุฃَูˆْุณَุทُ ุงู„ุฌَู†َّุฉِ ูˆَุฃَุนْู„َู‰ ุงู„ุฌَู†َّุฉِ ูَูˆْู‚َู‡ُ ุนَุฑْุดُ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ، ูˆَู…ِู†ْู‡ُ ุชَูَุฌَّุฑُ ุฃَู†ْู‡َุงุฑُ ุงู„ุฌَู†َّุฉِ

"Apabila kalian berdoa kepada  ุงู„ู„ّู‡ُ , mintalah kepada-Nya surga al-Firdaus. Karena surga Firdaus adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atas surga ini ada Arsy  ุงู„ู„ّู‡ُ  ar-Rahman. Dari surga firdaus, bersumber sungai-sungai ke seluruh surga." (HR. Bukhari 2790)

‎ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ


๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท
         ๐Ÿ’˜TaNYa JaWaB๐Ÿ’˜

0⃣1⃣ Atin ~ Pekalongan
Ustadz, jika surga dan neraka sudah ada apakah sudah ada penghuninya?

Jika belum, bagaimana cerita terompah bilal terdengar di surga?

๐ŸŒธ Jawab:
Rasulullah pernah melihat ada penghuni neraka dan ada penghuni di Surga.

Apakah itu kekuasaan ุงู„ู„ّู‡ُ Ta’ala diberikan pengkhususan kepada Rasulullah saja, kita tidak pernah tahu.

Dan masalah mendengar, mudah saja bagi ุงู„ู„ّู‡ُ untuk melakukannya.

0⃣2⃣ Setya ~ Karanganyar
Assalamualaikum ustadz,

Saya pernah mendengar  tepat di atas ka'bah dengan ketinggian yang wallohua'lam, terdapat kawasan baitul makmur.
Apakah kawasan baitul makmur itu juga masuk wilayah surga ustadz?

Syukron.


๐ŸŒธ Jawab:
Betul sejajar dengan Kabah.

Baitul Makmur itu sepeti Kabah untuk penghuni di langit ke-7. Tempat beribadah juga malaikat disana.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ


๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท๐Ÿ”ท
 ๐Ÿ’˜CLoSSiNG STaTeMeNT๐Ÿ’˜

Mencari surga itu bukan hitungan matematis banyak banyakin Amalan dan Pahala.

Lakukanlah Ibadah yang kontinitas dan Istiqomah.  Sehingga ุงู„ู„ّู‡ُ Ta’ala Ridho menyuruh kita memasuki surga dari arah manapun.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

SEBUTAN ALLOH TENTANG ANGKA 1-10 DALAM AL QUR'AN



OLeH: Ustadz Syahrawi Munthe

๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ
           ๐Ÿ’ŽM a T e R i๐Ÿ’Ž

Assalamu'alaykum warohmatullahi  wabarokatuh

Segala puji bagi Allah atas karunia-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah atas Rasulullah Saw. 

Insya Allah tema materi kajian kita sore ini adalah
"Sebutan Allah tentang Angka 1 sampai 10 dalam Al Qur'an"

Banyak hal menarik sekaligus menjadi bahan tadabbur dalam Al Qur'an. Salah satunya terkait dengan sebutan angka dalam beberapa peristiwa di dalamnya, yaitu angka 1 sampai dengan 10. Angka ini ada yang disebut  berulang di beberapa ayat.

Para mufassir mengatakan sebutan angka-angka dalam Al Qur'an adalah simbolisasi dari ukuran-ukuran, karena memang Al Qur'an mengajarkan kita untuk selalu belajar dan berkembang.  Sebut saja misalnya tentang keberadaan ashabul kahfi dalam gua. Firman Allah :

ูˆَู„َุจِุซُูˆุง ูِูŠ ูƒَู‡ْูِู‡ِู…ْ ุซَู„َุงุซَ ู…ِุงุฆَุฉٍ ุณِู†ِูŠู†َ ูˆَุงุฒْุฏَุงุฏُูˆุง ุชِุณْุนًุง

"Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)." (QS. 18 : 25)

Seolah Allah ingin mengajarkan agar manusia berhitung, makanya tidak langsung disebut 309 tahun. Dan masih banyak lagi di ayat lainnya misteri angka-angka yang digunakan dalam Al Qur'an. Berikut penyebutan angka numerik yang Allah gunakan di beberapa ayat untuk angka 1 sampai 10.

◼Allah sebutkan angka 1 untuk menyebutkan banyak hal, diantaranya bahwa manusia adalah umat yang satu.

  ูƒَุงู†َ ุงู„ู†َّุงุณُ ุฃُู…َّุฉً ูˆَุงุญِุฏَุฉً

(QS. 2 : 213)

Di ayat lainnya, terkait dengan perkembangbiakan  manusia, yang asalnya dari diri  yang satu.

ู‡ُูˆَ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู†َูْุณٍ ูˆَุงุญِุฏَุฉٍ..

"Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu..."
(QS. 7 : 189)

Disisi lain, Allah menggunakan kata satu untuk menjelaskan peristiwa kiamat, saat nanti malaikat Israfil meniup sangkakala.

ูَุฅِู†َّู…َุง ู‡ِูŠَ ุฒَุฌْุฑَุฉٌ ูˆَุงุญِุฏَุฉٌ

"Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja" (QS. 79 : 13)

◼Selanjutnya angka 2, Allah sebutkan untuk menjelaskan antara lain; tentang perempuan yang dapat dinikahi ( QS. 4 :3),  jumlah sayap malaikat (QS. 35 :1),  dan banyak lagi yang bentuknya kata benda yang jumlahnya dua.

◼Angka 3, Allah gunakan untuk menyebutkan antara lain : bahwa wanita yang ditalak harus menunggu tiga kali quru' (QS. 2 : 228),  menggambarkan ucapan orang kafir yang menyebutkan bahwa Allah adalah salah seorang dari tiga (QS. 5 : 73),  penciptaan manusia yang berada dalam tiga kegelapan (QS 39 : 6) dan tiga golongan manusia di akhirat nanti (QS. 56 :7)

◼Sedangkan untuk angka 4, ayat-ayat Al Qur'an digunakan untuk menjelaskan antara lain terkait dengan kisah empat ekor burung yang hidup kembali setelah dicincang dan ditaruh di bukit (QS. 2 : 260), perlunya empat orang saksi atas tuduhan pada wanita yang berbuat keji (QS. 4 :15)

◼Angka 5 digunakan untuk menyebutkan beberapa perbedaan pendapat orang-orang tentang jumlah pemuda ashabul kahfi (QS. 18 : 22).  Di ayat lainnya menjelaskan bahwa tidak ada pembicaraan rahasia kecuali Allah jadi tambahannya, yaitu tidak ada pembicaraan rahasia dua orang kecuali Allah lah yang ketiganya, dan seterusnya.

◼Angka 6, Allah gunakan untuk menjelaskan antara lain tentang penciptaan langit dan bumi dalam enam masa.

ูˆَู„َู‚َุฏْ ุฎَู„َู‚ْู†َุง ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถَ ูˆَู…َุง ุจَูŠْู†َู‡ُู…َุง ูِูŠ ุณِุชَّุฉِ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ูˆَู…َุง ู…َุณَّู†َุง ู…ِู†ْ ู„ُุบُูˆุจٍ

"Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan." (QS. 50 : 38)

◼Angka 7,  digunakan untuk menyebutkan antara lain langit yang tujuh (QS. 2 : 29),  pahala yang berlipat atas orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (QS. 2 : 261),  dan jumlah pintu neraka Jahannam (QS. 15 : 44)

◼Angka 8,  untuk menyebutkan azab Allah yang diturunkan kepada kaum 'Aad selama delapan hari secara terus-menerus (QS 69: 7) dan jumlah malaikat yang menjunjung 'Arsy pada hari kiamat (QS. 69 : 17)

◼Kemudian angka 9, Allah gunakan untuk menyebutkan jumlah mukjizat yang diterima Nabi Musa ( QS. 17 : 101) dan jumlah orang yang berbuat kerusakan di zaman Nabi Salah. (QS. 27: 48)

◼Dan terakhir angka 10, Allah gunakan dalam Al Qur'an tentang hukum kaffarat sumpah yaitu memberi makan sepuluh orang miskin
(QS. 5 : 89), jumlah kelipatan pahala atas kebaikan, yaitu sepuluh kali (QS. 6 :160) dan tantangan Allah kepada orang-orang kafir agar membuat sepuluh surah saja seperti Al Qur'an yang dibawa Nabi Muhammad.  (QS. 11 : 13)

Sebutan angka-angka dalam Al Qur'an masih banyak lagi, tidak hanya angka 1 sampai 10. Tentunya tidak tanpa makna Allah sebutkan angka-angka tersebut. Tinggal kita hambaNya bagaimana bisa mentadabburinya.

Wallahu'alam


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ
        ๐Ÿ’ŽTaNYa JaWaB๐Ÿ’Ž

0⃣1⃣ Atin ~ pekalongan
Maaf jika gagal paham. Bukankah itu sekedar angka untuk memaknai isi al Qur'an? Seperti lambang bilangan biasa?

๐ŸŒทJawab:
Iya betul sekali, tetapi sebenarnya ada makna tersirat di dalamnya kenapa Allah menggunakan angka-angka itu.

Seperti contoh pada awal materi di atas, Allah tidak langsung menyebutkan 309 tahun lama waktu ashabul kahfi di gua. Tetapi sebutkan 300 tahun ditambah 9 tahun. 

Atau mengapa Allah menyebutkan bahwa awalnya manusia dari umat yang satu. Yang menyiratkan bahwa harusnya manusia itu harusnya bersatu, tidak berpecah belah, apalagi saling membunuh.

Wallahu'alam

0⃣2⃣ Ren ~ Irak
Ustadz apa hikmah di balik masing-masing angka tersebut?

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan jazakallahu khair ustadz.

๐ŸŒธ Jawab :
Salah satu hikmahnya sudah disebutkan di awal materi
Sebenarnya ada makna tersirat di dalamnya kenapa Allah menggunakan angka-angka itu. Seperti contoh pada awal materi di atas, Allah tidak langsung menyebutkan 309 tahun lama waktu ashabul kahfi di gua. Tetapi sebutkan 300 tahun ditambah 9 tahun. 

Atau mengapa Allah menyebutkan bahwa awalnya manusia dari umat yang satu. Yang menyiratkan bahwa harusnya manusia itu harusnya bersatu, tidak berpecah belah, apalagi saling membunuh.

Wallahu'alam

0⃣3⃣ Fari ~ Jakarta
Assalaamualaikum Ustadz,

Mohon bimbingannya.. Terkadang kita pernah menemui suatu hal besar kemudian dikait-kaitkan dengan QS. berapa, ayat berapa, bahkan hingga kalimat ke berapa.

Misalnya: Kejadian 11 september dikaitkan dengan QS. dan ayat tertentu.
Kemudian pemilihan tanggal 212 yang dianggap kultus bagi beberapa orang.

Atau nama seseorang bila diutak atik sedemikian rupa akan mengahasilkan suatu angka kemudian dikaitkan dengan QS. dan ayat tertentu.

Nah, apakah itu diperbolehkan dan dibenarkan dalam Islam? Dan apabila makna yang terkandung di QS. atau ayat tertentu tersebut "mengena" dengan suatu kejadian, apakah memang tafsirnya bisa dipercaya atau hanya kebetulan?

Mohon maaf dan terima kasih sebelumnya Ustadz.

๐ŸŒทJawab :
Wa'alaykumussalam warohmatullahi wabarokatuh.

Kisah-kisah dalam Al Qur'an mungkin saja akan berulang,  peristiwanya hampir sama. Tetapi nuansa, orang atau pelaku, serta waktunya yang berbeda. Sebagai misal, kisah kaum sodom di era Nabi Luth, yang dihancurkan oleh Allah. Jika nantinya LGBT merebak, bisa saja Allah akan menghancurkannya juga seperti halnya kaum sodom. 

Namun untuk peristiwa-peristiwa yang dikaitkan dengan ayat-ayat tertentu, memang kurang ahsan walaupun kalau dikaitkan-kaitkan kok rasanya pas. Tetapi sebaiknya mendasarkan al qur'an itu sebagai dalil sesuai dengan asbabun nuzul nya. Jadi bukan tafsir yang dibuat-buat untuk mencocok-cocokkan keadaan.

Wallahu'alam

0⃣4⃣ Puri ~ Madiun
Assalammualaikum ustadz,

Apa hukumnya mencari makna tanggal lahir dan dicocokkan dengan surat dan ayat al Qur'an untuk mengetahui jalan kehidupan atau takdir atau nasib yang akan dilalui?

Jazakallah khoir

๐ŸŒทJawab :
Wa'alaykumussalam,

Dalam Islam semua tanggal, hari insya Allah semua baik. Sedang jalan kehidupan, akan ditempuh dengan pilihan-pilihan, dan takdirpun sudah ditetapkan sejak di alam rahim. Jadi jalani saja hidup ini dengan optimis, bekerja keras mencari rizki, dan selalu taat ibadah. InsyaAllah kehidupannya akan baik.

Wallahu'alam

๐Ÿ”ทJadi, tidak boleh ya ustadz menggunakan alquran sebagai semacam 'primbon' untuk menerka-nerka takdir.

๐ŸŒทiya tidak boleh.

0⃣5⃣ Lisa ~ Malang
Bagaimana dengan istiqoroh Al Qur'an? Ada sebagian orang yang melakukannya dengan cara membuka Al Qur'an secara acak untuk mendapat petunjuk.
Astaghfirullahaladzim

๐ŸŒทJawab :
Masya Allah.
Semua isi Al Qur'an adalah petunjuk. Tidak boleh beriman pada sebagian ayat lalu ingkar pada ayat yang lain. Tidak boleh menjadikan al Qur'an jadi alat permainan.

Al Qur'an adalah petunjuk bagi kita, beriman kepadanya, membacanya, mentadabburinya dan melaksanakan isinya agar selamat di dunia dan akhirat


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ
๐Ÿ’ŽCLoSSiNG STaTeMeNT๐Ÿ’Ž

Semoga kita semua jadi pecinta Qur'an. Sering membacanya. Dan selangkah lebih maju, mentadabburinya dan insya Allah melaksanakan isinya. Mudah-mudahan kelak Al Qur'an memberika syafa'at buat kita semua.
Aamiin

Kamis, 28 Februari 2019

IMUNISASI PADA ANAK



OLeH: dr. Barry Army Bakry, Sp.A

๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท
           ๐Ÿ’ŽM a T e R i๐Ÿ’Ž

๐ŸŒทIMUNISASI PADA ANAK


Manfaat imunisasi untuk bayi dan anak. Bayi dan anak yang mendapat imunisasi dasar lengkap akan terlindung dari beberapa penyakit berbahaya dan akan mencegah penularan ke adik, kakak dan teman-teman disekitarnya. Imunisasi akan meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan anak sehingga mampu melawan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin tersebut.

Anak yang telah diimunisasi bila terinfeksi oleh kuman tersebut maka tidak akan menularkan ke adik, kakak, atau teman-teman disekitarnya. Jadi, imunisasi selain bermanfaat untuk diri sendiri juga bermanfaat untuk mencegah penyebaran ke adik, kakak dan anak-anak lain disekitarnya.

Bahaya kalau tidak diimunisasi Kalau anak tidak diberikan imunisasi dasar lengkap, maka tubuhnya tidak mempunyai kekebalan yang spesifik terhadap penyakit tersebut. Bila kuman berbahaya yang masuk cukup banyak maka tubuhnya tidak mampu melawan kuman tersebut sehingga bisa menyebabkan sakit berat, cacat atau meninggal. Anak yang tidak diimunisasi akan menyebarkan kuman-kuman tersebut ke adik, kakak dan teman lain disekitarnya sehingga dapat menimbulkan wabah yang menyebar kemana-mana menyebabkan cacat atau kematian lebih banyak. Oleh karena itu, bila orang tua tidak mau anaknya diimunisasi berarti bisa membahayakan keselamatan anaknya dan anak-anak lain disekitarnya, karena mudah tertular penyakit berbahaya yang dapat menimbulkan sakit berat, cacat atau kematian.

Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi Imunisasi yang sudah disediakan oleh pemerintah untuk imunisasi rutin meliputi : Hepatitis B, Polio, BCG, DPT, Campak dan vaksin untuk jemaah haji. Imunisasi yang belum disediakan oleh pemerintah antara lain : Hib, Pneumokokus, Influenza, Demam Tifoid, MMR, Cacar air, Hepatitis A dan Kanker Leher Rahim (HPV). Imunisasi Hepatitis B untuk mencegah virus Hepatitis B yang dapat menyerang dan merusak hati, bila berlangsung sampai dewasa dapat menjadi kanker hati.

Imunisasi Polio untuk mencegah serangan virus polio yang sapat menyebabkan kelumpuhan. Imunisasi BCG untuk mencegah tuberkulosis paru, kelenjar, tulang dan radang otak yang bisa menimbulkan kematian atau kecacatan. Imunisasi DPT untuk mencegah 3 penyakit : Difteri, Pertusis dan Tetanus. Penyakit Difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan sumbatan jalan nafas, serta mengeluarkan racun yang dapat melumpuhkan otot jantung. Penyakit Pertusis berat dapat menyebabkan infeksi saluran nafas berat (pneumonia). Kuman Tetanus mengeluarkan racun yang menyerang syaraf otot tubuh, sehingga otot menjadi kaku, sulit bergerak dan bernafas. Penyakit campak berat dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare atau menyerang otak. Imunisasi Hib dan Pneumokokus dapat mencegah infeksi saluran nafas berat (pneumonia) dan radang otak (meningitis). Imunisasi influenza dapat mencegah influenza berat. Imunisasi demam tifoid dapat mencegah penyakit demam tifoid berat.

Imunisasi MMR dapat mencegah penyakit : Mumps (gondongan, radang buah zakar), Morbili (campak) dan Rubela (campak Jerman).  Imunisasi cacar air (varisela) untuk mencegah penyakit cacar air. Imunisasi Hepatitis A untuk mencegah radang hati karena virus hepatitis A. Imunisasi HPV untuk mencegah kanker leher rahim. Bila bayi atau anak tidak diimunisasi maka risikonya lebih besar tertular penyakit - penyakit tersebut.

Setelah diimunisasi kadang-kadang timbul kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) Setelah imunisasi kadang-kadang timbul kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) demam ringan sampai tinggi, bengkak, kemerahan, agak rewel. Itu adalah reaksi yang umum terjadi setelah imunisasi. Umumnya akan hilang dalam 3-4 hari, walaupun kadang-kadang ada yang berlangsung lebih lama. Boleh diberikan obat penurun panas tiap 4 jam, dikompres air hangat, pakaian tipis, jangan diselimuti, sering minum ASI, jus buah atau susu. Bila tidak ada perbaikan, atau bertambah berat segera kontrol ke dokter. Lebih banyak kecelakaan lalu lintas daripada KIPI berat.

Sangat jarang terjadi KIPI berat. Kemungkinan KIPI berat 1 kejadian dalam: 2 juta dosis. Kalau ada 22 juta balita, kemungkinan terjadinya KIPI berat sekitar 11 anak. Lebih banyak korban kecelakaan lalu lintas akibat sepeda motor, bus, mobil, pesawat terbang dibanding KIPI berat karena imunisasi. Oleh karena itu masyarakat harusnya lebih takut pada kecelakaan lalu lintas ketimbang karena imunisasi. Setelah diimunisasi masih bisa terkena penyakit, tetapi jauh lebih ringan.

Perlindungan imunisasi memang tidak 100 %, artinya setelah diimunisasi, bayi dan anak masih bisa terkena penyakit-penyakit tersebut, tetapi kemungkinannya hanya kecil (5 - 15 %), jauh lebih ringan dan tidak berbahaya. Bukan berarti imunisasi itu gagal atau tidak berguna, karena perlindungan imunisasi memang sekitar 80 - 95%. Penelitian epidemiologi di Indonesia dan negara-negara lain, ketika ada wabah campak, difteri atau polio, anak yang sudah mendapat imunisasi dasar lengkap sangat jarang yang tertular, bila tertular umumnya hanya ringan, sebentar dan tidak berbahaya. Tetapi anak yang tidak mendapat imunisasi, ketika ada wabah, lebih banyak yang sakit berat, meninggal atau cacat. Berarti imunisasi terbukti effektif mencegah sakit berat, kematian atau cacat akibat penyakit-penyakit tersebut.

Wassalam
Bahan: IDAI

๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท
        ๐Ÿ’ŽTaNYa JaWaB๐Ÿ’Ž

0⃣1⃣ Key ~ Bangil
Baby kay kan dari usia 6 bulan keluar masuk RS kena BP sampai usia 1 tahun, jadi imunisasinya berhenti dan terakhir kali imunisasi dapat 2.

Saat ni usia baby kay sudah 23 bulan dilanjut dari awal kah imunisasinya atau bagaimana? 
Tidak tega mau imunisasi keingat pas di infus dulu bolak balik tidak bisa masuk.

๐ŸŒธJawab:
Tinggal dilanjutkan saja, tidak perlu dari awal lagi. Dan justru lebih tega lagi kalau kita tidak vaksin ya bu.

0⃣2⃣ Annisa ~ Tangerang
Dok, anak saya dapat 1 bulan novembe. Nah dapat 2 bulan desember tapi sampai sekarang belum dapat 2, kalau bulan depan dapat 2 bakal ngulang lagi ke dapat 1 tidak dok?

๐ŸŒธJawab:
Tidak bu, hanya melanjutkan saja

0⃣3⃣ Erika ~ Bogor
Apakah imunisasi IPV diharuskan untuk anak-anak?

Terima kasih.

๐ŸŒธJawab:
Sangat dianjurkan untuk anak.

๐ŸŒดKalau hanya OPV saja bagaimana? Apakah berpengaruh?

๐ŸŒธTetap baik.

0⃣4⃣ Erika ~ Bogor
Saya berencana memberikan imunisasi PCV dan Rota pada anak saya, bolehkah diselang dengan imunisasi DPT sehingga menunda DPT berikutnya?
Maksudnya bulan ini sudah DPT1, bulan depan PCV dan Rota, kemudian bulan berikutnya baru DPT2.

Terima kasih.

๐ŸŒธJawab:
Pengaturan jadwal vaksin biarkan diatur oleh dokter masing-masing.
Tapi memang salah satu metodenya adalah pemberian selang seling.

๐ŸŒดMenyambung pertanyaan mengenai imunisasi Rota, karena ada beberapa vaksin Rota yang belum mendapatkan label halal dari MUI.
Apakah dokter ada saran vaksin Rota mana yang sudah halal?
Termasuk MR atau MMR.

Terima kasih.

๐ŸŒธSepengetahuan saya, seluruh vaksin boleh diberikan.  Bahkan meskipun dikatakan bersinggungan dengan bahan yang mengandung babi. Oleh MUI dikategorikan sebagai mubah bahkan menjadi wajib dalam kondisi emergensi atau wabah.

0⃣5⃣ Erika ~ Bogor
Kemudian mengenai imunisasi DPT.

Apakah benar jika DPT dengan vaksin Hexaxim malah tidak baik untuk imun anak?

Kemudian jika DPT dengan vaksin demam seperti Pentabio salah satu DPT nanti harus ada yang non-demam seperti Hexaxim? Kalau iya, tujuannya untuk apa?

Terima kasih.

๐ŸŒธ Jawab:
Saya kira tidak benar ya.

0⃣6⃣ Erika ~ Bogor
Apakah boleh jika DPT1 menggunakan Hexaxim kemudian DPT2 menggunakan Pentabio? Apakah ada dampaknya?

Kemudian jika DPT 1 — 3 menggunakan Pentabio, apakah DPT4 (booster) boleh menggunakan Infanrix? Atau memang dianjurkan begitu supaya Polionya imunisasi suntik?

Terima kasih.

๐ŸŒธ Jawab:
Sebaiknya kalau memilih merk A ya sebaiknya seterusnya A saja, jika karena sesuatu hal terpaksa pakai B, tidak berbahaya sama sekali.

0⃣7⃣ Yeni ~ Bandung
Dok, maaf pertanyaa diluar tema.

Kalau anak susah BAB saya sudah coba pola makan banyak konsumsi buah dan sayur tapi tetap masih susah BAB. Pakai obat yang diminum juga masih tetap susah. Akhirnya solusi terakhir saya pakai microlax baru bisa BAB.

Apakah pemakaian microlax dalam jangka lama berbahaya? Karena tiap mau BAB selalu pakai itu.

Terimakasih.

๐ŸŒธJawab:
Ya betul, tidak baik menggunakan microlax terus menerus, saran saya sebaiknya berobat ke dokter untuk diperbaiki.

0⃣8⃣ Erika ~ Bogor
Apa yang menjadi indikator imunisasi BCG berhasil? Apakah harus selalu muncul bekasnya? Kalau tidak muncul bekasnya apakah bisa dikategorikan imunisasinya gagal dan perlu diulang?
Terima kasih.

๐ŸŒธJawab:
Munculnya bekas suntik, bukan merupakan indikator keberhasilan vaksin. Jadi kalau tidak keluar bekas tidak perlu diulang.

0⃣9⃣ Annisa ~ Tangerang
Maaf dok, saya nanya diluar tema.
Anak saya usia 4 jalan 5 bulan, tidak minum ASI karena tidak di sarankan sama Sp.OG karena saya pernah ada rubella dan cmv jadi takut tertular. Kalaupun harus ASI, saya harus minum obat virusnya.
Jadilah anak saya minum sufor, anak saya agak susah nyusu tidak seperti kakanya. Dulu kakanya di kasih vitamin ferlin. Yang mau di tanyakan manfaat ferlin apa?
Dan adakah vitamin khusus agar anak mau nyusu?

๐ŸŒธJawab:
Ferlin adalah salah satu merk vitamin mengandung zat besi. Dan memang zat besi sangat penting diberikan.


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท
 ๐Ÿ’ŽCLoSSiNG STaTeMeNT๐Ÿ’Ž

Mengutip ucapan dari guru saya.
"Marilah kita bersama-sama untuk melengkapi imunisasi dasar bayi kita, agar terhindar dari sakit berat, kematian atau cacat, dan mencegah penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi yang lebih luas kepada anak-anak lain."

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

TAUHID SEBAGAI KUNCI PINTU SURGA



OLeH: Ustadz Tri Satya Hadi

๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ
           ๐Ÿ’ŽM a T e R i๐Ÿ’Ž

๐ŸŒทTAUHID KUNCI PINTU SURGA

Surga, dengan segala kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan terlintas dalam hati manusia, memiliki pintu-pintu untuk memasukinya. Pintu-pintu surga itu memerlukan kunci untuk membukanya.
Apakah gerangan kunci surga itu?

Kunci surga sesungguhnya telah dijelaskan secara gamblang oleh Baginda Rosulullah SAW dalam beberapa sabdanya, diantaranya Hadis dari Muadz bin Jabal,
“ Barangsiapa yang meninggal dan dia bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah dengan jujur dari hatinya, maka ia masuk surga.” (HR. Imam Ahmad).

Di Hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa meninggal sedang ia mengetahui bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, ia masuk surga.” (HR. Muslim).

Ternyata, kunci surga adalah Tauhid (syahadatain). Dua kalimat yang tak asing bagi umat Islam bahkan begitu sering didengar dan diucapkan. Dua kalimat yang menjadi pintu gerbang kembali kepada Islam (Al Madkhol Ilal Islam) bagi para muallaf. Namun, apakah semudah itu surga dapat dibuka dan dimasuki hanya dengan dua buah kalimat? Jika demikian tentu semua orang sangat mungkin bisa mengucapkannya meski harus dibimbing terlebih dahulu dan akhirnya berhak masuk surga.

Ketahuilah, setiap kunci pasti memiliki sejumlah gerigi. Begitu pula kunci surga. Jika kunci surga yang sesuai geriginya maka pintu surga akan terbuka. Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya bahwa seseorang pernah bertanya kepada Imam Wahhab bin Munabbih, seorang tabi’in terpercaya dari Shan’a,
“ Bukankah Laa ilaaha illallah itu kunci surga?” Wahhab menjawab, “Benar, akan tetapi setiap kunci pasti bergerigi. Jika engkau membawa kunci yang bergerigi, maka pintu surga itu akan dibukakan untukmu.”

๐Ÿ’Ž๐ŸŒท๐Ÿ’Ž
Gerigi-gerigi kunci itulah yang kemudian menjadi syarat diterimanya dua kalimat syahadat. Asy-Syaikh Muhammad Said Al Qohthoni menjelaskan tujuh syarat diterimanya syahadat.

๐Ÿ”ถPERTAMA, AL ‘ILMU (MENGETAHUI). Setiap orang yang bersyahadat harus mengetahui dengan benar apa makna dan maksud yang terkandung dalam dua kalimat tersebut. Jika tidak, maka tidak ubahnya seperti burung beo yang pandai mengucapkan kata-kata tanpa mengetahui maknanya.

Allah SWT berfirman,
“ Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu…” (QS. Muhammad : 19).

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah mendahulukan perintah untuk memiliki pengetahuan akan sesuatu sebelum memerintahkan untuk beramal. Pada ayat lain Allah melarang hambaNYA untuk menuruti sesuatu tanpa mengetahui tentang apa yang diikutinya.
Allah SWT berfirman,
“ Dan jangalah engkau turut apa-apa yang engkau tidak ada ilmu padanya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semua akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al Isro’: 36).

Oleh karena itu pengetahuan tentang makna syahadat menjadi syarat diterimanya dan terbukanya pintu surga. Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa meninggal dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, niscaya dia akan masuk surga.” (HR. Muslim).

๐Ÿ”ถSYARAT KEDUA, AL YAQIN (MEYAKINI). Setiap orang yang mengikrarkan dua kalimat syahadat ini harus meyakini sepenuh hati tanpa ada keraguan di dalamnya.
 Allah SWT berfirman,
“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNYA kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al Hujurat: 15).

 Rasulullah SAW bersabda , “ Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku adalah utusan Allah. Tidaklah seorang hamba bertemu Allah sambil membawa dua kalimat syahadat tersebut tanpa ragu kecuali pasti dia akan masuk surga.” (HR. Muslim).

Imam Al Qurthubi menjelaskan dalam kitabnya Al Mufhim ‘ala Shahih Muslim, ” Tidak cukup dengan melafalkan syahadatain, akan tetapi harus dengan keyakinan hati.”

๐Ÿ”ถSYARAT KETIGA, AL QOBUL (MENERIMA).  Syahadat baru diterima di sisi Allah SWT jika menerimanya dengan total atas konsekuensi yang menyertainya dengan hati dan lisannya. Jika seseorang mengucapkan syahadat hanya di lisannya tanpa mengakui kebenaran di hatinya maka syahadatnya ditolak. Ia adalah seorang munafiq I’tiqodiy.

Allah SWT mengecam kaum musyrik lagi munafiq yang menolak kalimat syahadat ini dalam firmanNYA, “Orang-orang musyrik itu apabila dikatakan kepada mereka : (ucapkanlah) Laa ilaaha illallah, mereka menyombongkan diri seraya berkata : apakah kami harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kami hanya karena ucapan penyair yang gila ini.” (QS. Ash Shoffat : 35-36).

๐Ÿ”ถSYARAT KEEMPAT, AL INQIYAD (TUNDUK PATUH).  Ikrar syahadat harus diikuti dengan sikap tunduk patuh terhadap kandungan maknanya.
Allah SWT berfirman, “Kembalilah ke jalan Tuhanmu, dan tunduklah kepadaNYA.” (QS. Az Zumar : 54).

Sesungguhnya ketika seseorang telah berikrar syahadat maka ia telah memeluk Islam yang diharapkan memiliki sikap tunduk dan patuh secara total segala aturan yang ada di dalamnya. Firman Allah dalam Quran surah Luqman ayat 22 menjelaskan hal ini.
“ Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada ikatan tali yang amat kokoh (kalimat Laa ilaaha illallah).”
Rosulullah SAW bersabda, “Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian, sehingga hawa nafsunya tunduk kepada ajaran yang aku bawa.” (HR. Imam Nawawi).

๐Ÿ”ถSYARAT KELIMA, ASH SHIDQ (JUJUR ATAU BENAR).  Syahadat harus diucapkan dengan sungguh-sungguh tanpa kepalsuan dan kepura-puraan. Ucapan lisannya harus sejalan dengan pikiran dan hatinya. Karena Allah Maha Mengetahui setiap hamba yang jujur dalam keimanan dan yang melakukan penipuan.
“Dan di antara manusia ada yang mengatakan, “ Kami beriman kepada Allah dan hari Akhir,” padahal mereka itu sebenarnya bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang beriman, padahal pada hakikatnya mereka hanya menipu diri sendiri, sedangkan mereka tidak sadar.” (QS. Al Baqoroh : 8-10).

Dari Anas bin Malik, Nabi SAW bersabda, “ Tak seorangpun yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah dengan jujur dalam hatinya, kecuali Allah mengharamkannya disentuh api neraka.” (HR. Bukhori).

๐Ÿ”ถSYARAT KEENAM, AL IKHLASH (IKHLAS).  Ikrar syahadat harus dilakukan dengan penuh keikhlasan dan hanya mengharap ridha Allah SWT.
Firman Allah, “ Mereka itu tidaklah diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan kepatuhan kepadaNYA (ikhlas) dalam menjalankan agama secara lurus…” (QS. Al Bayyinah : 5).  Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah semata-mata hanya mengharapkan wajah Allah Azza wa Jalla.” (HR. Muttafaq Alaihi).

๐Ÿ”ถSYARAT TERAKHIR ADALAH AL MAHABBAH (CINTA). Seorang yang telah mengikrarkan syahadat maka ia harus mencintai Allah di atas segalanya dan mencintai segala sesuatu dalam rangka mencintai Allah SWT.
Firman Allah, “ Dan di antara manusia ada orang-orang yang mengambil tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat mencintai Allah di atas segala-galanya.” (QS. Al Baqarah : 165).

Demikianlah syarat-syarat diterimanya syahadat yang merupakan gerigi-gerigi KUNCI PINTU SURGA. Sehingga jika seorang hanya mengucapkan syahadat namun tidak memenuhi syarat-syaratnya maka ia bagaikan orang yang memegang kunci surga yang tak bergerigi. Ia tidak dapat membuka pintu surga dan mustahil masuk kedalamnya.

Allahua’lam bishowab.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ
        ๐Ÿ’ŽTaNYa JaWaB๐Ÿ’Ž

0⃣1⃣ Lila ~ Medan
Bagaimana kira-kira ustazd aplikasi syahadatain itu dalam kehidupan kita sehari, apalagi kita terlahir sudah dalam keadaan Islam, namun lingkungannya kurang dalam mengamalkan islam secara kaffah. Kadang kita terikut seperti contoh budaya upah-upah, tepung tawar, dan lain-lain yang katanya syirik, bagaimana menurut ustazd karena keluarga besar masih seperti itu.

๐ŸŒธJawab :
Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)

Mencegah kemungkaran termasuk syirik atau hal-hal yang bertentangan dengan syariah, merupakan kewajiban setiap mukmin, ini merupakan proses sesuai tingkatan kemampuan kita.

Ubah jika kita mampu, dengan lisan misalnya sepanjang kita punya ilmu dan menyampaikannya dengan santun. Atau bisa lewat bantuan orang lain yang dihormati, ustadz atau ulama untuk menyampaikan bahwa itu adalah salah.

Terakhir doa jika segala upaya telah kita lakukan.

0⃣2⃣ Kiki ~ Tanjungpinang
Ustadz, jika kita tidak memenuhi dari ke 7 gerigi kunci surga diatas, apakah syahadat kita batal atau tidak sah ya ustadz?

Kalau iya, bagaimana solusinya ya ustadz?

๐ŸŒธJawab :
Syahadat, tauhid, juga merupakan dasar atau pondasi keimanan, ketujuh syarat tersebut merupakan batasan menurut ulama, mungkin saja tidak sampai membatalkan tapi menjadi warning bahwa pondasinya lemah yang bisa jadi runtuh.

Maka perkuat tauhid kita dengan perbanyak ibadah, dzikir, tilawah, qiamullail, puasa dan seterusnya. berkumpul dengan orang sholih yang bisa mengingatkan kita tentang hal-hal yang bisa membatalkan syahadat, dan selalu berdoa untuk diteguhkan keimanan kita :
 'Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik'
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu."

0⃣3⃣ Lisa ~ Malang
Afwan ustadz, ijin bertanya tentang kejujuran.

Beberapa hari yang lalu saya mengingatkan seorang ikhwan dan akhwat yang kelewat batas dalam berkhalawat hingga keluarga akhwat saya beritahu, akhirnya mereka diminta putus dibawah sumpah.

Namun ternyata mereka backstreet ustadz, apakah yang harus saya lakukan? Apakah saya harus mengingatkan kembali atau membiarkan saja?

Jazakallahu khayiran Pak ustadz atas penjelasannya.

๐ŸŒธJawab :
Ingatkan saja sekali lagi, walaupun tidak ada batasan dalan saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran, ujungnnya tetap doakan. selanjutnya prioritas tetap menjadi utama, energi kita jangsn sampai habis untuk hal-hal yang sudah berkali kali kita lakukan. Banyak urusan umat, amanah lain, kebajikan lain yang mungkin lebih penting dan lebih besar maslahatnya.

Wallahu a'lam.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ
๐Ÿ’ŽCLoSSiNG STaTeMeNT๐Ÿ’Ž

Ana tutup dengan sebuah hadits:
Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafaatmu di hari Kiamat?” Rasulullah saw. bersabda, “Aku telah mengira, ya Abu Hurairah, bahwa tidak ada seorang pun yang tanya tentang hadits ini yang lebih dahulu daripada kamu, karena aku melihatmu sangat antusias terhadap hadits. Orang yang paling bahagia dengan syafaatku di hari Kiamat adalah yang mengatakan la ilaha illallah secara ikhlas dari hatinya atau jiwanya.” (Bukhari).

Semoga kita mendapatkan akhir yang baik dalam bingkai kalimat tauhid.

Aamiin...